Cerita yang nunggaknya lama banget…
Jadi silahkan…abi update porsi besar….
MAYDAY
day : 1
Jinyoung menggigit bibir kesal, diperhatikan satu-satu wajah para pemuda tampan di depannya. Dia menghela napas tak sabaran, meniup poninya karena keenam rekannya malas sibuk berdiskusi, kasak-kusuk tidak jelas.
"Yah…", Jinyoung sengaja merendahkan suaranya. Nihil. No respon.
"Yah!", ok, Jinyoung kehilangan kesabarannya karena tak dianggap keberadaannya. Pekikannya tadi berhasil menarik perhatian pemuda-pemuda di depannya.
"Bisakah kalian keluar dulu?", suaranya kembali merendah.
"Wae?", Tanya Youngjae setengah polos setengah bloon. ", Aku hanya pakai selimut sekarang", kata-kata Jinyoung masih terselubung.
"I know you. I know you", Yugyeom sok English.
"Ey…kau kan bisa pakai baju di hmmpphh – ", Jacksn tak bisa melanjutkan kalimatnya karena secepat kilat JAEBUM menutup mulutnya,"Ha-ha-ha ayo kita bicara di luar saja…", JAEBUM keluar lebih dulu sambil menyeret Jackson yang terus meronta.
"Lho…lho…lho…tunggu dulu…", Jinyoung hampir tersandung selimutnya sendiri. Dia belum selesai bicara
Sementara itu….
"Hmph! Lepas!", Jackson menampik tangan Jaebum kasar, tak terima diseret sejauh –hampir- 5 meter. Dia sudah bersiap-siap mendamprat sang leader tapi…
"Heh! Kamu mau nyuruh Jinyoung live show di depan kita?!", ternyata Jaebum lebih cepat, padahal Jackson ingin menjelaskan maksud kata-katanya tadi.
"Leader-ssi," mata Jackson melebar menatap Jaebum," aku belum selesai bicara. Aku ingin menyuruh Jinyoung memakai baju di kamar mandinya tau!. Memangnya aku semesum itu, hah?", Jackson melengos duduk di sofa.
"Yah..kenapa kalian jadi bertengkar?. Memangnya masalah ini akan selesai jika kalian bertengkar", Mark yang daritadi diam angkat bicara.
"lalu kita harus bagaimana?", Bambam pun ikut bingung, apa yang sebenarnya terjadi pada 'eomma'-nya itu.
Hening. Sejujurnya mereka masih –sangat- kaget dengan kejadian ini. Hingga…
GEBRAK!
Pintu kamar maknae menjeblak keras menampilkan sosok dengan baju kebesaran, celana kedodoran dan rambut yang diikat asal. Bambam dan Yugyeom mengernyit melihat penampilan Jinyoung. Wajah gadis itu ditekuk.
"rrrr…hyu-noona…ada yang salah dengan kepalamu?", Yugyeom menggerakkan tangannya di dekat kepala.
"Kepalaku masih normal", jawab Jinyoung datar
"Lalu? Cara berpakaian noona an-tak biasa", Bambam memperhalus kata-katanya.
"Tidakkah Jinyoung butuh pakaian perempuan sekarang?", celetuk Mark lagi menyadari Jinyoung bukan lagi laki-laki.
"Eh?/Ah?/Ye?", kelima rekannya menatap Mark dan Jinyoung bergantian.
"That's it! Belikan untukku,"Jinyoung akhirnya senang ada yang mengerti keadaannya,"Sekarang", imbuhnya karena dia tidak nyaman dengan pakaian kebesaran, terutama celana.
"Kau gila!".
"Jinyoung berubah jadi perempuan bukan gila", Jaebum menyikut Jackson.
"Arra…arra...leader-ssi, tapi dimana kita bisa dapat baju perempuan?".
"Yang jelas bukan di toko bahan bangunan hyung", Youngjae berhighfive dengan maknae line karena berhasil menutup mulut Jackson yang sudah seperti wartawan pagi ini.
