Ghost Life
Menjadi hantu tidaklah mudah seperti yang kita pikirkan. Hidup mereka bahkan jauh lebih rumit dari yang kita bayangkan. Petualangan para hantu di 'kehidupan' kematiannya, dan para calon hantu yang akan masuk dalam 'kehidupan' kematian! Ikuti kisah seru mereka!
Cast :
- EXO members[12]
- SJ members[15]
- etc.
Warning : terdapat konten yaoi,boyslove,boyxboy,gay,hubungan sesama jenis, atau apapun itulah namanya. Alur cerita yang sudah mainstream. Bahasa semau gue(?) typo(s). a/n super panjang setelah kata tbc, yang lebih panjang dari ceritanya mungkin? Ga penting juga sih. Cerita hanya fiktif belaka. Jangan ada pihak yang dibash! DLDR! RnR pls!
Disclaimer : Cast milik Tuhan Yang Maha Esa. FF milik saya. Kesamaan ide cerita merupakan kesalahan yang tidak di sengaja: /maklum saya kan nyari referensi cerita dari mana-mana/ tapi ini murni ide dari saya.
a/n : hello, setelah sekian lama saya kembali bawa chapter 2! Hehe, semoga menghibur ya. Kalo lupa ceritanya gimana baca chap sebelumnya ok? Dan aku kembali update bareng kak Railash61 yang update ff Dark Side chapter 19 a.k.a epilog! Yeee, jangan lupa baca yaaa~
Enjoy!
.
.
.
"Sungmin Sunbae!"
"Sungmin Sunbaenim!"
"YA TUHAN, SUNGMIN SUNBAE!"
"ISH, IYA APA SIH TERIAK-TERIAK? AKU TIDAK TULI, TAHU!"
Krik krik.
Hening
"-_-, terserah. Sunbae dipanggil oleh Rhadamanthys."
"E—eh, memangnya aku melakukan apa?" tanya Sungmin takut-takut.
"Entah. Tapi setidaknya sunbae tidak dipanggil oleh Hades."
"A—ah baiklah, terima kasih."
Lalu Sungmin pergi ke tempat Hakim Agung tersebut.
.
Sementara di tempat lain,
.
"AKU TIDAK MELAKUKAN APAPUN DENGAN SI TIANG BERJALAN INI, PAK! TOLONG DIMENGERTI, ANDA HANYA SALAH PAHAM SAJA! TANYAKAN SAJA PADA KUHYUN—KIHYUN—AH,KUYHUN ATAU SIAPAPUN ITU. IA YANG MEMBAWAKU KE DUNIA INI, tolong lah." Ucap Baekhyun dengan nada tinggi yang melemah di akhir kalimatnya sambil menunjukkan wajah memelas—yang membuat Chanyeol mulas, andalannya.
'sialan, aku bukan tiang berjalan, pendek!' yeah, itu Chanyeol.
Sang Hakim Dunia Bawah itu pun hanya dapat mengerjapkan mata—terkejut sekaligus bingung, atas tingkah arwah baru di depannya kini. Baru ia akan melemparkan pertanyaan kepada prajuritnya mengapa kedua arwah baru tersebut dibawa ke hadapannya, ia lebih dulu disuguhi oleh rengekan—atau teriakan, arwah dengan tubuh paling kecil.
"Ya, tapi ada yang ingin ku tanyakan, me—"
"Permisi, HUA BAEKHYUNEE APA YANG TELAH KAU PERBUAT, HAH?" teriak Sungmin yang baru saja sampai ke tempat tersebut.
Awalnya ia sedang menyapa prajurit yang ada di sana karena ia dipanggil oleh Rhadamanthys. Namun setelah melihat ada dua ABM—arwah baru masuk, yang salah satunya dikenalinya sebagai Byun Baekhyun, arwah bimbingannya, ia kalap. Ia lupa tempat di mana ia berada sekarang. Ia tak sadar sudah memotong ucapan seorang Hakim Agung.
Siap-siap mati kau, Sungmin!
Eh tapi dia kan sudah mati.
._.
"Ehem," Rhadamanthys berdeham guna memancing atensi dari tiga arwah yang entah bagaimana harus dijelaskan keadaannya saat ini.
"Ehem!" Rhadamanthys berdeham lebih keras lagi karena ia diabaikan. Rhadamanthys tak suka diabaikan.
Tak satu makhlukpun suka diabaikan.
Rhadamanthys menunduk sedih. Siapa sangka Hakim Agung Dunia Bawah yang terkenal akan keganasannya bisa semelankolis ini?
