Ghost Life
Menjadi hantu tidaklah mudah seperti yang kita pikirkan. Hidup mereka bahkan jauh lebih rumit dari yang kita bayangkan. Petualangan para hantu di 'kehidupan' kematiannya, dan para calon hantu yang akan masuk dalam 'kehidupan' kematian! Ikuti kisah seru mereka!
Cast :
- EXO members[12]
- SJ members[15]
- etc.
Warning : terdapat konten yaoi,boyslove,boyxboy,gay,hubungan sesama jenis, atau apapun itulah namanya. Alur cerita yang sudah mainstream. Bahasa semau gue(?) typo(s). Cerita hanya fiktif belaka. Jangan ada pihak yang dibash! DLDR! RnR pls!
Disclaimer : Cast milik Tuhan Yang Maha Esa. FF milik saya. Kesamaan ide cerita merupakan kesalahan yang tidak di sengaja: /maklum saya kan nyari referensi cerita dari mana-mana/ tapi ini murni ide dari saya.
a/n : well, yea ku memutuskan untuk ngelanjutin ff ini:v
Enjoy!
"Ehem, "
"Baekhyun. Diam."
'Dasar Baekhyun bodoh, tak tahu situasi apa?!' maki Chanyeol dalam hati.
"Jadi jelaskan. Ada apa ini? Dan, HEY ITU KIM HEECHUL? MENGAPA DIA BISA TIDUR DI SINI?!"
"Eung, sebenarnya seonsangnim itu pingsan, pak." Baekhyun mencoba menjelaskan.
"Apa yang membuatnya bisa seperti ini, Sungmin-ah? Ah, dia berat juga rupanya. Ayo bantu aku."
Dengan sigap, Chanyeol yang sedari tadi diam membantu Yunho mengangkat memindahkan Heechul ke atas sofa yang ada di ruangan itu. Sementara itu, Sungmin menjawab; "Yeah, dia sedikit stress menghadapi arwah yang baru masuk, sunbae."
"Siapa arwah baru itu?"
"Bocah mungil itu seonsangnim." Kali ini Chanyeol dengan berani menjawab pertanyaan Yunho.
"Hmm," Yunho melihat Baekhyun dari atas sampai ke bawah berulang-ulang lalu seketika melihat Chanyeol yang langsung terlonjak dari tempatnya.
"Kalian, ah sudahlah. Sungmin, cepat kembali ke ruang tes dan segera kembalikan keadaan ruangan itu menjadi lebih kondusif. Aku akan mengurus Heechul di sini. Panggil Jungsu jika kau membutuhkan bantuan, Sungmin."
'Ya, baiklah sunbae. Chanyeol, Baekhyun. Ayo cepat!"
Lalu mereka membungkuk pada Yunho dan keluar dari ruangan itu dan kembali ke tempat tes.
"Wah yang tadi nyaris saja. Ku pikir kita akan dihukum oleh saem yang tadi."
"Diamlah, Baek. kau membuat semua orang sakit kepala dengan ocehan tak bermutumu itu."
Lalu Baekhyun diam dan menundukan kepalanya. Mereka kembali berjalan dengan hening.
With You?
"Ya anak-anak. Segera kembali ke tempat kalian. Tes akan segera kita mulai." Sungmin memulai. "Peraturannya masih sama, tenanglah selama mengerjakan tes. Tak akan ada yang tak lulus. Tidak ada batasan waktu pengerjaan. Jika sudah selesai harap angkat tangan kalian. Baiklah, selamat mengerjakan!"
Dengan cepat mereka membalikan soal yang sudah tersedia di hadapan mereka.
Lalu mereka terkejut,
Tak ada yang berani mengeluarkan suara mengingat peraturan yang sudah dibacakan sebelumnya, bahwa ruangan ini harus tetap tenang. Bahkan Baekhyun pun hanya menyiritkan keningnya bingung lalu menoleh takut-takut (karena sebenarnya mereka hanya boleh melihat ke arah kertas soal mereka) ke arah Chanyeol yang duduk di pojok ruang tes, memperlihatkan raut wajah hey-kau-tahu-ini-hanyalah-selembar-kertas-kosong-? Dan Chanyeol pun balas menoleh ke arah Baekhyun sambil menggedikan bahu. Ia pun bingung. Mereka diam dan hanya menundukan kepala dan berkutat dengan pemikiran masing-masing tentang kertas soal tersebut.
