Be My Girl

.

KyuMin FanFiction

.

Presented by ratu kyuhae

.

GS, Typo bertebaran, tidak sesuai EYD, alur berantakan

.

Don't Like, Don't Read, No Bash

.

Chapter 19

.

.

"Selamat datang." Seru Heechul senang saat memasuki mansionnya bersama Hangeng dan Kyuhyun yang sudah diijinkan pulang dari rumah sakit.

"Eomma, tidak perlu berlebihan seperti itu." Kyuhyun menggelengkan kepalanya melihat tingkah sang ibu yang menurutnya berlebihan.

"Itu karena eomma terlalu senang." Masih dengan senyum bahagianya, dikecupnya pipi putranya dan berlalu menuju dapur.

"Ada apa dengan eomma, appa?" Tanya Kyuhyun memandang ayahnya bingung, sedangkan yang ditanya hanya mengangkat kedua bahunya pertanda dirinya juga tidak tahu dengan sikap istrinya itu.

"Mungkin karena kau sudah keluar dari rumah sakit." Jawab Hangeng asal dan menyusul istrinya.

"Kalau senang, kenapa aku ditinggal di depan pintu?" Cibir Kyuhyun sembari melangkahkan kakinya menuju kamarnya di lantai atas, dia ingin meng-istirahatkan tubuhnya sebelum ibunya memanggil untuk makan siang.

direbahkan tubuhnya di ranjang dan mulai memejamkan matanya, pikirannya melayang pada sosok yeoja yang sangat dicintainya. Ini sudah lewat tiga hari pasca sidang akhir skripsi Sungmin, membuka kedua matanya cepat dan mengambil ponselnya di meja nakas.

Diketiknya sebuah pesan untuk Sungmin tidak lupa dengan senyum yang menghiasi wajahnya, tersenyum puas saat pesannya sudah terkirim. Diletakkannya kembali ponsel itu di meja nakas dan menyamankan tubuhnya di kasur empuknya, hingga akhirnya namja itu tertidur karena rasa kantuk yang sudah sedari tadi ditahannya.

.

~oOo~

.

Di dapur, terlihat beberapa maid yang menunduk menyembunyikan rona merah di kedua pipinya.

Bagaimana tidak? Saat ini, Hangeng sedang memeluk istrinya dari belakang. Bahkan mencium pipi istrinya bertubi - tubi membuat Heechul merasa jengah dengan tingkah suaminya itu, diletakkannya pisau dengan kasar dan berbalik menghadap suaminya.

"Hannie, bisakah kau berhenti? Kita sedang di dapur." Ujarnya kesal.

"Beritahu aku dulu, kenapa kau senang hari ini?" Tanya Hangeng dengan seringai tipis di wajahnya.

"Kau lupa?" Tanya balik Heechul dengan nada mengejek membuat Hangeng mengernyitkan dahinya bingung.

"Memangnya ada apa? Ayolah, ceritakan padaku."

"Ck, Sungminie sudah selesai melakukan sidang akhir skripsinya." Jawab Heechul riang.

"Lalu?" Heechul yang gemas mendengar pertanyaan suaminya itu memukul dada suaminya pelan.

"Kau ini! Itu tandanya, sebentar lagi Kyunnie akan melamarnya."

"Ahh, tentang itu." Hangeng menganggukkan kepalanya berkali - kali.

"Sudah ingat?" Ejek Heechul dan hanya dibalas dengan cengiran bodoh -menurutnya- suaminya itu. Walau begitu, tetap saja suaminya itu terlihat tampan.

"Kapan Kyuhyun akan melamarnya?" Tanya Hangeng.

"Entahlah, kita ikuti saja kemauan anakmu itu." Jawab Heechul sambil mengangkat kedua bahunya dan kembali berbalik untuk melanjutkan masakannya.

"Dia anakmu juga, Chullie." Hangeng kembali memeluk istrinya dari belakang.

