Be My Girl

.

KyuMin FanFiction

.

Presented by ratu kyuhae

.

GS, Typo bertebaran, tidak sesuai EYD, alur berantakan

.

Don't Like, Don't Read, No Bash

.

Chapter 3

"Nona Sungmin, ada tamu untuk anda."

Sungmin dan Eunhyuk yang sedang menyantap sarapan mereka sontak berhenti saat maid-nya memberitahu tamu yang datang.

"Nugu?" Tanya Sungmin menatap maid-nya.

"Namanya Cho Kyuhyun, nona!" Jawab maid.

Eunhyuk melebarkan matanya dan menatap sang adik yang menunduk. Untung orang tua mereka sedang berada dijepang, kalau tidak mungkin Sungmin akandi tanya macam-macam.

"Kau dekat dengan presdir Cho?" Tanya Eunhyuk penasaran.

"Ne, eonni. Dia namja yang pernah menyelamatkanku waktu itu." Jawab Sungmin sambil menatap Eunhyuk malu-malu.

"Ya sudah cepat temui dia. Kasian lama menunggu." Titah Eunhyuk.

"Ne, aku temui dia dulu eonni." Sungmin beranjak dari duduknya dan melangkah menuju ruang tamu. Meninggalkan Eunhyuk yang menatap punggung sang adik dengan senyum tipisnya.

~o0o~

"Hai Kyu, maaf menunggu lama." Sapa Sungmin saat berhadapan dengan Kyuhyun.

"Ne, gwaenchanha. Apa kau kuliah hari ini?" Tanya Kyuhyun.

"Pagi ini aku memang jadwal kuliah, ada apa memangnya?"

"Kebetulan aku tadi lewat sini dan teringat dirimu yang kuliah, jadi aku kesini dan sekalian mengantarmu ke kampus." Jawab Kyuhyun dengan senyum manisnya,

"Apa tidak merepotkan?"

"Aniyo, sama sekali tidak. Kalau kau mau kita berangkat sekarang!"

"Aku mengambil tasku dulu sebentar." Sungmin berlalu ke ruang makan mengambil tasnya. Sejujurnya Sungmin ingin menolak tawaran Kyuhyun tapi entah kenapa hati kecilnya berkata lain. Wajah Sungmin memerah saat kembali mengingat kejadian dirinya dan Kyuhyun berciuman.

Sungmin mengambilnya tasnya disofa yang dekat dengan ruang makan dan berjalan menghampiri kakaknya yang masih menikmati sarapannya.

"Eonni, aku berangkat kuliah dulu!"

"Kau berangkat dengan presdir Cho?" Tanya Eunhyuk sambil tersenyum jahil.

"Ne, aku berangkatnya dengannya." Jawab Sungmin salah tingkah.

"Ya sudah, hati-hati di jalan!"

Sungmin mencium pipi kanan Eunhyuk dan berlalu dari ruang makan.

~o0o~

| To: Jungmo Kim |

'Mianhae, hari ini aku berangkat kuliah dengan temanku. Selamat bekerja!'

Jungmo menatap ponselnya sendu, padahal dirinya sudah bersiap akan menuju rumah Sungmin. Jungmo memasukan ponselnyanya ke saku celananya dan bersiap berangkat.

Di dalam mobil, Jungmo memikirkan tentang teman Sungmin. Setahunya teman yang dekat dengannya bernama Kim Ryeowook, kalau tidak salah temannya itu sering diantar oleh namjachingu-nya. Dirinya pernah bertemu dengan Ryeowook saat menjemput Sungmin dikampus, Jungmo menawarkan rumpangan pada sahabat tunangannya itu untuk mengantarnya pulang sekalian, tapi ditolak karena katanya Yesung –namjachingu- sering mengantar-jemput Ryeowook.

Entah kenapa tiba-tiba bayangan namja yang pernah bertemu dengannya di LeeC orp. Tepatnya bagian kantin, terlintas dipikirannya.

