Be My Girl

.

KyuMin FanFiction

.

Presented by ratu kyuhae

.

GS, Typo bertebaran, tidak sesuai EYD, alur berantakan

.

Don't Like, Don't Read, No Bash

.

Chapter 2

Kyuhyun berdecih melihat Jungmo yang mengecup kening yeojanya.

"Aku tadi ke kampus tapi kau tak ada disana, tadi aku juga menghubungimu tapi kau tak mengangkat telfonku. Akhirnya aku menghubungi Teuk eomma dan katanya kau ke kantor makanya aku kesini." Ujar Jungmo panjang lebar sambil mendudukkan dirinya disebelah kiri Sungmin. Menyadari bahwa sang tunangan tidak sendiri Jungmo beralih menatap namja yang duduk disebelah Sungmin dengan intens.

"Nugu?" Tanya Jungmo datar.

"Ah, Jungmo-ya kenalkan ini Cho Kyuhyun relasi bisnis appa dan dia juga yang pernah aku ceritakan tentang namja yang menyelamatku waktu itu." Sungmin memberi penjelasan saat menyadari bada suara Jungmo yang datar.

"Oh, namja itu. Kenalkan aku Kim Jungmo, Tunangan Sungmin!" Jungmo mengulurkan tangannya dan menekankan kata 'tunangan' pada ucapannya tadi.

"Cho Kyuhyun!" Dengan malas Kyuhyun membalas salam Jungmo dan memperkenalkan diri. Kyuhyun melihat jam tangannya dan berdiri dari duduknya.

"Sepertinya aku harus kembali ke kantor, kalau begitu aku permisi. Anyyeong Sungmin-ah, Jungmo-ssi!" Kyuhyun berjalan dengan gaya elegan yang membuat para yeoja yang sedang makan dikantin menatapnya dengan pandangan kagum.

Sungmin menatap punggung Kyuhyun dengan wajah sendu, entahlah dari awal saat penyelamatan itu jantungnya berdebar tidak karuan. Dan saat Kyuhyun menyapanya kembali jantung berdetak cepat dan ada buncahan bahagia saat melihat namja yang telah menolongnya itu. Berbeda saat dirinya sedang bersama Jungmo, tunangannya.

Jungmo melihat tatapan sedih Sungmin saat Kyuhyun oergi meninggalkan mereka, ada rasa cemburu melihat tatapan Sungmin pada namja yang dianggap penyelamat oleh sang tunangan. Tapi dia sadar kalau statusnya lebih tinggi dari namja itu, dan dia akan mempertahankan Sungmin apapun caranya agar tunangannya itu akan selalu terikat dengannya.

~o0o~

BRAK!

"Shit! Brengsek kau Kim Jungmo. Berani-beraninya kau mencium yeojaku!" Kyuhyun membanting pintu dan mangumpat saat bayangan Jungmo yang mencium kening Sungmin masih terus berputar diotaknya.

Pintu terbuka dan terdengar suara pintu yang ditutup pelan. Donghae menggelengkan kepalanya melihat tingkah sahabtnya itu.

"Wajar kan Kyu, dia kan tunangannya!" Ujar Donghae santai sambil menyimpan laporan hasil meeting tadi dengan perusahaan Lee Corp.

"Tapi aku tidak terima hyung melihat yeojaku dicium olehnya walaupun hanya dikening tetap saja aku tidak terima karena Sungmin milikku hanya aku yang boleh melakukannya!" Ucap Kyuhyun posesif.

"Ck, posesif! Kau harus ingat Kyu kalau Jungmo statusnya lebih tinggi darimu, kau hanya dianggap sebagai penolongnya sedangkan Jungmo adalah tunangannya." Jelas Donghae..

"Bukankah aku sudah mengatakan bahwa Sungmin tidak mencintai namja itu! Dia menerima tunangan itu krena perjodohan, aku yakin itu. Apalagi melihat reaksinya tadi saat Jungmo menciumnya, dia tidak bahagia hyung." Kyuhyun

"Arra, aku akan membantumu!" Ujar Donghae dengan seringai kecil yang membuat Kyuhyun menatapnya dengan bingung sekaligus senang karena ada yang mau membantunya.

