Promise To You

Author : Miss. Hunnie ~

Tittle : Promise To You

Genre : Family, Friends, Love, GS (For all Uke), etc.

Rated : T

Lenght : chapter

Summary :

" kalian lah keluargaku sebenar nya, aku akan menyayangi kalian" – Kim Kyungsoo

"lebih baik kita tidak di pertemukan dan memiliki rasa itu jika pada akhirnya kita tidak di perbolehkan mempunyai rasa itu" – Kim Jongin

"jangan katakan yg tidak perlu, karena kau tetaplah adikku" – Kim Baekhyun

"aku mencintaimu, tidak bisakah kau melihat ku?" – Wu Luhan

"suara mu yg merdu, tatapan mu yg begitu tajam namun hangat, sikap mu yg begitu ceria dan penuh dengan semangat membuat ku ingin terus bersama mu" – Kim Sehun

"aku mencintaimu walaupun cinta ini terlarang" – Wu Chanyeol

"jangan menangis sayang, eomma akan selalu di samping mu dan melindungimu, tak kan eomma biarkan diya mengambil mu dari eomma" – Kim Minseok

"kalian lah harta ku" – Kim Jongdae

"maafkan eomma sayang, eomma terpakasa melakukan ini padamu, eomma tidak membencimu, hanya saja waktu yg membuat eomma terpaksa melakukan ini" – Zhang Yixing

"aku mencintaimu apa adanya, tidak bisakan kau percaya akan itu?" – Kim Joonmyeon

"aku tidak akan bisa melupakan kejadian itu, maafkan aku sayang, aku telah membohongimu" – Wu Yifan

"tidak bisakah kau mengatakan sejujurnya padaku? Aku sudah mengetahuinya sayang" – Huang Zitao

Primise To You

First Meet

Part 2

Cahaya matahari musim panas masuk dengan mudah nya melalui celah-celah gorden di sebuah kamar bernuansa biru tua. Yeoja dengan surai hitam pekat yg telah lama bergelut dalam mimpi nya itu pun membuka mata nya pelan, dahinya mengernyit saat merasakan pening yg teramat.

Gadis itu mendudukan tubuh nya, menatap sekeliling hingga tatapan nya jatuh pada sosok wanita yg tengah terlelap di atas sofa kamar nya. Gadis itu menghembuskan nafas nya berat, mengusap wajah nya hingga ia menemukan perban yg menutupi dagu nya. Dahi itu kembali mengernyit saat tangan mungil itu menyentuh perban tersebut, rasa nyeri menlajar.

"eoh, kau sudah bangun?" Kyungsoo gadis tersebut mendongkakkan wajah nya menatap sosok wanita yg sudah berjalan ke arah nya. Sosok yeoja berpipi chuby tersebut duduk di sebelah nya dan membelai surai hitam nya dengan lembut. Mata bulat itu membola ketika menatap sosok yg ada di hadapan nya kini mengeluarkan air bening dari kelopak matanya.

"eomm…"

Belum sempat Kyungsoo meneruskan perkataan nya, sosok yg di panggil eomma tersebut sudah memeluk nya erat sekali. Bahkan air mata yg tadinya hanya mengalir, kini sudah berubah menjadi isakan pilu dari sang eomma.

"mianhae, eomma benar-benar tidak bisa menjaga mu, sayang…"Kyungsoo menggeleng mendengar penuturan dari Minseok, ia segera melepaskan dirinya dari pelukan Minseok, menatap mata sembab nya dan menghapus air mata yg seakan-akan tidak pernah habis nya untuk lolos dari mata tersebut.

"anniya, ini bukan salah eomma, ini salah ku…" Kim Minseok menggeleng dan kembali memeluk sang putri.

"tidak, tidak sayang, ini salah eomma, eomma teledor… maafkan eomma"

"tapi eomm….."

"aku takut Kyung…." Ucapan Kyungsoo kembali terpotong oleh ucapan Minseok, dan Kyungsoo lebih memilih diam di saat seperti ini, ia mengerti sifat dan perasaan sang Minseok padanya, bahkan sangat mengerti, bagaimana Minseok sangat menyayangi nya dan melindunginya, Sedari kecil hingga ia dewasa. Air mata Kyungsoo mengalir begitu saja tanpa di komando, ia merasa menjadi anak yg sangat tidak berguna saat ini, ia ingin sekali melindungi eomma, appa dan kakak nya, tapi ia tidak bisa karena fisik nya yg terlalu lemah.

"mianhae eomma…" bisik Kyungsoo dalam dekapan Minseok.

.

.

.

"ayolah, Sehun…"ucap Jongin memelas kepada adik nya yg kini masih bergelut dengan PSP nya.

Seharusnya saat ini ialah yg memainkan benda yg ada di tangan adik nya, bukan nya menenteng benda dengan isi beraneka macam kue yg akan di antarkan kepada tetangga sebelah nya.