Jungmo menggelengkan kepalanya pelan dan kembali focus pada jalan raya. 'Aku berharap apa yang aku pikirkan ini salah!' batinnya.

~o0o~

"Terima kasih Kyu sudah mengantarku ke kampus!" Ujar Sungmin dengan senyum manisnya.

"Ne, cheonma!" Kyuhyun meraih tangan Sungmin dan mengecup lama punggung tangan Sungmin, membuat Sungmin merona dibuatnya.

Kyuhyun terkekeh melihatnya dan melepas tangan Sungmin kemudian beralih mengacak rambut Sungmin pelan.

"Aku pergi dulu, bye!" Sungmin menganggukkan kepalanya dan melihat Kyuhyun yang masuk ke dalam mobilnya.

"Hati-hati." Kyuhyun tersenyum dan mengangguk. Mobil Kyuhyun pun melaju meninggalkan kampus Sungmin.

Tidak jauh dari sana, Jungmo melihat semua kejadian itu dengan tangan yang mengepal.

'Brengsek' umpatnya.

Ya, Jungmo memutuskan untuk ke kampus Sungmin sebelum ke kantor untuk bertemu dengan tunangannya itu sebentar. Tapi kejadian inilah yang ia dapat, Jungmo bersumpah akan membuat Sungmin tetap menjadi miliknya walaupun hatinya tidak bisa ia dapatkan. Jungmo meninggalkan kampus Sungmin dengan kecepatan tinggi.

~o0o~

"YA! Kemana saja kau kemarin HAH?" Kyuhyun sudah menduga akan kejadian ini, maka saat dirinya membuka pintu ruangan kerjanya dirinya langsung menutup kedua telinganya.

Melihat Donghae yang sudah ridak berteriak, Kyuhyun menurunkan kedua tangannya dari telinganya dan tersenyum polos, benar-benar polos.

"Jangan tersenyum dan jawab pertanyaanku Evil! Kemana saja kau kemarin? Kenapa tidak mengangkat telfonku? Apa kau lupa kalau kau mempunyai rapat penting HAH?" Lagi Donghae berteriak di depan wajah Kyuhyun membuat Kyuhyun kembali menutup kedua telinganya.

"Ck, kau berisik sekali hyung! Ne, aku salah dan aku minta maaf. Kemarin aku pergi dengan Sungmin!" Kyuhyun tersenyum membayangkan kejadian kemarin saat di Lotte World, menghiraukan Donghae yang membulatkan matanya lebar.

"KAU PERGI BERSENANG-SENANG SEDANGKAN KAU MEMPUNYAI RAPAT PENTING! CHO KYUHYUN KAU MENYEBALKAN!" Kembali Kyuhyun menutup kedua telinganya. Merasa aman Kyuhyun menurunkan kedua tanganmya.

"Bagaimana rapatnya hyung kemarin?" Kyuhyun memasang wajah babonya membuat Donghae geram melihatnya.

"Aku tidak tahu dan aku tidak peduli!" Donghae meninggalkan ruangan kerja Kyuhyun. Kyuhyun menutup kembali kedua telinganya dengan tangannya.

BRAK

Donghae membanting pintunya keras. Kyuhyun mengelus dadanya sambil menatap pintu dengan pandangan prihatin.

Kyuhyun berjalan menuju kursinya dan memulai aktifitasnya dengan dokumen-dokumen. Mungkin nanti dia akan menghubungi klien-nya itu.

~o0o~

Ryeowook memandang sahabatnya dengan pandangan takut dan khawatir. Pasalnya semenjak Sungmin masuk kelas dan duduk dibangkunya, Sungmin tidak pernah berhenti tersenyum. Bahkan sesekali terlihat Sungmin yang wajahnya memerah.

