Be My Girl
.
KyuMin FanFiction
.
Presented by ratu kyuhae
.
GS, Typo bertebaran, tidak sesuai EYD, alur berantakan
.
Don't Like, Don't Read, No Bash
.
Chapter 11
.
.
"EOMMA… APPA…" Teriak dua Lee Bersaudara itu saat melihat orang tuanya di pintu keluar bandara.
Kangin dan Leeteuk tersenyum melihat kedua putrinya yang berlari menghampirinya, pasangan suami istri itu langsung merentangkan kedua lengannya saat kedua putrinya sudah semakin dekat.
Sungmin langsung menerjang eomma tercintanya, Leeteuk. Dan dibalas dengan belaian lembut sang eomma, begitu pula dengan Eunhyuk yang mempererat pelukannya dengan sang appa, Kangin. Wajar saja, semenjak pertunangan Sungmin dengan Jungmo. Kangin berusaha keras untuk membangkitkan kembali perusahaannya setelah insiden penggelapan dana yang dilakukan oleh mantan karyawannya yang sudah tewas itu.
Apalagi dengan bantuannya dari perusahaan JK Corp yang membuatnya terpaksa menjodohkan anaknya dengan putra dari perusahaan tersebut, Jungmo.
Mengingat itu Kangin menoleh, memperhatikan wajah putri keduanya yang tersenyum menikmati belaian istrinya. Leeteuk yang merasa wajah sang suami yang mengarah kearahnya menoleh dan mendapati wajah sendu suaminya.
Kangin membalas tatapan istrinya dan tersenyum tipis. Kangin mengarahkan telapak tangan satunya untuk mengelus rambut Sungmin yang berada dipelukan istrinya, Leeteuk pun sama mengarahkan jari telunjuknya untuk membelai lembut pipi Eunhyuk.
Orang - orang yang berlalu lalang memandangnya dengan tatapan kagum melihat bagaimana harmonisnya keluarga itu.
Eunhyuk dan Sungmin melepaskan pelukan mereka secara bersamaan dan tersenyum manis memandang orang tuanya yang sudah kembali.
"Ayo kita pulang, appa sudah lapar!" Canda Kangin sambil mengelus perutnya yang berhasil membuat kedua putrinya dan istrinya tertawa kecil.
"AYOOO!" Seru Eunhyuk dan Sungmin. Leeteuk hanya menggelengkan kepalanya melihat bagaimana suami dan kedua putrinya bila sudah bersatu seperti ini, heboh dan berisik. Tidak perduli sedang dimana mereka berada.
Eunhyuk dan Sungmin bertukar posisi, Sungmin memeluk lengan Kangin dan Eunhyuk yang memeluk lengan Leeteuk. Keluarga itu pun berjalan meninggalkan bandara, sesekali keluarga itu bercanda ria hingga sampai di kediaman keluarga Lee.
"Appa dan eomma istirahatlah, nanti kita bangunkan saat akan makan siang." Ujar Eunhyuk saat melihat ayahnya yang menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa dan Leeteuk yang langsung meminum habis jus jeruk yang sudah dibuat oleh maid-nya.
Kangin menegakkan punggungnya dan meminum jus jeruknya, kemudian menatap istrinya dan dibalas dengan anggukkan sang istri.
"Baiklah, kami istirahat dulu." Kangin berdiri dari duduknya diikuti dengan Leeteuk dan berjalan menuju kamar mereka.
Melihat orang tuanya yang sudah memasuki kamarnya, Eunhyuk langsung menatap dongsaengnya. Merasa diperhatikan Sungmin menoleh dan mendapati kakaknya yang sedang menatapnya intens.
"Eonni, waeyo?" Tanya Sungmin akhirnya, risih juga ditatap seperti itu oleh kakaknya yang biasanya ceria dan menampilkan gummy smile-nya.
"Bagaimana dengan skripsimu? Kau tidak akan memperlambat sidangmu kan?" Tanya Eunhyuk penuh penekanan membuat Sungmin menelan salivanya susah.
