Be My Girl
.
KyuMin FanFiction
.
Presented by ratu kyuhae
.
GS, Typo bertebaran, tidak sesuai EYD, alur berantakan
.
Don't Like, Don't Read, No Bash
.
Chapter 20
.
.
"Kau yakin ingin pulang sekarang?" Tanya Kyuhyun memastikan.
"Ya, ini sudah sore. Sudah waktunya aku pulang, terima kasih untuk semuanya." Ujar Sungmin dengan senyum manisnya.
"Baiklah, aku akan mengantarmu." Kyuhyun berniat bangkit dari duduknya jika saja sebuah tangan menghentikkan gerakannya yang ingin mengambil kunci mobil.
"Tidak perlu, aku sudah meminta supir untuk menjemput."
"Supir?" Tanya Kyuhyun, bukankah keluarga Lee belum mempunyai pengganti supir pribadi semenjak bertunangan dengan Jungmo. Itu yang dia ketahui dari Sungmin, patutkah dia curiga?
"Dua hari yang lalu lebih tepatnya, appa yang memintaku untuk kembali menggunakan jasa supir." Ujar Sungmin.
"Baiklah, hati - hati!"
"Eum, aku ingin pamit dulu dengan eomma dan appa." Sungmin segera berlalu meninggalkan Kyuhyun yang masih terdiam ditempatnya, diambilnya ponsel yang berada di saku celananya dan menghubungi seseorang.
"Erick."
.
~oOo~
.
"Segera bawa dia ke tempatku, kau masih ingat tempatnya kan?"
'Masih tuan, jalan yang searah dengan rumah nona Lee sehingga nona tidak curiga jika saya membawanya ke tempat anda.'
"Bagus, kau hanya perlu memberhentikan mobil itu tepat di depan rumah kosong. Sisanya biar anak buahku yang akan melakukannya."
'Baik tuan.'
PIP
"Akhirnya kau akan kembali padaku, sayang."
Jungmo menyeringai, dia sudah tidak sabar menunggu yeoja yang di cintainya itu.
"Kau harus membayar untuk semua perbuatanmu padaku, Cho Kyuhyun."
.
~oOo~
.
"Kenapa tidak menginap di sini saja?" Heechul memandang Sungmin sedih, dia masih ingin bersama calon menantunya.
"Minnie harus pulang, lagipula supirku sudah menunggu." Jawab Sungmin.
"Haahh~ seandainya Kyunnie sudah sehat, sudah pasti aku akan memintanya untuk mengantarmu." Kesalnya membuat Sungmin tersenyum maklum.
"Tadinya aku mau mengantarnya, tapi ternyata Sungmin sudah menghubungi supirnya untuk menjemput." Balas Kyuhyun.
"Makanya cepatlah sembuh, bahkan suhu tubuhmu masih panas." Heechul meletakkan punggung tangannya pada dahi Kyuhyun.
"Istirahat sana." Lanjutnya dengan nada mengusir.
"Nanti saja!" Jawabnya cepat.
"Hati - hati, sampaikan salam kami pada keluargamu." Ujar Hangeng membiarkan istri dan putranya adu mulut.
"Ne, appa. Akan Minnie sampaikan, terima kasih untuk semuanya." Sungmin sedikit menundukkan kepalanya.
"Datanglah lagi, Minnie." Ucap Heechul saat sudah menyelesaikan adu mulutnya dengan sang anak, mengelus sayang rambut panjang calon menantunya itu.
"Ne, eomma."
Sungmin pun menaiki mobilnya dan melambaikan tangannya pada kel. Cho saat mobil itu mulai berjalan meninggalkan mansion Cho.
"Kyu, kau mau kemana?" Tanya Hangeng saat melihat anaknya yang berjalan menuju mobilnya.
"Aku ada urusan sebentar, appa." Jawabnya sebelum kembali berjalan menuju mobilnya berada.
"Aish, jika sudah bisa membawa mobil kenapa tidak mengantar Sungminnie." Heechul bergerutu kesal dan masuk ke dalam meninggalkan Hangeng yang bingung dengan sikap anaknya.
"Ada apa dengannya? Buru - buru sekali." Gumam Hangeng.
.
~oOo~
.
Ckiitt
"Ya tuhan, ada apa ini?" Seru Sungmin kaget.
Di depannya, sebuah mobil mencegatnya dengan berhenti tepat di depan mobilnya. Tidak lama, keluarlah empat orang namja dari mobil itu dan langsung berjalan menuju mobil Sungmin.