Oh sungguh, Ryeowook benar-benar khawatir dengan tingkah sahabatnya itu. 'Ya tuhan! Apa yang terjadi dengan sahabatku ini? Kalau memang dia mempunyai dosa maafkanlah dia tuhan.' Do'a Ryeowook.

Ryeowook memberanikan dirinya menepuk bahu Sungmin pelan. Dilihatnya Sungmin yang kaget dan memandang Ryeowook dengan mata bulatnya.

"Wookie, kau sudah datang?" Sungmin tersenyum manis. Membuat Ryeowook semakin lemas mendengarnya.

"Aku sudah daritadi Minnie, bahkan sebelum kau datang." Jawab Ryeowook.

"Benarkah? Kenapa aku tidak melihatmu tadi?" Sungmin memasang wajah berfikirnya dengan memiringkan wajahnya.

"Minnie, ada apa denganmu?" Tanya Ryeowook penasaran, membuat Sungmin menundukkan wajahnya malu

"Kau tahu kan kalau kemarin saat kita makan siang ada namja yang menghampiri kita?" Tanya Sungmin balik.

"Ne, kalau tidak salah namanya Cho Kyuhyun kan? Ada memangnya?" Ryeowook tambah penasaran saat membawa nama namja itu.

"Ne, kemarin saat kau pergi Kyuhyun mengajakku ke Lotte World, dan.." Sungmin menggantungkan kalimatnya bingung haruskah dia menceritakannya.

"Dan?"

"Aku senang sekali soalnya aku dan Kyuhyun menaiki hampir semua wahana!" Sungmin tersenyum dan memperlihatkan wajah senangnya pada sahabatnya itu.

Ryeowook hanya ber'oh' sambil menganggukkan kepalanya. Dalam hati dia tersenyum melihat sahabatnya yang tersenyum bahagia, berbanding terbalik saat sahabatnya itu pergi dengan tunangannya Kim Jungmo. Hanya wajah biasa-biasa saja yang dia dapatkan dari sahabatnya itu.

"Bahkan tadi Kyuhyun ke rumahku dan mengantarku ke kampus!" Ujar Sungmin riang.

"Benarkah? Memangnya Jungmo tidak mengantarmu?" Pertanyaan Ryeowook barusan membuat senyum Sungmin pudar dan memasang wajah sedih. Ryeowook mengutuk bibirnya yang menanyakan hal itu membuat sahabatnya itu sedih.

"Aku mengirim pesan padanya kalau aku dijemput dengan temanku. Tapi dia tidak membalas pesanku, apa dia marah ya?" Sungmin memasang wajah sedih saat memikirkan Jungmo yang tidak membalas pesannya. Padahal biasanya dia selalu membalas pesannya walaupun dia sedang sibuk.

"Apa kau menyukainya?" Ryeowook menatap Sungmin dengan pandangan menuntut.

"Apa kau menyukai Kyuhyun?" Seakan mengerti tatapan bingung Sungmin, Ryeowook memperjelas siapa yang dia maksud.

"Aku tidak tahu Wookie, yang jelas aku selalu nyaman bila didekatnya." Ryeowook mengangguk dan mendapatkan kesimpulan dari jawaban Sungmin 'Kau menyukainya'.

Kelas menjadi hening saat Jung Seonsaengnim memasuki kelas, Sungmin dan Ryeowokkn-pun mulai fokus pada pelajaran.

~o0o~

Jungmo membanting dokumen diatas meja saat dirinya merasa tidak mengerti dengan isi dari dokumen itu.

'Lee Sungmin dan Cho Kyuhyun'

dua nama yang membuat Jungmo tidak fokus pada pekerjaannya. Perasaannya kini antara cemburu dan marah.

Jungmo cemburu melihat kedekatan namja itu pada sang tunangannya, dia marah karena melihat Kyuhyun yang mencium punggung tangan Sungmin lama. Bahkan Sungmin tidak menolak atas perlakuan Kyuhyun tadi.