Tiba tiba, ada arwah yang digotong keluar oleh beberapa prajurit yang sedari tadi menjaga di ruangan itu. "TIDAK-TIDAK KUMOHON MAAFKAN AKU! AKU TIDAK SENGAJA MENOLEH KE MEJA SEBELAH! KUMOHON BERI AKU KESEMPATAN SEKALI LA—"
BRAK
Setelah anak tadi keluar dan pintu di tutup, ruangan itu menjadi kembali hening. Dalam hati Bakehyun bersyukur bahwa ia tidak ketahuan saat menoleh ke arah Chanyeol tadi.
Keadaan diruangan itu menjadi semakin mencekam. Mereka tidak tahu harus berbuat apa, tapi mereka juga ingin keluar dari ruangan ini.
Tiba-tiba, dengan cepat, Chanyeol mengambil pulpen yang ada di mejanya dan segera menuliskan sesuatu di atas kertas itu.
Tak ada prajurit yang menghentikan aksi Chanyeol itu. Bahkan Sungmin yang sedari tadi hanya diam acuh tak acuh memperhatikan Chanyeol dengan seksama lalu tersenyum tipis.
Baekhyun yang mengintip kegiatan Chanyeol dari balik bahunya pun menyadari sesuatu.
Ia hanya perlu menuliskan data diri dan penyebab kematian mereka!
Lalu dengan cepat Baekhyun melakukan hal yang sama dengan Chanyeol dan mulai diikuti oleh beberapa peserta lain yang juga diam-diam mengintip. Untunglah tak ada lagi yang di tangkap dan di keluarkan oleh prajurit-prajurit itu.
Nama : Byun Baekhyun
Usia : 17 tahun
Penyebab kematian : terlalu ceroboh sehingga menginjak tali sepatu sendiri saat akan menaiki bus untuk pergi ke sekolah. Dan jatuh terjungkal kebelakang sehingga kepalaku menghantam jalanan dan kakiku tergilas ban bus.
Baekhyun langsung mengangkat tangannya yang ternyata bersamaan dengan Chanyeol dan 3 anak lain yang Baekhyun belum ketahui namanya.
"Ya baik. yang telah mengangkat tangannya, silakan membalikan lembar jawab kalian dan silakan keluar dari ruangan ini. Kalian boleh pergi ke ruang rekreasi atau ruang makan."
Lalu mereka membungkukan badan sopan dan keluar dari ruangan itu perlahan-lahan.
Setelah diluar,
"YEAY! AKHIRNYA KITA SUDAH BISA KELUAR DARI RUANGAN ITUU!" ujar Baekhyun bersemangat.
"SSSTT, jangan terlalu ribut, Baek! Kita bisa saja dihukum nanti." Lalu Baekhyun langsung menutup mulutnya denga kedua tangan.
"Ah omomg-omong perkenalkan aku Chanyeol, Park Chanyeol. Dan ini Baekhyun, Byun Baekhyun. Senang bertemu kalian." Tambah Chanyeol.
"Oh iya, perkenalkan aku Taehyung dan ini Lay hyung."
"Haloo, aku Yixing, tapi biasa di panggil Lay. Salam kenal."
"Ah dan aku Tiffany. Salam kenal juga."
Lalu mereka berjabat tangan dan memutuskan untuk pergi ke ruang rekreasi.
"Ah Lay Hyung, kau dari China ya?" Chanyeol membuka percakapan dengan Yixing, sementara Baekhyun, Taehyung, dan Tiffanny pergi ke ruang makan untuk mengambil beberapa camilan.
"Ah iya, tapi aku sudah cukup lama tinggal di Korea. 你 会 说 汉语, 燦烈 ?"
(kau bisa berbicara bahasa mandarin, Chanyeol?)
