Be My Girl

.

KyuMin FanFiction

.

Presented by ratu kyuhae

.

GS, Typo bertebaran, tidak sesuai EYD, alur berantakan

.

Don't Like, Don't Read, No Bash

.

Chapter 21

.

.

"Tidak, sekali kubilang 'tidak' tetap tidak." Ucap Kyuhyun final.

"Tapi Kyu~"

"Sayang, kau masih harus beristirahat. Jangan dulu melakukan aktivitas yang akan membuatmu lelah nantinya, aku tidak mau kau kecapaian." Kyuhyun mengelus surai rambut Sungmin dengan lembut, berharap yeoja yang dicintainya itu mengerti dengan kecemasannya.

Setelah kejadian itu, memang Sungmin mengalami sedikit trauma. Namun perlahan trauma itu mulai berkurang karena Kyuhyun yang selalu berada disampingnya hingga membuatnya merasa nyaman dan terlindungi.

Kegiatan fitting baju pengantin yang seharusnya dilakukan kemarin lusa dibatalkan karena kecemasan Eunhyuk pada sang adik, barulah Eunhyuk dan Donghae melakukan fitting baju hari ini karena paksaan Sungmin.

Mengingat dirinya akan menjadi pengiring pengantin wanita, Sungmin berniat untuk ikut ke tempat fitting baju. Dokter memang sudah memperbolehkan dirinya untuk pulang namun disarankan untuk tidak terlalu melakukan aktivitas yang berat dikarenakan kondisi tubuh Sungmin yang belum sepenuhnya sehat akibat luka memar.

Memar di wajahnya sudah tidak begitu sakit, namun di area pinggangnya masih terasa sedikit nyeri. Sungmin meringis saat bangun dari rebahannya dan menyandarkan punggungnya di kepala ranjang, menunggu Kyuhyun yang dan ibunya yang sedang membereskan barang – barangnya selama dirinya di rawat. Namun Kyuhyun yang melihat itu langsung melarang Sungmin yang ingin menyusul pasangan HaeHyuk untuk fitting baju pengantin.

"Tapi aku hanya mencoba gaun pengiring untukku nanti, itu tidak akan membuatku lelah." Rengek Sungmin sembari menggoyangkan lengan Kyuhyun.

Kyuhyun menggeleng, tetap pada pendiriannya. Sungmin harus istirahat total dan tidak melakukan aktivitas yang akan membuatnya lelah, memang melakukan fitting baju tidak akan membuatnya lelah tapi jika dilakukannya hanya sekali. Bagaimana kalau nantinya Sungmin diminta untuk mencoba gaun yang lain? Apalagi Donghae mengatakan jika setelah dari fitting baju Donghae, Eunhyuk, Ryeowook dan Yesung akan melanjutkan ke tempat catering dan lain – lain. Dirinya yakin Sungmin pasti akan ikut, aktivitas yang akan membuatnya lelah bukan? Uhh, memikirkannya saja membuat Kyuhyun menggelengkan kepalanya beberapa kali.

'Eomma~" Sungmin menatap ibunya, berharap ibunya mau membujuk Kyuhyun untuk memperbolehkan dirinya ke tempat fitting baju pengantin.

"Eomma rasa.. Kyuhyun benar, sayang." Sungmin menunduk, pupus sudah harapannya jika ibunya pun setuju dengan larangan Kyuhyun.

Leeteuk tersenyum dan menghampiri putrinya, mengusap lengan Sungmin membuat putri keduanya itu mendongak. Terkekeh melihat bibir Sungmin yang mengerucut, dialihkan pandangannya pada namja di sampingnya yang ternyata menatap ke arah lain.

"Eomma tahu kau sangat ingin ke sana, tapi Minnie juga harus memikirkan kesehatan. Lagipula masih ada hari esok untuk mencoba gaunmu." Leeteuk memberi pengertian pada putrinya yang masih mengerucutkan bibirnya.

"Tapi jika besok, berarti Minnie mencobanya sendirian, itu tidak seru eomma."

"Kan ada aku, sayang." Kali ini Kyuhyun ikut menimpali.

Sungmin menghela nafas panjang, jika dilanjutkan sudah pasti dirinya akan kalah. Memang ada Kyuhyun yang juga akan mencoba untuk baju pengiring pria, tapi akan seru jika ada yeoja yang bisa diajaknya mengobrol dan bercanda saat fitting baju bahkan saling bertukar pendapat tentang gaun yang akan dipakai. Jika dengan Kyuhyun, yang ada dirinya akan merasa gugup.

"Lebih baik sekarang kita pulang." Lamunan Sungmin buyar mendengar ucapan Kyuhyun.

