CHAPTER 4 (PRESSURE)

Sudah hampir satu tahun setelah Mingyu pergi, itu artinya sekarang Wonwoo sudah berada di tingkat akhir Junior High School. Tapi semuanya tidak ada yang berubah, hidup Wonwoo semakin tertekan. Mereka semakin sering membully Wonwoo, menyuruh ini itu. Apalagi mereka yang membully adalah anak-anak penyumbang dana terbesar di sekolah, membuat pihak sekolah tidak melakukan tindakan apapun ketika mereka melakukan pembullyan.

"Arggh! Sakit!" jerit Wonwoo saat Seungkwan dengan sengaja menginjak lututnya yang belum sembuh.

"oh sakit ya? Bagaimana dengan ini,hah?" ujar seungkwan menarik rambut Wonwoo dengan kencang membuat Wonwoo berteriak kesakitan.

"ARGGH! Hiks.. lepas kumohon.. argh! Sakit! Sakit!" teriak Wonwoo.

" Kau tau? Ayahmu melakukan pengakuan yang membuat ayahku terlibat dengan polisi. Dan kau harus terima akibatnya." Ujar Seungkwan. Dengan teganya dia membenturkan kepala Wonwoo berkali-kali ke tembok gudang sekolah.

" A-akh.. sakit.." rintih Wonwoo, Wonwoo bisa merasakan kepalanya benar-benar pusing dan dia yakin kepalanya berdarah dia bisa mencium bau anyir di dekatnya.

" bagaimana? Sakit? Itu tidak seberapa di bandingkan dengan hancurnya keluargaku karena ulah ayahmu itu." Ujar Seungkwan. Menendang dengan keras perut Wonwoo.

"UHUK!UHUK! Ungh.. k-ku pikir... kita- s-sama- kan?" ujar Wonwoo terbata.

" Apa? Jadi kau menyamakanku denganmu? Cih, aku tidak sudi!" ujar Seungkwan. " kau ingin semua ini berhenti kan? Maka ini adalah akhir semuanya." Ujar Seungkwan. Lalu datang 2 siswa yang sudah membawa beberapa tali.

" Waw, hallo manis.." ujar siswa pertama

" A-apa yang akan kalian lakukan?" ujar Wonwoo takut.

" Menurutmu? " ujar siswa ke 2

" kalian urus dia, aku tidak perduli apa yang akan kalian lakukan. Terserah! Yang pasti aku tidak melihatnya besok." Ujar Seungkwan.

" ka-kalian mau apa?" tanya Wonwoo.

" kami ditugaskan untuk membunuhmu, tapi santai saja kami akan membunuhmu dengan pelan." Ujar siswa pertama dengan seringainya.

" a-apa m-maksud kalian?"

" baiklah kita ikat dia-"

BUGH!

Wonwoo memukulkan balok kayu yang dia dapat di belakang tubuhnya.

"Sialan!"

BUGH!

"Eungh.. uhuk!uhuk!"

Mereka berkali-kali memukuli Wonwoo, dengan balok kayu. Tentu saja Wonwoo tidak mampu melawan, tubuhnya seakan mati rasa. Mau berdiri saja,dia tidak mampu.

" Kau sudah memulainya dengan kasar, maka kami akan melakukannya dengan kasar juga."

BUGH!

BUGH!

"A-akh...ARGH! Hiks.. h-hentikan..ungh..argh! uhuk. Uhuk!"

"rasakan ini!"

"AKH! ARGH! UHUK!UHUK!"

Wonwoo sudah berada di ambang kesadaran sekarang, air matanya terus keluar. Tubuhnya terasa remuk, rasa sakit yang tak kunjung selesai membuatnya seakan mati rasa. Wonwoo sudah tidak kuat lagi, semuanya terasa samar-samar.

'ungh... Mingyu-ya...'

Hanya nama itu yang selalu terngiang di pikirannya, orang yang selalu menolongnya,melindunginya. Orang yang tidak mungkin ada saat ini, orang yang diharapkan kedatangannya. Wonwoo tak sadarkan diri, yang terakhir dia lihat ada beberapa orang yang masuk ke gudang menghamirinya dan tiba-tiba semuanya gelap.

OOO

Seorang namja paruhbaya tengah berbincang-bincang dengan seorang dokter, terlihat mereka sangat serius membicarakan sesuatu.

" Jadi, apa keadaannya parah?"

" Bisa di bilang 'ya',Wonwoo membutuhkan banyak donor darah karena pendarahan hebat di kepalanya akibat hantaman benda tumpul berkali-kali, dan ada sebagian tulang-tulangnya yang patah sehingga kita harus segera melakukan operasi." Ujar dokter tersebut.

" baiklah, lakukan operasinya segera. Tolong selamatkan Wonwoo."

" Kami akan segera melakukannya, berdo'alah. Kalau begitu, tuan Choi saya permisi dulu." Ujar sang dokter.

" Semoga, semuanya berjalan dengan lancar. Wonwoo, mian.. paman belum bisa menjagamu dengan baik."

OOO

Operasi berjalan dengan lancar, dokter mengatakan bahwa Wonwoo dalam keadaan baik. Tapi, Wonwoo mengalami kerusakan hati dan tekanan yang berkepanjangan yang membuatnya trauma. Kerusakan hati yang di alami Wonwoo terjadi karena, Wonwoo terlalu sering tertekan membuatnya mempengaruhi sel-sel kerja pada organ tubuhnya. Apalagi Wonwoo yang sangat sulit makan. Dokter menyarankan untuk melakukan perawatan dan pengecekan saja karena kerusakan hati yang di alami Wonwoo tidak begitu parah. Jadi, masih bisa diatasi.

TBC...