Title : Pembalasan 3 Uke
Cast : Meanie, Soonhoon, Junhao couple
Genre : Romance
Lenght : 1 of ?
Disclaimer : RnR, yang ga suka silahkan close sebelum menyesal, DLDR, review please
-Pembalasan 3 Uke-
-Chapter 2-
-Happy Reading-
_Meanie side_
Sesampainya di dorm, semua member yang berada di van kedua turun, minus Soonyoung dan Jihoon. Mereka menginap di sebuah hotel membuat Seungcheol harus mengurut keningnya keras-keras guna menghilangkan penat yang menyerang kepalanya. Ia menoleh ke kursi belakang yang sudah kosong, tidak kosong sebenarnya karena masih menyisakan dua orang disana yaitu Wonwoo dan Mingyu. Seungcheol melirik mereka sekilas lalu keluar dari van dan masuk dorm.
"Mau kubawakan tasmu?" tawar Mingyu saat mereka sudah turun. Wonwoo mendelik tajam kearahnya.
"Jangan mencoba berbicara padaku dan berpura-pura sok baik agar kumaafkan.. lebih baik kau kencan dengan Eunha saja, kita ada libur 2 hari kan? Sepertinya itu cocok untuk kau habiskan dengan Eunha yang cantik itu.." ucap Wonwoo penuh penekanan dengan kata Eunha. Mingyu menghela napas, sulit untuk membuat Wonwoo kembali padanya jika Wonwoo sudah bersikap seperti ini.
"Terserah kau marah atau tidak tapi aku benar-benar tidak tertarik dengan Eunha, tuan Jeon.." ucap Mingyu final dan merebut tas Wonwoo beserta koper milik pemuda mungil itu dan menariknya bersamaan dengan kopernya. Wonwoo mengerucutkan bibirnya sebal, perlakuan Mingyu mau tak mau membuatnya terpesona. Mingyu itu manusia gentle yang ada di dunia menurut Wonwoo. Lihat saja, saat Wonwoo marah pun Mingyu tetap saja membawakan tasnya yang bisa dibilang lumayan berat itu.
Sesampainya dikamar Mingyu meletakkan kopernya beserta koper milik Wonwoo. Ia melepas topi dan jaketnya lalu berjalan ke meja rias milik Wonwoo –yang dulu digunakan sebagai meja belajar-. Ia mengambil sisir dan pembersih make up dan mulai membersihkan wajahnya.
CEKLEK
Mingyu menoleh dan mendapati Wonwoo masuk dengan wajah muram. Mingyu tersenyum. Wajah Wonwoo yang murung adalah yang terimut menurut Mingyu. Mingyu beranjak dan menghampiri kekasih mungilnya.
"Mandi atau kubersihkan dulu wajahmu?" tanyanya lembut. Wonwoo mendelik lalu sedetik kemudian menghela napas. Mingyunya akan tetap menjadi Mingyunya walaupun ia marah. Wonwoo tidak mengategorikan ini sebagai mencari muka atau mencari perhatian agar ia memaafkan Mingyu, ini seperti kebiasaan Mingyu saat mereka habis melakukan konser atau penampilan hingga larut malam.
"Jangan berpura-pura baik padaku, Kim Mingyu.." ucapnya dingin lalu berjalan pelan menuju meja rias dan mengambil kapas, bermaksud membersihkan diri. Mingyu menghela napas, jujur ia tidak bermaksud apapun, ini memang sudah menjadi kebiasaannya.
"Aku akan jelaskan semuanya.." ucap Mingyu. Wonwoo menoleh dan menatapnya tajam. Ia lalu berdiri dan mensejajarkan tubuhnya dengan Mingyu. Air mata sudah menggenang dipelupuk matanya dan bersiap jatuh namun Wonwoo tahan.