Sungmin turun dari ranjang, kembali dirinya meringis saat menegakkan tubuhnya.

Grep

"Lihat bukan, baru berdiri tegak saja kau masih meringis seperti itu." Ejek Kyuhyun yang melingkarkan tangannya di pinggang Sungmin dan memapahnya untuk berjalan.

"Ish!" Kesal dengan namja di sampingnya, dipukulnya bahu namja itu. Namun bukannya mengaduh sakit, Kyuhyun justru tertawa dengan tingkah yeoja cantiknya itu.

Leeteuk yang melihat hanya menggelengkan kepalanya maklum, tas berisi keperluan Sungmin selama di rawat sudah berada di bahu Kyuhyun. 'Kanginie, aku sendirian!' Ratap Leeteuk sebal.

.

~oOo~

.

"Wah, Eonni cantik sekali!" Ryeowook terkagum melihat Eunhyuk yang kini sedang memakai gaun yang akan di pakai saat pernikahannya dengan kekasihnya, Donghae.

Eunhyuk tersipu malu mendengar pujian Ryeowook, apalagi Donghae yang saat ini menatapnya tanpa berkedip.

"Hae - ya, berhentilah menatap Hyukkie seperti itu." Yesung berdecak melihat sahabat barunya itu memandang Eunhyuk seperti akan menerkamnya.

Di akuinya, yeoja yang sudah dianggap seperti adiknya itu terlihat sangat cantik. Dengan bagian bawah gaun yang melebar keluar dan mengembang, bagian atasnya hanya cukup sampai di bagian dada saja dengan penambahan berupa ornament manik - manik yang dirangkai hingga melingkari bahu yang juga berfungsi untuk menguatkan baju tersebut agar tetap pada posisinya. Selain itu ornament cantik pun nampak jelas di bagian pinggang dengan warna silver, membuat siapa saja yang memakai terlihat cantik dan feminim.

Bahkan calon suaminya pun menatap Eunhyuk tanpa berkedip, terlihat rasa takjubnya pada sang calon istri. Melihat suasana seperti ini membuatnya ingin cepat – cepat melamar sang kekasih, tapi dirinya harus bersabar sampai hari wisuda Ryeowook nanti. Ah, mungkin dia harus bersabar kembali karena Kyuhyun juga rencananya akan melamar Sungmin.

"Wow, kau cantik sekali!" Ucap Donghae membuyarkan lamunan Yesung dan menatap Donghae yang sudah berdiri di depan Eunhyuk.

"Gomawoyo, kau juga tampan." Balas Eunhyuk membuat Donghae tersenyum lebar. tuksedo bewarna putih, senada dengan gaun pengantin calon istrinya.

"Ahh, aku akan mengabadikannya. Donghae oppa, berdirilah di samping Hyukkie eonni." Ryeowook mengambil ponselnya dan bersiap untuk memotret calon pasangan suami istri itu.

"Hana.. Dul.. Set.."

Jepret

"Wah, bagus." Seru Ryeowook senang.

"Akan ku kirimkan foto ini ke Minnie." Lanjutnya heboh membuat Eunhyuk dan Yesung menggelengkan kepalanya, Donghae? Ah, namja itu sedang memeluk calon istrinya dengan sayang terkadang mengecup pipinya yang membuat Eunhyuk merona.

Di kediaman Lee

Kyuhyun menghela nafas melihat Sungmin yang kembali merajuk, namja itu merutuki sahabat Sungmin yang bernama Kim Ryeowook itu. Kenapa? Karena semenjak ponsel Sungmin bergetar dan yeoja itu mulai tenggelam dalam ponselnya, setelah sampai dirumah yeoja itu menggerutu dan menghentakkan kakinya setiap berjalan menuju kamarnya membuat Leeteuk dan Kyuhyun bingung. Padahal selama diperjalan, Sungmin sudah tidak merengek untuk menyusul ke tempat HaeHyuk fitting baju pernikahan.

Namun semuanya terjawab saat Kyuhyun menyusulnya ke kamar dan melihat tangan Sungmin yang masih menggenggam ponsel sambil mengerucutkan bibirnya.

Diambilnya ponsel itu dan kali ini, Kyuhyun menggerutu. 'Kenapa harus dikirim segala? Dasar, gadis pendek.' Begitulah gerutuan Kyuhyun. Namun tidak disangka, Sungmin mendengar saat Kyuhyun mengucapkan 'gadis pendek' dan itu membuat Sungmin bertambah kesal.

"Kau mengataiku pendek? Asal tahu saja, aku lebih tinggi dari Wookie. Jadi jangan bilang pendek karena aku bukan pendek, hanya kurang tinggi saja." Dan Kyuhyun hanya bisa menepuk jidatnya. Kurang tinggi dan pendek, apa bedanya?