"Hey, kalian membuat Hakim Agung bersedih!" seru seorang prajurit yang sama dengan prajurit yang menangkap Baekhyun dan Chanyeol tadi.
"ASTAGA AKU LUPA! Maafkan saya Hakim Agung!" seru Sungmin sambil membungkuk-bungkukkan badan.
Baekhyun dan Chanyeol hanya diam berdiri menatap bergantian antara Sungmin, sang Hakim, dan prajurit dengan pandangan polos (bodoh) nya.
'krrruuuuuuuukkk'
Ups.
"Ahehehe," si pelaku cengengesan karena perutnya berbunyi.
"Aku lapar, hehe." Tambahnya.
"Yak! Sudah dua kali! Tidak malu?!" sudah diketahui siapa.
"Ehem, begini, mengapa kau membawa dua arwah baru ini kemari?" ujar Rhadamanthys menengahi sembari bertanya kepada prajurit—arwah penjaga.
"Maaf memotong, tapi sepertinya anda harus segera minum obat batuk, pak. Sedari tadi anda terus berdeham." Ujar Baekhyun polos—tak tahu malu.
Alhasil, kepalanya dipukul oleh Chanyeol dan Sungmin secara bersamaan.
Lalu hening.
"Yeah, kau yang terbaik, hyung!" seru Chanyeol lalu berhighfive dengan Sungmin.
Baekhyun kesal.
Rhadamanthys bingung.
Prajurit masa bodoh.
Lalu ruangan itu kembali hening.
"Pergilah, menghilang sajalah~" ujar Rhadamanthys seperti mengikuti penggalan lirik dari sebuah lagu galau sembari menggerakkan tangan—menyuruh pergi.
"A—ah baiklah, terima kasih, pak!" ucap Sungmin hendak pamit.
"Ya, dan juga sebelum mereka ikut tes ajak mereka untuk makan terlebih dahulu." Pesan Rhadamanthys pengertian.
Baekhyun yang mendengarnya langsung berbinar.
'Mulai menunjukkan ketidakwarasannya kembali bocah ini.' Batin Chanyeol.
Sebelum Baekhyun berulah, ia cepat-cepat membekap mulut Baekhyun dengan tangannya lalu mengucapkan terima kasih kepada Rhadamanthys dengan sopan.
Lalu mereka segera pergi dari sana.
-Day 1-
"Makannya pelan-pelan saja, Baek. Lihat Chanyeol." Ujar sungmin.
"Aku ya aku, Canhyol ya Canhyol, jangan samakan." Balas Baekhyun cuek sambil kembali memakan makanannya.
"Namaku Chanyeol, Baek. Park Chanyeol. Tolong diingat, aku punya nama, bukan Canhyol, apalagi tiang berjalan. Sebodoh apasih kau ini saat hidup?! Mengingat nama saja tidak bisa. Sudah pendek, tidak manly, tidak tahu sopan santun, lebay, alay, bodoh pula. Untung sudah meninggal, orang-orang disekitarmu dulu pasti merasa terbebani sekali. Ah tapi tak ada untungnya sama sekali sih, kau bahkan mengacau di tempat seperti ini." Ujar Chanyeol panjang lebar karena kesal.
Baekhyun memang rusuh, hobi cari masalah, dan semua yang diucapkan Chanyeol mengenai dirinya hampir seluruhnya benar. Namun Baekhyun kita ini sangat sensitif perasaannya.
Tanpa ba-bi-bu ia menendang tulang kering Chanyeol yang sedang duduk di depannya, lalu melemparkan sendok yang ada di tangannya ke kepala Chanyeol dan
Syut
Plak!
Home run!
.
Yeah, tepat sasaran.
Baekhyun menggebrak meja lalu keluar dari ruangan yang mirip kantin tersebut.
Entah kemana.
"Well, kalian berdua sama kekanakkannya." Ucap Sungmin. "Aku cari Baekhyun dulu. Habiskan makananmu." Tambahnya.
Chanyeol diam. Ia masih lapar—tentu saja! Tapi ia tidak nafsu makan setelah melihat piring Baekhyun yang masih terisi makanan di depannya.
Ia merasa bersalah.
Cie, ada yang merasa bersalah.
Chanyeol kesal dengan sekelebat pemikiran itu lalu kembali makan.
Tidak kasihan dengan Baekhyun? Ia belum selesai makan dan tadi ia nampak lapar. Bagaimana jika ia sakit?
'Ah iya bagaimana jika ia sakit?' batin Chanyeol 'Tapi inikan dunia arwah. Mana bisa sakit.'
