Pembalasan 3 Uke

(Junhao)

Minghao berjalan mengendap-endap menuju kamarnya. Keadaan dorm sangat sepi mengingat semuanya sedang tidur. Ia membuka kamarnya dan menemukan Jisoo sedang tidur dengan memakai selimutnya hingga menutupi lehernya. Ia mengguncang pelan pundak Jisoo, membuat namja cantik itu menggeliat dan membuka sedikit matanya. Ia menatap bibir Minghao yang mengatakan 'Jun hyung' sangat pelan. Jisoo mengangguk lalu kembali memeluk gulingnya dan mengarungi alam mimpi lagi. Minghao tersenyum lalu mengambil bantal dan selimutnya dan berlalu keluar dari kamarnya. Ia menuju salah satu bilik kamar yang lampunya masih terlihat menyala. Ia mengetuk pintunya pelan. Merasa tak ada sahutan, Minghao lalu masuk kedalam kamar yang ia yakini berisi kekasih tercintanya. Dugaannya tak meleset, ia menemukan buntalan selimut yang sangat panjang. Minghao tersenyum dan duduk disamping ranjang. Ia tahu gegenya belum tidur, karena namja tampan itu selalu mematikan lampunya sebelum tidur. Ia mengguncang badan gegenya pelan.

"Ge, kau sudah tidur?" ucap Minghao pelan. Gegenya menggeram pelan dan mengendikkan bahunya, mencoba menyingkirkan tangan Minghao dari sana. Minghao tersenyum, gegenya memang belum tidur.

"Gege, aku minta maaf.. tapi sungguh, aku tidak merespon semua yang yeoja-yeoja itu katakan di grup.. bambam yang memasukkan mereka, kenapa gege yang marah padaku?" ucap Minghao sebal. Jun menelentangkan badannya dan membuka sedikit matanya, tangannya terulur untuk menyentuh pipi Minghao yang sedang mengerucut. Minghao berbalik menatapnya dan menggenggam tangan besar Jun.

"Gege sudah tidak marah?" tanya Minghao. Jun tersenyum dan mengangguk, membuahkan senyuman bahagia dari namja didepannya itu.

"Gege xie xie.." ucap Minghao senang sambil memeluk badan tegap gegenya yang sedang terlentang itu. Junhui terkekeh dan mengusap rambut merah cerah milik kekasihnya. Minghao mengusak-usakkan kepala dan bokongnya, membuat Junhui membulatkan matanya. Ia melirik bagian selatan tubuhnya, bokong kenyal Minghao bergesek disana dan..

"Nghh, Hao-ya.. bisa kau hentikan kegiatanmu yang.. nghh menggesekkan bokongmu itu.." ucap Junhui. Minghao mendongakkan kepalanya dan menyeringai tajam. Ia meraba dada Junhui dan menjilat pelan leher Junhui.

"Kenapa, Ge? Apa gesekan seperti ini sudah membuatmu bangun? Kenapa kau kalah jantan dengan Mingyu, Ge?" ucap Minghao. Junhui membulatkan matanya. Darimana ia tahu jika Mingyu seperti itu? Apa Minghao pernah berhubungan dengan Mingyu?

BRUKK

Junhui mengembalikan keadaan menjadi diatas. Ia meremas nipple Minghao pelan dan menjilat leher putih milik Minghao.

"Akhh gege jangan gigit disi.. nghh gege.." Minghao merintih begitu Junhui mengedarkan remasannya menuju selatan tubuhnya. Minghao benar-benar lemas. Gegenya memberikan forplay yang sangat cepat tapi cukup membuat Minghao lemas hanya dengan remasannya. Minghao bahkan sudah tidak sadar dimana Junhui membuang celananya dan kapan Junhui melepaskan celananya.

"Ngahhh ahhh gege.. jangan naik turunhh ngahhh.." Minghao mendongak ketika Junhui mengulum kejantanannya dengan cepat. Minghao meremas erat surai hitam milik Junhui, menimbulkan geraman pelan.

"Gegehhh akuhhh mau nghhh gegehh!" Minghao melongokkan kepalanya menatap Junhui yang sedang memasangkan sesuatu pada kejantanannya. Cock ring dan Minghao membenci itu.

"Gege lepaskan itu.. nghh kau menyakitiku, Ge.." Minghao merintih keras ketika ia mengalami orgasme keringnya akibat ulah Junhui. Sedangkan Junhui makin menyeringai.

