Be My Girl

.

KyuMin FanFiction

.

Presented by ratu kyuhae

.

GS, Typo bertebaran, tidak sesuai EYD, alur berantakan

.

Don't Like, Don't Read, No Bash

.

Chapter 4

.

.

Flashback

"Jadi, apa yang bisa saya bantu? Dan kenapa anda meminta bantuan kepada saya?" Donghae memasukkan kedua tangannya ke saku celananya dan menatap yeoja didepannya dengan wajah penasarannya.

"Begini.. bisakah kau membantuku untuk mencari tahu tentang dalang dari penggelapan dana yang pernah dilakukan oleh mantan pegawai kami? Dan kenapa aku meminta bantuan padamu, karena aku pernah mendengar kalau kau bisa memecahkan kasus dengan cepat." Yeoja itu, Eunhyuk. Menjawab pertanyaan Donghae tadi panjang lebar.

Donghae termenung. Memang benar, dirinya pernah membantu perusahaan sahabatnya yang waktu itu memiliki masalah yang sama dengan perusahaan Lee Corp, penggelapan dana. Tapi,

"Ya, aku pernah membantu perusahaan sahabatku. Tapi sekarang masalahnya berbeda nona Lee, pelaku penggelapan dana Yunjae Corp itu masih hidup dan berkeliaran sehingga mudah untuk tahu siapa dalang dari kasus itu, sedangkan pelaku dari perusahaanmu sudah meninggal." Ujar Donghae sedikit frustasi mendengar permintaan wakil direktur dari Lee Corp itu.

"Aku tahu! Tapi aku mohon bantuanmu tuan Lee, karena aku merasa ada yang janggal dengan kasus ini. Aku yakin ini ada hubungannya dengan perusahaan JK Corp." Eunhyuk yakin dengan prediksinya itu. Sebaliknya, Donghae menatap Eunhyuk bingung.

"Kau mencurigai perusahaan itu? Bukankah direkturnya itu tunangan adikmu?" Donghae mengernyit saat Eunhyuk menjawab pertanyaannya dengan anggukan.

"Kenapa kau mencurigai perusahaan calon adik iparmu?" Sepertinya Donghae mulai tertarik. Bukankah ini memudahkan Kyuhyun untuk bisa mendapatkan Sungmin kalau memang dalang dari kasus Lee Corp itu memang JK Corp, Kim Jungmo.

"Karena sebelum pelaku itu ditemukan meninggal, aku menerima sebuah pesan singkat." Eunhyuk mengambil ponselnya, mengutak-atik sebentar dan memberikannya pada Donghae.

Donghae mengambil ponsel Eunhyuk dan membacanya, kemudian matanya terbelalak.

"Ini bisa menjadi bukti, kalau boleh aku akan menyita ponsel ini!" Ujar Donghae.

"Silahkan, lagipula aku masih punya ponsel satu lagi!" Eunhyuk bernafas lega, bukankah itu berarti namja didepannya ini akan membantunya!

"Tapi, kenapa pelaku itu mengirimkannya padamu bukannya ke tuan Lee?" Tanya Donghae yang membuat Eunhyuk speechless 'Mana kutahu, memang aku pelakunya?' batinnya.

"Entahlah, mungkin karena dia tahu appaku sedang dirawat dirumah sakit. Jadi, dia mengirimkannya padaku." Jawab Eunhyuk asal.

"Ah, karena dia khawatir pesannya tidak akan dibaca oleh tuan Lee makanya dia mengirimkannya padamu." Seru Donghae dengan senyum merekahnya membuat Eunhyuk sedikit terpana. Ingat, sedikit.

Eunhyuk berdehem mengabaikan rasa terpesonanya pada namja didepan ini dan kembali fokus.

"Jadi tuan Lee-"

"Panggil Donghae saja dan aku akan memanggilmu Eunhyuk, karena nantinya kita akan sering bertemu." Potong Donghae. Eunhyuk menganggukkan kepalanya.

