MAYDAY
Day : 3
Suasana ruang latihan terlihat kikuk. Ke enam member sesekali melirik Jinyoung yang memperbaiki terpaksa menggunakan baju lamanya dengan lilitan di dadanya. Nomu…nomu isanghae…. Sangat tidak nyaman apalagi dengan ukuran dadamu yang cukup besar. Ke enam member lainnya sudah dibuat kalang kabut pagi-pagi sebelum berangkat latihan.
Mulai dari Jinyoung yang bingung menyembunyikan dadanya….
Flashback
"Hegh! Bam…aku tak bisa bernapas", Jinyoung megap-megap seperti ikan habis terkena jala.
"Noona…mau bagaimana lagi. Too obvious…", Bambam menunjuk dada Jinyoung yang terlilit kain.
"Apa dengan baju longgar saja tidak cukup?", Jinyoung memegangi cermin.
"Aku nasuh bisa melihat sesuatu melonjak-lonjak, Noona", Bambam menaik turunkan alisnya. "Michisaekki!", umpat Jinyoung menendang Bambam yang tertawa.
"Yah…apa kalian masih lama? Bam..jangan curi kesempatan!", Jaebum mengetok pintu kamar Jinyoung. Tidak lama muncul wajah Bambam penuh dengan cengiran.
"It so big…", Bambam menaik turunkan alisnya. "Apaan sih?", Jaebum menyingkirkan Bambam dari pandangannya. "Hyung kau mau lihat sendiri,ya?", canda Bambam tapi langsung terdiam karena nyaris saja kepalanya terkena sisir. Rupanya Jinyoung yang sedang kesal karena susah menyisir rambutnya sendiri melempar sisirnya ke arah Bambam.
"Kamchagya!…noona..kau mau membunuhku?", Bambam berbalik lagi.
"Eoh! Kau ribut sekali!", Jinyoung masih berusaha menata rambutnya.
"Aish…lebih gampang di potong saja kan?", saran Bambam.
"Sensi banget sih", geram Jinyoung.
"Aigo…sudah-sudah", Jaebum menarik lengan Jinyoung untuk keluar," Ada yang bisa mengikat rambut yang benar?", Jaebum memandangi membernya satu-satu.
"Mark-hyung!", Yyugyeom menyikut Mark yang kaget.
"Kau kan punya dua keponakan perempuan, Hyung", alasan Yugyeom. Mark menghela napas mengiyakan. Lagipula kalau dia menolak bisa-bisa mereka akan terlambat latihan. "Mana sisir dan ikat rambutnya?", Jinyoung menyerahkannya pada Mark yang isyratkan agar mereka duduk di sofa saja. "Aku coba dulu, Ne. Aku hanya pernah sekali menyisir rambut si kembar", Mark mulai meniyisir rambut hitam Jinyoung. Member yang lain memandangi adegan itu tak berkedip.
"Chincha romantikkeu…", bisik Jackson pada Youngjae yang manggut-manggut.
"Ah!", Jinyoung berjengit karena rambutnya tak sengaja tertarik.
"Eh…sorry", Mark reflex menggunakan bahasa inggris.
"Gwaenchana…".
"Noona lembut sekali pada Mark hyung. Jangan-jangan-".
"Youngjae-yah…", Jackson mengkode Youngjae agar tidak mendapat tamparan maut untuk yang keduakalinya.
"Pipimu masih merah Youngjae-yah…mau kubuat biru,hm?", Jinyoung tersenyum devil.
"Mianhe noona…hihihi…", Youngjae bergeser agak ke pinggir. Dia masih sayang pipinya yang kemarin malam kena tamparan maut Jinyoung setelah tak sengaja meremas asset dadakan Jinyoung saat mengukur.
"Eottae?", Mark memperlihatkan hasil kerjanya.
"Whoah,,,kau berbakat hyung", puji Yugyeom saat memperhatikan rambut Jinyoung yang terlihat tergulung rapi. Jinyoung berkaca pada cermin yang di bawanya.
"Ne..yeppeuda…", senyum tipis terbentuk di bibir Jinyoung.
"JJa..tambahkan topi", Jaebum memakaikan topi pada Jinyoung.
"Kau jadi Jinyoung hyung lagi".
"Aku masih punya dua gunung kembar, bodoh", Jinyoung memukul Bambam dengan cermin yang di bawanya.
"Kenapa sih Jinyoung eonni sensi sama Bamie?".
"Kamu tuh terlalu pecicilan", Jaebum menyahuti pertanyaan Bambam yang disambut tawa yang lainnya.
Flashback End
Koreografer mereka berjalan mendekati Jinyoung yang tampak gugup,"Aku yang salah atau apa ya pagi ini?".
"Wae, Seonsaengnin?", Jinyoung masih berusaha tersenyum, sebulir keringat meluncur dari pelipisnya.