Sebelum menenteng keranjang kue ini, ialah yg sudah memegang stick PSP, namun kesenangan yg akan ia mulai bersama – kekasih nya – Jongin menyebut nya, harus berakhir kala ibu nya menyuruh nya mengantarkan kue ini untuk tetangga baru mereka, dan Jongin baru tahu jika bukan hanya keluarga nya saja yg baru pindah kemarin, melainkan ada keluarga lain.

"shireo.." jawab Sehun tanpa mengalihkan tatapan nya dari layar monitor, dimana ia tengah memainkan pesawat dalam sebuah pertempuran, dan Jongin sangat ingin memainkan benda ini. Dan mendengar jawaban adik nya, Jongin memutar otak nya, berfikir apa yg harus ia lakukan di saat situasi seperti ini, hingga senyum mengerikan itu muncul.

"geure…" Sehun menghentikan gerakan nya pada stick PSP, mempause game nya dan menatap kakak nya yg masih berdiri di samping nya. Dahinya mengernyit heran juga ada perasaan takut dan kawatir di mata Sehun.

"aku tidak mau Kai" ucap Sehun tegas, dan Jongin hanya mengangguk-angguk kan kepala nya megerti, ia membalikan tubuh nya dan berjalan pelan menuju pintu rumah. Melihat Jongin yg akan pergi, Sehun kembali melanjutkan aktfitasnya.

"tapi jangan salah kan aku jika Foto mu yg tengah memakai pakaian wanita saat umur 5 tahun tersebar…." Pergerakan tangan Sehun kembali terhenti dan langkah kaki Jongin juga berhenti. Mata tajam itu melirik kebelakang, dimana Sehun masih diam mematung. Sehun meneguk saliva nya kasar 'bagaimana ia bisa memiliki benda konyol itu?' batin Sehun. 'jika foto itu tersebar dan Moonkyu tahu, bagaimana nasib ku?' monolog nya dalam hati.

"terlebih lagi jika Moonkyu tahu ini.." dan keringat Sehun saat ini sudah membasahi pelipis nya. Bahkan tanpa sadar ia telah mengabaikan game nya yg telah lama berlangsung tanpa ia mainkan karena terlalu focus dengan pemikiran-pemikiran nya sendiri, hingga tulisan – Game Over – tercetak jelas di layar monitor tersebut. Sehun mengeram frustasi kemudian meletakan Stick tersebut kasar.

"oke, oke aku kalah…" dan Seruan itu membuat Jongin kembali menyunggingkan senyum nya, membalikkan tubuh nya dan memberikan keranjang itu pada sang adik dengan sukarela.

"aku kalah karena game ini Kkamjong bukan karena mu ingat itu" kilah Sehun mengambil keranjang itu dengan kasar dan langsung melesat menuju pintu rumah. Jongin hanya mengendikan bahunya acuh dan segera melesat ke arah kursi ruang tengah mereka.

"ayo sayang, kita akan bersenang-senang tanpa ada penggaggu di antara kita" gumam Jongin sambil memainkan PS nya dengan perasaan bahagia.

.

.

.

Setelah bangun dari tidur nya, Kyungsoo yg tahu ibu dan kakak nya yg akan menyiapkan kue untuk tetangga sebelah nya atau sejenis penyambutan atas datang nya tetangga baru pun ikut ke dapur, meskipun dengan susah payah dan merengek pada mereka berdua, dengan alasan bahwa ia akan baik-baik saja.

Sebenar nya ia juga merasa bersalah pada ibu dan kakak nya, karena kue yg akan ia antarkan kemarin terjatuh dan menyebabkan kecelakaan terjadi, menyebabkan ibu nya yg tidak bisa tidur dan menjaga nya. ia benar-benar menyesal.

"eonnie akan mengantarkan ini?" Tanya Kyungsoo duduk di atas kursi dapur sambil memakan kue buatan ibu nya.

"ne…" jawab singkat Baekhyun yg tengah berjalan ke sana kemari untuk mengambil bahan-bahan, dan Kyungsoo sangat merutuki tindakan ibu dan kakak nya yg melarang nya membantu di dapur, mereka hanya memperbolehkan Kyungsoo masuk dapur tanpa boleh menyentuh apapun di sana. Mereka sangat kawatir jika nanti terluka, terlebih lagi ia baru bangun dari tidur panjang nya. lalu apa guna nya ia di sini?

"bisakah aku mengantarkan ini juga…"

"tidak…" seharus nya Kyungsoo paham akan keadaan ini, bahkan belum sempat ia megakhiri perkataan nya dengan cepat dua yeoja yg sangat ia sayangi langsung menolak permintaan nya.

"oke-oke… arraseo, astaga, kalian sangat kompak sekali" keluh Kyungsoo mengerucutkan bibir nya, ia benar-benar sangat kesal. Baekhyun yg melihat nya hanya terkekeh kecil, sedangkan sang ibu langsung menghampiri nya, membelai pipi gembil Kyungsoo dan mencium puncak kepala nya.