"Hannie, aku sedang memasak." Jerit Heechul membuat para maid berjengit kaget.

"Pelankan suaramu, yeobo." Seakan tidak peduli, Hangeng tetap tidak melepaskan pelukannya.

"Kau yang membuatku harus berteriak seperti tadi."

Dan para maid hanya bisa mengelus dadanya melihat kemesraan sang majikan.

.

~oOo~

.

| From: Kyunnie |

'Aku sudah sampai dirumah, jam berapa kau akan kesini? apa urusanmu dengan Ryeowook sudah selesai? Aku merindukanmu. :-* '

Sungmin tersipu malu membaca kalimat terakhir dan emotion yang dikirimkan Kyuhyun padanya, bahkan Ryeowook saat ini tengah tertawa melihat wajah sahabatnya yang memerah.

"Aku senang dengan hubungan kalian yang sudah mulai terbuka, tidak ada yang perlu ditutupi lagi karena namja itu." Kekeh Ryeowook dan dibalas dengan senyuman manis sahabatnya itu.

"Kyuhyun tidak pernah menutupi hubungan kami." Sangkalnya membuat Ryeowook mengangguk setuju.

"Ya, bukan Kyuhyun oppa tapi kau yang melakukannya karena takut menyakiti hati Jungmo oppa." Ujarnya sebal.

"Tapi aku senang, akhirnya masalah itu sudah selesai dan kau akan bahagia dengan namja yang kau cintai." Lanjutnya dengan senyuman tulus membuat Sungmin ikut tersenyum bahagia.

"Besok kau mau ikut tidak?" Tanya Sungmin sambil memasukkan ponselnya ke dalam tas.

"Kemana?"

"Hyukkie eonni memintaku untuk menemaninya dan kau diminta untuk ikut, mungkin mengurus keperluan untuk pernikahan Hyukkie eonni dan Donghae oppa nanti." Jawab Sungmin.

"Oh, akhirnya hyukkie eonni menikah juga." Ujar Ryeowook senang.

"Kau benar, dan aku senang kalau suaminya nanti adalah Donghae oppa." Balas Sungmin tak kalah senang apalagi mengingat bagaimana romantisnya mereka saat dikantor dan dirumah sekalipun.

"Mereka benar – benar serasi."

"Oh iya, gaun pengiring pengantin untuk kita sudah selesai. Besok kita akan kesana!" Ujar Sungmin.

"Aku tak sabar untuk mencobanya." Balas Ryeowook semangat.

"Kau setelah ini akan kemana?" Tanya Ryeowook sambil meminum jus strawberry-nya.

"Aku akan kerumah Kyuhyun, aku sudah berjanji untuk datang kerumahnya setelah selesai bertemu denganmu." Jawab Sungmin.

"Lebih baik kau datang sebelum jam makan siang agar kau bisa membantu calon mertuamu memasak, lagipula jarak cafe ini dengan rumah Kyuhyun lumayan dekat." Usul Ryeowook tidak lupa dengan mengedipkan sebelah matanya untuk menggoda sahabatnya.

"Pantas saja kau senang saat aku mengatakan kita akan bertemu di cafe 'MoBit', ternyata jaraknya dekat dengan rumah kekasihmu itu." Cibir Ryeowook pura - pura kesal.

"Kan kau sendiri yang mengatakan kalau Sungie oppa akan datang kemari sebelum jam makan siang untuk mengurus cafe-nya ini, jadi kau bisa bersama Sungie oppa saat aku sudah pergi nanti." Ujar Sungmin sambil mempoutkan bibirnya membuat Ryeowook tertawa.

.

~oOo~

.

"Jadi dia sudah keluar dari penjara?"

"Ya, ayahnya sendiri yang menjemputnya. Dia mengatakan akan membawa putranya ke jerman, sesuai dengan perjanjian."

