Disclaimer: Anime serta Manga Naruto adalah milik Masashi Kishimoto

Warning: Mengandung Gender Bender, Crack Pairing, Bahasa tidak baku, Imajinasi liar Author, Humor garing, (munkin) OOC, dan masih banyak lagi

Summary: "Bukan seperti itu tuan Nidaime, hanya saja kami ingin membantu anda saja" Kakashi yang merasa kasihan dengan Tsunade akhirnya angkat bicara | "Kek, tolong bilang kakek bercanda! Aku mohon!" Tsunade hanya bisa mencoba meraih kakeknya yang tidak menghiraukannya dan terus saja berjalan keluar dari ruang Hokage

Pairing: Senju Tobirama x Naruko Uzumaki (Main)


Screw the rule! Marry me!

Lets Interview The Couple!


Halo para pemirsa sekalian, namaku Ino Yamanaka! Aku di sini akan menjadi pembimbing anda semua dalam perjalanan kalian kali ini! Untuk sekarang kalian bisa memanggilku dengan panggilan Ino-chan! Di sini saya sudah bersama asisten saya, Tenten!

"Jadi... mau menjelaskan kepadaku mengapa sekarang kita mendatangi apartemen milik Naruko pagi-pagi sekali?" Tenten menatap diriku dengan pandangan bingung bercampur sedikit kesal, yah bukan salahnya untuk merasa marah karena setengahnya memang salahku yang menyeretnya begitu saja tanpa menjelaskan terlebih dahulu maksudku mengajaknya ke tempat Naruko pagi-pagi sekali.

"Kita akan mencoba mencari informasi mengenai gosip terbaru akhir-akhir ini!" Aku langsung di berikan hadiah tatapan aneh bercampur bingung dari Tenten, aku jadi ingat kalau Tenten berberapa minggu yang lalu sibuk dengan pekerjaannya dan sedang dalam misi, jadinya ia belum tahu apa yang aku maksud dengan gosip terbaru.

"Kalau begitu untuk pembuka, apakah kau melihat ada keanehan akhir-akhir ini? Atau menyadari sesuatu yang... menarik" Aku memberikan senyuman usil kepada Tenten, aku yakin di saat Tenten kembali dari misi setidaknya ia menyadari sesuatu yang baru di sekitarnya, karena begitu banyak kejadian yang bisa di bilang... menarik yang terjadi hampir setiap hari.

"Keanehan? Tergantung, kau seharusnya tahu bagai mana sifat guruku, jadi keanehan yang kau maksud bisa saja menjadi keseharian bagiku" Tenten melipat kedua tangannya di depan dadanya dan menaikkan sebelah alisnya sebelum ia diam sebentar, sepertinya ia sedang berfikir dan mengingat-ingat sesuatu "Hmm... memang sih aku berberapa kali melihat sungai di dalam desa entah mengapa terlihat lebih besar dari biasanya dan... oh! Kemarin aku lihat ada orang hanyut di sungai Naka dan tidak hanya seorang saja..."

"Aku juga menyadari kini banyak rumah-rumah memiliki pelampung entah mengapa..." Tenten mengangguk-angguk sendiri seperti setuju dengan apa yang ia katakan sebelum ia menatap bingung diriku lagi "Lalu? Apa hubungannya hal-hal aneh tersebut dengan kita datang ke rumah Naruko?"

"Maah~! Jangan buru-buru Tenten! Biarkan kau memecahkan teka-tekinya sendiri, tenang saja aku akan memberikanmu bantuan! Sekarang coba kau ingat-ingat, siapa yang hanyut di sungai?" Aku menyeringai usil, menyenangkan sekali ya bisa mengerjai seseorang! Sekarang aku tahu perasaan Naruko bila ia sedang membuat rencana bodoh dan bercerita kepada teman-temannya.

Tenten mengerutkan keningnya namun ia memutuskan untuk mengikuti kemauanku, karena itulah aku memilih Tenten sebagai asistenku sekarang! Karena aku yakin, ia akan tertarik juga dengan rencana yang aku buat!

Tiba-tiba saja ekspresi kaget bercampur tidak percaya terlukis di wajah Tenten, sepertinya ia menyadari apa yang aku maksud namun aku yakin apa yang ia pikirkan masih meleset dari kebenaran.

"Mereka adalah penggemar Naruko! Aku pernah berkali-kali melihat mereka mencoba merayu dan mendekati Naruko! Dan bahkan banyak dari mereka yang cukup pemaksa! Yang benar saja, apakah Naruko sudah tidak tahan hingga menghanyutkan mereka ke sungai?" Tuhkan benar, hanya setengah saja yang benar, karena Tenten belum mengetahui kabar burung mengenai teman mereka yang sudah di panggil-panggil sebagai pahlawan tersebut.

"Hanya setengah yang benar, mereka memang para penggemar Naruko namun yang menghanyutkan mereka bukan Naruko" Aku membusungkan dadaku dan meletakkan kedua tanganku di pinggangku, tidak ada salahnya toh aku merasa bangga dengan kabar dan informasi yang aku dapatkan? Karena infromasi yang aku dapatkan sangatlah mengejutkan! Aku yakin Tenten juga tidak akan percaya denganku kalau aku mengatakannya tanpa ada bukti.