"Jelaskan apalagi, Kim Mingyu? Bahwa kau visual? Karena dia seperti kakakmu? Karena masalah pekerjaan? Atau, karena kau menyukainya?" tanya Wonwoo sengit. Mingyu diam, tidak bisa berkata apa-apa lagi. Wonwoo terkekeh lalu menghapus air matanya yang akan turun.
"Kau diam? Jawab aku, Kim! Kau mau menjelaskan semuanya bukan? Apa semuanya yang kutuduhkan benar? Apa kau tidak punya alasan lain? kehabisan alasan?" tanya Wonwoo. Mingyu menggeleng pelan.
"Aku mencintaimu dan aku mempercayaimu, itu yang ingin aku katakan dan akan aku jelaskan.." ucap Mingyu. Wonwoo diam. Ia sudah malas meladeni Mingyu.
"Aku melakukannya karena aku pikir kau mempercayaiku dan kau tetap akan mencintaiku. Aku melakukannya karena aku pikir kau akan mendukungku seperti yang lain mendukung pasangannya masing-masing. Tapi ternyata aku salah.." ucap Mingyu lirih.
"Aku mencintaimu dan mempercayaimu, aku juga mendukungmu, tapi yang kau lakukan ini sudah keterlaluan, Gyu.. jika aku dari awal tidak mempercayaimu, sejak kau berduet dengan Baek Ji Yong noona aku sudah marah besar.." balas Wonwoo lalu meninggalkan Mingyu dan memasuki kamar mandi. Meninggalkan Mingyu yang menatap sendu pintu kamar mandi yang tertutup.
Selang beberapa hari setelah MAMA, Seventeen comeback dengan singlenya yang berjudul Boom Boom. Mereka mendapatkan jadwal yang padat lagi setelah sebelumnya mereka kosong karena beberapa member sibuk menyusun konsep comeback mereka, mulai dari dance dan lagu yang akan mengisi album mereka kali ini. Member yang terlibat konflik internal seperti Hoshi dan Woozi serta Jun dan Minghao kembali bersama, bahkan Jun dan Minghao mulai meresmikan hubungan mereka. Semua member terlihat senang ketika MV Boom Boom diliris, terlihat raut lega mereka karena sudah menyelesaikan album ini setelah sebulan lebih mereka berlatih dari pagi hingga malam. Namun, tak ada gading yang tak retak. Di balik raut bahagia ke-13 member, masih terdapat 2 orang yang masih murung. Yap, masih ada Mingyu dan Wonwoo yang seakan membawa atmosfer hitam tersendiri bagi Seventeen.
"Yup, Kim Mingyu, kau sangat bagus kali ini.. astaga, kau makin terlihat seperti Kai sunbae.." ucap si berisik Lee Seokmin. Mingyu tersenyum kecil, jujur jantungnya masih deg-degan pasca berlari melewati petasan-petasan kecil yang dipasang crew creative guna membangkitkan suasana 'Boom Boom'nya itu.
"Hyung, aku pikir tadi aku terkena petasan-petasan sialan itu.. astaga.." keluh Mingyu. Mendengar itu Seokmin tertawa terbahak-bahak sambil memukul pelan pundak Mingyu. Mingyu hanya tersenyum kecil. Ia melirik ke arah Wonwoo yang sibuk dengan ponselnya. Ia ingin sekali memeluk namja emo itu, kebiasaannya ketika ia sudah berhasil menyelesaikan bagiannya.
"Seventeen, pembuatan mv kali ini sudah berjalan lancar, kalian boleh istirahat karena besok kita akan tampil untuk comeback kita dan kami harapkan agar ketiga team siap untuk penampilan besok.." ucap manajer membacakan jadwal mereka besok. Mereka serempak mengangguk dan bubar mengambil perlengkapan mereka sendiri.