"我 说 汉语 一点儿, 哥哥. 哈哈哈."
(aku bisa berbicara sedikit bahasa mandarin, gege. Hahaha.)
"Wah aku punya teman berbicara bahasaku akhirnya, hehehe. Omong-omong pelafalanmu bagus juga, Yeol."
"谢谢, 哥哥."
(terima kasih, gege.)
Lalu Baekhyun yang ternyata sedari tadi ada di sana hanya menatap Yixing dan Chanyeol bingung. "Apa yang sedang kalian bicarakan? Mengapa kalian berbicara dengan bahasa alien?"
"Yak, itu bukan bahasa alien, bodoh. Itu Mandarin! Ck bodoh." Chanyeol cepat cepat menjawab dengan kesal, sementara Yixing hanya tersenyum geli.
"Sudahlah kalian, jangan bertengkar. Ayo makan camilannya!"
Lalu Taehyung dan Tiffany yang baru kembali dari ruang makan pun ikut bergabung dengan mereka.
"Ah bagaimana jika kita sharing? Perkenalkan diri kalian dan penyebab kematian kalian. Setuju?" usul Tiff dan diangguki oleh yang lainnya.
"Baiklah dimulai dariku, perkenalkan aku Stephanie Hwang. Biasa orang-orang memanggilku Steph atau Tiff, aku 23, senang bertemu kalian! Eum, sebenarnya aku meninggal karena kelicikan teman—ah mungkin dia tak bisa disebut teman lagi, yeah, aku sedang berlatih untuk pertandingan loncat indah—kalian tau kan? Saat aku sedang mencoba dari ketinggian 10 meter, temanku mendorong ku kebawah padahal aku belum siap sama sekali. Yah, bisa kalian bayangkan sendiri jatuh dari ketinggian 10 meter dan langsung menghantam air dengan keras, sukses membuat tulang leherku patah."
"Akh, dan temanmu itu?" Taehyung berkomentar sambil menyiritkan kening, membayangkan kejadian itu.
"Tak ada satupun orang yang menyadari bahwa aku jatuh didorong. Mereka semua beranggapan jika aku jatuh karena kecerobohanku sendiri. Hah sudahlah, sekarang giliran kalian."
"Oke, perkenalkan aku Yixing, kalian bisa memanggilku Yixing-ge, Yixing hyung, Lay -ge, Lay-hyung."
"Nama panggilan gege banyak sekali," Baekhyun
"Sstt, berisik Baek." Chanyeol
"ISH, tadi Taehyung mengomentari Tiff noona tidak kau marahi, Chanyeol bodoh!"
"Ya, soalnya dia tidak berisik seperti kau, Baek idiot!"
"Kau yang bodoh!"
"Kalau begitu kau idiot!"
"Aku tidak! Kau makhluk asing bertelinga lebar seperti Yoda dan berotak udang! Mati saja sana!"
"Kita sudah mati! Dasar pendek, bodoh, idiot, berisik, gila!"
"Hey kalian—"
"Ngaca dulu dong! Kalau aku gila, kau lebih gila!"
"Kau yang gila! Bodoh pula! Sudah mati disumpahi mati lagi. Mau mu apa? Mati berkali-kali?"
"Astaga Chan, Baek. Kalian—"
"YA TADIKAN TIDAK SENGAJA!"
"YA TETAP SAJA BODOH!"
"HEY KALIAN! JADI CERITA GAK NIH?!"
"..."
"..."
"Maaf hyuuung." Ujar mereka bersamaan
"Hah, ya, terserah. Aku 22, eum alasan aku meninggal, agak konyol sih. Janji jangan tertawa ya!"
Mereka semua mengangguk dan bersumpah,
"Eum, aku meninggal karena terlalu lama menahan napas."
"PFFFTT."
"KALIAN JANJI TIDAK TERTAWA YA!"
"PFFT, kami tidak tertawa kok, hyung. Hanya, sedikit, tersenyum. Yeah, tersenyum. Pfftt." Ujar Taehyung memberanikan diri.
