CHAPTER 2

Shoujiki Shogi

Round 1 – Opening

Ehem, seperti yang telah di singgung di chapter sebelumnya, bahwa event kali ini adalah Shoujiki Shogi, event yang SEHARUSNYA di adakan saat tahun baru, namun sayangnya, saat event tersebut akan di selenggarakan terjadi beberapa kecelakaan

Flashback – 1 Januari lalu

"Woi, Kar, lu yakin? Kalau kita ketahuan kita bisa-bisa dibantai ama Sieglinde!" Desis Manigoldo yang berjalan – eh, salah, merangkak di belakang Kardia.

Yak, empat orang yang sedang merangkak bak pencuri ini adalah Kardia, Manigoldo, Milo dan event gila yang diadakan Saori pagi ini, keempat orang ini nekad akan melakukan apa saja untuk membatalkan event gila tersebut. Bisa mampus mereka kalau lawan mereka menanyakan pertanyaan yang dapat membuka aib mereka.

"Gue mending ngadep si Ratu Neraka ketimbang aib gue kebongkar semua." Sahut Kardia dengan yakin.

"...Kayaknya sih."

GUBRAK!

Dasar PHP!

Kalau mau jujur, sebenarnya hanya Kardia saja yang benar-benar berniat untuk membatalkan rencana gila Saori, yang tiga lainnya mah nyali ciut karena udah takut duluan sama guru Sejarah psycho dan menyeramkan itu. Tapi tetap saja mereka juga tidak mau aib mereka terbuka, apalagi dalam game gila ini mereka tak bisa berbohong SAMA SEKALI. Bisa mampus mereka kalau harga diri mereka jatuh di depan adik dan pacar-pacar mereka.

"Yang benar aja lu Kar! Gue kira lu udah punya ide cemerlang gitu makanya kita mengendap-endap bak tikus gini! Ternyata otak lu emang tumpul!" Umpar Manigoldo.

"Berisik! Yang jelas kan usaha bro! Emang lo pada mau aib lo kebongkar?"

Ketiga temannya itu serentak diam, mengakui bahwa mereka sama sekali tidak mau aib mereka terbongkar.

Keempar tikuss—eh salah, maksudnya keempat guru ini sekarang tengah merangkak bagaikan tikus di atas loteng sekolah, rencananya mereka ingin memasuki gudang penyimpanan untuk membuang – atau lebih baik lagi, membakar peralatan yang digunakan untuk event Shoujiki Shogi tersebut.

Nah, kenapa dari loteng? Kenapa tidak mengendap-endap bak pencuri saja pas tengah malam?

Masalahnya yang kedapata shift malam untuk menjaga ruangan itu adalah, tidak lain dan tidak bukan, Sieglinde Eremiah sendiri.

Siapa yang mau membuang nyawa dan masuk ke kandang singa?

Saat sudah yakin mereka berada di gudang penyimpanan, dengan hati-hati Kardia menggeser plafon dengan tenaga supernya. Ia mengintip dan bersorak dalam hati. Mereka tepat berada di ruang penyimpanan. Kardia bisa melihat tumpukan kardus yang berisi alat pendeteksi kebohongan dan semacam blueprint event kali ini – Kardia sendiri bingung untuk apa merencanakan event gila ini pakai blueprint segala?

DeathMask bersiul. "Asyik coy, langsung di markas musuh. Sekarang gimana?"

"Yah... salah seorang dari kita harus turun dan mengambil kardus-kardus itu lalu membuangnya." Kata Milo.

"Hah? Kok salah satu sih? Kita berempat kan udah di sini, yah sama-sama dong!" Protes Kardia.

"Yah ini kan rencana lo Kar, tanggung jawab sendiri dong." Sahut Manigoldo.

"Pengkhianat lo pada!"

Mereka terlalu sibuk cekcok sampai-sampa tidak sadar seorang wanita bersurai merah tengah tersenyum penuh aura mencekam dan sendag mempersiapkan sebuah pedang cambuk di tangannya.

End Flashback

Jadi intinya, karena pesertanya tidak lengkap, event terpaksa ditunda hingga keempat orang itu sembuh total

.

.

.

