CHAPTER 2 (BULLYING)
Di tahun kedua Junior High School semua berubah. Tidak ada yang tau jika semuanya akan jadi seperti ini, ayah Wonwoo melakukan korupsi. Dan sekarang ayahnya sudah berada di dalam sel tahanan. Wonwoo pun di sekolah menjadi bahan olok-olokan karena salah satu temannya adalah anak direktur pemilik saham dimana ayahnya bekerja. Tentu kabar mengenai ayah Wonwoo tersebar begitu mudahnya di sekolah. Bahkan ada yang mengatakan Wonwoo itu anak pelacur. Well, bagaimana bisa mereka mengatakan itu? Keluarga Wonwoo adalah keluarga baik-baik sebelumnya.
" Cih, lihat dia! Dia masih saja berada di sini.. apa dia tidak tau malu?" ujar beberapa murid yang berpapasan dengannya.
" Iya, tidak tau diri sekali.." ujar murid yang lain.
Sementara Wonwoo, rasanya dia ingin menangis dan marah. Tapi itu tidak mungkinkan? Yang ada mereka tambah senang membullynya. Terkadang mereka malah menaruh jebakan di tempat duduk Wonwoo, atau di jalan yang akan di lewati Wonwoo. Atau tak tanggung-tanggung mereka akan melempari Wonwoo dengan tepung dan telur busuk juga menumpahkan seember penuh air bekas pel. Dan pada saat itu hanya Mingyulah yang perduli padanya, Mingyu yang melindunginya, Mingyu juga yang mengobati lukanya, Mingyu bahkan rela membawa beberapa baju ganti dan bekal makan untuk Wonwoo. Karena setiap kali Wonwoo ke kantin maka akan berakhir makanannya tumpah berserakan dimana-dimana karena ulah mereka yang mendorong atau menjegal Wonwoo.
" Hyung, sakitkah?" tanya Mingyu melihat luka yang melebar di lutut kanan Wonwoo. Mereka sekarang tengah berada di UKS. Mingyu langsung membawa Wonwoo ke sini karena melihat Wonwoo yang sedang terjatuh di tengah lapangan, di pastikan itu adalah ulah para pembully Wonwoo.
" Hyung, apa yang mereka lakukan kali ini? Kenapa lututmu bisa sampai seperti ini?" tanya Mingyu.
" Seperti biasa." Singkat namun penuh makna, selalu itu jawaban yang di terima Mingyu setiap kali dia bertanya apa yang mereka lakukan kepada Wonwoo. Seolah kejadian-kejadian itu adalah makanan sehari-hari bagi Wonwoo.
" Hyung, Ku dengar rumahmu akan di sita dua hari lagi.." ujar Mingyu.
" Ne. Kau benar." Ujar Wonwoo,pelan. Seolah dia sudah tidak punya semangat hidup lagi.
" Lalu, kau mau tinggal dimana?" tanya Mingyu.
" Entahlah.." ujar Wonwoo pasrah.
" Hyung, bagaimana kalau tinggal di rumahku saja?" tanya Mingyu menawari Wonwoo.
" Aku tidak mau merepotkan paman kim dan bibi kim, cukup aku merepotkanmu saja." Tolak Wonwoo.
" aku tidak merasa di repotkan.. dan eomma dan appa pasti juga dengan senang hati menerimamu." Ujar Mingyu.
" Tidak, Terima kasih. Mungkin aku akan tinggal bersama Seungcheol hyung." Ujar Wonwoo.
" Begitukah?" tanya Mingyu.
" Ne, paman Choi sudah menawariku sejak lama tapi aku menolaknya saat itu. Dan mungkin sekarang aku akan menerima tawarannya." Jelas Wonwoo.
" Ne, kau harus menerimanya. Walaupun tidak tinggal denganku setidaknya kau aman tinggal bersama Seungcheol hyung." Ujar Mingyu.
OOO
Hari ini Wonwoo tidak masuk sekolah, dia sedang mengemasi barang-barangnya untuk dipindahkan ke rumah Seungcheol. Paman Choi dan Bibi Choi juga ikut membantunya, bagaimanapun Wonwoo itu adalah keponakan kesayangannya. Sebenarnya Seungcheol dan Mingyu ingin ikut membantunya namun ditolak mentah-mentah oleh Wonwoo. Wonwoo memaksa mereka untuk tetap masuk sekolah, karna mereka harus belajar dengan baik apalagi Seungcheol yang akan lulus Junior High School tahun ini.
"Wonu-ya.." panggil Choi Ahjuma.
" Ne?"
" Apa masih ada barang yang perlu dibawa lagi?" tanya Choi ahjuma.
" Sepertinya sudah tidak ada." Jawab Wonwoo.
" Baiklah kalau begitu, kami tunggu di mobil,ne?" ujar Choi ahjuma. Dia pikir, mungkin Wonwoo butuh waktu sendiri sebelum benar-benar meninggalkan rumahnya sejak kecil.
"ne ahjuma.." ujar Wonwoo. Melihat Choi ahjuma telah meninggalkannya sendiri di kamarnya yang sebentar lagi akan ditinggalkan.
" Hufft... aku sama sekali tidak pernah berpikir ini akan terjadi sebelumnya. ku pikir hidupku akan terus bahagia sampai sekarang. Ku pikir semuanya akan baik-baik saja.. ungh.. kenapa berat sekali meninggalkan rumah ini? Banyak sekali kenangan ini di sini.. " ujar Wonwoo, meneteskan air matanya.
" Wonu-ya.. kajja!" ajak Choi ahjuma yang menghampiri Wonwoo.
" Ne." Dan Wonwoo melangkah pergi meninggalkan rumahnya.
OOO
Sudah satu minggu Wonwoo tinggal bersama keluarga Choi, tapi semua keadaan masih sama. Meskipun sekarang ketika pulang sekolah Wonwoo selalu di sambut hangat oleh Choi ahjuma, tapi itu tidak mengubah keadaan di sekolah. Semuanya masih sama, Wonwoo tetap di bully. Seluruh keluarga Choi sama sekali tidak ada yang tau tentang pembullyan itu. Karena Wonwoo memang berniat tidak memberitahukan mereka, Wonwoo takut mereka jadi khawatir padanya. Wonwoo tidak mau mereka jadi memikirkannya, Wonwoo cukup berterima kasih atas kebaikan mereka yang sudah menampungnya.
"Hyung, mianhae..." ujar Mingyu tiba-tiba saat mereka sedang duduk bersama di atap sekolah
" Mianhae, aku tidak bisa menepati janjiku. Hyung, apa kau akan baik-baik saja ketika ku tinggalkan?"
" apa maksudmu Mingyu-ya?" tanya Wonwoo.
" Besok lusa aku akan pindah ke Jepang" jawab Mingyu
TBC...
Kita mau minta maaf kalau sebelumnya cerita ini ada kesalahan. udah di perbaiki kok.. dan ini kita mau minta maaf kepada para readers yang udh nyempetin waktunya buat ngeriview cerita ini. maaf, kita blm bisa bales review kalian. mungkin di chapter depannya kita akan bales review kalian.
