CHAPTER 3
.
.
.
Sehun masih terkejut ketika tiba-tiba saja tubuhnya dibalik dan dicium habis-habisan. Dia masih setengah tertidur tadi dan benar-benar tak berdaya. Chanyeol sudah melampiaskan basratnya tanpa ditahan-tahan. Ciuman-ciumannya tanpa jeda seolah lelaki itu tak tahan sedetikpin tidak berciuman dengannya.
Ketika Chanyeol mengangkat kepalanya, matanya berkabut. Pupil matanya membesar terlihat kontras denagn iris matanya yang berubah menjadi cokelat pucat.
"Aku ingin bercinta. Aku ingin memasukimu.. Ah kau tidak tahu betapa aku..," suara Chanyeol tersengal. Lalu melumat bibir Sehun lagi dengan membabi buta.
Kata-kata vulgar Chanyeol itu membuat pipi Sehun merona malu. Tidak terbayangkan, dia—perempuan yang tidak pernah intim dengan lelaki manapun, sekarang terbaring dengan jubah mandi yang sudah acak-acakan. Ditindih oleh lelaki yang mungkin sampai beberapa hari yang lalu tidak dikenalnya dengan baik.
Tangan Chanyeol menelusup di balik jubah mandinya, menemukan payudaranya yang hangat dan lembut. Lalu meremasnya. Sedikit terlalu bergairah sehingga Sehun mengerang. Chanyeol menghentikan gerakannya, lalu menatap Sehun lembut.
"Sakitkah?" bisiknya parau.
Sehun terpaku, suaranya seakan tertelan di tenggorokan. Bagaimana dia harus menjawabnya?
Tapi Chanyeol tak memerlukan jawaban. Lelaki itu tersenyum, lalu menggerakkan tangannya lagi menyentuk payudara Sehun. Dengan ahli dia menyingkirkan jubah mandi Sehun yang menghalangi dan menemukan keindahan ranum di baliknya.
"Oh indahnya," bisik Chanyeol serak. Membiarkan Sehun memalingkan muka dengan malu di bawah tatapan tajam dan memuja lelaki itu.
Lalu bibir Chanyeol yang panas menelungkupi puting payudaranya. Lidahnya bermain di sana terasa panas. Membakar seluruh tubuh Sehun. membuatnya terpaksa merintih. Bingung dengan gejolak yang menyebar di seluruh tubuhnya. Chanyeol begitu ahli sedang Sehun sama sekali tidak berpengalaman. Dan lelaki itu tampaknya tidak merasa perlu menahan dirinya.
Entah kapan, mereka sudah telanjang bersama di atas tempat tidur. Tubuh Chanyeol yang keras, melingkupi tubuh Sehun yang mungil di bawahnya, menggodanya, menggeseknya dengan kekuatannya, membawa gairah Sehun makin naik. Sedikit demi sedikit ke puncaknya.
Kemudian Sehun merasakan kejantanan Chanyeol yang tidak terhalang apapun menyentuh pusat dirinya. Pelan, tapi membuatnya terkesiap. Sehun membuka matanya yang terpejam, menatap Chanyeol di atasnya. Lelaki itu menatapnya dengan tajam, matanya berkabut, napasnya terengah, dan sejumput rambut tampak jatuh di dahinya. Membuatnya tampak begitu liar.
"Ah ya manis… kau pasti akan sangat menyukainya," geram Chanyeol pelan lalu mulai mendorong, menekan dan menyentuh Sehun.
"Kau sudah siap," erang Chanyeol, "Kau sudah basah dan panas, siap untuk diriku…"
Jantung Sehun berdegup kencang beriringan dengan detak jantung Chanyeol yang bahkan lebih parah. Dengan perlahan, Sehun memejamkan matanya, melepaskan hatinya, demi kamu Luhan oppa, bisiknya dalam hati bagaikan mantra yang menyelamatkan jiwanya.
