Be My Girl
.
KyuMin FanFiction
.
Presented by ratu kyuhae
.
GS, Typo bertebaran, tidak sesuai EYD, alur berantakan
.
Don't Like, Don't Read, No Bash
.
Chapter 16
.
.
Kyuhyun memandang kesal pada namja yang duduk disebelahnya, setelah membawa Sungmin ke kamarnya dan membaringkannya. Kyuhyun kembali ke ruang keluarga Lee, penasaran dengan kedatangan namja tampan disampingnya itu.
Dan Kyuhyun hanya bisa melotot pada namja disampingnya, tidak mungkin Kyuhyun berteriak di depan calon mertua dan calon kakak iparnya itu.
"Kalau begitu nanti malam aku akan membawa orang tuaku kemari, ahjussi." Ujar namja itu dengan senyum lebarnya.
"Donghae hyung, kau serius akan melamar Eunhyuk noona sekarang? Tidak nanti saja?" Tanya Kyuhyun berusaha untuk membatalkan niat Donghae yang akan melamar Eunhyuk, walaupun sebenarnya dia tahu tidak akan berhasil.
"Aniyo, aku akan melamarnya sekarang." Jawab Donghae yakin membuat Kangin dan Leeteuk tersenyum, melihat kesungguhan Donghae.
"Lagipula lamaranku sudah diterima, tinggal membawa orang tuaku kemari dan membicarakan tentang pernikahan kami." Lanjutnya membuat Kyuhyun lemas.
"Waeyo? Kau tidak suka aku mendahuluimu? Aku ini lebih tua darimu, jadi harus aku dulu yang menikah baru kau." Kyuhyun berdecih, malas menanggapi ucapan Donghae yang benar adanya.
"Kalau begitu kami pamit pulang, ahjussi!" Donghae menarik tangan Kyuhyun agar berdiri dari duduknya, Kyuhyun menatap Donghae bingung 'Kami?'.
"Ne, hati – hati dijalan." Ujar Kangin.
"Eunhyukkie, aku pulang." Setelah membungkukkan badannya pada Kangin dan Leeteuk diikuti Kyuhyun yang sebenarnya masih bingung, Donghae melambaikan tangannya pada Eunhyuk dan langsung menyeret Kyuhyun dan barulah namja penyuka game itu sadar saat mereka sudah keluar rumah.
"Hyung, kalau kau ingin pulang kenapa harus membawaku juga?" Protesnya.
"Memangnya kau ingin melakukan apa? Sungmin sedang tidur, aku tidak akan membiarkanmu berduaan dengan Eunhyukkie apalagi sampai mempengaruhinya."
Kyuhyun mempoutkan bibirnya membuat Donghae memandangnya horror, menurutnya lebih baik melihat Kyuhyun yang menyeringai daripada ber-aegyo seperti itu.
"Kau sangat tidak pantas melakukan itu." Ejek Donghae kemudian berjalan menuju mobilnya membuat Kyuhyun menatapnya sebal.
"Tadi diseret sekarang ditinggal." Gerutunya sambil berjalan menuju mobilnya.
.
~o0o~
.
"Cho Kyuhyun masih hidup!"
Jungmo memandang geram pada foto yang dia pegang, marah dan kecewa. Marah, karena Kyuhyun yang berani – beraninya mencium Sungmin. Dan kecewa, dirinya yang berstatus tunangan selalu ditolak bila ingin mencium bibir Sungmin. Tapi dengan Kyuhyun, Sungmin tidak menolak ciuman Kyuhyun.
Karena foto itu, lagi – lagi Jungmo kehilangan konsentrasi saat mengadakan rapat dengan klien pentingnya.
"Brengsek!" Jungmo melempar foto itu ke sembarang arah.
"Bukankah dia seharusnya sudah mati? Apa yang dilakukan Andy sebenarnya?" Jungmo mengacak rambutnya frustasi.
Terlihat dari amplop coklat itu yang bertuliskan bahwa foto itu terjadi hari ini. Tanpa pikir panjang, Jungmo mengambil jas nya dan berlari keluar ruangan. Menuju rumah Sungmin, itulah yang akan Jungmo lakukan sekarang.
Menghiraukan sapaan hormat dari para bawahannya, Jungmo langsung berlari menuju basement dan menjalankan mobilnya.
Jungmo mulai mengatur rencana untuk mendapatkan Lee Sungmin, 'Bukankah sidangnya akan dilakukan beberapa hari lagi?' Jungmo menyeringai dengan pemikirannya itu.
Ya, tinggal beberapa hari lagi Sungmin akan menjalani sidang. Menunggu hari kelulusan, setelah itu dirinya dan Sungmin akan melaksanakan pernikahan.
