Be My Girl

.

KyuMin FanFiction

.

Presented by ratu kyuhae

.

GS, Typo bertebaran, tidak sesuai EYD, alur berantakan

.

Don't Like, Don't Read, No Bash

.

Chapter 18

.

.

"Bagaimana keadaannya?" Tanya Heechul saat melihat dokter yang keluar dari kamar rawat putranya, Hangeng mengikuti langkah sang istri yang menghampiri dokter.

"Keadaannya sudah membaik, saya baru saja memberikan obat dan dalam waktu lima menit pasien akan tertidur." Jelas dokter.

"Terima kasih dokter." Ucap Hangeng dan dibalas dengan senyuman tipis, dokter itu pun pergi setelah berpamitan diikuti oleh suster dibelakangnya.

Heechul langsung memasuki kamar rawat putranya diikuti Hangeng dan keluarga Lee meninggalkan Donghae dan Siwon yang masih berdiri ditempatnya.

"Menurutmu apa kita harus menuruti keputusan yang sudah diambil oleh Hangeng ahjussi?" Tanya Donghae bingung.

"Entahlah, tapi kita tidak bisa membantah keputusannya." Jawab Siwon sambil mengangkat kedua bahunya.

"Kalau Kyuhyun tahu, dia pasti marah – marahnya pada kita." Ujar Donghae mengacak rambutnya frustasi.

"Hanya kau, aku kan jarang bertemu dengannya." Siwon terkekeh melihat Donghae yang menatapnya tajam, bertahun – tahun mengenal Kyuhyun dan Donghae membuatnya terbiasa ditatap seperti itu oleh kedua sahabatnya.

"Salahmu sendiri terlalu sibuk dengan istri, anak dan pekerjaanmu itu hingga tidak ada waktu untuk mengunjungi kami." Cibirnya.

"Makanya cepatlah kalian menikah dan kalian akan tahu bagaimana rasanya saat sudah mempunyai keluarga, lagipula kita ini beda profesi." Belanya membuat Donghae kembali mencibir.

"Alasan."

"Sudahlah, ayo masuk!" Ajaknya sambil merangkul bahu Donghae dan memasuki kamar rawat Kyuhyun.

Saat Siwon dan Donghae sudah memasuki kamar, pemandangan yang pertama kali dilihatnya adalah wajah Kyuhyun yang terlihat kesal. Namja itu sudah menyandarkan punggungnya pada kepala ranjang, mereka bergidik ngeri saat pandangan Kyuhyun mengarah pada mereka. Tanpa diberitahu, mereka yakin jika Kyuhyun sudah mengetahui tentang keputusan Hangeng yang akan membebaskan Jungmo.

"Sudahlah Kyu, lagipula setelah dia bebas Tuan Kim akan membawanya pergi dari Korea." Ucap Hangeng mencoba membuat anaknya tenang.

"Tapi aku yakin kalau Kim Jungmo tidak akan menyerah, appa." Kyuhyun berucap yakin membuat Hangeng diam.

"Lebih baik kau istirahat, kata dokter kau akan tertidur lima menit kemudian dan sekarang sudah lebih dari lima menit." Sela Heechul sambil membantu anaknya rebahan.

Kyuhyun menatap Sungmin yang masih berdiri tidak jauh dari ranjangnya, tersenyum saat melihat yeoja yang dicintainya itu berjalan mendekatinya.

"Mianhaeyo." Ujar Sungmin lirih dan dibalas Kyuhyun dengan gelengan pelan.

"Gwaenchanhayo." Balasnya, mencoba menenangkan yeoja yang sudah menggenggam tangannya yang tidak di infus.

"Tidurlah."

Kyuhyun menurut dan menutup matanya, sedari tadi rasa kantuk memang sudah menyerangnya. Namun tertahan karena perkataan ayahnya yang akan membebaskan Kim Jungmo sialan itu, membuatnya kesal dan hilang rasa kantuknya.

Dan kini, elusan pada tangannya yang digenggam oleh Sungmin dan usapan lembut ibunya dikepala membuat rasa kantuk itu kembali menghampirinya.