"Jadi kau akan membantuku kan Donghae?" Tanya Eunhyuk membuat Donghae gemas.

"Ne, aku akan membantumu!" Donghae mengacak rambut Eunhyuk pelan.

"Terima kasih Hae-ya!" Seru Eunhyuk, menghiraukan tatapan kaget Donghae 'Hae-ya? Terdengar manis!' batin Donghae senang.

"Kalau begitu sampai jumpa lagi, Hyukkie!" Donghae mengerlingkan matanya dan berlalu pergi. Giliran Eunhyuk yang mematung mendengar nama panggilan manis dari seorang namja, 'Kenapa jantungku berdebar-debar? Eomma, appa, help me!' Batin Eunhyuk seraya memegang dadanya.

Flashback end

.

~o0o~

.

Donghae membaca isi map yang sudah dia kumpulkan datanya selama sebulan ini dengan wajah serius, sedetik kemudian wajah serius berubah menjadi seringai yang mengerikan yang siap mengalahkan musuh.

'Sebentar lagi, dan masalah ini akan selesai!' Batin Donghae puas.

Drrt.. drrt..

Donghae mengambil ponselnya dan tersenyum, dengan cepat Donghae menggeser simbol telepon berwarna hijau di layar ponselnya dan menempelkannya ke telinga.

'Yeoboseoyo'

"Ne, Hyukkie. Ada apa, hm?" Ujar Donghae sedikit menggoda lawan bicaranya itu, Eunhyuk.

'Hae-ya, bagaimana? Apa sudah selesai?' Tanya Eunhyuk menghiraukan wajahnya yang sudah merona.

"Cukup memuaskan! Karena datanya belum semua terkumpul, bersabarlah." Donghae terkekeh mendengar Eunhyuk yang menghela nafas panjang.

'Ne, Hae-ya. Aku hanya kasian melihat adikku yang tersiksa dengan perjodohan ini' Ujar Eunhyuk sedih.

"Hey, jangan sedih seperti itu! Aku yakin masalah ini akan selesai sebelum hal itu terjadi. Jadi kau tenang, ne? Dan hibur adikmu agar tidak sedih terus." Terdengar nada khawatir Donghae begitu mendengar suara sedih Eunhyuk. Diseberang sana, Eunhyuk tersenyum mengingat adiknya.

'Sepertinya aku tidak perlu menghiburnya!'

"Wae?" Mendengar kebingungan Donghae membuat Eunhyuk terkekeh kecil.

"Kyuhyun! Selama sebulan ini Kyuhyun sering bersama Sungmin. bahkan waktu untuk dengan Jungmo hampir tidak ada.' Jawab Eunhyuk semangat.

Donghae tersenyum. Yah, belakangan ini Kyuhyun memang sering meluangkan waktu senggangnya bersama Sungmin.

"Ya, kau tahu sendiri kan bagaimana Kyuhyun? Dia akan melakukan apapun untuk bisa mendapatkan hati Sungmin!" Jelas Donghae. Yup, Eunhyuk sudah tahu kalau Kyuhyun mencintai Sungmin. Karena beberapa hari yang lalu saat mereka sedang membicarakan masalah kantor, tiba-tiba Eunhyuk mengalihkan pembicaraan menjadi menanyakan tentang Kyuhyun yang sering menjemput dan mengantar Sungmin pulang kampus. Mengelak pun percuma, karena Eunhyuk menatapnya dengan tatapan intimidasi yang membuatnya menyerah dan menceritakannya. Lebih baik selamat daripada nyawa melayang.

'Dan perjuangannya tidak sia-sia! Sungmin lebih sering tersenyum saat bersama Kyuhyun'

"Ya, aku senang mendengarnya. Sudah malam, lebih baik kau tidur. Besok kita ada rapat mengenai kerja sama kita." Ujar Donghae saat tidak sengaja matanya melihat jam dinding.

'baiklah, kau juga cepat tidur. Jalja!'

