Be My Girl
.
KyuMin FanFiction
.
Presented by ratu kyuhae
.
GS, Typo bertebaran, tidak sesuai EYD, alur berantakan
.
Don't Like, Don't Read, No Bash
.
Chapter 8
.
.
Ruang makan di kediaman Cho begitu hening, hanya terdengar suara dentingan antara piring dengan sendok dan garpu. Tanpa disadari Kyuhyun Heechul menatap sang suami, Hangeng yang mengerti maksud tatapan sang istri mulai berdehem pelan memecahkan keheningan di ruang makan itu.
"Kyu, setelah ini appa ingin berbicara berdua denganmu, bisa?" Tanya Hangeng membuat Kyuhyun mengernyit dahinya bingung.
"Ne, appa." Jawab Kyuhyun
"Kalau begitu nanti kita bicara ruang kerja." Ujar Hangeng dan dibalas dengan anggukkan kepala Kyuhyun.
Makan malam pun kembali dilanjutkan.
.
~o0o~
.
"Appa ingin bicara apa denganku?" Tanya Kyuhyun saat sudah duduk nyaman disofa panjang di ruangan kerja tersebut.
Hangeng kembali berdehem pelan dan mencoba untuk rileks sebelum bicara pada anak tunggalnya itu.
"Begini, appa dengar kau bekerja sama dengan perusahaan Lee Corp. bagaimana perkembangannya?" Tanya Hangeng
"Baik appa, tidak ada masalah. Semuanya lancar, memangnya ada apa appa?" Tanya Kyuhyun was – was.
"Pemilik dari Lee Corp, Lee Kangin. Adalah sahabat appa." Jawab Hangeng sambil tersenyum mengingat bagaimana persahabatan mereka dulu.
"Benarkah?" Kyuhyun membulatkan matanya kaget dan dijawab dengan anggukkan kepala Hangeng.
"Dan appa juga tahu kalau perusahaan Kangin pernah terlibat masalah penggelapan dana. Kudengar kau sedang menyelidiki itu, benar bukan?" Hangeng mulai menatap anaknya serius.
"Ne, karena pegawai yang melakukan tindakan itu ternyata suruhan dari pemilik perusahaan lain yang ternyata membantu keluarga Lee." Jawab Kyuhyun.
"Lalu bagaimana? Kau sudah menyelesaikannya?" Tanya Hangeng lagi.
"Sudah appa, tapi sebelum dia merasakan jeruji besi aku ingin dia merasakan kehancuran terlebih dahulu." Kyuhyun sedikit menyeringai mengingat rencana yang akan menjatuhkan perusahaan Jungmo itu.
"Sepertinya appa tahu apa yang akan kau lakukan nanti!" Ujar Hangeng membuat kesadaran Kyuhyun kembali dan menatap sang appa dengan pandangan tidak percaya.
"Bagaimana appa bisa tahu?" Tanya Kyuhyun.
"Karena aku appa-mu, jangan remehkan ikatan batin ayah dan anak. Kau itu terbuat saat penyatuan appa dan umma jadi darahmu itu juga mengalir darah appa dan umma." Ucap Hangeng sambil tertawa lebar, Kyuhyun? Namja tampan itu menganga mendengar ucapan vulgar dari ayahnya itu.
'Ciderella dan Pangeran ini benar – benar mesum, untung aku tidak tertular.' Batin Kyuhyun.
"Kau juga mesum, jangan lupakan itu." Ujar Hangeng seakan mengetahui dalam pikiran sang anak. Kyuhyun mencibir mendengar perkataan ayahnya, sepertinya ia mulai sadar kalau dirinya juga – sedikit – mesum.
"Appa tahu kau menyukai putri Kangin kan? Namanya.. Lee Sungmin." Hangeng mengangkat kedua alisnya menggoda anaknya dan dibalas dengan tatapan kaget Kyuhyun.
"Appa tahu darimana?" Tanya Kyuhyun masih dengan keterkejutannya.
