Promise To You
Author : Miss. Hunnie ~
Tittle : Promise To You
Genre : Family, Friends, Love, GS (For all Uke), etc.
Rated : T
Main Cast :
Kim Kyungsoo
Kim Jongin
Kim Baekhyun
Wu Chanyeol
Kim Sehun
Wu Luhan
Other Cast :
Kim Minseok
Kim Jongdae
Zhang Yixing
Kim Joonmyeon
Wu Yifan
Lenght : chapter
Promise To You
Part 4
Minseok panic bukan main, ia tidak menyangka menunggu putri sulung nya yg membelikan nya obat akan mengantarkan nya pada alam mimpi, namun setelah bangun ia tidak mendapati putri bungsu nya ada di kamar nya, ia mengira putri nya sibuk mengerjakan tugas.
Karena tidak ingin menganggu, Minseok yg haus pergi ke dapur, setelah di rasa sudah selesai, wanita berkepala 4 itu pun ingin menengok sang putri di kamar nya, namun nihil, Kyungsoo tidak ada.
Minseok mencoba tidak panic, lagi pula putri nya sudah mulai beranjak dewasa, dengan susah payah, Minseok melangkah ke ruangan-ruangan lain di rumah nya, dan lagi-lagi ia tidak menemukan putri nya.
Dan di sinilah ia, berada di depan rumah dengan jaket tebal yg membungkus tubuh bersuhu panas nya. dengan tertatih Minseok berjalan. Mencari putri nya, ia sangat kawatir sekali, ia tahu Kyungsoo sudah 15 tahun, namun entah kenapa perasaan nya tidak enak kali ini.
"Min,,,? Apa itu kau?" langkah nya terhenti saat seseorang memanggil nya, kepala nya ia tolehkan ke sumber suara, nafas nya terhenti ketika melihat sosok tersebut yg sudah mendekati nya.
"Wu, Wufan…?" Minseok bertanya memastikan. Wu Yifan mengangguk, menatap Minseok itens.
"kau tinggal di sini?" tanya Yifan. Minseok mengangguk, ia ingin sekali mengobrol dengan teman masa lalu nya, namun ia saat ini tengah terburu-buru, dan juga ia harus pergi segera mungkin, berada di samping Yifan membuat nya sesak.
Minseok tidak peduli, ia melangkah kan kaki nya namun tertahan oleh Yifan. "hey, hey,, kau akan kemana?" tanya pria itu bingung.
"aku ada urusan Kris…" Minseok mencoba melepaskan genggaman tangan Yifan dengan paksa dan pria bersurai blonde itu pun menurut.
"perlu aku antar?" tanya nya menawarkan, bahkan ia lupa tujuan awal nya keluar rumah.
"tidak perlu…" jawab Minseok dingin, wanita itu langsung berjalan cepat meninggalkan Yifan yg ada di belakang nya, mengikuti setiap langkah Minseok. Hingga ia mendengar Minseok menjerit… Yifan berlari mengikuti dari belakang, di sana terlihat ramai membuat Yifan bingung dengan kerumunan orang-orang.
"tidak, tidak! Putri ku!" jerit Minsek, wanita itu kini tengah memeluk seorang gadis yg tengah tidak sadarkan diri.
Yifan langsung memeluk Minseok "Xiumin,,, tenanglah," bisik nya, melirik sekitar dan berteriak meminta tolong, hingga saat tatapan nya jatuh pada sebuah mobil yg ia yakini telah menabrak gadis tidak bersalah itu.
Dahi nya berkerut, lantaran mengenal mobil itu. Yifan mengeram marah.
"Chanyeol…" ambulans sudah datang, gadis tabrak lari itu sudah di bawa, dan disinilah Yifan berdiri dengan Minseok yg ada di gendongan nya, wanita itu pingsan setelah menjerit pilu. Yifan mendesah, menatap Minseok. Wanita itu menangis walau dalam keadaan pingsan.
"maafkan aku Min,,," gumam nya pelan.
.
.
.