"Lalu?" Tenten mengerutkan keningnya dan cemberut melihat aku tidak ada keinginan untuk memberikan dirinya jawaban secara langsung dan meminta dirinya menebak siapa yang menjadi pelaku dari kejadian aneh tersebut "Rokudaime-sama? Aku dengar kini ia sudah menjadi kakak angkat Naruko bahkan sebelum akhirnya ia menjabat menjadi Hokage"

"Bukan, kalau memang benar Rokudaime-sama, seharusnya mereka sudah tersambar petir, gosong, atau jadi mainan anjing, bukan hanyut di sungai"

"Bee-san? Ia sudah menjadi kakak angkat Naruko secara tidak langsung"

"Kalau itu seharusnya mereka sudah tenggelam di lautan tinta atau munkin tulang rangkanya sudah retak semua"

"Sasuke? Kau tahu bahwa Sasuke bisa saja menjadi sangat protektif dengan Naruko"

"Kalau yang itu mereka pasti sudah kehilangan kewarasan mereka atau bahkan menghilang secara misterius"

"Siapa? Kiba? Shino? Samui? Siapaaaaa? Aku penasaran!" Tenten akhirnya tidak tahan dan harus menahan diri untuk tidak menjambak rambutnya karena frustasi, ia sudah penasaran sekali sepertinya sehingga membuatku tersenyum penuh kemenangan.

"Orang itu memiliki kehebatan dalam menggunakan chakra air, maka dari itu para penggemar Naruko di temukan hanyut di sungai dan terlebih lagi orang itu adalah orang terakhir yang akan terpikirkan olehmu" Aku mengeluarkan sebuah amplop berisi data-data yang telah aku kumpulkan, oh! Jangan remehkan aku, kami klan Yamanaka tidak akan kalah dalam urusan mencari data dan informasi, karena dalam formasi Ino-Shika-Cho, kami yang dari klan Yamanaka bertugaskan untuk mencari informasi dengan kekuatan kami! Walaupun memang terdengar berlebihan untuk hal seperti sekarang ini namun aku tidak perduli "Sekarang katakan kepadaku, apakah kau bertemu dengan seseorang yang terlihat baru? Dan mungkin sedikit mencurigakan?"

"Tolong bilang bahwa orang itu bukan salah satu penggemar Naruko, karena aku tidak akan sudi sahabatku di dekati oleh orang-orang seperti itu!" Aku tidak menjawab secara langsung dan hanya menggeleng pelan sehingga membuat Tenten menghela nafas lega, mana mungkin aku membiarkan Naruko di dekati penggemarnya yang tidak jelas begitu! Aku memang berkali-kali mengingatkan Naruko untuk mencari kekasih namun tentu saja dengan standart tertentu! Aku menyayangi sahabatku yang satu itu juga, mana mungkin aku mau ia bersama dengan laki-laki tak jelas seperti itu.

"Orang baru... hmm... aku sepertinya pernah melihat dirinya, seorang laki-laki dari ANBU yang mengenakan topeng rubah yang seharusnya itu milik Yamato-san dulu... para ANBU selalu membeli senjata di tempatku jadi aku selalu ingat siapa saja anggota ANBU walau hanya dari topengnya dan aku melihat ia adalah orang baru namun dari barang-barang yang ia beli dan tingkatannya... aku melihat ia sudah langsung menjadi ANBU yang berkerja sendiri dan dalam perintah langsung dari Hokage" Tenten mengerutkan keningnya, sepertinya ia juga menyadari kejanggalan dari hal yang baru saja ia katakan, karena serius, ini baru pertama kalinya ada seorang anggota baru ANBU yang langsung di tugaskan langsung menjadi pengawal pribadi dari Hokage, terlebih lagi bila orang tersebut adalah orang baru yang tidak di kenal oleh ninja-ninja lainnya, namun para warga tidak akan menyadarinya karena mereka tidak tahu bagai mana ANBU sebenarnya beroprasi dan tidak akan ada yang menyadari bila anggota ANBU ada yang hilang satu atau bertambah.

"Aku memperhatikan gerak-geriknya dan bahasa tubuhnya, dia bukanlah sembarang orang dan yang pasti tidak terlihat seperti amatir—dalam standar ANBU, ia terlihat jelas sangat bertalenta dan mengetahui banyak sekali senjata, aku bahkan sampai tercengang melihat dirinya mencoba pedang di tokoku..." Tenten melakukan pose berfikir dan kerutan kini muncul di antara matanya, ia terlihat sangat serius, aku tidak menyalahkan dirinya karena semua hal yang berhubungan dengan senjata, tidak ada yang lebih mengerti dari Tenten "Aku akui, ia mencurigakan..."

"Sekarang, apakah kau percaya bahwa orang itu yang menghanyutkan para penggemar Naruko?" Aku tertawa melihat ekspresi kaget Tenten sebelum aku kembali menyelesaikan omonganku sebelum Tenten bisa bertanya banyak hal "Dan apakah kau percaya bahwa orang itu juga merupakan kekasih Naruko?"

