Be My Girl

.

KyuMin FanFiction

.

Presented by ratu kyuhae

.

GS, Typo bertebaran, tidak sesuai EYD, alur berantakan

.

Don't Like, Don't Read, No Bash

.

Chapter 17

.

.

"Semua sudah siap?"

'Kau tenang saja, kami berada tidak jauh dengan mobil itu.'

"Bagus, tunggu sampai dia sendiri yang bertindak."

'Oke!'

PIP

"Aku lebih pintar darimu, Kim Jungmo!" Lagi, namja itu menyeringai masih dengan mengendarai mobilnya sampai-

Ckiiiitttt

Namja itu, Kyuhyun. langsung menginjak pedal rem saat sebuah mobil menyusul mobilnya dan berhenti tepat didepannya, menyeringai melihat Jungmo yang keluar dari mobilnya dan melihat pistol yang disembunyikan dibalik punggung namja itu.

Tok tok tok tok

"KELUAR KAU!"

Jungmo menggedor jendela kaca mobil dan berteriak, jalan yang Kyuhyun lewati sepi sehingga Jungmo bebas berteriak.

Kyuhyun keluar dari mobil dengan gaya angkuhnya membuat Jungmo berdecih dalam hati, merasa apa yang dilakukannya sekarang hanya dianggap main - main.

"Apalagi yang ingin kau lakukan Jungmo - ssi?" Tanya Kyuhyun dengan senyum tipis yang dipaksakan.

"Kau ingin membunuhku lagi? Dengan tanganmu sendiri? Tidak dengan anak buahmu itu?" Tanya Kyuhyun sinis.

"Ah, aku lupa! Orang suruhanmu itu sudah mati karena dia yang mengendarai mobilku hingga masuk kedalam jurang." Lanjutnya disertai dengan kekehan kecil di kalimat terakhirnya.

Jungmo terbelalak, jadi orang suruhannya tidak ada kabar bukan karena melarikan diri melainkan mati.

"Harusnya kau yang mati!" Desis Jungmo.

Kyuhyun tertawa mendengarnya apalagi melihat wajah kaget Jungmo, dan sedikit panik.

Jungmo masih memegang pistolnya dibalik punggungnya dengan erat, dia akan memulainya.

Fokus dengan pistolnya, Jungmo mulai mengeluarkan pistolnya dan mengarahkannya ke tempat Kyuhyun berdiri. Namun, Jungmo tidak tahu jika Kyuhyun sudah berdiri tepat didepannya dan memegang pergelangan tangannya kemudian memutarnya hingga ke belakang punggungnya membuat Jungmo berteriak.

Namun, Jungmo tidak menyerah. Dia menyikut perut Kyuhyun hingga pegangan tangan Kyuhyun melemah, Jungmo langsung memukul kepala Kyuhyun dengan bagian bawah pistol sehingga kepala Kyuhyun sedikit mengeluarkan darah.

Jungmo menyeringai melihat Kyuhyun yang mundur beberapa langkah dan memegang kepalanya yang terluka, kembali Jungmo mengarahkan pistolnya tepat didahi Kyuhyun.

Sebelum Jungmo menarik pelatuk pistolnya, Kyuhyun menendang perut Jungmo.

DOR!

Suara tembakkan membuat beberapa orang yang sedari tadi sembunyi mulai bertindak, mendekati tempat Kyuhyun dan Jungmo.

.

~oOo~

.

Jungmo menggeram saat peluru yang dia tembak tidak tepat sasaran, bahkan pistolnya sekarang berada jauh dari jangkauannya.

Penglihatan Kyuhyun mulai berkunang - kunang, Tidak sadar jika Jungmo sudah kembali mengambil pistolnya, sebelum mengarahkannya pada namja didepannya mata Jungmo terbelalak melihat sekumpulan polisi yang mengarahkan pistol kepadanya dan posisinya saat ini terkepung.

"Buang senjatamu dan angkat kedua tanganmu, Kim Jungmo-ssi." Seru salah seorang polisi.

Jungmo masih diam, tatapannya menatap Kyuhyun berang.

"Anda ditangkap karena kasus penggelapan dana, penipuan dan percobaan pembunuhan." Jelas polisi tadi.

"Cho Kyuhyun melakukan pembunuhan terhadap anak buahku, tidakkah kalian menangkapnya juga?" Bela Jungmo.

"Jelaskan semuanya dikantor polisi."

Dua orang polisi yang berada di belakang Jungmo langsung meringkusnya dan memborgolnya, tanpa buang waktu dua orang polisi itu langsung membawa Jungmo menuju mobil polisi.