"Aniyo eonni, skripsiku sebentar lagi selesai. Lagipula dosen yang membimbingku banyak membantu untuk skripsiku." Jawab Sungmin pelan.
Eunhyuk tersenyum manis membuat Sungmin bergidik melihat perubahan kakaknya yang drastis.
"Bagus, semangaaatt!" Seru Eunhyuk sambil memeluk dongsaengnya dan beranjak menuju kamarnya meninggalkan Sungmin yang mengerjapkan matanya beberapa kali.
"Apa eonni tadi salah makan? Atau kepala eonni terbentur sesuatu?" Monolog Sungmin.
Merasa hanya dirinya saja diruangan santai itu Sungmin berlari menuju kamarnya, hanya boneka Bunny yang ada dipikirannya saat ini dan ingin segera memeluknya.
.
~o0o~
.
"Kanginnie, apa kau sudah memberitahu Hankyung kalau kita sudah sampai di Seoul?" Tanya Leeteuk setelah selesai memindahkan pakaiannya dan pakaian suaminya dari koper ke lemari.
"Belum, aku akan menghubunginya sekarang." Jawab Kangin sambil mengambil ponselnya dan mulai menghubungi Hankyung.
'Yeoboseyo'
"Hangeng-ah." Seru Kangin semangat.
'Kangin-ah, kau sudah di Seoul?'
"Ne, bahkan kami sudah sampai rumah. Bagaimana kalau kita bertemu malam nanti sekalian makan malam?" Usul Kangin.
'Baiklah, bawa kedua putrimu dan aku juga akan membawa kedua putraku.'
"Baiklah kalau begitu, sampai jumpa."
PIP
'Tunggu dulu, dua putra?' Batin Kangin bingung.
"Yeobo, bukankah Heechul noona hanya melahirkan satu putra?" Tanya Kangin pada sang istri yang mulai membaringkan tubuhnya di ranjang.
"Ne, Chullie hanya melahirkan satu putra. Waeyo?" Leeteuk mengerutkan dahinya bingung saat melihat suaminya yang terlihat berpikir.
"Tidak apa – apa, istirahatlah." Titah Kangin dan langsung dituruti oleh Leeteuk yang mulai memejamkan matanya.
'Mungkin aku salah dengar.' Yakinnya pada diri sendiri, Kangin pun membaringkan tubuhnya di ranjang dan menyusul sang istri ke alam mimpi.
.
~o0o~
.
"HAHAHAHA" Kyuhyun mendengus sebal melihat namja sipit yang tertawa saat melihat wajahnya yang memar.
"YA, BERHENTI TERTAWA HYUNG!" Teriak Kyuhyun membuat namja itu sedikit demi sedikit menghentikkan tawanya dan mulai mengusap air matanya yang keluar karena tertawa.
"Sebenarnya hyung kemari ada perlu denganku atau hanya ingin tertawa?" Tanya Kyuhyun sebal 'Ternyata lukanya masih terlihat, padahal kupikir sudah tidak terlalu kelihatan.' Jerit Kyuhyun frustasi.
"Mianhae Kyuhyun-ah, wajahmu lucu aku tidak bias menahan tawaku." Ujar namja itu, Yesung. Dengan nada polosnya.
"MEMANGNYA AKU BADUT?" Lagi Kyuhyun berteriak membuat Yesung kembali tertawa.
Cklek
Yesung dan Kyuhyun terdiam dan menatap pintu ruang kerja Kyuhyun yang terbuka.
"Kalian berisik sekali, suara kalian sampai terdengar diluar." Ujar namja yang langsung mendudukkan dirinya disamping Yesung.
"Apa kabar Hae-yah?" Yesung merangkul Donghae dan dibalas dengan senyuman namja penyuka ikan itu.
"Baik hyung. Hyung sendiri?" Semenjak makan malam dikediaman Lee hubungan Yesung, Donghae dan Kyuhyun semakin dekat. Apalagi dengan tingkah lucu Donghae membuat Yesung tidak hanya nyaman berteman dengan Kyuhyun tapi juga dengan Donghae.