"Ck, bukankah appa sudah bilang kalau-"
"Sudah, jangan diteruskan! Aku sudah tahu." Kyuhyun memotong ucapan Hangeng saat tahu kalau appa mesumnya ini akan mengulang kata – kata 'itu' lagi.
"jadi kapan kau akan melakukan rencana itu?" Tanya Hangeng kembali serius.
"Besok aku akan ke perusahaan JW Corp untuk memulainya." Jawab Kyuhyun mantap dan dibalas dengan anggukkan mengerti Hangeng.
"Oh ya, apa nama perusahaan itu?" Tanya Hangeng.
"Nama perusahaannya JK Corp, appa." Jawab Kyuhyun seakan mengerti nama perusahaan yang dimaksud.
Kyuhyun menatap ayahnya bingung, pasalnya setelah mengatakan itu Hangeng diam mematung.
"JK Corp?" Tanya Hangeng memastikan.
"Ne, JK Corp. ada apa memangnya appa?" Kyuhyun menatap ayahnya cemas.
"Kebetulan perusahaan appa yang di china juga bekerja sama dengan JK Corp. hanya saja yang memegang kendali itu adalah namja paruh baya." Terang Hangeng.
"Mungkin itu ayahnya, appa."
Hangeng berdecih dan menahan amarah.
"Kembalilah ke kamar dan istirahat."
Kyuhyun tidak membantah perintah sang appa dan mulai berjalan menuju pintu setelah berpamitan terlebih dahulu. Kyuhyun tahu ada kilat kemarahan dari mata ayahnya, dan dia tahu apa yang akan dilakukan appa-nya nanti. Kyuhyun menyeringai.
.
~o0o~
.
'Sajangnim, ada tamu untuk anda.'
"Siapa?" Namja bermata sipit itu mengernyitkan dahinya bingung. Pasalnya dirinya hari ini tidak memiliki jadwal temu.
'Namanya Cho Kyuhyun, sajangnim.' Jawab sekretaris namja itu diseberang telepon.
"Ah, persilahkan dia masuk ke ruanganku." Ujar namja itu.
Namja itu menyimpan kembali gagang telepon itu ke tempatnya, tidak lama suara ketukkan pintu menggema diruangan yang sedang sunyi itu. Dan pintupun terbuka menampakkan namja tampan yang tersenyum tipis.
"Annyeong Yesung hyung." Sapa Kyuhyun.
"Annyeong Kyuhyun-ah, silahkan duduk." Yesung berjalan menyusuli Kyuhyun yang sudah duduk nyaman di sofa.
"Jadi, apa yang membuatmu datang ke sini?" Tanya Yesung to the point membuat Kyuhyun terkekeh mendengarnya.
"Sepertinya apa yang akan kulakukan selalu mudah ditebak. Bagaimana kau bisa tahu kalau aku memiliki tujuan datang kesini? Bisa saja aku hanya ingin mengunjungimu." Tanya Kyuhyun basa – basi.
"Hanya mengikuti instingku saja, lagipula aku tahu kau bukan orang yang suka meluangkan waktumu untuk mengunjungi seseorang sepagi ini apalagi orang itu adalah namja, kecuali kalau kau menyukaiku?" Jawab Yesung sedikit menggoda Kyuhyun dan dibalas dengan tatapan horror Kyuhyun.
"HYUNG, AKU NAMJA NORMAL!" Seru Kyuhyun membuat Yesung meledakkan tawanya.
"Aish, hyung berhenti tertawa." Kyuhyun mendengus, sadar kalau Yesung hanya menggodanya saja tadi.
"Baiklah, jadi apa tujuanmu kesini? Dan map apa itu? Apa itu ada hubungannya denganku?" Tanya Yesung saat selesai menghentikkan tawanya dan tanpa sengaja memandang map yang tergeletak dimeja.
"Begini Yesung hyung, kau sedang melakukan kerja sama dengan JK Corp kan?" Tanya Kyuhyun memastikan terlebih dahulu sebelum bertindak.
"Ne, aku memang bekerja sama dengan JK Corp. kebetulan Kim Jungmo menawarkan kerja sama jadi aku menerimanya. Memangnya ada apa Kyu?" Yesung menatap Kyuhyun serius sedangkan yang ditatap justru membuka map itu dan menyerahkannya pada Yesung.