"Kyuhyun - ah, ikut mobilku biar mobilmu dibawa oleh bawahanmu. Kau tidak akan bisa menyetir dalam kondisi seperti ini, ayo!" Perintah Choi Siwon kepada sahabatnya sambil memapah Kyuhyun menuju mobilnya sebelum memerintahkan bawahannya untuk mengurus kasus Jungmo.

"Walau aku tidak setuju karena kau juga telah membunuh seseorang, tapi aku akan membantumu agar kau bebas dari hukuman. Lagipula, tidak ada bukti jadi aku akan membantumu." Ucap Siwon saat mereka sudah berada dalam perjalanan menuju rumah sakit.

"Kau memang harus membantuku, karena aku juga pernah membantumu saat kau membunuh seorang namja karena dia dekat dengan istrimu." Lirih Kyuhyun sambil memejamkan matanya.

"Ck, jangan kau bahas itu lagi. Aku dan Bummie memutuskan untuk melupakannya, kehidupan kami sekarang sudah jauh lebih baik semenjak kelahiran putra kami." Balasnya kesal.

"..."

"Semua bukti kejahatan Kim Jungmo sudah kau berikan padaku, kupastikan hukumannya akan berat. Oh ya, aku juga memerlukan kesaksian dari keluarga Lee. Jadi kalau bisa, besok kau minta keluarganya untuk datang ke kantorku."

"..."

"Kyuhyun-ah?" Siwon yang merasa Kyuhyun tidak merespon panggilannya menoleh dan terkejut melihat Kyuhyun yang sudah tidak sadarkan diri.

"Shit!" Siwon langsung menancap gas menuju rumah sakit.

.

~oOo~

.

'Kenapa perasaanku tidak enak?' Batin Sungmin dan menghentikkan ketikannya pada keyboard laptopnya.

Sungmin mengambil ponselnya dan menghubungi nomor Kyuhyun, hanya Kyuhyun yang berada dalam pikirannya saat ini.

Tuut tuut tuut

'Yeoboseyo'

Sungmin mengernyit, ini bukan suara Kyuhyun.

"Ehmm, nuguseyo?" Tanya Sungmin penasaran.

'Saya Choi Siwon, kau yeojachingu Kyuhyun?'

Sungmin merona mendengar pertanyaan Siwon, namun dia juga bingung. Kenapa namja bernama Siwon itu menanyakan dia kekasih Kyuhyun? Lalu dimana Kyuhyun?

'Namamu diponsel Kyuhyun 'My Minnie', karena itu aku menanyakannya padamu. Dan Kyuhyun sekarang berada dirumah sakit, dia terluka karena dipukul oleh seseorang dan dia sedang diperiksa dokter.'

DEG!

Sungmin menegang, hampir menjatuhkan ponselnya.

"Rumah sakit mana?" Tanyanya cepat

'Rumah sakit pusat seoul.'

"Aku akan kesana sekarang!"

PIP

Sungmin mematikan sambungan telepon tanpa menunggu jawaban dari namja yang bernama Choi Siwon itu.

Sungmin segera mengambil tasnya dan menghampiri Eunhyuk yang sedang duduk diruang keluarga sambil membaca majalah.

"Eonni, tolong antar aku ke rumah sakit sekarang!" Pinta Sungmin, Eunhyuk mengernyitkan dahinya bingung mendengar ucapan adiknya.

"Memangnya ada apa?" Tanyanya.

"Kyuhyun sekarang berada dirumah sakit, ayo eonni antar aku." Jawabnya dengan menarik - narik tangan Eunhyuk.

"Kyuhyun kenapa?" Tanya Eunhyuk masih bingung dan menurut saat Sungmin menarik tangannya menuju kamarnya.

"Nanti saja aku ceritakan, sekarang eonni ambil kunci mobil dulu." Titah Sungmin sambil mendorong kakaknya untuk masuk ke kamarnya dan mengambil kunci mobil.

"Tapi kunci mobilnya sedari tadi ada dibawah, di meja dekat eonni duduk tadi!" Sela Eunhyuk cepat.

"Kenapa eonni tidak bilang?" Teriak Sungmin frustasi.

"Kau yang tidak bertanya dulu!" Jawab Eunhyuk ikut berteriak.

"Ada apa ini? Kenapa kalian teriak?" Tanya yeoja paruh baya menghentikkan kedua putrinya yang sepertinya akan kembali berteriak.