"Saya keluar dulu, nona." Supir itu keluar tanpa bisa di cegah oleh Sungmin.
Cklek
"Kyaaaaa~" Sungmin berteriak saat pintu tempat dia duduk terbuka dan menarik tangannya untuk keluar dari mobil.
"Lepaskan.. Lepaskan aku!" Seru Sungmin.
Sungmin menoleh kebelakang berharap supirnya dapat menolongnya, namun apa yang dia lihat saat ini membuatnya tersadar saat mendapati supirnya sedang berbicara dengan salah satu orang yang mencegatnya, supir itu menoleh padanya dan tersenyum tipis.
Sungmin terbelalak, tidak menyangka jika supirnya termasuk dalam penyerangan ini. Sungmin berontak semakin brutal membuat orang yang menyeretnya meminta bantuan temannya untuk membawa Sungmin memasuki rumah kosong itu.
Hingga memasuki rumah itu, Sungmin masih di seret untuk memasuki sebuah pintu yang tidak jauh dari pintu keluar.
Brak
Pintu itu di buka dengan kasar, di paksanya Sungmin memasuki ruangan itu dan berhenti tepat di tengah ruangan. Di lihatnya seorang namja yang berdiri membelakanginya menghadap jendela, tubuh Sungmin bergetar ketakutan melihat postur tubuh itu.
"Kalian boleh pergi!" Perintah namja itu dingin.
"Baik tuan."
Dua orang yang menyeretnya pergi setelah melepaskan cengkraman pada kedua pergelangan tangannya, meringis saat memegang pergelangan tangannya yang terasa sakit.
"Merindukanku, sayang?" Tanya namja itu setelah membalikkan badannya sehingga Sungmin dapat melihat wajah namja itu.
"Jungmo." Lirihnya dengan tubuh yang menegang.
"Yeah, ini aku. Tidak merindukan tunanganmu yang tampan ini?" Jungmo menyeringai.
"Kenapa kau lakukan ini padaku?" Tanyanya dengan isakan pelan yang membuat Jungmo melangkah maju, namun Sungmin langsung mundur begitu melihatnya.
"Aku mencintaimu, aku ingin memilikimu tapi kau justru memilih namja brengsek itu." Teriak Jungmo.
"Ini bukan cinta, kau-"
"Kalau ini bukan cinta lalu apa? Kau ingin mengatakan jika ini adalah obsesiku padamu?" Desisnya tidak terima.
"Sadarlah Jungmo-ya, apa yang kau rasakan itu bukan cinta. Aku tidak mencintaimu." Ucapnya dengan nada yang semakin rendah membuat Jungmo menggeram dengan kalimat terakhir yang diucapkan yeoja yang ia cinta itu.
"Jadi maksudmu, kau mencintai namja brengsek itu?" Teriaknya marah.
"Jika aku tidak bisa memilikimu, maka namja itu juga tidak bisa memilikimu." Lanjutnya dengan seringai menakutkan membuat Sungmin mundur beberapa langkah dengan tubuh yang bergetar.
Sungmin berbalik berniat untuk lari, namun dengan cepat Jungmo menarik pergelangan tangan Sungmin hingga kembali menghadapnya.
Plak
Brugh
Jungmo menampar keras pipi Sungmin hingga bibirnya sedikit mengeluarkan darah, tidak memperdulikan Sungmin yang berteriak kesakitan saat tubuhnya menghantam meja kerjanya.
"Jungmo, kumohon jangan lakukan itu." Pinta Sungmin disertai dengan isakan, namun isakan itu berubah menjadi teriakan saat Jungmo menarik rambutnya ke atas sehingga wajah Sungmin mendongak ke atas.
Amarahnya memuncak melihat kiss mark di leher Sungmin, dia tidak terima dikalahkan oleh musuhnya itu.
"Bahkan kau membiarkannya membuat tanda di lehermu!" Jungmo mendekatkan wajahnya pada leher Sungmin dan menghirupnya.
Sungmin makin terisak dan berontak saat bibir namja itu mengecup dan menjilat tepat di bagian kiss mark, mengambil kedua tangan Sungmin dengan satu tangan dan menggiring sedangkan tangan yang satunya memeluk pinggang Sungmin. Dibaringkannya tubuh Sungmin di meja kerja dengan kaki yang menjuntai ke bawah, tubuh Sungmin menegang dengan posisinya saat ini.
"Jungmo, lepaskan aku!" Serunya seraya berusaha untuk mendorong tubuh Jungmo yang menindihnya.
