Be My Girl
.
KyuMin FanFiction
.
Presented by ratu kyuhae
.
GS, Typo bertebaran, tidak sesuai EYD, alur berantakan
.
Don't Like, Don't Read, No Bash
.
Chapter 12
.
.
'Jadi yang dimaksud makan malam dengan sahabat appa itu keluargamu Kyu?'
"Ne, aku sudah tidak sabar untuk bertemu denganmu." Kyuhyun tahu diseberang sana, kedua pipi yeojanya terdapat rona merah yang membuatnya tidak tahan untuk mencubitnya.
'MINNIE KAU SUDAH SIAP BELUM?'
'NE, EONNI TUNGGU SEBENTAR.'
Kyuhyun mengernyit saat mendengar teriakan dua bersaudara Lee itu, sedikit menjauhkan ponselnya dari telinganya saat Sungmin membalas teriakan kakaknya itu.
"Kau mau pergi?" Tanya Kyuhyun.
'Ne, eomma mengajakku dan Hyukkie eonni jalan – jalan dan berbelanja.'
"Yasudah, hati – hati dijalan. Saranghae!" Cukup lama mereka terdiam dan Kyuhyun tetap menunggu dengan hati yang berdebar, sampai…
'Nado.'
PIP
Kyuhyun mematung, bahkan ponselnya masih berada ditelinganya walaupun Sungmin sudah memutuskan panggilannya begitu pula dengan ketukkan pintu yang semakin keras.
Jengah, namja yang mengetuk pintu sang direktur memutuskan untuk masuk.
Cklek
"SUNGMIN MEMBALAS PERNYATAAN CINTAKU!"
demi semua boneka ikan yang ada dikamarnya, ingin rasanya Donghae menutup mulut sahabatnya itu dengan lakban.
Donghae menutup pintu yang sebelumnya tersenyum tipis pada karyawan yang sedang menatap ruang sang direktur.
Blam
"HYUNG, AK-"
PLETAK
"BERHENTI BERTERIAK CHO KYUHYUN, TERIAKANMU MEMBUAT TELINGAKU SAKIT!"
"KAU JUGA BERTERIAK HYUNG DAN KENAPA KAU MEMUKUL KEPALAKU? KALAU AKU AMNESIA BAGAIMANA?"
Donghae memutar kedua matanya malas, 'Katanya jenius, tapi baru dijitak saja sudah seperti pemikiran anak SD.' Batinnya.
"Salahmu sendiri berteriak dan lagi, bagaimana mungkin sebuah jitakkan bisa membuat orang amnesia?" Ucap Donghae malas.
"Kenapa kau kemari hyung?" Tanya Kyuhyun masih mengelus kepalanya yang sepertinya sedikit benjol.
"Erick tadi menghubungiku katanya dia susah sekali menghubungimu makanya dia menghubungiku dan menyampaikan pesan untukmu." Jelas Donghae yang sudah duduk dengan nyaman.
"Erick?" Tanya Kyuhyun dengan wajah bingung membuat Donghae membelalakkan matanya. 'Sebegitu parahkan jitakkan ku? Bahkan orang terpercayanya saja dia lupa.' Pikirnya
"Kyu, apa kau tahu namaku?" Tanya Donghae memastikan.
"Ck, tentu saja bodoh! Namja yang menggilai ikan, menyebalkan, dan suka memakai baju yang berlapis - lapis saat musim dingin yang tandanya kau sudah tua." Decak Kyuhyun malas.
"YA! MEMANGNYA KAU MAU MATI KEDINGINAN, HAH?" Seru Donghae tidak terima, yang ditanya justru mengangkat kedua bahunya acuh.
"Apa pesan Erick?" Tanya Kyuhyun.
"Pesannya.."
.
~o0o~
.
'Kau sudah melakukannya?'
"Ne, saya sudah melakukan semua perintah tuan."
'Bagus, kau pergilah dari sana jangan sampai ada orang yang melihatmu.'
"Apa tidak perlu saya awasi sampai selesai tuan?"
'Tidak perlu, kerjamu cukup sampai disitu.'
"Baik tuan"
PIP
BUGH! BRUK!