"Yang benar sa—" Aku langsung menyodorkan sebuah foto yang aku ambil dari amplop yang tadi aku keluarkan dan menyeringai melihat Tenten langsung menyambar foto tersebut, matanya kini sudah sebulat mata Lee, membuatku ingin tertawa lagi saja "A-aku tidak percaya ini!"

Foto yang aku berikan oleh Tenten adalah foto Naruto sedang berjalan-jalan dengan seorang laki-laki namun foto itu di ambil dari belakang jadi wajah sang laki-laki tidak terlihat, namun di foto itu terlihat dengan jelas Naruto yang memeluk lengan laki-laki tersebut dan sedang berbicara dengan sang laki-laki dengan sebuah senyuman lebar terlukis di wajahnya, wajah Naruko terlihat sedikit kemerah-merahan dan terlihat sangat bahagia di foto tersebut.

Aku memberikan foto lain kepada Tenten sebagai bukti, foto itu kini memperlihatkan Naruto sedang di gendong oleh sang ANBU yang mengenakan topeng rubah, namun kali ini ada orang lain yang ada di dalam foto tersebut dan orang tersebut adalah sang Rokudaime Hokage (Kakashi) yang kelihatan sedang mengejar mereka berdua dengan chidori sudah siap di gunakan.

"Jadi kita ke sini untuk mengintrogasi—ahem, mewawancarai Naruko untuk mengetahui cerita di balik foto tersebut dan memberitahu kita identitas dari kekasih barunya!" Aku langsung mengetuk pintu masuk apartemen milik Naruko dan kini Tenten sudah berdiri di sampingku dengan ekspresi tidak sabaran dan senang bukan main.


"TUNGGU DULU! KENAPA AKU DI IKAT SEPERTI INI!" Naruko memberontak di saat kami mengikatnya di kursinya, kini di depannya sudah di letakan sebuah lentera yang di nyalakan dan lampu ruangan sudah di matikan "DAN MENGAPA APARTEMENKU SUDAH SEPERTI RUANG INTROGASI BEGINI! JANGAN BILANG KALIAN BAHKAN MENYEWA IBIKI-SAN UNTUK HAL BODOH SEPERTI INI!"

"Hmm... ide bagus! Namun sayangnya aku yakin Ibiki-san terlalu sibuk dan pasti akan menolak bila kami mintai" Aku cemberut, sebenarnya memang sebuah ide cemerlang untuk meminta Ibiki-san mengintrogasi Naruko, namun aku yakin ia hanya akan menganggap hal seperti ini hal bodoh dan tidak akan mau membantu "Oke! Jangan alihkan pembicaraan Naruko! Sekarang jelaskan kepada kami mengenai kekasihmu!"

Wajah Naruko memerah dan ia langsung membuang mukanya, kalau soal hal-hal seperti ini sepertinya Naruto adalah pembohong yang sangat amatir, mudah sekali membaca ekspresinya, terlebih lagi bila aku yang menanyakannya! Aku sangat handal bila mengenai hal-hal seperti ini.

"Jangan mencoba mengelak Naruko, kami punya bukti" Tenten memperlihatkan foto yang tadi aku berikan kepadanya dan aku tersenyum penuh kemenangan melihat reaksi Naruko, ia sekarang mencoba melepaskan diri dan kabur.

"A-aku bukannya tidak ingin bicara namun itu rahasia!" Merasa bahwa ia tidak akan bisa kabur akhirnya Naruko pasrah dan menjawab pertanyaanku dan Tenten dengan tidak rela, ia cemberut dan membuang mukanya yang masih sedikit memerah.

"Oh ayolah Naruko! Kita adalah sahabat dan seharusnya sebagai sahabat kita harus saling berbagi rahasia bukan? Masak kami tidak boleh tahu siapa kekasihmu? Tenang saja! kami tidak akan mencoba mencuri kekasihmu! Aku sudah punya Sai!" Tenten mengangguk sebagai tanda ia setuju dengan apa yang aku katakan dan aku memberikan pandangan memelas kepada Naruko yang terlihat panik "Ayolah Naruuu~"

"Bu-bukan keinginanku untuk menjadikan ini sebuah rahasia! Dan maksud dari rahasia juga... identitas sebenarnya... identitasnya di rahasiakan dan hanya orang-orang tertentu yang boleh mengetahui kebenarannya!" Naruto mengerutkan keningnya sebelum akhirnya ia bisa melepaskan tangannya dari ikatan di kursinya untuk melipat keduanya di depan dadanya "Dan yang aku maksud dengan orang-orang tertentu adalah para Kage dan orang-orang yang memang sangat dekat denganku seperti Sasuke, Sakura, dan Occhan... mereka bertiga juga mengetahuinya juga karena... keadaan"

"Rahasia? Apakah separah itu? Ayolah! Ia hanya kekasihmu!" Aku menatap bingung Naruko, masak hanya karena dia adalah kekasih Naruko harus sampai di rahasiakan seperti itu? Apa pula hubungannya dengan para Kage? Aneh sekali.

"Uhmm... bisa di bilang... ia special..." Naruko terlihat ragu-ragu dan ia mulai memainkan ujung pakaiannya, mengingatkan diriku dengan Hinata, mereka berdua memang terlalu dekat ya sampai-sampai kebiasaan Hinata bisa menempel ke Naruko "Dalam banyak arti ya... aku tidak bercanda, aku tidak bisa memberi tahu kalian siapa sebenarnya dia..."