"Kau serius hyung? Bantu apa?" Seru Kyuhyun.

"Aku hanya membantumu untuk membuat keluarga Sungmin termasuk yeojamu itu membenci keluarga Kim Jungmo!" Donghae tersenyum misterius.

"Bagaimana caranya? Dan kau sepertinya tahu sesuatu, beritahu aku hyung!" Titah Kyuhyun penasaran.

"Ani, kau akan tahu nanti! Lebih baik sekarang kau focus pada pekerjaanmu dan dekati Sungmin. Buat dia mencintaimu, urusan Jungmo biar aku yang urus." Donghae langsung keluar ruangan sebelum ditanya lebih lanjut oleh atasannya itu.

"Apa maksud ikan itu? Apa rencananya?" Kyuhyun termenung memikirkan ucapan Donghae, tidak lama Kyuhyun mengangkat bahu acuh dan mengikuti saran Donghae 'fokus mendapatkan Lee Sungmin'. Sepertinya ada saran yang tertinggal, tapi biarlah. Batin Kyuhyun.

~o0o~

"Gomawo sudah mengantarku pulang, dan hati-hati dijalan!" Segera Sungmin melepas seat belt dan bersiap untuk turun tapi kalah cepat oleh Jungmo yang memegang pergelangan tangannya. Sungmin menatap Jungmo bingung sedangkan Jungmo hanya tersenyum.

Jungmo memajukan wajahnya, Sungmin terpaku melihat wajah Jungmo yang semakin dekat dengannya bahkan dia hampir merasakan nafas berat namja itu.

Sret

Nyaris bibir mereka bersentuhan Sungmin cepat-cepat memalingkan wajahnya kesamping, membuat Jungmo geram karena menerima penolakkan, padahal statusnya adalah Tunangan tapi kenapa saat dia ingin mencium bibirnya justru sebuah penolakkan yang ia dapat. Oh, sungguh Jungmo benci mengatakan ini Sungmin hanya diam saat dirinya mencium kening saja.

Jungmo menghela nafas untuk menghilangkan emosinya agar tidak terjadi pertengkaran atau lebih parahnya Sungmin membenci dirinya, lebih baik dia yang mengalah.

"Mianhae Jungmo-ya!" Sungmin menundukkan kepalanya merasa bersalah karena lagi-lagi dirinya menolak saat Jungmo ingin mencium bibirnya.

"Ani, harusnya aku yang minta maaf. Mian karena aku melakukannya lagi tanpa memikirkan perasaanmu!" Ujar Jungmo dengan senyum tipis.

"Gwaenchanha, kalau begitu aku turun dulu. Belum terlalu malam kau jadi ke kantor dulu?" Sungmin menatap Jungmo dengan pandangan khawatir, demi dirinya Jungmo rela mengantar dirinya ke kampus sampai mengantarnya pulang,. Padahal tunangannya itu masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Alasannya agar dirinya sampai dengan selamat.

"Ne, aku akan kembali kantor. Sampaikan maafku pada Eunhyuk karena membawamu keluar tanpa izin darinya." Jungmo tersenyum mengingat saat Sungmin selesai memakan es krimnya, Jungmo langsung membawa Sungmin pergi tanpa memberitahu Eunhyuk terlebih dahulu.

"Ne, hati-hati!" Sungmin membuka pintu mobil bersiap untuk turun.

"Saranghae!" tetapi lagi-lagi pergerakkannya terhenti saat mendengar kata cinta dari sang tunangan. Sungmin diam, tidak tahu harus berkata apa.

"Kuharap kau akan membalas perasaanku." Lagi Jungmo bersuara yang membuat Sungmin merasa bersalah.