Namja yang baru saja selesai memutuskan panggilan terjatuh saat kepalanya dihantam sesuatu, sedangkan sang pelaku pemukulan menatap namja yang sudah pingsan itu langsung menghubungi seseorang.
'Bagaimana?'
"Beres tuan, saya hanya tinggal melakukan rencana terakhir."
'Bagus, jangan sampai ada yang terlewat dan pastikan tidak ada saksi mata yang melihatmu.'
"Baik tuan."
PIP
"Lakukan sekarang seperti yang sudah direncanakan tadi." Perintahnya dan dibalas dengan anggukkan anak buahnya dan dimulailah rencana itu dengan mengangkat namja yang pingsan tadi kemudian dimasukkannya ke dalam mobil.
.
~o0o~
.
"Yeoboseyo."
'…'
"A-apa? Dimana putraku sekarang?" Heechul mengernyitkan dahinya melihat suaminya yang tegang.
'…'
"Aku akan kesana." Hangeng memutuskan panggilan telepon tadi menatap Heechul.
"Kyuhyun kecelakaan, kita harus ke rumah sakit sekarang." Ucap Hangeng sambil menggenggam tangan Heechul agar tenang.
Heechul pucat pasi, air matanya mulai menetes. Hangeng langsung memeluknya dan menatap Kangin.
"Maaf Kangin-ah, kami harus pergi." Pamit Hangeng.
"Kami juga akan ikut kesana." Ucap Kangin, Leeteuk menganggukkan kepalanya pertanda setuju.
Drrt drrt
Lagi, ponsel Hangeng bergetar dengan cepat namja china itu mengambil ponselnya dan menggeser ikon hijau dan menempelkannya pada telinganya.
'Appa.'
"Kyu? Ini kamu nak?" Tanya Hangeng memastikan membuat Heechul berhenti menangis dan menatap suaminya.
'Ne, ini aku appa.'
"Tapi, bagaimana bisa? Tadi itu-" Ucap Hangeng bingung.
'Nanti aku jelaskan appa, lebih baik sekarang appa dan eomma pulang kerumah dan ajak keluarga Lee juga appa.'
"Baiklah, tapi kau ada dimana nak?" Tanya Hangeng.
'Dirumah appa, Donghae hyung juga ada disini. Aku tunggu appa!'
"Ne."
PIP
"Itu tadi Kyuhyun? My Evilkyu? Dia tidak apa – apa kan?" Tanya Heechul bertubi – tubi.
"Aku juga tidak tahu pasti, lebih baik sekarang kita pulang kerumah, dan kuharap kalian juga ikut ada yang ingin kusampaikan pada kalian." Hangeng menatap Kangin dan Leeteuk bergantian.
"Tentu, kami akan mengikutimu dari belakang." Balas Kangin.
.
~o0o~
.
"Huwaaaa, aku laparrrr!" Teriak namja ikan itu membuat namja yang duduk diseberangnya melempar bantal dan tepat mengenai wajah namja yang berteriak itu.
"Sabar hyung, lagipula aku sudah meminta para maid untuk memasak makan malam. Nanti kalau orang tuaku dan orang tua Sungmin datang baru kita akan makan. Tidak sabaran sekali!" Cibir Kyuhyun.
"Habisnya, seharusnya kita sedang makan malam diluar bersama Eunhyukkieku dan calon mertua." Donghae balas melempar bantal ke wajah Kyuhyun, dengan gesit Kyuhyun memiringkan wajahnya membuat bantal itu terlempar jauh.
"Kyunnie, kau di-"
BUGH
Kyuhyun dan Donghae melotot horror saat mendengar suara yang tidak asing ditelinganya. Dengan cepat kyuhyun menoleh kebelakang sedangkan Donghae memiringkan kepalanya memastikan bahwa pikiran mereka salah. Tapi ternyata..
Glek
Kyuhyun dan Donghae menelan salivanya susah, sedangkan objek yang dipandangi dua namja itu sedang menggeram marah dan tatapan kaget dari beberapa pasang mata yang melihat bagaimana bantal itu melayang dan tepat mengenai wajah yeoja yang biasa dipanggil Cinderella itu.
"CHO KYUHYUN! LEE DONGHAE!"
