Previous Story
"Hanya dengan melihatmu saja semua marah yang kurasakan menghilang." Gumamnya, "Aku merindukanmu, dobe." Mata sewarna malam itu memejam. Tapi sejurus kemudian ekspresi lembut diwajahnya berganti.
"Mau apa kau?" tanyanya dingin masih dengan matanya yang terpejam. Yang ditanya hanya berjalan mendekat.
"Aku hanya ingin melihat keadaanmu." Jawab Itachi.
"Untuk apa? Menertawakanku? Uchiha- Itachi- yang- sempurna- dan- akan- selalu- berguna?" sinis Sasuke dengan penekanan pada beberapa kalimat. Matanya yang tadi terpejam kini terbuka menatap tajam dan penuh kebencian pada orang di depannya.
Itachi tersenyum sedih. Entah sejak kapan hubungannya yang amat sangat dekat dengan Sasuke berubah menjadi seperti ini.
"Bisakah kau tidak memanggilku seperti itu?" pintanya memohon. Uchiha tidak pernah memohon, dia tahu itu. Tapi dia harus melakukannya jika itu bisa membuat hubungannya dengan Sasuke kembali seperti dulu.
"Kenapa? Bukankah itu benar? Kau selalu sempurna dimata ayah, bukan? Kau selalu berguna untuk klan Uchiha!" Sasuke bangkit mendekati Itachi. "Berbeda denganku." Dalam jarak sedekat ini, Itachi bisa melihat betapa dalamnya luka yang dipancarkan oleh mata kelam Sasuke.
"Sasuke.." ucapnya lirih.
"Keluarlah! Kau dan Sakura sama saja! Kalian menghancurkan semuanya!" bentak Sasuke.
Itachi terdiam kemudian terkekeh mendengar kalimat Sasuke, "Aku dan Sakura? Bukankah kau sendiri yang membuat semuanya hancur, Sasuke? Jangan menyalahkan orang lain." ujar Itachi sebelum meninggalkan kamar Sasuke. Meninggalkan Sasuke yang kini tertunduk dengan tangan terkepal. Jawaban Itachi atas pertanyaan Sakura –yang dia yakin itu ditujukan untuknya- tadi kembali terngiang di kepalanya.
"Kenapa harus peduli pada orang lain, toh, mereka tidak tahu apa yang membuat kita bahagia. Hidup hanya sekali. Kenapa harus menghabiskan waktu untuk terlihat baik di depan mata orang lain? Apalagi jika itu harus mengorbankan hal paling berharga?"
"Menghabiskan waktu untuk terlihat baik di mata orang lain. Kau menyindirku?" gumamnya dengan seringaian yang perlahan berubah menjadi senyuman miris, "Kau bisa mengatakan itu dengan mudah karena kau tidak pernah merasakan rasanya menjadi aku, Aniki." Ujarnya yang tanpa disadarinya masih bisa di dengar oleh Itachi yang masih berdiri di depan kamarnya dengan pintu yang tidak tertutup rapat. Tangannya makin mengeratkan pegangannya pada kenop pintu kamar Sasuke.
"Gomen, Otouto." Gumamnya sebelum menutup pintu kamar Sasuke.
.
.
.
Dream
Author : KeiLee
Main Pair : SasuNaru (Uchiha Sasuke x Uzumaki Naruto)
Other Pair : ShikaKiba (Nara Shikamaru x Inuzuka Kiba), Other Couple nyusul..
Other Cast : Sakura Haruno, dan lainnya akan ditemukan seiring berjalannya cerita.
Genre : Romance, Drama (banget), Hurt/Comfort.
Rate : T-M. Gue mulai sedikit terkontaminasi. Tapi Cuma dikit doang. Totally, gue masih polos ko..
Warning : YAOI. BxB. Little STRAIGHT. Typo (s) bertebaran dan selalu masih ada meskipun udah diedit. DLDR. Lebih sinetron dari sinetron yang paling sinetron (?). Tidak menerima Kritik dengan bahasa yang kasar, paling menerima kripik singkong atau kripik kentang. Biasakan RnR. Judul menipu. Isi berantakan dan maksa banget. Jalan cerita membingungkan dan berantakan sesuai sama idup gue T-T. Menimbulkan resiko mual dan nafsu makan menurun, jadi bagi yang diet dianjurkan membaca #apadeh
Okelah, seperti biasa. Gue cool make banget jadi ngga banyak bacot.
