Pembalasan 3 Uke
(Seoksoo)
Seokmin menghela napas berat. Matanya sekarang sungguh berat dan ia ingin sekali menidurkan badannya ke kasur dan mengelana ke alam mimpi. Namun itu hanya ekspektasi semata, realitasnya adalah sekarang dia harus begadang demi berbaikan dengan hyungnya tersayang yang baru resmi menjadi miliknya sekitar 3 minggu yang lalu. Ia tidak ingin hubungannya kandas sebelum 1 bulan, setidaknya itu batas minimal hubungan yang Seokmin inginkan.
"Jisoo hyung.." panggilnya ketika pemuda tertua ketiga di Seventeen itu masih mendiamkan dirinya. Seokmin naik ke atas kasur dan memeluknya dari belakang. Jisoo masih diam dan beralih memainkan boneka beruang, hadiah dari Seokmin.
"Hyungie, aku minta maaf.. hey ini kolaborasi keduaku yang mendatangkan banyak uang. Lalu aku akan menikahimu.." ucap Seokmin. Jisoo menoleh dan melotot tidak terima.
"Aku bahkan punya banyak uang dan bisa kugunakan untuk pernikahan kita nanti.." ucap Jisoo sombong. Seokmin menatap Jisoo dengan pandangan datar. Selalu, Jisoo selalu mendominasi tentang kekayaan dan Seokmin mengakui itu. Seokmin terkadang merasa bahwa ia terlalu miskin untuk bisa bersanding dengan Jisoo. Bukan, Seokmin juga berasal dari keluarga yang berada, dia juga bisa lulus dari SOPA dengan baik dan keluarganya juga masih bisa makan enak, namun itu sangat berbeda jauh dengan kehidupan Jisoo. Seokmin dulu juga pernah berpikir 2 kali sebelum ia menyatakan tentang perasaannya kepada Jisoo.
"Hyung, yang kaya dan memiliki uang masih orang tuamu, dan kau, kau bahkan menerima gaji yang sama dengan kami.." ucap Seokmin dingin. Jisoo tersentak dan terdiam. Ia sudah tahu bahwa selama ini Seokmin selalu diam jika Jisoo sudah mengungkit tentang hartanya. Seokmin selalu berusaha terlihat biasa dan Jisoo tidak sadar. Mungkin ini adalah titi tersabar yang pernah Seokmin punya untuk Jisoo.
"Hah, karena kau sudah punya uang yang banyak, kau bisa mencari calon mempelai pria yang lebih baik dariku, Jisoo hyung.." ucap Seokmin tenang. Ia merebahkan dirinya dan menutupinya dengan selimut lalu memejamkan matanya. Meninggalkan Jisoo yang setia terpaku.
GREPP
"Seokmin-ah.. maafkan aku.." cicit Jisoo pelan. Ia beringsut menaiki ranjang dan masuk kedalam selimut. Ia memeluk Seokmin dari belakang dan menempelkan wajahnya ke punggung lebar Seokmin.
"Seokmin-ah.. hiks.. maafkan aku.. Seokminnie.." rengek Jisoo. Air mata mulai meleleh dari pipi tembam kesukaan Seokmin. Runtuh, pertahanan Seokmin runtuh. Ia membalikkan badannya dan memeluk tubuh kurus didepannya. Ia memejamkan matanya dan memeluk Jisoo makin erat. Jisoo mengeraskan tangisannya. Kalau begini pasti sebentar lagi Seokmin akan mendengar..
"Huwaa kau jahat sekali, Seokmin-ah.. hiks.. nappeun! Aku akan kembali ke Seungcheol hyung saja! Huweee papa.."
Nah benarkan? Sebentar lagi mungkin anggaran Seokmin akan berkurang karena dia harus memeriksakan pendengarannya ke dokter THT terdekat dari dorm.
Kembali ke cerita
Seokmin melonggarkan pelukannya saat merasakan Jisoo berhenti menangis. Senyumnya terkembang begitu melihat wajah lucu Jisoo pasca menangis. Hidung mancung walaupun tak semancung dirinya terlihat memerah, apalagi matanya. Sungguh, Seokmin tidak akan pernah bisa meninggalkan makhluk tuhan paling manis didepannya ini.