.

~oOo~

.

Hari ini adalah hari yang sangat penting dan bersejarah untuk Sungmin dan Ryeowook, bukan acara pernikahan Eunhyuk melainkan hari wisuda mereka. Setelah melakukan ritual dalam kelulusan, Sungmin tidak menyangka jika lebam di wajahnya dengan cepat menghilang dengan memakai salep yang diberikan oleh Heechul. Dilihatnya bangku belakang, ada orang tuanya dan orang tua Ryeowook. Dibelakangnya, nampak sosok namja yang dicintainya. Cho Kyuhyun yang duduk bersebelahan dengan Yesung dan pasangan HaeHyuk. Senyum bahagianya makin lebar, Kyuhyun yang belakangan ini sedang sibuk dengan pekerjaannya menyempatkan dirinya untuk datang ke acara wisudanya.

Acara kelulusan disambut dengan haru dari para orang tua dan mahasiswa - mahasiswa yang kini sudah mendapat gelar sarjana di Kyunghee University, setelah selesai dengan acara resmi kelulusan. Malamnya, di adakan pesta yang berada di gedung kampus khusus untuk pesta kelulusan.

Sungmin yang datang bersama Kyuhyun tampil cantik dengan dress selutut berwarna ungu yang bawahnya sedikit agak melengkung, sedangkan Kyuhyun memakai jas warna hitam terlihat maskulin dan gagah.

Di tengah acara, Sungmin duduk sendirian sambil memakan potongan kue cheese cake strawberry. Menatap sebal pada Kyuhyun yang tengah asyik berbincang dengan teman lamanya saat masih High School, kebetulan temannya itu menemani kekasihnya yang juga lulusan Kyunghee university.

Kekasih?

Tiba-tiba pipinya terasa panas, setelah kejadian saat dirinya diculik oleh mantan tunangannya. Kyuhyun dengan sifat keras kepalanya mengatakan bahwa dirinya sudah menjadi kekasihnya semenjak dirinya membalas ungkapan cinta yang dilayangkan Kyuhyun untuknya, jangan lupakan orang tua mereka yang selalu menggodanya dengan kata 'Kapan kalian akan menyusul Donghae dan Eunhyuk?' Dan 'Tidak usah bertunangan, langsung menikah saja. Eomma sudah ingin menggendong cucu.' Oke, kalimat terakhir yang di ucapkan oleh Heechul membuat dirinya bungkam dan pasti wajahnya memerah saat itu. Hey, dirinya baru saja lulus hari ini. Tapi sudah ditagih untuk menikah, bahkan Eunhyuk dan Donghae saja belum resmi menikah.

Tapi sekarang ada yang aneh dengan Kyuhyun, biasanya namja itu selalu memberikan perhatian yang membuatnya salah tingkah dan bersikap romantis. Namun belakangan ini, namja itu seperti menjaga jarak dengannya. Kemarin misalnya, biasanya Kyuhyun selalu menuruti permintaannya untuk menemaninya jalan - jalan saat dirinya sedang bosan di rumah. Tapi kemarin Kyuhyun menolaknya dengan alasan 'banyak pekerjaan', dan hal-hal lainnya yang selalu di jawab dengan jawaban yang sama.

Dan sekarang, dirinya diabaikan hanya karena seorang teman lama. Sungmin menusukkan cheese cake strawberry-nya berkali-kali tanpa berniat memakannya, dirinya sedang kesal malam ini.

"Kue itu dimakan bukan di acak-acak seperti itu." Sindir seseorang yang sudah duduk disampingnya, Sungmin tahu siapa pemilik suara itu. Siapa lagi kalau bukan sahabatnya, Kim Ryeowook.

"Kau kenapa sih?" Tanya Ryeowook.

"Mana Yesung oppa?" Tanya balik Sungmin, tidak berniat untuk menjawab pertanyaan sahabatnya.

"Ck, jangan mengalihkan pembicaraan." Dengus Ryeowook.

"Kau kenapa?" Tanyanya lagi.

"Aku sedang kesal." Jawab Sungmin akhirnya.

"Kesal kenapa?"

"Kyuhyun dari kemarin menyebalkan dan sekarang makin menyebalkan." Ryeowook menganggukkan kepalanya mengerti, memang Sungmin menceritakan tentang perubahan Kyuhyun kemarin.

"Tapi sekarang dia meluangkan waktunya untukmu." Ujar Ryeowook.

"Memang, tapi dia terlihat cuek. Sekarang saja aku di abaikan, bikin kesal saja."

"Memangnya dimana Kyuhyun oppa sekarang?" Tanya Ryeowook.