Tapi kau bisa lapar, masa tidak bisa sakit?
"Suara hati sialan." Gumam Chanyeol pelan sembari cemberut.
-Day 1-
Baekhyun berlari tak tentu arah, ia kesal karena teman pertamanya di dunia ini menganggapnya seburuk itu.
'Baekhyun hanya ingin mencairkan suasana.' Batinnya sedih.
Tak sadar bahwa beberapa meter di depannya ada segerombol arwah berjalan (atau melayang?) kearahnya.
"Hahaha, iya konyol sekali. Ceritakan lagi yang lain, hyung!" suara tertawa yang menggema di lorong tersebut sama sekali tidak menyadarkan Baekhyun jika ia tidak segera menyingkir dari sana ia akan mendapat masalah (lagi).
"Tiang sialan! Dipikir dia siapa?! Merasa pintar, eoh? Demi celana dalam hot pink milik hyung, walaupun begini aku masih masuk 3 besar di kelas!" Baekhyun mengomel disepanjang perjalanannya yang entah kemana. (Dan entah berbicara dengan siapa.)
Baekhyun yang terus mengomel sembari memaki-maki dengan nada yang tak dapat dikatakan selow dan rombongan arwah entah darimana itu yang terus-menerus terkikik aneh, tidak sadar bahwa mereka akan ber—
Bruukk
KYAAAAA—ini Baekhyun fyi
—tabrakan.
"YA! KALAU JALAN PAKAI MATA!" teriak seseorang (atau sesearwah? Intinya dia arwah.) yang memakai kaos dengan tulisan Lake Toba berwarna kuning.
"Pakai kaki, hyung. Mata untuk melihat." Balas seseorang(?) yang sedang memegang chocolate cookie di tangan kanannya dan susu kotak rasa vanilla di tangan kirinya.
"Sialan-_-"balas 'hyung' tadi malas.
"Ah terima kasih atas koreksinya, adik manis." Itu Baekhyun.
"Iya sama-sama, noona."
"..."
Baekhyun sweatdrop.
"A—aku laki-laki, dik."
"Oh, maaf, hyung. Tidak nampak seperti laki-laki, sih."
Baekhyun jawdrop,
Arwah-arwah dibelakang 'adik' tadi tertawa hingga kram perut.
"Kenapa tertawa? Memang benar kan? Jakun saja tidak punya. Dan hyung tutup mulutmu, awas ada python masuk."
'Kelewat polos atau bodoh sih?' Batin Baekhyun
Baekhyun tidak sadar sedari tadi tingkahnya tak jauh beda dengan anak itu.
Lalu hening.
"Mau cookie?"
Baekhyun masih lapar jadi—
"u-um"
Jelaslah dia mengangguk!
"Ini, ah hyung manis sekali!"
Siapapun selamatkan Baekhyun! Ia mulai nge-fly!
"Ah kamu bisa aja deh, adik manis."
"Makasih hyung cantik."
Tipikal uke,
"Lap ingus mu,tuh. Sudah meluber kemana-mana." Ujar seseorang yang tadi memakai kaos Lake Toba.
Siapapun bunuh Baekhyun sekarang juga!
"Euh, mau ditaruh di mana mukaku? Memalukan! Eomma aku ingin pulang hueeee" Baekhyun merengek.
"Dia kenapa sih, hyung?" bisik pria yang membawa cookie tadi kepada 'hyung'nya
"Entah, tinggalkan saja."
Lalu Baekhyun benar-benar ditinggal sendirian di sana.
Luar biasa. Belum ada sehari dia di dunia ini dan sudah dua kali ia ditinggal sendirian di lorong seram.
Mati tidaklah semudah kelihatannya.
"Baekhyun!" Sungmin berteriak-teriak dari jauh mencari Baekhyun.
"Di—hiks—sini, hyung!—hiks" balas Baekhyun berteriak dengan suara parau.
"Ck, kau kenapa sih? Jangan kekanak-kanakan. Kembali ke ruang makan tadi lalu minta maaf pada Chanyeol!"
"Ta—tapi hyung juga tadi membuatku kesal. Tidak—hiks—mau minta maaf?"
Sungmin menghela nafas kesal, "Ya baiklah, aku minta maaf. Puas? Cepat laksanakan perintahku!"
'Masih galak saja.'
"Tapi aku tidak tahu jalan."
Entah polos atau bodoh, kelakuan Baekhyun sukses membuat Sungmin naik darah. Sungmin menghela nafas panjang lalu,
"Ikut aku."
