Title : Pembalasan 3 Uke
Cast : Meanie, Soonhoon, Junhao couple
Genre : Romance
Lenght : 1 of ?
Disclaimer : RnR, yang ga suka silahkan close sebelum menyesal, DLDR, review please
-Pembalasan 3 Uke-
-Chapter 3-
-Happy Reading-
_Junhao side_
Sore itu Minghao membereskan segala sesuatunya yang ia bawa saat perform MAMA di dorm. Ia mengerucutkan bibirnya ketika melihat barang-barang Jun yang dititipkan padanya. Ada ponsel milik Jun dan earphone milik Jun. Ia menghela napas. Hubungannya dengan Jun tidak akan berakhir bahagia, Jun mungkin lebih menyukai Yerin daripada menyukainya. Yerin itu cantik, seksi, dancer, sama seperti Jun. Ia sempurna dan cocok dengan Jun. Minghao menatap sendu ponsel ditangannya. Ia salah sudah menampar Junhui. Namja itu pasti akan membencinya sekarang.
_Flashback_
Jun mengejar kemana perginya Woozi dan Minghao. Belakang panggung, ia tahu itu. Setelah ia dekat ia langsung menarik Minghao dan membawanya pergi jauh. Kemanapun asalkan tidak dekat-dekat dengan para uke yang sedang dalam mode marah. Ia membawa Minghao ke parkiran yang sepi.
"Hao-ya.." panggilnya. Nafasnya terengah karena menarik Minghao yang memebrontak, belum lagi menahan sakit karena Minghao memukulnya terlalu keras. Minghao menatapnya nyalang, seakan-akan ia adalah mangsa harimau yang siap untuk dimakan hidup-hidup. Memikirkan itu membuat Junhui merinding sendiri.
"Aku mau menjelaskan semuanya.." ucapnya lirih. Minghao masih diam.
"Aku dan Yerin hanya sebatas duet untuk MAMA okay?" lanjut Jun. Minghao membuang mukanya lalu terkekeh kecil.
"Itu urusanmu, Ge.. kau mau duet dengan Hyuna noona pun tidak ada hubungannya denganku, kan? Kau memang visual di team, dan kau juga memiliki dance yang baik setelah Hoshi Gege.." ucap Minghao dingin, kelewat dingin, bahkan lebih dingin dari nada bicaranya Wonwoo. Jun menghela napas.
"Aku menyukaimu, Hao-ya.." ucap Jun pelan. Minghao terkekeh pelan dan berubah jadi tawa.
"Serius? Apa karena tadi? Entah kenapa aku berpikir kau hanya mencari cara agar aku memaafkanmu. Kau menembakku agar aku memaafkanmu, kan? Hahaha.. yang benar saja.. Gege tahu aku tidak bisa disogok dengan mudah." ucap Minghao diselingi nada mengejek. Jun menghela napas. Minghao itu polos, jujur ia bahkan lebih polos dari magnae mereka, Dino. Tetapi Minghao itu perasa, ia peka terhadap keadaan sekitarnya, dan ia peka terhadap kondisi setiap member. Minghao itu paling tidak suka jika ada orang yang berbuat kesalahan padanya tidak langsung meminta maaf dan malah menyogoknya dengan hal yang berbau manis agar Minghao memaafkan dan melupakan kejadian apa yang orang itu perbuat. Minghao tidak suka itu dan tidak suka adanya signal-signal orang yang akan berbuat manis padanya. Jun tahu benar soal itu, dan ia memang sejak awal tidak berusaha membuat signal-signal manis atau apalah, ia hanya berusaha jujur dan mengatakan perasaannya pada Minghao.
"Aku serius, Hao." Ucap Jun tegas. Minghao sedikit terkejut, lalu ia kembali sadar, ini hanya akal-akalan Jun saja.
"Semua kembali ke tempat duduk, ayo kembali, Soonyoung gege dan juga Jihoon gege sudah kembali juga.." ucap Minghao final. Jun geram, ia menarik tangan Minghao dan mendorong badan mungil Minghao ketembok lalu menciumnya. Minghao membelalakkan matanya lalu mendorong badan Jun kuat-kuat, namun pertahanan Jun sangat kuat sekali. Ciuman itu berlangsung lama hingga Jun menyadari bahwa Minghaonya kekuarangan udara dan melepaskan ciuman itu.