"Sebelum aku membunuhmu, aku ingin menikmati tubuhmu. Merasakan saat milikku berada dalam dirimu, aku akan membuatmu mendesah nikmat. Dengan begitu kau akan tahu siapa yang lebih hebat, aku atau namja cho brengsek itu." Ucapnya vulgar dengan pandangan nafsu.
Jungmo berniat mencium bibir Sungmin yang masih berontak hebat, namun dirinya merasakan kerah kemeja belakangnya yang ditarik sehingga tubuhnya terjungkal kebelakang dan terjatuh di lantai.
Mendongak ke atas dan menggeram melihat siapa yang sudah mengganggu kegiatannya, belum sempat dirinya berdiri tapi seseorang itu sudah menghampirinya dan menghujamnya dengan pukulan yang bertubi - tubi.
"Berani - beraninya kau menyentuh bahkan melukai kekasihku, ku bunuh kau!" Teriak seseorang itu, Kyuhyun.
Bugh
Bugh
Bugh
Tidak lama pintu itu kembali terbuka dan nampaklah Erick beserta Siwon dan beberapa polisi yang sudah siap siaga dengan pistol ditangannya, pengawal yang berjaga di depan sudah di urus oleh polisi walaupun sempat terjadi kejar - kejaran hingga polisi akhirnya menembakkan pistolnya dan mengenai kaki kanan pengawal itu.
Siwon menghampiri Kyuhyun dan mencoba untuk menariknya, dia tidak ingin Kyuhyun mengotori tangannya dengan membunuh namja itu hingga akhirnya Kyuhyun yang nantinya mendapat masalah.
"Kyuhyun hentikan, dia bisa mati!" Seru Siwon menjauhkan Kyuhyun dari Jungmo yang sudah terbaring lemas namun masih dalam keadaan sadar.
"Biarkan aku membunuhnya, dia pantas mendapatkannya." Kyuhyun menunjuk tubuh Jungmo yang masih terbaring itu dengan tatapan tajamnya.
"Kyuhyun, biar Jungmo kami yang urus lebih baik kau lihat Sungmin, dia membutuhkanmu saat ini, tenanglah." Ujar Siwon mengingatkan perihal Sungmin pada Kyuhyun. Benar saja, seketika Kyuhyun langsung berbalik dan berlari menghampiri Sungmin yang sudah berdiri dibantu oleh Erick.
"Sayang." Kyuhyun memeluk tubuh Sungmin yang masih bergetar dan menangis, mengelus surai rambut kekasihnya dan mengecupnya. Rahangnya mengeras melihat luka di sudut bibir Sungmin, terdapat luka lebam di pipi bagian kanan.
"Kyu~ hiks.. Aku takut, dia ingin-"
"Shhh.. Semua sudah berakhir, sayang. Ada aku disini!" Kyuhyun memotong ucapan Sungmin dan mempererat pelukannya. Namun jeritan kecil terdengar di indera pendengarannya, tanpa di beritahu ataupun melihat dirinya yakin jika pinggang Sungmin juga terluka.
"Erick, kita ke rumah sakit sekarang." Kyuhyun menatap Erick sebentar sebelum menggendong Sungmin bridal style.
"Baik."
.
~oOo~
.
"Keluarga Lee Sungmin?" Tanya Dokter.
"Saya ayahnya, bagaimana keadaan putri saya?" Jawab Kangin cepat dan langsung menanyakan keadaan Sungmin, tidak lupa tangannya masih mengusap punggung istrinya yang menangis.
"Lukanya sudah kami obati, namun kami sarankan untuk keluarga pasien agar selalu bisa menenangkannya karena jiwanya yang masih terguncang hingga membuatnya merasa gelisah." Jelas sang Dokter.
"Apa kami boleh melihatnya sekarang, dokter?" Tanya Kangin lagi.
"Silahkan, tapi jangan semuanya. Lebih baik orang tua pasien terlebih dahulu setelah itu baru yang lain boleh melihatnya secara bergantian. Karena saya khawatir jika masuk semua, pasien akan merasa tidak nyaman." Sarannya sebelum meninggalkan ruangan itu.
"Kami masuk dulu, setelah itu baru Hyukkie." Usul Kangin dan langsung memasuki ruang rawat Sungmin bersama Leeteuk.
Suasana hening di lorong rumah sakit itu, Kyuhyun terus memandang pintu kamar rawat Sungmin, Hangeng memeluk Heechul untuk menenangkan sang istri yang sudah mulai berhenti menangis dan Donghae yang terdiam namun tetap menggenggam tangan Eunhyuk. Hingga Eunhyuk berdehem pelan membuat semua pasang mata tertuju padanya, sebelum berkata Eunhyuk menatap Kyuhyun pertanda jika ia akan berbicara padanya.