"Hahaha.. bagaimanapun kau tetap akan kalah Cho Kyuhyun!" Seru Jungmo.
.
~o0o~
.
Heechul memandang putranya bingung, beralih menatap suaminya yang terlihat biasa saja membuat Heechul berdecak kesal.
Sedangkan Kyuhyun, masih mempertahankan wajah kusutnya sambil berbaring di sofa keluarga. Menghiraukan tatapan bingung dari ibunya.
"Kyunnie?" Panngilnya.
"…"
"Kyuhyunnie?" Panggilnya –lagi-
"…"
Hangeng yang sedari tadi melihat, mulai bersikap was – was. Mencoba menahan pergerakan tangan istrinya yang mengarah pada Kyuhyun.
Heechul menoleh dan mendapati kepala Hangeng yang menggeleng pertanda tidak setuju, memutar mata malas kemudian tanpa ragu tangan yang satunya menjitak kepala Kyuhyun.
"AKH!"
Hangeng terperangah berbeda dengan Heechul yang menyeringai, Kyuhyun bangun dari tidurnya dan memandang sebal pada ibunya itu.
Seringai Heechul berubah menjadi tatapan horror begitupula Hangeng saat melihat Kyuhyun yang mempoutkan bibirnya.
"Berhenti melakukan itu, kau sungguh tidak pantas." Ejek Heechul membuat Kyuhyun berdecih sambil mengelus kepalanya yang dijitak oleh Cinderella.
"Belajar dari mana kau ber-aegyo seperti itu?" Tanya Heechul.
"My Sungminnie." Jawab Kyuhyun sumrigah.
"Paling kau hanya mengikutinya." Celetuk Hangeng.
Kyuhyun mengangkat kedua bahunya acuh dan berniat untuk kembali merebahkan tubuhnya di sofa, Heechul yang melihatnya langsung menahan kepala Kyuhyun.
"EOMMA!"
"Bangun, ada yang ingin eomma tanyakan."
Kyuhyun berdecak sambil mengubah posisi menjadi duduk dan menatap ibunya kesal.
"Kenapa wajahmu kusut seperti itu? Bukankah tadi pagi kau bilang ingin jalan – jalan dengan Sugmin?" Tanya Hangeng.
Kyuhyun yang ingin menjawab pertanyaan ayahnya dipotong oleh ucapan ibunya yang membuatnya kesal.
"Apa kalian tidak jadi pergi? Kalau benar seperti itu, pantas saja wajahmu yang sudah tua terlihat semakin tua." Heechul tertawa setelah selesai berbicara seperti itu.
"Sudahlah Chullie."
"Eomma salah, justru aku dan Sungmin baru saja pulang dari jalan – jalan kami." Sungutnya.
"Lalu kenapa kau berwajah seperti itu? Apa sesuatu terjadi saat kalian jalan – jalan tadi?" Tanya Heechul setelah selesai dengan tawanya.
"Selama kami berdua tidak ada apa – apa, justru yang 'ada apa – apa' saat aku mengantar Sungmin pulang."
"Memangnya ada apa?" Tanya Hangeng.
"Donghae hyung tadi melamar Eunhyuk noona, dan nanti malam orang tua nya akan datang kerumah Lee." Jelasnya.
"MWOYA?" Teriak Heechul.
"Kau serius, Kyu?" Tanya Hangeng dan dijawab dengan anggukkan tidak semangat dari Kyuhyun.
"Hannie, kita juga harus kesana!" Hangeng menatap istrinya bingung, berbeda dengan Kyuhyun yang langsung memasang wajah berseri – seri.
"Eomma ingin kesana untuk melamar Sungmin?" Tanya Kyuhyun semangat.
"Tentu saja, bukankah bagus kalau kau juga melamar Sungmin tepat saat Donghae yang juga melamar Eunhyuk?" Kyuhyun semakin bersemangat mendengar ucapan ibunya barusan.
"Tapi Kyu, bukankah kau sudah menyusun rencana untuk melamarnya? Bahkan kau meminta bantuan Kangin." Ujar Hangeng membuat Kyuhyun kembali lemas.
"Memang rencananya begitu appa, tapi ternyata Donghae hyung mendahuluinya." Jawab Kyuhyun lesu.
"Kalau begitu kau melamarnya saat pernikahan Donghae saja." Usul Hangeng membuat Heechul dan Kyuhyun menatap Hangeng dengan wajah berbinarnya.
"Ide bagus!" Seru Heechul dan Kyuhyun.
Seketika raut bahagia Heechul menghilang, menatap suaminya dengan pandangan khawatir.