Jungmo mengambil ponselnya dan mendial nomor seseorang kemudian ditempelkannya pada telinga kanannya.

"Aku mempunyai tugas untukmu." Tanpa basa-basi Jungmo langsung pada intinya.

'...'

"Cari tahu semua tentang namja bernama Cho Kyuhyun! dan laporan itu harus ada dimejaku besok, arra?"

'...'

"Bagus!"

PIP

Jungmo meletakkan ponselnya dimeja kerjanya dan menyeringai. Dirinya tidak akan menyerah begitu saja untuk mendapatkan Sungmin, walaupun statusnya adalah tunangan tapi itu bisa berubah kapanpun kalau dirinya tidak melakukan sesuatu.

~o0o~

Tokyo, Japan

"Yeobo, apa pilihan kita sudah benar? Aku merasa kasihan pada putri kecilku." Ujar yeoja paruh baya sambil menatap sang suami dengan pandangan khawatir.

"Mianhae yeobo, aku tidak bisa menjadi kepala keluarga yang baik untukmu dan kedua putri kita!" namja paruh baya, Kangin. Memegang tangan sang istri, Leeteuk. Dengan tatapan menyesal.

"Yeobo, jangan bicara seperti itu! Bagiku, Hyukkie dan Minnie kau adalah kepala keluarga yang hebat. Hanya saja aku mengkhawatirkan Minnie, demi keluarga kita dia menerima perjodohan ini. Padahal aku tahu kalau dia tidak mempunyai perasaan apapun pada anak keluarga Kim." Leeteuk mengelus tangan Kangin lembut.

"Kita do'akan yang terbaik untuk kedua putri kita yeobo! Dan kalau memang Minnie sudah tidak tahan kau bersedia untuk tetap disampingku apapun yang terjadi nantikan? Karena aku akan mempertahankan Sungmin dan merelakan apa yang aku miliki untuk keluargaku." Leeteuk menatap suaminya dengan haru, dia bersyukur memiliki suami yang bertanggung jawab dan melindungi keluarganya.

"Ne, yeobo. Apapun yang terjadi aku akan tetap disampingmu!" Leeteuk tersenyum memberi kekuatan pada sang suami kalau masih ada dirinya dan kefua putrinya, Eunhyuk dan Sungmin. Kangin tidak kuasa untuk membalas senyuman sang istri dan membawanya dalam pelukan hangatnya.

~o0o~

Tok Tok Tok

"Minnie, boleh eonni masuk?" Suara ketukan pintu membuat Sungmin yang sedang focus dalam tugasnya menoleh ke pintu kamarnya.

"Ne, eonni masuk saja!" Balas Sungmin dan membereskan peralatan tugasnya.

Cklek

"Mianhae, apa eonni mengganggu?" belum sepenuhnya memasuki kamar donsaeng-nya itu, Eunhyuk merasa telah mengganggunya saat melihat Sungmin yang sedang membereskan bukunya.

"Aniyo, eonni aku sudah selesai kok. Masuklah!" Jawab Sungmin sambil tersenyum.

Eunhyuk masuk kedalam dan duduk dipinggir ranjang diikiti dengan Sungmin.

"Bagaimana hubunganmu dengan Jungmo?" Tanya Eunhyuk to the point.

Sungmin menganggukkan kepalanya pertanda kalau hubungannya dengan tunangannya itu baik-baik saja. Tapi Eunhyuk tidak puas dengan jawabannya.

"Kalau dengan Cho Kyuhyun?" Sungmin menundukkan kepalanya saat kakaknya menyebut nama 'Kyuhyun'.

"Hubunganku dengannya hanya berteman eonni, tidak lebih!" Sungmin menatap kakaknya dan menjawabnya dengan hati yang mengganjal.

"Benarkah? Kau mau berbagi cerita dengan eonni? Eonni tahu ada yang mengganjal dihatimukan?" Eunhyuk menatap lekat-lekat adiknya berharap adiknya itu menceritakan tentang hatinya.

