MAYDAY

Day 3 part 3


Jinyoung membuka pintu dorm dengan semangat. Dia bahkan lupa memakai alas kaki, berlari menuju ruang tengah tersenyum sumringah sampai keenam pemuda yang sekarang ada di depannya menatapnya heran.

"Noona kenapa?", tanya Youngjae pertama kalinya.

"Chajjasseo…chajjasseo…", ucap Jinyoung girang hampir melompat-lompat.

"Mwoga?", tanya Mark masih menatap Jinyoung yang sumringah.

"Cara agar aku kembali normal", tambah Jinyoung lagi semakin girang karena penderitaannya sebentar lagi akan usai.

"Chinca?/Cheongmal?", pekik kelima orang orang di depannya karena salah satu di antara mereka sudah tahu.

"Eottoke?", Bambam paling penasaran.

"Aku harus mencari seorang ahgase. Lebih tepatnya fansku", simpul Jinyoung setelah berbicara dengan gadis berkepang yang ditemuinya di hangang park.

"Hah?", koor namja-namja di depannya.

"Aku harus mencari orang yang mencintaiku. Keurigo…ahgaseneun, majayo?", Jinyoung mencari pembenaran jika pemikirannya tepat.

"eeyy…memangnya disini tak ada orang yang mencintaimu", ooppss! Jaebum keceplosan. Semua pandangan langsung menyorot pada sang leader.

"Maksud,hyung?", Jinyoung menatap Jaebum curiga.

"Hyung menyukai Jinyoung noona?", todong Yugyeom. Mata Jinyoung membola mendengar pertanyaan Yugyeom padahal yang di tanya Jaebum.

"Aku juga suka", Jackson tak mau kalah. Jinyoung menatap Jackson kaget, apa-apaan ini?

"Yah…nado~~ ", nada suara Yugyeom di ayunkan sambil sikutnya menekan rusuk Jackson. Jinyoung kembali menghadapkan wajahnya pada maknaenya tak kalah kaget.

"Na do", cicit Bambam. Bambam juga? Pikirnya sedikit horror.

"Mwo?", Jackson dan Yugyeom berhenti bertengkar mendengar suara Bambam yang memang duduk di sebelah Yugyeom.

"Nado!", Youngjae dan Mark berkata bersamaan hingga membuat keduanya saling tatap dan Jinyoung, yah,,,well..tambah pusing. Jinyoung sampai bergidik. Apa-apaan mereka ini? kalau begini siapa yang akan Jinyoung cium? Oops….Padahal niat awalnyakan mencari seorang ahgase, kenapa jadi keenam namja ini yang mengaku cinta padanya?.

FLASHBACK

"Keurae…lalu apa yang harus aku lakukan? Atau dia lakukan?", tanya Jinyoung mencoba tenang karena sepertinya ada titik terang mengenai masalahnya.

"Keureom…dia harus me-nan-da-i cintanya", si gadis menjentikkan jarinya. Dahi Jinyoung langsung berkerut. Bicara dengan gadis ini seperti bicara dengan buku peribahasa, implicit semua bahasanya.

"Bagaimana caranya?".

"Cara apanya?", si gadis malah balik bertanya.

"Tentu saja menandai cinta kau bilang", Jinyoung mengeratkan giginya.

"Uhm….molla", jawab si gadis enteng sambil menggedikkan bahunya.

"Yah! Sudah membuat orang seperti ini, masih saja!", emosi Jinyoung naik lagi. Tidak bisa ya gadis ini langsung memberikan jalan keluar? Tidak usah berbelit-belit seperti ini. Jinyoung menghela napas untuk menenangkan emosinya. Dia butuh informasi dari gadis ini, jadi dia harus tenang agar masalahnya cepat selesai.

"Jadi…uhm..menandai yang kau maksud…ki…kisseu?", hanya itu yang terbersit di pikiran Jinyoung tentang menandai. Jinyoung berharap jawaban tidak atau jawaban lain dari mulut gadis di depannya tapi, si gadis malah menggedikan bahunya lagi.

"haish? Apa itu artinya iya?", Jinyoung mengambil kesimpulan.

"Just try it…eoh? Aku harus pergi. Himneyo, eonni!", si gadis meninggalkan Jinyoung yang mematung. Jinyoung berteriak memanggil gadis tersebut tapi sepertinya dia menulikan telinganya.

"Auch, Chincha cheom!", bahkan Jinyoung tak tahu nama gadis itu.

FLASHBACK_END

Suasana kembali ribut, tak terima mereka tiba-tiba semua menyukai Jinyoung. Yeoja berambut hitam itu menutup telinganya duduk bawah dekat ujung sofa sebelah kiri.

"Memangnya apa yang harus kau lakukan jika menemukan orang yang mencintaimu?", Mark yang posisinya paling dekat dengan Jinyoung memilih tidak lagi ikut bertengkar.

"Ung…soal itu…tidak pasti sih hyung", Jinyoung yang menyadari keberadaan Mark di dekatnya kembali merunduk.

"Malhaebwa, eung?", Mark menyentuh punggung tangan Jinyoung.