PLAKK
Jun membulatkan matanya, benar-benar bulat. Ia yakin pipinya panas dan memerah. Sedetik kemudian ia melihat Minghao yang pergi meninggalkannya disertai tetesan air mata. Jun menghela napas dan mengelus pipi kanannya yang barus saja diberi ciuman panas dari tangan Minghao.
_FLASHBACK END_
TRINGG
Minghao menoleh pada ponsel yang sekarang berada digenggamannya. Ada pesan dan itu dari Yerin. Minghao membuka flat ponsel dan membaca isi pesan itu. Air mata menggenang dipelupuknya ketika ia membaca semua pesan yang dikirimkan Yerin kepada Jun. Ajakan makan bersama pada saat mereka sudah selesai latihan, ajakan latihan sendiri karena Yerin belum bisa beberapa gerakan.
CKLEK
"Hao, kau belum tidur?" tanya sebuah suara. Minghao menoleh dan mendapati Jun sedang berdiri didepan kamarnya. Minghao mengerutkan keningnya bingung.
"Jisoo Hyung kemana?" tanyanya balik. Jun berjalan mendekatinya lalu duduk disampingnya.
"Jisoo Hyung sedang keluar bersama Jeonghan Hyung tadi, dan aku akan tidur disini malam ini.." ucap Jun. Minghao mengerucutkan bibirnya. Ia sedang tidak ingin bersama dengan Jun, tapi kenapa namja ini sekarang mendekatinya.
"Oh ya, tadi Yerin mengirimu pesan.." ucap Minghao dan memberikan ponsel kepada Jun. Jun membulatkan matanya dan menerima ponsel itu dengan tangan bergetar. Bagaimana kalau Minghao tahu semua pesannya dengan Yerin? Bagaimana kalau dia salah paham tentang itu semua? Bagaimana kalau Minghao membencinya?
"Hao-ya.." panggil Jun pelan. Matanya membola ketika mengetahui bahwa Minghao sedang menangis. Berbagai perasaan bersalah meliputi hati Jun. Perlahan, ia menggeser badannya mendekati Minghao dan memeluk pinggang namja kurus itu.
"Dia pasti mengharapkan balasan pesan darimu, Gege.." ucap Minghao sambil bergeser menjauhi Jun. Ia lalu beranjak dan keluar dari kamar. Jun terlambat. Ia menghela napas kasar sembari mengacak rambutnya. Ia lalu melihat layar hpnya yang masih terang dan masih tertera pesan dari Yerin itu. Junhui menghela napas lalu mengetikkan pesan singkat pada Yerin bahwa ia tidak bisa menyetujui acara makannya, setelah yakin pesannya terkirim ia lalu keluar dari kamar dan mendapati dorm dalam keadaan sepi. Ia baru akan melangkah ketika mendengar pintu sebelahnya terbuka dan keluarlah sosok Mingyu yang terlihat segar, baru mandi sepertinya.
"Oh Gyu, kau mengejutkanku.." Jun berucap yang dibalas kekehan kecil oleh Mingyu.
"Mau kemana?" tanya Mingyu.
"Mencari Minghao.. kau tahu dia dimana?" tanya Jun balik. Mingyu terlihat mengerutkan kening.
"Tadi kalau tidak salah Minghao keluar dengan Wonu hyung, tapi tidak tahu keluar kemana, kurasa mereka akan ke tempat latihan." Ucap Mingyu. Jun menghela napas lalu berjalan ke dapur diikuti Mingyu.
"Kenapa? Hyung belum baikan?" tanyanya. Junhui menggeleng pelan lalu dibalas anggukan singkat oleh Mingyu.
"Tadinya aku akan berbaikan dengannya, kau tahu kan Minghao suka sekali merasa bersalah, sebenarnya aku akan menggunakan cara itu untuk berbaikan dengannya, tetapi tidak jadi.." jelas Junhui. Mingyu menoleh dan menatap hyungnya itu iba.