"Setelah Appa dan Eomma selesai, lebih baik kau dulu yang masuk setelah itu baru aku dan Donghae." Eunhyuk tersenyum tipis.
"Kau yakin, noona?" Tanya Kyuhyun ragu walau dalam hatinya bersorak senang.
"Ya, aku tahu kau sangat ingin cepat - cepat menemuinya. Lagipula, wajahmu itu sungguh kusut membuatku kasian padamu." Jika keadaannya tidak seperti ini pasti Eunhyuk akan menertawakannya namun sekarang dirinya hanya bisa tersenyum.
"Terima kasih, noona." Ucap Kyuhyun tulus.
Cklek
Seketika pandangan mereka beralih menuju pintu rawat Sungmin yang terbuka, Kangin dan Leeteuk keluar dari ruangan itu. Leeteuk menghapus air matanya yang masih dalam pelukan Kangin, matanya sembab dan itu membuat Eunhyuk menghampiri ibunya dan memeluknya erat.
"Kyu, masuklah." Perintah Donghae dan dijawab dengan anggukkan kepala Kyuhyun.
.
~oOo~
.
Cklek
Sungmin menghapus air matanya sebelum menoleh pada pinta yang baru saja di buka, tersenyum begitu melihat siapa yang memasuki kamar inap-nya.
"Hai, sayang." Kyuhyun berjalan menghampiri ranjang Sungmin dan mengecup dahinya lama.
"Aish, ada apa dengan matamu itu?" Kyuhyun mendecak, pura - pura kesal melihat kedua mata Sungmin yang sembab.
Sungmin tersenyum, menggenggam tangan Kyuhyun dan meremasnya pelan. Kyuhyun membalas genggaman tangan Sungmin, hatinya sakit melihat luka di wajah yeojanya.
"Terima kasih, Kyu."
"Itu memang sudah tugasku, menjagamu dan melindungimu. Maaf, aku terlambat menyelamatkanmu." Sesal Kyuhyun memandang Sungmin sedih, Sungmin menggeleng pelan.
"Yang penting kau sudah menyelamatkanku." Hiburnya.
"Tapi kau terbaring di ranjang rumah sakit." Balasnya cepat.
"Kau juga terbaring di sini karena aku."
"Itu karena kau milikku, sudah seharusnya aku melakukan itu untuk mendapatkanmu." Kyuhyun mengerlingkan sebelah matanya membuat Sungmin merona sekaligus terkekeh pelan, namjanya itu memang paling bisa membuatnya tersenyum.
"Aku mencintaimu." Ucap Sungmin.
"Hey, seharusnya aku yang mengatakan itu. Kau ini, seakan - akan disini akulah yang berperan sebagai yeoja." Gerutunya.
"Aish, tinggal balas saja." Sungmin mengerucutkan bibirnya kesal membuat Kyuhyun tertawa keras, padahal dirinya sudah menyiapkan mental untuk menyatakannya terlebih dahulu tapi jawaban itu yang di dapatinya.
"Baiklah, aku juga mencintaimu."
"Ish, telat." Sungmin memalingkan wajahnya menatap tembok dengan bibir yang masih mengerucut.
"Apa kau sedang menggodaku untuk mengecup, melumat bibir manis itu bahkan lidah kita yang saling berkait, hm?"
"YA! MESUM!"
.
~oOo~
.
"Aigoo, uri Sungminnie sepertinya sudah membaik." Kekeh Kangin.
"Ya, bahkan teriakannya terdengar sampai keluar." Ujar Hangeng menambahkan.
"Sungmin memang gadis yang kuat, mendengar pernyataan dokter barusan membuatku sempat berpikir bahwa Sungmin mengalami sedikit depresi. Syukurlah, semuanya sudah mulai membaik." Ujar Donghae dan semua yang mendengarnya mengangguk setuju.
"Tidak seperti kalian yang matanya sembab dan hidung kalian yang berair." Ejek Kangin pada Leeteuk begitu pula dengan Hangeng yang menatap Heechul dan Donghae yang menatap Eunhyuk, hingga tawa para namja pecah membuat tiga yeoja yang ditertawakan menggeram marah.
"YA! RACCOON!/CHINA OLENG!/IKAN JELEK!"
.
~oOo~
.
"Hebat juga namja itu, padahal dia sudah bangkrut tapi dia memiliki pengawal yang bersedia membantunya." Siwon melempar kasar berkas dokumen di atas meja dan memijit pelipisnya.