-Day 1-
"Aku minta maaf ya, Chanyeol. Aku ga ada maksud bikin kepala kamu benjol kaya gitu kok. Tapi lain kali jangan bikin kesal lagi ya."
"Ya, ya. Aku juga minta maaf, jangan cengeng lagi, jangan menyebalkan lagi, dan ya intinya jangan membuat kesal."
"Nah seperti ini kan enak. Sudah selesai makannya? Kalau sudah ayo kita pergi ke ruang tes."
Lalu mereka semua pergi ke ruang tes.
-Day 1-
"Baiklah, sekarang duduk yang rapi. Saya akan mulai membagikan lembar soal dan jawaban. Dilarang mencontek. Jawab sebisanya. Tenang saja tidak ada yang akan dihukum jika tidak tuntas. Tes ini akan menentukan di grup mana kalian akan ditempatkan. Kalian akan dipisah berdasarkan nilai yang didapat." Itu Heechul, arwah yang bertugas mengawasi tes para arwah yang baru masuk hari ini.
'Ha, pasti aku tidak akan satu grup dengan Chanyeol kaena aku akan masuk grup nilai tinggi dan dia masuk grup nilai rendah.' ya itu Baekhyun dengan pemikiran bodohnya.
Abaikan saja.
"Sebelumnya, saya akan membacakan peraturan dalam tes kali ini. Pertama, dilarang menengok ke kiri, kanan, belakang, maupun depan. Semua fokus terhadap lembar soal masing-masing. Kedua, tidak ada yang diperbolehkan meminjam alat tulis. Semua sudah di sediakan di atas meja masing-masing. Ketiga, tidak ada yang diperbolehkan keluar dari ruang tes ini dengan alasan apapun. Keempat, tidak boleh ada yang bersuara sedikitpun. Ruangan ini harus tetap tenang. Jika ada yang melanggar akan diberikan sanksi. Mengerti? Ada yang mau ditanyakan?"
"Saya seonsaengnim!"
"Ya, sebutkan nama dan pertanyaanmu."
"Byun Baekhyun, saya ingin bertanya untuk peraturan terakhir, jika mengeluarkan suara batuk atau bersin apa tetap di hukum?"
Lagi-lagi pertanyaan polos (bodoh) dari seorang Byun Baekhyun, si arwah baru yang cerewet sukses membuat arwah senior yang galak macam Kim Heechul sweatdrop.
'penyakit bodohnya muncul lagi ya ampun.' Batin Chanyeol yang duduk di pojok ruangan itu.
"Hm, ya tak apa, Byun Baekhyun, tidak akan dihukum.. Ada lagi yang mau bertanya?"
"Ah berarti seonsaengnim tidak konsisten membuat peraturan, ya?"
Heechul naik darah. Ia hampir saja menghancurkan ruangan itu karena kemarahannya jika saja tidak ditahan oleh Sungmin yang turut berjaga di ruangan itu.
"Dia memang agak idiot, sunbae. Biarkan saja." Bisik Sungmin kepada Heechul.
"Baiklah tidak ada pertanyaan lagi, sekarang kita mulai tesnya dalam tiga, dua, sa—"
"Permisi, apa boleh pergi ke toilet dulu?" Lagi-lagi Baekhyun.
Sungmin dan Chanyeol facepalm dan sibuk menggumamkan 'tidak kenal, tidak kenal.' Sambil menggeleng-gelengkan kepala.
Heechul sudah tidak tahan. Ia segera keluar dari ruangan itu dan menuntup pintunya dengan keras.
Lalu kelas itu hening.
"Sepertinya tesnya akan ditunda dulu untuk sementara. Kalian bisa menunggu di sini atau pergi ke ruang rekreasi atau ruang makan. Untuk Byun Baeekhyun dan Park Chanyeol tolong ikut saya sebentar."
Setelah Sungmin membawa kedua arwah tadi, ruangan yang ditinggalkan mereka langsung ricuh.
.
Sementara itu di ruangan lain
.
"Astaga, baru kali ini ada arwah yang cerewet luar biasa, belum lagi banyak tingkah, idiot, menyebalkan dan sifat asdfghjkl lainnya. Ku menyerah." Kim Heechul ngamuk di ruangannya. Tak lama pintu ruangannya diketuk entah oleh siapa.
"Permisi, Heechul sunbae?"
"Ya, masuk."
Saat pintu tersebut dibuka, nampaklah 3 arwah yang salah satunya sukses membuat Heechul berte—
"KYAAAA, MAU APA KAU? KENAPA ANAK SIALAN ITU DIBAWA KE SINI?!"
—riak.
