Ghost Life
/
Menjadi hantu tidaklah mudah seperti yang kita pikirkan. Hidup mereka bahkan jauh lebih rumit dari yang kita bayangkan. Petualangan para hantu di 'kehidupan' kematiannya, dan para calon hantu yang akan masuk dalam 'kehidupan' kematian! Ikuti kisah seru mereka!
/
Cast :
- EXO members[12]
- SJ members[15]
- etc.
Warning : terdapat konten yaoi,boyslove,boyxboy,gay,hubungan sesama jenis, atau apapun itulah namanya. Alur cerita yang sudah mainstream. Bahasa semau gue(?) Cerita hanya fiktif belaka. Jangan ada pihak yang dibash! DLDR! RnR pls!
Disclaimer : Cast milik Tuhan Yang Maha Esa. FF milik saya. Kesamaan ide cerita merupakan kesalahan yang tidak di sengaja: /maklum saya kan nyari referensi cerita dari mana-mana/ tapi ini murni ide dari saya.
a/n : hello, ku kembali bawa sebuah ff yang entahlah ini rame apa engga. FF ini didedikasikan untuk Jin Jihan, Railash61, anisafransiskaa, Sofia Magdalena, guest; RedChanChan, Lovesoo, Cutesoo93, Lostin110 (mohon maaf jika ada salah penulisan nama:) sebagai sebuah bentuk penghiburan/? atas FF Just Go kemarin~ Jangan lupa RnR terus fav&follow yahh~
Enjoy!
.
.
.
Pagi itu di kediaman keluarga Byun, semuanya tampak 'normal'. Oh, kecuali jika seorang indigo datang ke rumah itu dan memberitahukan sesuatu, dan membuat keadaan rumah itu menjadi, 'hening'.
Kalian ingin tahu apa?
Ada sesosok makhluk tak kasat mata yang memakai baju serba hitam dengan model gothic. Ia membawa sebuah buku bersampul hitam dengan ukiran aneh dipinggirannya.
"Euh, ayolah. Kematian anak itu masih 43 menit lagi. Kenapa aku harus terus menungguinya? Aku adalah malaikat pencabut nyawa yang seharusnya datang tiba-tiba membuat targetku (sebenarnya orang yang sudah ditakdirkan meninggal) meninggal dengan cara yang sesuai takdirnya, bukannya menungguinya seperti hantu penunggu. Ck, sialan." Gerutu orang—oh atau lebih tepatnya makhluk itu. (yang ternyata adalah malaikat pencabut nyawa.) "Ah, terserahlah." Lanjut makhluk yang diketahui namanya sebagai Cho Kyuhyun.
"Eommaaaaa, seragamku di mana?" teriak seseorang dari balik pintu yang ditunggui oleh Cho Kyuhyun sedari tadi. "CARI SENDIRI, ANAK NAKAL!" "AISH, DASAR IBU ANEH. MENYEBALKAN!"
Jangan heran dengan kondisi di atas. Itulah kondisi normal yang sudah kusebutkan di awal.
"Ya,ya,ya, terserah. Aku sudah minta tolong baik-baik malah dijawab seperti itu. Euh di mana ya ikat pinggangku?" ujar orang yang memiliki rambut berwarna magenta, bermonolog. "ITU DI SANA!" teriaknya sembari mengikuti nada dari sebuah CF shampoo.
Anak itu bergegas menuruni tangga sembari memakai ikat pinggangnya.
Karena terlalu rusuh, ia kehilangan keseimbangan dan mulai oleng. Hampir saja ia turun dengan berguling-guling jika saja ia tidak menjaga keseimbangan.
Atau lebih tepatnya jika tidak ditarik oleh sebuah makhluk tak kasat mata.—ah Cho Kyuhyun lagi!
"Belum saatnya kau mati anak muda. Kematianmu tidak ditakdirkan karena jatuh dari tangga." Ujar Kyuhyun tanpa diketahui oleh siapapun.
"Woah, hampir saja aku merenggang nyawa." Anak itu bermonolog.
"Ya, dan cepatlah turun sebelum kau merenggang nyawa karena kepalamu dipenggal ibu." Balas seseorang dengan nada sarkastik.
"Ey, sinis sekali, Byun."
"Margamu juga Byun, bodoh."