"eomma dan eonni sangat menghawatirkan mu Kyungsoo, jadi mengertilah" ucap Minseok masih membelai pipi gembil tersebut, Kyungsoo menghentikan aksi makan memakan kue kesukaan nya tersebut, menatap bola mata bundar yg hampir sama bulat dengan nya.

"tentu,, eomma adalah yg terbaik" ucap Kyungsoo memeluk sang ibu dengan sayang, sedangkan Minseok? Ia juga tersenyum.

"aigo~ kalian berpelukan tanpa mengajak ku?" ucap Baekhyun merajuk, mendengar itu, Kyungsoo terkekeh dan langsung melepaskan pelukan sang eomma kemudian memeluk mereka berdua.

"aku menyayangi kalian berdua, jangan pernah meninggalkan ku…" bisik Kyungsoo.

"yg benar saja, apa bisa kami meninggalkan malaikat kami heumm?" komenter Baekhyun.

"tidak akan sayang, eomma, appa dan eonnie akan selalu bersama mu" balas Minseok mengeratkan pelukan nya pada Baekhyun dan Kyungsoo. Hidung bangir Kyungsoo mengendus-endus, ia mencium sesuatu.

"eonnie, apa kau memanggang sesuatu?" Tanya Kyungsoo melepaskan pelukan nya, Baekhyun mengernyit namun sedetik kemudian, pemilik mata bulan sabit tersebut berlari kecil menuju oven nya, dimana kue percobaan nya di panggang. Kyungsoo yg penasaran pun mengikuti Baekhyun.

"apa itu?" Tanya Kyungsoo mengintip dan mendapati benda berwarna hitam mencolok keluar dari oven. Baekhyun menghembuskan nafas nya, melirik Kyungsoo yg masih penasaran, Minseok yg menahan tawa sedari tadi "ini kue jahe ku gosong" gumam Baekhyun pelan yg bisa di dengar oleh Kyungsoo. Mendengar tawa sang adik Baekhyun langsung menggelitiki sang adik.

"kau nakal,,, dasar…"

"ampun! Ampun eonnie!"

Minseok tersenyum, namun senyuman manis itu menghilang bersamaan dengan tatapan nya yg jatuh pada salah satu putri nya, tatapan mata itu terlihat kosong, menatap salah satu putri nya mengingatkan ia akan kejadian 15 tahun yg lalu. Dimana ia terakhir bertemu dengan sahabat nya dan pertama kali nya bertemu dengan malaikat kecil nya. di saat malaikat mungil yg hampir saja merenggut nyawa, dimana malaikat kecil tanpa dosa itu di tinggalkan seorang diri, dan mulai saat itu Minseok berjanji pada dirinya sendiri.

"eomma tidak akan meninggalkan mu, tidak akan. Bahkan sekalipun ia datang dan meminta mu kembali.." bisik Minseok.

.

.

.

#Ceklek

#Tak!

Baru saja Sehun membuka pintu dan tanpa sepengetahuan nya, tiba-tiba ia sudah di hadiahi pukulan tepat di wajah nya hingga ia terjungkal ke belakang. ini benar-benar hari sial ku, batin Sehun sambil mengelus wajah nya yg sakit.

"omo na! aku benar-benar tidak tahu…" dan saat bersamaan itu pula ia bisa mendengar tersangka dari pemukulan tersebut, memang berlebihan, mengatakan seseorang yg memang tidak sengaja memukul nya, tapi sama saja. Ini nama nya kekerasan, pikir Sehun.

"kau tidak apa-apa? Ya! Tuhan,, hidung mu berdarah…!" dan Sehun berfikir jika orang yg memukul nya benar-benar cerewet seperti ibu nya. ia mendongkak dan mendapati sosok yeoja dalam balutan dres musim panas yg cantik. Sehun termangu menatap yeoja yg baru saja melakukan pemukulan eh,, tidak ia kenal ada di depan nya, berjongkok dan menatap nya kawatir.

Yeoja dengan surai coklat gelap sebahu, dengan balutan dress musim panas berwarna biru langit, mata bulan sabit nya yg menatap nya kawatir, bibir tipis nya yg tidak henti-henti nya menggumam kan kata maaf. Sehun merasa ia terhipnotis dengan yeoja yg tidak ia kenal ini. Apakah ia mengalami love at fisrt sigh? Entahlah, namun ia pernah mengatakan jika hal itu tidak ada, dan kali ini ia merasakan akibat nya.

"ya! Jawab pertanyaan ku, apa ada yg sakit?" Tanya sosok itu sambil memegangi dahi Sehun. Merasakan hangat nya kulit sosok tersebut di dahinya membuat Sehun merasakan darah nya mengalir dengan cepat menuju pipi nya hingga menimbulkan rasa panas yg aneh pada area tersebut.