SRETT
Wonwoo menoleh cepat ketika ia melihat seseorang mengambil tasnya dari lengannya. Ternyata Mingyu, Wonwoo menghela napas berat. Kalau begini pertahanannya bisa runtuh dengan cepat. Saat Wonwoo marah, Mingyu dengan segala kemampuannya mencoba membujuk Wonwoo agar memaafkannya. Mulai dari membangunkan Wonwoo dengan gaya yang romantis, memasakkan Wonwoo makanan kesukaannya, menyiapkan air mandi untuk Wonwoo, dan membawakan tas Wonwoo. Wonwoo sih senang sekaligus kesal, amat sangat kesal. Masalahnya Mingyu melakukan itu atas petunjuk dari internet. Bukan, bukannya Wonwoo kepo atau ganjen setiap hari stalkerin apa yang Mingyu cari di internet. Wonwoo mengetehauinya di tengah malam ketika matanya silau karena cahaya dari laptop milik Mingyu. Ia lalu bangun dan mendapati kekasih tannya itu sedang tidur sambil duduk. Mingyu kelelahan, itu batin Wonwoo. Ia lalu mengambil selimut dan memakaikannya dibadan Mingyu –Wonwoo sadar, menggotong Mingyu kekasur akan berdampak buruk bagi punggungnya-. Sedang membenarkan letak selimut, matanya tidak sadar menangkap apa yang Mingyu cari.
'Cara membujuk kekasih yang sedang merajuk'
Wonwoo menghela napas kasar, tangannya sudah mengepal. Ia lalu menekan mouse dan mengarahkannya ketombol back, matanya membulat ketika mengetahui sudah 15 laman dibuka oleh Mingyu. Mulai dari membawakan tas, membuatkan makanan kesukaan, dan lain sebagainya. Itu semua persis yang dilakukan Mingyu akhir-akhir ini. Jadi selama ini Mingyu tidak berinisiatif melakukan itu sendiri. Wonwoo menggeram marah, lalu berjalan dengan menghentak menuju kasurnya dan tidur dengan perasaan jengkel.
Kembali di ruang tengah dorm Seventeen. Setelah insiden di lokasi syuting MV tadi, Wonwoo menyerah dan pasrah saat Mingyu membawakan tasnya, toh sebagian besar isi tas itu adalah barang Mingyu –yang dipakai Wonwoo-. lalu, setelah sampai di dorm, Wonwoo langsung menuju kekamarnya dan mandi, lalu keluar dan mendapati Mingyu yang sedang berdiri di almari besar milik mereka berdua –Mingyu yang berinisiatif membeli karena dorm mereka memilik 2 almari kecil untuk 4 orang-.
"Sedang apa?" tanya Wonwoo. Mingyu menoleh dan tersenyum. Lalu mengambil 2 baju atasan dan menunjukkannya kepada Wonwoo. Wonwoo mengernyit heran.
"Besok kita akan menampilkan Lean On Me, aku harus pakai baju yang mana? Polos atau wana coklat pastel ini?" tanya Mingyu. Wonwoo mengambil salah satu baju dan menempelkannya pada Mingyu. Lalu ia meraih baju yang satunya dan kembali menempelkannya pada tubuh Mingyu. Ia lalu menggeleng dan melihat seluruh isi almari Mingyu.
"Sepertinya ini cocok.." ucapnya. Mingyu mengambilnya lalu mengangguk.
"Gomawo.." ucapnya lalu mencium kening Wonwoo. Semburat merah muda mau tak mau mewarnai pipi Wonwoo. Wonwoo langsung berbalik dan keluar kamarnya. Tidak, pertahanannya akan runtuh, Wonwoo harus mempertahankannya.
"Won?" panggil Jun heran karena Wonwoo terus berdiri didepan kamarnya dengan tatapan kosong. Wonwoo tersentak lalu menoleh dan mendapati Jun berdiri disampingnya.
"Oh, Jun Hyung.. h-hai.." ucap Wonwoo gagap. Jun mengangguk.
"Mau kemana? Kenapa belum tidur?" tanyanya. Wonwoo kelabakan.
