Promise To You

Author : Miss. Hunnie ~

Tittle : Promise To You

Genre : Family, Friends, Love, GS (For all Uke), etc.

Rated : T

Main Cast :

Kim Kyungsoo

Kim Jongin

Kim Baekhyun

Wu Chanyeol

Kim Sehun

Wu Luhan

Other Cast :

Kim Minseok

Kim Jongdae

Zhang Yixing

Kim Joonmyeon

Wu Yifan

Lenght : chapter

Promise To You

Part 3

"kau!" Im Saenim menunjuk tepat di wajah Jongin dengan kesal. "ini adalah hari pertama mu sekolah dank au sudah membuat ulah?!" geram Yoona, guru sejarah yg hari ini mengulang. Tidak banyak siswa yg berani melawan Im Saenim, guru sejarah ini terkenal mengerikan. Sekali kena marah guru cantik ini, kau tidak akan pernah mendapatkan nilai setidak nya C di mata pelajaran nya.

"kau!" Yoona kembali menunjuk Jongin.

"keluar dari kelas ku saat ini juga, berdiri di tengah lapangan, dengan kedua tangan diangkat! Sampai jam ku selesai!" final! Jongin benar-benar terkena sial. Jongin tidak melakukan pembelaan karena ia salah. Ia sudah di ingatkan jauh hari oleh teman nya untuk membeli buku paket sejarah dan jangan terlambat, dan sial nya ia lupa membawa buku paket tersebut dan bangun kesiangan, ini lah hasil nya.

Jongin berjalan gontai keluar kelas, ia melirik Sehun yg hanya mengendikan bahunya acuh. Jongin mendengkus kesal, lain kali ia akan membalas perbuatan Sehun.

Kyungsoo terkekeh di meja nya, menatap Jongin keluar kelas, banyak siswa dan siswsi berbisik-bisik mengenai kenakalan Jongin.

"aku kira ini tidak akan berjalan mudah" komentar Minah, teman sebangku nya. Kyungsoo tersenyum menanggapi, ia kembali menulis materi yg tengah di terangkan Yoona Saenim. Sesekali ia melirik Jongin yg ada di tengah lapangan. Menatap bagaimana tingkah namja itu ketika ada siswa-siswi yg mengolok-olok nya.

.

.

.

Baekhyun berjalan dengan langkah terburu-buru, saat bel istirahat di bunyikan ia langsung mengemasi buku-buku nya dan langsung pergi meninggalkan kelas menuju kelas adik nya.

Ia mengedarkan pandangan nya menuju area kelas 8 tersebut, dan tatapan nya jatuh pada gadis mungil yg tengah mengemasi barang-barang nya dengan pelan. Dengan segere ia langsung melesat menuju meja gadis tersebut.

"Kyung…." Panggil nya. gadis bersurai hitam itu menoleh, menatap nya lembut. ia duduk di depan meja Kyungsoo, menatap nya lekat.

"sudah makan?" tanya nya. Kyungsoo menggeleng, ia menghembuskan nafas nya "kajja, maaf eonnie tidak langsung ke tempat mu, tadi Cho Saenim memberi…."

"tidak apa eonnie.. aku juga baru selesai" potong Kyungsoo cepat. Ia beranjak dari duduk nya, menggenggam erat pergelangan tangan Baekhyun.

"ayo, ke kantin,,, aku sudah lapar sekali…"

.

.

.

Makan siang kali ini tidak seperti biasanya, Baekhyun merasakan itu, biasanya Kyungsoo akan makan dengan tenang, suasana di antara mereka akan sunyi dan hening, sehebat apapun Baekhyun di bilang mood maker, itu tidak bisa berperngaruh pada Kyungsoo, namun kali ini, Kyungsoo mulai membuka diri, gadis itu mulai berceloteh mengenai teman baru nya yg ceroboh dan bodoh. Siapapun itu Baekhyun akan berterimakasih padanya.

Hingga obrolan mereka terhenti lantaran ada dua namja yg tengah duduk di depan mereka.

"bisakah….?" Tanya salah satu dari mereka, Baekhyun melirik sekitar nya, yg benar saja, kenapa kantin menjadi penuh begini? Gadis bersurai coklat gelap itu mengangguk.