Donghae tersenyum puas, akhirnya namja itu pergi juga dari kehidupan keluarga calon istrinya. Tapi seperti ucapan Kyuhyun, Kim Jungmo tidak akan menyerah untuk melukai Kyuhyun atau lebih parahnya melukai Sungmin.

"Kita tetap harus mengawasinya walaupun dia berada di jerman sekalipun." Ucap Donghae.

"Kau benar, bahkan keberangkatannya ke jerman ditunda karena kondisi ayahnya yang kurang stabil." Balas Siwon serius.

"Kurang stabil? Bagaimana bisa?" Protes Donghae tidak terima.

"Sewaktu tuan Kim memohon untuk dibebaskan putranya beliau sedang sakit, bahkan memaksakan dirinya untuk menjemput putranya di kantor polisi. Sekarang tuan Kim sedang dirawat dirumah sakit, kau tahu kan maksudku?" Donghae mengangguk mengerti, peluang untuk melukai Kyuhyun ataupun Sungmin semakin besar akan terjadi jika pengamanan pada mereka tidak diperketat.

"Haruskah kita memberitahukan perihal ini pada Hangeng ahjussi?" Tanya Donghae meminta pendapat.

"Beritahu saja, sekalian kau beritahu Kyuhyun."

"Kenapa tidak kau saja yang beritahu namja evil itu." Protes Donghae.

"Aku malas mendengar ocehannya kalau tahu saat ini Jungmo bebas dan masih berada di korea." Balasnya tidak memperdulikan tatapan kesal Donghae padanya.

"Dasar curang." Cibirnya kesal dan dibalas dengan Siwon yang mengangkat kedua bahunya acuh.

"Aku harus pergi." Ucap Siwon seraya beranjak dari tempat duduknya.

"Sekarang? Kenapa kita tidak makan siang bersama dulu?" Protes Donghae tidak setuju, sudah lama mereka tidak makan siang bersama semenjak kesibukkan mereka masing - masing membuat dirinya, Kyuhyun dan Siwon jarang bertemu.

"Aku sudah janji pada Kibummie untuk makan siang dirumah, kau rencanakan saja untuk pertemuan kita bertiga." Usul Siwon dengan pandangan menyesal.

"Baiklah, sampaikan salamku pada Kibum." Siwon mengangguk dan memeluk sahabatnya sebentar sebelum akhirnya keluar dari ruangan kerja Donghae.

Donghae menghela nafas sebentar, diambilnya ponsel miliknya di meja dan mulai menghubungi Hangeng. Kyuhyun? Biarlah Hangeng sendiri yang akan memberitahukannya, bukankah Kyuhyun sudah pulang dari rumah sakit? Pasti saat ini keluarga Cho sedang berada dirumah.

.

~oOo~

.

"Annyeonghaseyo, ahjumma."

"Minnie!" Pekik Heechul senang melihat tamu yang datang adalah calon menantunya, dipeluknya putri dari sahabatnya itu dengan sayang.

"Aish, bisakah kau berhenti memanggilku 'Ahjumma' dan menggantinya dengan 'Eomma'?" Rajuk Heechul pura - pura kesal membuat Sungmin tersenyum.

"Ah, eomma sedang memasak. Kau mau membantu eomma?" Pinta Heechul dengan wajah berbinar.

"Ne, ah- maksudku eomma." Jawab Sungmin cepat saat melihat mata Heechul yang mulai protes.

"Ayo!" Ajak Heechul semangat sambil memeluk lengan Sungmin dan menariknya menuju dapur.

"Setelah selesai memasak, tolong bangunkan Kyunnie. Ne?" Dan permintaan Heechul hanya dijawab dengan anggukkan kepala Sungmin.

'Membangunkan Kyuhyun!' Sungmin merona sekaligus gugup, dirinya belum pernah membangunkan seorang namja. Walaupun hanya membangunkan, tetapi dirinya merasa seperti seorang istri yang akan membangunkan suaminya dari tidur lelapnya.

.

~oOo~

.

