Be My Girl

.

KyuMin FanFiction

.

Presented by ratu kyuhae

.

GS, Typo bertebaran, tidak sesuai EYD, alur berantakan

.

Don't Like, Don't Read, No Bash

.

Chapter 13

.

.

"I.. Ini tidak mungkin." Kangin menggelengkan kepalanya berkali - kali tidak percaya dengan apa yang dia baca saat ini, keluarga Kim yang sudah dia anggap seperti penolongnya ternyata melakukan hal menjijikan seperti ini. Penggelapan dana, pembunuhan terhadap mantan karyawannya yang sudah melakukan penggelapan dana atas suruhan JK Corp dan juga cara licik yang dilakukannya untuk mendapatkan putrinya.

Tidak hanya Kangin, Leeteuk dan Sungmin pun sama kagetnya berbeda dengan Eunhyuk yang menghembuskan nafas lega. Dengan ini mereka bisa bekerja sama untuk menjebloskan Kim Jungmo ke penjara.

"Brengsek, berani – beraninya dia melakukan itu terhadap keluargaku." Geram Kangin, Leeteuk hanya bisa mengelus lengan suaminya berharap itu bisa membuat suaminya itu menahan emosinya walaupun dirinya juga marah, tapi dia yakin suaminya pasti bisa mengatasinya dan melindungi keluarganya.

"Kangin-ah, serahkan semua masalah ini kepada anakku." Kangin menatap heran pada sahabatnya itu.

"Tidak, ini menyangkut tentang keluargaku. Aku akan memberi perhitungan padanya!" Ucap Kangin penuh amarah setelah melihat putrinya yang masih terdiam.

"Ahjussi, serahkan semua masalah ini padaku. Aku akan membalas semua perbuatannya terhadap keluarga ahjussi." Mohon Kyuhyun.

"Memang apa yang akan kau lakukan?" Tanya Kangin.

"Yang jelas sebelum dia masuk penjara saya akan membuat dia menderita terlebih dahulu, apalagi dia juga sudah melakukan percobaan pembunuhan terhadap saya." Jelas Kyuhyun.

"Maksudmu yang mencoba membunuhmu tadi adalah Kim Jungmo?" Tanya Kangin memastikan.

"Ne, ahjussi. Karena itu biarkan aku membereskan semuanya." Ucap Kyuhyun tegas membuat Kangin menaruh kepercayaan terhadap putra sahabatnya itu.

"Baiklah, kupercayakan semuanya padamu."

"Terima kasih, ahjussi."

.

~o0o~

.

"Daritadi kau diam saja." Ucapan Kyuhyun menyadarkan Sungmin dari lamunanya, mengerjab sebentar saat dia sadar bahwa dirinya dan namja disampingnya ini duduk di taman belakang mansion Cho.

"Kau baru sadar kalau kita sedang berada disini?" Kyuhyun terkekeh melihat wajah imut yeojanya itu, Sungmin menundukkan kepalanya karena malu. 'Pasti aku terlihat bodoh tadi.' Rutuknya.

"Aigoo, kau imut sekali Ming!" Kyuhyun mencubit kedua pipi chubby Sungmin gemas.

"Sakit Kyu~" Rengek Sungmin sambil mengusap pipinya yang sudah dilepas dari cubitan Kyuhyun.

Kyuhyun terkekeh dan menarik tubuh Sungmin untuk jatuh kepelukannya dan itu sukses membuat jantung keduanya berdetak kencang.

"Aku tahu kau kaget dengan kebenaran ini, tapi kau percaya padakukan?" Sungmin mengangguk dan membalas pelukan Kyuhyun membuat namja itu tersenyum.

"Ternyata ini yang dimaksud dengan semua perkataanmu padaku." Sungmin mendongak menatap Kyuhyun dengan senyum manisnya.

"Tentu, aku tidak ingin kau banyak pikiran bahkan sampai memperlambat sidangmu." Jelas Kyuhyun.

"Oh ya, kapan sidangmu dilakukan?" Tanya Kyuhyun.

"Minggu depan sidangnya." Jawab Sungmin.

"Semoga kau sukses sayang dan setelah kau selesai sidangmu aku akan membawamu ke suatu tempat." Kyuhyun mengecup sekilas bibir Sungmin.