"Jalja!" Donghae menutup sambungan telepon dan menyimpannya kembali dimeja. Tangannya beralih ke laci meja kerjanya dan mengambil ponsel lain yang bukan miliknya. Mengutak-atik sebentar dan membaca pesan yang menjadi bukti pertama.

| From: 010xxxx |

'Dalang dari semua ini adalah presdir JK, maafkan saya karena sudah dibutakan oleh uang tanpa memikirkan resiko yang akan saya hadapi dan hancurnya perusahaan anda. Tapi saya mohon, tolong lindungi keluarga saya karena saya sudah tidak bisa menjaganya lagi. Kunjungi mereka dan tanya mereka satu persatu.

Kim Young Min'

Apa maksud dari kata terakhir itu? Donghae sampai saat ini masih belum tahu maksud dari kata itu. Pernah dirinya mendatangi kediaman Young Min, tapi yang ia dapatkan dari keluarga itu adalah tatapan bingung dan gelengan kepala saat dirinya menanyakan tentang sesuatu yang ingin diberitahu kepadanya.

Sepertinya ia akan memakai rencana lain. Donghae merenggankan tangannya saat merasakan lelah dan beranjak meninggalkan ruangan kerjanya menuju kamar tidurnya.

.

~o0o~

.

Namja itu tersenyum dan menoleh kesamping, melihat yeojanya yang tersenyum lebar dikursi sebelah dirinya yang sedang mengemudi sambil berceloteh tentang teman kampusnya terkadang membicarakan tentang keluarganya.

Tapi saat memandang lurus kedepan, senyumnya pudar dan tergantikan dengan tatapan tajam dari seorang Cho Kyuhyun. matanya beralih ke kaca spion. Dibelakangnya, terlihat sebuah mobil yang sedari tadi mengikutinya dari rumah Sungmin, yeojanya.

Kyuhyun menyeringai, dirinya memang tahu sudah sebulan ini pemilik mobil itu sering mengikutinya saat dirinya sedang sendiri atau berdua dengan Donghae atau Sungmin. awalnya Kyuhyun tidak peduli, tapi kelamaan dia mulai jengah dan menyuruh bawahannya untuk mencari tahu. Hingga akhirnya ia mendapatkan sesuatu, Kim Jungmo memata-matai dirinya.

Kyuhyun saat ini hanya menyuruh bawahannya untuk mengawasi Jungmo, siapa tahu saja namja itu akan melakukan sesuatu.

"Kyu, nanti kau tidak usah menjemputku saat pulang kampus ya." Suara Sungmin menyadarkan Kyuhyun dan beralih menatap Sungmin lembut.

"Waeyo?" Kyuhyun memnghentikan mobilnya saat lampu merah dan mengelus rambut Sungmin pelan. Ah, Sungmin paling suka saat Kyuhyun tersenyum dan mengelus kepalanya sayang.

"Jungmo mengirim pesan kalau dia akan menjemputku pulang kuliah nanti." Jawab Sungmin lesu. Entahlah, dadanya sakit saat mengucapkan nama Jungmo didepan Kyuhyun.

Kyuhyun berhenti mengelus kepala Sungmin dan menatapnya lembut.

"Ya sudah kalau begitu, tapi kalau Jungmo tidak bisa mengantar atau menjemputmu kau hubungi aku. Biar nanti aku jemput, arraseo?" Kyuhyun kembali menjalankan mobilnya saat lampu sudah berwarna hijau.

"Ne, gomawoyo Kyu!" Ujar Sungmin dengan senyum lebarnya membuat Kyuhyun tidak kuasa untuk membalas senyuman itu.

Pandangan kyuhyun kembali kedepan mulai fokus pada jalan didepannya, menghiraukan mobil yang masih mengikutinya dibelakangnya.

.

~o0o~

.

"Gomawo sudah mengantarku dan hati-hati dijalan!" Sungmin sudah bersiap untuk turun dari mobil sebelum tangannya ditahan oleh Kyuhyun. memandang sebentar tangannya dan beralih memandang sang pemilik tangan dengan wajah bingung.