Sungmin menimbang, tapi rasanya tidak adil. Sungmin menceritakan tentang dirinya yang pergi dengan Kyuhyun pada Ryeowook, sahabatnya. Tapi pada sang kakak tidak, walaupun dirinya tidak menceritakan tentang ciuman itu.

Maka dengan memantapkan hatinya Sungmin menceritakan semua kejadian saat di Lotte World, tidak lupa dengan terjadinya ciuman itu dan terakhir kejadian saat dikampus.

Seakan lupa caranya untuk menutup mulutnya, Eunhyuk ternganga membuat Sungmin yang sudah selesai bercerita tertawa. Eunhyuk yang sadar dan melihat adiknya yang tertawa menutup mulutnya dan mempotkan bibirnya kesal karena ditertawakan. Mengingat kembali cerita sang dongsaeng membuatnya memasang wajah serius. Berhasil, Sungmin berhenti tertawa melihat wajah serius kakaknya itu.

"Kau menyukainya ya?" Tanya Eunhyuk walaupun dia sudah tahu jawaban yang sebernya.

"Aniyo, aku kan sudah punya tunangan!"

'Bohong' Eunhyuk tahu kalau adiknya berbohong, Eunhyuk berdecak kesal mendengar jawaban Sungmin yang tidak mengakui perasaannya.

"Jangan bohong! Aku ini eonni-mu. Aku tahu kalau kau berbohong."

"Benarkah? Apa begitu terlihat eonni?" Dengan polosnya Sungmin justru menanyakkan hal yang membuat Eunhyuk menggelengkan kepalanya.

"Kau menyukainya hanya saja karena perjodohan ini membuatmu menyangkal tentang perasaanmu itu." Jelas Eunhyuk.

"Kau tenang saja!" Sungmin menatap Eunhyuk dengan bingung. Apa maksudnya dengan tenang? Batinnya.

"Aku meminta bantuan pada seseorang untuk mencari suatu informasi penting yang nantinya membuat keluarga kita kembali menjadi harmonis tanpa tekanan!" Sungmin semakin bingung mendengar ucapan kakaknya barusan.

"Kau akan tahu nanti! Sudah ya aku kembali kekamar dulu, selamat malam!" Eunhyuk keluar dari kamar Sungmin dengan senyum misterius.

'Kuharap ini akan cepat selesai'.

~o0o~

Seorang namja meletakkan sebuah map dimeja kerja, kemudian namja itu memandang seorang namja sedang duduk sambil memegang gelas berisi wine.

"Laporan yang ada inginkan tuan!"

Namja itu, Jungmo. Menyeringai melihat bawahannya yang bekerja dengan baik sesuai perintahnya.

"Tapi tuan," Jungmo menghentikkan gerakannya membuka map itu dan menatap bawahannya tajam.

"Namja itu kekuasaannya lebih besar dari kekuasaan keluarga anda tuan." Namja itu melanjutkan kalimatnya, membuat Jungmo geram mendengarnya.

"Apa dia lebih kaya dan terhormat daripada keluargaku?" Tanya Jungmo penuh amarah.

"Ne, tuan!"

BRAK

Jungmo memukul mejanya keras membuat namja itu kaget dan memandangnya takut.

"Kau boleh pergi!" Desis Jungmo. Tanpa diminta dua kali namja itu cepat-cepat meninggalkan ruangan itu.

"Sialan kau Cho Kyuhyun!" Umpat Jungmo.

To Be Continued

Annyeong, mianhae tidak bisa update cepat. Ada tugas kuliah yang tidak bisa ditinggalkan.

Maaf kalau kurang memuaskan dichapter 3 ini. Dan terima kasih yang sudah review di chap 2, maaf ga bisa aku sebutin satu-satu.

Review lagi, ne!

Terima kasih

ratu kyuhae