maap lagi..abi update pendek...
chap terakhir abi apdate besok deh...
MAYDAY
Day : 7
Hari sudah malam tapi Jinyoung masih belum menemukan gadis yang dicarinya selama dua hari, tidak, sudah tiga hari. Putus asa. Lelah. Jinyoung memutuskan untuk kembali ke dorm. Matanya sembab, bahkan dia sudah menyiapkan kata-kata untuk pengunduran diri.
"Hah….sudah kuberi petunjuk masih tak ada perubahan", sebuah suara membuat kepala Jinyoung menoleh ke samping. Gadis berhoodie hitam sedang mendengarkan music dengan santai bersandar pada tembok bangunan depan dorm.
"Yah!Neon!", Jinyoung menggeret si gadis agak ke dalam. "Petunjuk matamu!", Jinyoung menumpahkan emosi dan kelelahannya,"Aku bahkan harus mencium ke enam temanku!".
"Kau mencium semuanya? Whoaaahhh…daebak!", mata si gadis membulat antara takjub dan kaget.
"Shikkeuro!", sungguh, Jinyoung malas mengingatnya lagi.
"Ok…", si gadis tak bisa menghentikan wajahnya agar tidak menyeringai," tentu saja tidak berhasil eonni", jelasnya kemudian.
"Maksudmu?", alis tebal Jinyoung menyatu mendengar penjelasan si gadis,"chakka…chakka…aku juga dicium. Jadi jelaskan teori menandaimu itu!", nada suara Jinyoung sedikit mengancam.
"Kau yang harus ditandai eonni…", tegas si gadis tetap tidak mau memberi penjelasan lebih lanjut.
"Tapi aku sudah di cium…", Jinyoung juga tetap kukuh akan teorinya.
"Berarti mereka tidak mencintaimu. Paling tidak rambutmu memendek saat kau dicium orang yang juga mencintaimu", satu petunjuk singkat lagi diberikan.
"Tunggu? Kau bilang paling tidak?", otak Jinyoung memproses jika dibutuhkan hal yang lebih gila lagi untuk menyembuhkannya dari kutukan si gadis,"Yah!", Jinyoung mendelik.
"Kau kira mantraku mantra cemen yang hanya hilang karena sebuah ciuman!", Jinyoung memandangi si gadis horror karena apa yang dipikirkannya diucapkan si gadis.
Ini berarti maknae line tidak bisa jadi penyelamatnya ( Jinyoung sudah dicium oleh ketiga maknae tapi rambutnya masih pajang) . Lalu apa dari ketiga hyungdeul? ( ketiga hyungdeul dicium Jinyoung) Jinyoung tak berani membayangkan.
"Atau….", si gadis menggantung kalimatnya,"Kau tidak mencintai mereka…?", kata-kata gadis di depannya lebih terdengar seperti sebuah pertanyaan di telinga Jinyoung.
"Hah?", Jinyoung bingung harus merespon apa,"Kau ikut saja ke dorm!". Jinyoung akhirnya menyeret si gadis ke atas.
Jaebum yang melihat Jinyoung membawa pulang seorang gadis kaget. Siapa gadis ini? masa' iya Jinyoung menculik seorang gadis? Apa dia seorang ahgasae? Tidak ah, Jaebum mendapati gantungan kunci berbentuk lightstick seperti lampu taman ( maapin g mksud ngehina, abi juga ngefandom bb itu kok)
"Whoa…whoa…ada apa ini?", Jackson ikutan kaget ada gadis yang ngintil di belakang Jinyoung,"siapa gadis bantet ini?", Jackson memperhatikan gadis pendek di belakang Jinyoung.
"Yang mengubahku jadi begini", Jinyoung menyentak tangan si gadis. Sedikit meringis mengusap cekalan tangan Jinyoung yag tidak bisa di bilang santai.
"Jelaskan!", perintah Jinyoung terengah, si gadis sekarang memandangi sisa member GOT7 yang mengelilinginya.
"Shigani eopseo…", mohon Jinyoung putus asa.
"Apalagi?", Si gadis mengalihkan atensinya pada Jinyoung lagi,"Orang yang mencintaimu harus menandai cintanya, itu saja kok", hanya ulangan petunjuk yang lagi-lagi diucapkan si gadis. Jinyoung meremas rambutnya.
"Kita sudah melakukannya dan Jinyoung tidak berubah sedikit pun", Jaebum angkat bicara.
"berarti kalian tidak mencintai Jinyoung", jelas si gadis enteng.
"Kata siapa?", Yugyeom tak terima.
"Kami semua mencintai Jinyoung noona", kata Youngjae menambahkan.
