Be My Girl

.

KyuMin FanFiction

.

Presented by ratu kyuhae

.

GS, Typo bertebaran, tidak sesuai EYD, alur berantakan

.

Don't Like, Don't Read, No Bash

.

Chapter 14

.

.

Sungmin merapikan dress yang dipakainya dan melihat dirinya di pantulan kaca, merasa sudah rapi yeoja itu keluar dari kamarnya.

Saat sampai diruang tamu terlihat Kyuhyun yang sedang berbincang dengan ayah dan ibunya, Sungmin tersenyum dalam hati melihat keakraban orang tuanya dengan Kyuhyun.

Kyuhyun yang mendengar suara langkah kaki menoleh dan terpaku menatap yeojanya yang terlihat cantik dan mempesona, Kangin yang melihat Kyuhyun yang terdiam mengikuti arah pandang namja itu dan tertawa keras membuat Kyuhyun kembali ke alam sadarnya.

Sungmin duduk disamping Kyuhyun dan menatap ayahnya bingung, beralih menatap ibunya yang hanya dibalas dengan senyuman kemudian menatap Kyuhyun yang memandangnya dengan tatapan memuja.

Blush

Sungmin menunduk menutupi rona merah di kedua pipinya membuat Kangin kembali tertawa, Leeteuk terkekeh melihat putrinya yang merona.

"Aigoo, melihat kalian seperti ini membuatku ingin cepat – cepat menikahkan kalian." Celetuk Kangin membuat Kyuhyun tersenyum senang dan wajah Sungmin yang semakin memerah.

"Kalian akan pergi kemana?" Tanya Leeteuk.

"Rencananya kami ingin ke Myeongdong." Jawab Kyuhyun.

"Pergilah, asalkan jam 9 malam nanti putriku sudah berada dirumah."

"Siap ahjussi!"

Kyuhyun menggenggam tangan Sungmin kemudian berdiri dari duduknya yang diikuti oleh Sungmin, setelah berpamitan pada Kangin dan Leeteuk mereka langsung pergi meninggalkan kediaman rumah Lee.

"Aneh sekali." Gumam Sungmin pelan namun dapat didengar Kyuhyun yang langsung menatapnya bingung.

"Aneh apanya?" Tanya Kyuhyun kembali fokus pada jalan didepan.

"Kau yang aneh!" Tunjuk Sungmin.

"Bagaimana bisa seorang pewaris Cho hanya menjalani kerja dikantor tidak sampai setengah hari? Waktu untuk makan siang saja masih ada satu setengah jam lagi, walaupun kau pemimpin perusahaan bukan berarti kau bisa sesukanya Kyu." Lanjut Sungmin.

Kyuhyun tertawa mendengarnya membuat Sungmin mendengus kesal, ingin memukul tapi dia tahan karena Kyuhyun yang sedang mengemudi. 'Daripada nyawaku yang melayang.' Pikirnya.

"Berhenti tertawa Oppa!" Kyuhyun langsung menghentikkan tawanya mendengar seruan Sungmin yang terdengar ganjil ditelinganya.

"Kau panggil aku apa tadi?" Tanya Kyuhyun memastikan.

"Oppa." Jawab Sungmin cuek.

"Ish, jangan memanggilku seperti itu. panggil biasa saja, aku kan calon suamimu." Kyuhyun merengut menghiraukan wajah Sungmin yang merona.

"Kalau kau masih memanggilku seperti itu, aku akan langsung menciummu." Ancamnya dengan seringai mesumnya membuat Sungmin yang melihat seringai itu menatapnya horor.

"Lagipula kan ada Donghae hyung yang akan mengurusnya dan apa kau lupa saat ini Kim Jungmo mengetahui bahwa Cho Kyuhyun tewas karena masuk jurang!" Jelas Kyuhyun.

"Kalau aku berlama – lama dikantor aku yakin saat ini Kim Jungmo sedang menyelidiki perusahaanku karena ayahnya yang tahu tindak kejahatannya dan saat ini sedang menyelidiki siapa yang sudah membongkar kejahatannya, paham?" Lanjut Kyuhyun.