"Tunggu sebentar, biar aku yang bukakan!" Kyuhyun keluar dari mobil dan berjalan menuju pintu sebelah kemudi mobil.

Sungmin keluar dari mobil saat Kyuhyun sudah membukakan pintunya dengan wajah meronanya membuat Kyuhyun terkekeh kecil.

Kyuhyun mengecup kening Sungmin lembut dan mengusap kepala yeoja yang ia cintai itu dengan sayang.

"Masuklah dan belajar yang rajin agar kau cepat lulus!" Kyuhyun tersenyum saat melihat Sungmin mengangguk dan tersenyum manis.

"Aku masuk dulu. Hati-hati dijalan, Kyu!" Sungmin melambaikan tangannya dan berjalan memasuki area kampus.

Senyum Kyuhyun kembali pudar saat ekor matanya melihat mobil yang tak jauh darinya tiba-tiba pergi dengan kecepatan tinggi dan Kyuhyun menyeringai melihatnya.

Kyuhyun masuk ke mobilnya dan mulai menjalankannya meninggalkan kampus Sungmin, sepertinya dia tahu apa yang akan terjadi. Karena tiba-tiba ada sebuah mobil yang menghadangnya membuat Kyuhyun memberhentikan mobilnya. Melihat pemilik mobil yang menghadangnya keluar, Kyuhyun pun keluar dari mobilnya dengan seringainya.

"Brengsek kau Cho Kyuhyun! Menjauh dari tunanganku, dia milikku!" Bentak namja itu, Kim Jungmo.

Kyuhyun tertawa mendengarnya yang membuat Jungmo geram.

"Tunangan? Milikmu? Lucu sekali Jungmo-ssi! Apa Sungmin bahagia dengan pertunangan itu? Tidak Jungmo-ssi! Dan kau tahu? Dia lebih senang saat sedang bersamaku." Kyuhyun kembali tertawa membuat Jungmo melayangkan kepalan tangannya bersiap memukul wajah namja didepannya. Dengan gerakan cepat Kyuhyun menghindar dan dengan cepat pula Kyuhyun memukul perut Jungmo.

Jungmo memegangi perutnya yang terkena pukulan Kyuhyun, tapi Jungmo tidak mau kalah. Kembali ingin menghajar Kyuhyun tapi dengan cepat Kyuhyun menangkap tangannya Jungmo tidak habis akal tangan Jungmo yang satunya membalas dengan memukul perut Kyuhyun, membuat namja itu meringis pelan.

"Sungmin milikku! Bahagia atau tidak, Sungmin akan tetap menjadi milikku! Dan kau tidak akan bisa merebutnya dariku!" Ujar Jungmo penuh penekanan.

"Kita lihat saja Kim Jungmo-ssi! Aku pastikan kata-katamu itu tidak akan menjadi kenyataan" Balas Kyuhyun sinis dengan seringai tajamnya dan melangkah meninggalkan Jungmo memasuki mobilnya.

Melihat mobil Kyuhyun yang menjauh membuat Jungmo kembali menggeram.

"Brengsek!" Umpat Jungmo.

.

~o0o~

.

Kyuhyun memasuki ruangan kerjanya dan duduk dikursi kerjanya. Mengingat kembali ucapan Jungmo yang menurutnya sudah gila. Mengklaim yeojanya sebagai milik namja itu dan tidak perduli tentang kebahagiaan sang yeoja membuatnya geram.

"Tidak akan kubiarkan Sungmin menderita dengan jeratanmu Kim Jungmo! Sungmin harus bahagia dan itu harus denganku bukan denganmu!" Kyuhyun menyeringai

Tok tok tok

Kyuhyun berubah wajahnya menjadi datar dan menyuruh orang yang tadi mengetuki pintunya untuk masuk.

Cklek

Terlihatlah seorang namja tampan yang diketahuinya sebagai sekretaris pribadinya.