"Tuh, disana." Tunjuk Sungmin dengan dagunya membuat Ryeowook menggelengkan kepalanya sebelum melihat ke arah yang ditunjuk Sungmin.

Tanpa sepengetahuan Sungmin yang sedang menunduk, kembali menusuk-nusukkan cheese cake strawberry-nya. Ryeowook tersenyum geli, apalagi saat Kyuhyun yang sedang berbincang dengan teman lamanya tiba-tiba menengok ke arahnya dan menyeringai kecil. 'Aku jadi tidak sabar.' Batin Ryeowook senang.

"Jangan-jangan Kyuhyun oppa punya wanita lain!" Ujar Ryeowook dan terkekeh pelan saat melihat mata Sungmin yang membulat.

"Ming, pulangnya kau ikut dengan Yesung hyung dan Ryeowook saja ya." Tiba-tiba sebuah suara menyentak lamunan Sungmin dan mendongak, menatap Kyuhyun kaget.

"Kenapa?" Tanyanya pelan.

"Temanku mengajak untuk ke tempat berkumpul dengan teman-teman sekolahku dulu, tidak apa-apa kan?"

"Tap-"

"Kyu, yang lain sudah menunggu. Kita berangkat sekarang?" Ucapan Sungmin terpotong oleh seseorang yang dikenalnya sebagai teman Kyuhyun, disampingnya ada seorang yeoja cantik.

"Baiklah, kekasihmu ikut?" Tanya Kyuhyun.

"Aniyo, aku akan mengantar ke rumahnya dulu. Kebetulan searah sama tempat tujuan kita, kalau begitu aku pergi duluan." Namja itu pergi sembari menggandeng kekasihnya.

"Ryeowook-ah, jaga kekasihku ya. Aku juga sudah bilang pada Yesung hyung, aku pergi ya." Kyuhyun mengecup singkat kening Sungmin sebelum meninggalkan ruangan pesta namun tertahan karena tangannya di cekal oleh kekasihnya.

"Dimana kalian akan berkumpul?" Tanya Sungmin.

"Katanya di bar, kabari aku kalau sudah sampai di rumah." Kyuhyun berjalan hingga genggaman tangan Sungmin terlepas, Sungmin menatap punggung Kyuhyun sendu. Bar? Pikirnya, bayangan wanita-wanita cantik dan seksi hinggap di kepalanya. Begitu pula dengan bayangan Kyuhyun yang sedang bersenang-senang dengan wanita-wanita disana membuat yeoja itu meringis sakit, 'Apa aku harus mengikutinya?' Sungmin termenung.

"Sudahlah, jangan berpikiran macam-macam. Aku yakin Kyuhyun oppa tidak seperti apa yang kau bayangkan saat ini." Ryeowook mengusap bahu sahabatnya.

"Kalian masih mau disini atau pulang sekarang?" Yesung duduk di sebelah kekasihnya dan mengerutkan dahinya melihat Sungmin yang murung.

"Kau kenapa Minnie?" Tanya Yesung pada Sungmin namun hanya dijawab dengan gelengan pelan.

"Mungkin kita di sini dulu sebentar la-"

"Aku mau pulang saja!" Sungmin memotong ucapan Ryeowook.

"Baiklah kita pulang." Ryeowook menatap kekasihnya tajam, bukannya menyeramkan namun terlihat imut di mata Yesung membuat namja itu terkekeh. Setelah membisikkan sesuatu di telinga kekasihnya tanpa sepengatahuan Sungmin, Ryeowook menghela nafas dan mengangguk setuju.

"Ingat, pelan-pelan jangan cepat-cepat." Balas Ryeowook pelan.

"Baik tuan putri."

.

~oOo~

.

"Akhirnya kita sampai rumahmu, Minnie." Seru Ryeowook senang.

"Hah, entah kenapa aku merasa perjalanan kali ini sangat lama daripada saat aku berangkat tadi Wookie." Keluh Sungmin seraya keluar dari mobil membuat Yesung terkekeh.

"Oppa, gomawoyo sudah mengantarku pulang." Sungmin sedikit membungkukkan badanya menatap Yesung dan Ryeowook bergantian yang berada di dalam mobil.

"Ne, cheonmaneyo. Masuklah, udara malam sangat dingin." Ujar Yesung.

"Ne, hati-hati!" Sungmin melambaikan tangannya sebelum masuk ke rumah.

Cklek

Sungmin mengernyit saat melihat rumahnya yang terlihat sepi, seingatnya acara makan malam dengan keluarga Donghae besok bukan malam ini. Bahkan para maid yang suka berlalu lalang pun tidak ada, aneh sekali!