Apakah cuaca sepanas ini? Pikir Sehun. Dan apalagi ini? Saat mendengar suara itu, perut nya terasa ada yg menggelitiki? Apa ia makan yg aneh-aneh pagi ini? Tidak, Sehun langsung menggelengkan kepala nya dan berdiri.

"ya! Setidak nya kau menjawab… omo na! wajah mu memerah, kau sakit…!" Sehun menggelengkan kepala nya.

"ann anniya…" Sehun merutuki kegugupan nya saat ini, hilang sudah image cool yg ia pelihara di depan yeoja-yeoja yg mengagumi nya karena berhadapan dengan yeoja yg tidak ia kenal sama sekali.

"syukurlah, tapi wajah mu merah,, itu kenapa?" Tanya sosok tersebut, Sehun meneguk salivanya, ia harus berfikir atau image nya benar-benar hancur.

"in ini…." Sehun berdehem sebelum melanjut kan ucapan nya. "akibat musim panas, kulit ku sangat sensitive terhadap panas…" jawab Sehun.

"emmm, ada keperluan apa?" Tanya nya ramah, dan sosok di depan nya tersenyum hangat layak nya musim panas saat ini. Dan Sehun lagi-lagi merutuki jantung nya yg tidak bisa bekerja dengan normal.

"ahhh,,, perkenalkan aku Kim Baekhyun.. tetangga kalian,,"

"ahh duduk lah terlebih dahulu" ucap Sehun memotong perkataan Baekhyun, dan yeoja itu pun menurut, tidak baik memang berbicara di depan pintu.

"kami hanya bisa memberi ini,,,"ucap Baekhyun menyodorkan keranjang penuh dengan aneka kue pada Sehun, dan namja itu menerima nya dengan senang hati.

"gomawo" ucap Sehun.

"maafkan kami yg tidak bisa membantu kalian kemarin,, salah satu keluarga kami sakit, jadi kami benar-benar tidak bisa membantu kalian berbenah" jelas Baekhyun dengan raut yg benar-benar menyesal.

"tidak masalah" ucap Sehun, meskipun ia kemarin pernah berkata jika tetangga nya memiliki nilai negative dari nya, namun melihat Baekhyun semua menjadi positif dan ia tidak menyesal karena sudah bertemu dengan malaikat seindah Baekhyun.

"emmm,, kau mau kemana setelah ini?" Tanya Sehun menatap keranjang lain nya yg di bawa Baekhyun. Yeoja itu menatap arah pandang Sehun dan mengangguk paham.

"untuk tetangga kita,," jawab nya.

"wahhh, aku juga akan kesana…"

"jeongmal?! Kalau begitu kajja.." Sehun menahan pergerakan tangan Baekhyun yg akan menyeretnya.

"ada apa?" Tanya Baekhyun heran, ia pun melepaskan tangan nya dan menggumamkan kata maaf berkali-kali yg di balasi dengan tidak apa-apa dari namja yg ada di hadapan nya. karena bukan itu yg ia maksut.

"kau tidak ingin minum sesuatu?" Tanya Sehun.

"anniya,, karena kita juga akan mendapatkan dari tetangga sebelah" canda Baekhyun lalu menyeret Sehun keluar rumah, sedangkan yg di seret pun hanya pasrah sambil menenangkan detakan jantung nya yg semakin menggila.

.

.

.

"tapi ma! Aku sibuk!" teriak gadis yg baru saja keluar dari kamar nya lengkap dengan tas jinjing yg akan ia bawa.

"tapi Lu! Bisakah kau membantu mama sebentar saja!?" dan masih ada teriakan yg menggema dari dapur.

"tidak bisa mama! Aku sudah di tunggu teman ku, kami sudah lama tidak bertemu, ayolah mama! Tidak bisakah Chanyeol saja!"

"tidak bisa, aku sibuk!" setelah berteriak menjawab pertanyaan sang ibu, gadis bersurai merah muda itu merengut lantaran orang yg akan di jadikan kambing hitam tidak mau karena alasan yg sama dengan nya.

"Ya!" teriak Luhan gadis bersurai merah muda, seperti nya ia sudah mengganti warna rambut nya kali ini. Gadis itu terlihat berjalan dengan kaki di hentak-hentak kan menuju subuah kamar yg tidak jauh dari lokasi nya.

#Brak!

Mata Luhan melotot lantaran menatap kegiatan – sibuk – yg di lakukan oleh sang adik.

"kau sebut ini dengan kegiatan sibuk?!" teriak nya frustasi sambil menunjuk kegiatan Chanyeol adik nya yg tengah memegang PSP nya. Chanyeol mempouse dan menghentian permainan nya, menatap sang kakak santai.

"ne,,," jawab nya singkat. Mendapat jawaban itu membuat emosi Luhan membuncah, dan dengan sekali tarikan rambut adik nya yg mulai panjang itu di jambak kuat-kuat, membuat sang empu mengerang kesakitan.

