Abi update massal nih...2 chapter sekaligus...

yang ini special...dua hari setelah Jinyoung ketemu dengan gadis yang mengubahnya...

Cerita yang terjadi selama dua hari sebelum mereka kembali menggila...


MAYDAY

Special Day 4


Latihan Vokal

Gedung JYP lantai dua

Jinyoung memilih duduk di atas sofa sementara yang lain duduk menyebar di lantai. Mereka sedang pemanasan sebelum JYP PD-nim datang. Suasana masih aman terkendali layaknya ruang latihan vocal seharusnya. Sampai…

"SUARAKU!", teriak Jinyoung mengguncang ruang latihan. Yang lain sampai menghentikkan kegiatan mereka.

"Waeyo?", Jackson mendudukkan dirinya di sebelah Jinyoung.

"Suaraku berubah", ringis Jinyoung.

"Iya sih, memang jadi beda", Youngjae mengiyakan. Lagipula kenapa baru nyadarnya sekarang? Sejak pertama kali berubah jadi perempuan suaranya ikut berubah. Aneh. Pikir Youngjae

"Ah~..ah~..ambil suara dalam", Jaebum yang duduk bersebelahan dengan Youngjae memberi ide.

"Jinyoung noo-ouch! Apaan sih Bam?", Yugyeom bersungut tak terima Bambam tiba-tiba memukulnya.

"Hyung, bukan Noona. Kita sedang latihan tau", jelas Bambam sebelum di gaplok balik oleh Yugyeom.

"Keceplosan dikit doang…", Yugyeom melengos.

"Aku tidak mungkin menyanyi dengan suara seperti itu", Jinyoung terhenyak di sofa.

"Noo-hyung, padahal tadinya aku yang mau bilang begitu", Yugyeom kecewa guyonannya dijelaskan lebih dulu oleh Jinyoung.

"Selamat pagi anak-anak", JYP muncul tiba-tiba membuat suasana menjadi hening – cenderung awkward- seketika. Melihat anak-anaknya terdiam tak ada yang menyahuti sapaannya, JYP menghentikan langkahnya tepat di tengah-tengah.

"Tunggu-tunggu…aku mencium yang aneh-aneh…", JYP tiba-tiba mengomentari suasana ruang latihan yang tak biasa pagi ini. Suasana beralih menjadi tegang bagi anggota GOT7. Semua menarik napas tajam. Apa JYP menyadari ada sesuatu, atau mungkin manager hyung sudah mengatakannya?.

"Kalian kenapa? Ada yang salah?", tanya JYP menatap satu-satu member GOT7.

"hahaha..tidak ada apa-apa kok. Hyung-nim tiba-tiba masuk membuat kami kaget…hahaha…", Jaebum mencoba mencairkan suasana.

"Kalian seperti menahan napas saat aku masuk, memangnya aku vampire".

"hahaha..kami terlalu focus hyung-nim…", Jackson bangkit dari sofa menghampiri pimpinan managemen tempat mereka bernaung.

"Jinyoungi?", tiba-tiba saja JYP menyebut nama Jinyoung yang tampak tegang. Perlahan lelaki itu mendekati pemuda ( Jinyoung kembali menyamar) yang memiliki nama sama dengannya. Cukup lama JYP memperhatikan Jinyoung yang sudah kemana-mana pikirannya. Tamat sudah riwayatnya jika JYP mengetahui keadaannya sekarang. Hyuuuuung…bantu aku..jeritnya dalam hati.

"Kau sakit?", JYP akhirnya buka suara.

"eoh? Ah…n..nde…tapi aku sudah minum vitamin", Jinyoung tak bisa menyembunyikan kegugupannya.

"Kau gugup sekali. Suaramu sampai berubah…hahaha..".

Jleb! Wajah Jinyoung pucat lagi.

"Bindeng mungkin hyung-nim bindeng…flu..flu", Jackson membela asal.

"Jaga kondisimu, Ji-Nyoung. Kalian juga, dua hari lagi kalian premiere live", JYP mengambil alih kursi yang diduduki Jaebum dan Youngjae untuk memulai latihan vocal mereka pagi ini. syukurlah JYP tak sadar perubahan Jinyoung.

(JI_NYOUNG)

Latihan vocal memang sudah selesai 30 menit lalu tapi, semua anggota GOT7 masih berada di ruang latihan. Jaebum dan Youngjae sesekali memainkan lagu lain dari album baru mereka. Rapper line duduk melingkar mengulang bagian-bagian rap di setiap lagu. Yugyeom memilih menyempurnakan gerakan dancenya sambil sesekali bergumam lagu yang sedang dia peragakan. Sementara Jinyoung yang kali ini ikut duduk di lantai menggumamkan sesuatu dari lirik lagu baru mereka.

