Pembalasan 3 Uke

(Meanie couple)

Wonwoo mengerucutkan bibirnya sebal melihat namja disampingnya yang kini sibuk memainkan ponsel pintarnya. Memang Mingyu sedang memeluk dan mengusap rambutnya. Tapi tangan namja yang satunya itu sedang sibuk mengutak-atik layar touchscreen digenggamannya. Mereka sedang duduk dilantai apartemen Mingyu dengan beralaskan karpet. Mingyu sedang duduk menselanjarkan kaki panjangnya, sedangkan Wonwoo duduk disampingnya sedang dipeluknya. Wonwoo semakin mengerucutkan bibirnya. Ia tidak bisa berkata apa-apa karena ia juga menikmati elusan lembut rambut Mingyu diatas kepalanya. Ia hanya bisa memainkan ujung kaos Mingyu.

"Gyu-ya.." panggil Wonwoo sambil mendongak, menatap namja diatasnya ini. Mingyu meletakkan ponselnya dan menatap Wonwoo. Ia menggenggam tangan namja yang lebih tua darinya itu.

"Ada apa sayang?" tanya Mingyu. Ia merapihkan poni Wonwoo yang menjuntai didahi lebar namja bermuka datar itu.

"Perhatikan aku, Gyu-ya.. disini hanya ada kau dan aku dan jangan menduakan aku dengan ponselmu itu. Memang apa yang membuatmu begitu memperhatikan ponselmu daripada aku?" tanya Wonwoo setelah mengomel panjang lebar. Mingyu terkekeh dan menggeleng.

"Hanya percakapan tentang latihan terakhir tadi, Sayang.. besok aku dan 97 line akan tampil, kau ingat?" tanya Mingyu. Wonwoo mengangguk mengerti dan kembali pada posisi semulanya. Ia meraih remot dengan kakinya dan mulai menyalakan TV. Ia fokus pada layar lebar didepannya. Mingyu tersenyum melihatnya. Ia kembali mengelus pelan rambut Wonwoo.

"Sayang.. kau sensitif sekali akhir-akhir ini.. ada apa?" tanya Mingyu. Wonwoo mendongak dan menggeleng.

"Tidak ada apa-apa.. aku juga tidak tahu kenapa aku akhir-akhir ini sering marah.." ucap Wonwoo jujur. Tidak sepenuhnya sebenarnya.

"Apa karena aku duet dengan Eunha lagi?" tanya Mingyu. Wonwoo menundukkan kepalanya. Tepat. Mingyu tepat pada sasaran. Ia memang sedang sebal karena namja tan disampingnya itu kembali berkolaborasi dengan yeoja menyebalkan yang hampir membuat hubungannya putus itu.

"Dengar, Gyu.. bukannya aku tidak profesional atau apa, bukannya aku tidak memperbolehkanmu bekerja di industri ini lagi, bukan karena itu.. tapi aku tidak suka.. entah kenapa.." ucap Wonwoo. Mingyu menariknya dalam pelukannya dan mencium pipinya pelan.

"Dengar juga sayang, aku sudah pernah bilang padamu bahwa aku bekerja seperti ini agar aku mendapat bayaran lebih yang nanti akan kutabung untuk menikah denganmu.." ucap Mingyu yang mendapatkan pukulan telak tepat diperutnya oleh Wonwoo.

"Teruskan saja acara menggombalmu itu, Tuan Kim, aku mau memasak.." ucap Wonwoo dan berlalu dari hadapan Mingyu. Setelah sebelumnya mencium kilat pipi namja tan itu. Mingyu tersenyum melihat Wonwoo berjalan kearah dapur. Tak lama kemudian ia langsung beranjak untuk ke dapur karena kekasihnya itu sedang berteriak karena tidak bisa memasak.

KBS Gayo Daejun 2016

Mingyu terus saja mondar mandir didepan Wonwoo. Sedangkan Wonwoo hanya menghela napas. Kekasih tingginya ini mudah sekali terkena serangan panik, dan itu lebih buruk daripada serangan jantung. Setidaknya itu yang dipikirkan Wonwoo melihat kekasihnya yang terkadang melompat-lompat tidak jelas. Hell, bukan hanya Mingyu yang tampil, melainkan Dokyeom dan Minghao, juga ada Jeonghan, Woozi, Jisoo, dan Seungkwa disana. Kenapa Mingyu begitu heboh disaat yang lain duduk manis di deretan bangkunya. Wonwoo menghela napas kasar lalu berdiri dan menghadap Mingyu.

CUPP

Mingyu membulatkan matanya saat Wonwoo mencium tepat dibibirnya. Untuk beberapa saat ia masih mengedipkan matanya. Wonwoo melepaskan ciumannya dan menundukkan kepalanya saat ia juga mendapatkan tatapan penuh keterkejutan dari semua member disitu. Untung hanya ada Seventeen disitu.