"aduh!ya! Xiaoxi! Lepaskan!" teriak Chanyeol frustasi akan rambut nya yg seperti nya akan di cabut sampai akar.

"rasakan!" ujar Luhan melepaskan cengkraman nya kemudian berlalu meninggalkan Chanyeol yg masih mengaduh kesakitan, namun detik berikut nya namja dengan surai coklat tua itu tersenyum penuh arti menatap punggung sempit sang kakak.

"mama…?" panggil Luhan yg kini berada di ambang pintu dapur sang ibu, ia menatap dapur itu dengan dahi mengernyit bingung. Kosong, lalu dimana ibu nya?

"mama?" panggil nya sekali lagi, dan kali ini ia masuk ke dalam dapur tersebut.

"oh, XiaoXi… kau tidak perlu mengantarkan kue ini pada tetangga" dahi Luhan kembali mengenyit bingung.

"kenapa?" Tanya nya. sang ibu tidak menjawab, dan malah membuka kulkas, mengeluarkan orange juice dan menuangkan nya ke gelas. 2 buah, apa ada tamu? Pikir Luhan masih menatap ibu nya. atau menunggu jawaban dari ibu nya.

"ini antarkan ke depan, karena tetangga kita sudah ada di sana" dan Luhan paham. Ia mengangguk dan membawa minuman itu ke depan untuk tetangga nya.

Jika sampai tetangga itu datang ke rumah nya, ia yakin yg datang kali ini adalah ahjuma-ahjumma dengan anak nya yg masih kecil, dan kenapa ibu nya yg menyuruh nya mengantarkan ini? Ia benar-benar heran dengan sang ibu.

Namun langkah nya berhenti setelah mendapati sang tamu, diskripsi nya hancur sudah. Hampir saja bawaan nya akan terjatuh jika tidak ada ibu nya yg menyadarkan nya.

"hei,,, ada apa?" Tanya Tao sang ibu langsung membawakan nampan yg di bawa oleh Luhan, namun segera di tepis oleh Luhan, menatap sang ibu yg menatap nya bingung.

"mama, biar Luhan saja, sekarang mama istirahat saja"

"tapi Xiao…."

"tidak apa-apa mama…"

"bagaimana dengan janji mu dengan teman mu"

"mereka pasti akan mengerti mama…"

"kau aneh…" Luhan menahan nafas nya. mengapa ibu nya begitu sangat mengerti akan dirinya? Ia segera mendorong ibu nya ke dalam dari pada berdebat dengan nya malah akan menimbulkan banyak kecurigaan. Dan setelah mendapati sang ibu benar-benar masuk ke dalam kamar nya, Luhan pun menarik nafas nya dan berjalan pelan menuju ruang tamu.

"ah maaf menunggu" mendengar suara dari sang pemilik rumah, Baekhyun dan Sehun pun berdiri.

"ah… maaf merepotkan" ucap Baekhyun turut membantu Luhan yg meletakan gelas tersebut. Tanpa menyadari jika Sehun menatap nya dengan intens, dan Sehun pun tidak tahu jika sedari tadi Luhan menatap nya dengan tatapan yg tidak bisa di artikan.

Chanyeol melangkahkan kaki nya dengan tidak rela menuju ruang tamu, sedikit lagi ia akan menemui kemenangan nya melawan lawan nya di PSP kesayangan nya, tiba-tiba pintu nya di buka dengan paksa oleh ibu nya. Tao sang ibu langsung duduk di samping nya sambil melemparakan PSP – kekasih nya – dengan tidak berperasaan. Chanyeol yg akan melayangkan protes pun tidak bisa karena ucapan ibu nya yg membuat nya menahan aksi protes nya.

"jijie mu aneh" Chanyeol mendengkus mendengar nya, ia kira apa, ternyata ibu nya datang mengatakan fakta yg Chanyeol sudah tahu. Tangan panjang itu berusaja menggapai PSP nya namun tertahan oleh ibu nya.

"ia jadi menemui tetangga sebelah setelah melihat nya," Chanyeol menatap sang ibu lama.

"memang nya ada yg salah dengan tetangga kita?"

"entahlah, tidak ada.. hanya seorang pemuda dan gadis manis disamping nya" jawab Tao menjelaskan. Dan Chanyeol kembali mendengkus.

"lalu apa hubunganya dengan ku?" Tanya nya frustasi.

"lihat lah jijie mu,, firasat mama jika jijie mu punya dendam dengan pemuda tersebut" Chanyeol berdiri membuat Tao tersentak kaget.

"aku akan melihat nya" setelah mengucapkan hal tersebut Chanyeol pun keluar dari kamar nya.

Dan di sinilah Chanyeol, berdiri di anak tangga, menatap Luhan yg masih setia menatap pemuda yg ia tidak kenal, bahkan wajah pemuda itu pun ia tidak melihat karena posisi pemuda yg membelakangi nya, namun ia dengan jelas mendapati raut wajah kakak nya yg mulai tertarik dengan pemuda tersebut. Dengan langkah panjang, Chanyeol menuruni anak tangga menuju ruang tamu.