"Ayolah…butik sekitar sini kan banyak", pinta Jinyoung.
"Stop!". Itu suara Hyung tertua mereka lagi,"Kita tdak bisa keluar begitu saja. We are an idol right now", dia tak mau ada berita-berita aneh yang muncul setelah ini. Media kadang 'mempercantik' berita semau mereka sendiri.
"Bilang saja tak mau belikan! Biar saja aku jadi perempuan terus!", Jinyoung ngambek dan mengancam.
"Eyyy….Jack,Gyeom…pergilah ke ruang wardrobe JYP. Kurasa kita bisa meminjam kostum Twice dulu", Jaebum memberikan ide tanpa harus menambah rumor, setidaknya untuk sementara waktu. Semoga tidak ada fans yang mengetahui keadaan Jinyoung. Mereka kadang lebih gila dari wartawan.
"Bagus. Pergilah sekarang hyung", Jinyoung tampak girang.
"Kau harus memanggil kami oppa mulai sekarang, Jinie-ah", Goda Jackson mengedipkan satu matanya.
"Dih! Ogah!", sambar Jinyoung jutek.
"Kelakuanmu tak semanis wajahmu, dek", tutur Jackson terakhir kalinya lalu menarik Yugyeom keluar secepat kilat sebelum Jinyoung menyambit mereka berdua.
JYP ENT, WARDROBE ROOM
Jackson clingak-clinguk memastikan tidak ada orang atau mereka dicurigai orang-orang. Pelan-pelan dia membuka pintu diikuti Yugyeom yang sesekali ikut melihat keadaan sekitar. Begitu masuk sepenuhnya Yugyeom sudah mendapati Jackson memilih hot pants karena dia memang masuk belakangan.
"Awww…Jinyoung pasti cantik dengan ini", Jackson memadukan hot pants dan sweater baby pink. "Cute…ah…manisnya…", Jackson gemas membayangkan Jinyoung mengerjap-ngerjap manis, menggigit bibirnya sensual sambil memainkan ujung sweaternya.
"Ouch!" pekik Jackson kaget karena sang maknae memukulnya. Dan pukulannya cukup keras, bahkan untuk ukuran seorang Jackson.
"Hyung pasti lagi mikir jorok", tuduh Yugyeom melihat ekspresi Jackson barusan.
"Wae? Aku lelaki normal anyway", Bela Jackson. Yugyeom memandangi hyungnya dengan ekspresi tak percaya. Enteng sekali hyungnya satu ini mengaku.
"lelaki normal mana yang lamunannya tentang lelaki?!".
"Jinyoung perempuan sekarang so-".
"Jadi benar tebakanku, hyung ngelamunin Jinyoung noona?!", Yugyeom memotong kalimat Jackson, bahkan dia yang daritadi memilih dress untuk Jinyoung menghentikan kegiatannya, Jackson memerah karena Yugyeom mengerti siapa yang dia maksud.
"Ah dwaeseo,dwaeseo", Jackson pergi ke bagian yang lain meninggalkan Yugyeom, yang tertawa melihat tingkah hyugnya barusan.
Jaebum menghela napas panjang, sumpah, dia pusing dengan mahkluk di sebelahnya ini harus diapakan lagi. Daritadi mondar-mandir di depan mereka berempat.
"Tidak bisa kau duduk dulu?", Jaebum tak mengalihkan pandangannya.
"Mereka lama sekali", gerutunya.
"Lebih baik kau duduk", Mark bangkit lalu menarik Jinyoung untuk duduk di tempatnya barusan. Di sebelah Youngjae. Dia sendiri memilih duduk di bawah. Jinyoung mengernyit karena kaget, buru-buru dia bergeser agak ke pinggir sofa.
"Noona aku tidak akan menggigitmu", Youngjae sedih, Jinyoung yang biasa akan memeluknya, bukannya menjauh seperti sekarang.
"Maaf. Naluri ", Jinyoung mengangkat satu tangannya yang terlipat di dada untuk minta maaf.