Seakan teringat dengan sesuatu, buru-buru diambilnya ponsel di dalam clutch bag-nya dan menghubungi Kyuhyun. Sungmin teringat dengan pesan Kyuhyun yang meminta untuk menghubunginya setelah sampai di rumah, sekaligus ingin mengetahui apa yang sedang dilakukan Kyuhyun di sana.

Tuut.. tuut.. tuut..

Tuut.. tuut.. tuut..

Sungmin mendesah kecewa dan memutus panggilan teleponnya, mungkinkah Kyuhyun saat ini tengah bersenang-senang dengan wanita disana? Ingin menyusul tapi dirinya tidak tahu dimana bar yang Kyuhyun maksud.

"Nona." Sungmin terkejut saat melihat salah satu maid rumahnya yang datang menghampirinya.

"Ada apa? Apa ada sesuatu? Kenpa rumah sepi?" Tanya Sungmin beruntun dan hanya dibalas dengan senyuman tipis maid-nya sembari menyerahkan sebuah amplop berwarna pink, kerutan di dahi Sungmin bertambah sebelum mengambil amplop itu.

Dibukanya amplop itu kemudian mengambil secarik kertas didalamnya dan mulai membacanya.

'Something For You'

Ke taman belakang, sekarang!

Aku menunggumu.. ^^

Walaupun dalam keadaan bingung, Sungmin tetap melangkahkan kakinya menuju taman belakang. Terkejut saat melihat balon-balon yang terletak di atas rumput dengan benang yang di ikatkan pada benda yang dibuat melengkung dan ditusuk ke tanah, mungkin paku atau kawat? Sungmin menggelengkan kepalanya saat pertanyaan itu muncul dikepalanya. Haruskah dia memikirkan itu?

Kembali dirinya menatap sekeliling dan makin terpesona saat melihat kerlap kerlip cahaya, terlihat seperti bunga sakura yang bertebaran di atas rumput. Sungmin terus berjalan sampai berdiri di tengah taman, siapa yang menghias taman ini? Batinnya bingung sekaligus senang.

Geudaereul saranghandaneun mal
Pyeongsaeng maeil haejugo sipeo

Sungmin mengalihkan pandangannya pada sumber suara yang dikenalnya dan terkejut melihat sosok yang kini sedang berjalan ke arahnya. Di sana, sosok yang dikiranya sedang berada di sebuah bar dan bersenang-senang dengan wanita-wanita seksi. Ternyata berada di sini, menyanyikan sebuah lagu yang ia tahu judul dari lagu itu. Dibelakang punggung namja itu terlihat begitu banyak balon yang dipegang Kyuhyun pada tangan kirinya sedangkan tangan kanannya memegang mic.

Would you marry me
Neol saranghago akkimyeo saragago sipeo

Kali ini, bukan hanya Kyuhyun yang menampakkan dirinya. Melainkan orang tuanya yang datang dari dalam rumah sambil memegang dua balon huruf "M" dan "A" , masih dengan namja itu yang bernyanyi.

Geudaega jami deul ttaemada
Nae pare jaewojugo sipeo

Kembali muncul dua sosok dan berdiri di samping orang tuanya, Nampak kakaknya dan calon kakak iparnya. Lagi-lagi memegang dua balon huruf "R" dan "R".

Would you marry me
Ireon naui maeum heorakhaejullae

Sungmin tersenyum saat orang tua dari kekasihnya muncul, masih dengan membawa balon huruf namun hanya satu yaitu huruf "Y".

Pyeongsaeng gyeote isseulge (I do)
Neol saranghaneun geol (I do)

Sungmin menggigit bibir bawahnya saat sahabatnya dan kekasih sahabatnya muncul dan memegang dua baloh huruf yang dipastikan sudah lengkap semua huruf itu, "M" dan "E".

'Marry Me.'

Nunkwa bigawado akkyeojumyeonseo (I do)
Neoreul jikyeojulge (My love)

Pandangan Sungmin beralih pada Kyuhyun yang saat ini sudah dalam posisi melamar membuat air mata yang sedari tadi ia tahan tumpah sudah membasahi pipinya, apalagi saat balon-balon yang berada di balik punggung Kyuhyun kini sudah berada di depannya. Dilihatnya pada cincin yang ternyata terdapat benang yang di ikat dan mic yang sudah berada di antara rerumputan, Sungmin terharu dengan semua yang Kyuhyun lakukan saat ini.

"Jujur, aku bukan namja yang pandai dalam kata-kata romantis yang bisa membuatmu terharu atau bahkan menangis. Tapi namja di depanmu ini sangat mencintaimu, aku ingin menjagamu dengan seluruh ragaku agar kau tetap bisa bersamaku dan menjadi milikku. Lee Sungmin, maukah kau menikah denganku? Maukah kau menjalani kehidupan bersamaku hingga maut memisahkan?" Kyuhyun mengeluarkan gunting dari dalam saku jasnya dan menyerahkannya pada Sungmin.