"Kemana?" Tanya Sungmin masih dengan wajah meronanya saat Kyuhyun menciumnya tadi.

"Nanti kau juga akan tahu." Setelah menjawab seperti itu Kyuhyun langsung mendekatkan wajahnya hingga bibirnya menempel sempurna pada bibir shape M milik Sungmin.

Mereka berciuman, melumat bahkan Sungmin membiarkan saat Kyuhyun membelit lidahnya lembut.

"Enghhh.." Desah Sungmin di sela – sela ciumannya membuat Kyuhyun yang mendengar desahan Sungmin makin bersemangat menghisap bibir bawah yeojanya itu.

"Cpk.. Cpk.." Bunyi kecipak mulut yang beradu pertanda ciuman mereka yang semakin panas hingga sebuah suara menginstruksi kegiatan mereka.

"Wah, panas sekali!" Seru namja tampan penyuka ikan itu.

"Kyu, jangan berikan aku keponakan sebelum adikku lulus kuliah!" Kali ini yeoja ber – gummy smile yang bersuara.

Refleks, Sungmin langsung mendorong dada Kyuhyun untuk menghentikan kegiatan mereka dan itu berhasil membuat Kyuhyun kesal.

"Kalian mengganggu!"

"Wow, santai Kyu. Kalau kami tidak menghentikan kalian mungkin saat ini telingamu kembali merah." Ujar Donghae santai.

"Maksudmu?" Tanya Kyuhyun bingung.

"Kalian ada disini ternyata, sebaiknya kalian masuk kedalam karena kita akan makan malam." Setelah berkata seperti itu Heechul kembali masuk kedalam.

Kyuhyun melongo melihat ibunya yang kembali masuk kedalam, dalam hati dia bersyukur dengan kedatangan Donghae dan Eunhyuk yang membuatnya berhenti dalam kegiatan ciumannya dengan sang pujaan hati. Kalau sampai Heechul melihatnya, seperti yang dikatakan Donghae tadi telinganya akan kembali merah karena dijewer Cinderella ganas itu.

"Sudah mengerti Cho Kyuhyun?" Ujar Donghae bangga.

"Arrayo, Gomawoyo Donghae hyung." Ucap Kyuhyun melengos.

"Ucapan terima kasih macam apa itu?" Cibir Donghae.

Sedangkan kedua yeoja Lee itu tertawa melihat interaksi Kyuhyun dan Donghae. Sungmin langsung menghentikan tawanya saat melihat Kyuhyun yang menatapnya, tanpa berkata apapun Kyuhyun menarik tangan Sungmin untuk masuk kedalam.

.

~o0o~

.

"Yeobo, kenapa kau diam saja? Sejak kita dijalan sampai tiba dirumah kau menjadi pendiam." Tanya Leeteuk khawatir melihat suaminya yang hanya terdiam.

"Aniyo, kau jangan khawatir yeobo. Aku tidak apa – apa, lebih baik kau istirahat." Ujar Kangin dengan senyum lembutnya menatap sang istri.

"Aku ingin ke kamar Hyukkie dan Minnie dulu sebentar." Leeteuk berjalan meninggalkan kamarnya meninggalkan Kangin yang menatap punggung istrinya sendu.

'Kyuhyun-ah, aku percayakan padamu. Bereskan namja itu sebelum putriku melakukan sidang, kalau sampai namja itu belum dijebloskan ke penjara maka ahjussi akan segera bertindak.' Ucap Kangin tegas.

'Percayakan semuanya padaku ahjussi.' Balas Kyuhyun mantap.

Kilasan ucapan dirinya dan Kyuhyun saat berbicara empat mata membuatnya tenang, karena dia percaya Kyuhyun pasti akan menyelesaikan masalah ini secepatnya. Kembali teringat ucapan Kyuhyun yang membuatnya tertawa kecil, 'Ternyata anakku sudah besar – besar' batin Kangin.

Flashback

'Dan..' Kangin menatap Kyuhyun yang menggantungkan kalimatnya, dan kini ia melihat bagaimana wajah seorang putra Cho Hangeng yang memerah.

'Kalau boleh, ijinkan aku untuk berdekatan dengan putri ahjussi.' Lanjut Kyuhyun tersenyum malu membuat Kangin terkekeh.

'Eunhyuk maksudmu?' Tanya Kangin semangat.