"brengsek!" jerit nya. Chanyeol menatap langit malam kota Seoul, tidak ada hiasan di langit gelap Seoul. Ia membaringkan tubuh nya di atas rerumputan masih menatap langit malam yg hampa. Tubuh nya ia iringkan, meringkuk membentuk sebuah pola bola. Namja berusia 16 tahun itu mengerang frustasi, air mata nya jatuh dengan deras nya dari pelupuk mata bulat nya. kelopak itu terpejam, isak tangis pun terdengar pilu.
"maafkan aku, maafkan aku…." Gumam nya lirih, telapak tangan yg tengah menutup wajah nya pun tidak henti bergetar.
"maafkan aku,,, tolong jangan hukum aku…" lirih nya dalam suasana malam yg hening dan dingin.
.
.
.
Suara nyaring gelak tawa seorang bocah kecil yg kini tengah berlari-lari kecil dengan boneka yg ada di pelukan nya. Yixing tersenyum mendengar tawa itu, sungguh menggelitik hati nya saat ini.
Langkah kaki nya membawa dirinya pada bocah kecil itu. Bocah perempuan dengan iris hitam kelam kini menatap nya datar, kemudian senyum itu muncul menyambut Yixing.
"hay…" sapa Yixing agak kaku. Bocah perempuan itu mengangguk senang "hay juga" sapa nya girang. Yixing ikut tersenyum melihat respon positif itu.
"kau sendirian?" tanya Yixing mendudukan dirinya untuk mensejajarkan tinggi tubuh nya dengan si bocah. Bocah perempuan itu tergelak, ia tertawa geli.
"tidak, aku saat ini sedang bersamamu.." jawab bocah perempuan itu dengan nada menggemaskan, Yixing tertegun sesaat kemudian ikut tersenyum.
"benar,, maksut ku bukan itu…" kata Yixing. Ingin membenarkan namun bocah itu sudah berlari kesana kemari. Membuat Yixing mau tidak mau ikut terenyum mendengar keceriaan dari sang bocah.
"hahahahahahahahah!" entah mengapa mendengar tawa itu membuat hati Yixing ikut menghangat. Hingga bocah perempuan itu berlari menuju jalan raya yg ada di samping taman, suasana menjadi gelap gulita, hanya ada beberapa lampu yg menerangi gelap nya taman. Sampai ia melihat sebuah cahaya dari arah jalan raya menuju bocah perempuan itu.
Yixing berlari namun tak sampai, berteriak namun tak mampu, suaranya terlelan kebisingan mobil truk yg akan menghantam tubuh mungil itu. Dan suara debuman keras pun terdengar, Yixing melihat sendiri, bagaimana tubuh itu terpental dan membentur aspal yg keras.
Air mata nya mengalir dengan deras, mata nya terpejam, sungguh kejam pikirnya, kepala nya menggeleng, dengan sekuat tenaga ia berlari menuju tubuh ringkih tidak berdaya itu.
Namun belum sampai tujuan, bocah berlumuran darah itu berdiri, menatap tepat di matanya dengan tatapan kosong, Yixing membekap mulut nya tidak percaya apa yg ia lihat, bagaimana bisa? Pikir nya. ia langkah kan kaki nya pelan menuju sosok tersebut.
Seringai tercetak jelas di wajah cantik bocah yg berlumuran darah.
"kau tidak apa?" tanya Yixing penuh kehati-hati an. Bocah itu kembali mengukir serigai kejam nya.
"pengecut…" gumam nya pelan. Darah kembali mengalir dari kepala bocah perempua itu. Yixing yg awal mula nya kaget pun panic, ia langsung menghampiri bocah tersebut.
"jangan banyak bicara, kau terluka…." Yixing mencoba memeluk nya, tapi di tepis. Bocah itu menatap wajah Yixing dengan polos, mata bulat itu mengerjap. Tapi dalam sekejab bocah polos itu kembali berubah menjadi monster menyeramkan, mata nya melotot dengan darah mengalir layak nya air mata yg mengalir.
"berhenti berpura-pura! Karena aku membenci mu!"
Yixing berjingkat dari tidur nya dan langsung terduduk di atas ranjang nya, nafas nya tersengal, ia mendapat mimpi buruk itu lagi, dimana mimpi buruk yg pernah ia alami 15 tahun yg lalu.