Ini adalah sensasi baru bagi Sehun, merasakan kejantanan seorang lelaki yang mencoba memasukinya, menyatu dengannya. Rasanya panas dan membuat seluruh saraf di tubuhnya menggila. Membuatnya begitu sensitif oleh kebutuhan yang sampai saat ini tidak pernah diketahuinya, kebutuhan untuk mencapai puncak. Hingga rasa sakit yang menyengat tiba-tiba menyentakknya ke alam sadar, Sehun mengerang kesakitan. Tubuhnya mengejang, dengan panik dicengkeramnya pundak Chanyeol dan menggeleng-gelengkan kepala ketakutan atas usaha Chanyeol untuk menyatu semakin dalam dengannya.
.
.
.
Dan ketika merasakan sesuatu yang menghalanginya, mendengar erangan Sehun yang jelas-jelas kesakitan serta pandangan ketakutan yang membayangi mata Sehun, Chanyeol sadar bahwa prasangkanya itu salah. Meski tetap tak bisa menjelaskan kenapa Sehun dengan mudahnya menjual dirinya, tapi ini sudah menujukkan bahwa Sehun bukan wanita gampangan. Chanyeol adalah lelaki pertamanya.
Menyadari kesakitan yang mendera Sehun, Chanyeol mengalihkan perhatian Sehun dengan cumbuannya dengan segenap keahliannya. Rasa senang tak tertahankan membanjiri pikirannya ketika menyadari dirinya adalah lelaki pertama gadis itu.
Diciumnya bibir Sehun dengan lembut, bibir ranum yang sekarang menjadi miliknya. Nafas Sehun terengah-engah dan Chanyeol melihat di matanya, ada ketakutan dan kesakitan. Chanyeol tidak pernah bercinta dengan perawan sebelumnya. Dia tak tahu seperti apa rasa sakitnya. Dia tidak mengerti bagaimana meredakannya. Tapi Chanyeol tidak suka melihat rasa sakit itu mendera di mata Sehun.
"Sshh.. sayang, aku tidak bermaksud menyakitmu," dengan lembut Chanyeol menelusurkan tangannya di sisi tubuh Sehun, lalu berhenti di pinggulnya. Menahan pinggangnya yang sedikit meronta, mencegah tubuh mereka yang sudah setengan menyatu supaya tidak terpisah.
"Mungkin akan sedikit sakit tapi semua akan baik. Tubuhmu akan menerimaku seutuhnya…" suara Chanyeol terhentu ketika dia mendorong dengan kuat, menembus batas keperawanan Sehun dan menyatukan tubuhnya sepenuhnya dengan Sehun.
Sehun berteriak kencang merasakan pedih yang amat sangat ketika Chanyeol menembusnya. Jemarinya tanpa sadar mencengkeram pundak Chanyeol dengan keras. Tapi Chanyeol tidak berhenti karena dia sadar kalau dia berhenti dia akan menyakiti Sehun. Dengan perlahan, Chanyeol menggerakkan tubuhnya. Oh Tuhan! Tubuhnya terasa nyeri menahan diri. Sehun terlalu rapat, terlalu basah, terlalu panas, mencengkeram tubuhnya di bawah sana. Dia hampir tidak tahan dan dorongan untuk memuaskan diri dengan brutal di tubuh Sehun semakin menyiksa.
Tapi Chanyeol sadar, ini pengalaman pertaman bagi Sehun. Dia harus membuatnya seindah mungkin, dia tak boleh menyakiti Sehun. Karena itu, sambil menggertakkan diri menahan gairahnya, Chanyeol mencoba bergerak selsmbut mungkin. Menarik tubuhnya pelan dari balutan sutra basah dan panas itu, untuk kemudian menghujamkannya lembut. Lagi dan lagi.