"Seharusnya Jackson mengajak Bambam saja tadi", ucap Jinyoung."Pasti akan lebih cepat", tambah Jinyoung sambil memperhatikan jam dinding, sudah 30 menit sejak mereka berdua pergi.
"Kau kira aku perempuan Noona', protes Bambam.
"Kau pecicilan bamie…", Jinyoung kumat juteknya, bahkan lebih jutek dari biasanya.
"Mworago?. Noona…", Bambam sampai berdiri, menatap Jinyoung yang malah sibuk melihat ke arah lain.
"ppappabam…kami datang~~Jinyoungi~~", suara Jackson yang sengaja dilagukan memulai kegaduhan lagi. Bambam urung melampiaskan emosi karena Jinyoung langsung bangkit menghampiri Jackson.
"Hahhh…akhirnya…thanx Gyeomi…Jack…", Jinyoung mengambil tas yang di bawa Jackson kemudian berlari ke kamarnya.
"Kita harus cepat mengubah Jinyoung seperti semula lagi", Bambam mengguncang tubuh Jaebum selepas Jinyoung menghilang dari pandangan mereka.
"Kalau aku tahu caranya sudah dari awal aku mengubahnya", Jaebum gondok dibebani sebagai seorang leader. Dia memijit pangkal hidungnya.
"Wae…bukankah dia manis?", Jackson heran, Jinyoung cukup manis dalam bentuk perempuan. Dia ingin main-main sebentar dengan Jinyoung perempuan.
"Katakan itu jika kau pernah dijuteki sekali saja", Bambam terhenyak di sofa.
Sementara itu…
Jinyoung memutar-mutar tubuhnya yang terbalut hot pant dan t-shirt baby blue di depan cermin.
"Astaga…montok sekali…hiks…", Jinyoung menyadari bentuk tubuhnya yang akan menjadi bulan-bulanan member lainnya kalau tidak hati-hati. Dan lagi, apa-apaan semua tank top, hot pants dan dress ini. Jinyoung menghela napas melihat pilihan baju yang di bawa Yugyeom dan Jackson,"salah nih Jaebum hyung nyuruh mereka".
Jinyoug terduduk di kasurnya. Sesekali memandangi pantulannya di cermin,"Kenapa aku bisa jadi perempuan segala?! Ish!", Jinyoung mengerang kesal. Dia bahkan sama sekali tak bisa menghubungkan segala sesuatu yang dia pernah lakukan yang dapat membuatnya menjadi perempuan.
"Aarrgghh! Pakai t-shirt lamaku saja", mengambil t-shirt abu-abu bersiap menggantinya ketika satu kesadaran menghampirinya. "I need a bra…", ucapnya pelan, lebih pada diri sendiri, sambil memandangi dadanya sendiri. Secepat kilat dia menggunakan baju tadi sebelum melesat lagi ke ruang tengah.
RUANG TENGAH
"Yah!", teriak Jinyoung sambil berlari kesetanan.
"Wae? Wae? Waeirae?", semua yang tadi sibuk berpikir di ruang tengah jadi kelabakan.
"Aku kira kau sudah kembali". Bambam yang pertama kali menenangkan diri kecewa – atau mungkin masih kesal- melihat Jinyoung masih 'berbentuk' perempuan.
"Diam kau Bamie!", sempat-sempatnya Jinyoung menyahuti dengan jutek pula.
"Eii…Jinyoungiiii….kenapa tak pakai sweater yang aku bawakan?", Jackson merajuk sok imut. Jinyoung memutar bola matanya, ia bahkan tak melihat sweater yang Jackson maksud.
"Waeiraeyo?", Mark memperhatikan Jinyoung.
"Bisakah kalian membelikan aku bra?".
"E? Hah? Ye?!".
To be continue…..
HUweeee…maafkan abi….ini ff lama baaaaaaget updatenya…
Ceritanya udah 95% abi lese tulis….hiks…
Sekalian abi update yah….