"Mianhae." Ucapnya pelan tapi bisa didengar oleh Jungmo, Sungmin keluar dari mobil dan menutupnya pelan. Sungmin berjalan memasuki rumahnya tanpa menoleh kebelakang menghiraukan tatapan sedih Jungmo yang menatap punggung Sungmin yang semakin menjauh dan menghilang dibalik pintu rumahnya.

Jungmo mengusap wajahnya kasar sampai akhirnya Jungmo menyalakan mesin mobil dan meninggalkan kediaman rumah Lee.

~o0o~

Ryeowook menatap sahabatnya yang sedang mengaduk nasi goreng tanpa berniat memasukkannya ke mulutnya.

"Minnie, kenapa kau tidak makan? Kalau kau tidak makan bagaimana kalau nanti anemiamu kambuh?" Yeoja bertubuh mungil itu menyadarkan Sungmin dari acara lamunannya dan menatap Ryeowook dengan senyum tipisnya.

"Kau ada masalah? Ceritakan padaku!" Ryeowook menegakkan tubunhya bersiap mendengar cerita dari sahabatnya itu.

"Kemarin Jungmo ingin menciumku lagi, tapi lagi-lagi aku menolaknya. Aku benar-benar merasa bersalah terhadapnya." Sungmin mendesah saat selesai menceritakan apa yang dia lamunkan sedari tadi.

"Kau masih belum mencintainya?" Tanya Ryeowook yang dijawab dengan gelengan kepala membuat mereka berdua mendesah bersamaan.

"Min, hubungan kalian hampir mendekati pernikahan. Kalau perasaanmu masih seperti ini kau akan menderita dan tidak bahagia, karena pasangan hanya untuk yang saling mencintai bukan satu cinta dan satu paksaan. Jika hanya ada satu cinta tidak akan membuatmu bahagia walaupun dia memberikan segalanya untukmu." Ujar Ryeowook panjang lebar dan menatap sahabatnya sedih. Demi keluarga dirinya rela menerima perjodohan yang tidak dia inginkan apalagi dengan namja yang tidak dia cintai. Tapi sekali lagi Sungmin melakukannya demi keluarganya.

"Tapi, kalau aku menolak perjodohan ini maka kehancuran yang didapat keluargaku. Kau pasti tahu masalah itu." Sungmin menundukkan kepalanya membayangkan apabila dirinya membatalkan perjodohan itu maka kehancuranlah yang didapat keluarganya. Membayangkannya saja sudah membuatnya ngeri apalagi kalau itu menjadi kenyataan, tanpa sadar Sungmin menggelengkan kepalanya pelan.

"Annyeong, kita bertemu lagi nona!" Suara bass yang tidak asing ditelinga Sungmin membuatnya mendongak dan tersenyum lebar. Begitupula dengan Ryeowook yang menatap namja tampan itu dengan wajah bingung, 'Siapa namja ini? Apa dia kenal dengan Minnie?'.

"Annyeong Kyuhyun-ssi!" Balas Sungmin masih dengan senyum lebarnya membuat Kyuhyun tersenyum dan mendudukkan dirinya disebelah Sungmin.

"Bukankah aku sudah bilang jangan panggil aku dengan embel-embel 'ssi'!" Kyuhyun mengacak rambut Sungmin pelan, membuat Sungmin mempoutkan bibirnya.

"Mian, aku lupa!" Sungmin tersenyum lima jari sambil merapikan rambutnya dan dibantu Kyuhyun.

"Kau sudah tidak ada jadwal kuliah?" Tanya Kyuhyun.

"Ne, jadwalku sudah selesai! Bukankah ini sudah lewat jam makan siang kantor?" Sungmin menatap Kyuhyun dengan pandangan intimidasi. Bagaimana bisa seorang direktur perusahaan terkenal berkeliaran direstoran pada saat jam kantor.

Kyuhyun terkekeh melihat tatapan yang menurutnya imut.

"Aku disini bertujuan untuk menemui client penting, saat selesai aku melihatmu makanya aku menghampirimu." Kyuhyun tersenyum melihat anggukan mengerti dari yeojanya itu.