Baru keluar dari kamarnya, Leeteuk sudah mendengar suara ribut langkah kaki menaiki tangga. Melihat Sungmin yang mendorong Eunhyuk membuatnya penasaran dan berjalan untuk menghampiri kedua putrinya, hingga akhirnya terdengar teriakan dari keduanya membuat Leeteuk menggelengkan kepalanya pelan.

"Hyukkie eonni membuatku kesal, eomma!" Adu Sungmin.

"Aniyo, salah Minnie sendiri tidak menanyakan letak kunci mobil dimana. Malah langsung tarik tanganku." Bela Eunhyuk.

"Lagipula kenapa eonni menyimpannya dibawah? Biasanya juga dikamar." Sungut Sungmin kesal.

"Karena eonni baru pulang dari supermarket dan belum menyimpannya kembali di kamar." Balas Eunhyuk ikut kesal.

Leeteuk kembali menggelengkan kepalanya melihat kedua putrinya yang menyilangkan tangannya di dada dan jangan lupakan bibir keduanya yang terpout lucu, ingin sekali Leeteuk menarik kedua bibir itu.

"Memangnya Minnie mau menyetir? Andwae, kau jangan dulu menyetir sebelum appa mengijinkanmu mengendarai mobil." Larang Leeteuk.

"Aniyo eomma,aku minta Hyukkie eonni untuk mengantarku ke rumah sakit!" Jawabnya cepat.

"Rumah sakit? Kau sakit?" Panik Leeteuk sambil memeriksa tubuh putrinya.

"Bukan aku eomma, tapi Kyuhyun." Sungmin memegang kedua tangan ibunya untuk berhenti memeriksa tubuhnya.

"Kyuhyun?" Seru Leeteuk kaget.

"Lebih baik sekarang kita ke rumah sakit." Ujar Eunhyuk dan dibalas dengan anggukkan setuju ibu dan adiknya.

.

~oOo~

.

"Bagaimana keadaannya?" Tanya Siwon saat melihat dokter yang memeriksa Kyuhyun keluar dari ruangan.

"Awalnya kami mengalami kesulitan karena sepertinya lukanya sudah lumayan lama hingga pasien kekurangan darah, dan sekarang keadaannya sudah membaik. Tinggal menunggu pasien sadar dan kami akan melakukan pemeriksaan kembali." Jelasnya.

"Apa saya boleh melihatnya?" Tanya Siwon.

"Silahkan."

Siwon mengangguk mengerti dan mengucapkan terima kasih sebelum dokter menepuk bahunya dan pergi meninggalkannya.

Baru memegang knop pintu, dirinya mendengar namanya dipanggil. Siwon menoleh dan mendapati pasangan suami istri yang sudah dikenalnya tengah berlari kearahnya.

"Hangeng ahjussi, Heechul ahjumma." Siwon membungkukkan badannya sekilas saat pasangan suami istri itu sudah berada di depannya.

"Bagaimana keadaan Kyuhyunie?" Tanya Heechul sambil mengusap air matanya yang kembali jatuh membasahi pipinya.

"Yeobo, tenanglah." Hangeng mengusap punggung istrinya pelan, walaupun dirinya juga sama paniknya dengan sang istri.

"Keadaannya sudah membaik ahjumma, kita hanya tinggal menunggu Kyuhyun sadar." Jawab Siwon membuat Hangeng dan Heechul bernafas lega.

"Aku ingin melihatnya, bolehkah?"

"Silahkan ahjumma."

Heechul memasuki ruangan tempat putranya dirawat meninggalkan Hangeng dan Siwon.

"Ahjussi tidak ingin masuk?" Tanya Siwon bingung.

"Nanti saja, ada yang ingin kutanyakan padamu terlebih dahulu." Ujar Hangeng.

"Silahkan ahjussi."

"Apa Jungmo sudah kalian tangkap?"

"Sudah ahjussi, saat ini dia sedang menjalani pemeriksaan."

"Baguslah, kuharap kau bisa mengurus tentang kematian bawahan Jungmo itu. Jangan sampai dia malah menyerang balik."

"Tenang saja ahjussi, saya akan mengurusnya." Ucap Siwon mantap membuat Hangeng tersenyum puas.

"Kau memang selalu bisa diandalkan, lebih baik sekarang kita masuk."

Hangeng memasuki ruangan disusul dengan Siwon dibelakangnya.

.

~oOo~

.

"Dari dulu kau selalu membuat masalah." Desis namja paruh baya menatap anaknya tajam.

Jungmo menunduk, tidak berani menatap wajah sang ayah yang pastinya sedang marah besar padanya.