Tiffany hanya menggulum bibir kedalam, Chanyeol menggelung badannya dan meredam tawanya dengan mengapit kepalanya dengan kedua pahanya, Baekhyun menahan tawa hingga matanya berair, dan Taehyung sudah melompat-lompat untuk mengalihkan keinginannya untuk tertawa.
Yixing hanya diam.
"Lol, mengapa kau bisa menahan napas seperti itu, Yixing?" kali ini Tiffany.
"Teman-temanku menjahiliku dengan terus-menerus buang angin di hadapanku. Baunya busuk sekali. Aku tidak tahan. Jadi aku terus-menerus menahan napas dan, boom! Aku sampai disini." Tutup Yixing dengan senyuman, yeah, entah menyesal, senang, atau entahlah apa.
"Yep sekarang giliranku. Namaku Chanyeol, Park Chanyeol. 17. Aku meninggal dengan alasan yang cukup aneh juga. Aku terlalu banyak membaca buku sampai tidak makan, minum bahkan tidur. Saat aku pergi sekolah pada pagi harinya, aku dalam keadaan mengantuk. Aku membawa sepeda ke sekolah, omong-omong. Karena mengantuk itu, aku terus melajukan sepedaku sampai akhirnya masuk pada galian bawah tanah dan euh bagaimana menjelaskannya, disana ada mesin pengaduk semen mini, dan, ya aku masuk kedalamnya."
Hening.
"Itu tidak konyol sama sekali, Chan." Baekhyun berkomentar dengan bahu bergidik.
"Membayangkannya saja sudah membuatku ingin muntah—huekk" Yixing mondar-mandir mencari toilet.
Sedangkan Tiffany dan Taehyung hanya mengerjapkan mata mereka dan melihat Chanyeol dengan pandangan itu-tidak-konyol-sama-sekali.
"Hah, kenapa jadi hening begini? Lanjut, terakhir giliranmu Taehyung-ah."
"HEY, ADA AKU DISINI YA."
"Kau tidak penting, Baek."
"YAK—"
"Ck, sudahlah. Sehabis Taehyung, kau Baek." ujar Yixing menengahi dengan kesal.
"Hehe, maaf ya Baekhyung. Aku Kim Taehyung, 16. Paling muda kan?" mulai Taehyung dengan ceria.
"Ahhh, kau adik ku yang manis Taehyung -ah . Peluk akuu~~" balas Baekhyun kekanakan.
"Hehe, ya kau juga hyungku yang cantik, Baekhyung~ Ah, ya, aku meninggal karena, aku jadi sasaran pembullyan di sekolah. Mereka terus membully ku karena aku anak yang cukup cerdas namun mereka tidak percaya jika hasil yang ku dapat adalah murni hasil pekerjaanku sendiri. Mereka menganggap karena aku anak kepala sekolah jadi dengan mudah mendapat nilai." Ujar Taehyung agak murung.
"Hiks—sedih—hiks—sekali Taehyungie." Baekhyun mulai menangis karena mendengar cerita Taehyung.
"Sudahlah hyung. Tidak apa-apa. Sekarang giliranmu."
"Hiks—o—oke. Aku Byun Baekhyun, 17. A—aku meninggal karena terjatuh dari bus saat berangkat sekolah. Well, itu karena kecerobohanku juga sih." Ujar Baekhyun sambil mengelap sisa-sisa tangisannya tadi.
"Heol, dari sejak hidup pun kau memang ceroboh. Tak heran jika kelakuanmu sekarang bahkan tidak lebih bagus dari orang idiot." Celetuk Chanyeol.
"Hei! Apa-apaan kau? Kau juga mati saat berangkat sekolah kan?! Itu juga kau berarti ceroboh! Sudah tau mengendarai sepeda sendiri ke sekolah. Malah tidak tidur. Kalau bukan idiot apalagi namanya?!" balas Baekhyun menggebu-gebu.
"Hey, walau kita ini dalam umur yang sama setidaknya sopan sedikit! Memangnya bulan berapa kau lahir, bocah?!" ujar Chanyeol mengubah topik pembicaraan.
"Mei, 6. Kau?"