"Apa yang kau lakukan, Jeon?" tanya Mingyu penuh geraman. Wonwoo memundurkan langkahnya perlahan. Sial! Dia sudah membangunkan singa yang sedang tidur.

"Gyu, kurasa kau harus rileks, bukan hanya kau yang tampil, semua juga tampil disini.. kau harus rileks dan jangan grogi, okay?" ucap Wonwoo cepat sambil menghindari tatapan penuh intimidasi dari Mingyu. Mingyu menganggukkan kepalanya dan menarik pinggang Wonwoo. Ia mendekatkan wajahnya.

PLAKK

"Ouh, siapa yang berani memukulku?" teriaknya tidak terima lalu membalikkan badannya. Ia menemukan sang leader sedang menatap tajam kearahnya disertai tatapan tajam beberapa orang disana. Mingyu tersenyum kikuk karena melihat tangan Seungcheol yang masih memegang sebuah majalah.

"Uh, Seungcheol hyung.. hehehe.. aku akan keruang tunggu bersama.. Seokmin.." ucapnya asal ketika melihat Seokmin sedang memakai coatnya. Ia segera berlari setelah sebelumnya memberikan kecupan singkat dibibir tipis milik kekasihnya yang dihadiahi teriakan nyaring oleh sang leader.

-Waiting room-

Terlihat Se Jeong IOI dan Dahyun Twice yang memasuki ruang tunggu 97 line. Disana juga sudah ada para pemuda 97 line yang sudah siap dengan kostum mereka, termasuk Mingyu, Dokyeom dan Minghao. Mereka melakukan sebuah wawancara kecil disana.

"Kalian adalah dari band-band besar dan super sibuk, lalu bagaimana cara kalian agar bisa tetap bisa menghadiri acara latihan dengan tepat waktu?" tanya Se Jeong. Yugyeom mengambil mic yang dibawa oleh Eunha.

"Kami para lelaki memiliki grup chat sendiri.. jadi, dengan begitu setelah acara ini selesai kami akan tetap menjalin persahabatan seperti saat kami latihan kali ini.." ucap Yugyeom yang diangguki oleh Se Jeong.

"Berarti hari ini ada rapat grup ya? Hahahaha..." ucap Se Jeong yang diiringi tawa dari para member lain.

"Yah, kami harap para perempuan juga memiliki grup chat sama seperti para lelaki ya?" ucap Dahyun polos dan diangguki oleh para idol perempuan. Samar terdengar suara Bambam yang berkata pada Yugyeom bahwa mereka akan memasukkan para idol perempuan kedalam grup mereka.

-After Performance-

Mingyu kembali ke backstage Seventeen. Ia merinding ketika merasakan aura gelap muncul dari Wonwoo, Jisoo, dan Jun. Ia lalu berbalik dan menemukan Dokyeom dan Minghao sedang berjalan menghampirinya. Ia buru-buru mendorong kedua orang itu keluar dari backstage Seventeen.

"Ada apa, Gyu?" tanya Seokmin bingung. Pasalnya ia ingin minum, tenggorokannya sudah kering karena dia sedari tadi harus berteriak karena menjadi penyemangat bagi 97 line. Apalagi dia menjadi suara tertinggi ke-3 setelah Jungkook dan Yuju. Mereka berhenti di sekitaran tempat sepi yang digunakan sebagai gudang kabel-kabel.

"Dengar, sepertinya Wonwoo hyung, Jisoo hyung, dan Jun hyung sedang mengeluarkan kekuatannya, maksudku aura gelapnya, aku tidak tahu kenapa, padahal sewaktu kita latihan mereka malah mendukung saja.." jelas Mingyu. Kedua orang itu menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Mereka terlihat mengerutkan keningnya.

KRINGG

Ketiga orang itu terjingkat kaget saat mengetahui nada notifikasi ponsel Mingyu. Mingyu membuka flat ponselnya dan seketika matanya membulat. Ia memberikan ponselnya kepada kedua orang dihadapannya dan reaksi yang sama mereka keluarkan.

Bambam invited to group

Yuju

Eunha

Jihyo

"Wonwoo hyung akan membantaiku malam ini.." –Mingyu

"Jun hyung akan menghukumku dengan sangat keras.." –Minghao

"Jisoo hyung akan mendiamkan dan tidak memberiku jatah selama setahun lebih.." –Dokyeom

TBC

::: Coretan author :::

Ini sama kaya yang MAMA cuman, apalagi si Mingyu ketemu lagi kan sama si Eunha. Dan buat si Minghao, kayanya nanti rencananya dimunculkan adegan dewasa. Author tahu kok kalo reader kadang greget waktu adegan dewasanya di cut, nah ini author munculin di partnya Junhao, sekaligus jadi debut rated M nya author. Author mah rajin baca rated M tapi gak rajin buat.

Mohon review and likenya reader-nim..