Sungmin terdiam, mencerna dan membenarkan apa yang barusan Kyuhyun katakan. Sungmin mengangguk pertanda dirinya paham.

"Lalu kenapa kau mengajakku keluar? Bagaimana kalau Jungmo menyuruh seseorang dan melihat kita?" Tanya Sungmin khawatir.

Kyuhyun menggenggam tangan Sungmin dan mendekatkannya ke bibirnya lalu mengecupnya.

"Kau tenang saja, aku yakin saat ini dia hanya fokus pada perusahaannya yang sedang diambang kehancuran." Jawab Kyuhyun sedikit terkekeh berharap Sungmin tidak panic.

"Ya, semoga saja." Lirih Sungmin.

.

~o0o~

.

'Ini aneh, sangat aneh!' Desah Jungmo dalam hati sambil membanting ponselnya.

Perusahaan yang sedang mengalami kerugian bahkan hampir mendekati bangkrut, kecurangan dirinya yang terbongkar dan orang terpercayanya yang tiba – tiba hilang setelah membunuh namja Cho itu.

"Tidak mungkin dia takut dan kabur." Pikirnya.

Jungmo mengambil gagang telepon dan menghubungi sekretarisnya untuk segera keruangannya, tidak lama yeoja cantik itu pun masuk.

"Aku ingin bahan untuk rapat hari ini dapat membuat kita memenangkan tender dan mengalahkan Cho Corp, kesempatan ini tidak boleh kita lewatkan karena hanya perusahaan ini yang mau membantu kita."

"Baik sajangnim, akan saya usahakan."

"Keluarlah, kalau ada tamu bilang saja aku sedang tidak ingin diganggu. Kecuali ayahku!" Jungmo mendengus kesal mengingat kemarahan ayahnya itu.

Saat sekretarisnya keluar, Jungmo menyenderkan punggungnya pada sandaran kursi dan termenung. Biarlah bawahannya itu susah di hubungi, lagipula Cho Kyuhyun sudah tewas dalam kecelakaan itu. Jungmo tersenyum saat pemikiran itu datang, namja itu kembali fokus pada dokumennya dan sepertinya saat ini Jungmo tidak akan sempat untuk menghubungi tunangannya itu.

.

~o0o~

.

"Pastikan tender ini kita menangkan hyung."

'Kau tenang saja, semua bahan sudah kuselesaikan dan aku yakin CY Corp akan menyukainya.'

"Kupegang ucapanmu hyung, aku tidak ingin namja berengsek itu yang memenangkan tender ini."

'Tenanglah Kyu, kau seperti tidak mengenalku saja. Lee Donghae, namja yang selalu memenangkan semua tender.'

"Ya, aku melupakan fakta itu. baiklah, sampai besok!"

PIP

"Maaf lama Kyu, soalnya toilet penuh jadi harus mengantri."

Kyuhyun tersentak dan berbalik menghadap Sungmin yang sedang berjalan cepat mendekati dirinya.

"Tidak apa – apa." Kyuhyun tersenyum lembut dan memegang tangan yeojanya itu.

"Kau ingin kemana dulu?" Tanya Kyuhyun.

Sungmin memperhatikan setiap toko – toko yang berada di Myeongdong, tidak sengaja matanya melihat sebuah toko yang menjual pernak – pernik, Kyuhyun juga mengamati tiap toko – toko dan matanya membulat melihat toko game dan memperlihatkan gambar game terbaru yang sudah diincarnya beberapa bulan ini.

"Kita kesana!" Tunjuk Sungmin dan Kyuhyun pada toko masing – masing yang diincarnya.

Sungmin mengikuti telunjuk Kyuhyun yang mengarah pada toko game, Kyuhyun pun mengikuti telunjuk Sungmin yang mengarah pada toko pernak – pernik.

"Aku mau kesana dulu Kyu." Rajuk Sungmin.

"Nanti saja sayang, sekarang kita ke sana dulu takut kehabisan." Pinta Kyuhyun.

Dan perdebatan itupun dimulai menghiraukan tatapan geli dari para pejalan kaki yang berjalan melewati pasangan itu dan mendengar perdebatan mereka.