"Kisseu", cicit Jinyoung lebih seperti berbisik.

"Ne? Lebih keras aku tak bisa dengar", jujur Mark yang memang tak dengar suara Jinyoung barusan.

"Kita harus berciuman!", suara Jinyoung yan mendadak lantang menghentikan perkelahian di sofa. Jinyoung menatap horror, sadar akan suaranya barusan yang terlalu frontal. Mark mengerjap-ngerjap berusaha mencerna ucapan Jinyoung.

Yugyeom bersiul,"tak masalah…".

"Yah, neon!", sang leader tak terima maknaenya seakan menginginkan Jinyoung hanya menciumnya.

"Tapi…kalian semua bilang mencintaiku, siapa yang harus ku cium?", muka horror Jinyoung masih sama.

"Coba saja satu-satu", usul Jackson yang membuat Jinyoung memalingkan badannya. Dia tak mau ciumannya terbuang sia-sia begitu. Apalagi siapapun yang akan dia cium pertama kali nanti adalah first kissnya dia.

"Kapanlagi kau bisa memcium member GOT7 semuanya sekaligus", tambah Jackson, bangga.

"Heose hyung", celetuk Bambam.,

"Kalau begitu di urut saja yang paling tua. Mark hyung tetap duduk di situ, Gyeom geser ke ujung!", Sang leader memberi perintah. Jackson sudah sumringah. Yugyeom merengut, hanya karena dia paling muda kenapa selalu jadi yang terakhir?. Jinyoung juga ingin protes, dia kan belum bilang setuju, Jaebum hyung kok seenaknya begitu?.

"Demi kesembuhanmu, Nyoung", ucap Jaebum seperti membaca keraguan di wajah Jinyoung. Si gadis menghela napas pasrah. Terserah deh, yang penting dia bisa kembali dulu. Hanya ciumankan, bukan yang lain.

"Do it…", bisik Mark ketika Jinyoung mengambil posisi bersimpuh di depannya. Jinyoung tampak masih ragu. Mark tersenyum lembut,"aku akan tutup mata, biar kau tak gugup", ucapan Mark otomatis diikuti yang lain. Mau hyung membuka atau menutup mata tetap saja aku gugup pikirnya.

"Gomawo", Jinyoung tetap berterimakasih. Dia menarik napas kemudian menghelanya.

Cup!

Sebuah kecupan mendarat di bibir Mark. Satu detik, dua detik, hingga lima detik tak ada perubahan. "Eopseoyo…", lirih Jinyoung. Mark perlahan membuka matanya, ada sorot kecewa tapi dia tetap berusaha tersenyum. Jadi kau bohong? Pikir Jinyoung dalam hatinya. Bibir bawahnya dia gigit agar emosinya tidak kentara.

"Jangan buka mata dulu!", perintah Jinyoung mengalihkan perhatiannya dari Mark.

"Coba saja…", usul Mark melihat Jinyoung kembali ragu.

Cup!

Satu kecupan mendarat di bibir Jaebum. Lima detik berlalu begitu saja Jinyoung tidak merasakan perubahan apapun.

"Eopseoyo?", Jaebum membuka matanya mendapati Jinyoung menggeleng lemah.

"Naega…chincha naega…", Jackson sekarang ribut di sebelah Jaebum. Jinyoung menghela napasnya lagi.

Cup!

Satu kecupan untuk Jackson. Uhuk! Jinyoung terbatuk. Jaebum dan Mark sudah menahan napas, apa Jackson sungguh-sungguh mencintai Jinyoung.

"Maja! Bwayo! Naega…", Jackson tak melanjutkan kata-katanya begitu membuka mata sedangkan Jinyoung masih berambut panjang. Desah lega terdengar dari dua manusia di sebelahnya.

"Chakka…Chakka…bagaimana kalau kita balik, Youngjae mencium Jinyoung?", usul Jaebum.

"Lalu kita?", Jackson protes, yang menciumnya tadi Jinyoung bukan dia. Wah…hilang kesempatan emas.

"Diam deh Jackson hyung", Bambam membuka matanya, gerah daritadi Jackson yang paling banyak bicara. Alamiah Bam…

Youngjae berjengit, sedikit kaget akan usul perubahan yang Jaebum maksud. Kenapa dia yang jadi kelinci percobaan (lagi)? Jaebum hyung sengaja?.

"Noona…jangan gampar aku lagi, ne?", Youngjae berwajah takut.

"Aniyo…".

Cup!

Youngjae mencium Jinyoung kilat.

"Apa itu ciuman? Kilat aja lebih lama-ouch!", protes Jackson tapi buru-buru di pukul Jaebum.

Masih sama, Jinyoung masih jadi perempuan.

"Pasti aku yang akan mengubah Jinyoung noona. Ingat waktu noona terpesona saat aku gendong, ouch!", Yugyeom menghentikan ocehannya sambil mengusap pahanya yang di pukul Jinyoung.

Bambam memegang pundak Jinyoung, menghela napas dan Cup! Bambam akhirnya mencium Jinyoung. Semua menatap pada dua manusia itu. Sepuluh detik berlalu, lalu musim berganti ( becanda deng…tegang amat nungguin ciumannya…kkkk). Dan well…Jinyoung masih tetap cantik dengan rambut panjang tergerai.