"Huh, tidak seru" Tenten memangkukan kepalanya di tangannya dan menghela nafas bosan sebelum melirik Naruko kembali "Tapi harus aku akui, kekasihmu kejam juga ya, sampai menghanyutkan orang seperti itu..."

"Kalian belum lihat semuanya... ia bahkan pernah memenjarakan orang di dalam penjara air berberapa kali" Naruko kini sudah berhasil melepaskan segala ikatan yang menahannya duduk di kursinya sebelum bangun dari tempat duduknya untuk membuatkan diriku dan Tenten minuman "Ia juga pernah menodong orang mengunakan pedang"

"Ooh, tipe bad boy ya" Nah walau kami tidak bisa mengetahui setidaknya kami bisa bergosip dan mengobrol mengenai kekasih baru dari Naruko, kelihatannya menarik ya, selain itu aku juga penasaran bagai mana bisa seseorang bisa memenangkan hati Naruko yang sangat tidak peka, aku pernah mendengar cerita bahwa ketidak pekaan Naruko membuat begitu banyak laki-laki menyerah dengannya, tidak mengecualikan teman-teman mereka sendiri seperti Kiba, Lee, Chouji, dan bahkan Sasuke juga pernah menaruh hati kepada Naruko namun menyerah melihat betapa tidak pekanya Naruko "Sekarang ceritakan kepada kami bagaimana bisa ia menangkap hatimu, ratu tidak peka"

"Ah iya aku juga mau tahu! Neiji saja sampai frustasi melihat betapa tidak pekanya dirimu" Tenten tertawa, sepertinya ia mengingat masanya bersama rekan satu kelompoknya, aku yakin Neiji sering secara tidak sengaja bercerita mengenai betapa frustasi dirinya mengahadapi sang Uzumaki, kasihan sekali ya "Apa yang membuat dia bisa mendapatkan perhatianmu?

"Uuh... apa ya... dia... cukup blak-blakan" Aku berani bersumpah melihat sebuah semburat merah muncul di pipinya, menarik sekali, ini pertama kalinya aku melihat Naruko benar-benar seperti... perempuan, bukannya mau mengejek, Naruto memang cantik dan menawan, aku akui itu, namun ia terlalu tomboy sehingga membuat kebanyakan orang yang tidak tertarik dengannya menganggap Naruko sebagai laki-laki, namun sekarang ia bersikap seperti seorang gadis sedang jatuh cinta; pemandangan yang cukup segar di mata kami yang sudah menjadi temannya lama sekali "Ia mirip ayahku, dalam segi sifat, jadi aku secara tidak langsung tertarik dengannya... seperti ibu"

"Aah, aku juga pernah dengar itu dari ayahku dulu, Yodaime-sama memang sangat karismatik" Aku melihat Naruko tersenyum lebar mendengar ayahnya di puji oleh Tenten dan membuatku tersenyum juga, Naruko sangat menyayangi ayahnya ya "Jadi kau mengambil jalan seperti ibumu"

"Iya, munkin sedikit berbedanya ia workholic sampai-sampai suka lupa makan... tidak makan tiga hari juga bisa" Naruko cemberut, ia menghidangkan minuman kepada aku dan Tenten lalu duduk kembali di tempat duduknya "Katanya kebiasaan dari dulu, tapi yang benar saja, itukan berbahaya"

"Eeh~! Tidak seru dong, kau bisa-bisa di lupakan hanya untuk pekerjaan" Tenten meminum minumannya dan lalu menggeleng, aku setuju dengan apa yang Tenten katakan! Laki-laki seperti itu bisa saja menghancurkan hubungan dengan sifat gila kerjanya seperti itu.

"Aku tidak terlalu mempermasalahkan hal itu karena aku mengerti pekerjaannya cukup banyak namun yang aku permasalahkan adalah ia tidak makan apapun! Aku sampai harus mendatangi tempatnya berkerja dan menyuapinya makanan baru ia mau makan" Naruko melipat kedua tangannya di depan dadanya dan cemberut "Aku juga bahkan harus menyeretnya keluar ruangan untuk menyuruhnya istirahat"

"Istri yang perhatian" Aku tertawa melihat wajah Naruko memerah, namun memang benar kok, Naruko pelan-pelan mulai berubah, ia yang dulu terlalu cuek dan bahkan tidak bisa merawat dirinya sendiri dengan benar kini sudah berubah menjadi seorang wanita yang di idam-idamkan oleh banyak lelaki, bisa di lihat dengan apartemennya kini sudah selalu rapi, lemari makanannya kini tidak hanya berisi ramen instan ataupun sup kacang merah instan namun aku bisa melihat ada bumbu-bumbu dan makanan lain, isi kulkas Naruko juga kini sudah berisi bahan makanan seperti sayur dan buah dan tidak hanya berisi susu dan ramen saja, dan lihat itu, kini dapurnya sudah benar-benar terlihat seperti dapur.