"bukan kah kau sibuk Xiaoxi?" Tanya Chanyeol menginterupsi kegiatan kakak nya yg tengah sembunyi-sembunyi mencuri pandang pada pemuda tersebut. Dan kedua tamu nya pun menatap Luhan. Sedangkan yg di tatap hanya menunduk, ia gugup.

"eeehhh,,, anniya" jawab Luhan. Chanyeol memutar bola mata nya malas dan duduk di samping sang kakak.

"dia benar-benar sibuk…" jelas Chanyeol memeluk pundak Luhan posesif.

"a apakah begitu,,?" Tanya Baekhyun menyesal. Menyesal karena menganggu hari sibuk tetangga nya.

"tidak, tidak Baek… jangan dengarkan jerapah sialan ini" umpat Luhan menurunkan tangan panjang Chanyeol kasar. Chanyeol menatap dua orang tamu nya. merasa di tatap Baekhyun berdehem, ia gugup dan tanpa sengaja menggenggam tangan Sehun. Membuat sang empu menoleh dan tersenyum. Tahukah kau Sehun? Saat kau tersenyum Luhan pun ikut tersenyum.

"nama ku Kim Baekhyun… dan ini Kim Sehun salam kenal" ucap Baekhyun mengenalkan dirinya, Chanyeol mengangguk, melirik Sehun dari atas sampai bawah.

.

.

.

Ayunan terbuat dari kayu itu pun bergerak maju mundur sesuai dengan arahan sang pengguna, di sebuah taman belakang rumah terdapat dua orang yeoja yg tengah memainkan ayunan nya. yeoja yg terlihat muda tengah memakan ice cream nya sedangkan yg lebih tua tengah menatap nya hangat.

"Kyungsoo ya…" panggil Minseok. Kyungsoo menatap sang ibu kemudian bergumam menjawab panggilan sang ibu.

"kau tahu eomma sangat mencintaimu…" Kyungsoo tersenyum dan mengangguk.

"neee, aku tahu eomma…. Apa eomma tidak bosan mengatakan hal itu terus? Tanpa eomma mengatakan nya pun aku sudah tahu eomma" Kyungsoo mengerucutkan bibir nya, ia merasa ibu nya benar-benar aneh beberapa hari ini.

Tidak biasa nya ia akan terus-terusan gamblang dalam ia menyayangi Kyungsoo. Bahkan karena sangat menyayangi nya Kyungsoo sangat di manja oleh Minseok. Dan Kyungsoo sangat tidak enak dengan kakak nya yg tidak begitu di perhatikan seperti dirinya. Namun apakah Kyungsoo tahu jika Baekhyun tidak keberatan akan hal tersebut, karena dia memang benar-benar sudah mengerti, mengapa Minseok memperlakukan nya seperti itu?

"tidak,,, eomma tidak akan pernah bosan mengucapkan itu sayang…" jawab Minseok membelai surai putri nya.

"tapi eomma,, jangan terlalu memperlakukan ku seperti itu,, aku merasa aku ini putri eomma yg manja sekali…. Aih.. aku tidak enak dengan Byuni eonnie…" Minseok tersenyum. Ia mengerti jawaban dari sang putri.

"sekali-kali manjakan lah Byuni eon…"

"ahhh,,, ada telepon… tunggu dulu ne Kyung…" ucapan Kyungsoo terpotong oleh kalimat Minseok yg mengatakan jika ada telepon di rumah nya, Kyungsoo mengangguk karena itu benar.

.

.

.

"panas!" suara erangan dan tanah yg tengah di gali oleh seorang pemuda berkulit tan menyatu jadi satu, di tengah terik nya matahari ia yg tengah asik-asik nya bermain dengan PSP nya pun harus berhenti karena sang ibu sudah berkoar di dapur untuk menyuruh nya mengambil kentang entah siapa yg menanam nya. dan mau tidak mau, Jongin pun menurut atau pisau ibu nya menancap di kepala nya.

"sialan! Kenapa ini sulit sekali!" Jongin bukan tidak bisa namun ia tidak mau. Ia melirik dapur yg berada di samping taman belakang rumah nya agar ibu nya menatap nya dan menyuruh nya berhenti karena kasihan.

"aishh,,, kulitku akan menghitam jika begini terus" gumam Jongin yg tidak mendapati sang ibu ada di dapur. Ia kembali menggali gundukan dimana kentang itu di sembunyikan oleh tanah.

"mati kau!" teriak nya frustasi kala mencabut kencang tersebut, namun perlawan kentang terlalu kuat sehingga membuat Jongin terjengkal kebelakang. Jongin tergeletak tak berdaya, menatap matahari yg tengah terik-terik nya menyinari kota Seoul dan ia ada di sini seperti orang bodoh. Ia berdiri, masa bodoh dengan ibu nya yg akan memukul nya nanti, yg terpenting adalah menyelamatkan kulit nya. sebelum ibu nya mempergoki dirinya yg akan kabur.

