CHAPTER 3 (DEPARTURE)
Mereka masih duduk di sana, semua tampak hening setelah Mingyu mengatakannya.
" K-kau.. apa?" tanya Wonwoo, memastikan dia tidak salah dengar.
" Aku.. aku akan pindah besok lusa." Jelas Mingyu lagi, dia takut Wonwoo akan marah padanya.
"Tapi- tapi kenapa? Apa kau sudah bosan berteman denganku? " tanya Wonwoo.
" Aniya,hyung.. appa mendapat tugas ke Jepang sementara kami harus ikut ke sana. Awalnya aku menolak ikut, tapi eomma bilang akan lebih baik jika aku ikut dengan mereka." Jelas Mingyu,memandang Wonwoo yang hanya diam. "Hyung, kau pasti marah padaku.."
" Entahlah.." ujar Wonwoo pelan, air matanya perlahan menetes membasahi pipinya.
" Hyung.."
" Aku tidak tau Mingyu-ya, aku tidak tau apakah harus marah atau sedih. Aku hanya- kehilangan.. hanya itu yang aku rasakan dua tahun ini..hiks.. a-aku-"
" Hyung, mian.. aku tidak bisa menepati janji. Aku tidak bisa berada di sampingmu lagi, aku tidak bisa menjagamu lagi.." ujar Mingyu sedih,rasa bersalah terus menyelimuti dirinya. Dia tau,sangat tau bagaimana rapuhnya sosok di sampingnya ini.
" Aku- tidak- menyangka, yang ku takutkan akan terjadi. Kau akan pergi jauh dariku." Ujar Wonwoo.
" Hyung.." ujar Mingyu memeluk tubuh ringkih Wonwoo.
" Aku juga berpikir begitu.. hyung, mau kau berjanji padaku? Beberapa hal." Ujar Mingyu.
" Tidak, aku tidak mau berjanji lagi jika akhirnya tidak di tepati." Ujar Wonwoo melepas pelukan Mingyu.
" Baiklah, kalau begitu aku akan mengatakan ini. 'aku akan kembali dan pasti kembali, jadi tunggu aku. Dan saat aku kembali ku harap kau menyambutku dengan senyuman. Aku akan kembali padamu dan menjagamu. Menutup telingamu ketika kau mendengar ada yang mengatakan hal buruk tentangmu, menutup matamu ketika mereka memandang buruk dirimu. dan membuka hatimu untuk orang yang selalu menjagamu,di hatimu.' Jadi jangan lupakan aku,hyung.." ujar Mingyu. Dan itu membuat sebuah senyuman bagi Wonwoo.
" jadi kau memintaku untuk menunggumu? Dan darimana kata-kata romantis seperti itu?" tanya Wonwoo.
" kalimat-kalimat romantis itu tentu saja aku buat sendiri.. dan ya, kau bisa mengingat kalimatku itu dan kau bisa buktikan ketika aku kembali nanti. Karna kau tidak mau berjanji maka aku memohon padamu, ku harap kau bisa percaya padaku. Ini merupakan bentuk permintaan maafku padamu." Ujar Mingyu.
" Yah.. aku akan mengingat perkataanmu tadi.." ujar Wonwoo.
" Hyung, besok lusa kau ikut mengantarku ke bandara ya? Aku ingin melihatmu terakhir kali sebelum aku pergi Jepang." Ujar Mingyu.
"Ara.. aku pasti datang. Jam berapa kau berangkat?" tanya Wonwoo.
" Kami ambil penerbangan siang, karna masih ada banyak hal yang harus eomma dan appa urus. Aku tidak tau apa itu. Kalau tidak salah penerbangannya pukul 2 siang." Jawab Mingyu.
"Ah, berarti sepulang sekolah aku akan langsung ke sana." Ujar Wonwoo.
OOO
Hari ini adalah hari keberangkatan Mingyu ke Jepang, jadi dipastikan hari ini Mingyu tidak masuk sekolah. Wonwoo tidak yakin hari ini dia akan aman, apalagi tidak ada Mingyu. Pasti mereka akan lebih membully Wonwoo, tapi ini aneh. Sejak tadi pagi belum ada yang membully Wonwoo, bahkan sekarang sudah hampir jam pulang. Wonwoo punya firasat yang tidak baik kali ini, ini tidak biasanya.
"Songsaenim,saya ijin ke kamar mandi.." ujar Wonwoo dan di angguki oleh guru yang mengajar di kelasnya. Saat perjalanan menuju toilet Wonwoo merasa ada yang aneh. Murid yang berkeliaran memandangnya penuh ancaman, tidak seperti biasa. Saat Wonwoo akan masuk ke dalam toilet tiba-tiba ada yang mendorongnya dan membuat kepalanya terbentur tembok.
"Hey kau! Ku dengar Mingyu pindah ke Jepang ya hari ini? Jadi sekarang kau sendirian, ungh.. kasihan tidak ada yang membelamu lagi. nah, hari ini adalah awal hidupmu yang sebenarnya. Tapi aku akan sedikit berbaik hati !" ujar namja bernama Boo Seungkwan, anak pemilik saham tempat ayah Wonwoo bekerja.
BYUR!
"Ungh.. lihat dirimu, bau sekali! Oh, Mingyu berangkat pukul 2 kan? Kalau begitu datanglah kesana,bye.." ujar Seungkwan meninggalkan Wonwoo di dalam kamar mandi.
"Sial! Satu jam lagi waktu keberangkatan Mingyu, aku harus cepat." Ujar Wonwoo.
Cklek!
Terdengar pintu kamar mandi yang dikunci dari luar, hal itu langsung membuat Wonwoo panik. Dia harus menemui Mingyu di bandara,tapi sekarang dia harus bagaimana?
"YAK!BUKA PINTUNYA! SIALAN! BUKA PINTUNYA!" teriak Wonwoo sambil terus menendang-nendang pintu toilet.
OOO
Satu jam berlalu, itu artinya sekarang adalah waktu keberangkatan Mingyu. Mingyu sudah menunggu Wonwoo sedari tadi, tapi Wonwoo sama sekali belum muncul.
"Mingyu, kajja kita berangkat. Sepertinya Wonwoo tidak akan kemari." Ujar eomma Mingyu.
"Iya, lagipula ini sudah waktunya kita berangkat." Ujar appa Mingyu.
"tapi-"
" Ayo,sayang.."
"N-ne eomma.." ujar Mingyu sambil terus menengok ke belakang. 'hyung,kau dimana? Apa kau benar-benar tidak datang? Hyung, kuharap kau akan menungguku kembali. Aku janji akan kembali. Sampai bertemu hyung..'
TBC...