"Ayolah sayang, barang seperti itu masih bisa kau dapatkan, berbeda dengan kaset game yang aku inginkan limited edition." Rayu Kyuhyun.

"Tapi aku mau kesana Kyu, tempat itu ramai aku takut tidak kebagian." Rengek Sungmin.

"Aku juga sama sayang." Rayu Kyuhyun tidak mau kalah.

"Kalau begitu terserah kau mau kemana, pokoknya aku mau kesana!" Sungmin membalikkan badannya kesal dan berjalan meninggalkan Kyuhyun menuju toko pernak – pernik.

Melihat Sungmin yang berjalan menjauhinya membuat Kyuhyun menghembuskan nafasnya perlahan, sepertinya dia harus mengalah daripada yeoja yang ia cintainya itu merajuk bahkan lebih parahnya tidak ingin berbicara padanya dan bersikap cuek. Membayangkan itu membuat Kyuhyun menggelengkan kepalanya kuat, dia tidak akan tahan melihat Sungmin yang seperti itu.

Dengan berat hati Kyuhyun berjalan menyusul Sungmin dan membujuknya agar tidak marah padanya, mungkin sedikit membujuknya untuk ke tempat toko kaset game setelah dari sana.

.

~o0o~

.

Jungmo mengepalkan tangannya dibalik meja dan menatap tajam pada dua namja didepannya yang sedang bersalaman.

"Saya sangat terkesan dengan ide anda yang sangat cemerlang, ini dapat menguntungkan bagi perusahaan kita." Puji namja tinggi itu pada namja yang sedang tersenyum penuh kemenangan.

Ingin rasanya Jungmo merobek mulut namja yang sedang tersenyum itu dan memandangnya dengan pandangan merendahkan.

"Terima kasih atas pujiannya, semoga kerja sama kita dapat berjalan dengan baik." Ucap namja itu, Donghae. Masih dengan senyum puasnya.

"Ya, ternyata berita tentang dirimu yang disebut sebagai 'Pemenang Tender' itu benar dan aku sangat kagum padamu." Lagi, pujian itu menembus gendang telinga Jungmo.

"Saya harus pergi sekarang." Pamit Donghae dan berdiri dari duduknya diikuti namja tinggi itu.

"Terima kasih atas pilihan anda memilih perusahaan kami, Chanyeol – ssi." Donghae mengulurkan tangannya dan langsung dibalas Chanyeol.

"Sampaikan salamku untuk Presdir Cho, Donghae – ssi." Donghae tersenyum tipis membalas ucapan Chanyeol membuat Jungmo berdecih.

Setelah Donghae keluar dari ruangan rapat untuk kembali ke perusahaannya, ruangan itu hening beberapa saat sebelum akhirnya Presdir CY Corp itu mengeluarkan suaranya yang membuat Jungmo muak.

"Maaf atas penolakan perusahaan kami untuk bekerja sama dengan perusahaan anda, tapi sepertinya anda banyak pikiran sehingga saat rapat tadi anda terlihat tidak fokus dan membuat presentasi anda dinilai kurang memuaskan." Ucap Chanyeol berharap Jungmo dapat menerima keputusannya dengan lapang dada.

"Ya, saya sangat mengerti dengan keputusan anda, Chanyeol – ssi." Balas Jungmo dengan senyum yang dipaksakan dan Chanyeol tahu itu.

"Kuharap anda mengerti walaupun Presdir Kim dan ayah saya cukup dekat tapi bagaimanapun juga inilah yang disebut persaingan antar perusahaan, kita harus memikirkan rugi atau tidaknya saat ada perusahaan lain yang menawarkan sebuah kerja sama. Dan sang penawar harus siap dan menerima keputusan yang akan diterimanya." Jelas Chanyeol sambil menatap Jungmo iba.

Namja itu tahu kalau JK Corp saat ini sedang mengalami masalah, bahkan hampir bangkrut. Awalnya Chanyeol berniat ingin membantu perusahaan Jungmo, tapi siapa sangka ide Lee Donghae benar – benar mengagumkan dan dirinya merasa tertarik untuk bekerja sama dengan Cho Corp. apalagi Jungmo sedari terlihat tidak fokus hingga beberapa kali Jungmo mengalami kesalahan.