"Seperti yang kau lihat, Hae-yah!" Jawab Yesung sambil merentangkan kedua lengannya dan mulai menatap Kyuhyun serius.
Kyuhyun yang tadinya cemberut karena diacuhkan oleh dua orang di depannya mulai menatap Yesung bingung yang tiba – tiba raut wajahnya berubah menjadi serius, berbanding terbalik saat awal tadi.
"Aku tahu kau merencanakan sesuatu Kyuhyun-ah." Ujar Yesung cepat.
Kyuhyun dan Donghae saling tatap, tidak mengerti maksud dari Yesung. Merasa mengerti dengan kebingungan Kyuhyun dan Donghae, Yesung pun menegakkan punggungnya.
"Rencana untuk menghancurkan namja yang berstatus tunangan dari yeoja yang kau cintai." Jelas Yesung, ketiga namja itu pun tertawa bersama.
"Aku salut padamu hyung, kau selalu bisa menebaknya dengan cepat. Padahal bisa saja aku melakukan itu karena aku mengkhawatirkan perusahaanmu." Puji Kyuhyun saat mereka bertiga sudah tidak tertawa lagi.
"Walaupun aku tidak tahu seberapa besar cintamu pada Minnie. Tapi, jika seorang namja mencintai seorang yeoja maka namja itu akan melindungi sang pujaan hati apapun caranya." Ucap Yesung panjang lebar membuat Kyuhyun dan Donghae mengangguk kepala pertanda setuju dengan ucapan Yesung tadi.
"Kau benar, hyung. Aku akan melakukan apapun supaya Sungmin bisa tersenyum dan bebas dari namja brengsek itu. Dan cintaku ini lebih besar daripada cinta kalian pada kekasih – kekasih kalian." Ungkap Kyuhyun.
"Kalau cintamu lebih besar, kenapa kalian belum pacaran?" Cibir Donghae.
"Karena Sungmin pasti akan menolakku, bukan karena dia tidak mencintaiku." Ujar Kyuhyun cepat saat Donghae akan memotong ucapannya.
"Tapi karena dia tidak ingin orang tuanya menjadi terancam apabila dia menerima cintaku dan membatalkan perjanjiannya dengan Jungmo." Jelas Kyuhyun.
"Jadi?"
"Aku akan membongkar semua kejahatan Jungmo sekaligus JK Corp pada pihak kepolisian dan keluarga Lee terlebih dahulu." Jelas Kyuhyun.
"Apa kau perlu bantuan?" Tawar Yesung dan dibalas dengan gelengan kepala Kyuhyun.
"Tidak usah hyung, lagipula appa ku akan membantu untuk urusan keluarga Lee."
"Appa mu mau membantumu?" Tanya Yesung.
"Ne, ternyata appa ku bersahabat dengan appa sungmin-"
"Dan Eunhyukkie-ku!" Ujar Donghae cepat, memotong ucapan Kyuhyun membuat namja itu memutar matanya malas.
"Eunhyukkie-ku? Kau berpacaran dengan Hyukki?" Tanya Yesung tanpa sadar sedikit meninggikan suaranya.
"Ne, hyung. Aku dan hyukkie berpacaran!" Ungkap Donghae dengan senyum lebarnya dan matanya yang berbinar.
"Cepat juga kau." Yesung menggelengkan kepalanya, padahal dirinya bisa mendapatkan Ryeowook saat mulai pendekatan selama 5 bulan. Sedangkan namja disebelahnya ini, belum 5 bulan seperti dirinya dan Ryeowook. Donghae sudah berpacaran dengan Eunhyuk.
"Baiklah, sepertinya aku harus pergi sekarang. Dan kau Kyu, bila kau membutuhkanku aku siap menolongmu." Ujar Yesung sambil menatap arlojinya dan berdiri dari duduknya diikuti Donghae dan Kyuhyun.