"Jangan sampai kau menangis tersedu-sedu saat aku meninggal, oke? Haha."
"Tidak akan bodoh. Untuk apa aku menangisi adik menyebalkan seperti dirimu itu? Bermimpilah."
Berhati-hatilah dengan ucapan kalian.
"Ya terserah." Lalu kedua orang yang ternyata kakak beradik itu segera menuruni tangga.
-The Death-
Pemuda bersurai magenta tadi sedang berjalan menyusuri trotoar—hendak pergi ke halte bus terdekat. Sudah rutinitas paginya ia berangkat sekolah menaiki bis.
Setelah sampai di halte, ternyata bis dengan cat hijau yang sudah terkelupas dibeberapa bagian itu sudah menunggu para penumpang. Baekhyun—nama anak itu, segera berlari menuju bis tersebut.
Namun naas, saat ia hendak naik ke bus itu, kakinya tergelincir—karena ia tak sengaja menginjak tali sepatunya sendiri, dan ia langsung terjungkal ke belakang dengan kepala yang dengan cepat membentur aspal, menimbulkan suara benturan yang cukup kuat namun terhalang suara mesin dari bis itu.
Kini rambut magentanya terlihat semakin merah.
Tak sampai di situ, kaki Baekhyun yang terdapat di kolong bis tersebut langsung saja mengeluarkan bunyi patahan tulang karena si pengemudi bis tersebut tak tahu jika salah satu penumpang bis nya jatuh, langsung melajukan bisnya.
Kamis, 07/04/2016 pukul 07.33, meninggal karena kecelakaan saat akan naik bis.
Kyuhyun menuliskan itu di buku hitam yang dibawanya sedari tadi.
"KYAAAAAA." Lalu terdengarlah pekikan ketakutan dari seorang wanita yang memakai wrap dress berwarna baby blue itu. Segeralah orang-orang menghampiri Baekhyun—yang ternyata sudah tak bernyawa.
"Woah, yang tadi itu rasanya tidak sesakit yang kubayangkan. Eh tapi tunggu dulu, kenapa aku melihat tubuhku di sana? A—apa jangan-jangan..."
"Ya benar. Selamat datang, Byun Baekhyun." Ujar Kyuhyun tiba-tiba dan membuat Baekhyun terlonjak kaget.
"K—kau malaikat—ehem—pencabut nyawa?" tanya Baekhyun takut-takut
"Ne, ah sudahlah. Mau lihat kemana kau akan dibawa?" tanya Kyuhyun dan dijawab dengan anggukan perlahan anak itu.
-The Death-
"AH BAEKHYUNEE, MAAFKAN AKU! AKU MENYESAL MENGUCAPKAN BAHWA AKU TIDAK AKAN BERSEDIH JIKA KAU MENINGGAL. KUMOHON BUKALAH KEMBALI MATAMU, ADIKKU. KAU TAHU KAN BAHWA SELAMA INI HYUNG HANYA BERPURA-PURA? KAU TAHU KAN BETAPA AKU MENYAYANGIMU BYUN BAEKHYUN? HUHUHU MAAFKAN AKU."teriak seorang laki-laki—hyung dari Baekhyun, pilu.
Sudah kubilang berhati-hatilah dengan ucapan kalian.
"BAEKHYUN-AH BANGUNLAH SAYANG. EOMMA AKAN MEMBUATKAN MAKANAN KESUKAANMU SETIAP HARI JIKA KAU BANGUN. EOMMA AKAN MEMBELIKAN BANYAK ES KRIM UNTUKMU, BAEKHYUNIE. EOMMA JUGA TIDAK AKAN MEMARAHIMU LAGI." Kali ini ibunya.
Ayah Baekhyun hanya dapat menahan tangis dengan terus menggigiti bibir bawahnya—meredam tangis, dan menundukkan kepalanya. Bahunya bergetar hebat.
Ternyata polisi yang mengurusi Baekhyun tadi langsung membawa Baekhyun ke rumahnya—berdasarkan alamat di kartu pelajarnya, setelah tahu Baekhyun sudah tidak bernyawa.
Mari kita tinggalkan keluarga yang sedang bersedih itu.