"hey Noona…" sapa salah satu namja yg ada di depan nya, dahi Baekhyun mengernyit, menatap namja kulit nyaris pucat. Baekhyun tergelak, meminta maaf telah melupakan namja tersebut.

"Oh,, kau Sehun…?" tanya nya girang. Sehun mengerucutkan bibir nya.

"Noona lupa dengan ku? baru kemarin loh…?" ucap Sehun merajuk. Ia melirik ke arah samping Baekhyun dan gadis itu sadar. "perkenalkan ini adik ku, Kim Kyungsoo…" Kyungsoo tersenyum lembut dan mengulurkan tangan nya untuk Sehun yg langsung di balas.

"aku Sehun…." Balas Sehun.. Kyungsoo mengangguk "aku tahu" jawab Kyungsoo. dahi Sehun berlipat tidak mengerti.

"kita sekelas Sehun, kau tahu…?" Kyungsoo mengingatkan dan namja itu tersenyum malu mendengar nya, astaga! Mereka sekelas dan ia tidak tahu.. Sehun berdehem "maafkan aku,, aku…" Kyungsoo menggelengkan kepala nya mengerti.

"tidak masalah, kalian anak baru…" balas nya mencoba mengerti. Sehun mengangguk. Ia menyenggol Jongin yg sedari tadi hanya memperhatikan makanan nya saja. Kakak kembar non identic nya itu pun menoleh dengan mulut penuh makanan.

"whbae…?" tanya nya. Sehun mengernyit jijik, menatap Baekhyun dan Kyungsoo menyesal. Namun mereka tidak marah dan hanya terkikik geli melihat Jongin. mata tajam Jongin menatap ke depan, ia tidak sadar jika ada dua sosok gadis yg memperhatikan nya makan saat ini, dengan susah payah ia menelan makanan nya hingga habis. Berdehem sebentar guna menyingkirkan kegugupan nya.

"maafkan aku…." Ucap Jongin kikuk. Baekhyun mengangguk, ia mengulurkan tangan nya "Kim Baekhyun.." Baekhyun memperkenalkan dirinya, dengan senang hati Jongin menyambut nya "Jongin, Kim Jongin…." mata sipit Jongin melirik ke samping Baekhyun, lama ia memandang, ia pernah melihat gadis ini, tapi dimana? Pikir nya kalut, bahkan ia tidak sadar tengah di perhatikan oleh adik nya.

"hey…." Bisik Sehun mulai kawatir. Bahkan Baekhyun sudah mengibaskan tangan nya tepat di wajah Jongin dan namja itu belum berkedip. Hingga…

"kau,,,,?" Jongin masih berfikir, jari telunjuk nya mengarah pada Kyungsoo.. "gadis ice cream…" lanjut nya. dahi Sehun berkerut bingung "apa?" tanya nya bingung. Baekhyun berbisik apakah adik nya ini mengenal namja aneh ini? Dan Kyungsoo hanya terkikik geli.

"Kyungsoo,, aku Kim Kyungsoo…" ucap Kyungsoo lembut. Jongin mengangguk, ia menundukan wajah nya yg memanas karena malu. "kuharap kita bisa akrab,," sambung nya lagi, menatap Sehun dan Jongin bergantian.

"ehem…." Serempak mereka menatap dua sosok yg tengah menginterupsi kegiatan mereka. Kyungsoo dan Jongin saling berpandangan tidak tahu, namun Sehun dan Baekhyun langsung tersenyum, seperti mengenal dua sosok tersebut.

"hay…." Sapa gadis bersurai pink tersebut. Baekhyun ikut menyapa, dan Sehun hanya tersenyum tipis. Mata rusa gadis itu bergerak gelisah dan Baekhyun tahu maksut nya.

"kalian bisa bergabung Lu,, kantin memang di serang murid yg tengah kelaparan" sambut Baekhyun ramah, ia menggeser tempat duduk nya untuk Luhan. Dan mereka mulai memperkanal diri masing-masing, makan siang bersama, mengobrol hingga bel masuk berbunyi.

.

.

.