So, Check It Out..
Start Story
Author PoV
"Hei, keriput! Kenapa aku tidak pernah melihat bocah manis itu dirumahmu lagi?" tanya seorang pemuda berambut jingga terang kepada pemuda yang duduk di depannya. Saat ini mereka tengah melakukan kencan di kafe baru yang direkomendasikan oleh teman mereka.
"Bocah manis? Siapa?" tanya pemuda yang dipanggil keriput.
Si pemuda jingga yang bernama Kyuubi itu memutar bola matanya malas, "Tentu saja Naruto! Tidak mungkin bocah manis yang kumaksud adalah Sasuke!" sentak Kyuubi. Itachi –si keriput- hanya tersenyum canggung.
"Ah.. tentu saja tidak mungkin. Membayangkan Sasuke menjadi manis membuatku sedikit merinding." Ujarnya yang diangguki oleh Kyuubi.
"Kemana dia?"
"Siapa? Sasuke? Kudengar dia diajak kencan oleh Sakura." jawaban Itachi membuat Kyuubi ingin membenturkan kepala kekasihnya itu ke tembok terdekat.
"Ahh.. aku tidak percaya laki-laki sepertimu bisa digilai para gadis." Ejeknya sinis. Itachi mengerutkan keningnya tidak terima. "Tentu saja yang kutanyakan adalah Naruto! Untuk apa aku menanyakan adikmu yang bodoh itu!"
"Ahh… gomen." Itachi menghela nafas. "Aku tidak tahu kenapa Naruto tidak pernah datang lagi. Tapi yang kutahu itu berawal sejak Sasuke dan Sakura berhubungan."
"Sakura? Ah.. gadis pink norak yang selalu menempeli adikmu itu?" Itachi mengangguk, "Aku heran apa yang dilihat Sasuke dari gadis itu. Kalau aku jadi dia, aku akan memilih berkencan dengan Naruto. Anak itu jauh lebih baik dari si gadis pink itu. Dari segi apapun."
Itachi terdiam dengan tatapan menerawang, "Kurasa Sasuke juga berpikiran sama denganmu." Jawabnya pelan. Kyuubi mengernyitkan kening.
"Maksudmu?"
"Sasuke mungkin menyukai Naruto. Aku tidak tahu kenapa aku berpikir seperti itu. Tapi pemikiran itu terlintas begitu saja. Aku mengenal Sasuke sejak dia kecil karena aku kakaknya. Dan sejauh yang kutahu, dia adalah anak yang dingin dan antisosial. Dia tidak akan pernah bicara banyak apalagi tersenyum dan tertawa. Tapi pada Naruto… dia seperti bukan Sasuke yang kukenal. Dia seperti berubah menjadi sosok lain yang begitu hangat dan… peduli. Dia bahkan bisa tertawa. Aku iri pada Naruto karena dia bisa melihat sisi lain dari Sasuke. Padahal aku adalah kakaknya."
Kyuubi menggenggam tangan Itachi. Dia tahu hubungan kakak beradik itu tidaklah baik, "Kau pasti sangat menyayangi Sasuke."
Itachi tersenyum seraya membalas genggaman tangan Kyuubi. "Tentu saja. Aku sangat menyayanginya."
"Tapi kenapa Sasuke bisa bersama Sakura?" tanya Kyuubi.
Itachi tersenyum lembut, "Bukankah kubilang MUNGKIN saja Sasuke menyukai Naruto. Bisa saja pemikiranku salah, bukan? Mungkin Sasuke menyukai Sakura."
"Mustahil." Sinis Kyuubi. Itachi mengernyitkan kening. Kyuubi menolehkan kepalanya ke belakang yang diikuti oleh Itachi.
"Sasuke?" gumamnya sedikit terkejut. Dia tidak tahu kalau dia dan adiknya berkencan dengan kekasih masing-masing di tempat yang sama.
"Ya. Bersama si pink norak." Itachi terkekeh mendengar julukan Kyuubi pada Sakura.