Lalu ketika desah nafas Sehun menjadi pendek-pendek serta pegangannya pada pundak Chanyeol makin kencang, Chanyeol sadar dia telah membuat Sehun mencapai orgasme pertamanya. Pemandangan ekspresi wajah Sehun saat itu sungguh tak tergantikan. Mendorongnya terlempar menuju puncak kepuasan yang sangat tinggi, sangat tak tertahankan seolah-olah dunia meledak di bawahnya dan Chanyeol benar-benar meledak di dalam tubuh Sehun.
Orgasme ini terasa begitu dahsyat, sebuah pelepasan dari akumulasi gejolak yang ditahannya selama ini. Kenikmatan yang luar biasa ini membuat Chanyeol merasa sedikit sesak nafas seolah dia terhanyut dalam pusaran gairah yang tak tertahankan terus menerus menghantamnya tanpa henti. Erangan parau keluar dari bibirnya ketika ia menenggelamkan wajahnya dalam-dalam di sisi leher Sehun.
Ketika usai, mereka berbaring berpelukan sambil berusaha menormalkan nafas.
"Wow," hanya itu yang terlintas dipikiran Chanyeol, dan dia tak sadar telah mengucapkannya keras setelah menyadari rona merah yang merayap di leher Sehun.
Dengan lembut dikecupnya leher Sehun, diangkatnya kepalanya, dan mereka bertatapan. Mata cokelat yang tajam, yang agak berkabut setelah mencapai orgasme terhebat sepanjang eksistensi kehidupannya bertemu dengan mata hitam yang berkaca-kaca.
"Apakah kau..," Chanyeol berdehem ketika menyadari suaranya sangat parau, "Apakah kau baik-baik saja?"
Sehun tampak tidak tahan ditatap dengan sedemikian intens apalagi dalam posisi yang sangat intim. Dipalingkannya kepalanya setelah mengangguk pelan. Chanyeol menarik nafas pelan, kemudian dengan hati-hati. Dia mengangkat tubuhnya dari atas Sehun dan bergeser ke samping, menyadari kernyitan tidak nyaman di wajah Sehun ketika dia menarik diri.
Tanpa sadar Chanyeol bersikap begitu lembut, sikap yang tidak pernah ditunjukkannya ketika usai bercinta dengan wanita-wanita yang lain. Direngkuhnya tubuh mungil Sehun, diletakkannya di lengannya. Gadis itu tampak pasrah, mungkin sudah terlalu lelah, kasihan Sehunnya yang masih suci. Ternyata selama ini dia salah paham. Gadis ini benar-benar suci.
Kepuasan seksual yang luar biasa masih mempengaruhi pikirannya yang berkabut. Tangannya dengan santai mengelus punggung Sehun yang bergelung di pelukannya. Sampai lama kemudian disadarinya pundak Sehun berubah santai dan nafasnya mulai teratur pelan. Gadis itu tertidur, Chanyeol mengatur posisinya dengan lebih nyaman. Tak pernah sebelumnya dia seintim ini setelah bercinta. Gadis ini benar-benar mempengaruhinya.
.
oOo
.
Sehun merasakan seluruh tubuhnya sakit dan pegal. Dengan mengerutkan dahi dia mencoba menggerakkan badannya. Oh..memang pegal sekali rasanya. Pelan-pelan dibukanya matanya. Cahaya kamar masih tampak redup. Suasana kamar terasa sejuk dan menyenangkan.
"Selamat pagi"
Sapaan itu begitu mengejutkan, menembus kesadarannya yang masih berkabut hingga badan Sehun terlonjak duduk. Lalu selimutnya turun sampai ke pinggang dan barulah Sehun menyadari kalau dia telanjang. Dengan gugup ditariknya selimut menutupi dadanya. Matanya langsung bertatapan dengan Chanyeol yang duduk di sofa, tepat di hadapannya. Sedikit senyum tersirat di sana melihat kegugupan Sehun.
Sekali lagi Sehun benar-benar malu. Chanyeol sudah tampil sangat rapi dan elegan dengan pakaian santai dan sedang menyesap kopi sambil membaca Koran paginya. Penampilannya benar-benar sempurna di pagi hari, sedangkan Sehun… Astaga, jam berapakah ini?