Luhan menatap resah langit yg mulai di bubuhi warna senja, ini sudah sore dan Chanyeol belum juga muncul, adik nya itu katanya akan menjemput nya jika urusan nya sudah selesai. Ia mendesah kala melirik jam mungil yg melingkar dengan indah di pergelangan tangan nya.

"dimana kau bodoh…" geram nya kesal. Luhan tersentak kaget saat merasakan rintik air hujan mulai jatuh. Ia mendongkak menatap langit, tidak mendung, tapi kenapa hujan? Pikir nya heran.

Satu atau dua tetes memang tidak masalah, namun saat tiba-tiba hujan yg awal nya hanya beberapa rintik itu membawa teman-teman nya, membuat Luhan kuwalahan dan langsung berlari untuk mencari tempat perlindungan. Tidak jauh dari sana ia mendapati halte bus yg sudah sesak dengan para pengunjung yg mencari perlindungan sama sepertinya.

Ia menatap kesekitar nya, banyak dari mereka adalah orang pekerja yg pulang. Ia menghembuskan nafas nya tidak peduli, menatap ke depan, dimana mobil-mobil berseliweran, mungkin saja ia menemukan Chanyeol di sana, membawa mobil dan menemukan nya disini. Hingga ia merasakan tepukan di bahu nya.

"hey…." Ia merasakan waktu yg berputar tiba-tiba terhenti di sana, menatap sosok yg ada di sebelah nya dengan wajah polos nya. Sehun terkekeh geli, ia mengacak surai permen kapas milik Luhan gemas.

"apakah aku tampan?" tanya Sehun lembut. Luhan yg awal nya menganga kini menutup mulut nya. mengangguk "iya,, kau memang tampan…" suara Luhan memang kecil namun Sehun mampu mendengar nya. namja itu terkekeh geli. Hingga….

"sialan kau!" teriak Luhan kesal, seperti biasa keluarga WU takkan peduli dengan sekitar, bahkan saat orang-orang memandangi mereka. Sehun membungkukkan badan nya untuk meminta maaf.

"aishh,, kau cerewet sekali…" gerutu Sehun. "terserah" balas Luhan tak kalah tajam. Suasana mendadak hening di antara mereka berdua, Luhan yg sedari tadi menatap ke depan kini melirik Sehun yg sibuk dengan ponsel nya.

"kenapa kau pindah?" tanya Luhan memecahkan keheningan. Sehun menghentikan gerakan jarinya di atas permukaan ponsel nya, melirik sekilas gadis yg ada di samping nya kemudian menatap rintikan hujan yg mulai mereda.

"pekerjaan ayah ku sudah selesai," jawab Sehun. "lalu kau?" lanjut Sehun. Luhan mengeram.

"aku lebih tua dari mu bodoh!" Sehun berdecak masa bodoh. Mengunci ponsel nya dan memasukkan nya ke saku seragam nya. namja itu langsung menatap Luhan tepat di wajah nya, bahkan wajah mereka hanya terpaut beberapa centi saja, membuat kulit putih Luhan memerah.

"wajah bayi seperti mu? Siapa yg percaya?" tanya nya mengejek, kemudian menjauhkan wajah nya dari Luhan. Sedangkan gadis itu? Kini tengah memegangi wajah nya yg entah kenapa tiba-tiba memanas. Tapi sejenak ia tersadar…

"sialan kau!" seru Luhan menjambak rambut Sehun brutal, untung saja para pengunjung halte sudah lama berkurang dan kini hanya mereka berdua dan beberapa saja orang yg ada, menatap mereka antara bingung, kaget, kesal, geli dengan tingah Luhan dan Sehun.

"aduh, duuuh…" ringis Sehun, kini penampilan nya acak-acakkan, wajah penuh cakaran, rambut yg berantakan dan baju nya yg awal nya rapi kini tidak beraturan. Ia melirik Luhan yg kini mengatur nafas nya, penampilan gadis itu pun tidak jauh dari nya, hanya saja di sisi-sisi kepalan gadis itu penuh dengan rontokan rambut nya. Sehun bergidik ngeri.

"kau tidak di jemput?" tanya Sehun grogi, Luhan melirik tajam.