"Eomma, bukan aku tapi Donghae hyung yang lempar!" Bela Kyuhyun.
"Ahjumma, Kyuhyun juga salah. Harusnya dia tidak menghindar dari lemparanku!" Alasan Donghae.
"DIAM KALIAN DITEMPAT!" Murka Heechul dan berjalan menghampiri Kyuhyun dan Donghae yang tentu saja tidak menuruti perkataan Heechul dan mulai berlari kemanapun asal tidak ditangkap oleh Cinderella itu.
Dan dimulailah acara pengejaran itu tidak lupa dengan teriakan – teriakan, Hangeng langsung tersadar dan mempersilahkan Keluarga Lee untuk duduk.
"Maaf ya, mereka memang selalu seperti ini." Ujar Hangeng dan dibalas dengan tawaan Kangin.
"Tidak apa – apa, kau pasti senang dengan suasana ini bukan?" Tebak Kangin dan dijawab dengan anggukkan Hangeng.
"Aku lebih senang dengan suasana yang seperti ini." Jawab Hangeng.
"Akkhh.. Appo eomma."
"Akkhh.. Ahjumma appo."
Hangeng terkekeh melihat Heechul yang menjewer telinga Kyuhyun dan Donghae dan menyeretnya menuju tempat mereka duduk dan lokasi pelemparan bantal itu.
"Sudahlah, telinga mereka bahkan sampai merah seperti itu."
Donghae dan Kyuhyun mengangguk cepat mendengar ucapan Hangeng tadi, berharap Cinderella ganas ini menuruti perkataan sang pangeran.
"Ck, kali ini kalian lolos." Heechul melepaskan jewerannya dan duduk disebelah Hangeng diikuti Kyuhyun yang lebih memilih duduk disamping ayahnya dan Donghae yang duduk disamping Kyuhyun, menghindari Heechul. Dan jangan lupakan tangan mereka yang masih mengusap telinganya bekas jeweran Heechul.
"Noona, kau sama sekali tidak berubah." Kekeh Kangin.
"Kasian telinga mereka sampai merah seperti itu." Ucapan lembut Leeteuk membuat Kyuhyun yang baru bertemu orang tua Sungmin itu meratapi nasib karena mempunyai ibu yang ganas berbanding terbalik dengan ibu Eunhyuk dan Sungmin.
Seakan teringat sesuatu Heechul langsung menghampiri Kyuhyun membuat Donghae menggeserkan badanya karena Heechul yang duduk diantara dirinya dan Kyuhyun.
"Kau tidak apa – apa? Tidak ada yang luka? Apa kau juga ada yang luka Hae-yah?" Tanya Heechul sembari memeriksa tubuh Kyuhyun dan Donghae.
"Ada." Jawab Donghae dan Kyuhyun kompak membuat Heechul terbelalak.
"Apa yang luka? Beritahu eomma." Tanya Heechul cepat
"Telingaku!" tunjuk Kyuhyun ke telinganya yang memerah bekas jeweran Heechul diikuti dengan Donghae yang menunjuk telinganya membuat sang eomma berdecak dan memukul kepala Donghae dan Kyuhyun pelan.
"Kepalaku juga!" Seru Donghae dan Kyuhyun kompak.
"Sepertinya kalian selamat tidak ada yang luka." Ujar Hangeng memperhatikan tubuh Donghae dan Kyuhyun.
"Kami memang tidak apa – apa." Jawab Kyuhyun.
"Oh ya, kalian berdua perkenalkan diri kalian pada keluarga Lee."
"Annyeonghaseyo, naneun Lee Donghae imnida." Donghae membungkukkan badanya saat perkenalan diri, diikuti Kyuhyun yang juga memperkenalkan diri.
"Annyeonghaseyo, naneun Cho Kyuhyun imnida."
"Anak kalian tampan!" Celetuk Leeteuk dan disetujui oleh Kangin.
"Memang tampan tapi kalau Evil tampannya hilang eonni!" Balas Heechul membuat senyum Kyuhyun pudar dan mendelik pada ibunya.
'Sangat cocok dengan uri Sungminnie.' Batin Kangin dan Leeteuk.