"Ini masih pagi sekali, masih gelap. Tadi aku bangun dan memutuskan mandi air dingin, kalau tidak, aku tidak akan bisa menahan diri untuk membangunkanmu dan bercinta lagi denganmu,"
Suara lelaki itu seperti sedang membicarakan acara televisi favoritnya, tak dipedulikannya wajah Sehun yang memerah.
"Bukannya aku tidak bisa, tapi sepertinya aku harus menghormati virginitasmu yang baru hilang"
Tatapan Chanyeol berubah tajam, seperti yang selalu dilakukannya di saat meeting di saat dia membuat lawan-lawan bisnisnya mengkeret ketakutan.
"Kenapa kau yang masih perawan itu bisa dengan mudahnya menjual diri padaku? Apa tujuanmu sebenarnya?" tanya Chanyeol tanpa ampun.
Sehun duduk di sana dalam kondisi paling tidak siap dan Chanyeol melemparkan pertanyaan paling sulit untuk dijawab. Apakah laki-laki itu sengaja? Tentu saja Chanyeol sengaja! Seru Sehun dalam hati. Lelaki seperti dia tak akan sesukses ini dalam bisnis jika tidak tahu cara menyerang lawannya di titik lemah.
Sekarang dia harus menjawab apa? Sehun benar-benar kebingungan. Kalau dia menceritakan seluruh kisahnya, akankah Chanyeol percaya? Lagipula dia tidak ingin melibatkan Luhan di sini. Jangan sampai Chanyeol tahu tentang Luhannya. Dia harus melindungi Luhan dari lelaki kejam seperti Chanyeol. siapa yang tahu apa yang akan dilakukan Chanyeol kepada Luhan hanya untuk memerasnya nanti?
Dengan tegar Sehun menegakkan dagunya, "Saya rasa alasan saya melakukan ini bukan urusan Anda, yang penting saya tidak akan merugikan diri Anda,"
Rahang Chanyeol mengeras mendengar jawaban Sehun tadi. Sejenak tadi dia merasa Sehun patut diberi kesempatan. Mungkin saja Sehun melakukan itu untuk membiayai saudaranya atau apa, tapi ternyata dia salah. Bodohnya dia, wanita di manapun sama saja.
Sehun mungkin hanya menunggu kesempatan untuk menjual keperawanannya dengan harga mahal, bukan bermaksud menjaganya. Bodohnya dia sempat berpikir untuk mempercayai gadis itu.
"Oke.. business is business. Aku tidak akan bertanya algi tentang tujuanmu. Asal jangan sampai kau merugikanku..," mata Chanyeol menyipit kejam, "Kalau kau berani melakukannya, aku akan membuatmu menderita"
Sehun tanpa sadar beringsut menjauh. Ketakutan dengan nada suara dan tatapan kejam Chanyeol. Tiba-tiba saja lelaki itu berdiri dari duduknya setelah membanting gelas kopinya di meja. Sehun menatap lelaki itu dengan cemas, apa yang salah dari ucapannya? Kenapa lelaki itu tampak marah padanya?
Chanyeol melirik jam tangannya, "Aku sudah membuat janji dengan pengacaraku tiga jam lagi. Akan ku buat kontrak hitam di atas putih atas perjanjian jual beli kita ini. Dan selama aku menunggu jam itu..,"
Mata Chanyeol menelusuri tubuh Sehun yang berusaha menutupinya dengan selimut. Tatapan matanya sangat melecehkan. "Well, kurasa sudah cukup kan penghormatanku atas virginitasmu,"
Lalu Chanyeol naik ke ranjang dan merenggut tubuh Sehun. membawanya ke tempat tidur bersamanya. Kali ini tak ada kelembutan. Lelaki itu tidak menahan diri lagi. Dan dia sudah siap. Dengan kasar dibukanya paha Sehun dan tanpa basa-basi dia menyatukan tubuhnya dengan Sehun, yang entah kenapa sudah siap menerimanya.