Si gadis mengusap-usap dagunya," atau mungkin", tatapannya menyapu ke enam member yang lelaki," Jinyoung eonni tak mencintai kalian", si gadis mengakhiri kalimatnya yang membuat member laki-laki lainnya mengernyit. Kesal dan, uhm…kecewa? Lalu siapa yang dicintai Jinyoung? Perempuan mana? Twice? Wonder Girls? A pink?
Jinyoung sendiri ikut terhenyak, dia seperti tersindir oleh kalimat si gadis. Dia tak mungkin mengatakan jika dia menyukai salah satu membernya. Oh my…tapi bagaimana kalau 'dia' tidak mencintai Jinyoung juga? Pengakuan Jinyoung jadi tidak elit kan. Tapi…besok…Jinyoung merasakan kepala dan dadanya tak mau sinkron.
"Aniya…", lirih Jinyoung akhirnya. Semua atensi beralih pada perempuan berambut panjang itu membuat Si gadis tersenyum miring.
"Aku…aku…", semua member menahan napas,"aku menyukai salah satu member kita", aku Jinyoung yang semakin tertunduk.
"Nugu?", serobot Jackson yang tak bisa menutupi penasarannya.
"Aku tak mau mengatakannya…", rona pipi Jinyoung semakin jelas.
"Wae?", Mark ikut penasaran.
"Sebaiknya kau katakan siapa?. Jie…", Jaebum tak ingin masalah yang –menurutnya- sudah ada titik terangnya tersendat. Well…memang sulit mengatakan perasaannu begitu saja, terlebih pada orang yang kau suka. Ah…Jaebum sendiri pun diliputi penasaran.
"Keunyang…", Jinyoung tak bisa – dan tak ingin- melanjutkan kata-katanya.
"Eyy…noona…kau tidak ingin mengetahui apa yang dia rasakan juga?", Bambam mendekati Jinyoung.
"Noona…demi kami, humh?", Yugyeom maju menggenggam tangan Jinyoung yang membuat perempuan manis itu menatapnya.
Sementara yang lain mencoba membujuk Jinyoung, Mark mengalihkan perhatiannya pada gadis yang katanya sudah mengubah Jinyoung menjadi perempuan. "Apa ciuman tidak cukup agashi?", mungkin dia bisa menemukan petunjuk untuk menyembuhkan Jinyoung jika dia bertanya hati-hati pada si gadis.
"Apa orang itu harus menikahi Jinyoung?", Mark mencoba opsi lain. Mark bukannya tidak peduli pada siapa Jinyoung menaruh hati. Dia juga ingin namanyalah yang keluar dari bibir Jinyoung tapi mengembalikan Jinyoung yang utama saat ini. Waktu mereka sudah tinggal sedikit. Kalaupun Jinyoung mengakui siapa yang dia sukai kalau tidak tau apa yang harus dilakukan, percuma kan?
"Keureose…'menandai'", ulang si gadis tersenyum miring. Mark tampak berpikir, tidak, maksud si gadis lebih dari menikah. Lalu apa?
Tiba-tiba Mark menarik napas tajam, matanya berkilat kaget,"Seolma…", Mark menatap si gadis,"MAKE LOVE?", suara Mark melengking, dia sendiri kaget pada ucapannya sendiri. Sungguh tiba-tiba kata itu terpikir dan terucap seperti itu. Dia tidak yakin, tapi…bukankah itu menandai juga? Secara harafiah…
"Apanya yang 'make love'?", tanya Jackson yang 'tersambung' pertama kali. Si gadis akhirnya tertawa.
"Eonni…ada yang sudah memecahkan teka-teki. Sisanya aku serahkan pada kalian. Anyeong…".
Dan puff! Si gadis menhilang begitu saja.
"Ttaekbokki?".
"Ttokkebi", Youngjae membenarkan ucapan Bambam.
Mark memerah, bagaimana dia harus menjelaskan. Dia sendiri tak menyangka tebakannya benar. Setelah tau kenapa jadi dia pusing sendiri? Oh tidak! siapa yang akan melakukannya dengan Jinyoung?
"Makeu loveu, mwoga?", tanya Yugyeom polos. Bambam sampai berdecak kemudian menarik pundak Yugyeom dan berbisik,"EEEE?!", mata si maknae melotot. Yang benar saja, tidak-tidak, dia tidak tega Noonanya digagahi begitu saja.
"Mark…apa ini akal-akalanmu?", tuduh Jackson.
"what did you say?", Mark tidak terima dituduh berbohong.
"Jika Jackson hyung yang bilang begitu pertama kali, aku mungkin percaya jika itu hanya akal-akalan", kata Youngjae.
"kau dengar sendiri kan, gadis itu bilang apa", Mark menatap sengit Jackson,"menandai yang dimaksud adalah making love or whatever they say here", Mark menghempas tubuhnya di sofa. Sudah menemukan jalan keluar malah dituduh yang tidak-tidak.