Dan disinilah sekarang, berdiri tepat di depan pintu kamar Kyuhyun. Apakah dirinya hanya harus mengetuk pintu sampai Kyuhyun bangun atau membuka pintu kamar, memasuki kamar dan membangunkannya?

Sepertinya dirinya akan memilih opsi pertama, diangkatnya kepalan tangannya dan mengetuknya dua kali.

"Minnie langsung masuk saja, Kyunnie tidak akan terbangun jika hanya diketuk!"

Sungmin memejamkan matanya mendengar teriakan dari ibu Kyuhyun, menghela nafas sebentar sebelum akhirnya memilih opsi kedua, tidak ada pilihan lain.

Sedangkan ditempat lain, Heechul terkekeh kecil setelah berteriak tadi. Senang rasanya menggoda calon menantunya itu, meninggalkan meja makan menuju ruang kerja suaminya yang saat ini sedang berada diruangan itu.

Sungmin langsung membuka pintu dan memasuki kamar Kyuhyun, pandangannya langsung mengarah pada kasur berukuran king size dan terdapat sosok namja yang sedang tertidur.

"Kyu~" Panggilnya lirih seraya melangkah mendekati ranjang. Belum ada pergerakkan apapun dari badan itu, menandakan jika sang empu belum terbangun dari tidurnya.

"Kyu, bangun." Kali ini, Sungmin mencoba menyentuh lengan namja itu dan sedikit menggoyangkan.

"Kyu, kau sudah ditunggu untuk makan si- Kyaaa!"

Tangan yang sedari tadi menggoyangkan tangan sang namja, tiba - tiba saja menarik tangannya hingga terjatuh ke ranjang. Sungmin merona, saat ini posisinya berada di atas tubuh namja yang sedari tadi memejamkan matanya. Sekarang, mata namja itu terbuka lebar seakan - akan memberitahu jika dirinya sudah terbangun sejak tadi.

Seringai tipis tercetak di bibir tebal itu membuat jantung Sungmin berdebar, sadar akan posisi yang sedang menindih namja itu membuat dirinya ingin bangun dari posisinya. Namun gagal karena sebuah tangan yang melingkar di pinggangnya, menahan dirinya untuk tetap berada di posisi seperti ini.

"K.. Kau, sudah bangun?" Tanya Sungmin gugup dan dijawab dengan anggukkan kepala Kyuhyun.

"Sejak.. Kapan?" Tanyanya lagi.

Chu~

"Sejak kau mengetuk pintu." Jawabnya santai, menghiraukan mata Sungmin yang membulat lucu.

"Kata eomma, kau tidak akan terbangun jika hanya diketuk pintunya." Ujar Sungmin tidak lupa dengan bibir yang terpout lucu.

"Eomma? Kau memanggilnya 'Eomma'?" Tanya Kyuhyun memastikan, namun Sungmin hanya terdiam dengan wajah yang semakin memerah.

"Wow, perkembangan yang bagus." Selesai mengucapkan itu, dengan cepat Kyuhyun memutarkan badannya hingga Sungmin berada di bawah. Sungmin terkesiap, tindakan Kyuhyun begitu tiba - tiba tanpa bisa dia cegah sebelumnya.

"Kyunnie~" Kyuhyun tersenyum mendengar suara lirihan itu, menahan tubuhnya dengan kedua siku dan memulai aksinya. Diciumnya bibir shape M yeojanya dan melumatnya, mata keduanya terpejam menikmati panasnya ciuman mereka. Sungmin pun kewalahan membalas lumatan dan gigitan yang Kyuhyun berikan, Kyuhyun membuka mulut Sungmin dengan lidahnya dan kini lidah mereka terlihat saling beradu .Tidak puas mencium bibir itu, ciumannya turun menuju dagu lalu turun ke leher.

"Akh~" Sungmin berteriak kecil dan meremas bahu namja itu saat leher putihnya digigit, pasti meninggalkan bekas dan itu tidak akan berlangsung cepat hilangnya. Sungmin mulai merutuki Kyuhyun, bagaimana jika orang tua atau bahkan kakaknya melihat tanda itu?