"Jelaskan… aku yang paling mencintai Noona…", Yugyeom kembali berkoar. Jinyoung mendelik ke arah Yugyeom.

"Eeyy,,,injeonghae noona…".

"Diam!", ancam Jinyoung yang mulai emosi dan panic. Dia masih mau mempercayai kesimpulan yang diambil di awal benar. Meski itu artinya – mungkin- maknaenyalah yang akan membebaskannya.

"Saranghae noona…chincha saranghae…".

"Awas kalau sampai tidak bisa…aku akan mengulitimu karena bicaramu itu, maknaeyah…", ancam Jaebum menahan emosi.

"Lakukan saja Kim Yugyeom", itu Mark yang bicara.

Yugyeom memegang pipi noonanya. Jackson sudah akan protes tapi ditahan Jaebum. Yugyeom mencium Jinyoung cukup lama, yang jelas lebih lama dari kelima namja sebelumnya.

"Yah!", bentak hyugnya serempak bersamaan.

"Hihihi…mian…", cengir Yugyeom melepaskan ciumannya. Jinyoung sampai terduduk memegangi dadanya.

"Jinyoung…", Jaebum memegangi pundaknya.

"Aku berhasil sepertinya…", Yugyeom tersenyum bangga.

"Sial! Kau mencuri kesempatan!". Todong Jinyoung kesal.

"Eh? Kau tidak berubah?", Yugyeom heran karena sudah lebih dari sepuluh detik Jinyoung masih bertubuh perempuan.

"Apanya yang berubah?!", Jinyoung tambah kesal.

"Ah! Keurae…mian…", jawab Yugyeom polos.

"Wah…jadi nih dikuliti…", Jackson meregangkan otot-ototnya.

"Ini aneh, Kenapa Jinyoung noona tak berubah juga?", Youngjae mengutarakan rasa penasarannya.

"Apa mungkin maksudnya lain? menandai?", Jaebum mencoba berpikir jalan lain. Dia lupa dengan kata-katanya barusan untuk menguliti maknaenya. Berterimakasihlah pada Youngjae. Yugyeomi…

"Aku harus mencari gadis itu lagi…", Jinyoung bangkit dari posisi duduknya.

"Yah…yah…kau pikir ini sudah jam berapa?", Jaebum menahan lengan Jinyoung. Jinyoung melihat jam dinding sudah menunjukkan jam sebelas lewat.

"Mana mungkin gadis muda yang berkeliaran jam segini, hantu iya…", canda Jackson.

"Mereka benar. Selesai latihan vocal besok, aku temani mencari", tawar Mark mencoba membujuk Jinyoung.

"Ouh, Mark hyung…mau buat gossip pergi dengan perempuan?", celetuk maknaenya. Jinyoung perempuan dan dia hanya 'seseorang biasa' sekarang.

"Biar aku pergi sendiri saja, hyung. Terima kasih", Jinyoung menghargai tawaran Mark tapi perkataan Yugyeom benar juga. Bisa gawat dia yang saat ini keluar dengan anggota GOT7.

Mereka memutuskan untuk istirahat, pencarian akan dilanjutkan – terpaksa- sendiri besok oleh Jinyoung. Sudah lewat dari jam satu malam tapi Jinyoung masih terjaga. Apanya yang salah? Apa Jinyoung salah mengartikan maksud gadis itu? Ya Tuhan waktunya tinggal tiga,tidak, dua hari lagi. Kalau besok tidak ketemu bagaimana?

"Kau belum tidur?", sebuah suara membuat Jinyoung terbangun. Dia memilih untuk duduk.

"Apa yang harus aku lakukan?", Jinyoung memeluk lututnya.

"Kau sudah berusaha…aku yakin kita pasti menemukan jalannya. Jja…lebih baik kau tidur sekarang…", namja itu mendorong tubuh Jinyoug agar tidur lagi.

"Hyung…", panggil Jinyoung yang dipasangi selimut. Yang dipanggil hanya menjawab dengan gumaman.

"Temani aku sampai tertidur ne?", pinta Jinyoung sejenak lupa dia bukan lagi laki-laki sekarang. Tapi dia butuh sandaran saat ini.

"Hu-uhm…tidurlah, akan kutemani", diusapnya kepala Jinyoung hingga perlahan Jinyoung terlelap termasuk dirinya menyusul untuk tidur.


Ngga nyangka update kemarin komenya paaaaaaaanjang…

Gomawo…abi terharu….;)

Masih belum jelas nih sapa yang ngintip….sabaaaaar….

Nah yang ini siapa lagi nih yang Jinyoung sampe minta temenin bobo', nah lhoooo…

Yangg minta couple pepigyeom…uhm….gimana yah? Jadiin ngga yah?

Ngga ada yang dukung Jackyoung nih?

Ato udah yakin OTP yang abi pakai?

Ada special part yang day 4 sama 5, semacam omake…

Tunggu yah…

Sekali lagi terimakasih repiuuuunya….*bow90*