"Kenapa kau tak coba goda saja dia agar ia berhenti berkerja?" Aku dan Tenten tidak terlalu mengerti mengapa tiba-tiba saja Naruko menegang dan wajahnya berubah menjadi merah padam, bukannya menggoda orang bukanlah hal sulit bagi Naruko ya? Ia sampai membuat sebuah jutsu untuk menggoda orang.

"Di-diam ah Kurama!" Tiba-tiba saja Naruko berbicara dengan sang rubah berekor sembilan, sebelum ia kembali berbicara dengan diriku dan Tenten "A-aku tidak mau! Terakhir kali aku mencobanya... uuuh... tidak..."

"Oh oh? Biar aku tebak, kau membangunkan singa yang tertidur?" Hah, Naruko sudah menjadi kepiting rebus sekarang, aku menyeringai, tidak sulit untuk menebaknya karena seperti yang aku bilang; kalau masalah seperti ini aku sudah handal "Enak ya kalau seperti itu, Sai sulit untuk di goda"

"A-apa yang enak! Ma-malu tahuk!" Oh? Sebuah informasi baru, walaupun ia di kelilingi oleh orang mesum (Jiraiya dan Kakashi), menjadi editor dari buku porno buatan Jiraiya, menggoda orang dengan sangat mudah, dan bisa menciptakan jutsu untuk menggoda, ternyata Naruko masih polos kalau ia yang menjadi objek utama dalam masalah hubungan ya, menarik.

"Oh! Jangan bilang kau tak pernah... yah yang paling dasar saja lah, mencium dirinya? Dan yang aku maksud bukan di pipi ya" Yak, ekspresi Naruko sudah menjadi jawabannya, lucu ya, gadis yang bisa merubah dirinya menjadi wanita seksi tanpa busana malu hanya karena mengakui bahwa ia pernah di cium oleh kekasihnya, ironis "Yah kalau begitu... berhubungan intim dengannya?"

Naruko sudah hilang dari tempat duduknya dan sekarang sedang bersembunyi di balik lemari pakaiannya "Kau gila!"

"Hanya berhubungan intim saja kok, kenapa harus malu?" Tenten kelihatannya menganggap apa yang Naruko lakukan sangat lucu, bagai mana ya, ada perasaan senang yang cukup besar mengetahui kami berhasil mengerjai Naruko, balas dendam untuk yang dulu mungkin? Menyenangkan juga ya "Polos sekali dirimu Naruko"

"Apa maksudmu dengan 'saja'? itu hal penting tahuk! Dan mana munkin aku berani melakukan hal seperti itu! Dan berhenti tertawa Kurama!" Oh lihat itu, bahkan sang rubah berekor sembilan yang di segel di dalam tubuh Naruko ikut-ikutan menggodanya, lucu sekali.

"...Kalian semua mengapa gelap-gelapan seperti ini" Aku dan Tenten membulatkan mata kami dan langsung sudah dalam posisi siaga, tiba-tiba saja ada suara laki-laki dan kami tidak menyadari keberadaannya! Yang benar saja, pengendalian chakra dan hawa keberadaannya tinggi sekali hingga bisa mengelabui aku dan Tenten! Siapa laki-laki tersebut?

KLIK

Lampu ruangan di nyalakan, oops, aku, Tenten, dan Naruko memang lupa menyalakan lampu kembali setelah sesi introga—maksudku wawancara kami. Setelah lampu di nyalakan barulah kami bisa melihat sosok yang berdiri di depan jendela apartemen Naruto, laki-laki tersebut menggunakan pakaian resmi milik ANBU dan mengenakan topeng rubah.

Tunggu dulu.

ANBU bertopeng rubah! Itu kekasih Naruko!

"Tobi!" Naruko kini sudah tidak bersembunyi lagi dan kini sudah berjalan menghampiri sang ANBU yang ia panggil Tobi, apakah itu adalah namanya? Atau panggilan sayang dari Naruko? Entahlah "Tugasmu sudah selesai?"

"Hmm..." Jawab sang ANBU dengan suara rendah, mengingatkan aku dengan Sasuke dulu, entah mengapa laki-laki yang ada di depan Naruko sekarang mengingatkan aku dengan Sasuke dari cara ia berbicara namun hawa yang ia keluarkan berbeda jauh.

Sang ANBU yang di panggil Tobi kini tengah membelai pipi Naruko dan sebelah tangannya merapikan rambut Naruko yang tadi sempat berantakan karena memberontak saat di ikat.

"Ahem..." wow, mereka berdua sampai-sampai tidak menyadari bahwa kami berdua masih ada di ruangan yang sama dengan mereka, serasa dunia hanya milik berdua ya? Tapi boleh juga kekasihnya Naruko, ia terlihat begitu sayang dengan Naruko dan terlihat sangat romantis, bikin iri saja.

"Maaf mengganggu" Tenten bersiul usil dan aku tertawa melihat wajah Naruko yang kini kembali menjadi merah padam sedangkan kekasihnya diam saja, ia seperti tidak memperdulikan kami berdua dan masih sibuk bermain dengan rambut Naruko.

"A-aku—ah! Ada armormu yang ketinggalan berberapa hari yang lalu! Biar aku ambilkan!" Naruko langsung kabur masuk ke dalam kamarnya, munkin karena terlalu malu, lucu dan sekaligus menarik sekali melihat Naruko terlihat malu-malu, sepertinya kini Naruko sudah mulai berubah menjadi wanita.