"Jangan melihatku menangis, Kuda!" bentak Jisoo sambil menyeka air matanya. Seokmin terkekeh kecil dan kembali memeluk Jisoo. Jisoo tersenyum lalu mengeratkan pelukannya di dada lebar milik Seokmin.
"Sayang, aku ingin meluruskan masalah masuknya yeoja ke grup chat.. sungguh, bukan aku yang menyarankan. Kau tahu Bambam seperti apa kan? Dia sangat mudah bergaul dan menurutku dia sangat polos.. tapi sayang, perlu kau tahu, meskipun Bambam memasukkan 100 wanita ke grup, aku tidak akan berpaling darimu, Sayang.." jelas Seokmin. Jisoo menolehkan kepalanya dan menajamkan matanya.
"Benarkah? Kau tidak sedang menggombal kan, Sayang?" tanya Jisoo tajam. Wonwoo tersenyum menampilkan giginya yang berbaris rapi dan menggeleng. Jisoo menyipitkan matanya.
"Benar tidak sayang.. aku sedang tidak menggombal sekarang.. kenapa kau begitu mencurigaiku?" tanya Seokmin.
"Karena sekarang baik kau, Mingyu, Soonyoung, Seungcheol hyung, Vernon, ataupun Junhui semuanya pembohong. Kalian itu lelaki kardus.." omel Jisoo. Seokmin tertohok tepat dijantungnya. Tak masalah jika Jisoo mengatainya kuda atau apa, yang penting jangan lelaki kardus.
"Sayang, aku dan Mingyu ataupun yang lain berbeda.. Mingyu kan memang sudah kardus dari awalnya.." jelas Seokmin. Jisoo masih menatapnya tajam.
"Lalu apa yang akan kau katakan ketika aku bertanya tentang duetmu dengan Gfriend?" tanya Jisoo. Seokmin menelan ludah dengan susah payah. Ehm, kalau yang satu itu Seokmin memang tidak bisa berkutik. Ia sangat menyukai Gfriend dan ditunjuk untuk duet dance dengan Gfriend adalah suatu kebanggaan baginya menjadi fanboy.
"Err, kau tentu tahu jawabannya, Sayang.. aku sangat bangga bisa duet dengan mereka. Kau tahu kan aku adalah uhmm fanboy mereka.." ucap Seokmin dengan pelan dan hati-hati. Jisoo menganggukkan kepalanya dan berdiri. Dia menarik napas panjang dan menghembuskannya perlahan setelahnya ia menatap Seokmin tajam, seakan tatapannya bisa memutus urat nadi di leher Seokmin. Dan yang terakhir adalah..
"YAK LEE SEOKMIN! KUDA SIALAN! BERANINYA KAU MENGATAKAN BAHWA KAU SUKA DUET DENGAN MEREKA DIHADAPAN KEKASIHMU SENDIRI! DASAR LELAKI KARDUS GAMBAR KUDA! MATI KAU!"
Dan setelahnya Jisoo menggeret Seokmin untuk keluar dari kamarnya dan menguncinya dari dalam. Membuahkan tatapan melas dari seekor kuda yang dikeluarkan dari kandangnya tersebut. Apalagi besoknya ia mendapatkan semprotan tajam dari Mingyu karena lelaki tan itu mendengar Seokmin mengatainya kardus. Poor Seokmin.
END
::: Coretan author :::
Maaf yang nunggu Junhao ya? Masih dalam proses pengetikan. Sebenernya udah masuk tahap inti sih, dan itu juga kelemahannya author untuk ngebuat desahannya. Dan lagi, author lagi banyak tugas, ngurus UN dan sebagainya. Maaf reader-nim #nunduk
Kok Seoksoonya nggak happy ending? Iya nggak happy ending soalnya author lagi pengen nistain si kuda hehehe #dibantaiJisoo
Yah intinya jangan pernah bosen ngereview ff author ya? Sekalimat review anda merupakan semangat bagi saya..
Oh ya, sama author pengen minta doa ke kalian semoga author diterima di SNMPTN dan kedinasan, semoga author bisa menjalankan UN dengan lancar. Aminn
Makasih buat kalian yang udah review ya? Yang setia nungguin author update, entahlah tanpa kalian author hanyalah seonggok manusia.. #timpuk
Intinya mohon like and reviewnya readernim..