Semua yang berada diruangan itu bernafas lega melihat Kyuhyun tertidur, para namja yang masih terdiam itu membenarkan ucapan Kyuhyun tentang Kim Jungmo. Tapi siapa yang tahan, melihat bagaimana Tuan Kim yang berlutut meminta untuk anaknya dibebaskan.

Hangeng membalikkan badannya dan menatap dua namja yang masih berdiri di belakang pintu, seakan mengerti Siwon dan Donghae mengangguk kompak. Hangeng memandang istrinya yang masih mengusap kepala putranya, memegang kedua bahu istrinya dan mendekatkan wajahnya pada telinga Heechul.

"Aku keluar dulu sebentar." Bisiknya lembut dan dijawab dengan anggukkan pelan istrinya disertai dengan senyum tipisnya, dikecupnya pipi Heechul sekilas dan mengelus kepala putranya sebelum meninggalkan ruangan diikuti oleh Siwon dan Donghae.

.

~oOo~

.

"Sepertinya kita tetap harus mengawasinya, ahjussi." Saran Donghae saat mereka sudah berada di luar kamar dan langsung mengutarakan pendapatnya, setuju dengan pendapat namja disampingnya Siwon menganggukkan kepalanya.

"Walaupun Tuan Kim menyetujui untuk membawa Jungmo pergi meninggalkan korea, tapi ada baiknya kita tetap mengawasinya. Seperti yang dikatakan Kyuhyun tadi, Kim Jungmo tidak akan menyerah untuk mencelakai Kyuhyun." Jelas Siwon yang setuju dengan saran Donghae.

"Ya, kalian benar! Jangan sampai kejadian ini terulang kembali, bahkan lebih parah dari ini." Ucap Hangeng tegas, Siwon dan Donghae mengangguk bersamaan.

"Aku akan menghubungi Erick." Ujar Donghae, Hangeng menganggukkan kepalanya. Dengan segera Donghae mengambil ponselnya dan sedikit mengambil jarak untuk menghubungi Erick. Siwon meminta ijin untuk menghubungi bawahannya yang menangani kasus Jungmo, Hangeng kembali mengangguk mengijinkan dan namja berlesung pipi itu sudah berkutat dengan ponselnya.

"Hangeng - ah!"

Hangeng menoleh ke samping saat merasa namanya dipanggil seseorang, tersenyum tipis melihat siapa yang baru saja memanggilnya. Hangeng terkekeh melihat sahabatnya itu sudah berdiri di depannya dan menetralkan nafasnya.

"Sekali - kali pergilah jogging di pagi hari, Kangin - ah." Candanya membuat Kangin merengut kesal.

"Ah, bagaimana keadaan putramu?" Tanya Kangin saat mengingat tujuannya datang ke rumah sakit. Ketika Kangin baru kembali ke ruangan setelah selesai rapat, Leeteuk menghubunginya dan mengatakan jika putra sahabatnya itu dirawat di rumah sakit.

"Keadaannya sudah membaik, sekarang Kyuhyun sedang tidur." Jelasnya, Kangin bernafas lega dan mengucap syukur.

"Ahjussi, saya sudah menghubungi Erick dan katanya dia akan mulai untuk mengawasi Jungmo saat Kyuhyun sudah mencabut laporannya." Ujar Donghae tiba - tiba, tersentak saat melihat calon mertuanya yang juga menatapnya dengan kerutan di dahi.

"Annyeonghaseyo abeonim." Sapanya dengan senyum manis membuatnya terlihat makin tampan, Kangin tersenyum sekilas sebelum menanyakan maksud dari ucapan calon menantunya itu.

"Apa maksud dari ucapanmu itu, Hae - yah? Mengawasi Jungmo dan Kyuhyun yang mencabut laporannya." Tanyanya bingung menatap Hangeng dan Donghae bergantian. Namun, sebuah suara menghentikkan gerakan mulut Hangeng yang ingin menjawab pertanyaan Kangin.

"Ahjussi, laporannya bisa dicabut tapi tidak dalam waktu dekat ini." Jelas Siwon membuat kerutan di dahi Kangin bertambah, 'Ada apa ini sebenarnya?' Jerit Kangin frustasi.

"Bisa tolong jelaskan padaku?" Tanya Kangin sambil memijat pelipisnya.

"Ikutlah denganku, aku akan menjelaskan semuanya." Kangin mengangguk menyetujui tawaran Hangeng, kedua namja paruh baya itupun pergi meninggalkan Siwon dan Donghae.