Yixing melirik dimana suami nya masih tertidur dengan pulas nya, ia bersyukur karena tidak membangunkan sang suami. Dengan gerakan pelan ia turun dari ranjang menuju balkon kamar nya yg tidak ia tutup agar angin malam dapat mengusir rasa panas mereka.
Wanita itu menatap ke depan, sepi dan gelap. Tatapan nya jatuh pada rumah yg ada di samping nya, rumah bernomor 12. Yixing menghela nafas. Kembali masuk ke kamar nya. kali ini ia mengunci pintu yg menghubungkan dengan balkon dan kembali tidur.
Tapi ia rasa ia tidak bisa tidur kembali, karena paru-paru nya terasa di remat kali ini. "ibu harap kau baik-baik saja sayang…." Bisik nya pelan. Tanpa ia sadari, suami nya yg membelakangi nya kini membuka matanya. Melirik ke belakang, dimana ia menemukan punggung istrinya yg tengah terisak.
"maafkan aku,,,," bisik nya pilu.
.
.
.
Jongdae memeluk tubuh Minseok, mencoba menenangkan nya, wanita itu sedari tadi menangis, menjerit pilu saat di rasa ruang operasi belum terbuka. Selalu bergumam jika ini adalah salah nya. Jongdae mendesah, melirik Baekhyun yg ada di sofa, gadis itu tertidur , keadaan nya pun tidak kalah mengenaskan seperti ibu nya.
Kali ini tatapan nya jatuh pada seorang gadis yg terbaring di atas ranjang rumah sakit dengan beberapa kabel yg menusuk kulit nya, alat pendektor memberi nada menyayat hati di sela keheningan malam di ruangan ini.
Jongdae melirik lutut nya yg kini di perban, ia masih ingat kejadian itu, setelah dimana ia mendapatkan telfon orang yg tidak ia kenal mengenai putri nya, Jongdae langsung melesat keluar dari kantor, berlari menuju parkiran dan terjatuh hingga membuat lutut nya robek. Jongdae memejamkan matanya, ini tidak seberapa sakit nya.
Yg lebih sakit saat ia tiba di rumah sakit dan menemukan ruang operasi masih dalam keadaan berlampu merah. Setelah menenangkan istri dan putri sulung nya, jantung nya kembali di ajak marathon saat pintu operasi di buka, di sana ada Dr Choi menatap mereka datar. Membuka masker nya dan berkata operasi nya berjalan lancar. Hanya saja…
"Nona Kyungsoo, mengalami pendarahan hebat, kami sempat kewalahan tadi, untung saja, darah Nona Kyungsoo bergolongan A, jadi Nona Kyungsoo bisa di selamatkan,, hanya saja….." Dr Choi menggantung kalimat nya, raut wajah nya masih sama, yakni datar.
Jongdae masih menunggu, ia menyiapkan hati nya untuk kemungkinan buruk yg akan terjadi. Minseok sudah memeluk nya erat sekali, kemeja nya basah akan air mata istrinya.
"Nona Kyungsoo mengalami koma…." Lanjut nya. Baekhyun langsung membekap mulut nya, putri sulung nya menangis, dan istrinya yg sudah menjerit histeris. Jongdae mencoba menenangkan istrinya, berbicara pada Dr Choi dengan Minseok yg masih ada di pelukan nya, memohon agar putri nya di selamatkan, dan Dr itu mengangguk mengusahakan.
"Jongdae…?" Jongdae tersentak kaget saat pipi nya di belai istrinya yg ada di pelukan nya, wanita itu menatap nya kawatir. Pria itu tersenyum lembut, berkata kalau ia tidak apa-apa dan menyuruh Minseok kembali tidur. Setelah di rasa sang istri menurut, Jongdae pun menatap putri bungsunya yg masih berkeliaran di alam mimpi nya yg indah.
"jangan terlalu lama tertidur sayang,, kami menunggu mu" bisik nya parau, air mata yg sedari tadi ia bendung kini megalir deras.
.
.
.
Terik matahari menyilaukan matanya yg terpejam, kelereng berbalut kelopak itu pun bergerak liar dan terbuka, mengernyit saat terik nya cahaya menyilaukan pandangan nya. Chanyeol mendudukan dirinya, kepala nya berdenyut nyeri, dan ia merasakan kelopak matanya menebal. Semalaman ia menangis setelah mendapat insiden yg tidak ia inginkan.