Kini hanya aku dan Tenten yang tersisa di ruangan apartemen milik Naruko, sang ANBU sepertinya masih tidak menghiraukan kami berdua karena pandangannya masih ke arah pintu.

"Ah, kalau begitu kami pamit dulu" Aku dan Tenten langsung berjalan keluar apartemen Naruko dan sang ANBU masih tidak menghiraukan kami sama sekali, ia masih tetap menatap pintu tempat Naruko menghilang, wow.


Aku tarik kata-kataku sebelumnya! Aku penasaran dengan indentitas asli dari sang ANBU! karena itu aku akan mencoba mencari tahu lagi walau Tenten tidak bisa menemaniku terus karena ia akan ada misi lagi.

Walaupun aku gagal mengintrogasi Naruko tapi tetap saja! aku tidak akan menyerah begitu saja! kali ini aku dan Tenten akan mencoba menguntit kekasih Naruko!

Hal pertama yang harus kami temukan adalah di mana ia tinggal dan hasilnya... nihil.

Serius, sang ANBU bertopeng rubah—mari kita panggil sementara sebagai Kitsune—sangatlah cepat! Kami selalu kehilangan jejaknya di saat kami mengikutinya, seakan-akan ia tahu bahwa kami sedang mengikutinya namun itu tidak munkin bukan? Aku dan Tenten sangat hati-hati, kami menyembunyikan hawa keberadaan serta chakra kami dengan sangat baik, kami juga bahkan memperhatikannya dari jauh dan mencari jarak aman!

Oke, karena pencarian kami tidak membuahkan hasil, kali ini kami akan mencoba mencari tahu seperti apa sebenarnya sang Kitsune, dalam artian apakah ia layak mendapatkan kasih sayang dari Naruto secara sepenuhnya!

Kami akan mencoba mewawancari orang-orang terdekatnya!

"Kita saja tidak tahu siapa sebenarnya dirinya, bagai mana kita bisa tahu siapa saja orang-orang terdekatnya?" Tenten menghela nafas dan menggeleng pelan, kali ia tidak bisa menemaniku untuk mencari informasi karena harus menjaga tokonya.

Benar juga, kita berdua tidak tahu siapa sebenarnya Kitsune, nama aslinya saja kita tidak tahu namun bukan berarti kita tidak tahu apa-apa mengenai dirinya! Kita tahu bahwa ia adalah seorang ANBU yang berarti ia setidaknya punya data yang menjelaskan asal-usul dan identitasnya bukan?

Jadi yang harus aku lakukan sekarang adalah mencoba mencuri informasi tersebut dan oh tenang saja! aku bisa dengan mudah mendapatkannya!

"...Serius Ino? Kau memintanya langsung dengan diriku?" Shikamaru menatapku layaknya aku adalah orang gila dan aku tidak menyukainya! Teman satu kelompokku yang satu ini sangat tidak bisa di ajak berkerja sama! Lihat saja wajahnya yang seperti mengatakan bahwa ia terlalu malas untuk memenuhi permintaanku.

"Oh ayolah! Masak kau tidak mau membantu rekan satu kelompokmu dulu!" Aku melipat kedua tanganku di depan dada dan menatap tidak suka Shikamaru, aku tidak akan menyerah begitu saja hingga aku mendapatkan apa yang aku inginkan.

"Oke, pertama-tama, permintaanmu sangat menyusahkan dan yang kedua, ANBU yang kau inginkan datanya... ia tidak memiliki data sama sekali" Shikamaru mengeluarkan sebatang rokok dan menyalakannya, aku memberikan tatapan tidak percaya kepadanya sebelum ia menghela nafas panjang "Aku tidak berbohong, data miliknya tidak ada sama sekali; kau kira aku akan diam saja di saat aku melihat ada seseorang yang menjadi ANBU secara tiba-tiba dan bahkan tanpa aku ketahui?"

Apa yang di katakan oleh Shikamaru ada benarnya, ia adalah penasihat Hokage dan seharusnya ia tahu semua data-data mengenai ANBU yang berkerja secara langsung dengan Hokage, namun aku menyadari sebuah kejanggalan dari apa yang Shikamaru katakan "Oke aku percaya bahwa data miliknya tidak ada namun... bukan berarti kau tidak tahu identitas sebenarnya sang ANBU bukan?"

Dan Shikamaru langsung menghilang dalam waktu sekejap.

"AH! SHIKAAA!" Aku menjerit dengan keras, ia kabur! Berarti ia memang tahu siapa sebenarnya Kitsune!

Sial! Kali ini pencarian informasi juga tidak membuahkan hasil yang manis! Aku harus mencari tahu dengan cara lain!

"Tidak" Sasuke tidak mau menjawab dan hanya memberikan aku tatapan dingin.

"Aah... maaf..." Sakura juga memilih kabur!

Ini tidak adil! Mengapa tidak ada yang mau memberi tahu aku siapa sebenarnya Kitsune! Aku hanya ingin mengetahui identitas sebenarnya!