"Ya! Jongin ! kau mau kemana!?" dan benar saja. Ia sudah akan melangkah kaki nya menjauhi pekarangan rumah nya, ibu nya yg tengah membawa nampan berisikan air ice meneriaki nya.

"miannn eommmaaa!" teriak nya berlari dan memanjat pagar samping rumah nya untuk menghindari sang ibu yg mengejarnya.

#Brukkk!

Jongin mendarat dengan sempurna, namun tatapan nya membulat saat ia mendarat di tempat yg tidak tepat. Tepat di depan nya ada seorang gadis yg menatap nya kaget dengan lelehan ice cream di tangan nya, Jongin melirik ke bawah, dimana ice cream itu terjatuh. Dan tatapan yeoja itu benar-benar membuat nya membeku.

"a ~ anu…" dan dia benar-benar gugup kali ini.

.

.

.

"eomma kenapa lama?" gumam Kyungsoo menatap dimana pintu belakang rumah nya yg masih terbuka. Di sana ia dapat melihat Minseok yg tengah mondar-mandir dari dapur, ke ruang makan. Karena menunggu terlalu lama membuat Kyungsoo bosan juga, ia memutuskan untuk berjalan ke samping rumah nya, karena kata Baekhyun di sana ada bunga-bunga yg sangat cantik dan Kyungsoo ingin tahu.

"waaahhhhh" mata bulat itu berbinar menatap beraneka ragam bunga yg di tanam di pekarangan rumah nya. ia mengambil satu bunga mawar putih, berjalan untuk mendapatkan bunga lain hingga ia di depan pagar samping rumah nya.

#Bruuukk!

Tangan Kyungsoo yg akan memetik bunga melati pun terhenti, matanya melebar sempurna mendapati namja yg tidak ia kenal ada di depan nya, bahkan saking kaget nya ice cream yg ada di tangan nya pun terjatuh. Namja itu menatap nya dari atas sampai bawah dan itu membuat nya risih.

"a ~ anu…"gumam namja itu membuat Kyungsoo semakin takut.

"nugunde?" Tanya Kyungsoo setenang mungkin. Namja yg ada di depan nya menggaruk belakang kepala nya yg tidak gatal.

"maaf telah membuat mu kaget,," ucap nya gugup.

"kau memang membuat ku kaget" jujur Kyungsoo, dan ia dapat melihat raut wajah menyesal dari namja di depan nya "tapi tidak apa-apa" lanjut Kyungsoo tersenyum. Namja itu menatap ke arah bawah nya, dimana ice cream nya ada di sana. Dan Kyungsoo baru tahu jika namja tadi menatap ice tersebut bukan menatapi dirinya.

"dan maaf atas ice mu" sesal namja tersebut.

"gwaenchanayo"jawab Kyungsoo menenangkan.

"apa yg membuat mu kema…."

Belum sempat Kyungsoo meneruskan ucapan nya, ia sudah di tarik ke bawah dan mulut nya di bungkam oleh namja di depan nya, mata bulat itu membulat sempurna, ia kira namja di depan nya baik dan ternyata? Kenapa Kyungsoo langsung percaya jika namja di depan nya ini baik? Bisa saja kan ia adalah namja-namja hidung belang yg akan menculik nya? Kyungsoo memberontak dan namja itu tambah mencengkram pergelangan tangan nya.

"sssssstttt, nanti ketahuan…" benar kan pikir Kyungsoo? Namja ini jahat, ia akan di culik dan di jual… dan Kyungsoo benar-benar takut saat ini. Air mata mengalir deras nya.

"Jongin! Ya! Jongin! Kau dimana!" terdengar suara yeoja yg mendekat ke arah pagar, dan Kyungsoo ingin berteriak jika ia dalam bahaya, namun tidak bisa akibat dekapan sang namja yg tidak ia kenal. Setelah tidak mendengar yeoja itu Jongin melepas bekapan nya.

"kau dengar itu?" bisik Jongin tanpa menatap Kyungsoo yg sudah menghapus air mata nya, ingin beranjak kabur tanpa sepengetahuan nya. dahi Jongin berkerut.

"ya! Mau kemana?"ia menarik pegelangan tangan Kyungsoo agar duduk lagi.

"itu ibuku…." Dahi Kyungsoo mengernyit tidak mengerti.

"jika dia menemukan ku maka aku akan berkebun lagi"jelas Jongin menselojorkan tubuh nya di atas rumput. Dan Kyungsoo hanya menatap nya, jorok sekali pikir Kyungsoo.

"aku sangat lelah dan cuaca sangat panas" ucap Jongin menatap Kyungsoo.

"kau tidak apa-apa kan?" Kyungsoo mengangguk dan Jongin lega.