Merasa terabaikan Ryeowook berdehem pelan membuat mereka sadar bahwa masih ada dirinya duduk tenang dengan nyamannya.

"Ah, Kyu kenalkan ini Ryeowook sahabatku." Sungmin salah tingkah melihat tatapan Ryeowook seolah mengatakan kau hutang penjelasan padaku'.

"Wookie, ini Kyuhyun namja penyelamat yang aku ceritakan waktu itu." Sungmin mrnjawab pertanyaan yang ditujukan lewat tatapan mata untuk dirinya.

"Cho Kyuhyun." Kyuhyun menundukkan kepalanya sedikit, memberi salam.

"Kim Ryeowook." Ryeowook membalas menundukkan sedikit kepalanya dan menatap Sungmin dengan pandangan yang sulit diartikan.

"Gomawoyo sudah menyelamatkan sahabatku yang ceroboh ini, Kyuhyun-ssi!" Ujar Ryeowook sambil menatap Sungmin geli.

"Hahaha.. Ne, cheonmaneyo! Justru aku beruntung dengan kecerobohannya itu!" Ucap Kyuhyun menghiraukan Sungmin yang cemberut dibilang 'ceroboh' dan pandangan bingung Ryeowook mendengar ucapan Kyuhyun tadi 'Beruntung? jangan-jangan dia..' Ryeowook beralih menatap Sungmin yang masih cemberut dan menatap Kyuhyun yang sedang menggoda Sungmin. Ryeowook tersenyum saat mendapat jawaban dari pertanyaan yang ada dipikirannya.

"Minnie, sepertinya aku harus pergi!" Ujar Ryeowook tiba-tiba.

"Mwo? Kenapa buru-buru wookie?" Tanya Sungmin panik karena akan ditinggalkan berdua dengan Kyuhyun. tidak tahukah jantung Sungmin yang berdetak tidak karuan saat berdekatan dengan namja disebelahnya ini.

"Mian, aku lupa kalau aku ada janji dengan Yesung oppa. Kyuhyun-ssi tolong jaga sahabatku ini ne?" Ryeowook menatap Kyuhyun dan dibalas dengan anggukan.

"Hati-hati Reowook-ssi!"

"Ne, annyeong!" Ryeowook pun melangkahkan kakinya keluar restoran.

Tinggalah Sungmin yang bingung ingin melakukan apa sedangkan Kyuhyun menatap Sungmin gemas.

"Bagaimana kalau kita jalan-jalan? Ke Lotte World mungkin." Saran Kyuhyun yang bertujuan agar dekat dengan Sungmin.

"Aku mau Kyu!" Seru Sungmin dengan wajah berbinar.

"Baiklah, Let's go!" Kyuhyun menggenggam tangan Sungmin membuat sang empu tangan kaget, jantungnya pun berdetak cepat.

Ryeowook menatap punggung Kyuhyun dan Sungmin yang berjalan menuju mobil Audi yang dipastikan milik Kyuhyun. Ryeowook tersenyum melihat wajah malu-malu Sungmin.

"Kau pantas bahagia min!"

Ryeowook beranjak dari persembunyiannya dibalik pohon saat Kyuhyun dan Sungmin sudah pergi.

~o0o~

"Wah, menyenangkan sekali. Gomawo Kyu!" Seru Sungmin sambil menatap Kyuhyun dengan binar bahagia.

"Ne, Cheonma. Bagaimana kalau sekarang kita naik bianglala dulu baru pulang?" Sungmin mengangguk semangat menerima tawaran Kyuhyun. Masih berpegangan tangan Kyuhyun membawa Sungmin ke tempat bianglala.

"Cantik sekali pemandangan dari sini!" Sungmin terpesona memandangi nuansa kota dari atas saat matahari akan terbenam.

"Kau juga cantik. Bahkan sangat cantik!" Kyuhyun menatap lekat mata Sungmin menunjukkan bahwa ia serius dengan ucapannya itu.