Oke! Drastic time calls for drastic measure! Waktunya mengintrogasi sang ANBU secara langsung!

...

Oke tidak semudah yang aku bayangkan karena sang ANBU sangat sulit di tangkap.

"Kau ini... sangat keras kepala" Sakura menggeleng pelan sambil mengaduk-aduk minumannya, ia menatap diriku yang basah kuyup seperti habis mandi menggunakan pakaianku, kami berdua sedang ada di rumahku, Sakura datang berkunjung untuk menghabiskan waktu bersamaku karena ia sedang senggang.

"Aku tidak keras kepala! Aku hanya berkomitmen!" Aku menjulurkan lidahku sebelum pergi ke kamarku untuk mengganti baju dan mengeringkan diri.

Setelah berberapa menit aku kembali ke ruang tengah dan duduk di depan Sakura "Aku hanya ingin tahu siapa kekasih Naruko, itu saja! aku hanya ingin memastikan apakah ia pantas atau tidak untuk Naruko"

Sakura tertawa pelan, sebuah senyuman kecil terlukis di wajahnya "Aku pastikan untukmu, ia pantas mendapatkan Naruko"

Aku cemberut, aku tidak suka ini, Sakura mengetahui siapa sebenarnya kekasih Naruko sedangkan aku tidak, tidak adil sekali.

"Kau dengar sendiri dari Naruko bukan? ia mirip dengan ayahnya; Yondaime-sama, jadi tentu saja ia orang yang hebat, Naru tidak pernah mengatakan seseorang mirip ayahnya secara sembarangan" Apa yang Sakura katakan ada benarnya, Naruko sangat menyayangi dan mengagumi ayahnya, jadi tidak munkin ia memuji seseorang seperti itu secara sembarang.

"Hmm... kalau begitu aku mau tanya; apakah ia tampan?" Yasudah lah, setidaknya aku mau tahu apakah sang Kitsune itu tampan atau tidak dan tidak, aku tidak akan tertarik dengannya; aku sudah punya Sai.

"Aah..." Sakura melirik jendela di sampingnya dan aku ikut melirik ke arah yang sama, jendela di samping Sakura memperlihatkan pahatan wajah Hokage, munkinkah Sakura sedang membandingkan Kitsune dengan Yondaime? Entahlah "Kalau mau jujur... ia sangat tampan dan hot"

"Oh, bandingkan dengan Sasuke!" Nah begitu dong, ini yang aku tunggu-tunggu! Bergosip seperti ini juga menyenangkan!

"Bagai mana ya, ia mengeluarkan aura dingin yang sama dengan Sasuke namun entah mengapa ada sentuhan kedewasaan dan karisma tersendiri" Sakura tersenyum dan wajahnya sedikit memerah, sepertinya ia sedang membayangkan mereka berdua "Oh tentu saja aku lebih suka aura yang di miliki oleh Sasuke oke"

"Kalau dengan Sai?" Oke aku tahu bahwa kekasihku yang satu itu pasti berbeda jauh namun aku ingatkan, ia punya karisma tersendiri loh!

"Yang mirip hanya warna kulitnya saja, walau tidak sepucat Sai, kulitnya putih, cukup bertolak belakang juga dengan Naruto yang coklat eksotis" Sakura tertawa, aku akui bahwa kulit Naruto memang yang paling gelap di antara kami tapi itu malah memperlihatkan seberapa menarik dirinya, banyak orang menganggap warna kulit Naruto malah membuat dirinya menjadi lebih seksi, dasar orang-orang mesum.

"Hahah oh! Apakah kau tahu? Naruto malu loh di saat aku menanyakan apakah ia pernah mencium kekasihnya dan aku dengar juga dari Naruto kalau kekasihnya tipe bad boy! Ia pernah membangunkan singa yang tertidur" alih-alih tertawa, Sakura malah menatap bingung diriku, apakah ada yang aneh dengan hal yang baru saja aku katakan "Ada apa?"

"A-ah! Aku hanya tidak percaya saja, bad boy? Singa yang tertidur? Ia tidak..." Sakura malah terlihat semakin bingung "Apakah itu adalah sisi yang ia tidak pernah perlihatkan di depan umum?"

"Mana aku tahu namun ada kemunkinan besar memang benar, terkadang seseorang sifatnya akan berubah bila di dekat orang yang ia kasihi" Aku mengangkat bahuku, aku tidak mengenal secara langsung sang ANBU namun dari pengamatanku di saat aku mengikutinya dan di saat aku melihatnya berduaan dengan Naruto memang terbukti bahwa ia tipe orang yang akan berubah seratus delapan puluh derajat bila dengan orang yang ia kasihi "Sama seperti Sasuke bukan?"

Oh lihat itu, wajah Sakura memerah, aku tahu kok Sasuke berubah juga seratus delapan puluh derajat bila sudah berhadapan dengan kekasihnya, si pangeran es itu mencair bila sudah ada di dekat Sakura dan Naruko, namun definisi 'mencair'nya berbeda antara bila bersama dengan Naruko dan bila bersama dengan Sakura; yah kalian mengerti lah.

Yasudah lah, kalau memang aku tidak di takdirkan untuk tahu sekarang juga tidak apa-apa, nanti juga seiring jalannya waktu munkin saja aku bisa mengetahui identitas asli dari Kitsune, siapa tahu bukan?