"OMO!"

Pletak

"Arrgghh!"

Sungmin tersadar saat mendengar teriakan Kyuhyun, membuka kedua matanya cepat dan tersentak saat melihat ibu Kyuhyun yang sedang berkacak pinggang. Sungmin mendudukkan tubuhnya mengikuti Kyuhyun yang sedang mengelus kepalanya seraya meringis.

"Kenapa Eomma memukulku?" Tanya Kyuhyun kesal.

"Apa yang baru saja kau lakukan terhadap Minnie, Hah!" Pekik Heechul menghiraukan pertanyaan Kyuhyun.

"Kalian ini belum menikah! Kalau Eomma tidak kemari, bisa - bisa kalian menikah sebelum Minnie wisuda."

Sungmin menunduk menyembunyikan wajahnya yang merah karena malu, berbeda dengan Kyuhyun yang berdecak malas.

"Kami hanya berciuman, aku tidak akan merusak Sungmin sebelum kami menikah nantinya." Ujar Kyuhyun serius.

"Ck, tapi kau malah memberinya kiss mark dilehernya." Cibir Heechul sambil menunjuk tanda di leher Sungmin dengan dagunya.

Kyuhyun hanya mengangkat kedua bahunya acuh dan merapihkan rambut Sungmin yang acak - acakkan karena ulahnya.

"Cuci mukamu, jangan sampai wajah mesummu terbawa saat di meja makan. Setelah itu turun ke bawah, kami tunggu di meja makan." Heechul menarik tangan Sungmin lembut untuk beranjak dari tidurnya.

"Eomma, kenapa Sungmin dibawa? Biarkan dia bersamaku." Protes Kyuhyun.

"Tidak, kami sudah terlalu lama menunggu kalian untuk turun ke bawah." Jawab Heechul santai tanpa membalikkan badannya dan diakhiri dengan suara bantingan pintu.

"Aish, mengganggu saja." Umpat Kyuhyun kesal.

.

~oOo~

.

"Ahh~ Eomma tidak sabar menunggu Minnie menjadi menantu di keluarga Cho, kita akan makan bersama seperti ini." Ucap Heechul memecah keheningan setelah menyelesaikan makan siang mereka dan memutuskan untuk berkumpul di ruang keluarga Cho.

"Kau ini, biarkan Sungmin bernafas sebentar setelah menyelesaika sidang akhirnya. Jangan sampai saat kita melamar, calon menantu kita justru mengalami jantungan." Canda Hangeng diakhiri dengan tawa yang membuat Heechul mendelik.

"Eomma berdo'a saja agar yeoja disebelahku ini akan menjadi istriku, secepatnya!" Kali ini, Kyuhyun ikut untuk menggoda yeojanya.

Jangan ditanya bagaimana keadaan Sungmin saat ini, berawal dari kedua pipi chubby yang merona dan diakhiri dengan ucapan Kyuhyun yang membuat wajahnya seperti semerah tomat.

'Lain kali aku akan mengajak Wookie untuk menemaniku kemari atau Hyukkie eonni mungkin lebih baik.' Batin Sungmin menerawang.

"Apa kau sudah pernah mengurus perusahaan sebelumnya?" Tanya Hangeng menyadarkan Sungmin dari lamunanya.

"Belum pernah, appa selalu melarangku karena katanya aku masih harus belajar. Lagipula saat itu Hyukkie eonni sudah lulus kuliah, jadi appa mempercayakannya pada Hyukkie eonni sebagai wakil." Jawab Sungmin dan dibalas dengan anggukkan paham dari Hangeng.

"Kami turut bahagia mendengar kakakmu yang akan menikah, apalagi kakakmu menikah dengan sahabat Kyuhyun yang sudah kami anggap sebagai bagian dari keluarga kami. Donghae orang yang bertanggung jawab, aku yakin Donghae akan membahagiakan kakakmu." Ujar Hangeng tulus.