Chanyeol menyatukan tubuhnya dalam-dalam. Sebuah erangan nikmat lolos dari mulutnya ketika dia merasakan kenikmatan yang menyengat. Lelaki itu menatap Sehun, antara bingung dan marah tercampur di dalam matanya.
"Kau.. sungguh membuatku tergila-gila" erangnya kasar sebelum bergerak dengan begitu ahlinya, membawa Sehun menuju puncak kenikmatan.
.
.
.
Sehun menatap tubuh telanjangnya di cermin. Air panas mengalir dari pancuran menimpa tubuhnya. Kamar mandi itu beruap sehingga bayangan tubuhnya terpantul samar-samar di cermin.
Tadi Chanyeol tidak lembut meskipun tidak sampai menyakitinya, tapi lelaki itu berbeda dari semalam. Gairahnya liar dan tidak ditahan-tahan lagi, meluap-luap seolah sudah bertahun-tahun laki-laki itu tidak melampiaskan hasratnya. Tapi itu tidak mungkin kan? Sehun tanpa sengaja mengerutkan dahinya. Chanyeol terkenal suka gonta-ganti perempuan. Perempuan yang dipacarinya selalu setipe, cantik bagaikan boneka, langsing, dari kelas atas dan terkenal, entah itu model, artis, dan kebanyakan orang luar. Semua wanita itu rela menyerahkan dirinya pada Chanyeol dengan sukarela.
Desas-desus berkembang bahwa Chanyeol kekasih yang sangat bergairah dan murah hati, tetapi tidak tanggung-tanggung mendepak pasangannya dengan kejam, karena itu dia tidak pernah memakai hati dalam berhubungan. Kekasih terakhir Chanyeol yang kemarin baru digandengnya dalam acara pernikahan seorang anak direksi adalah artis film yang sedang naik daun yang sangat cantik bernama Baekhyun. Tubuhnya tinggi langsing semampai dengan rambut cokelat bergelombang yang sangat halus bagaikan sutera. Kulitnya pun tak kalah halusnya seperti buah peach dan dia tampak sangat serasi, bergelayut manja di lengan Chanyeol dengan tatapan memuja.
Apakah Chanyeol juga akan melecehkan Baekhyun seperti melecehkanku? Apa yang akan dilakukan Baekhyun jika dia mengetahui semua ini? Tidak, apa yang akan dikatakan semua orang?
Sehun mengernyit melihat bekas-bekas ciuman memerah di pundak dan sekitar buah dadanya. Chanyeol lelaki yang suka meninggalkan tanda. Seperti singa jantan yang menandai betinanya. Sehun tahu lelaku itu sengaja meninggalkan bekas-bekas ciuman di tubuhnya, bahkan ada yang di sekitar pinggulnya.
Astaga…apa yang sudah ku lakukan ya Tuhan? Apakah aku sudah melakukan keputusan yang paling benar? Sehun sudah tidak dapat menangis lagi. Air matanya sudah habis dan hatinya sekarang terasa amat hampa.
Dengan pelan Sehun meraih handuk dan mengeringkan tubuhnya lalu meraih jubah mandi yang tadi ditemukannya tergeletak di karpet, sepertinya Chanyeol semalam melemparkannya ke lantai. Dengan langkah pelan Sehun keluar dari kamar mandi. Bingung mau berbuat apa, dan bertanya-tanya di manakah pakaiannya sekarang. Tatapannya menuju ke arah sofa, di situ ada kemasan pakaian. Sehun melangkah dan mengambil kemasan itu. Ya, ini pakaian wanita, masih baru, dari butik ternama lengkap dengan pakaian dalamnya. Apakah ini untuknya? Sehun memegang kemasan itu dengan ragu. Tapi dia juga tak mungkin memakai jubah mandi dalam kondisi telanjang seharian kan?