"Kenapa dari tadi kau memanggilnya 'si pink norak'? namanya Sakura, Kyuu." Kyuubi yang diberi peringatan hanya menatap Itachi sebentar sebelum mengabaikan peringatan Itachi.
"Bagaimana bisa yang seperti itu dikatakan saling menyukai?" Itachi memusatkan perhatiannya yang sempat teralih pada Kyuubi kembali pada Sasuke. Disana dia bisa melihat bagaimana Sasuke yang terus-terusan menepis tangan Sakura yang berusaha menyentuhnya dan ekspresi super datar yang ditampilkan wajah yang mirip dengannya itu.
"Yahh.. itu memang aneh."
"Dan lagi apa ada orang yang menatap orang yang MUNGKIN disukainya dengan tatapan seperti itu?" Itachi mengernyit bingung. Tapi kemudian kepalanya mengikuti arah yang ditunjuk oleh telunjuk mungil Kyuubi.
"Naruto?" gumamnya lagi. Kali ini lebih terkejut. Dia tersenyum melihat Naruto yang tertawa ceria bersama pegawai kafe. Keningnya mengernyit melihat penampilan Naruto. "Dia pelayan disini?" tanyanya.
"Menurutku iya." Kyuubi melirik kearah Itachi yang masih bertahan dengan senyum mesum –menurut Kyuubi- nya. "Kenapa kau tersenyum seperti itu? Kau menyukainya?!"
Itachi menoleh, "Nani? Tentu saja tidak. Mana mungkin aku menyukainya? Dia lebih pantas menjadi adikku, Kyuu." Kyuubi mendecih.
"Aku akan membunuhmu jika kau berani mengganggunya." Ancam pemuda bersurai jingga itu kejam yang hanya dibalas kekehan Itachi.
"Kau sangat manis saat cemburu."
"Keriput bodoh! Aku tidak cemburu! Kau mau kemana?" tanyanya saat Itachi beranjak dari duduknya.
"Menemui adikku. Sudah lama kami tidak berkumpul." Jawab yang ditanya kemudian meneruskan langkahnya yang sempat ditahan kekasihnya. Kyuubi mengikuti langkah Itachi dengan seringaian. Di otaknya sudah tersusun banyak rencana untuk mengacaukan hari si gadis pink norak yang entah sejak kapan sudah ditetapkannya menjadi orang yang patut disiksa.
Di meja Sasuke dan Sakura…
Sakura masih berusaha keras untuk menyentuh Sasuke tapi terus ditepis oleh Sasuke. Merasa bosan, akhirnya Sakura mengalah dan berpindah duduk di depan Sasuke. Dalam hati dia berharap Sasuke menganggapnya sedang merajuk dan mengajaknya duduk disebelahnya untuk menenangkannya. Tapi dia hanya bisa menerima kenyataan pahit saat Sasuke bahkan tidak melihat kearahnya sama sekali.
'Sial.' Umpatnya dalam hati.
"Sas…"
"Oi.. pantat ayam!" seruan keras dari arah sampingnya membuat kalimat Sakura terpotong. Dengan kesal ditolehkannya kepalanya ke samping dan itu berhasil membuat rasa kesalnya makin memuncak. Disana, Itachi sedang berjalan santai diikuti Kyuubi yang tadi berteriak.
"Yo!" Kyuubi melirik kearah Sakura dan menunjukkan ekspresi kaget yang dibuat-buat, "Ah.. kau bersama dengan si pink ini? Kenapa aku tidak melihatmu dari sana, Haruno-san?"
"Mungkin matamu bermasalah, Kurama-san." Balas Sakura. Keduanya memang masih memanggil dengan nama keluarga ketika bertemu. Panggilan dengan nama hanya mereka lakukan di depan keluarga mereka.
Kyuubi mendengus dalam hati. Tapi bukan dia jika dia bisa kalah begitu saja, "Begitukah? Tapi kurasa mata Sasuke-kun lebih bermasalah karena bisa tertarik padamu."
"Mau apa kau kesini?" suara dingin Sasuke berhasil membuat suasana tegang antara Kyuubi dan Sakura berakhir. Keduanya kini beralih menatap kedua Uchiha bersaudara yang kini saling bertatapan dengan tatapan berbeda. Sasuke dengan tatapan tajamnya dan Itachi yang bertahan dengan tatapan datarnya yang sedikit melembut.