"Gwaenchanhayo, kalau begitu saya pergi." Tanpa menunggu persetujuan Jungmo keluar dari ruangan rapat dengan perasaan yang kacau dan marah.

"Kau terlihat menyedihkan!"

Jungmo menghentikkan langkahnya saat mendengar ejekkan dari seseorang yang jaraknya tidak jauh dari dirinya, Lee Donghae.

Donghae menyeringai dan berjalan mendekati Jungmo, dirinya puas melihat Jungmo yang terlihat frustasi.

"Walaupun Cho Corp kehilangan satu orang, bukan berarti Cho Corp akan jatuh. Tidak seperti JK Corp yang utuh tapi tetap jatuh." Ujar Donghae tenang namun tetap dengan nada mengejek yang berhasil membuat Jungmo geram.

Jungmo menarik kasar kerah Donghae dan menatapnya tajam, tetapi tidak membuat Donghae takut sedikitpun.

"Jangan senang dulu Donghae – ssi, karena aku tidak akan menyerah." Desis Jungmo.

Jungmo melepaskan cengkramannya membuat Donghae mundur beberapa langkah, masih dengan wajah datar.

"Ah, bagaimana dengan Cho Kyuhyun? Apa kalian sudah menguburnya?" Jungmo terkekeh mendengar pertanyaannya sendrii.

Donghae mengangkat bahunya acuh dan menatap Jungmo dengan sinis.

"Tertawalah, karena tawamu itu tidak akan bertahan lama." Donghae meninggalkan Jungmo yang menatapnya bingung, sedetik kemudian kebingungannya digantikkan dengan kedua bahunya yang terangkat menandakkan dirinya tidak perduli.

.

~o0o~

.

Sungmin menatap bando berbentuk telinga kelinci dengan mata berbinar, tidak menyadari ada seorang namja yang menatapnya gemas.

Bando itu pun sudah bertengger manis dikepalanya membuatnya terlihat semakin manis, Sungmin tersentak saat merasakan sebuah pelukan dari belakang. Tanpa menoleh ke belakang dirinya tahu siapa yang sedang memeluknya, dia hafal betul aroma mint yang menguar dari tubuh si pemeluk.

"Kau terlihat semakin manis memakai ini, sayang." Sungmin tersenyum mendengarnya.

Tanpa sengaja ekor matanya melihat bando yang membuatnya tertarik, sedangkan Kyuhyun memulai aksinya dengan mencium pipi Sungmin.

"Kyu, pakai bando juga ya?" Pinta Sungmin dan hanya dijawab dengan deheman Kyuhyun yang sedang menghirup aroma vanilla di lehernya sambil memejamkan mata.

Sungmin sedikit merasakan kegelian namun berusaha untuk tidak melenguh, tangannya mengambil bando yang sedari tadi menarik perhatiannya dan berusaha melepaskan pelukan Kyuhyun.

"Ini sangat cocok untukmu!" Sungmin menunjukkan bando pilihannya saat pelukannya terlepas membuat Kyuhyun cemberut.

Kyuhyun menaikkan alisnya saat melihat bando yang Sungmin pilihkan untuknya, bando berbentuk telinga serigala. Kyuhyun menyeringai dan mendekatkan wajahnya hingga jarak mereka menipis.

"Pakaikan!" Titahnya dan langsung dituruti Sungmin dengan wajah yang semerah tomat.

Kyuhyun terkekeh dan mengecup singkat bibir shape M favoritenya itu.

Tanpa disadari ada sebuah kamera yang mengarah pada mereka dan memotret saat Kyuhyun mengecup bibir Sungmin, puas dengan hasilnya orang itu pun pergi dari tempat persembunyiannya.

"Aku terlihat seperti serigala yang baru saja mencium seekor kelinci manis."

Kyuhyun memeluk pinggang Sungmin posesif dan mencium pucuk kepala Sungmin sebentar.