"Ah…kau makin can_feminin, aniji?", Koreografer memalingkan wajahnya ke yang lain meminta pendapat. "Hahaha…mungkin terlalu terbawa efek kkot mi namja, ne Jinyoungi?", Jackson merangkul pundak Jinyoung. Yang dirangkul hanya bisa terpasrah sambil berusaha tetap santai, sial Jackson mengambil kesempatan pikirnya menahan emosi.
"Aniji,,,,dan sepertinya aku sudah mulai menua, Jackson jadi tambah tinggi", ucapan sang koreografer membuat Jackyoung couple segera memisahkan diri. Mereka sama sekali tak menyangka perubahan yang di alami Jinyoung sampat membuatnya bertambah pendek.
"eeii… aku pakai sol sepatu seonsaengnim…", dalih Jackson menunjukkan sepatunya.
"Sudahlah…kita latihan saja. Jja..jja…kembali ke posisi…". Perintah Ji Seonsaeng.
Jinyoung dan yang lainnya bernapas lega juga akhirnya. Tapi belum juga lagu selesai Ji Seonsaeng menghentikan latihan mereka. Dia berbalik menatap Jinyoung.
"Jinyoungi…himnaeyo! Ayo ulangi!'.
"Jeoseonghaeyo, ssaem", Jinyoung menunduk meminta maaf. Semua Kerena tubuhnya yang beubah jadi perempuan. sebegini susah jadi perempuan pikirnya sambil berusaha bergerak semanly mungkin.
Dan lagi-lagi…Ji seonsaeng menegur gerakan Jinyoung yang dikatakan terlalu lemah.
"Kau sakit?", tanya Ji seonsaeng.
"Eh?".
"Ah, dia sedikit pusing pagi ini", saut Jaebum cepat.
"Benarkah?", Ji seonsaeng menatap Jinyoung dan Jaebum bergantian.
"Benarkan,Jie?", Jaebum tersenyum mengkode Jinyoung untuk mengiyakan.
"Ah..ne…aku sedikit pusing pagi ini" Jinyoung memegangi kepalanya
"Keureom?. Kau yakin bisa melanjutkan latihan?". Ji Seonsaeng terlihat masih belum sepenuhnya percaya.
"Ne! sudah agak baikkan, ssaem. Aku akan berusaha!".
"Baiklah kalau begitu," pria tigapuluh tahunan itu akhirnya menyerah melihat tekad Jinyoung. Toh hanya pusing, dia sendiri sering merasakannya,"Istirahatlah jika pusingmu kambuh".
"Ne ssaem! Gamsahamnida!", Jinyoung menunduk lagi.
Latihan dilanjutkan kembali. Jinyoung mulai merasa lelah yang menyerangnya datang lagi dan semakin menjadi. Bulir-bulir keringatnya terasa dua kali lebih banyak. Napasnya pendek-pendek, apalagi adadanya yang terlilit kain terasa semakin sesak dan berat. Beruntung Ji Seonsaeng memutuskan untuk istirahat sebentar. Inyoung buru-buru menghempaskan diri di sofa dan menegak air mineral.
"Gwaenchana?", Jackson yang duduk di sebelah Jinyoung menangkap gelagat aneh Jinyoung.
"Uhm..gwaenchanasseo", Jinyoung memaksakan sebuah senyuman.
"Boys! Sepertinya aku harus keluar dulu. Kalian latihan sendiri dulu, arachi?", Ji Seonsaeng memasukkan alat-alat yang dibawanya ke dalam tas.
"Saem mangkir dari tugas nih", Yugyeom memasang muka galak.
"Aniyo! Aku ada urusan penting dengan bos kalian. Anyeong", Ji Seonsaeng pergi meninggalkan ruangan.
"Jja..jja…kita latihan lagi", Jaebum memberi perintah yang segera dituruti yang lain. Jinyoung bangkit dari sofa dan berjalan terhuyung.
"Kau duduk saja deh", Jackson khawatir melihat keadaan Jinyoung. Ini pertama kalinya Jinyoung ngedance dengan tubuh perempuan. Tentu rasanya beda.
"kkeokcheongma", Jinyoung bergabung dengan yang lain untuk berlatih lagi.
"Noona, memangnya tidak susah bergerak dengan dada seperti itu?", tanya Yugyeom iseng.
"Diem deh! Kukutuk jadi perempuan juga nanti", Jinyoung memasang tampang sengit.
"ampun…ampun eomma…", Yugyeom mencakupkan kedua tangannya.
"Junbidweseoyo?( sudah siap?)",Mark menyalakan music lagu baru mereka.