"Hanya makan. Kebetulan aku bertemu denganmu. Jadi aku memutuskan untuk makan bersama." Jawab Itachi lembut.
"Aku tidak mau." Jawab Sasuke ketus.
"Aku tidak menerima penolakan! Ingat kedudukanmu, Sasuke!" ujar Itachi sedikit keras ketika melihat Sasuke yang hendak beranjak pergi.
Sasuke yang mendengar kalimat Itachi kembali duduk di tempatnya dengan tangan terkepal dibawah meja, "Baik, Itachi-sama."
Itachi tersentak. Sasuke memang sering memanggilnya dengan sebutan yang sangat tidak disukainya, Tapi tidak pernah dengan julukan ini. Dia benar-benar tidak suka dengan panggilan yang baru saja diberikan oleh Sasuke. Demi Tuhan, Sasuke itu adiknya bukan bawahannya. Dia tidak bermaksud menyalah gunakan kedudukannya di rumah, tapi hanya itu satu-satunya cara untuk membuat Sasuke menurut.
Kyuubi mengerti bagaimana keadaan Itachi sekarang. Tapi dia tidak tahu bagaimana caranya mencairkan suasana kacau ini. Hingga akhirnya dia mendorong Itachi duduk di samping Sasuke dan dia harus mengorbankan diri untuk duduk di sebelah musuhnya. Sakura.
"Kita kesini untuk makan bukan menonton drama kalian." Ujarnya. Kepalanya celingukan mencari seseorang. Hingga sebuah senyum lembut terukir saat retina matanya menangkap sosok yang dicarinya. Tangannya terangkat memanggil orang itu yang kebetulan bekerja sebagai pelayan.
"Apa yang ingin anda pesan, Tuan?" tanya seorang pelayan wanita bernama TenTen.
"Aku tidak memanggilmu. Aku memanggil dia." Kyuubi menunjuk kearah Naruto yang sedang melayani pelanggan lain.
Kyuubi bisa melihat senyum di bibir pelayan itu, "Apa anda salah satu penggemar Naruto?" tanyanya.
Kyuubi mengernyit kemudian menyeringai kearah Itachi yang hanya mengangkat bahu mengijinkan Kyuubi melakukan apapun yang kekasihnya itu mau, "Apa dia memiliki banyak penggemar?"
TenTen mengangguk semangat, "Dia adalah pelayan paling populer disini. Banyak pelanggan terutama pelajar laki-laki yang sering datang kesini dan menggodanya. Bahkan ada beberapa yang meminta Naruto untuk menemani mereka bicara."
Kyuubi menoleh cepat, "Apa bisa begitu?" anggukan TenTen membuat Kyuubi makin melebarkan seringaiannya. "Panggil dia setelah dia selesai dengan pelanggan yang disana." Ten Ten mengangguk dan pergi meninggalkan meja dua pasangan itu.
Kyuubi tersenyum kearah Itachi yang hanya menggeleng-gelengkan kepala. Pemuda dengan tanda mirip keriput diwajahnya itu melirik ke sebelahnya dan menemukan adiknya dengan keadaan yang tidak bisa dikatakan baik-baik saja. Tangan terkepal di bawah meja dan nafas yang memburu.
"Itachi.. bukankah Naruto itu sangat manis? Pantas saja dia memiliki banyak penggemar." Ujar Kyuubi yang diangguki Itachi.
"Siapa saja yang bisa mendapatkan Naruto pasti sangat beruntung." Ujar Itachi sambil melirik Sasuke. Sakura yang melihat kode Itachi itu mendengus kesal.
"Kau akan menjadi kerbau jadi-jadian jika kau terus-terusan mendengus seperti itu, Haruno-san." Sindir Kyuubi.
"Kerbau lebih baik daripada rubah licik sepertimu, Kurama-san!" balas Sakura yang membuat seringaian kejam terukir di bibir pewaris tunggal keluarga Kurama itu.
"Aku? Rubah? Bagus sekali. Bukankah itu berarti kau adalah mangsaku? Tinggal tunggu waktu sampai aku benar-benar memakanmu hingga tak bersisa, Haruno-san!" Sakura menatap Kyuubi benci sedangkan yang ditatap hanya menunjukkan senyum tanpa dosanya.