Sungmin tersipu malu mendengarnya membuat Kyuhyun terkekeh kecil melihatnya.

Kyuhyun memajukan wajahnya mendekati Sungmin, berhenti saat bibir mereka hampir bersentuhan. Menunggu apabila Sungmin menolak, tapi yang ia dapat justru buncahan hati senang saat melihat Sungmin yang menutup kedua matanya.

Chu~

Bibir mereka menempel semburna, Kyuhyun melumat kecil bibir plum menunggu respon Sungmin. kyuhyun menambah lumatannya saat Sungmin membalas ciumannya walaupun masih samar.

Kyuhyun melepas ciumannya saat Sungmin kehabisan oksigen, terkekeh melihat Sungmin wajah merah Sungmin dan menundukkan kepalanya.

"Setelah ini kita pulang!" Kyuhyun kembali memegang tangan Sungmin

~o0o~

Sungmin termenung didalam kamarnya, masih terbayang saat Kyuhyun menciumnya lembut.

'First Kiss'

Ciuman pertama yang Sungmin jaga untuk orang yang ia cinta, bahkan berkali-kali Jungmo mencoba untuk menciumnyta tapi berkali-kali juga dirinya menolak ciuman itu. Tapi dengan Kyuhyun, namja yang dianggap sebagai penyelamatnya dan baru beberapa kali bertemu. Tidak menolak saat namja itu menciumnya.

'Kau jahat Lee Sungmin!'

Sungmin teringat dengan wajah sendu Jungmo saat dirinya menolak untuk berciuman, padahal dia adalah tunangannya. Tanpa disadari setetes bening meluncur ke pipi chubby-nya.

Drrt.. drrt..

Sungmin mengusap kasar air matanya saat handphone-nya bergetar tanda pesan masuk, diraihnya handphone itu dan tersenyum membaca isi pesan tersebut.

| From: Kyunnie |

"Jalja! Mimpikan aku.. ^^"

Sungmin menggelengkan kepalanya saat membaca nama pengirimnya. Saat itu Kyuhyun mengambil handphone-nya dan menyimpan nomornya. Jari-jarinya bergerak membalas pesan Kyuhyun.

| To: Kyunnie |

"Ne, Kyunnie.. Jalja! ^^"

Sungmin menekan 'Send' dan menyimpan kembali handphone-nya ditempat semula. Hey, bagaimana bisa rasa bersalahmu pada Jungmo seketika menguap entah kemana saat Kyuhyun mengirimnya pesan?

Sungmin memutuskan untuk tidur dan berharap besok menjadi hari yang menyenangkan.

~o0o~

Kyuhyun tersenyum membaca pesan balasan dari yeojanya itu.

"Hahh, aku pasti bisa mendapatkanmu dan aku yakin kalau kau juga mempunyai rasa yang sama denganku. Aku yakin itu!"

Kyuhyun yakin dengan prediksinya, apalagi saat ciumannya tadi Sungmin sama sekali tidak menolak.

Kyuhyun tiba-tiba teringat kata-kata Donghae 'Membuat keluarga Sungmin termasuk yeojamu itu membenci keluarga Kim Jungmo!', apa sebenernya rencana Donghae?

Kyuhyun mendesah dan membaringkan tubunya di ranjangnya dan bersiap tidur, besok adalah hari melelahkan dikantor karena tadi siang dirinya tidak kembali kekantor. Bahkan menghiraukan panggilan masuk dari Donghae.

To Be Continued

Saya kembali! Terima kasih untuk yang sudah review di chap 1. aku memang sengaja chap 1 tidak panjang karena ingin tahu pendapat kalian, apakah lebih baik dilanjutkan atau tidak. Karena minta dilanjut saya jadi semangat buat bikin chapter 2. semoga chap 3 tidak lama yaa updatenya. Maaf ga bisa aku sebutin satu-satu yang sudah review kemarin.

Terima Kasih

ratu kyuhae