"Bacalah dan kau akan tahu semuanya." Kyuhyun menatap Yesung yang mulai membaca isi map itu.
.
~o0o~
.
"Minnie, bagaimana dengan skripsimu?" Tanya Ryeowook pelan sesekali matanya kembali menatap buku yang sedang dipegangnya.
"Sudah berjalan setengahnya," Jawab Sungmin lesu.
Ryeowook menatap heran sahabatnya yang terlihat tidak semangat saat menanyakan tentang skripsinya.
"Ada apa? Mau ceritakan padaku?" Tanya Ryeowook sembari tersenyum saat Sungmin menatapnya.
Sungmin membawa Ryeowook keluar dari perpustakaan dan berjalan mendekati taman, Ryeowook hanya mengikuti kemana dirinya akan dibawa oleh Sungmin. Merekapun duduk dikursi yang berada ditaman kampus itu.
"Rasanya aku ingin menghambat skripsiku." Sungmin mulai bicara apa yang sedang mengganggu pikirannya dengan ragu.
"Waeyo? Kau tidak ingin lulus?" Tanya Ryeowook kaget dengan ucapan Sungmin barusan.
"Aku ingin lulus!" Jawab Sungmin cepat.
"Tapi itu berarti pernikahanku dengan Jungmo akan segera dilaksanakan." Lanjut Sungmin lirih.
Ryeowook tertegun, ia lupa bahwa status Sungmin adalah bertunangan dan rencananya setelah Sungmin lulus keluarga Sungmin dan Jungmo akan melaksanakan pernikahan. Ryeowook memeluk Sungmin dan mengusap punggung sahabatnya saat merasakan getaran, Sungmin menangis.
"Menangislah." Ujar Ryeowook.
Lama mereka terdiam hingga Ryeowook melepaskan pelukannya saat hanya mendengar isakan kecil dari Sungmin.
"Sudah tenang?" Tanya Ryeowook dan dibalas dengan anggukkan kecil Sungmin.
"Gomawoyo Wookie-ya." Sungmin tersenyum tipis dalam hati dirinya beruntung memiliki sahabat yang pengertian akan dirinya.
"Sekarang dengarkan aku, kau tidak boleh memperlambat skripsimu. Apapun alasannya kau harus menyelesaikan skripsimu dan lulus dengan nilai terbaik." Ucap Ryeowook.
"…"
"Jangan hanya karena pernikahan itu membuatmu memperlambat skripsimu. Aku yakin masalah yang kau hadapi pasti akan jalannya." Ryeowook kembali berucap saat melihat Sungmin yang terdiam.
"…"
"Aku rasa Kyuhyun oppa mempunyai suatu rencana." Ryeowook mencoba membuat Sungmin merespon ucapannya dan berhasil.
"Kyuhyun pernah mengatakan padaku kalau dia akan menyelesaikan semuanya." Ujar Sungmin saat mengingat perkataan Kyuhyun kemarin. Tapi tiba – tiba wajahnya memerah mengingat ciuman mereka kemarin yang dibilang cukup panas.
Ryeowook tertawa melihat wajah Sungmin yang memerah.
"Kenapa dengan wajahmu, eoh? Apa ada sesuatu yang-"
"Wookie~ aku maluu!" Sungmin memotong ucapan Ryeowook dan menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya membuat Ryeowook kembali tertawa.
"Apa Kyuhyun menciummu? Dan kenapa wajahmu tambah merah? Apa karena ciumannya tidak seperti waktu di bianglala?" Tanya Ryeowook menahan tawa dan tawanya kembali pecah saat melihat Sungmin yang mengangguk masih dengan menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
"Ya ampun~" Ryeowook menghentikkan tawanya dan mengusap air matanya yang keluar karena tertawa.