"Mark hyung bagaimana mengucapkan kata ini dengan benar?", dia rupanya menyempurnakan artikulasi bagiannya di lagu baru mereka.

"Mana-mana?', Yang nyahut malah Jackson karena dia duduk paling dekat dengan Jinyoung saat itu. Bahkan yang ditanya belum sempat buka suara.

"Dih…Jackson hyung…yang ditanyakan Mark hyung", sewot Bambam.

"Aku kan juga bisa…", Jackson mengambil kertas di tangan Jinyoung.

"Biar saja,Bams", Mark mengalah.

"Hyung…", Jinyoung keki malah dicuekin.

"Eh,iya", Jackson nyengir,"Yang ini dibaca Flaei", Jackson memberi contoh.

"Feulai?", Jinyoung mencoba meniru ucapan Jackson.

"Kau bicara bahasa inggris atau kanton ( bahasa hongkong)?", ledek Jackson setengah bercanda mendengar pengucapan Jinyoung.

"Serius dong ngajarnya!", Jinyoung kesal memukul lengan Jackson yang malah menjadikannya bahan bercandaan.

"Abang serius ngajarinnya daritadi,dek. Kamu aja yang masang muka ngegemesin terus…", Jackson mencoba untuk mencubit pipi Jinyoung tapi si empunya pipi keburu menghindar.

"Beneran nih…", Jinyoung mengerucutkan bibirnya imut.

"Iya-iya..ulangi-ulangi….",Jackson mengucapkan lirik bahasa inggris bagian Jinyoung yang berusaha di ulang Jinyoung tapi, yang keluar malah seperti kata lain.

"Kau seperti bilang 'f*ck' again-ouch!", Jackson mengusap kepalanya yang terkena pukulan dari gulungan kertas,"Kau ini, sini aku saja!", rupanya Mark si pelaku pemukulan tadi mengambil alih tugasnya kembali.

"Bisa tidak, tidak usah mukul-mukul. Aku baru bilang katanya, bukan praktek langsung,"Jackson pura-pura marah namun langsung pergi dari tempat itu karena Mark bersiap memukulnya lagi.


MAYDAY

Special Day 5


Jinyoung merosot di sofa dormnya, ruang tengah sepi hanya ada dia seorang. Sepertinya yang lain sedang ada di dapur, Jinyoung mendengar beberapa suara dari arah sana. Jinyoung tampak lelah – pikiran dan tubuh – sehabis berkeliling sekitaran kota. Dia baru kembali dari misinya untuk menemukan gadis itu lagi. Dan bisa di tebak, sampai malam Jinyoung tak bisa menemukan gadis yang bahkan – dengan bodohnya- dia lupa menanyakan namanya.

Jinyoung membuka mata ketika mendengar suara langkah kaki di dekatnya.

"Wasseoyo?", Mark, pemilik langkah kaki tadi, mendudukkan dirinya di sebelah Jinyoung yang mengangguk lemah.

"kau belum menemukannya?", Mark menyodorkan minuman yang dia bawa ke tangan Jinyoung. Si gadis berambut hitam mengalihkan pandangannya pada namja di sebelahnya.

"Minumlah dulu, aku bisa buat lagi nanti", Mark mengerti maksud Jinyoung menatapnya dan minuman ditangannya bergantian.

"Gomawo hyung", ucapnya meminum seteguk teh yang diberikan Mark. Setelahnya terdengar desahan napas dari bibir mungilnya. Mereka berdua tenggelam dalam keheningan. Hanya suara obrolan di dari dapur yang samar-samar terdengar.

"Eoh? Kau sudah kembali?", itu Jaebum yang baru keluar dari kamarnya. Pantas Jinyoung tak mendengar suara Jaebum mengobrol di dapur.

"Ne..hyung…", suara Jinyoung terdengar sendu.

"Sudah dua hari ini aku mencarinya tapi tak ketemu juga, waeee? Hiks…", tangis Jinyoung yang ditahannya sejak tadi pecah bersama ganjalan dihatinya yang mengganggu. Buru-buru Jaebum merangkulnya ( Uh-Oh, Mark keduluan). Jaebum mengusap punggung Jinyoung sambil mendesis agar Jinyoung tenang dan menghentikkan tangisnya.