Namja itu menutup pelan pintunya dan berjalan menghampiri kursi yang berhadapan dengan direkturnya itu.

"Kau sudah mempersiapkan bahan untuk kita meeting kita nanti dengan perusahaan Lee kan?" Tanya Donghae dengan wajah serius.

Kyuhyun mengangguk membalas pertanyaan Donghae karena saat ini dirinya sedang mempersiapkan berkas-berkas yang akan dipakainya untuk meeting nanti.

"Dan saat selesai meeting nanti kau jangan kemana-mana! Ada yang ingin aku bicarakan denganmu." Perintah Donghae. Kyuhyun mengerutkan dahinya dan memandang Donghae.

"Kenapa tidak dibicarakan dikantor kita saat sudah selesai meeting?" Tanya Kyuhyun.

"Karena ada seseorang yang akan mengikuti pembicaraan kita nanti!" Jawab Donghae kemudian berdiri dari duduknya.

"Nugu?" Tanya Kyuhyun saat Donghae akan berjalan meninggalkan ruangannya.

"Nanti kau juga akan tahu! Sudah bersiaplah, sebentar lagi kita berangkat." Donghae berjalan menuju pintu meninggalkan namja yang masih terdiam. Kyuhyun sadar saat mendengar suara pintu ditutup dan berdecak saat sekretarisnya itu lagi-lagi membuat dirinya penasaran.

.

~o0o~

.

Mata Kyuhyun terbelalak saat membaca sebuah laporan dan beralihm embaca sebuah pesan dari ponsel yang bukan miliknya.

Wajahnya menggeram siap meledak kapan saja, membuat dua orang yang berkelamin jenis berbeda merinding saat merasakan aura menyeramkan.

Donghae dan Eunhyuk sesekali mengusap tengkuknya kemudian saling berpandangan.

"Ya! Kyuhyun-ah, berhenti mengeluarkan aura menyeramkanmu itu!" Seru Donghae membuat Kyuhyun menatap Donghae tajam.

"Bagaimana tidak hyung? Namja ini melakukan hal yang keji untuk mendapatkan Sungminku!" Desis Kyuhyun.

Eunhyuk mengerjapkan matanya berkali-kali 'Sungminku?' .

"Ya, aku tahu itu! Makanya aku memberitahumu hal ini dan memberikanmu tugas untuk mencari tahu sisanya." Ujar Donghae.

"Bukankah kau pernah mengatakan kalau kau akan mengurusnya? Kenapa sekarang kau menyuruhku untuk mencari tahu sisanya?" Tanya Kyuhyun heran.

"Supaya kau bisa merasakan perjuangan untuk mendapatkan Sungmin!" Jawab Donghae dengan gaya santainya.

Ya, saat ini diruangan Eunhyuk. Kyuhyun dan Donghae sedang membicarakan semua kejahatan dari seorang Kim Jungmo.

BRAK

"Brengsek sekali Kim Jungmo! Tidak akan kubiarkan Jungmo menang dalam permainan ini." Kyuhyun yakin dengan semua bukti ini dia akan menghentikan perbuatan Jungmo dan membuat Sungmin menjadi miliknya. Tapi..

Kyuhyun kembali membaca pesan Kim Young Min dan mulai memutar otak jeniusnya itu.

"Aku sudah mendatangi rumah pelaku itu tapi aku tidak mendapatkan apapun." Donghae kembali bersuara setelah selesai dari keterkejutannya saat Kyuhyun menggebrak meja kerja Eunhyuk. Sedangkan pemiliknya masih mengatur jantungnya akibat keterkejutannya tadi.

"Kyuhyun-ssi, kuharap kau bisa menyelesaikan semuanya sebelum keluarga Kim dan keluargaku memutuskan untuk melanjutkan pertunangan Sungmin dan Jungmo ke jenjang pernikahan." Suara Eunhyuk menyadarkan Kyuhyun kalau mereka tidak berdua.