"O-oh, aku hanya.. hanya ingin kedapur, tenggorokanku kering jadi aku ingin mengambil minum, hehe.." jawab Wonwoo kelabakan. Jun mengangguk.
"H-hyung kenapa belum tidur?" tanya Wonwoo ganti. Jun menoleh dan berjalan mendahului Wonwoo, membuat namja kurus itu mengikuti Hyung yang berbeda beberapa tahun darinya itu.
"Hanya memikirkan beberapa permintaan aneh dari Minghao, seperti kencan diam-diam dan tidur dikamarnya.." jawab Jun seadanya. Wonwoo membulatkan matanya lalu berlari kecil mendekati Jun.
"Hyung, jangan bilang kau dan Minghao.." Wonwoo memutuskan ucapannya dan membekap mulutnya sendiri membuat Jun terkekeh
"Yap, aku dan Minghao sudah menjalin hubungan sepertimu dan para member lain.." jawab Jun final. Wonwoo membulatkan matanya lagi. Jun terkekeh kecil lalu mengusap pundak Wonwoo dan tersenyum kecil kearahnya.
"Cepat berbaiklah dengan Mingyu, kau tahu, kami jadi ikutan terkena imbasnya jika kau dan Mingyu belum menyelesaikan masalah kalian juga." Ucap Jun lalu berlalu dari hadapan Wonwoo setelah mengambil 2 kaleng bir dan membawanya kekamarnya. Wonwoo menghela napas lalu mengambil sekaleng bir dan duduk dimeja makan. Memikirkannya membuat Wonwoo murung sendiri.
"Sebaiknya aku memang harus berbaikan dengan Mingyu.." gumamnya pelan tanpa ia ketahui ada yang menguping gumamannya itu.
Keesokkan harinya semua member sudah siap, Mingyu dengan atasan yang disarankan Wonwoo kemarin, di bibirnya tersungging senyuman menawan yang siap melelehkan setiap wanita dan uke yang lewat dihadapan mereka. Begitupun dengan Wonwoo yang sangat tampan dengan style rambut berantakan yang membuatnya tidak kalah tampan dengan kekasih tannya.
"Yosh, aku dapat urutan penampilannya, di sini yang akan tampil adalah kita ber-13, lalu semua team menampilkan lagunya masing-masing. Urutan pertama untuk penampilan masing-masing team yaitu Vocal team, Performace team, lalu Hip Hop team." Jelas Seungcheol. Semua member mengangguk.
Tiga puluh menit sudah berlalu. Mereka menampilkan single mereka yaitu Boom Boom, lalu sesi wawancara lalu penampilan dari masing-masing team. Sekarang, tibalah saatnya penampilan dari Hip Hop team yaitu Mingyu, Wonwoo, Vernon, dan . Mereka ber empat akan menyanyikan single mereka yang berjudul Lean On Me.
Uri majimagi eonjeilji alji mothadeorado
Haengyeo museun iri saenggyeoseo
Boji mothadeorado
Naege gidae gidae gidae
Naege gidae gidae gidae
Naege gidae gidae gidae naege gidae
PUK
Wonwoo menoleh cepat ketika Mingyu meletakkan kepalanya dibahunya. Hatinya berdegup kencang sekali. Jarang-jarang Mingyu melakukan skinship secara terang-terangan. Pernah sekali waktu konser dan menyanyikan lagu yang sama, namun mereka melakukannya dalam keadaan baik-baik saja, dalam artian Wonwoo bahagia waktu itu, tapi sekarang, bahkan mereka jauh dari kata-kata baik-baik saja. Namun entah kenapa sekarang ini bahkan Wonwoo mengklaim bahwa ini baik-baik saja. Dia dan Mingyu, mereka baik-baik saja, tidak ada masalah diantara mereka.