"Mwo?", Jaebum masih tak ingin percaya. Cara mengembalikan Jinyoung rumit sekali, tidak… orang yang akan mengembalikan Jinyounglah membuat pikiran sang leader makin rumit. Yang Jaebum tau Jinyoung bahkan belum pernah ciuman sebelum kejadian kemarin. Dia tidak rela Jinyoungnya diapa-apakan.
"Kalian gila!", Jinyoung pucat, wajahnya seperti habis nonton film horror Thailand," aku seorang perempuan sekarang. Jika aku malah hamil dan bukannya kembali? Eottokehaeyo?", Jinyoung sama sekali tak menyetujui cara gila ini.
"lalu apa kita harus memperkosa Jinyoung?", tanya Jackson bodoh atau kurang focus(?) barangkali.
HAKDIS! Pukulan beruntun dari sang leader dan maknae membungkam Jackson
"Tapi gadis itu bilang, Mark hyung memecahkan teka-tekinya", Bambam bukannya setuju tapi ini demi kebaikan mereka. Dia juga tidak tega Jinyoung melakukannya terpaksa, eh tunggu dulu,"bukankan Jinyoung bilang menyukai salah satu dari kita. Lakukan saja dengan orang itu", saran Bambam.
"Tidak semudah itu bodoh!", sergah Jinyoung yang dilemma akut.
"Setidaknya kau punya anak dari orang yang kau sukai", lanjut Bambam lagi, bercanda atau serius nih?
Semuanya tampak berpikir. Niatnya ingin menawarkan diri tapi takut digampar atau tengsin atau dianggap mesum berlebih.
"Masih mau dicoba?", Jaebum akhirnya menawarkan diri, dia sendiri putus asa. Dikejar waktu. Kalau cara ini tidak berhasil, ahhh…rasa bersalah tiba-tiba muncul di benak sang leader. Apa Jinyoung akan mengandung anaknya? Eeyyy…setahun yang lalu saja Jaebum sudah membuat seorang bayi menangis dua kali.
Jinyoung memandangi Jaebum lalu beralih pada ketiga dongsaeng, bukan 3 maknaenya Jinyoung menggeleng mengingat penjelasan sang gadis tentang ciuman yang mereka lakukan. Matanya menyorot ketiga hyungdeul bergantian. Cukup lama sampai…..
"heokshi,,,noona menyukai hyungdeul?", Yugyeom refleks menutup mulutnya. Sumpah, dia mengutuki mulut laknatnya yang meluncurkan kalimat itu begitu saja. Yugyeom daritadi memperhatikan Jinyoung menatap ketika hyung deul. Seolma…Jaebum hyung? Pikirnya melihat kilatan berbeda di mata Jinyoung menatap sang leader.
"Majayo Jinyoungah?", tanya Mark lembut, takut Jinyoung malah enggan mengakui perasannya lagi. Jinyoung hanya mengangguk. Yugyeom menarik napas panjang, tebakannya benar?. Yang lain langsung riuh. Tidak menyangka Jinyoung menyukai, ani, mencintai salah satu dari ketiga hyung deul.
"Diamlah", suruh Jaebum. Sedikit lagi. Dia akan mengambil resikonya.
"Cincha? Nugunde?", Jackson tersenyum percaya diri.
"Shireo", Jinyoung menggeleng. Sudah tegang-tegang begini Jinyoung malah tak mau bilang.
"Kau mau 'keroyok bertiga'?", Jackson menaikturunkan alisnya. Mark sontak memukul Jackson yang meringis. Enak saja! Pikirnya.
"Kau mesum sekali Jackson oppa", Jinyoung tak sadar memanggil Jackson oppa.
"Owww…", koor Maknae. Jinyoung meringis.
"Yah…kalau Jinyoung noona tidak mau mengaku, besok kita comeback berenam", Youngjae bercanda. Kalau benar Jacskon, dia lega. Ah, kenapa dia jadi jahat?
"Eoh! Comeback saja berenam!", Jinyoung ngambek pergi ke kamarnya.
"Lha…kok ngambek?", Jackson bersiul-siul tak jelas.
Jaebum tersenyum, kenapa malah jadi menggoda Jinyoung? Tapi…
"keundae…tidak bisakah kau mengaku saja?", pertanyaan Jaebum membuat suasana hening kembali. Matanya memandangi satu sosok. "Gentlelah sedikit…ku rasa kau yang dimaksud".
Jackson menatap jaebum tersenyum."Majayo", kemudian meninggalkan ruangan.
TBC
Siapkan tisu atau lap atau semacamnya buat next chapter.
Ada yang masih penasaran gadis yang ngubah uri eomma Ji-nyoung? Udah dibilang tuh sama bambam sama youngjae.
Anyway…slay BTS comeback,,,,ah..bulan ini dan bulan depan benar-benar tidal wave korea ( ngga comebacknya ngga dramanya…) deh…abi senang *taburbungasakura*