'Ah, baboya kau Cho Kyuhyun! Bagaimana bisa kau melupakan calon kakak iparmu itu. Dan tadi aku.. aku mengatakan.. argh! Cho Kyuhyun kau BABO!'

Kyuhyun panik saat dirinya baru menyadari keberadaan Eunhyuk dan saat-saat dirinya mengklaim adik dari yeoja dihadapannya ini sebagai miliknya.

Melihat kepanikan Kyuhyun membuat Donghae dan Eunhyuk tertawa.

"Kyuhyun-ssi, kau tenang saja! Aku sudah tahu kalau kau menyukai adikku." Ujar Eunhyuk disela tawanya.

Kyuhyun membeku, 'Dia sudah tahu? Sudah tahu?'. Kyuhyun beralih menatap Donghae yang masih tertawa dengan mata tajamnya seolah menanyakan maksud dari kata Eunhyuk tadi. Donghae yang tidak sengaja melihat mata tajam Kyuhyun menghentikan tawanya dan berdehem sebentar sebelum menjawab pertanyaan Kyuhyun.

"Dia sudah tahu kalau kau menyukai Sungmin dan jangan menatapku seperti itu, wajar kalau Eunhyuk mencurigaimu karena setiap hari kau sering berkunjung kerumahnya." Bela Donghae saat melihat tatapan Kyuhyun yang seperti ingin mengulitinya.

Kyuhyun berpikir sejenank kemudian tatapan itu berangsur-angsur sirna dan berubah menjadi cengiran polos.

"Ralat, bukan menyukai tapi mencintai" Koreksi Kyuhyun sambil menyilangkan tangannya didepan Eunhyuk dan Donghae. Sepertinya Kyuhyun sudah tidak malu lagi mengakui perasaannya didepan Eunhyuk.

Donghae mencibir mendengar kata-kata Kyuhyun barusan berbeda dengan Eunhyuk yang tersenyum tulus mendengarnya.

Tidak lama suasana ruangan itu kembali menjadi aura menyeramkan. Donghae dan Eunhyuk kembali mengusap yengkuknya, apalagi melihat Kyuhyun yang menyeringai.

'Kim Jungmo, aku pastikan semua permainanmu akan segera berakhir dan menghentikkan kegilaanmu dengan ikatan yang kau banggakan pada Sungminku!' Seringai Kyuhyun semakin melebar membuat Eunhyuk yang duduk disebelah Donghae merapatkan dirinya pada namja itu seakan meminta pertolongan.

"YA! CHO KYUHYUN!"

Pletak

Diawali dengan teriakan membahana seorang Lee Donghae dan diakhiri dengan jitakan keras dari namja yang sama membuat Kyuhyun meringis merasakan denyut pada kepalanya.

"YA! HYUNG, APPO!"

Kyuhyun membalas teriakan Donghae sambil mengelus kepalanya sayang. 'Oh, otak jeniusku!' ratapnya.

Donghae memutar matanya malas dan berdiri dari duduknya.

"Terima kasih untuk waktunya Hyukkie! Kami harus kembali ke kantor sekarang." Pamit Donghae yang dibalas dengan anggukan kecil Eunhyuk.

Donghae menarik Kyuhyun untuk berdiri dan menyeretnya keluar dari ruangan sang wakil direktur.

Diluar, terdengar teriakan yang dipastikan milik seorang Cho Kyuhyun. Eunhyuk menggelengkan kepalanya.

"Sungmin, namjamu mengerikan!"

.

.

To Be Continued

Hay, aku kembali! Lama ya? Maaf ya, soalnya banyak penghalang. ^^

Maaf untuk Kyumin moment yang sedikit karena ini lebih fokus ke Jungmo dulu dan maaf juga untuk Typo yang bertebaran.

Saya ucapkan terima kasih yang sudah review di chapter kemarin, maaf aku tidak bisa menyebutkan nama-namanya.

Maaf kalau kurang memuaskan para readers.

Sampai jumpa di chapter 5.

Review lagi, ne!

Terima kasih

ratu kyuhae