"dilihat sudah tahu kan?" balas nya ketus, Sehun tersenyum kikuk.

"ayo,,, pulang bersama ku…" hujan sudah reda dan sore tergantikan dengan malam yg mulai petang. Luhan melirik Sehun yg kini sudah berjalan, meraih sepeda nya. ia melirik sekitar, sudah sepi dan hanya dirinya dan Sehun disini, area sekolah menyeramkan saat malam hari dan dengan cepat Luhan langsung menaiki sepeda Sehun, tidak ada boncengan nya disini, jadi ia terpaksa berdiri di atas besi di antara dua roda yg mulai berputar seiring kayuhan sang pemilik.

Keheningan menyelimuti, udara dingin karena setelah hujan yg turun pun menusuk kulit. Tanpa sadar Luhan mengencangkan pelukan nya pada leher Sehun.

"aku dan keluarga ku pindah karena pekerjaan papa yg menuntut…" tiba-tiba Luhan berbicara merobek suasana hening di antara mereka. Sehun mengangguk paham. Kayuhan Sehun mulai melamban, nafas namja itu mulai naik turun, dahi Luhan berkerut mulai kawatir.

"hey,,, kau tidak apa?" tanya Luhan. Sehun tersenyum tipis.

"tidak,,,, aku tidak baik-baik saja, kau berat dan nafas ku hampir putus karena mu…"

"apa kau bilang!" murka Luhan. "ku bilang kau ini gadis atau babi! Turunkan lah beberapa kilo, kau tidak ingin menjadi gadis babi gendut yg siap di sembelih kan!?" perempatan jalan kini tercetak jelas di kening gadis bermarga WU tersebut. wajah nya sudah memerah dan aura nya sudah menghitam.

"hiaaaah! Awas kau!" dan adegan jambak menjambak pun terjadi lagi. Untung saja Sehun mempunyai keseimbangan dalam menyetir, kalau tidak , bisa-bisa mereka terjatuh karena pemberontakan Luhan.

Keheningan kembali merobek suasana, kali ini penampilan Sehun lebih parah dari tadi. Ia melirik ke belakang dimana Luhan masih mengepulkan asap hitam di kepala nya, ia kembali menatap ke depan, bergidik ngeri.

"tidak kusangka, wajah bayi seperti nya mempunyai tenaga kudanil…." Gumam Sehun.

"kau ingin mati hah!" oh tidak lagi….. batin Sehun merana. Ia kan hanya bergumam, apa setajam itu pendengaran Luhan. Dan perjalan pertama mereka kembali di hiasi cakar, jambak dan makian dari Luhan.

.

.

.

Jongin menatap lekat penampilan adik kembar nya, mata sipit itu bergerak liar dari atas kebawah, atas kebawah begitu terus, membuat Sehun risih sendiri.

"ada apa?" tanya Sehun malas, ia meletakkan gelas yg awal nya berisikan air itu ke atas meja. Menatap jengah Jongin yg masih menatap nya lekat.

"kau di serang kawanan banteng?" tanya Jongin, namja berkulit tan tersebut mengambil beberapa helai surai Sehun, mata nya melotot horror saat helaian itu rontok tidak bertenaga. Astaga gawat… bukan dia yg melakukan nya, ini kecelakaan… batin Jongin. dahi Sehun berkerut menatap Jongin.

"ada apa?" tanya Sehun bingung. Jari-jari yg akan mendarat di kepala nya pun melayang di udara, Jongin memegang pergelangan tangan nya.

"kau ini kenapa?" tanya Sehun kesal. Jongin meringis kecil. "eumm,,, Sehun,, aku akan ke kamar,,, bye!" Jongin berlari dengan kecepatan kilat, hingga…..

"yaaa! Kkamjong! Apa yg kau lakukan pada rambut ku! kenapa bisa rontok seperti ini!" teriak Sehun. Adik nya itu sangat menyayangi rambut nya, siapapun tidak boleh menyentuh rambut nya tanpa seijin nya, begitu kau menyentuh rambut nya yg berharga nya tanpa seijin Sehun, bisa di pastikan Sehun Si rilakuma yg menggemaskan akan berubah menjadi hulk yg menyeramkan.