"Jika kau menerimaku, gunting benang yang di ikat pada cincin ini. Jika kau menolak, ambil cincin ini dan lepaskan hingga balon-balon ini akan terbang dengan membawa cincin ini."

"Katanya bukan namja yang pandai dalam kata-kata, tapi kata-katamu barusan sangat menyentuh hati." Goda Sungmin sambil mengambil gunting.

"Ayolah, kau mempunyai dua pilihan. Masih sempat-sempatnya berbicara seperti itu pada namja yang baru saja melamarmu, walaupun aku tahu apa pilihanmu." Ujar Kyuhyun terlihat bangga, berbanding terbalik dengan jantungnya yang berdegub kencang karena gugup.

"Oh ya? Memangnya aku akan memilih apa?" Sungmin terkikik geli saat Kyuhyun menatapnya dengan pandangan memohon. Biarlah, anggap saja pembalasan karena dirinya dibuat kalang kabut saat namja itu bersikap cuek dan hampir membuatnya menangis saat Kyuhyun lebih memilih kumpul bersama temannya daripada dengan dirinya.

"Baiklah.. baiklah.. tidak sabaran sekali." Cibirnya pura-pura kesal.

Cekres

Sungmin memotong benang itu membuat balon-balon itu melayang ke udara, di tatapnya namja yang saat ini menatapnya dengan pandangan berbinar.

"I Do." Ucap Sungmin dengan senyum manis, dengan cepat Kyuhyun berdiri dan memeluk Sungmin erat. Teriakan heboh di belakangnya tidak diperdulikannya, yang Sungmin fokuskan hanya suara Kyuhyun yang terus mengucapkan 'Terima kasih, aku mencintaimu!' dan Sungmin yang selalu membalas 'Aku juga mencintaimu.'

.

~oOo~

.

"Jadi sedari tadi kalian belum pergi?" Tanya Sungmin pada Ryeowook. Saat ini, mereka sedang duduk di kursi sambil menatap taman yang penuh dengan hiasan-hiasan cantik. Membuat mereka betah untuk menatapnya, setelah Sungmin menerima lamaran Kyuhyun para orang tua langsung mendiskusikan kapan rencana pernikahan Sungmin dan Kyuhyun akan dilaksanakan.

"Saat kau berjalan menuju rumahmu, Yesung oppa memarkirkan mobilnya di samping pagar yang tertutup tembok. Lalu kami masuk saat kau sedang terpesona dengan taman ini, aku langsung memberitahu yang lain sedangkan Kyuhyun bersembunyi di balik pohon." Tunjuk Ryeowook pada pohon besar yang mampu menutupi tubuh manusia.

"Mereka sembunyi dimana?"

"Di ruang kerja, tepat samping pintu taman."

"aku tidak menyangka Kyuhyun melakukan semua ini untukku, aku kira Kyuhyun benar-benar sudah mendapatkan yeoja lain." Ryeowook tertawa mendengar penuturan sahabatnya itu.

"Maafkan aku, aku hanya bercanda." Akunya setelah menghentikkan tawanya.

"Kau ini! Gara-gara ucapanmu, hampir saja aku berniat untuk memutuskan hubunganku dengan Kyuhyun." Kesal Sungmin membuat Ryeowook kembali tertawa.

"Eoh, kau ingin memutuskanku hanya karena ucapan yeoja ini?"

Sungmin dan Ryeowook terkejut saat Kyuhyun tiba-tiba sudah berdiri di samping kursi dan menatap Kyuhyun tidak percaya, Sungmin mengangguk dan Ryeowook yang tersenyum lima jari.

"Kalau kau meminta putus dariku, aku tidak akan tinggal diam." Kyuhyun mendudukkan dirinya di tengah-tengah antara Sungmin dan Ryeowook membuat yeoja bermarga Kim itu berdecak, malas melihat adegan mesra yang dilakukan Kyuhyun. Ryeowook beranjak dari duduknya dan pergi menuju pintu masuk, bahkan dirinya pergi pun dua sejoli itu tidak menyadarinya.

"Memangnya kau akan melakukan apa?" Tanya Sungmin dengan nada menggoda. Kyuhyun berpikir sebentar sebelum menyeringai, sepertinya itu tidak bagus bagi Sungmin saat melihat seringai itu.

"Aku akan.. Memaksamu untuk menikah denganku dengan.." Kyuhyun menggantungkan kalimatnya dan tersenyum geli melihat Sungmin yang menatapnya serius, menunggu lanjutan ucapannya.