Aniyo ahjussi!' Bantah Kyuhyun cepat.

'Aku bisa digantung Donghae hyung kalau aku berdekatan dengan Hyukkie noona.' Lanjut Kyuhyun sambil membayangkan bagaimana seramnya Donghae saat mengamuk, mungkin dirinya akan ditenggelamkan di kolam yang penuh dengan ikan nemo dan dijadikan koleksinya. Pikir Kyuhyun ngeri.

'Donghae? Maksudmu Lee Donghae menyukai Eunhyukkie?' Tanya Kangin.

'Bahkan mereka sudah berpacaran ahjussi.' Jawab Kyuhyun tanpa sadar.

'MWO?' Teriak Kangin tidak percaya membuat Kyuhyun menutup mulutnya dengan sebelah tangannya.

'Benarkah itu? Sejak kapan?' Tanya Kangin tidak sabaran.

'Eh itu, lebih baik ahjussi tanya saja pada Donghae hyung atau Hyukkie noona.' Cengir Kyuhyun.

'Tunggu! Kalau bukan Eunhyukkie berarti kau menyukai Sungminnie?' Tanya Kangin tepat karena melihat Kyuhyun yang mengangguk dan tersenyum manis.

'Ahjussi harus menanyakan ini dulu pada Sungminnie.' Ujar Kangin.

'Bahkan tadi pagi Sungmin membalas pernyataan cintaku ahjussi.' Ucap Kyuhyun bangga membuat Kangin tertawa.

'Baiklah, ahjussi mengijinkanmu.'

'Ahjussi, setelah Sungmin selesai sidang aku ingin mengajaknya ke suatu tempat. Ahjussi mau membantu?'

'Bantu apa?'

Flashback End

Kangin menggelengkan kepalanya mengingat rencana Kyuhyun yang tidak dia duga sebelumnya.

Kangin membaringkan tubuhnya diatas ranjang bersiap untuk tidur, mungkin dia besok akan menginterogasi kedua anaknya.

.

~o0o~

.

Tok tok tok

Cklek

"Eomma, aku pikir Hyukkie eonni." Sungmin tersenyum manis dan membuka pintu lebar – lebar untuk ibunya yang mulai memasuki kamarnya.

"Eomma tadi ke kamar Hyukkie tapi ternyata dia sudah tidur, Minnie belum tidur?" Tanya Leeteuk sambil mengelus putrinya yang sedang membereskan peralatan kuliahnya.

"Habis ini Minnie tidur kok eomma." Jawabnya.

"Minnie, boleh eomma bertanya?" Sungmin menatap ibunya bingung dan menganggukkan kepalanya, mendekati ibunya yang duduk di pinggiran ranjang.

"Sebelumnya eomma dan appa minta maaf telah melibatkanmu dalam urusan masalah ini." Sungmin memegang tangan ibunya saat melihat mata Leeteuk yang mulai berkaca – kaca.

"Minnie tidak apa – apa eomma, lagipula bukankah sekarang sudah mulai jelas. Aku yakin Kyuhyun bisa menyelesaikannya." Ucap Sungmin member keyakinan pada ibunya.

"Eomma percaya sayang. Tapi, bagaimana dengan perasaanmu? Eomma lihat sebelumnya Minnie terlihat shock, tapi saat makan malam Minnie terus tersenyum saat berbincang dengan putra Cho."

"Maksud eomma Kyuhyun?" Tanya Sungmin dan Leeteuk tersenyum melihat putrinya yang menunduk malu.

"Minnie menyukai Kyuhyun ya?" Leeteuk tertawa melihat wajah Sungmin yang memerah.

"Eomma~" Rengek Sungmin meminta ibunya berhenti tertawa.

"Jadi benar?" Tanya Leeteuk berusaha menghentikkan tawanya.

"Ne eomma." Jawab Sungmin malu – malu.

"Lalu Kyuhyun bagaimana? Tapi eomma lihat sepertinya dia menyukaimu juga ya?" Leeteuk membawa putrinya ke pelukan hangatnya membuat Sungmin merasa nyaman.

"Ne, Kyuhyun sering mengatakan kalau aku adalah yeojanya. Bahkan tadi pagi dia mengatakan 'Saranghae' eomma." Jawab Sungmin.

"Benarkah? Lalu Minnie balas apa?" Tanya Leeteuk penasaran.