"Ah.. permisi. Apa tuan dan nona sudah siap memesan?" Kyuubi menoleh kesamping begitupun dengan tiga lainnya. Kyuubi dan Itachi menunjukkan senyum lembut melihat Naruto yang berdiri disana. Sakura juga memberikan senyumnya tapi Kyuubi tahu itu semua hanya topeng.
'Wanita yang menyeramkan!' sindirnya dalam hati.
"Naruto-kun, bagaimana kabarmu?" tanya Kyuubi sembari menerima buku menu yang disodorkan Naruto.
"Baik, Kyuubi-san." Jawab Naruto dengan senyuman cerianya.
Ketiganya telah memesan makanan yang mereka inginkan kecuali Sasuke. Naruto menatap Sasuke -yang sedari tadi tidak menoleh kearahnya sama sekali- dengan tatapan sedih. Kyuubi yang menyadari itu menatap sengit kearah Sasuke.
"Hei, pantat ayam baka! Kau tidak memesan?" tanya Kyuubi yang diabaikan oleh Sasuke. Kyuubi hampir saja melempar vas bunga didepannya ke kepala Sasuke sebelum Itachi menahannya.
"Biar aku yang memesankan untuk Sasuke. Aku kekasihnya, Jadi aku tahu apa yang diinginkan Sasuke tanpa harus bertanya." Sakura melirik kearah Naruto. Senyum dibibirnya makin lebar melihat ekspresi Naruto yang berubah sendu. Kyuubi hampir saja mencakar wajah Sakura jika Itachi tidak menghalanginya –lagi-.
"Naruto-kun.. bawakan chocolate milkshake dan Cheesecake untuk Sasuke." Pesanan Sakura itu membuat Itachi dan Naruto mengernyitkan kening.
"Chotto, Sakura-chan. Sasuke tidak suka manis. Jadi kurasa Sasuke tidak akan makan apa yang kau pesankan. Bagaimana kalau jus tomat dan salad? Biasanya dia pesan itu." Ralat Naruto membuat senyuman Sakura perlahan memudar.
"Aku setuju. Bawakan itu untuk Sasuke." Ucapan Itachi berhasil menghalangi kalimat protes yang akan dilayangkan Sakura. Naruto tersenyum kemudian melangkah menuju pantry.
"Aku kekasihnya jadi aku tahu apa yang diinginkan Sasuke tanpa harus bertanya…. Menggelikan!" sindir Kyuubi sambil menirukan kalimat Sakura. Si gadis berambut pink yang disindir hanya mendengus kesal –lagi-.
Semua yang duduk disana sibuk dengan urusan mereka sendiri. Itachi yang tengah memandangi Kyuubi sedangkan yang dipandangi tidak berhenti menyindir wanita berambut pink yang duduk disampingnya. Sakura sendiri hanya diam berusaha mengabaikan sindiran dari laki-laki disebelahnya. Mereka tidak menyadari bahwa laki-laki yang duduk disebelah Itachi yang sedari tadi terdiam kini tengah tersenyum tipis. Amat sangat tipis.
'Aku senang kau masih mengingatnya.' Batinnya. Dia memejamkan matanya mengingat saat-saat dia merasa bahagia dengan pemuda berambut kuning miliknya.
Flashback On
"Kau ingin makan apa, Teme?" tanya Naruto yang duduk didepannya.
"Jus tomat dan salad." Jawab yang ditanya singkat.
"Kenapa kau selalu memesan itu? Apa kau tidak bosan?" tanya Naruto setelah pelayan yang datang menanyakan pesanan pergi.
"Hn." Jawab Sasuke singkat.
"Kuanggap jawabanmu tidak, Teme."
Hening. Kedua remaja itu tidak ada yang berinisiatif membuka pembicaraan. Hingga kahirnya pesana mereka datang.
"Teme, kau benar-benar tidak tertarik makan makanan manis?" Naruto menyodorkan cake yang ada di depannya, "Cobalah! Kau yang membayar semua makanan ini. Jadi setidaknya cobalah semua makanan yang ada di depanmu."