"Dengan?" Tanya Sungmin tak sabar, Kyuhyun mendekatkan wajahnya pada telinga Sungmin dan membisikkan sesuatu.

"Membuatmu hamil anakku!" Kedua Mata Sungmin membulat dan menatap Kyuhyun ngeri, sampai akhirnya tawa Kyuhyun meledak karena sedari tadi dia tahan.

"Aku hanya bercanda, sayang." Kyuhyun masih tertawa, tidak menyadari raut kesal kekasihnya hingga sebuah pukulan mendarat di bahunya membuatnya mengaduh.

"Sakit sayang."

"Biar saja!"

"Hahaha.. Maafkan aku, tentu saja aku tidak akan melakukan itu. Yang aku lakukan adalah, membuatmu mempercayaiku dan membuktikannya padamu bahwa hanya kau adalah yeoja yang sangat aku cintai. Aku akan terus melakukan itu sampai kau menerimaku lagi, itu yang akan kulakukan." Ucap Kyuhyun mantap.

"Buktikan dengan apa?" Tanya Sungmin penasaran.

"Dengan ini.." Chu~

Kedua mata Sungmin kembali membulat akan tindakan cepat Kyuhyun yang menciumnya, memejamkan matanya saat Kyuhyun melumat bibirnya dan menghisap bibir bawahnya. Perlahan Sungmin membalas ciuman Kyuhyun dengan menghisap bibir atas namjanya, kedua tangan yang sedari tadi sudah bertengger manis di leher Kyuhyun naik dan meremas surai rambut caramel kekasihnya.

Sungmin sedikit membuka mulutnya dan tanpa buang waktu, Kyuhyun melesakkan lidahnya ke dalam mulut Sungmin. Mencari lidah sang pemilik dan mengajaknya untuk saling membelitkan lidah. Geraman halus terdengar dari Kyuhyun membuatnya dengan terpaksa harus melepaskan ciuman mereka karena pasokan udara yang mulai menipis, menghirup nafas sebanyak-banyaknya melalui mulut sebelum Kyuhyun menarik tubuh Sungmin agar semakin dekat dengan tubuhnya hingga tidak ada jarak diantara mereka.

Mereka kembali berciuman namun sedikit kasar, Kyuhyun terus melumat bibir kekasihnya. Saliva mereka turun sampai dagu, terkadang Kyuhyun menelan saliva Sungmin begitupun sebaliknya. Sungmin sempat kewalahan membalas ciuman Kyuhyun namun dia tidak ingin berhenti, sampai akhirnya Kyuhyun melepaskan ciuman mereka dan itu membuatnya kecewa.

"Maaf sayang, tapi aku harus menghentikkannya jika tidak mau rencana untuk membuatmu hamil menjadi kenyataan." Ujar Kyuhyun sembari mengusap dagu Sungmin yang basah, Sungmin pun melakukan hal yang sama.

"Kyu~"

"Hm?"

"Nyanyikan lagi lagu 'Marry U' untukku." Pinta Sungmin.

"Kenapa? Kau suka suaraku ya?" Bangga Kyuhyun.

"Aku suka, tapi kau menyanyikannya hanya sebentar tadi. Aku ingin kau menyanyikannya sampai habis. Oh ya, sama bagian rapp-nya juga ya." Rayu Sungmin.

"Tapi aku tidak bisa nge-rapp, sayang."

"Ya sudah, jangan sama rapp-nya. Cepat nyanyikan untukku, Kyu~"

Kyuhyun tersenyum dan mengecup hidung bagir kekasihnya, atau sekarang di sebutnya sebagai calon istrinya. Sungmin menyandarkan kepalanya pada bahu Kyuhyun, tersenyum saat Kyuhyun akan menyanyikan lagu yang sekarang menjadi favoritenya.

Geudaereul saranghandaneun mal
Pyeongsaeng maeil haejugo sipeo

Would you marry me
Neol saranghago akkimyeo saragago sipeo

Geudaega jami deul ttaemada
Nae pare jaewojugo sipeo

Would you marry me
Ireon naui maeum heorakhaejullae

Pyeongsaeng gyeote isseulge (I do)
Neol saranghaneun geol (I do)

Nunkwa bigawado akkyeojumyeonseo (I do)
Neoreul jikyeojulge (My love)

Uriga naireul meogeodo
Useumyeo saragago sipeo

Would you marry me
Naui modeun nareul hamkke haejullae

Himdeulgo eoryeowo (I do)
Neul naega isseulke (I do)

Uri hamkkehaneun manheun naldongan (I do)
Maeil gamsahalke (My love)

Yejeonbuteo neoreul wihae junbihan
Nae sone bitnaneun banji badajwo

Oneulgwa gateun mameuro
Jigeumui yaksok gieokhalge
Would you marry me

Pyeongsaeng gyeote isseulke (I do)
Neol saranghaneun geol (I do)

Nunkwa bigawado akkyeojumyeonseo (I do)
Neoreul jikyeojulge (I do)

Nawa Gyeorhonhaejullae I do

Sungmin bertepuk tangan senang saat Kyuhyun selesai dengan lagunya, dalam hati dia mengagumi suara Kyuhyun. Tidak menyangka, namja di sampingnya ini begitu pandai dalam bernyanyi.