"Temanmu yang dari klan Yamanaka itu akhirnya menyerah juga" Tobirama membuka topeng yang ia kenakan sebelum duduk di sofa apartemen milik Naruko sedangkan sang pemilik apartemen sedang membuatkan dirinya minuman.

"Aah, ia memang sedikit keras kepala" Naruko hanya bisa menggeleng pelan, ia tahu temannya yang satu itu sangat pantang menyerah bila sudah menganai hal-hal seperti gosip dan kehidupan asmara seseorang "Tapi bila menyangkut hal-hal seperti ini"

"Ada-ada saja" Tobirama menerima minuman yang di buatkan oleh Naruko sebelum ia menarik Naruko agar ia duduk di sebelahnya "Bagai mana bisa juga ia mendapatkan foto juga"

"..." Naruto diam sebentar sebelum ia tiba-tiba saja bangun dari tempat duduknya, membuat Tobirama menaikkan sebelah alisnya dan menatap bingung kekasihnya.

Naruto mengambil pisau dari laci di dapurnya, sebelum membuka jendela dan melemparnya ke arah pohon yang ada di dekat jendela apartemennya.

"YAMATO TAICHOU! KALAU AKU LIHAT KAU MENGIKUTI AKU LAGI AKAN AKU TAMPAR DIRIMU DAN BILANG KE KAKASHI-SENSEI KALAU AKU BUKAN ANAK KECIL LAGI! DAN BUANG JAUH-JAUH KAMERA TERKUTUK ITU!" Naruto mendesis dengan keras ke arah pohon tersebut, chakra berwarna merah menyelimuti dirinya, matanya yang berwarna biru cerah kini berubah menjadi warna merah.

Tobirama hanya bersiul kecil dan tertawa pelan, kekasihnya kalau sedang marah dan malu terlihat lucu di matanya, ia seperti melihat bayi rubah yang mencoba mengintimidasi seseorang—selama yang jadi target bukan dirinya oke, kekasihnya juga bisa jadi menakutkan kalau ia mau; apa lagi kalau rambutnya sudah melayang dan melawan grafitasi, maka itu sudah lain masalah.

Naruko cemberut dan menutup kembali pintu jendelanya, ia melipat kedua tangannya di depan dadanya dan duduk di samping Tobirama "Aku senang-senang saja akhirnya Kakashi-sensei menjadi kakak angkatku seperti yang ayah inginkan namun tidak seperti ini, ia terlalu protektif"

Tobirama harus menahan tawa mendengarnya karena betapa ironisnya Naruko mengatakan hal seperti itu, betapa ia tidak pekanya dengan sekitarnya karena kenyataannya tidak hanya Kakashi saja yang terlalu protektif dengannya karena Tobirama sendiri pernah merasakan begitu banyak cobaan demi mendapatkan gadis pujaan hatinya.

"Kau tak pantas mengatakan hal seperti itu Naru, kau seperti panci memanggil tutupnya kembali; kau juga terlalu protektif dengan gadis Hyuuga yang merupakan sahabatmu" Tobirama membelai kepala Naruko sebelum merangkulnya agar duduk lebih dekat dengannya.

"Apa yang terlalu protektif! Hinata-chan terlalu bersih dan terlalu indah! Tidak ada yang pantas bersanding di sebelahnya! Aku juga sudah berjanji kepada Neiji bahwa aku akan menjaganya dengan baik! Aku tidak sudi Hinata-chan di kotori—" Dan Naruko terus ngoceh sendiri sedangkan Tobirama dengan sabar mendengarkan ocehannya sambil meminum teh hijau buatan Naruko dan membaca buku yang baru saja ia beli sebelum mendatangi apartemen Naruko.

Yap, tipikal keseharian yang tenang dan normal baginya dengan kekasihnya.


Lets Interview The Couple! End

To Be Continue


!Author Notes!

Yak, chapter baru akhirnya selesai di tulis dan kali ini dari pandangan Ino! Chapter selanjutnya dari pandangan siapa lagi ya... yang pasti tidak munkin Sasuke atau Sakura karena mereka peran penting sebagai orang ketiga, hahahhaha.

Maafkan Author yang memakan waktu cukup lama untuk Up-date, saya terkena sedikit writer block.

Dan pemberitahuan penting! Di blog milik Author kini sudah di post gambar anak dari Naruko dan Tobirama: Itama dan Kushina! Bila berniat mengecek, link blog Author ada di profile milik Author! Yang ada baru gambar karakternya, untuk penjelasan dan biodata akan menyusul nanti! Semoga para pembaca menyukainya~!

Ada yang bilang pasti pair Itama adalah Sarada namun tidak juga loh, saya menerima usul untuk pair milik Itama sedangkan Kushina... saya ada pikiran sih... hahahah

Hmm, bagai mana kalau chapter berikutnya kalian yang memilih? Pilihannya adalah : First Datenya Tobirama dan Naruko, Cerita dari pandangan Itama, atau The Day Naruko Become a Hokage.

Saya akan menunggu jawaban dari pembaca sekalian! Sampai jumpa di chapter berikutnya!

Review Please