Sasuke meletakkan garpu yang tadi dipegangnya dan mendorong sesendok kue yang disodorkan Naruto padanya, "Aku tidak suka makanan manis." Ucapnya singkat dengan mata yang menatap lurus kearah Naruto.
"Tidak sama sekali?"
"Iie. Ada satu manis yang kusukai." Jawab Sasuke dengan tatapan tetap lurus kearah Naruto.
"Hontou? Apa itu?" tanya Naruto antusias.
Sasuke tersenyum, "Suatu saat kau akan tahu, Naruto."
Flashback Off
"Dan pada akhirnya kau tidak akan tahu apa itu, Dobe."
Itachi yang merasa mendengar Sasuke bicara menoleh kearah adik satu-satunya itu. Tapi yang dia temukan hanya Sasuke yang tengah memejamkan matanya. Dia menyentuh pundak Sasuke membuat Sasuke membuka matanya.
"Kau bicara sesuatu?" tanya Itachi.
"Bukan urusanmu. Singkirkan tanganmu dari bahuku!" jawab Sasuke ketus. Itachi yang mendengarnya hanya tersenyum dan menjauhkan tangannya.
"Ini pesanan anda tuan dan nona." Naruto meletakkan pesanan di meja yang langsung didistribusikan (?) oleh Kyuubi.
"Hei, Bocah! Kudengar pegawai disini diijinkan untuk menemani pelanggan. Bisakah kau menemani kami? Sudah lama aku tidak menindasmu." Tanya dan pinta Kyuubi.
"Kyuu-nii, jangan panggil aku bocah, ttebayo! Ya, memang bisa. Tapi maaf, aku tidak bisa menemani kalian sekarang." Naruto menunjukkan ekspresi menyesal yang tidak dibuat-buat.
"Kenapa tidak bisa?" empat pasang mata manusia yang ada di meja itu serentak menatap pemuda raven yang tiba-tiba bersuara.
"S-sasuke.." panggil Naruto gagap.
"Kenapa tidak bisa?" ulang si bungsu Uchiha dengan tatapan mata lurus menatap Naruto yang setengah mati menahan detakan jantungnya yang menggila.
Author PoV End
Sasuke Uchiha PoV
Aku melihatnya. Aku bertemu dengannya. Dan aku mendengar suaranya. Itulah kenapa aku tidak bisa berhenti tersenyum sejak tadi. Aku tahu tidak ada satupun dari mereka yang duduk satu meja denganku mengetahui itu. Senyumku terlalu tipis untuk disadari orang lain.
Aku memang tidak pernah menunjukkan senyumku pada orang lain. Kecuali satu orang yang tentu saja kalian tahu orangnya tanpa kuberitahu. Tapi hubungan kami memburuk. Sangat buruk sekarang. Tentu saja ini bukan salahnya. Ini sepenuhnya kesalahanku. Aku terlalu egois. Dan keegoisanku itu berhasil membuatku tersiksa. Amat sangat tersiksa.
Kalian bertanya-tanya keegoisan apa yang kuperbuat? Aku tidak bisa menjelaskannya. Karena aku sedang tidak ingin mengingatnya. Sebenarnya aku lebih ingin itu tidak pernah terjadi. Lupakan masalah itu.
Aku menoleh ketika mendengar suara lembut itu. Hanya sebentar sebelum kembali menghadapkan kepalaku kearah yang berlawanan. Ahh.. aku berharap kekasih orang yang duduk disebelahku –yang baru saja kubentak karena menyentuhku- ini akan meminta Naruto menemani kami disini. Lebih bagus lagi kalau hanya menemaniku.
"Hei, Bocah! Kudengar pegawai disini diijinkan untuk menemani pelanggan. Bisakah kau menemani kami? Sudah lama aku tidak menindasmu." Tanya dan pinta Kyuubi –kekasih orang – baiklah, Itachi-.
"Kyuu-nii, jangan panggil aku bocah, ttebayo!" aku tersenyum. Dia masih meledak-ledak seperti biasanya. "Ya, memang bisa. Tapi maaf, aku tidak bisa menemani kalian sekarang." Aku tersentak dan menoleh kearah Naruto yang menunjukkan ekspresi menyesal. Entah kenapa aku merasa marah.