Sepertinya Heechul mengidap bakuhenphobia—phobia terhadap Baekhyun.
Heechul bahkan sudah naik ke atas meja kerjanya.
"Maaf seonsaengnim, apa di ruangan ini ada kecoak? Mengapa seonsaengnim naik ke atas meja?" yeah siapa lagi? Baekhyun ofc.
"YA ADA! BESAR SEKALI!"
"HUA BENARKAH? KYA SEONSAENGNIM, BAEKHYUN TAKUT! AKU IKUT KE ATAS MEJA YA, SAEM!" dan Baekhyun naik juga ke atas meja Heechul yang menyebabkan Heechul shock lalu kehilangan kesadaran.
Entah Baekhyun terlalu polos atau terlalu bodoh untuk menyadari 'kecoak' yang dimaksud adalah dirinya.
"EH? HEECHUL SUNBAE!"
Sungmin dan Chanyeol panik. Heechul pingsan dan Baekhyun terus-menerus berteriak betapa takutnya ia akan kecoak.—apa lagi yang terbang, tambahnya. Sungmin makin stress, Chanyeol makin panik. Keadaan ruangan itu semakin kacau sampai,
BRAK
Pintu ruangan itu dibuka dengan keras oleh,
"TERIMA KASIH DEWA, YUNHO SUNBAE!"
"KALIAN ADA MASALAH APA SIH? RIBUT SEKALI!"
Lalu hening.
To Be Continued
lolol
Yeah terima kasih untuk yang sudah read, favorite, follow, serta review ff ini. Semoga menghibur dengan ceritanya yang ga seberapa (cenderung aneh) dan updatenya gatau malu (2 bulan sekali?) dan ini balasan dari review di chap 1 ;
Railash61 ; kakak selalu jadi yang pertama kok/? Hehehe :3 semangat lanjutin ff nya kak, dan jangan bosen aku recokin di line ya hehehe. Terima kasih masukannya kak:3 btw buat ratenya masi ku pertimbangkan sih :v
Guest;ia ; wuah, sayang sekali ku tidak bisa bikin ff versi genderswitch nya, maap ya:( oh ya mirip anime apa? Bisa kasih tau judulnya ga? Ku gamau di anggep plagiat hehe (Btw ku sama sekali gatau itu anime apa yang kamu maksud) terima kasih sudah rnr J
Jin Jihan ; mm
xiuxiumin ; ini sudah lanjut, rnr lagi yah ;)
URuRuBaek ; sudah next nih, iya emang tipikal uke gabisa diem sih :3 couple lain bakal muncul satu-satu kok, wait ya;) jangan lupa rnr lagii~~
hun520han ; iyadong baekhyun kapan sih ga lucu? :3 ini sudah next, rnr lagi okey?
Lovesoo ; ini sudah lanjut, iya sama-sama J kaisoo nanti ada bagiannya kok, wait ya, jan lupa rnr lagi okok?
Nah sekarang waktunya cuap-cuap gaje:/
UDAH PADA LIAT KISSING SCENE NYA PARK—BASTARD—CHANYEOL KAN GENGS? :)
/bahas terus pal/ /gua bunuh lu lama-lama diingetin mulu dah/
Iya ampun.
Cuma yah, karena kasus/? (lol) itu berpengaruh dengan next update ff ini bikos yah jujur ku sedikit kehilangan feel pas inget Chanyeol. Curhat nih ya, kubaru kali ini nangis sampe bete gini gara-gara bias ada kissing scene. Sebelumnya biasa aja malah cenderung pengen liat (kaya Kyungsoo yang di Pure Love.) Ku gatau kenapa tapi ya untuk saat ini dan entah sampai kapan ku belum bisa memperlakukan seorang Park Chanyeol seperti biasanya (kaya teriak setiap ada foto dia, bertingkah gila, dsb) tapi bukan berarti ku ga akan ship Chanbaek as lover lagi, bukan. Cuma agak dibatesin aja, dan ff ini pasti lanjut ampe selesai kok. (walau lamaaaaaaaaaaaa banget) semoga sabar nunggu nya ya.
Sekian curhat gaguna dari saya, abaikan ajah. Btw mohon maaf lahir batin ya gengs, udah mau lebaran aja nih, hehe. Kali aja ada salah, sengaja ataupun engga:/ ditunggu opor ayamnya ya! :*
Btw, sebagai permintaan maaf karena ff ini lama banget update nya, aku mempersembahkan sesuatu untuk kalian /yeeeeaaaayy/ hehe penasaran? Cek stories aku okok?
Ok last,
Mind to review?
With love,
160701 | 14.31