"Kita bisa membantu kalau kau mau", tawar Mark yang tak tega melihat kondisi Jinyoung.

"Bagaimana caranya? Itu bahkan bisa memperumit situasi!", Jelas Jinyoung sambil terisak.

"Lagipula yang tahu wajahnya kan cuma aku! Bagaimana kalian mau mencarinya!", suara Jinyoung meninggi bahkan menjurus untuk membentak. Mark sempat sedikit tersentak mendengar nada suara Jinyoung yang tiba-tiba berubah. Jaebum memberi kode dengan matanya agar Mark diam saja dulu. Jaebum tahu Jinyoung dalam mode sensitive kronis.

"Maaf, aku hanya ingin membantu", ucap Mark lemah, merasa bersalah membuat mood Jinyoung semakin menyentuh dasar.

"Itu sama sekali tak membantu,Mark!", Jinyoung yang putus asanya sudah hampir mencapai 100% menjerit kesal tapi sejurus kemudian menyadari siapa yang dia bentak,"hyung…", bisiknya entah melanjutkan kalimat yang tadi atau memanggil Mark yang mematung saking kagetnya. Jaebum saja hanya bisa mengerjap-ngerjap atas reaksi Jinyoung barusan.

"Mark hyung..Jaebum hyung…", pandangan Jinyoung bergantian memperhatikan ekspresi wajah dua hyung tertuanya.

"Ma..maafkan aku. Aku butuh menyegarkan diri", Jinyoung buru-buru meninggalkan ruang tengah untuk ke kamar mandi. Dia memutuskan untuk mandi saja agar pikirannya sedikit lebih tenang.

"Apa aku salah bicara?", Mark tersenyum getir mengingat reaksi Jinyoung barusan yang bahkan diluar dugaan Mark dan Jaebum.

"Dia hanya sedang sensitive,Hyung", Jaebum menepuk-nepuk pundak Mark yang tampak merasa bersalah.

"Sepertinya aku mendengar suara Jinyoung noona?", Youngjae mewakili maknae line yang baru saja kembali dari dapur. Sepertinya mereka berhenti mengobrol ketika mendengar suara jeritan Jinyoung. Oh…Jackson sedang tidak ada di dorm. Shooting barangkali. Mereka bertiga kemudian bergabung dengan hyungnya di sofa dan di bawah.

"Iya…", saut jaebum sekenanya.

"lalu kemana noona sekarang?", Yugyeom yang baru saja duduk sudah mau berdiri lagi. Rupanya dia ingin ke toilet padahal yang bertanya dia, belum juga di jawab dia sudah kabur.

"Kebiasaan tuh anak, belum selesai ngomong sudah pergi", Jaebum geleng-geleng kesal dengan si maknae bongsor.

"Auch! HYUUUUUUUUNg", Suara Yugyeom tiba-tiba terdengar. Bambam dan Youngjae lebih dulu mencari keberadaannya. Si kurus dan si gembil menemukan Yugyeom terkapar di depan pintu kamar mandi di kamar Jinyoung. Dia mengusap-usap mukanya yang basah kuyup. Bambam mencoba melongok ke pintu kamar mandi yang terrbuka. Tampak Jinyoung memegang handuk yang melilit ditubuhnya dengan posesif serta sebuah gayung ditangan dengan tatapan horror pada maknae yang sekarang mengerang karena perih.

"Kena karma kan…", Jaebum muncul lalu melempar handuk ke arah Yugyeom yang masih mengerang.

Rupa-rupanya Yugyeom yang tadi hendak pipis di kamar mandi Jinyoung tidak tahu sipemilik sedang ada di dalam. Jadi deh segayung air + sabun mendarat sempurna di wajahnya karena JInyoung kaget. Untung ngga sampai gayung-gayungnya yang ikut melayang.


Ahhh…abi rasanya mecahin rekor buat reader penasaran…xixixixixi…ketawa evil bareng Coco…

Chap depan semoga bisa diperpanjang…dan abi kasih bonusnya…hahaha *ketawa nista

Gimana? gimana? udah mulai yakin siapa OTPnya?

Oranyellow-chan Jinyoung ngga sengaja mengandai-andai jadi cewek yang diartikan sebagai sebuah permohonan oleh si gadis ajaib yang ngedenger itu, nah si gadis yang ngedenger pengennya ngebantu JInyoung yang ujung-ujungnya bakalan mempertemukan Jinyoung dengan orang yang sayang banget sama dia, percis seperti yang Jinyoung harapkan bahkan lebih. Soal siapa si gadis? Tunggu yah…chap depan ada koq.