"Lalu kenapa tadi ada yang menelepon dan mengatakan kalau kau kecelakaan Kyu?" Tanya Hangeng.
"Benarkah? Siapa yang menelepon appa?" Tanya Kyuhyun cepat.
"Pihak kepolisian, katanya mereka menemukan sebuah mobil yang masuk ke dalam jurang dan saat mereka memeriksa mobil itu ditemukan mayat yang diketahui melalui data yang mereka dapat bahwa itu adalah kau." Jelas Hangeng panjang lebar.
Heechul membelai wajah anaknya dengan mata yang berkaca – kaca. Kyuhyun yang melihat ibunya hampir menangis memegang tangan yang sedang membelainya dan tersenyum.
"Aku tidak apa – apa eomma." Kyuhyun sedikit berpikir sebelum melanjutkan ucapannya.
"Ada seseorang yang ingin mencelakaiku dan orangku sudah membereskannya, mungkin mayat yang didalam mobilku itu pelakunya." Lanjut Kyuhyun.
"Ya tuhan, siapa yang melakukan itu?" Tanya Kangin kaget.
"Ahjussi, sebelumnya kami ingin memberitahu sesuatu kepada keluarga ahjussi." Ucap Kyuhyun mulai serius.
Bertanya Eunhyuk dan Sungmin? Mereka hanya terdiam dan mendengarkan, sebelumnya Sungmin menarik nafas lega saat melihat Kyuhyun yang tidak terluka sedikitpun.
"Apa ini berhubungan dengan yang ingin kau sampaikan Hangeng-ah?" Tanya Kangin menatap sahabatnya itu dan dibalas dengan anggukkan.
"Kyu, kau ambil datanya diruang kerja." Dengan sigap Kyuhyun langsung menuju ruang kerja dan mengambil map yang berisi data penting itu atas perintah ayahnya.
'Tamatlah riwayatmu, Kim Jungmo!' Kyuhyun menyeringai melihat map itu.
.
~o0o~
.
'Ditemukan sesosok mayat di sebuah mobil Audi TT Coupe berwarna putih yang masuk kedalam jurang, menurut pihak kepolisian kecelakaan tersebut dikarenakan rem yang blong dan akhirnya masuk ke jurang. Mayat tersebut saat ini sudah dibawa kerumah sakit untuk di autopsy karena kondisi mayat yang sudah hangus terbakar.'
"HA HA HA" Namja itu tertawa puas melihat berita itu dan dia hapal betul mobil musuhnya itu.
"Sudah seharusnya kau mati Cho Kyuhyun dan Sungmin akan menjadi milikku seutuhnya!" Namja itu kembali menegak wine favoritenya dan menyeringai puas.
Namja itu meraih ponselnya dan menghubungi orang terpercayanya yang sudah berhasil membunuh musuhnya itu.
'Maaf, nomor yang anda tuju-'
PIP
Jungmo mengernyit, biasanya orang itu tidak susah untuk dihubungi, tidak lama Jungmo mengangkat kedua bahunya acuh dan kembali meminum wine sendiri yang rencana ingin mengajak suruhannya itu.
.
.
To Be Continued
Hai, saya kembali… maaf tidak bisa update cepat, maklum resiko orang libur diajak libur kemana – mana jadi tidak sempat menulis. #curhat
Saya tahu ini kurang panjang dan kyumin moment yang hanya secuil, tapi saya sengaja karena sekarang sudah mulai fokus pada pembongkaran kejahatan Jungmo oppa, jadi kemungkinan chap depan End, tapi masih kemungkinan ya..
Makasih untuk review, favorite dan follow ff abal ini..
dua hari yang lalu saya mau menulis ff ini tapi saya lagi suka D&E "Breaking Up" alhasil saya menunda menulis karena saya terlalu menikmati pada album "The Beat Goes On" #download mp3 satu album dan download MVnya XD
Maaf ya kalau ff ini kurang memuaskan dan juga untuk typo yang bertebaran dimana – dimana, karena aku nulis di komputer tapi update di hp dan kalau di hp susah buat periksa dan memperbaiki sedangkan di komputer, biasalah internet sehat.
Sampai jumpa di chap 13! #lambai2
Review lagi, ne!
Terima kasih
ratu kyuhae