"Baiklah kembali ke permasalahan awal, Kyuhyun oppa sudah mengatakan akan mengatasi semuanya. Jadi kau tidak perlu khawatir, percayakan semuanya pada Kyuhyun dan kau harus tetap lanjutkan skripsimu." Ujar Ryeowook panjang lebar dan menatap Sungmin tajam membuat Sungmin sedikit ciut dan menganggukkan kepalanya.
"Bagus, ayo kita kembali ke perpus dan mencari bahan skripsi kita." Ryeowook menarik lengan Sungmin untuk kembali ke perpustakaan.
.
~o0o~
.
Tut~ tut~ tut~
'Yeoboseyo.'
"Kangin-ah, ini aku."
'Hangeng-ah?'
"Ne, ini aku. Lelaki tampan di Beijing."
'Hahaha~. Apa kabar? Sudah lama kita tidak bertemu'
"Ne, sudah sangat lama. Kapan kau pulang dari jepang?"
'Jangan bilang kau merindukan lelaki tampan se Korea ini! Ah, aku juga merindukanmu'
"Hahaha~ memang ketampanan kita tidak ada yang bisa menandingi. Jadi, kapan kau pulang?"
'Lusa aku dan Teukkie akan kembali ke Seoul, karena putri bungsu kami akan mendekati sidang. Teukkie ingin seperti putri sulung kami, menemani saat mengerjakan skripsi dan sidang.'
"Wah, Teukkie noona benar – benar ibu yang pengertian kepada anaknya. Aku salut!"
'Yah, beginilah kalau memiliki anak yang keduanya yeoja. Karena mereka akan dimanjakan, berbeda dengan anak lelaki yang harus diajari mandiri dan tegas.'
"Kau benar, bahkan sampai sekarang aku tidak menyangka kalau anakku sudah lulus dari kuliah."
'Ah, bagaimana dengan putra mu itu? Aku menyesal tidak bisa bertemu dengan anakmu saat meeting.'
"Putraku semakin tampan. Tentu saja, karena ketampananku akan menurun padanya."
'Dulu aku ingin menjodohkan putri keduaku dengan anakmu. Tapi rencana hanya tinggal rencana karena putri ku sudah bertunangan.'
"Tidak apa – apa, aku mengerti."
'Ah, bagaimana dengan putri pertamaku? Sepertinya dia sedang tidak memiliki kekasih saat ini karena sibuk dengan perusahaan'
"Hahaha~ lebih baik kau tanyakan dulu apakah dia sudah memiliki kekasih atau tidak. Begitu pun aku yang harus menanyakan perihal ini pada putraku."
'Baiklah, bagaimana kalau kita bertemu setelah aku pulang nanti?'
"Justru itu maksudku menghubungimu, aku ingin bertemu denganmu dan Teukkie noona. Chullie sangat merindukannya.
'Sampaikan salamku pada Cinderella dan putramu.'
"Oke, sampaikan salamku untuk Teukkie noona."
PIP
Hangeng tersenyum setelah memutus hubungan telepon dengan sahabatnya, Lee Kangin. Dirinya tidak sabar untuk bertemu dengan sang sahabat. 'Chullie pasti senang dengan berita ini.' Batin Hangeng.
.
.
To Be Continue
Annyeong, adakah yang menunggu ff ini? #Readers: Gak! T_T
Huwaaa, mianhaeyo lama sekali aku updatenya… #Bungkuk2
Saat ini aku sedang dikelilingi oleh TUGAS! Hehehe
Mungkin chap 9 agak lama, soalnya bulan februari nanti aku mau UAS jadi tugas harus segera diselesaikan.
Bagaimana chap 8? #nunjukAtas
Semoga tidak mengecewakkan ya, dan maaf bila ada typo yang bertebaran dimana-mana.. ^^v
Terima kasih yang sudah review di chap sebelumnya, maaf tidak bisa aku sebutkan satu". Yang pasti aku sangat berterima kasih.
Maaf kurang panjang di chap ini dan semoga tidak bosan dengan ff abal ini.
Berharap chap 9 panjang neeee! #kedip2
Oh ya, aku 93Line jadi panggil aku: Saeng, eonni atau chingu juga boleh! ^^
Review lagi, ne!
Terima kasih
ratu kyuhae