"Gomawoyo hyung." Balas Kyuhyun.
"Hae hyung, aku akan pulang dulu ke rumah ada berkas yang tertinggal. Sementara kau gantikan aku dulu!" Lanjut Kyuhyun sambil menatap Donghae dan dibalas dengan anggukkan.
"Kalau begitu kita keluar bersama saja." Ajak Yesung.
Kedua namja itupun keluar dari ruangan direktur meninggalkan Donghae yang mulai mendekati meja direktur.
.
~o0o~
.
"Kau sudah mendingan, nak?" Tanya namja paruh baya, Hangeng. Saat melihat putranya turun dari tangga.
"Sudah appa." Jawab sang anak dan duduk disebelah ibu tercintanya. Tidak ada salahnya berbincang dulu dengan kedua orang tuanya sebelum kembali ke kantor. Pikir Kyuhyun.
"Malam nanti kita akan makan diluar, ditempat biasa saat makan malam dengan rekan bisnis appa. Kau jangan sampai terlambat datang dan ajak Donghae juga." Ujar Hangeng.
"Memang kita akan makan malam dengan siapa appa?" Tanya Kyuhyun To the point.
"Darimana kau tahu kalau kita akan makan malam dengan orang lain selain kita?" Tanya Heechul.
"Karena biasanya Cinderella pelit ini akan mengamuk kalau kita makan malam diluar dan memaksa kita makan masakan Cinderella, kecuali acara makan malam dengan relasi bisnis appa." Jelas Kyuhyun.
Pletak
"Cinderella yang kau maksud tidak 'pelit' hanya 'hemat'." Jelas Heechul setelah menjitak anak tampannya, menghiraukan Kyuhyun yang meringis kesakitan dan Hankyung yang menggelengkan kepalanya.
"Kita akan makan malam dengan keluarga Lee, sahabat appa atau lebih tepatnya keluarga dari yeojamu" Ucapan Hangeng berhasil membuat Kyuhyun terperanjat dan memekik senang.
"Keluarga Lee? Maksud appa keluarga Sungmin? Yeojaku?" Tanya Kyuhyun memastikan, hangeng hanya menganggukkan kepalanya.
"Memangnya 'yeojamu' itu tidak hanya Sungmin?" Selidik Heechul dengan mata tajamnya.
"Aniyo, hanya saja aku senang sekali eomma." Jawab Kyuhyun cepat.
"Yes, kalau begitu aku akan menyelesaikan pekerjaanku dengan cepat." Kyuhyun berdiri dari duduknya masih dengan wajah yang berbinar – binar layaknya seorang bocah tujuh tahun, menghiraukan tatapan shock orang tuanya yang melihat tingkahnya itu.
Sedetik kemudian Kyuhyun tersadar dan meraba wajahnya, wajahnya pun berubah menjadi panik.
"Eomma, luka diwajahku masih terlihat. Bagaimana ini~?" Rengek Kyuhyun pada Heechul sambil menggoyangkan lengan ibunya.
Rasanya Heechul ingin menjitak kembali kepala Kyuhyun agar sadar umur, tapi melihat luka diwajah putranya dan rengekkan yang meminta pertolongan membuatnya urung untuk menjitaknya.
Yang ditatap hanya mengangkat bahunya pertanda tidak tahu membuat Heechul berdecak sebal. Sedikit mendorong kepala Kyuhyun dengan jari lentiknya di dahi putranya dan mendecih saat melihat Kyuhyun yang mempoutkan bibirnya.
"Eomma ada salep, walaupun tidak cepat tapi kita masih ada waktu. Kajja!" Heechul langsung menarik tangan Kyuhyun dan mulai dengan teriakan membahana sang nyonya rumah untuk para maid-nya.
Hangeng tertawa melihatnya, dalam hati dia bersyukur mempunyai keluarga yang ramai walaupun berisik tapi itulah yang diinginkannya sedari dulu, tidak seperti orang tuanya yang sibuk kerja sehingga suasana rumah menjadi hening dan sepi.