Chanyeol yang sudah memasang wajah sombongnya langsung sweatdrop.
"Eh, Mei? Mei kau bilang? Tidak salah?!"
"Eum. Eh, yak! Kau bulan apa?!"
"N—november, 27." Jawab Chanyeol pelan.
"PUAHAHAHA, HEI, KAU BAHKAN LEBIH MUDA DARIKU YEOL! Hahahaha, kau yang tidak sopan pada hyung mu sendiri! Hahaha, aku jadi kau lebih baik pergi ketoilet dan membenamkan mukaku di kloset agar tidak besar kepala! Hahahaha, aduh perutku, hahahaha!" Baekhyun tertawa puas karena dapat mengusili Chanyeol, sedangkan Chanyeol hanya menatap Baekhyun malas.
"Ya terserah."
Omong-omong, Yixing, Tiffany, dan Taehyung sudah pergi ke ruang makan saat kedua sejoli itu ribut-ribut.
"Eh yang lain kemana, Yeol?"
"Ck, gara-gara kau terlalu berisik, sampai-sampai mereka pergi. Menyebalkan."
Baekhyun salah lagi (di mata Chanyeol.)
Lalu Chanyeol bangkit berdiri dan mulai mencari Yixing, Tiff, dan Taehyung. Baekhyun ia tinggalkan di sana, dan Baekhyun hanya mempoutkan bibirnya setelah mendengar penuturan Chanyeol.
"Wah sepi." Gumam Baekhyun seorang diri setelah Chanyeol pergi.
"Lalu aku harus apa?" gumamnya lagi.
"Aku mengantuk." Lalu setelah itu, ia pergi ke sudut ruangan yang terdapat banyak bantal lembut dan mulai terlelap.
With You?
"Baek, bangun Baek. Kita dipanggil Sungmin saem. Hey Baek!"
"Euh, lima menit lagi eomma."
"Ck, aku bukan eomma mu, Baek. Cepat bangun sebelum aku seret kau keluar dari sini!"
"Eomma~"
Chanyeol terkesiap.
'Baekhyun merindukan eommanya?'
Lalu dengan perlahan Chanyeol mendekatkan badan ke arah Baekhyun dan mengguncangkan tubuhnya dengan lembut.
"Baek, ayo bangun Baekhyun, nanti kita dihukum bagaimana?"
"..."
'Hah, menyusahkan sekali.'
Dengan terpaksa, Chanyeol menggendong Baekhyun agar mereka bisa pergi ke ruangan tes mereka tadi. Sungmin akan memberikan pengumuman.
Sesampainya Chanyeol di sana, semua aktifitas para arwah senior maupun junior terhenti. Mereka menyirit heran melihat Chanyeol menggendong arwah lain.
"Chanyeol? Itu Baekhyun?" ah, itu Kim Heechul. Nampaknya ia sudah pulih dari kejadian yang tadi menimpanya.
"Ne, saem. Dia tadi tertidur di ruang rekreasi, sulit dibangunkan, jadi ya—"
"Ya sudah, duduk sana. Hati-hati." lalu Chanyeol membungkuk sedikit (ia sulit karena sedang menggendong Baekhyun.)
"Okay, sepertinya semuanya sudah berkumpul? Saatnya kita mengumumkan di mana kalian akan ditempatkan. Pertama dari pembagian asrama. Untuk asrama, kalian akan dicampur baik wanita atau pria atau bahkan jadi-jadian. Tapi tenang, tentu tidak dengan kamarnya. Oh ya satu hal, kami tidak bertanggung jawab atas benih-benih cinta yang mungkin akan tumbuh diantara kalian."
Lalu Sungmin meneguk segelas air putih,
"Ah, lega. Okay lanjut. Asramanya akan dibagi menjadi tujuh bagian. Hijau untuk level 1. Kuning untuk level 2. Jingga untuk level 3. Merah untuk level 4. Biru untuk level 5. Abu-abu untuk level 6. Dan hitam untuk level teratas, 7."