Cklek

Siwon dan Donghae tersentak saat pintu di belakang mereka terbuka, nampak yeoja cantik yang keluar dari kamar rawat.

"Chagiya, kenapa keluar?" Tanya Donghae bingung melihat sang kekasih yang keluar dari kamar rawat sendirian.

"Aku hanya sedikit bosan di dalam." Jawab Eunhyuk dengan senyum lima jarinya membuat Donghae terkekeh dan mengacak rambut Eunhyuk pelan.

"Bosan karena di dalam tidak ada aku, ya?" Godanya kemudian sedikit meringis saat tangannya dipukul oleh kekasihnya.

"Chagiya, kenapa memukulku?" Rengeknya membuat Siwon dan Eunhyuk memutar kedua bola matanya malas.

"Sangat tidak cocok untuk umur sepertimu." Ejek Siwon menghiraukan Donghae yang mendelik padanya.

Tanpa berbicara apapun, Donghae merangkul kekasihnya dan berbalik meninggalkan Siwon yang tercengang melihatnya.

"YA! Mau kemana?" Serunya tidak terima ditinggal sendirian.

"Jangan ganggu, kami mau berpacaran!" Jawab Donghae dengan nada sedikit tinggi membuat Siwon mendengus.

.

~oOo~

.

Kangin diam, tidak tahu ingin berkomentar seperti apa. Satu sisi, ia menyayangkan keputusan Hangeng yang akan membebaskan Jungmo. Tapi sisi lain, ia memaklumi dan membenarkan penjelasan Hangeng tadi. 'Bagaimanapun aku juga seorang ayah, begitu pula dengan kau. Aku akan melakaukan apapun untuk anakku, termasuk berlutut pada musuh sekalipun.', dan itu adalah tugas seorang ayah kepada anaknya agar bahagia.

"Kau benar, tapi aku mengkhawatirkan Sungmin. Bagaimana kalau nanti dia melakukan sesuatu pada putriku?" Tanya Kangin cemas dan dia mulai berpikir untuk memberikan penjagaan kepada anaknya, bodyguard mungkin.

"Bukankah Donghae mengatakan kalau Jungmo akan tetap kami awasi! Tenanglah, semua akan baik - baik saja." Ujar Hangeng berharap Kangin bisa lebih tenang.

"Percayakan pada calon menantumu, dia pasti bisa melakukannya." lanjutnya sambil terkekeh kecil dan Kangin yang menggelengkan kepalanya.

"Mereka benar - benar membuatku dan Teukki pusing dengan keromantisan mereka." Keluh Kangin dan ditanggapi dengan gelak tawa Hangeng.

"Jangankan di rumahmu, sering kudengar dari para karyawan di kantorku. Mereka selalu romantis, lebih tepatnya Donghae yang menggoda dan putrimu yang merona. Dan jangan lupakan suara manja putrimu, membuat para karyawanku yang belum memiliki pasangan gigit jari." Tambah Hangeng.

Mereka tertawa bersama, tidak menyadari pasangan kekasih yang menatap mereka bingung. Saling berpandangan kemudian mengangkat kedua bahunya, merasa di tatap Hangeng dan Kangin menghentikkan tawanya dan menoleh ke samping.

"Ah, kalian disini." Ucap Kangin dan hanya di balas dengan anggukkan kepala Donghae dan Eunhyuk.

"Sudah berapa lama?" Tanya Hangeng.

"Sejak ahjussi dan abeonim tertawa bersama." Jawab Donghae.

"Apa yang appa tertawakan?" Tanya Eunhyuk antusias berbanding terbalik dengan Hangeng dan Kangin yang gelagapan.

"Ah, bukan apa - apa. Ini pembicaraan antar lelaki." Jawab Kangin asal membuat Eunhyuk mempoutkan bibirnya.

"Aku juga laki - laki, abeonim!" Seru Donghae semangat.

"Lelaki dewasa lebih tepatnya." Balas Hangeng cepat.

"Aku sudah dewasa, ahjussi." Rengek Donghae membuat Kangin menggelengkan kepalanya dan Eunhyuk yang menatap kekasihnya horror.