"Tapi bagaimana jika namja bernama Jungmo itu melakukan sesuatu sebelum Kyunnie melamar Sungmin?"
"Tenang saja eomma sebelum Donghae menikah, namja itu akan mendapatkan ganjarannya." Jawab Kyuhyun mencoba menenangkan ibunya.
"Kau sudah melakukan sesuatu?" Tanya Heechul.
"Orang itu sudah tahu kalau aku masih hidup." Jawab Kyuhyun tenang.
"MWOYA?" Teriak Heechul -lagi-
.
~o0o~
.
Jungmo sedikit merapikan rambutnya yang terlihat sedikit acak - acakkan, merasa sempurna namja itu keluar dari mobilnya dan menatap kediaman rumah Lee dengan seringai tajamnya.
Tanpa ragu, Jungmo melangkahkan kakinya memasuki kediaman rumah calon istrinya itu.
Ting tong
Jungmo menekan bel yang berada disamping pintu, menunggu sebentar hingga pintu itu terbuka.
"Apa Sungmin ada?" Tanya Jungmo pada maid yang baru saja membukakan pintu untuknya.
"Maaf tuan, saat ini keluarga Lee sedang-"
"Biar aku yang mengurusnya, kau bisa kembali kedalam." Titah seseorang yang tiba – tiba muncul.
Maid itupun membungkuk sebentar sebelum berjalan meninggalkan Jungmo dengan majikannya.
"Selamat malam ahjussi, saya pikir anda masih berada dijepang." Jungmo tersenyum ramah pada Kangin.
Sejujurnya dalam hati Kangin mengumpat pada namja didepannya itu, tapi mengingat percakapannya dengan Kyuhyun membuat Kangin mencoba menahan amarah yang siap meledak.
"Malam, kebetulan keluarga kami sedang ada tamu penting. Jika kau berkenan bisakah kau pulang sekarang." Ah, Kangin tidak bisa menahan untuk mengusir namja didepannya ini dengan sedikit halus. Bahkan nada suaranya terkesan dingin dan datar.
Jungmo terkejut mendengar ucapan calon mertuanya barusan, dengan tangan yang terkepal Jungmo membungkuk badannya sekilas dan pergi tanpa mengucap sepatah katapun.
Membanting pintu mobilnya kemudian memukul kasar setir kemudi, melampiaskan kemarahannya.
"Brengsek!" Umpatnya.
"Kenapa Kangin ahjussi seperti itu padaku? Cih, akan kubuat Sungmin menjadi milikku secepatnya."
Jungmo menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Sedangkan dirumah itu, Kangin masih menatap mobil Jungmo dengan tatapan marah.
.
~o0o~
.
"Chagiya, aku senang sekali!" namja itu mengalungkan tangannya dipinggang sang yeoja dan meletakkan dagunya di bahu.
Sang yeoja tersenyum, mengelus tangan namja yang sebentar lagi akan menjadi suaminya.
"Nado, aku tidak menyangka kau melamarku secepat ini."
"Karena aku ingin segera memilikimu, kuharap kau bisa menerima kekurangan dalam diriku dan menerimaku apa adanya." Ucap Donghae sambil membalikkan badan Eunhyuk dan mengelus pipinya lembut.
"Aku menerimamu apa adanya dan kuharap kau juga seperti itu." Balasnya.
Keduanya tersenyum, tanpa ragu Donghae mendekatkan wajahnya berniat untuk mencium Eunhyuk. Melihat itu, Eunhyuk memejamkan matanya sebelum merasakan bibirnya dikecup dan dilumat lembut.
Donghae melepaskan ciumannya, membuka kedua matanya dan melihat calon istrinya yang masih memejamkan matanya. Tersenyum sebentar sebelum mencium kening Eunhyuk lama, hingga akhirnya Eunhyuk membuka kedua matanya dan melihat calon suaminya yang tersenyum membuat Eunhyuk membalas senyuman itu.
Tanpa mereka sadari, didalam rumah itu Sungmin tersenyum melihat kakaknya yang begitu bahagia saat dilamar oleh Donghae yang sebentar lagi akan menjadi kakak iparnya.
Sungmin yang niat awalnya ingin mengambil minum berhenti saat melihat Donghae yang mengecup kening kakaknya di taman belakang rumahnya.
Dalam hati Sungmin meringis, kapan dirinya bisa seperti itu? Bahagia dengan namja yang ia cintai. Mengingat bagaimana wajah Jungmo yang menahan amarah saat diusir oleh appa-nya, saat itu Sungmin berada disana untuk melihat siapa yang datang dan bersembunyi saat tahu Jungmo lah yang bertamu.