"Minnie.. Minnie balas 'Nado'!" Leeteuk kembali tertawa.

"Aigoo, ternyata putri eomma sudah punya kekasih!" Goda Leeteuk.

"Eomma~" Rengek Sungmin sambil mengerucutkan bibirnya.

"Baiklah, kuharap Eonni mu tidak mengamuk karena Minnie mendahuluinya yang sudah punya kekasih." Leeteuk bangkit dari duduknya saat Sungmin ingin membuka mulutnya.

"Lebih baik sekarang Minnie tidur, sudah malam. Jaljayo Minnie!" Leeteuk keluar dari kamar putrinya, meninggalkan Sungmin yang masih duduk di pinggaran ranjang.

"Bahkan Hyukkie eonni sudah berpacaran sebelum aku eomma." Itulah kata yang ingin Sungmin katakan pada ibunya.

.

~o0o~

.

Jungmo menatap ponselnya bingung, dari semalam bawahannya itu susah sekali untuk dihubungi. Tiba – tiba firasat buruk mulai melandanya, dan sekarang dia mulai tak tenang.

Tok tok tok

Suara pintu yang diketuk, terdengar sedikit tidak sabaran membuat Jungmo mendelik kesal.

"Masuk."

Pintu pun terbuka, Jungmo menatap sekretarisnya yang terlihat. Pucat?

"Ada apa denganmu?" Tanyanya.

"Jwesonghamnida sajangnim, tapi kita benar – benar mengalami masalah sajangnim." Jungmo membelalakkan matanya mendengar ucapan dari sekretarisnya.

"Masalah apa lagi?" Tanya Jungmo tidak sabaran.

"Selain JW Corp yang menarik semua dana dari hubungan kerja sama kita, kini semua relasi bisnis yang bekerja sama dengan perusahaan kita memutuskan untuk menarik semua dana dengan alasan yang tidak jelas." Jelas sekretaris itu.

"Bagaimana bisa seperti ini?" Jungmo mengacak rambutnya frustasi.

"Masih ada lagi sajangnim." Ujar sekretaris itu mulai menunduk takut.

"Apa lagi?" Jungmo menatap sekretarisnya tajam.

"Para karyawan mulai protes saat mengetahui masalah ini, karena bulan ini para karyawan belum mendapatkan gaji bahkan ada yang memutuskan untuk mengundurkan diri dari perusahaan." Jawabnya.

"Biarkan saja mereka, dasar tidak tahu berterima kasih. Hanya uang dan uang yang mereka inginkan, menjijikan." Desis namja itu geram.

"Lalu, bagaimana ini sajangnim?" Tanya sekretarisnya.

"Apa ayahku tahu tentang masalah ini?"

"Sudah sajangnim, bahkan hari ini presdir akan kemari untuk bertemu anda." Jungmo membelalakkan matanya kaget.

"Keluar dari ruanganku, SEKARANG!"

Sekretaris itu pun keluar dengan terbirit – birit, sedangkan Jungmo mengatur nafasnya yang tidak beraturan.

.

~o0o~

.

"Apa yang sebenarnya terjadi Kim Jungmo?" Desis Presdir Kim geram.

Jungmo hanya menunduk, dia sendiri tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi hingga perusahaan yang sedang dikelolanya itu bisa kehilangan semua dana dari relasi bisnisnya.

"Aku memberikanmu posisi direktur diperusahaan bukan untuk dihancurkan tapi untuk dikembangkan!" Jungmo memejamkan matanya dan mengepalkan tangannya erat mendengar bentakan dari ayahnya.

"Kenapa kau hanya diam? Jawab pertanyaanku, kenapa semua relasi bisnis perusahaan mencabut semua dana kerja sama? Bahkan rekan kerja kita yang sudah mempercayai kita sejak lama juga mencabut hubungan kerja kita."

"Saya tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi Presdir." Jawab Jungmo jujur.

"Tidak tahu? Bagaimana bisa kau tidak tahu sedangkan perusahaan ini kau yang memegangnya."

"Saya baru mengetahui kabar ini pagi tadi Presdir." Jungmo kembali berusaha untuk tenang.

"Apa kau mempunyai musuh? Atau kesalahan?" Tanya Presdir Kim.

"A.. Aniyo Presdir." Jawab Jungmo gugup dan itu disadari oleh Presdir Kim.