"Kenapa? Minghao menamparmu lagi? atau lebih parah?" tanya Mingyu antusias. Junhui terkekeh.
"Kenapa ingin tahu sekali hm? Urusi saja urusanmu dengan Wonwoo sana!" jawab Junhui yang membuat orang muda disebelahnya ini mendengus kesal.
"Aku akan berbaikan dengan Wonwoo hyung secepatnya, karena kami sudah terikat. Mudah saja untuk kami berbaikan, sedangkan hyung, jadian saja belum sudah marahan. Oh, dan lagi, jangan dekat-dekatkan Minghao pada Wonwoo ku, aku takut mereka akan terus bersama dan menjadi saling suka, lalu aku diputuskan, siapa yang rugi huh? Aku kan? Sebaiknya cepat selesaikan masalah kalian dan segera ikat Minghao kedalam hubungan.." omel Mingyu lalu berjalan ke kulkas dan mengambil beberapa kaleng bir disana. Jun melotot tidak terima.
"Ikut tidak?" tanya Mingyu menyadari tatapan Jun. Jun membuang muka, malas meladeni makhluk kelebihan kalsium didepannya itu.
"Ya sudah jika tidak mau ikut, untuk sekedar informasi saja, aku akan menghampiri Wonwoo hyung diruang latihan, jadi ini bisa jadi kesempatan bagi hyung untuk berbaikan dengan Minghao dan membawanya jauh dari Wonwooku.." ucapnya cuek lalu berjalan duluan. Mendengar itu Junhui langsung bangun dan mengambil 2 kaleng bir dan mengikuti Mingyu. Jadilah kedua makhluk kelebihan kalsium itu berjalan berdua ke ruang latihan yang tidak jauh dari dorm mereka.
Sesampainya diruang latihan, mereka berdua tersenyum karena mendapati ruang latihan seventeen terbuka lebar dan menampakkan cahaya lampu yang terang disana. Mingyu dengan antusias berlari masuk dan menyapa dua orang yang sedang duduk dengan santai sambil mendengarkan musik dari ponsel Wonwoo. Mingyu menghampiri kekasihnya dan memberi sekaleng bir, namun hanya dibalas dengusan singkat oleh Wonwoo dan beranjak dari tempatnya duduk dan berpindah kepojokan. Mingyu menghampirinya dan berusaha membujuknya.
Sekarang kita tinggalkan Wonwoo dan Mingyu dan melihat ke Jun dan Minghao. Minghao terlihat memajukan bibirnya saat melihat Jun menghampirinya dan menyodorokan sekaleng bir padanya. Minghao menghela napas dan menerima birnya itu. Jun tersenyum dan bersiap duduk sebelum sebuah suara menginterupsi.
"Siapa yang menyuruh Gege duduk? Tidak ada kan?" ucap Minghao dingin sambil berdiri dan melangkahkan kakinya keluar ruang latihan setelah sebelumnya mengucapkan salam kepada Mingyu dan Wonwoo.
"Hao, tunggu.. astaga Minghao.." panggil Jun sambil mengejar Minghao yang belum terlalu jauh dari pandangannya. Tangannya mencekal tangan Minghao dan mendorongnya ke tembok.
"Lepaskan aku, Gege.. sakit.." eluh Minghao. Jun menggeleng.
"Kalau aku lepaskan, kau akan pergi lagi, Hao-ya.." ucap Jun putus asa. Minghao menggeleng.
"Aku janji tidak akan kemana-kemana kalau gege lepaskan Minghao.." ucap Minghao tegas. Jun mengangguk dan melepaskan genggaman tangannya. Ia melihat warna kemerahan di pergelangan tangan Minghao dan rasa bersalah menghujam hatinya. Ia meraih pergelangan tangan Minghao dan meniupnya pelan, seakan-akan itu bisa menyembuhkan Minghao dalam sekejap.
"Gege.." panggil Minghao pelan. Jun mendogak.
"Maafkan gege, Sayang. Gege tidak bermaksud menyakiti tanganmu.." ucap Jun penuh penyesalan. Minghao terkekeh dan mengelus pelan pipi Jun.