Sungmin berharap Kyuhyun segera dapat membebaskan dirinya dari cengkraman Jungmo, sebentar lagi dirinya akan melakukan sidang dan itu berarti tidak lama lagi dirinya akan menikah dengan Jungmo sesuai dengan perjanjian namja itu dengan ayahnya.
'Kyuhyun pasti akan segera bertindak sebelum pernikahan itu terjadi, pasti!' Batinnya.
Sungmin kembali melanjutkan langkahnya menuju dapur, mungkin setelah ini dirinya akan ke kamar dan menghubungi Ryeowook untuk memberitahu tentang kakaknya yang akhirnya dilamar.
.
~o0o~
.
Jungmo menatap tajam mansion Cho dari dalam mobil sambil terus memegang sebuah pistol, Kyuhyun adalah penghambatnya untuk mendapatkan Sungmin.
Tanpa pikir panjang, Jungmo mendatangi kediaman mansion Cho di pagi buta dan mengintainya. Menunggu namja Cho itu keluar dari persembunyiannya, akan lebih bagus jika dia membunuh Kyuhyun dengan tangannya sendiri dan melihat raut kesakitan namja itu sebelum ajal kematian menjemputnya.
Jungmo tertawa dengan pikirannya sendiri, kali ini dia yang akan bertindak. Toh, dari awal dia memang sudah ingin membunuh Cho Kyuhyun. Dan ini kesempatan untuknya, dengan kematian namja itu Sungmin tetap akan menjadi miliknya.
Sibuk dengan pikirannya sendiri, di mansion Cho tepatnya balkon kamar atas terdapat sepasang mata yang menatapnya dengan seringai tajamnya.
"Nekat!" Ujar sepasang mata itu dengan nada meremehkan.
Tok tok tok
"Kyu, kau sudah bangun?"
Pandangan Kyuhyun beralih pada pintu kamarnya yang baru saja diketuk, Kyuhyun berjalan menuju pintu berniat membukanya.
Cklek
"Kau sudah rapi ternyata, ayo turun! Kita sarapan bersama."
Kyuhyun tersenyum saat ibunya menggandeng lengannya dan membawanya menuju tempat makan.
Sesampainya di meja makan terlihat ayahnya yang sedang membaca koran paginya.
"Hannie, bacanya lanjutkan nanti. Sekarang kita makan dulu." Titahnya dan langsung dituruti oleh suaminya itu.
"Kyu, kau sudah menghubungi temanmu itu?" Tanya Hangeng disela makannya.
"Sudah appa, mereka bahkan sudah siap sedari tadi." Jawab Kyuhyun.
"Hati - hati sayang."
"Ne eomma, aku akan hati - hati."
.
~o0o~
.
Jungmo menyeringai melihat mangsanya yang baru saja keluar dari masionnya dan berjalan menuju mobilnya. Melihat mobil itu berjalan Jungmo menyalakan mesin mobilnya dan mengikuti mobil mangsanya itu.
Di dalam mobil yang sedang diikuti Jungmo, terlihat seorang namja yang menyeringai melihat targetnya tepat berada dibelakang mobilnya. Namja itu mengambil ponselnya, menghubungi seseorang.
"Semua sudah siap?"
'Kau tenang saja, kami berada tidak jauh dengan mobil itu.'
"Bagus, tunggu sampai dia sendiri yang bertindak."
'Oke!'
PIP
"Aku lebih pintar darimu, Kim Jungmo!" Lagi, namja itu menyeringai masih dengan mengendarai mobilnya sampai-
Ckiiiitttt
.
.
To Be Continued
Haiiiii... #lambai2
maafkan aku yang baru bisa update sekarang, soalnya tugas kuliah banyak banget dan aku juga harus mempersiapkan untuk presentasi.
Jadi saya memutuskan untuk menulis setelah selesai tugas, ^^
Rencananya pengen panjang, tapi ga bisa cuma dapet ide segini dulu, masih banyak utang nulis. ^,^v
Maaf ya, udah ga lama update, ga ada KyuMin moment lagi. Min malah ada sedikit di chap ini! Soalnya aku mau focus ke Jungmo dan Kyuhyun, kan Sungmin sudah mau sidang. ^^
Terima kasih untuk follow, favourite dan review kalian..
maaf untuk typo dan kurang panjang! ,
Untuk Try to Love You tunggu yaaaa,, XD
Marhaban ya Ramadhan
Mohon maaf lahir dan batin ya, semoga ibadah yang akan dilalui dapat berjalan dengan baik.. amin
Sampai jumpa di chap 17! #lambai2
Review lagi, ne!
Terima kasih
ratu kyuhae