Dan yg menjadi pertanyaan adalah, siapa yg membuat rambut Sehun menjadi seperti itu?

.

.

.

Chanyeol mendesah marah, sudah jam 8 malam dan Luhan belum pulang, padahal ia sudah mengatakan kalau ia akan menjemputnya setelah berlatih, namun apa yg ia dapat? Luhan tidak ada di tempat nya, ia akui ia juga salah disini, tidak menjemput Luhan tepat waktu, saat itu ia berfikir jika Luhan ada di halte dan menunggu nya, namun setelah di perhatikan baik-baik ia tidak menemukan Luhan di sana, dan malah mendapati sepasang kekasih yg sedang berdebat, menjambak satu sama lain seperti anak kecil.

Dengan gundah, takut, dan kawatir, Chanyeol menjalankan mobil nya menjauh dari halte, ia berfikir mungkin kakak nya sudah pulang sedari tadi menggunakan bis atau taxi. Tapi setelah ia sampai rumah, ia tidak mendapati siapa-siapa kecuali ibu nya yg berkutat di dapur.

Dan disinilah ia, di ruang tamu dengan keadaan yg membuat orang takut untuk melihat nya. Wajah nya memerah menahan amarah. Hingga,, pintu terbuka dan dengan segera ia berdiri untuk melayangkan caci maki nya, namun ia urungkan saat siapa yg ada di balik pintu.

Sosok itu mengernyitkan dahinya bingung "kau kenapa Chan…?" tanya Yifan, ayah Chanyeol. melepas sepatu nya dan mengganti dengan sandal rumah, melepas jas nya yg basah dan menyampirkan nya.

"aku pulang!" teriak nya. ia bisa mendengar suara tergopoh dari dapur, ibu nya sudah berlari ke ruang tamu, menyambut sang suami.

"selamat datang…." Sambut nya lembut. mambawakan sang suami handuk hangat untuk nya. Yifan berterima kasih, kemudian menatap Chanyeol yg tengah menatap pintu rumah dengan tajam.

"ada apa dengan nya?" bisik Yifan pada Tao. Istrinya melirik Chanyeol sekilas kemudian menatap suami nya.

"seperti biasa…" bisik nya. Yifan menghela nafas panjang.

"jangan terlalu keras pada kakak mu Chan,, ingat dia kelas 9 bisa saja, ia saat ini ada jam tambahan…" ingat Yifan. Ia berjalan masuk ke dalam, Chanyeol melirik ibu nya yg kini menatap nya.

"ada apa ma?" tanya Chanyeol. Tao mendesah "masuk lah ke kamar mu,, biar aku yg mengurus Luhan nanti. Istirahat lah,,,," Tao mengelus pundak Chanyeol, namja itu menunduk. "kau belum makan kan? makan lah…" lanjut Tao.

Tidak ada jawaban dari Chanyeol, namja itu sibuk menghitung ubin yg ia pijak, Tao mendesah. "ia sudah dewasa, bukan anak kecil seperti dulu, mama yakin jiejie mu bisa menjaga diri…" kata Tao meyakinkan. Chanyeol mendongkak memastikan dan Tao mengangguk mengiyakan. Chanyeol mendesah lagi, kemudian mengangguk menuruti permintaan Tao.

.

.

.

Kyungsoo menatap kawatir pada Minseok yg kini terbaring lemah di atas ranjang nya, wanita itu terkena demam, dan Baekhyun saat ini tengah mengukur demam nya dengan thermometer. Gadis itu mengikuti Baekhyun setelah di rasa kakak nya sudah mengukur suhu demam Minseok.

"berapa?" tanya Kyungsoo. Baekhyun menatap lembut Kyungsoo. "37 derajat,, cukup panas" jawab Baekhyun. Salah satu gadis yg lebih tua berjalan menuju ranjang, duduk manis di sebelah nya di ikuti yg lebih muda. "apa eomma merasa pusing?" tanya Baekhyun menggenggam erat tangan ibu nya. Minseok tersenyum kecil.