"Suaramu bagus, Kyu. Tapi sayang kau tak bisa rapp, padahal aku suka bagian kata 'Kau dalam gaun putih, aku dalam tuksedo'." Sungmin terkekeh melihat raut Kyuhyun yang cemberut.

"Calon suami tampanku, jangan cemburut. Nanti tampannya hilang!"

"Biar saja, walaupun ketampananku hilang kau pasti akan tetap mencintaiku."

Sungmin memutar kedua bola matanya malas, mulai deh sifat narsis Kyuhyun. Sungmin menolehkan kepalanya pada tangannya yang kini di ggenggam oleh tangan Kyuhyun, dilihatnya Kyuhyun yang saat ini menatapnya lembut.

"Terima kasih karena kau sudah menerimaku, aku berjanji untuk menjagamu dan juga calon anak kita nantinya. Mencintaimu sampai maut memisahkan kita, Saranghaeyo Lee Sungmin."

"Nado.. nado saranghaeyo Cho Kyuhyun." Keduanya tersenyum dan saling berpelukan erat, seakan tidak ingin melepaskannya.

Sedangkan di dalam rumah itu, Nampak empat pasangan yang sedang menatap Kyuhyun dan Sungmin dengan haru. Saat mendengar suara Kyuhyun yang bernyanyi, Heechul dengan semangat langsung berinisiatif untuk mengintip anaknya dan calon menantunya itu. Tidak berniat untuk mencegah, yang lain justru mengikuti apa yang akan di lakukan oleh Heechul.

"Ya ampun, membuatku iri saja. Sungie Oppa, kalau melamarku lakukan seperti Kyuhyun ya." Ryeowook memeluk kekasihnya dan menatap Yesung penuh harap.

"Aniyo, aku akan melakukan yang lebih romantis daripada namja evil itu." Jawab Yesung yakin.

"Kyaa.. saranghaeyo Sungie oppa."

"Nado saranghaeyo chagiya."

"Hae-ya, aku jadi teringat saat kau melamarku. Kau begitu romantis dan aku sangat menyukainya, kapan-kapan kita naik kapal persiar lagi ya?" Eunhyuk menatap calon suaminya dengan senyum manis membuat Donghae mencubit kedua pipi Eunhyuk.

"Apapun untukmu, sayang. Bahkan untuk mengulang adegan saat aku melamarmu di kapal pesiar pun, aku mau!"

"Aigoo, mentang-mentang masih muda. Kalian pamer pada kami yang sudah tidak muda lagi, eoh?" Kesal Heechul.

Pasangan HaeHyuk dan YeWook terkekeh mendengarnya.

"Sudah, lebih baik kita kembali ke ruang keluarga." Ajak Kangin yang langsung di turuti oleh semua orang.

.

.

To Be Continued

Huwaaa.. kyuhyun udah lamar ming! ,

Btw, haiiiiiiii... #ditimpuk reader

Lama ya, udah dua bulan.. huhuhuhu.. beneran ga ada niat buat nelantarin nih ff, tapi emang tugas kuliah yang numpuk dan persiapan untuk ujian jadi aku memutuskan untuk mementingkan dunia pribadi dulu sebelum ke dunia maya(?) XD

Ahh,, Kyu dah lamar Min berarti udah mau tamat nih ff.. kata author-author lain sih paling susah itu kalau buat ff yang bagian ending. Wahh, ternyata bener.. takut para reader ga puas sama endingnya.

Oh iya, masih adakah joyer disini? Soalnya chap sebelumnya dan ff TTLY yang review sedikit, bikin aku khawatir. Takutnya sudah mulai pada bosen sama ff ini karena aku yang update nya lama.. #nangis di pojokkan.

Masih ada hutang satu ff lagi, Try To Love You. semoga ga lama yaaaa.. hehehehehe..

Maaf jika kalian menemukan typo dan kurang panjangnya ff ini.. T.T

Terima kasih untuk para reader yang sudah review, favourite dan follow. Maaf ga bisa aku cantumin nama-namanya, takut ada yang terlewat. Tapi aku selalu baca review-review kalian koq..

Sampai jumpa di chap 22! #lambai2

Review lagi, ne!

Terima kasih

ratu kyuhae