Noelle berjalan memasuki sekolah. Ia mengenakan baju sailor berwarna putih dengan lengan panjang, seragam musim semi Sanctuary Gakuen. Ia menenteng tas sekolahnya – sebenarnya hari ini tidak ada pelajaran, tapi hei, setiap perempuan akan merasa lebih aman bila membawa tas bukan – dan berjalan melewati kerumunan murid hingga ia mendapati sosok yang ia cari dari tadi.

Ingvalt Einhart Eremiah, si ketua osis tengah berdiri memunggunginya, berdiri di bawah salahs atu pohon sakura di halaman sekolah. Noelle berlari ke arahnya dan menepuk punggungnya.

Saat Ingvalt berbalik ke arahnya, Noelle membeku. Ingvalt tengah memakai kacamata. Baiklah, harusnya itu tidak aneh, mengingat Ingvalt itu salah satu siswa jenius, and usually smart people goes with glasses. Tapi ini pertama kalinya ia melihat Ingvalt memakai kacamata dan ia terlihat...

"Noelle? Ada apa?" Tanya Ingvalt, mendekatkan wajahnya pada Noelle.

Wajah Noelle bersemu merah, ia menggelengkan kepalanya cepat-cepat dan menatap ke bawah, entah kenapa dia tidak punya nyali untuk menatap Ingvalt.

Ingvalt menatapnya dan terkekeh. Ia lalu menggandeng tangan Noelle – yang sukses membuat wajah gadis itu bertambah merah – dan menuntunnya ke gedung sekolah.

"Ayo, kita tak boleh terlambat sedetikpun."

.

.

.

"Selamat pagi semua!" Sapa Fiona yang menjadi MC event kali ini. Fiona Elfriede Eremiah, salah satu anggota keluarga Eremiah dan adik sepupu dari Ingvalt, Sophie, Sophia, dan Irina. Ia juga adalah adik Theseus Perseus Eremiah.

Para penonton membalas sapaanya.

Event diadakan di aula sekolah yang SANGAT BESAR yang bisa memuat 30.000 orang lebih. Kadang-kadang para murid dan para guru bertanya-tanya, sebenarnya sekaya apa direktur sekolah mereka.

"Event kita kali ini adalah Shoujiki Shogi!"Katanya, disambut dengan sorakan para penonton. "Sebelum kita mulai, biarkan saya memperkenalkan peserta babak pertama kali ini!"

Fiona berbalik ke arah kedua pemain yang sudah siap untuk melakukan event tak jelas ini.

"Kontestan pertama kita adalah Pak Camus! Guru IPA kita yang cool dan jenius!"

Penonton bertepuk tangan dan Camus membungkuk hormat pada lawannya.

"Kedua, Pak Milo! Guru Biologi kita yang kekanak-kanakan dan tak bisa diandalkan!"

Sebuah perempatan muncul di kepala Milo.

"Apa maksudnya itu!?" protesnya.

"Err... Saya hanya membaca sesuai script pak." Kata Fiona dengan senyum polos. Tanpa menggubris protes dari Milo – yang sepertinya tak akan habis-habis – Fiona melanjutkan.

"Komentator kita kali ini adalah Sophitia-nee, Sieglinde-sensei dan Saori-san desu~"

Ketiga orang yang disebutkan melambaikan tangan pada para penonton.

"Sophie-chan, bagaimana pendapatmu tentang ronde pertama ini?" Tanya Sieglinde.

"Erm... Karena saya mendengar banyaknya gosip tentang... "hubungan" mereka... saya pikir ini akan menjadi ronde yang... menyenangkan?" kata Sophie ragu. Dia memang sering mendengar gosip bahwa kedua guru ini... mempunyai hubungan "spesial"... Tapi dia juga malu untuk menanyakannya pada Milo yang notabenenya adalah wali asuhnya yang sah selama ayah dan ibunya bekerja di luar negeri – yang omong-omong belum pulang-pulang – dan menanyakan hal pribadi semacam itu kan tidak sopan.

"Hah? Tunggu, hubungan apa Sophie?" Tanya Milo.

"Err... Ku-kudengar—"

"Yak! Yak! Mungkin lebih baik kita melihat list pertanyaannya dulu!" Potong Saori.

Sophie mengangguk dengan canggung lalu menatap list pertanyaan yang Milo buat untuk Camus.