"semua ibu benar-benar menyebalkan" gerutu Jongin. Ia ingin sekali mengeluh karena ibu nya yg cerewet, namun entah mengapa ia malah bercerita pada yeoja yg sama sekali belum membuka mulut nya untuk menanggapi ucapan nya.

"benarkah?" Tanya Kyungsoo.

"ne,, mereka sangat cerewet, pemarah dan menyebalkan" jelas Jongin.

"begitukah?" Tanya Kyungsoo lagi, karena ia belum merasakan hal seperti Jongin, Minseok memang cerewet tapi Minseok tidak pernah memarahi nya.

"oh iya siapa namamu?" Tanya Jongin.

"ak aku…"

"nama ku Kim Jongin kau bisa memanggil ku Kai,, oke.."potong Jongin langsung menyalami Kyungsoo yg masih kikuk.

"apa kau tinggal di sini?" Tanya Jongin menatap bangunan rumah di depan nya. Kyungsoo mengangguk meng iyakan.

"ohhhh…." Jongin bergumam.

"salam kenal karena aku tetangga baru mu"Jongin tersenyum lagi pada Kyungsoo. Dan Kyungsoo hanya mengangguk, entah mengapa biasanya ia yg cerewet jadi hilang di depan namja yg baru saja ia kenal.

"Kyunngsoo! Kyungsoo ya!" Minseok berteriak, dan Kyungsoo mengerti jika ibu nya saat ini tengah kalang kabut mencarinya.

"apa ia eomma mu?" Tanya Jongin dan Kyungsoo mengangguk.

"baiklah, mungkin aku akan kembali.. sampai jumpa Kyungsoo!" namun pergerakan Jongin yg akan memanjat pagar terhenti saat pergelangan tangan nya di tahan oleh Kyungsoo.

"ada apa?" Tanya Jongin bingung.

"melarikan diri dari kewajiban mu,,, emmm bagaimana rasa nya?" Tanya Kyungsoo sedikit menunduk karena malu. Jongin tersenyum, menggenggam tangan Kyungsoo membuat sang empu menatap nya.

"ini sangat menyenangkan, cobalah sekali-kali…"bisik Jongin, kemudian memanjat tembok pembatas rumah mereka. Kyungsoo meneguk saliva nya berat, ia merasa pipi nya memanas dan jantung nya berdetak aneh? Apa ia menderita penyakit jantung? Ia memegang pipi nya kemudian jantung nya. menggeleng kan kepala jika ia baik-baik saja.

"astaga,, kau disini…. Dan omo! Wajah mu memerah? Kau sakit? Dimana yg sakit? Kajja kita ke dalam,, akan ku panggilkan dokter…."

"eomma….." ucapan panjang lebar Minseok terpotong oleh panggilan Kyungsoo.

"aku baik-baik saja…"lanjut Kyungsoo memeluk Minseok.

"syukurlah….." Kyungsoo melepaskan pelukan nya pada Minseok dan menatap nya.

"tapi,,, jantung ku bermasalah eomma…" dan setelah itu Minseok pun kalang kabut.

"kau harus di periksa sayang, eomma tidak ingin kau kenapa-napa" ucap Minseok menggenggam tangan Kyungsoo agar masuk ke dalam rumah mereka dan segera menelpon dokter pribadi mereka.

To Be Continued . .

#waowaowaow! Gk nyangka ada yg read ff aku….

Ini adalah tulisan pertama aku yg aku publish, merasa gk yakin ada yg suka,, gk nyangka ada yg review,, aku bakalan updet cepet kok, walau review nya dikit ^^ krn aku cuman nulis buat kesenangan aku aja, jadi yg gk review gk masalah kok buat aku. Kekekek,,,

And yg review big thaaaanks yg sayaaaaang :*

Dama31 : iya ini di lanjut kok ^^, terimakasih udah baca sama review ^^.

Baby crong : wah. Wah,,, km sudah terlalu banyak tahu,, wkwkwkwk, iya ini aku lanjut kok ^^. terimakasih udah baca sama review ^^.

Samiyatuara09 : iya ini udah lanjut kok ^^. terimakasih udah baca sama review ^^.

Kyung1225 : saudaraan gk yaaa? Beneran bikin penasaran? Baca lagi ya,, ini udah di lanjut. terimakasih udah baca sama review ^^.

Yixingcom : pepatah mengatakan percaya pada feeling,, #eh!,,iya ini udah dilanjut kok ^^. terimakasih udah baca sama review ^^.

.16 : hahahahahaha,, iya ini di lanjut kok ^^, terimakasih udah baca sama review ^^.

Kaisoonim : apa yaa? masa sih bikin penasaran? Ini sudah di lanjut kok ^^. terimakasih udah baca sama review ^^.

Chakajja13 : iya,,, iya semua deh,,, heheheheh, ini udah di lanjut kok ^^. terimakasih udah baca sama review ^^.

Aaaah,, bahagianya, udah di lanjut kok,, ^^ menerima kritik dan saran ^^