Wonwoo menoleh dan mendapati Mingyu juga menoleh kearahnya. Ia canggung dan ia tidak mampu melakukan apapun, ia akhirnya tersenyum simpul dan melakukan interaksi kecil dengan Mingyu. Mingyu yang tahu hanya mengangguk dan meletakkan tangannya dibelakang punggung Wonwoo, seolah-olah ia sedang merangkul Wonwoo dari belakang. Wonwoo hanya sedikit bersandar pada dada Mingyu, ia harus mempertahankan sifat emonya itu.
3 menit berlalu sangat cepat dan pipi Wonwoo sudah berwarna merah sekarang. Mingyu benar-benar membuat pertahanannya runtuh kali ini. Ia melirik pemuda tan disampingnya dan lagi-lagi ia dibuat geram, karena sekarang kekasih tannya itu sedang memeluk mesra pinggang ramping Jeonghan. Dimana si Seungcheol itu sampai-sampai ia kehilangan pandangannya dari Jeonghan. Ia menghampiri Mingyu dengan bersungut-sungut.
"Kim Mingyu ikut aku!" pintanya dengan nada kelewat dingin dan berjalan mendahului Mingyu. Mingyu yang tidak peka hanya ikut Wonwoo saja.
"Ada apa?" tanya Mingyu setelah Wonwoo mengajaknya keatap gedung. Wonwoo mengerucutkan bibirnya.
"Dasar tidak peka!" makinya.
"Tidak peka apanya?" tanya Mingyu.
"Kau dan Jeonghan hyung, memang dia tidak punya kekasih? Coups hyung juga hilang, astaga kenapa banyak sekali orang yang mendekati kekasihku astaga.." omel Wonwoo. Mingyu tersenyum lalu memeluk pinggang Wonwoo.
"Mianhae.." ucap Mingyu. Wonwoo mengalungkan tangannya dileher Mingyu dan mengecup bibir namja tinggi itu. Mingyu tersenyum.
"Kau kembali, sayang.." ucapnya lembut. Wonwoo mengangguk lalu beralih memeluk pinggang Mingyu. Ia membenamkan kepalanya disana.
"Jangan duet dengan yeoja lagi.." gumamnya. Mingyu terkekeh dan mengusap rambut Wonwoo lembut. Ia mengecupinya pelan. Membuat si empunya rambut terkekeh geli.
"Iya iya aku janji.. tapi kan kalau duet dengan mereka aku mendapat bayaran lebih sayang.. itu bisa kugunakan untuk menikahimu nanti.." ucap Mingyu. Wonwoo menonjok perutnya pelan.
"Lebih baik tidak usah menikah saja.." ucap Wonwoo pelan.
"Apa?" tanya Mingyu.
"Tidak aku bercanda, aku mencintaimu dan ingin menikah denganmu, Gyu-ya.." jawab Wonwoo lalu mengalungkan tangannya dan mengecup bibir Mingyu pelan. Mingyu yang mendapat ciuman itu langsung saja membalasnya.
"Kurasa malam ini adalah menjadi malam yang panjang, kuharap kau siap sayang.." bisik Mingyu dengan suara berat. Wonwoo terkekeh.
"Aku siap, Master Mingyu.." ucap Wonwoo diiringi desahan.
Dan malam mereka mungkin memang sedikit panjang dan menggairahkan karena setelah Wonwoo mengatakan itu, Mingyu langsung menggendongnya dan menidurkannya dikursi panjang yang kebetulan berada dipojokan atap lalu beberapa saat kemudian terdengar teriakan manja dari Wonwoo. Biarkanlah mereka menghabiskan waktu mereka bersama.
TBC
:::Coretan author:::
Kelar masalahnya Meanie. Kenapa meanie dulu thor? Karena author ga sengaja liat videonya Lean On Me yang live. Sebenernya author pengen bawain di ff yang lain, tapi berhubung keadaannya nyambung, jadi author sambungin aja biar berkah kan ya? Btw, author belum nemu ide buat junhaonya, barangkali reader-nim bisa bantu..
Jangan lupa like and review nya