.
~o0o~
.
"Horeeee, makan diluar!" Seru yeoja ber-gummy smile, Eunhyuk.
"Yeyy, sudah lama kita tidak makan diluar." Kali ini yeoja berwajah aegyo yang bersorak, Sungmin.
"Ne, Minnie sudah lama sekali." Balas Eunhyuk semangat.
Kangin dan Leeteuk terkekeh melihat kedua putrinya yang semangat saat Kangin mengatakan akan makan malam diluar.
"Kita akan makan malam dengan sahabat appa." Kangin menambahkan membuat Eunhyuk dan Sungmin terdiam dan menatap ayahnya.
"Dengan siapa appa?" Tanya Eunhyuk.
"Nanti juga kalian akan bertemu dan tahu siapa sahabat appa." Jawab Kangin.
"Ayo kita persiapkan dari sekarang!" Seru Leeteuk membuat Eunhyuk dan Sungmin bingung. 'Bukankah waktunya masih lama?' Pikir Eunhyuk dan Sungmin.
Mengerti dengan tatapan kedua putrinya, Leeteuk berdehem pelan dan tersenyum manis memperlihatkan kedua lesung pipinya.
"Sebagai perempuan kita harus tampil cantik agar nantinya terlihat sempurna, pokoknya kali ini kalian ikut eomma ke salon dan berbelanja. Sudah lama juga kita tidak belanja bersama!" Kali ini Leeteuk yang berseru semangat dan dibalas dengan anggukkan semangat kedua putrinya.
Para yeoja pun beranjak dari duduknya dan melesat ke kamar masing – masing, meninggalkan Kangin yang menggelengkan kepalanya.
"Dasar para yeoja!" Gumam Kangin sambil terkekeh kecil.
.
~o0o~
.
"Makan malam?" Tanya Donghae saat Kyuhyun sudah kembali ke kantor dan memberitahu tentang ajakan ayahnya untuk makan malam dengan keluarga Lee dan juga mengajak Donghae untuk ikut serta.
"Kenapa aku harus ikut? Apa nanti akan makan malam dengan relasi bisnis dengan Hangeng ahjussi?" Biasanya Donghae diajak saat acara makan malam dengan relasi bisnis dari keluarga Cho.
"Kita akan makan malam dengan Keluarga Lee." Jawab Kyuhyun, Donghae hanya ber'oh' ria.
"Keluarga yeojachingu mu dan calon yeojachingu ku!" Jelas Kyuhyun sambil bersiap menutup kedua telinganya.
5 detik
10 detik
15 detik
Tidak terjadi apa – apa membuat Kyuhyun menurunkan kedua tangannya dari telinganya dan merasakan suasana yang hening, sampai-
"MWOOOO?" Teriak Donghae membuat Kyuhyun menggeram. 'Dasar ikan babo!' Umpat Kyuhyun.
"Kau serius kan, Kyu?" Tanya Donghae dengan mata berbinar.
"Hm." Donghae tersenyum lebar bahkan tidak mempermasalahkan saat Kyuhyun yang hanya membalas dengan deheman saja.
Tanpa banyak kata lagi, Donghae langsung melesat keluar menuju ruangannya meninggalkan Kyuhyun yang menatap pintu ruangannya dengan pandangan tidak percaya.
"Dasar, berlebihan sekali reaksinya!" Oh, Cho. Bahkan reaksimu melebihi dari reaksi Donghae tadi,
.
~o0o~
.
"Kau sudah melakukannya?" Tanya seorang namja.
'Ne, saya sudah melakukan semua perintah tuan.'
"Bagus, kau pergilah dari sana jangan sampai ada orang yang melihatmu." Perintah namja itu.
'Apa tidak perlu saya awasi sampai selesai tuan?'
"Tidak perlu, kerjamu cukup sampai disitu."
'Baik tuan'
PIP
Namja itu menyeringai sambil memegang ponselnya erat.
"Mati kau, Cho!" Desis namja itu.
.