"Gege tidak boleh panggil sayang kalau tidak ada hubungan.." ucap Minghao. Jun terkekeh pelan.
"Lalu?" tanyanya. Minghao mendengus kesal.
"Masa tidak peka?" tanya Minghao sambil menegrucutkan bibirnya imut. Jun terkekeh lagi lalu mencubit pipi Minghao.
"Jadi mau merealisasikan hubungan?" tanya Jun. Minghao mengangguk lalu sedetik kemudian mengerucutkan bibir lagi.
"Gege tidak romantis, sana sama Yerin saja.. Minghao mau pulang ke dorm.." ucap Minghao sebal. Jun terkekeh dan memeluk tubuh kurus Minghao kedalam pelukannya.
"Minghao.. Xu Minghao.. mau jadi kekasih Wen Junhui yang tidak romantis dan tidak peka ini?" tanya Jun sambil merenggangkan pelukannya dan menggenggam erat tangan Minghao. Minghao terkekeh kecil dan mengangguk. Jun memeluknya.
"Ge.." panggilnya lagi.
"Hm?" jawab Jun.
"Gege kenapa mau duet sama Yerin?" tanyanya. Oh topik ini lagi, jika ia membahasnya maka 99% kemungkinan Minghao akan marah besar.
"Karena.. karena hyung visual line kan?" jawab Jun seadanya.
"Jadi yang dipilih visual line saja? Wonwoo hyung juga visual line kenapa tidak dipilih?" tanya Minghao lagi.
"Uhm, mungkin karena dia uke.." jawab Minghao. Oh Tuhan, bungkam mulut namja kecil ini dan hapus ingatannya agar tidak terus bertanya.
"Tapi Jeonghan hyung juga uke, kenapa ti.. kyaa gege turunkan aku.." pekik Minghao saat Junhui menggendong dan membawanya keluar dari tempat latihan. Minghao menggoyangkan kaki panjangnya.
"Gege belum jawab pertanyaanku.." gumamnya kecil.
"Tidurlah, aku tahu kau lelah.. aku akan membawamu ke dorm.." ucap Jun final, membuahkan kerucutan panjang dibibir Minghao. Minghao menghela napas dan memilih memejamkan matanya sambil menyembunyikan wajanya diceruk leher Jun.
Jun terkekeh pelan melihat betapa polos kekasihnya itu. Ia bahkan tidak bisa menahan senyum saat melihat kekasih polosnya itu tidur dengan nyenyak digendongannya. Hingga ia sampai dikamar Minghao dan menidurkannya. Karena malas dan ingin berduaan dengan kekasihnya, maka ia memutuskan untuk tidur disamping minghao dan mengusir Jisoo yang kebetulan masuk ketika ia baru memejamkan matanya.
"Tidur dengan Seokmin atau dengan Woozi, jangan tidur dikamar ini.." ucapnya cuek lalu memeluk namja yang sudah lebih dulu tidur dipelukannya. Membuat Jisoo hanya menggelengkan kepalanya maklum melihat kedua insan yang sedang berpelukan dihadapannya ini.
END
::: Coretan author :::
Reader-nim, pada sadar ga sih kalo yang ikut dance sama Gfriend di MAMA itu seme semua minus Jeonghan. Author mau bahas itu sebenernya di chapternya Meanie, tapi author lupa. Jujur sih ya, waktu buat Junhao itu author lagi gak ada inspirasi sama sekali. Kaya udah mampet di bagiannya Meanie, tapi alhamdulillah bisa diselesaikan dengan baik dan tepat dengan perkiraan author.
Jangan lupa like and reviewnya reade-nim.. sekian dan terimakasih untuk yang sudah memberikan review yang sangat membantu dalam penyelesaian ff ini.. tanpa kalian aku hanyalah seonggok manusia..
Sekali lagi makasih #bow
Oh iya untuk reader-nim yang namanya kanayaa kalo ga salah, aku fansmu hehehe.. suka banget sama ffnya, apalagi yang Soonhoon sama Junhao.. selalu ditunggu ff yang Meanie kak ya? Makasih..