"sedikit…." Jawab nya lemah. Kyungsoo sudah berkaca-kaca. "apa perlu aku panggilkan dokter Cho?" tanya si bungsu menawarkan. Minseok menatap Kyungsoo hangat, ia menggenggam tangan si bungsu.

"tidak perlu sayang,, minum obat penurun demam, besok pasti sembuh" tolak Minseok halus, ia mengelus permukaan tangan si bungsu, agar gadis itu tidak sekawatir ini.

"tapi obat nya habis…" Baekhyun mengingatkan, ia sudah ingin membeli obat sedari tadi namun ia urungkan karena hujan. "biar aku yg membelikan nya" sahut Kyungsoo. Minseok melirik Baekhyun, dan si sulung langsung paham.

"tidak,, biarkan eonnie saja, kau tunggu eomma di rumah okey…"

"tapi…"

"tidak ada tapi-tapian, iya kan eomma?" potong Baekhyun cepat, gadis beriris coklat itu menatap ibu nya, dan langsung di angguki oleh wanita itu "dirumah saja, temani eomma nde…" ucap Minseok memberi pengertian pada si bungsu.

"ba baiklah…." Balas Kyungsoo lemas. Ia melirik Baekhyun yg sudah bersiap-siap.

"eonnie, tidak membawa payung?" tanya Kyungsoo mengingatkan. Baekhyun menggeleng "sudah tidak hujan lagi" jawab Baekhyun.

.

.

.

awal nya ia mendengar teriakan-teriakan memekakan antara kedua putra putri nya seperti biasa, namun lama kelamaan, Yifan ikut turun tangan setelah di rasa putra semata wayang nya mulai kurang ajar pada putri satu-satu nya.

Dulu Yifan menganggap keposesifan Chanyeol karena semata untuk melindungi Luhan sang kakak. Ia memaklumi apa saja kelakukan Chanyeol pada Luhan sampai saat ini, tanpa mendengar komentar orang lain, jika perhatian Chanyeol pada Luhan mulai agak di pertanyakan.

Hingga ia melihat sendiri, bagaimana Chanyeol memukul Luhan untuk pertama kali nya, dan ia dengan serampangan memuluk Chanyeol juga.

Tao menangis, memeluk nya dari samping, mengelus punggung nya, dan nafas nya naik turun karena emosi. Pintu rumah mereka terbuka, setelah mendapatkan pukulan pertama dari ayah nya, Chanyeol langsung melesat keluar dengan mobil nya. sedangkan Luhan? Gadis itu masuk ke kamar nya dengan isak tangis yg mengiringi.

"seharusnya aku mendengarkan mereka" gumam Yifan tidak percaya. Tao menggeleng tidak membenarkan ucapan Yifan. "tidak,, tidak,, Chanyeol tidak sakit,, dia hanya marah,," jelas Tao. Dahi Yifan berkerut tidak setuju.

"marah karena apa? Karena Luhan pulang malam dengan seorang namja? Bukan kah itu terlihat normal?" Tao menatap suami nya lekat.

"itu memang normal, tapi astaga,, apa kau lupa, kejadian dimana Luhan pulang malam?" tanya Tao mengingatkan. Pandangan Yifan menatap lurus ke depan, dimana pintu rumah yg mereka tempati masih terbuka lebar, ia menerawang, dimana anak gadis nya pulang di tengah malam dengan kondisi yg buruk bersama Chanyeol. Yifan mengeram frustasi.

"lalu apa yg harus aku lakukan?"

"kejarlah Chanyeol, biar Luhan aku yg urus…" saran Tao. Yifan mengangguk, meraih jaket, kunci mobil dan keluar dari rumah.

.

.

.

Sudah sejam Baekhyun belum pulang juga, membuat Kyungsoo kawatir. Ia menatap ibu nya yg sudah terlelap dalam tidur nya. ia kembali melirik jam dinding. Kekawatiran mulai merayap. Hingga ia memutuskan untuk menyusul Baekhyun.

Setelah memakai jaket hangat nya, Kyungsoo sudah siap, ia menatap ibu nya sendu. Ia ingin membangunkan ibu nya namun ia tidak tega.