"Masing-masing kalian akan ditempatkan di asrama yang sesuai dengan kemampuan kalian tadi menjawab soal. Untuk saat ini, yang tertinggi berhasil masuk level 3. Beri tepuk tangan untuk Wu Yifan dan Jessica Jung!"
PROK-PROK-PROK
"Ah, ya selamat untuk mereka berdua. Untuk level selanjutnya, ada Park Chanyeol, Byun Baekhyun, Kim Taehyung, Zhang Yixing, Stephanie Hwang, Song Qian, Kim Joonmyeon, dan Jeon Jungkook. Kalian silakan berkumpul bersama teman asrama kalian."
"Dan untuk sisanya, kalian masuk level 1." Pengumuman asrama terakhir itu dipenuhi berbagai ekspresi, mulai dari muka datar yang ditampilkan oleh pasangan yang berhasil masuk ke level 3 dengan mudahnya. Bahagia karena berkumpul dengan teman-temannya di level 2. Dan ekspresi mendesah lega bercampur sedikit kesal dari level 1.
"Mungkin kalian bertanya-tanya mengapa asrama kalian dipisahkan dengan kata level bukan? Jadi, setiap akhir tahun, kalian akan diberi tes mengenai apa yang sudah kalian pelajari selama satu tahun di asrama masing-masing. Kalian akan diberi pembelajaran berdasarkan kemampuan kalian yang diukur dari di mana asrama yang kalian tinggali."
"Seperti sekolah saat di dunia manusia. Mudah bukan? Tapi tentu materinya adalah materi khusus arwah."
Semua makhluk hanya mengangguk-ngangguk—antara paham dan tidak. (karena omong-omong ini sudah jam 1 dini hari.) (ternyata mereka masih menggunakan beberapa barang buatan yang diadaptasi dari barang milik manusia.)
"Baiklah, untuk roommate, kalian bisa pilih sendiri. Kecuali kedua siswa di level 3 kita tentunya."
Lalu ruangan itu mulai riuh dengan suara arwah-arwah yang sibuk mencari roommate.
Sementara itu, di level 2,
"Aku dengan Jungkook!" Taehyung
"Karena yang perempuan hanya aku dan Qiannie, jadi tentu aku dan dia akan jadi roommate." Tiffany
"Aku denganmu ya, Lay hyung!" ucap Chanyeol dengan nada memohon.
"Ah, maaf sekali Chanyeol, aku sudah sepakat dengan Junmen—nama panggilan Junmyeon, untuk sekamar dengannya. Maaf sekali Chanyeol-ah. Kau dengan Baekhyun saja, lagi pula sepertinya kalian sudah akrab? Ya?" Yixing tersenyum tipis.
Mau tak mau, Chanyeol mengiyakan, 'daripada sekamar dengan arwah tak dikenal asal-usulnya' pikir Chanyeol.
Setelah pembagian asrama selesai, mereka diantar ke asrama masing-masing oleh penjaganya masing-masing. Level 1 oleh Song Mino, 2 oleh Lee Sungmin, dan 3 oleh Kim Heechul.
Peletakan asramanya cukup mudah diingat mengingat mereka ada di satu gedung yang sama. Level 1 berada di lantai paling atas, lantai 7. Dan mengurut begitu sampai ke bawah, level 7, lantai 1.
Saat sudah sampai di depan asramanya, Sungmin memberikan kunci kamar dengan ukiran angka 614 di tengahnya.
"Ini kunci kamarmu, ada 2. Berikan satu pada Baekhyun saat ia sudah bangun nanti."
Chanyeol terdiam.
Ia bingung dengan apa ia harus menerima kunci yang diberikan Sungmin sedangkan ia sedang menggendong Byun-menyebalkan-Baekhyun. "Eum, saem. Tapi,"
"Ada apa lagi Chanyeol?" Sungmin memang bukan tipikal arwah yang peka, saudara-saudara.
"..." 'Sungmin saem dan Baekhyun sama saja. Sama-sama menyusahkan. Huh." baru Chanyeol akan meletakan Baekhyun di lantai koridor,
"AH IYA, kau sedang menggendong bocah itu ya? Hehe, maaf. Baiklah, akan ku bukakan. Selamat datang di kamar baru kalian. Besok bangun cepat-cepat ya. Kita berkumpul lagi di ruangan tadi jam 7 pagi. Jangan terlambat."