BRUK

"Lalu apa ini?" Jungmo menatap bingung pada sebuah map yang baru saja dilemparkan dimeja kerjanya oleh ayahnya, dengan ragu Jungmo mengambil map itu kemudian membukanya dan matanya terbelalak membaca tiap detail tulisan di map itu. 'Bagaimana mungkin? Bukankah dari awal tidak ada saksi?' Batin Jungmo berkecamuk.

"Bisa kau jelaskan maksud dari surat itu? Kau melakukan penggelapan dana pada setiap relasi bisnismu, memalukan!"

"Presdir, i-"

"Kau mau mengelak? Disitu tertulis semua tindak kejahatanmu bahkan bukti – bukti itu lengkap."

"Cari tahu siapa yang melakukan ini dan musnahkan semua buktinya, terserah apa yang akan kau lakukan pada orang itu yang pasti nama keluarga Kim harus bersih tanpa ada kotoran sedikitpun." Ucap Presdir Kim menatap putranya tajam.

"Baik Presdir."

Tanpa bicara apa – apa lagi, Presdir keluar dari ruangan putranya menghiraukan sapaan hormat dari para karyawannya.

.

~o0o~

.

"Bagaimana Kyu?" Tanya namja paruh baya pada putra tunggalnya itu.

"Tenang saja appa, aku sudah menyelesaikan dari semalam dan pagi tadi aku mendapatkan hasil yang sangat memuaskan." Jawab namja tampan penyuka game itu.

"Tidak kusangka kau melakukannya dengan cepat." Hangeng terkekeh melihat putranya yang semangat untuk menghancurkan keluarga Kim.

"Tentu saja, apapun untuk Sungmin aku akan melakukan apapun untuknya." Ujar Kyuhyun bangga.

Tok tok tok

"Masuk"

Cklek

"Ada apa hyung?" Tanya Kyuhyun pada namja yang baru masuk, Lee Donghae.

"Siang tadi Presdir Kim mendatangi perusahaan Jungmo dan saat aku menyewa mantan karyawannya yang baru keluar untuk mencari tahu pembicaraan mereka." Jawabnya.

"Lalu apa yang kau dapat, Hae-yah?" Tanya Hangeng penasaran.

"Mereka mulai menyelidiki siapa yang sudah membocorkan tindak kejahatan Jungmo dan ayahnya juga membiarkan Jungmo melakukan apapun untuk membereskan orang itu." Jelas Donghae.

"Semakin menarik bukan?" Seringai khas Kyuhyun begitu mengerikan hingga rasanya ingin Donghae menjitak kepala Kyuhyun jika saja tidak ada Hangeng ahjussi.

"Benar, kita biarkan mereka mencari tahu." Saran Hangeng dan dianggukki setuju Kyuhyun pertanda setuju, berbanding terbalik dengan Donghae yang terkejut.

"Kenapa dibiarkan ahjussi? Kalau mereka akan melakukan yang dapat membunuh kita bagaimana? Kan ahjussi tahu sendiri bagaimana Kim Jungmo itu." Cerocos Donghae membuat Kyuhyun memutar bola matanya malas dan kekehan Hangeng.

"Kita biarkan mereka merasa menang terlebih dahulu baru setelah itu kita hancurkan dan kita yang akan memenangkan permainan itu." Jelas Hangeng.

Oh, bahkan sekarang Donghae semakin merinding melihat smirk yang terpancar dari pasangan ayah dan anak ini.

.

.

To Be Continued

I'm Back! #sok inggris XD

Mianhae lama update soalnya dah masuk kuliah jadi dah mulai sibuk karena sudah dikasih tugas… O_o

Dan ternyata tidak jadi END, soalnya kangen pengen update jadi segini aja dulu.. kayaknya beberapa chapter lagi, soalnya pengen Jungmo sedikit beraksi! kekkeke

Maaf kalau kurang panjang dan kurang memuaskan, untuk typo harap maklumi ya, hehehehe.

Untuk ff Try To Love You mungkin agak lama update nya, cari waktu senggang untuk enak nulisnya yang tidak dikejar tugas..

Makasih untuk yang sudah Review, Favorite, Follow!

Sampai jumpa di chap 14! #lambai2

Review lagi, ne!

Terima kasih

ratu kyuhae