"Eomma, appa, hyung—hiks, jangan menangis lagi—hiks, aku tau kalian begitu menyayangiku, aku juga menyayangi kalian. Selamat tinggal semuanya—hiks." Itu jiwa Baekhyun yang sudah resmi meninggalkan raganya.
"Hyuuuung, apa aku tidak boleh hidup lebih lama lagi? Semingguuuu sajaa." Ucap Baekhyun sembari memohon pada Kyuhyun.
"Aku bukan Tuhan, Baek. Sudahlah. Kau harus mengikutiku. Kau akan hidup di alam baru, cepatlah beradaptasi oke?" balas Kyuhyun sembari menepuk-nepuk kepala Baekhyun pelan.
Baekhyun hanya dapat menghela nafas seraya memikirkan bagaimana 'kehidupan'nya nanti di'alam baru'nya itu.
-The Death-
"Kau akan dipandu oleh Lee Sungmin sunbae ke api penyucian.—tempat dimana arwah orang mati berkumpul. Kau harus mengikuti segala perintahnya untuk saat ini." Ujar Kyuhyun memberi petuah.
"Ne, hyung. Selamat tinggal, dan jangan merindukanku yahh~" Baekhyun membalas sambil beraegyo.
"Hentikan, menjijikan. Cepat ikut aku." Kali ini Sungmin, ternyata wajah imutnya hanya kedok. Sebenarnya makhluk satu itu galak sekali—batin Baekhyun.
"Sebelum masuk ke api penyucian, kau akan di masukan dulu ke dalam sebuah ruangan. Kau harus mengikuti tes yang akan diberikan, hasil tesnya akan menentukan dalam grup mana kau akan ditempatkan." Jelas Sungmin (sedikit) ogah-ogahan.
"Baiklah~ tapi tesnya tidak sulit kan,hyung?" Baekhyun bertanya namun ternyata makhluk yang ditanyainya sudah hilang, entah kemana.
"Loh, hyung? Hyung di mana? Sungmin hyung? Ish, jangan tinggalin aku sendirian dong, di sini kan banyak arwah.—rupanya dia tidak sadar kalo dirinya juga sudah menjadi arwah sekarang. Aku takut. Hyuuuung, jangan bercanda, ga lucu tau. Tapi kalo aku sih memang lucu."
Karena panggilanya tidak dijawab-jawab, Baekhyun mulai panik. Di alam 'aneh' seperti ini dan ditinggal sendirian apalagi baru pertama kali, siapa coba yang tidak panik?
Baekhyun merasa matanya mulai panas dan siap mengeluarkan cairan bening—air mata. Hidungnya juga mulai memerah karena menahan tangis ditambah ujung baju seragamnya (baju terakhir yang dipakainya sebelum meninggal) sudah kusut karena terlalu lama digenggam. Baru ingin berteriak—karena panik, bahu Baekhyun sudah lebih dulu diguncang seseorang sambil bertanya, "Kau tak apa?"
Baekhyun segera menggeleng kuat menyatakan bahwa ia tidak baik-baik saja. "U—uh, a—apa kau juga salah satu malaikat atau penjaga di sini?" tanya Baekhyun pada seorang (apa ia bisa disebut orang?) pria yang kelebihan kalsium itu.—setidaknya itulah kata Baekhyun.
"Ah, haha aku juga salah satu eum arwah di sini. Sama seperti mu. Haha." Balas pria itu sambil tertawa canggung.
"Kenapa kau menangis,eum..." "Byun Baekhyun." "Ah, ya. Mengapa kau menangis Byun Baekhyun?" tanya pria tinggi itu.
"Sebaiknya ralat kata-katamu. Aku tidak menangis, hanya hampir menangis."—Ya terserah kau Byun. "Aku hanya panik karena eum sebuah makhluk ya kita katakan seperti itu saja, meninggalkan ku di sini. Dia pikir aku ini senior di sini apa? Aku kan baru di sini. Mana tau apa-apa." Lanjut Baekhyun, penyakit cerewetnya kambuh lagi, dia menjelaskan kejadian yang menimpanya, sembari curhat terselubung sebenarnya.
"Haha, kebetulan. Aku juga bernasib sama sepertimu, haha." Balas pria 'aneh' itu—lagi-lagi menurut Baekhyun.