"Bukankah sudah kukatakan untuk melenyapkan orang yang sudah mengetahui tindakan bodohmu itu?" Geram tuan Kim kepada anaknya itu.

"Joesonghamnida, tapi ini diluar dugaan. Dia sudah memanggil polisi sebelum berhasil dilenyapkan." Sesal Jungmo.

"Siapa orang itu?"

"Cho Kyuhyun."

"Putra dari pemilik Cho Corp?"

Jungmo menganggukkan kepalanya saat bunyi bel pertanda waktu jenguk sudah habis, seorang polisi datang dan langsung membawa Jungmo keluar dari ruangan besuk tahanan meninggalkan Tuan Kim yang mengepalkan tangannya.

"Cho Hangeng!" Desisnya tajam.

.

~oOo~

.

Cklek

Semua yang berada di kamar tempat Kyuhyun di rawat menengokkan kepalanya ke pintu saat mendengar pintu itu terbuka, tampaklah seorang yeoja paruh baya dan diikuti oleh dua yeoja muda dibelakangnya.

"Teukkie eonni!" Seru Heechul senang, dengan cepat menghampiri sahabatnya dan memeluknya erat.

Leeteuk tersenyum dan membalas pelukan Heechul, mengelus punggung Heechul pelan bermaksud untuk menenangkannya karena dirasakannya bahu Heechul yang sedikit bergetar dan bajunya yang mulai basah.

"Tenanglah, Kyuhyun namja yang kuat. Dia pasti baik - baik saja." Ujar Leeteuk.

Heechul melepaskan pelukannya dan tersenyum tipis, Heechul melihat pandangan Sungmin yang mengarah pada tempat tidur putranya berbaring.

"Noona~" Heechul mengalihkan pandangannya, melihat sang suami yang memeluk Leeteuk. Hangeng melepaskan pelukannya dan menatap Heechul yang juga menatapnya, mengerti maksud sang istri Hangeng mengajak Siwon untuk mengantarnya membeli minuman.

"Sebaiknya kita juga diluar eonni." Ajak Heechul sambil menggandeng Leeteuk dan Eunhyuk yang hanya diam mengikuti saat tangannya ditarik -lagi-.

Blam

Sungmin tersadar saat suara pintu tertutup, baru menyadari hanya tinggal dirinya dan namja yang masih belum sadarkan diri. Melangkahkan kakinya mendekati tempat tidur Kyuhyun, memegang tangan yang tidak infus sembari mendudukkan dirinya disamping tempat tidur.

"Apa yang terjadi padamu, Kyu?" Tanyanya lirih.

"Bangunlah, kau membuat yang lain khawatir tahu!" Ucapnya dengan senyum tipis berusaha untuk menghibur dirinya sendiri dan mengusap pipi Kyuhyun.

Sungmin tersentak saat tangan Kyuhyun yang berada digenggamannya bergerak kecil, tidak lama mata itu perlahan terbuka.

"Kyunnie~" Merasa namanya dipanggil, Kyuhyun menggerakkan kepalanya ke samping dan mendapati wajah yeoja yang ia cintai. Kyuhyun tersenyum lemah.

"Aku akan panggilkan dokter." Sungmin langsung keluar dari ruangan untuk memanggil dokter.

Kyuhyun menggelengkan kepalanya pelan, padahal di sini ada bel call emergency. Tinggal menekannya dan dokter pun akan datang, mungkin kelinci montoknya itu terlalu khawatir. Batin Kyuhyun senang.

Tidak lama dokterpun datang, sekilas namja itu melihat orang tuanya yang memandangnya dengan perasaan cemas sebelum pintu itu tertutup oleh suster.

"Bagaimana perasaan anda?" Tanya dokter itu ramah.

"Baik dok, mungkin sedikit pusing." Jawab Kyuhyun dan dibalas dengan anggukkan dokter.

.

~oOo~

.

"Hannie, Kyuhyunnie sudah sadar." Heechul memeluk Hangeng dengan perasaan lega luar biasa.

"Ya, putra kita baik - baik saja." Hangeng membalas pelukan istrinya, sesekali mengecup kening istrinya.

Disebelahnya, Sungmin memeluk ibunya erat dan tersenyum. Eunhyuk mengelus rambut sang adik sedangkan tangan satunya berada digenggaman calon suami, Donghae. Namja penyuka ikan itu datang setelah di hubungi oleh Eunhyuk, tanpa buang waktu Donghae langsung bergegas menuju rumah sakit.

"Hangeng - ssi."