"Apa kau hanya ingin membeli ini saja?" Tanya Kyuhyun.

"Ne." Jawabnya pelan.

"Habis ini kita ke toko game ya." Rayu Kyuhyun sambil berjalan menuju kasir, Sungmin hanya memutar kedua bola matanya malas.

"Terserah kau saja, Kyu." Jawab Sungmin malas.

Selesai membayar, Kyuhyun langsung membawa Sungmin menuju toko kaset game. Dengan semangat Kyuhyun memilih kaset – kaset yang menarik perhatiannya setelah mengambil kaset game terbaru, berbeda dengan Sungmin yang cemberut walaupun sebenarnya Kyuhyun tidak mengacuhkannya tapi tetap saja yeoja itu merasa bosan.

Sungmin menatap Kyuhyun horror melihat tumpukkan kaset – kaset yang dipegang namja itu.

"Kau yakin akan membeli semuanya?" Tanya Sungmin walau sebenarnya dia tahu jawabannya.

"Tentu saja, kajja!" Kyuhyun berjalan menuju kasir meninggalkan Sungmin yang menatapnya dengan pandangan tidak percaya.

.

~o0o~

.

"Hae-ya!" Seru yeoja ber – gummy smile saat membuka pintu ruangan kerja sang kekasih dan tersenyum saat melihat Donghae yang berjalan kearahnya.

"Aku membawa bekal untuk makan siang kita." Ujar Eunhyuk semangat.

Donghae terkekeh, mengambil alih kotak bekal dan merangkul bahu Eunhyuk menggiringnya menuju sofa.

"Kau tahu saja kalau aku kelaparan." Donghae menatap makanan yang dibawa Eunhyuk dengan tatapan lapar.

"Makanlah." Ucap Eunhyuk yang sebelumnya tertawa melihat bagaimana laparnya sang kekasih.

"Kau yang memasak?" Tanya Donghae.

"Aku dan campur tangan ibuku." Jawabnya.

Drrt drrt

Donghae menyimpan kotak bekal yang sedang dimakannya yang baru sisa setengahnya dan berjalan menuju meja kerjanya tempat ponselnya berada.

"Yeoboseyo."

'…'

"Lakukan sekarang!"

'…'

PIP

Donghae kembali ke sofa dan menyimpan ponselnya di atas meja, mengambil kotak bekal dan kembali memakannya.

"Dari siapa?" Tanya Eunhyuk penasaran.

Donghae tersenyum dan mengacak rambut Eunhyuk membuat sang embu mengerucutkan bibirnya dan merapikan rambutnya.

Donghae menyeringai sebentar sebelum kembali memasukkan makanan kemulutnya tanpa disadari oleh Eunhyuk.

.

~o0o~

.

Tok tok

"Masuk."

Cklek

"Sajangnim, ada kiriman untuk anda."

Namja yang sedang serius menatap layar komputernya menoleh dan mendapati sekretarisnya sedang menyimpan sebuah amplop di mejanya.

"Dari siapa?" Tanyanya.

"Mianhaeyo sajangnim, tapi disini tidak tertulis nama pengirimnya."

Namja itu mengerutkan dahinya dan mengambil amplop coklat itu.

"Kau boleh keluar." Perintahnya dan langsung dituruti oleh sekretarisnya.

Namja itu membuka amplop itu dan mengeluarkan isinya, matanya terbelalak melihat isi amplop itu.

"Tidak mungkin!"

.

.

To Be Continued

Saya kembali.. lama yaaa? Hehehe
rencananya ff ini pgn saya bkin smpe kyumin pnya anak.. XD

KyuMin moment! Eotte? Kurang kah? Nanti lagi yaaaa..

Maaf kalau kurang panjang dan kurang memuaskan, untuk typo harap maklumi ya, hehehehe.

Untuk TTLY mungkin update sekitar hari senin atau selasa #mungkin lebih! XD
pengen diusahain update minggu depan..

Makasih untuk yang sudah Review, Favorite dan Follow!

Sampai jumpa di chap 15! #lambai2

Review lagi, ne!

Terima kasih

ratu kyuhae