"Menurut pengakuan salah satu pengawal itu, dia mengatakan bahwa mereka membantu Kim Jungmo karena mereka ingin membalas dendam dengan kematian sahabat mereka yang meninggal karena mobilnya masuk jurang." Jelas salah satu polisi yang baru saja keluar dari ruangan interogasi.
Siwon mengangguk mengerti, dia sudah mendengar perihal kecelakaan itu dari Kyuhyun. Walaupun sebenarnya Kyuhyun juga patut di salahkan, tapi biarlah masalah ini tetap dianggap sebagai kecelakaan. Lagipula Kyuhyun juga menyimpan kartu as-nya saat dirinya yang begitu terobsesi pada istrinya, Choi Kibum.
"Interogasi mereka cukup sampai disini, sekarang kita fokuskan ke Jungmo." Ucap Siwon dan langsung dijawab dengan anggukkan kepala bawahannya itu dan langsung meninggalkan ruangan Siwon.
Siwon mengambil ponsel dan kunci mobilnya, dia merindukan istri dan putranya. Di saat masalah pekerjaan membuatnya lelah dia akan pulang ke rumah, memeluk istri dan anaknya. Setelah itu, dia akan kembali mendapat energi-nya. Terdengar lucu memang, tapi begitulah kenyataannya!
.
~oOo~
.
"Bagaimana keadaan ayah Jungmo, appa?" Tanya Kyuhyun saat sudah berada di kursi tunggu.
"Sudah membaik, hanya saja belum ada yang memberitahu tentang di tangkapnya kembali Jungmo." Jawab Hangeng.
"Kali ini aku tidak akan melepaskannya, jadi jangan harap aku akan luluh jika tuan Kim kembali memohon untuk membebaskan Jungmo." Tekannya.
"Hey!" Kyuhyun menoleh dan mendapati Donghae dan Eunhyuk yang sudah keluar dari kamar rawat Sungmin.
"Kami masuk dulu." Hangeng masuk bersama Heechul yang sudah berjalan terlebih dahulu, Kangin dan Leeteuk sedang membeli minuman untuk mereka semua.
"Apa?" Tanya Kyuhyun heran, pasalnya Donghae saat ini sedang menaik turunkan kedua alisnya membuat Eunhyuk terkekeh.
"Kapan kau akan melamarnya? Sungmin sudah lulus dan sebentar lagi dia akan wisuda."
"Ahh, tentu saja. Aku sudah mempersiapkan semuanya!" Ujar Kyuhyun bangga.
"Benarkah?" Tanya Eunhyuk.
"Belum semuanya sih, tapi aku ingin kalian nanti membantuku ya?" Pinta Kyuhyun.
"Pasti!" Jawab Eunhyuk semangat.
"Kyu, besok aku kerja hanya sampai jam makan siang ya." Kyuhyun mengangkat alisnya mendengar ucapan Donghae.
"Kenapa?" Donghae memutar kedua bola matanya malas.
"Besok aku dan Hyukkie akan pergi untuk fitting baju pengantin kami." Jawabnya dan hanya di balas 'Oh!' oleh Kyuhyun.
Tidak terasa sebentar Donghae dan Eunhyuk akan segera menikah, begitu pula dengan Kyuhyun yang sudah tidak sabar untuk melamar pujaan hatinya.
Kyuhyun tersenyum, 'Sebentar lagi.' Batinnya tidak sabar sekaligus gugup.
.
.
To Be Continued
Haiiiiii.. #ditimpuk reader ^,^ maafkan aku yang baru bisa update hari ini... ^_^v
Sekalinya update kurang panjang.. #saya akui itu.. Maaf jika ff ini makin gaje.. :D
Oh y, untuk TTLY ada yng bingung pas Min lagi dikamar mandi padahal semua pintu udh dikunci tapi kenapa Kyu bisa ada di dalam. maaf, aku kurang memperjelas masalah itu. Saat itu kamar hotel Min dalam keadaan tidak terkunci, jadi Kyu masuk sebelum Min memasuki kamarnya dan nunggu di kamar mandi dalam keadaan naked.. O.O #bungkuk2
TTLY smoga ga lama update nya kyak BMG.. T.T saya usahakan untuk tidak terlalu lama..
Maaf jika kalian menemukan Typo, terima kasih untuk review, favorite dan follow kalian. Maaf ga bisa saya tulis satu" tapi saya selalu baca review kalian koq.. ^_^
Sampai jumpa di chap 21! #lambai2
Review lagi, ne!
Terima kasih
ratu kyuhae