Sepertinya pria tinggi disebelahnya ini pernah mengalami 'sedikit' gangguan mental semasa hidupnya. Bagaimana tidak? Sedari tadi ia banyak tertawa dan tersenyum seperti orang idiot. Menyeramkan. Ditambah suara seperti om-om mesum yang pernah hampir mencabuli adik perempuan tetangganya—batin Baekhyun. Ah tidak perlu dipikirkan bagaimana Baekhyun tahu suara om-om mesum itu.
Back to script
"Ok, sekarang kemana kita harus pergi? Eum, siapa namamu?" "Park Chanyeol" "Ah ya siapapun itu, kemana kita harus pergi?" bukan Baekhyun namanya jika tidak dapat membuat orang lain kesal dengan ucapan ceplas-ceplos nya.
"Park Chanyeol. Ingat itu. Aku juga tidak tahu." Ujar Chanyeol membuat Baekhyun sweatdrop. "Ah, kita duduk saja di sini, siapa tahu ada makhluk penjaga—yah jika bisa disebut seperti itu, yang datang." Lanjutnya dan langsung disetujui oleh Baekhyun.
Kedua arwah pria berjenis kelamin laki-laki itu duduk berdampingan di sebuah lorong. Mereka berdua merasa terlalu canggung untuk memulai sebuah percakapan sehingga keadaannya sangat hening. Sampai sebuah suara menginterupsi keheningan mereka.
'krruuuuuukk'
"Ehehe, maaf aku lapar. Ternyata di alam seperti ini juga kita bisa merasakan lapar ya? Hehe." Sudah dapat ditebak siapa itu—Byun Baekhyun.
"Yah, tidak masalah. Tapi sebaiknya kau tahan laparmu itu sampai ada yang dapat membantu kita." Balas Chanyeol malas.
Dan setelah itu ada beberapa rombongan makhluk-makhluk sejenis Sungmin tadi menghampiri mereka.
"Hei kalian. Kalian sudah melanggar undang-undang pasal 28B di wilayah ini karena kalian tertangkap kering(?) berpacaran di koridor ruang tempat tes arwah baru. Sekarang ikut kami menghadap hakim agung!" perintah makhluk pendek yang menyebalkan—lagi-lagi menurut Baekhyun—sepertinya dia tidak sadar bahwa dia juga pendek dan menyebalkan, sambil mendakwa(?) kedua arwah itu.
"KAMI TIDAK BERPACARAN!" teriak kedua arwah itu bersamaan.
Kompak sekali.
'atau mungkin akan berpacaran.' Batin—entah siapa.
"Ah sudah, jelaskan nanti pada hakim." Balas makhluk tadi, tidak mau mendengarkan penjelasan mereka.
Mereka dibawa ke tempat—yang katanya tempat hakim agung berada—entah itu apa, di mana, dan siapa, mereka hanya bisa pasrah menunggu nasib mereka selanjutnya.
Sementara itu,
"Baekhyun? Loh kemana anak itu? Di tinggal sebentar ke kamar mandi sudah hilang lagi. Merepotkan." Itu Sungmin! Jadi, bagaimana nasib Baekhyun dengan Chanyeol sekarang?
"Entahlah. Aku lapar, aku cari Baekhyunnya nanti saja."
Sungmin tidak (belum) peduli.
To Be Continued.
Waks, saya dateng lagi bawa ff absurd, aneh, gaje, dan sebangsanya. Ini ff chaptered pertama yang ku publish hehe. Makasih banyak yang udah nyempetin baca. Aku padamuu. Oh iya kira-kira ini rate nya tetep di T atau diubah ke M ya? Ada beberapa adegan yang ya cukup sadis—menurutku. Bahasa yang kurang halus mungkin juga menjadi faktor ff ini bakal dinaikin rate nya. Yah, aku minta pendapat kalian aja.
Dan aku ada satu ff lagi yang eum, pairingnya mungkin ga terlalu terkenal dan ga banyak fansnya tapi pengen ku publish, kira-kira ada yang mau baca ga ya? Haha, pairingnya teuksora. /pada tau ga?'-'/ kalo misalnya pada ga terlalu suka mungkin ffnya bakal ku publish tapi cast dan pairingnya diganti dengan salah satu EXO official pairing. (ingat, mungkin ya)
Ok, last
Mind to review?
With love,
160407 | 18.53