Dengan hati-hati Sehun membuka kemasan itu. Sebuah gaun santai berwarna merah muda dari bahan yang sangat halus, apakah ini sutra? Dan pakaian dalam senada. Sehun melihat ukurannya dan semuanya pas. Chanyeolkah yang memesankannya?
Dengan gerakan pelan dan tanpa menimbulkan suara, Sehun memakai pakaian itu. Gaunnya terasa sangat nyaman menempel di tubuhnya. Sebuah gaun santai satu potong sepanjang bawah lutut yang sangat elegan.
Setelah itu selama beberapa lama, Sehun berdiri di tengah kamar itu tanpa berbuat apa-apa. Pandangannya mengarah ke arah ranjang yang seperti habis diserang badai. Dan tubuh Chanyeol terbaring di sana. Punggungnya tampak kecoklatan terlihat di balik selimut kamar yang putih bersih. Lelaki itu berbaring tengkurap, salah satu lengan membingkai kepalanya dan tubuhnya diam tak bergerak. Kepalanya terbaring miring di atas bantal. Sehun mendekat pelan ke sisi ranjang tempat Chanyeol berbaring. Wajahnya tampak damai sekali, kalau sedang tidur, dia tak tampak berbahaya.
Sehun melirik ke arah jam dinding, satu jam lagi, seperti yang dikatakan oleh Chanyeol tadi, dia ada janji dengan pengacaranya. Haruskah Sehun membangunkannya? Tapi bagaimana nanti kalau Chanyeol marah dan menuduhnya berani mengganggunya karena ingin segera mendapatkan uang pembayaran? Bukannya Sehun tak ingin segera mendapatkan uang itu. Semakin cepat dia bisa membayar rumah sakit, semakin cepat Luhan bisa dioperasi. Tapi Chanyeol sudah cukup banyak memandang rendah dan melecehkannya.
Tiba-tiba ponsel Chanyeol yang diletakkan di meja samping ranjang berbunyi keras, membuat Sehun hampir terlonjak karena terkejut. Tubuh Chanyeol bergerak dan matanya yang tajam itu terbuka langsung menatap Sehun. Meski baru bangun tidur, rupanya Chanyeol tipe lelaki yang langsung terjaga sepenuhnya detik itu juga. Matanya langsung menelusuri tubuh Sehun dari atas ke bawah tanpa satu incipun terlewatkan, tersenyum puas melihat penampilan Sehun dengan baju barunya.
"Ternyata pilihanku tepat," desisnya parau sambil mengangkat telepon.
Telepon itu dari pengacaranya. Chanyeol menyuruh pengacara itu menunggu di restoran hotel satu jam lagi. Ketika Chanyeol meletakkan teleponnya, Sehun masih berdiri diam di tempatnya semula, tak tahu mesti mengatakan apa.
"Pengacara akan datang sejam lagi," dengan santai Chanyeol berdiri dari ranjang, tak peduli dengan ketelanjangan tubuhnya, dan mengangkat alis tersenyum melihat Sehun memalingkan muka.
Dengan sengaja dia mendekat berdiri di depan Sehun dan mengangkat dagu Sehun agar menghadapnya, "Kenapa manis? Kau malu melihatku telanjang? Bukankah kita sudah menghabiskan waktu berjam-jam telanjang bersama?"
Wajah Sehun merah padam, tapi dia tidak berkata apa-apa. Chanyeol mendengus lalu melepaskan Sehun dan melangkah ke kamar mandi.
"Bagus kau sudah siap. Aku akan mandi setelah itu kita sarapan, lalu kita akan tandatangani kontrak perjanjian. Setelah itu kau akan mendapatkan uangmu,"
TBC
hehe..Sehunnya langsung diabisin aja yah sama Chanyeol meski baru pertama kali
kalo yg udah pernah baca remake kayak gini tapi pake couple lain ya udah gpp, kalo masi ada yg suka dan nunggu kelanjutannya ya makasi..karna emang ini cerita plotnya bagus
kalo ada yg gak sreg ya udah abaikan aja