"Kamsahamnida." Balas Sungmin dengan senyum manis membuat Heechul dan Kyuhyun memandangnya gemas.

Drrt drrt

"Sebentar." Kyuhyun merogoh ponselnya di saku celananya dan beranjak dari duduknya menjaga jarak dari orang tuanya dan Sungmin.

"Ada apa, Hae hyung?" Tanya Kyuhyun to the point.

'Kyu, gawat!'

"Gawat?"

'Kim Jungmo sudah mulai berkeliaran, aku mendapat laporan kalau tadi siang namja itu pergi menuju rumah Sungmin.'

"Apa yang dia lakukan disana?"

'Dia hanya menatapnya saja, entah apa maksudnya. berhati - hatilah!'

PIP

"Brengsek!" Umpat Kyuhyun setelah memutuskan panggilan itu.

"Aku tidak akan membiarkanmu melukai Sungmin, Kim Jungmo." Desisnya tajam.

Kyuhyun berbalik dan langsung mendapati ayahnya yang menatapnya menyesal, dia tahu maksud dari tatapan itu.

"Maafkan appa, nak." Sesalnya, dia tidak menyangka jika kesehatan tuan Kim memburuk setelah kejadian itu.

"Gwaenchanhayo, lebih baik sekarang kita mengatakan masalah ini pada Kangin ahjussi dan memintanya untuk memperketat penjagaan di rumah Lee."

"Yah, sebenarnya Appa sudah memprediksikan kejadian ini. Karena itu, pengawasan di keluarga sudah diperketat. Bahkan tanpa sepengetahuan Sungmin, bodyguard sudah mengikuti kegiatan Sungmin semenjak empat hari yang lalu."

"Saat Sungmin sidang akhir?" Tanya Kyuhyun memastikan dan dijawab dengan anggukkan kepala ayahnya.

"Kau yang terbaik, Appa."

.

~oOo~

.

"Minnie."

Sesosok namja memandang sendu rumah yang tertutup ratap bagai tak berpenghuni, ingin rasanya dia mendatangi rumah itu dan mencari calon pengantinnya.

Kim Jungmo mengepalkan tangannya, semua karena namja itu. Namja yang sudah merebut calon pendamping hidupnya, namja yang membuat ayahnya terbaring di rumah sakit dan namja yang membuat dirinya pernah merasakan jeruji besi sehingga apa yang sudah dia genggam terlepas begitu saja.

Dia belum menyerah, dia akan merebut kembali miliknya. Dan jika memang dirinya tidak bisa memiliki yeojanya, berarti namja itu juga tidak bisa memiliki yeojanya.

Jungmo menyeringai, dia akan menunggu untuk hal itu.

"Aku akan menjemputmu, sayang!"

.

.

To Be Continued

Haiiiiii.. #ditimpuk reader ^,^ maafkan aku yang baru bisa update hari ini, soalnya tugas kuliah numpuk.. X_X

Sekalinya update kurang panjang.. #saya akui itu.. Abis ga tahan pengen update biar ga terlalu lama ilangnya.. XD

Ada yang nanya, BMG bakal naik rate ato ga. Jawabannya "Tidak"! Karena dari awal ff BMG rate T jadi tidak akan saya naikkan.. Kecuali untuk Kiss karena Kyuhyun oppa menuntut diriku harus ada adegan Kiss kalo ga dia ngambek.. O.O

Untuk TTLY smoga ga lama kyak BMG.. T.T saya usahakan untuk tidak terlalu lama..

Maaf jika kalian menemukan Typo, terima kasih untuk review, favorite dan follow kalian. Maaf ga bisa saya tulis satu" tapi saya selalu baca review kalian koq.. ^_^

Sampai jumpa di chap 20! #lambai2

Review lagi, ne!

Terima kasih

ratu kyuhae