Hangeng menoleh dan terkejut melihat Tuan Kim, ayah Kim Jungmo. Namun, keterkejutannya itu digantikan oleh tatapan datar.

Tidak hanya Hangeng, semua yang berada disana pun terkejut melihat Tuan Kim yang berdiri tidak jauh dari mereka.

"Apa yang membuat anda datang kemari, Tuan Kim?" Tanya Hangeng angkuh.

Tuan Kim mengepalkan tangannya, dia harus melakukannya.

Brugh

Kembali semuanya dibuat terkejut saat Tuan Kim berlutut di depan Hangeng.

"Kumohon, bebaskan anakku. Aku tahu, anakku salah dalam mengurus perusahaan, apa yang telah dia lakukan pada keluarga Lee. Bahkan sampai membunuh dan sekarang, dia yang menyebabkan anakmu terbaring di rumah sakit." Ujarnya lirih.

Sungmin, Leeteuk dan Eunhyuk terbelalak, jadi Jungmo yang melukai Kyuhyun. Pikir mereka.

"Tapi kumohon, hanya dia yang ku punya setelah istriku meninggal dunia. Bebaskanlah anakku, kau meminta apapun akan kulakukan." Inilah sisi lemahnya, walaupun dia bersikap tegas dan angkuh didepan anaknya. Namun, dia tetap menyayangi anaknya. Memang dia menyuruh Jungmo untuk melenyapkannya, tapi saat itu dia sedang emosi dengan kelakuan anaknya. Dia tidak ingin Jungmo dipenjara nantinya.

Namun, melihat anaknya yang ditahan membuatnya geram. Tapi dia sadar, ini kesalahan anaknya. Dia akan melakukan apapun untuk bisa membebaskan Jungmo dari penjara.

"Dia sudah membuat anakku terluka dan itu adalah balasan yang setimpal." Ujar Hangeng datar.

"Tapi anakmu baik - baik saja."

"Anakmu harus menyadari semua perbuatan yang telah dia lakukan di penjara."

"Kumohon, biar aku yang melakukannya."

Hangeng menghela nafas lelah, menatap Heechul dan Siwon bergantian. Heechul menganggukkan kepalanya, begitu pula dengan Siwon.

"Baiklah, kuberi kesempatan kedua." Ujarnya pasrah.

"Terima kasih, Hangeng - ssi."

"Tapi ada syaratnya, tentu saja." Tambah Hangeng cepat.

"Apapun, apapun akan kulakukan." Balas Tuan Kim cepat sembari bangun dari berlututnya.

"Tinggalkan korea, pergi sejauh mungkin. Dan ini kesempatan terakhir, jika anakmu melakukan sesuatu yang menyebabkan anakku atau putri Kangin terluka. Maka tidak akan ada ampun untuk anakmu, ingat itu!" Hangeng menatap mata Tuan Kim tajam.

"Ya, akan kulakukan. Terima kasih dan maaf atas semua yang dilakukan anakku padamu, terutama pada keluarga Lee." Tuan Kim menundukkan kepalanya pada Hangeng dan Leeteuk sebelum pergi meninggalkan rumah sakit.

Sedangkan ditempat lain, tepatnya sel tahanan. Jungmo menatap lurus kedepan, tangannya terkepal.

"Aku akan membalas semua perbuatanmu Cho Kyuhyun. Sungmin hanya milikku, hanya milikku."

Bugh

Jungmo memukul tembok hingga tangannya terluka, namun Jungmo hanya diam. Nafasnya terengah, dia tidak akan menyerah sebelum Kyuhyun mati ditangannya.

.

.

To Be Continue

Akhirnya Chap 17 update! Lama yaaaaaaa, maaf yaaa, soalnya selama bulan puasa kemarin pengennya jadi reader terus. Dan pas pulkam baru dech bisa ngetik lewat hp dan baru bisa update sekarang..

Ugh, jeongmal mianhaeyoo.. Dan untuk chap ini bila ada kata-kata yang tidak pas atau membingungkan harap dimaklumi.. XD

Jungmo ditangkapnya terlalu gampang ya? Hehehhe.. abis dah ada polisi ntar Jungmo ditembak.. XD

Masih ada utang ff nih padahal dah mulai masuk kuliah, sebel. Yang lain libur sampai September diriku hanya 1bulan. -_-

Terima kasih untuk follow, favourite dan review kalian..
maaf untuk typo dan kurang panjang! ,

Untuk Try to Love You tunggu yaaaa,, XD

Sampai jumpa di chap 18! #lambai2

Review lagi, ne!

Terima kasih

ratu kyuhae