"Katakan padaku bagaimana kau tahu seberapa jantannya seorang Kim Mingyu, Xu Minghao.." tanya Jun tajam. Minghao masih menggeliat tidak nyaman disana dan Jun makin melebarkan seringaiannya.

"Katakan padaku, Xu Minghao, makin lama kau menjawab, maka makin lama juga kau merasakan hukuman ini.." jelas Jun. Tangannya beralih mengocok kejantanan mungil milik Minghao sekarang.

"Nghhh Wonwoo hyung mengatakan itu padaku.. nghhh ahhh katanya Mingyu sangat shh jantanhh nghh Wonwoo hyung bahkan nghh tidak kuathh.." ucap Minghao diselingi desahan. Jun mengeluarkan smirk dan mendekati Minghao. Dilepaskannya cock ring yang mengungkung kejantanan Minghao. Cairan deras mengalir dari sana. Minghao menghela napas lega dan melirik kejantanannya yang masih setengah menegang. Ia mengalihkan pandangannya ke Jun. Namja tampan yang menjabat sebagai kekasihnya itu mulai membuka pakaiannya satu persatu, sampai kain terakhir yang menutupi kebanggaan kekasihnya itu. Jun mengocok kejantanannya sebentar sebelum mengarahkannya kelubang hangat Minghao.

JLEB

"Akhh gege sakithhh nghhh kenapa tidak mempersiapkannya dulu?!" pekik Minghao. Jun hanya terkekeh pelan lalu mengusap pelan peluh yang membanjiri dahi Minghao.

"Maafkan gege hm? Gege kelepasan tadi.." ucap Junhui. Minghao mengerucutkan mulutnya.

"Minghao harus menghuku gege sekarang.." ucap Minghao. Junhui mengernyitkan dahinya, namun sedetik kemudian matanya melebar begitu mengetahui apa yang Minghao perbuat. Minghao sedang mengetat dan mengendurkan lubangnya.

"Nghh Minghao-ya, sebaiknya kau ahhh hentikan itu Minghao.." ujar Jun sembari menahan nikmat karena sekarang lubang Minghao mengetat. Bukannya berhenti, namja China itu bahkan semakin gencar mengetatkan lubangnya. Membuat pasangan yang berada tepat diatasnya menggeram rendah. Junhui sudah tidak kuat, tanpa memperdulikan bagaimana nantinya lubang Minghao, ia langsung menggenjot lubangnya dengan keras, membuat pekikan manja dikeluarkan pasangan dibawahnya. Junhui menyeringai, ia sudah hapal betul dimana letak titik spot milik Minghao. Diperlakukan seperti itu tidak membuat Minghao menangis atau minta tolong, ia malah semakin menikmati perlakuan kasar sang gege jika sudah berada diatas ranjang.

"Gegehh ahhh disanahh nghhh fucking your dick gegehhh.." rintih Minghao. Junhui makin melebarkan seringainya. Dia terus menggenjot Minghao tanpa ampun.

"Nghhh gege Minghao sampai gehh anghhh gegehhh!"

CROTT CROTT

"Nghhh Hao-ya.."

Mereka sampai. Sperma Minghao mengotori dada dan sebagian leher Jun sedangkan sperma Jun memenuhi lubang sempit milik Minghao. Junhui lalu menidurkan dirinya disamping Minghao sambil menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka. Junhui melirik pada kekasihnya karena mendapati kekasihnya tidak merespon apapun yang ia lakukan. Senyumnya terkembang saat mengetahui bahwa kekasih polosnya itu sedang tidur karena kelelahan. Junhui tersenyum lalu membalikkan tubuhnya menghadap Minghao. Ia menarik pinggang ramping namja China itu lalu memeluknya, membuat Minghao nyaman dipelukannya. Ia mengecup kening Minghao sekilas lalu mengikuti namja China itu mengarungi alam mimpi.

"Saranghae, Hao-ya.."

::: Coretan Author :::

Kelar kelar kelar.. astaga laptop author yang polos sudah terisi ff macam begini. Maaf kalo jelek ya? Author masih newbie kalo buat rated m.. sudah cukup ini saja rated m nya, author udah ga kuat nulis desah-desahan lagi.. author aja yang desah sama Mingyu tanpa diketik #tampolpakesempol

Jan lupa review dan likenya readernim