Wajahnya berubah tidak enak melihat pertanyaan nomor 3.

"...Sepertinya pertanyaan nomor 3 akan memancing perang..." Katanya.

"Ng? Mana?" Sieglinde mendekati Sophie untuk melihatnya. "Walah... Ternyata Milo-kun kepo juga dengan mereka berdua. Cemburu ya~?" Tanya Sieglinde dengan nada jahil.

Milo mengerjapkan mata, bingung apa maksud Sieglinde.

" Pertanyaan nomor 8..." Sophie melirik list pertanyaan itu dan Milo bolak-balik. Sebenarnya apa sih maksud pertanyaan ini?

"Hmm? Wah, wah... Pak Milo beneran cemburu yah?" Kata Saori sambil melirik Milo.

Milo menjadi tambah bingung.

"Oke, kalau pertanyaan Camus untuk Milo..." Sieglinde menatap list pertanyaan Camus dan ia langsung sweatdrop berat.

"Camus-sensei... benar-benar tidak ada niat untuk ikutan yah...?"

Camus hanya mengangkat bahu.

"Baiklah! Mari kita saksikan ronde pertama yang mendebarkan ini!"

...

Di chapter berikutnya.

GUBRAK!

TBC


Err... berhubung Author ini hanya bisa memikirkan tiga pertanyaan TvT #Dibacok dan karena udah mau UN jadi yah sampai di sini aja dan ditunda sampai UN selesai T^T Update terakhir sebelum UN nih TvT hiks... umm... para readers boleh memberikan saran pertanyaan buat ronde 1 :3 kalau bisa yang gokil dan aneh yah! *wink* Mari kita balas review~

#AmuletWin777

Gianti: Err itu hanya menurut pendapat para murid ^^; setan yang aslinya sih jauh lebih serem :v
Rein: Ukh... *akhirnya udah pakai celana lagi*
Maria: Aww... belum kufoto -3-
Rein: Tolong, kurasa koleksi fotomu sudah cukup banyak Maria -/-
Maria: *giggle*
Para Siswa SG: Terima kasih sudah mau prihatin sama kami T^T
Nephilim: G-Gomen Satsuki... di cerita ini erm... karena authormu sudah mengijinkan... anakmu juga bakal sekolah di sini *smile nervously*
Ingvalt: Aku hanya menjalankan tugas sebagai ketua OSIS Noelle, kalau kamu terlambat kau juga akan mendapat hukuman
Manigoldo: Tutup mulut kalian! Jangan tertawa!
Irina: Aku juga tidak tahu AKB48 itu apa
Sophie: O-Onee-chan ^^;
Sophia: Ahaha *sweatdrop*

#Neo Tsukirin Matsushima29

Saga: Ahaha *tepuk2 kepala Yoru dan Rhea* :3
Shura: Kalau kau punya murid macam iblis satu ini mana bisa kau tidak ketat?
Rein: Berisik, dasar sensei suara sumbang :p
Shura: KAU-! *Sumpah serapah keluar semua*

#Shimmer Caca

Atla: Skolah itu enak kok... (ketiduran lagi)
Luca: Ma-Mama... erm... Ga-ganbatte yah Leone, kalau ada yang tidak kamu mengerti akan onee-chan ajarkan *senyum lembut*
Mia: Aku sekelas denganmu lho Iz—maksudku, Clarion-kun *blushes*
Yang: Dan aku sekelas denganmu Kin~ *seneng*
Odette: *giggle* sepertinya aku akan jadi guru. Ah iya, Gracel juga guru yah..? eh? Atau? *Lupa*

#Ketrin'Shirouki

Ingvalt: Setiap siswa harus datang tepat waktu, saya tidak bisa mentolerir keterlambatan sedetikpun.
ALL: Ket-san! Kau tega!
DeathMask: Oi, lu kayaknya seneng banget liat gue menderita! *udah gaya preman*
Kana: *narik DM jauh2*

#Guest

Yah dia kan yang "berkuasa" :v jadi gak apalah dia memperlakukan mereka begitu :v
ALL: Tega!

#albaficaaiko

Guru biologi dan tata boga :3

#NameRobets

Ini masih lanjut kok, cuman bakal jarang update soalnya main focus saya bukan fic ini *bow* maaf kalau update-nya kelamaan.