"Kenapa tidak bisa?" ujarku tiba-tiba membuat empat pasang mata manusia yang ada di dekatku serentak menatap kearahku. Aku tidak peduli, tentu saja. Aku hanya ingin tahu alasan kenapa Naruto menolak.
"S-sasuke.." aku menatapnya tajam.
"Kenapa tidak bisa?" aku bisa melihatnya menunduk menolak beradu tatap denganku.
"Kenapa diam? Kenapa kau menolak saat orang ini yang meminta?" aku mengarahkan telunjukku kearah Kyuubi. Aku tidak peduli dia lebih tua dariku, "Sedangkan kau menerima ajakan dari pria-pria lain yang bahkan tidak kau kenal?"
"Aku…"
"Atau karena orang ini –kutunjuk Kyuubi lagi- sudah memiliki pasangan?" cecarku. Aku kesal, sungguh. Uchiha tidak pernah menerima penolakan, kau tahu?
"Bukan begitu! Dengarkan aku dulu, Teme!" sentaknya. Entah kenapa marah dan kesal yang tadi kurasakan hilang mendengar dia memanggilku dengan sebutan itu. "Aku harus minta ijin pada pemilik kafe terlebih dahulu jika ingin menemani pelanggan. Tapi sekarang pemilik kafe sedang tidak ada disini. Jadi aku tidak bisa sembarangan mengiyakan permintaan pelanggan."
Aku menghembuskan nafas kesal mendengar penjelasannya. Kembali mengalihkan pandanganku kearah lain. Menghindari tatapan mata sebiru langit yang selalu berhasil membuat ritme jantungku kacau.
"Ada apa, Naruto-kun? Kurasa tadi kau menyebut jabatanku." Tanya seseorang di belakang Naruto. Jika dilihat sekilas, orang ini sangat mirip dengan Naruto dengan rambut berwarna kuningnya. Tapi jika diperhatikan warna rambut orang itu lebih pucat dan matanya buka sewarna langit.
"Ahh.. Deidara-Niichan." Dari gestur Naruto yang membungkuk sopan kearah orang itu dapat kupastikan dialah pemilik kafe ini. "Tidak. Aku hanya ingin meminta ijin untuk menemani pelanggan di meja ini. Apa boleh?" aku bisa melihat laki-laki itu melirik ke meja kami.
"Itachi? Kyuubi?" pekiknya terkejut. Aku tidak ingin repot-repot melihat bagaimana pasangan itu bereaksi. Tapi aku jelas paham kalau mereka saling mengenal dekat dari obrolan yang mau tak mau harus kudengarkan.
"Jadi bagaimana, Deidara-san. Bisa kau ijinkan Naruto menemani kami?" tanyaku. Deidara mengangguk semangat.
"Tentu saja." Dia menepuk bahu Naruto. Membuatku bersumpah kalau aku ingin memotong tangan itu, "Lakukan tugasmu dengan baik, Naruto-kun." Ucapnya sebelum pergi meninggalkan meja kami setelah bertukar nomor ponsel dengan Itachi dan Kyuubi.
Selanjutnya meja mulai berisik dengan ocehan Naruto yang sesekali ditimpali oleh ucapan tajam Kyuubi. Sindiran pedas juga tidak luput dilontarkan oleh pemuda berambut jingga itu pada gadis yang duduk di depanku itu. Sedangkan aku hanya diam mendengarkan. Bagiku itu sudah cukup. Dengan Naruto berada dalam jarak yang dapat kujangkau terlebih mendengar suara tawanya itu sudah lebih dari cukup untukku. Setidaknya untuk saat ini.
.
.
TBC
.
.
Hai.. hai.. haii... apa kabar readerku semuaaahh? Ini chapter tiga dari Dream. Sebenernya rada kecewa sama reviewnya yang dikit. Tapi ngga apa-apalah, selama ada yang baca.
Gimana? Memuaskan? Atau mengecewakan?
Berikan opini, kritik dan saran melalui kotak review. Yang mau tanya-tanya seputar FF ini atau apapun (bisa pelajaran ^.^) bisa langsung PM atau follow my IG : keilee_zxzyn.
Arigatou gozaimasu..
Jaa...