"Mana ada lelaki dewasa merengek seperti itu!" Ejek Hangeng dan Donghae hanya bisa merengut.

"Chagiya, kita pergi saja." Ajak Donghae sambil menggenggam tangan Eunhyuk dan pergi meninggalkan dua namja paruh baya yang menghembuskan nafas lega.

Biarlah pasangan itu tidak tahu, mereka tidak ingin terjadi kehebohan karena reaksi berlebihan mereka saat tahu alasan mereka tertawa. Ya, pasti akan ada suara jeritan Eunhyuk dan Donghae yang tertawa puas mendengar seluruh para karyawan di kantor membicarakan keromantisan hubungan Donghae dan Eunhyuk.

.

~oOo~

.

"Satu suap lagi."

"Aku sudah kenyang, chagiya."

Sungmin menghela nafas melihat Kyuhyun yang baru memakan empat suap dan sekarang sudah mengatakan 'kenyang', bahkan sisa makanannya masih banyak.

"Baiklah, sekarang minum obat." Perintahnya dengan nada yang dibuat galak.

"Aish, nanti aku akan kembali tidur karena pengaruh obat itu. Nanti saja, chagiya!" Rengek Kyuhyun. Oh, ayolah! Dirinya baru saja bangun dari tidurnya dan selesai makan, saat terbangun ruangan ini hanya ada Sungmin yang menjaga dan Sungmin mengatakan jika ibu dan -ehm- calon mertuanya sedang keluar untuk mencari makan. Mengetahui hal itu, Kyuhyun berencana untuk bermesraan dengan Sungmin setelah selesai makan. Namun kenyataannya, kembali dirinya harus meminum obat yang akan membuatnya tertidur.

"Baiklah." Ujar Sungmin pasrah sedangkan Kyuhyun kini tersenyum senang, dimulainya dengan menggenggam tangan Sungmin dan mengecupnya.

"Aku senang, akhirnya kau bebas dari Jungmo." Ucap Kyuhyun lembut, Senyum terkembang di bibir shape - M favoritnya itu.

"Ya, kuharap setelah ini Jungmo oppa bisa menerima tentang berakhirnya pertunanganku dengannya." Harapnya dan dibalas dengan anggukkan kepala Kyuhyun.

"Baiklah kita ganti topik pembicaraan kita, bagaimana dengan skripsimu? Dan kapan sidangnya?" Tanya Kyuhyun sambil menyilangkan kedua lengannya di dada.

"Skripsinya sudah selesai dan besok aku sidangnya, do'akan aku ya." Jawabnya dengan senyum manisnya.

"Pasti sayang, semoga kau berhasil." Kyuhyun menggeser badannya sedikit dan menepuk kasur sebelahnya, meminta Sungmin untuk duduk. Sungmin menurut, dirangkulnya bahu Sungmin dan memeluknya.

Sungmin menenggelamkan kepalanya pada dada bidang Kyuhyun, namja itu tersenyum dan makin mempererat pelukannya.

Kyuhyun berjanji, setelah ini dia akan membuat Sungmin selalu tersenyum dan bahagia bersamanya.

.

.

To Be Continued

Haiiii, maaf yaaa lama updatenya.. Soalnya aku baru selesai UAS.. ^,^v

Oh y, setelah aku publish ff ini. Tolong y jangan di bash, mau di review atau PM, memang Sungmin oppa dh nikah, ini kan hanya delusi. Lagian kalo emang g sukaa tinggal klik 'close' atau 'back'.

Saya menulis ff KM krna banyak author yang sudah tidak menulis lagi saat Min bilang punya pacar, karena itu saya ingin menjadi author ff KM. Jadi, terserah jika kalian tidak suka karena saya masih menulis ff tentang KM.

Untuk chapter kemarin, Terima kasih untuk follow, favourite dan review kalian..

maaf untuk typo dan kurang panjang! ,

Untuk Try to Love You, mau nanya nih, semakin bnyak pendapat semakin bagus dan semoga ide tiba" muncul setelah baca pendapat kalian, mau'y Kyu sekali lagi dibuat cemburu atau mereka langsung baikkan aja? Ditunggu y jawabannya... XD

Sampai jumpa di chap 19! #lambai2

Review lagi, ne!

Terima kasih

ratu kyuhae