"maafkan aku eomma…" bisik nya lembut. membuka pintu, pandangan pertama adalah malam di kota Seoul di bagian perumahan ini agak gelap, ia dengar listrik untuk lampu jalanan tadi padam dan besok pagi baru di perbarui. Setelah memastikan ia sudah mengunci pintu, Kyungsoo pun berjalan menyusuri gelap nya jalanan perumahan yg ia tempati.

Sampai di tengah jalan, gadis nekat itu pun menatap gadis yg ia kenal sedang berjalan menyusuri jalanan dengan bungkusan di tangan nya. Kyungsoo tersenyum, tidak salah lagi, itu pasti kakak nya.

Dengan sekali tarikan nafas Kyungsoo berteriakan memanggil Baekhyun, dan berhasil, awal nya Baekhyun kaget melihat nya, namun kemudian melambaikan tangan nya. saking senang nya melihat sang kakak, Kyungsoo langsung menyebrang jalan tanpa menoleh ke kanan dan ke kiri, hingga sorotan lampu dari arah samping membuat mata nya silau hingga ia merasakan debuman yg teramat keras.

"Kyungsoo!" Baekhyun berteriak, berlari kesetanan menuju tubuh tidak berdaya adik nya yg kini tergolek di atas dingin nya aspal. Kyungsoo membuka matanya ketika di rasa kepala nya sakit luar biasa, kepala nya di pangku seseorang yg ia cari sedari tadi.

"eonnie…." Suara nya tidak keluar, hanya hembusan nafas nya yg tersengal. Baekhyun terisak, menggeleng, melarang nya untuk berbicara sementara orang-orang mengerubungi mereka seperti semut mengerubungi gula. "ul ul jima….." ia kembali tersengal. Tangan nya yg penuh dengan darah menghapus air mata Baekhyun, menimbulkan goresan panjang berwarna darah di sepanjang tulang pipi sang kakak. hingga tangan itu tergolek tak berdaya.

"Kyungsoo! Kyungsoo!" Baekhyun menjerit. Tidak jauh dari mereka, Minseok tergopoh dengan deraian air mata dengan seorang pria yg ikut belari di belakang nya. "tidak, tidak! Putri ku!" jerit nya pilu.

"Xiumin,, tenanglah," Yifan yg sedari tadi bersama nya kini memeluk tubuh Minseok yg lemas. Ia melirik di sekitar nya, berteriak menyuruh siapa saja untuk nenelfon ambulans. Hingga tatapan nya jatuh pada mobil yg menjadi pusat perhatian. Mobil yg tidak asing di hidup nya. Yifan menggeram "Chanyeol" bisik nya marah.

.

.

.

Jongdae menatap serpihan gelas yg ada di lantai, tadi sore ia menerima telfon dari rumah jika Minseok sakit, tapi ia tidak bisa pulang karena lembur dan si kembar BaekSoo – menurut Jongdae – pun memaklumi nya. belum juga tengah malam ia sudah di landa rasa kantuk yg luar biasa dan memutuskan untuk membuat secangkir coffe untuk menemani nya. namun sial nya, coffe yg ia idamkan pun musnah bersamaan dengan gelas yg pecah tiba-tiba.

Seperti mengalami kejadian di sinetron, gelas pecah berarti pertanda buruk. Jongdae menggelengkan kepala nya, tidak akan ada apa-apa. Pikir nya positif. Hingga pikiran positif yg ia bangun runtuh tiba-tiba saat dering telfon nya berdering. Deringan ponsel kali ini seperti nada kematian untuk Jongdae. Kepala nya menggeleng, pasti sinetron membawa dampak buruk bagi nya. ia berjanji akan mengurani kadar menonton sinetron saat ia lenggang nanti. Jongdae meraih ponsel nya, menggeser tombol hijau.

"yeoboseyo?" sapa nya kalem.

"apa benar ini nomor tuan Jongdae?" dahi Jongdae berkerut, di lihat nya baik-baik layar ponsel nya, tidak ada nama. "iya ini aku, ini dengan siapa?" tanya Jongdae curiga.