"Baik saem. Terima kasih. Dan selamat malam." Lalu Chanyeol mendekati ranjang dekat jendela dan meletakkan Baekhyun di sana. Sementara sebelum pergi, Sungmin sudah menutup pintunya.
"Hah, aku lelah sekali. Anak itu badannya saja yang kecil. Beratnya luar biasa."
Setelah itu Chanyeol merebahkan diri di ranjang yang terletak di sebelah ranjang Baekhyun, yang letaknya lebih dekat ke pintu. Ia mulai bernapas dengan teratur dan mulai terlelap.
With You?
"Chanyeol? Chanyeol banguunn."
"Euh, ada apa lagi?"
"Kau sekamar denganku?"
"Jika tidak aku tidak akan di sini, bodoh."
"..." Baekhyun mengerjap-ngerjapkan matanya lucu. Lalu, "Aku bosan melihat wajahmu Chanyeol."
"Kau pikir aku tidak?!" balas Chanyeol kesal namun dengan suara pelan karena ia masih mengantuk.
"Yeol, aku lapar."
"Ish menyusahkan. Memangnya ini jam berapa? Masa kau sudah lapar?"
"6.38 am menurut benda yang mirip jam di meja itu."
"Ck, masih terlalu pagi untuk sarapan, Baek."
"..."
"Tunggu, 6.38?"
Baekhyun hanya mengangguk,
"ARGH SIAL KITA AKAN TERLAMBAT! AYO CEPAT MANDI!" lalu Chanyeol menarik tangan Baekhyun dengan kuat agar masuk ke kamar mandi.
"HEY, HEY, A—apa—apa yang kau lakukan?!"
"Mandi."
"HEY AKU BISA MANDI SENDIRI!"
"Ya dan nanti kita akan terlambat dan kita akan dihukum Sungmin saem!"
"AKH, TIDAK! TIDAK AKAN!"
"CEPATLAH!"
"TIDAK! LEP—"
BRUUUUUT
To Be Continued
Alohaaaa~~
Lol, bilangnya discontinue tapi lanjut:v
Sebenernya idenya udah dari kapan tapi chap 3 nya baru bisa ku post sekarang (setelah sempat mendeklerasikan bahwa ini ff discontinued). Karena respon di ff B's Mission nembus 100+ WAHAHAHA PENCAPAIAN LUAR BIASA UNTUK AUTHOR ABAL SEPERTIKU. Oh iya untuk B's Mission chap 4 mungkin akan ku publish hari rabu, tergantung kesibukan—halah. (sebenernya mau dipost hari ini juga, cuma belum ku edit, jadi ya, aku minta waktu beberapa hari lagi okay).
Oh iya chapter depan aku bakal bahas dulu tentang struktur 'dunia arwahnya' jadi baru masuk lagi ke cerita di chap 5 yang sekarang sudah dalam tahap pengerjaan. Doakan tak banyak halangan untuk posting semua ff ku sampe selesai semua~ maaf ff ini kurang memuaskan. aku mau edit lagi tapi aku sudah mengantuk:v jadi yea, tbc dengan tidak elitnya. sekali lagi maaf~~ /bow/ sorry juga untuk typo(s) aing terlalu malas, percayalah:v
Btw, Chanyeol makin hari makin gans ae:v /ditabokBaekhyun/
Terima kasih untuk yang sudah mengikuti ff ini dan ff ku yang lainnya dari awal.
Oh,oh sebelum lupa! Aku ikut prompt adaption yang diselenggarain sama KFF2K17 loh~~ penasaran aku bikin ff kaya gimana? (bikos ini ff tantangan buatku juga:v) (semoga ada yang minat:v) stay tune yee~~
Sekian dulu bacotan pale, sampe ketemu di next chapter/ff:3
Sekalian mau ngingetin, besok Senin:v
And,
Mind to review?
With love,
170205 | 22.32