~o0o~
.
"Inikah kedua putrimu? Sangat cantik seperti Leeteuk noona." Puji Hangeng melihat Eunhyuk dan Sungmin yang sangat cantik.
"Kau bisa saja Hangeng-ah. Ayo nak, perkenalkan diri kalian." Titah Kangin pada kedua putrinya.
"Annyeonghaseyo, naneun Lee Eunhyuk imnida. Dan ini adikku, Lee Sungmin."
"Annyeonghaseyo, Lee Sungmin imnida."
Sungguh, ingin sekali Heechul mencubit kedua pipi Eunhyuk dan Sungmin, terlebih pada Sungmin. 'Pantas saja si Evil itu tergila – gila pada Sungmin, ternyata aslinya memang cantik. Walaupun masih cantikkan aku' Batin Heechul.
"Tapi sifatnya sama seperti Kanginnie, keras kepala dan sama – sama heboh." Canda Leeteuk.
Para orang tua pun tertawa bersama, sedangkan kedua remaja itu menatap Keluarga Cho dengan tatapan kagum.
'Hangeng ahjussi tampan sekali' Batin Eunhyuk.
'Heechul ahjumma cantik sekali' Batin Sungmin.
'Pantas saja Kyuhyun tampan, ternyata..' Batin Eunhyuk dan Sungmin.
"Dimana putramu Hangeng-ah?" Tanya Kangin membuyarkan lamunan Eunhyuk dan Sungmin dan Keluarga Lee pun kompak menengok kanan kiri mencari putra Hangeng dan Heechul.
"Kedua putraku belum datang, mungkin masih dijalan." Jawab Hangeng.
"Dua? Bukankah putra kalian hanya satu?" Tanya Leeteuk.
"Sebenarnya hanya satu, kebetulan putraku mempunyai sahabat yang sudah dianggap kakak oleh putraku. Karena kedekatan mereka kamipun sama – sama menjadi dekat karena itu kami sudah menganggapnya seperti putra kami juga, bahkan orang tuanya juga menganggap putraku seperti anaknya juga." Jelas Heechul
Drrt drrt
Hangeng mengambil ponselnya saat merasakan ponselnya yang bergetar.
"Yeoboseyo."
'…'
"A-apa? Dimana putraku sekarang?" Heechul mengernyitkan dahinya melihat suaminya yang tegang.
'…'
"Aku akan kesana." Hangeng memutuskan panggilan telepon tadi menatap Heechul.
"Kyuhyun kecelakaan, kita harus ke rumah sakit sekarang." Ucap Hangeng sambil menggenggam tangan Heechul agar tenang.
Heechul pucat pasi, air matanya mulai menetes. Hangeng langsung memeluknya dan menatap Kangin.
"Maaf Kangin-ah, kami harus pergi." Pamit Hangeng.
"Kami juga akan ikut kesana." Ucap Kangin, Leeteuk menganggukkan kepalanya pertanda setuju.
Mereka tidak tahu, Eunhyuk yang sedang memegang tangan dongsaeng-nya yang bergetar menahan tangis.
.
.
To Be Continued
Hai saya kembali, masih ingatkah dengan ff ini? Maaf saya terlalu lama updatenya, dikarenakan kesibukan saya. Setelah ini saya libur kuliah sampe bulan maret, semoga chapter 12 tidak lama yaaa..
Terima kasih yang sudah review di chap 10, follow maupun favorite terima kasih banyak. Maaf tidak saya sebutkan satu – satu, tapi comment kalian say abaca kok.
Bahkan komentar "Sungmin Out" bahkan "Kyumin is not real" pun saya baca.. XD
Sebelumnya aku pernah baca comment itu di ff lain, dan perbah beranggapan "Aku ga dapet" tapi ternyata aku dapet!
Tapi itu hanya aku jadiin lelucon aja siiii…
Maaf untuk typo dan semoga tidak mengecewakkan ya di chap ini.
Review lagi, ne!
Terima kasih
ratu kyuhae