Awalnya latihan berjalan baik-baik saja. Inyoung terlihat lebih santai bergerak. Tepat di pengulangan yang ketiga kalinya. Jinyoung merasa kepelanya pening dan mulai berputar. Napasnya memendek,"Noona?", Youngjae yang berdiri disebelah Jinyoung menangkap gelagat aneh Jinyoung yang memegangi dadanya. Belum sempat Jinyoung bicara tubuhnya ambruk begitu saja.
30 menit kemudian…
Jinyoung tersadar ketika mendengar suara ribut-ribut di dekatnya. Matanya menangkap sosok Mark yang duduk di ujung sofa. Mark tersenyum simpul mengusap kaki Jinyoung,"Guys,,,Jinyoung sudah sadar", ucapnya yang langsung membuat yang lain merangsek ke sofa.
"Gwaencahanasseo?".
"Waeirae?".
"Ireonaseo?".
"Noona?".
Jinyoung tersenyum mendengar pertanyaan bertubi-tubi dari rekan-rekannya. Dia hanya mengangguk lemah.
"Ah! Minumlah dulu", Jackson menyerahkan segelas air hangat untuk Jinyoung. "Gomapta", sautnya lemah sambil berusaha untuk duduk. Youngjae sigap membantu Jinyoung.
"Bagaimana jika Jinyoung noona tetap tidak berubah saat live premire kita hyung?", khawatir Bambam memecah keheningan. Semua hanya mendesah pelan. Sementara Jinyoung terlihat sedih – merasa bersalah – memandangi satu-satu kawannya. "Mianhae…", lirihnya, tanpa sadar sebulir air mata menuruni pipinya. Yugyeom yang duduk di sebelah Jinyoung memeluk noonanya yang mulai sesenggukan.
"Keokkcheongma…kita akan temukan caranya", Hibur Jaebum, padahal dia sendiri masih dalam kedaan bingung. Penyebabnya saja tidak tahu bagaimana mencari solusinya.
"Sudah siang, kita kembali ke dorm dulu,"Jaebum bangkit terlebih dahulu,"Malam ini kita masih ada latihan vocal",lanjutnya.
"Noona..kugendong sampai mobil", tawar Yugyeom.
"Ah…tidak usah, aku-".
"Gwaencahana". Dan hap! Tubuh mungil Jinyoung sudah berpindah ke dalam dekapan si maknae. Mau tak mau Jinyoung harus berpegangan pada pundak Yugyeom. Para hyung mendelik, menahan napas menyaksikan adegan ala drama korea yang sering mereka tonton di depan mereka.
Mata Jinyoung bertemu pandang dengan si maknae,. Yugyeom lalu tersenyun simpul. Damn! Umpat Jinyoung meraskan pipinya memanas. Bisa-bisanya aku terpesona pada maknae bongsor ini rutuknya memalingkan wajah.
"Hey, hey…hati-hati,,,", omel Jackson atas tindakan Yugyeom yang tiba-tiba.
"Keokkcheongma…tuan putri aman kok…", canda Yugyeom sambil nyengir.
"Y..ya..yah..", Jinyoung merona lagi disebut tuan putri,"turunkan aku…aku sudah baikan", Jinyoung menggoyang-goyangkan kakinya. "Kau yakin noona?", Yugyeom memastikan yang dijawab anggukan oleh Jinyoung.
"Kau papah saja,Gyeomi", saran Mark yang berdiri menyusul Jaebum.
"Arasseo", Yugyeom menurunkan Jinyoung yang terhuyung hingga tiba-tiba dia berjongkok. "Noona!", Yugyeom ikut berjongkok dengan wajah kaget bercampur khawatir, tadi bilangnya sudah baikan. Yang lain refleks ikut berjongkok. Jinyoung tidak bersuara hanya mengeluarkan bunyi berdesis sambil memegangi perutnya.
"Ouh!. Noona…ada darah…", tunjuk Youngjae polos.
"119!119!119!", Panik Jackson merogoh ponselnya.
"Seolma", wajah Jinyoung horror,"aku…haid?", ucap Jinyoung melihat celananya yang memerah. Jackson mematung memegangi ponselnya.
"Mwo?! EEEEE?", pekik yang lainnya.
Kehebohan masih berlanjut nihh,,,Jinyoung haid? Nah lhoooo….
Gomapta yg udah repiuuuuuu…..maaci…
Yg nanya judul ff versi aslinya, jujur demi Jinyoung, abi lupa banget,,,
Yg jelas yang jadi cewek itu Woozi, Soonhoon couple ( yah di bocorin), ada adegan beli bra juga ( mingyu sama wonwoo kalo ngga salah), ada adegan ngukur2 juga, Cuma ngga ada nc,,,(trus yang ini ada? Uhm….abi ngga janji…kkkk).
Ini GS? He-eh…90% karena abi gemes ngeliat Jinyoung crossdressing….manisnyaaa…abi iri…