"oh syukurlah,, putri anda kecelakaan dan di bawa ke rumah sakit…" dan pertanda buruk memang datang dalam bentuk apa saja. Jongdae merasa pasokan oksigen nya habis, ia merasa jantung nya di renggut dari rongga dada nya dan di remat serta di buang ke penggilingan daging.

_To Be Continued…

Wah…..! gak nyangka, respon nya banyak… :D. kemarin aku mau update, tapi mikir, ini ff bagus gk ya buat readersnim? Mengecewakan gak ya? Banyak mikir lupa update.. kekeke. Suka sama respon kalian, tapi maaf, konflik nya belum muncul. Bakalan jadi ff drama ini,, gak apa-apa kan?

Terimakasih sayang2 ku yg udah review :* :*

kyung1225 : ini udah update kok, bakalan lama konflik nya, sabar yaaa… ending nya happy gk ya? Hehehehe, Terimakasih untuk sempetin review nya :D :*

Baby Crong : hehehehe iya nih, males ngedit jadi gini.. ah jeongmal? Setahuku hemophilia turunan, jadi gk ngerti kalau cowok yg kena?. Iya mereka terlibat hubungan ambigu (?), terimakasih udah sempetin review :D :*

DaMa31 : konflik kelihatan nya masih lama sayang, di tunggu yaaa… terimakasih udah sempetin review :D :*

kaisoolover : waaaah terimakasih :D seneng baca nya… :D ini udah di lanjut kok sayang,, iya aku usahain KaiSoo moment nya di banyakin, terimkasih udah sempetin review :D :*

.16 : hahahahaha emang dasar tuh si Jong,,, hayooo baek suka ama siapa cobak? Iya ini udah di lanjut kok sayang, terimakasih udah sempetin review :D :*

namefake : masa bikin penasaran sih? Konflik nya bakal lama, km bakal sabar kan? kekekekek,,, iya ini udah update asap kok ^^, terimakash udah sempetin review :D :*

ChaKaJja13 : hehehehe, aku hanya ingin memberikan yg terbaik untuk kaisoo shiper :D ini udah di lanjut kok, terimakasih udah sempetin review… :D :*

poe chaerin : waaah,,, terimakasih :D tersanjung jadinya,,, iya ini emang rumit, tapi aku jamin konflik nya gk serumit ini, mungkin sih? Terimakasih udah sempetin review :D :*

Lovesoo : penyakit yg gk bisa terluka, km suka buat aku bingung, tapi aku paham… :D apa yg km pikirkan bener kok,, kekekeke, terimakasih udah sempetin review :D :*

Ryu : crack pair? Atu Offical yaaa? Di jamin otp kok,, terimakasih udah sempetin review :D :*

Cute : ada apa ya? Mungkin entar aku tanya papa kris,, #plak! Ini udah di lanjut kok sayang, terimakasih udah sempetin review :D :*

Lqhiesz : iya, iya,,,, ini udah bawa kilat nya Chen juga :D,, udah di lanjut, terimakasih udah sempetin review :D :*

ABC : cup, cup, cup #tepuk2,, udah jangan pundung gitu, ini udah di lanjut,,, ada apa dengan KrisLay yg nyangkutin Kyungsoo? #eh! Percayalah pada dirimu,, cieeee…. Iya aku usahain buat chanbae kok… :D terimakasih udah sempetin review nya… :D :*

Kaisoomin : iya, iya,,, ini udah di lanjut kok babeeeee :*,, eummm bukan nya Kyung anak nya babe ama emak nye yaa? #plak, canda :p.. terimakasih udah sempetin review :D :*

Kaisoo : ini udah lanjut…. Terimakasih udah sempetin review :D:*

Kaidoo : sekarang gk usah nunggu, karena saya udah update,, hehehehe.. :D terimakasih udah sempetin revieeew :D :*

Kyungkyung : iya ini udah lanjut,, terimakasih udah suka ff saya ini, dan terimakasih udah sempetin review :D :*

kai kyungsoo : ini udah di lanjut kok say,, :D… terimakasih atas pujian nya dan terimakasih udah sempetin review :D :*

terimakasih buat kalian semua :* :D,, tanpa kalian aku mah apa atuuuh :p,, menerima kritik, saran, dan KaiSoo kalau bisa #di gorok masal…