Chanyeol mendesah frustasi, berteriak sekeras nya untuk menyingkirkan hati nya yg di landa kegundahan. Tubuh tinggi itu berdiri dengan sempoyongan, memegangi kepala nya yg berdenyut nyeri.
Ia menatap datar gagang pintu rumah nya, apa yg harus ia katakan pada keluarga nya? apa ia harus mengaku jika sudah menabrak salah satu tetangga nya? Chanyeol menggeleng kan kepala nya, apa ia sudah gila? Bagaimana dengan reaksi ayah nya? ia di pukul ayah nya hanya karena menampar kakak nya yg mulai membangkang? Bisa-bisa ia di bunuh saat mendengar kelakukan nya.
Chanyeol mendesah, berfikir melarikan diri, tidak pulang untuk hari ini, mungkin ia bisa cerita kapan saja, tubuh nya ia balik kan, jika bisa ia akan menjauh sebisa mungkin dari rumah. tapi seseorang menginterupsi nya…
"Chan….?" Itu suara ibu nya. tubuh nya menegang saat ibu nya memeluk nya dari belakang.
"kau darimana saja? Mama sangat mencemaskan mu…" ibu nya menangis sesenggukan dan ia merasa bersalah sudah membuat ibu yg sangat ia sayangi menangis. Chanyeol membalikan tubuh nya, memeluk balik ibu nya erat, ia ikut menangis.
"maafkan Chan mama…." Isak nya. Tao mengangguk, wanita dengan dua orang anak itu pun mengusap lelehan air mata di pipi putra nya dengan sayang.
"masuklah,, papamu sudah memaafkan mu,, dan juga minta maaflah pada jiejiemu.." Chanyeol mengangguk. Mereka masuk dengan Tao yg memeluk pinggang Chanyeol.
Setelah sampai, Tao memutuskan ke dapur dan menyiapkan semua nya, Chanyeol tidak melihat ayah nya di meja makan, tapi ia dapat melihat bagaimana tubuh kakak nya yg menegang menatap nya dengan raut ketakutan. Ada perasaan bersalah dalam hati Chanyeol. ia mendekat pada Luhan, menatap nya dalam.
Di sana, Chanyeol juga adapat melihat luka lebam dan sayatan di bibir kakak nya, tangan panjang itu mengulur, menyentuhnya, dan Luhan semakin panic.
"maafkan aku jiejie…" Luhan tertegun, ini kedua kali nya Chanyeol memanggil nya kakak, sebelum nya tidak pernah sama sekali, bahkan merengek dan keadaan serius sekalipun Chanyeol tidak pernah memanggil nya kakak. Chanyeol memangil nya kakak ketika ia masih kecil, saat ia belum fasih berbicara.
"tidak apa…." Jawab Luhan lembut, Chanyeol dapat merasakan tubuh nya di tarik dan di peluk kakak nya. hati nya ikut menghangat, ia memper erat pelukan Luhan, kehangatan pelukan Luhan membuat nya melupakan apa yg baru saja ia alami tadi malam.
"maafkan aku,,, maafkan aku…." Chanyeol terisak. Luhan mengangguk, ia merasa sedih melihat penampilan Chanyeol yg berantakan, Luhan bertanya, darimana saja adik nya ini? Pulang ke rumah dengan keadaan semenyedihkan ini?
"sudahlah,, jangan menangis" Luhan melepaskan pelukan nya. menatap dalam adik nya, menghapus dengan susah payah air mata adik nya. karena tinggi badan mereka yg sangat kontras. Luhan terkekeh setelah nya "kau jelek sekali Chan,,, mandilah…." Jari lentik milik Luhan mencubit pelan ujung hidung bangir adik nya. mendorong nya agar ia pergi ke kamar nya untuk menyegarkan tubuh nya. Chanyeol menurut, namun namja itu masih di tempat, menatap Luhan yg sudah kembali tenang tidak seperti tadi dan kembali memakan sarapan nya.
Chanyeol terkekeh saat melihat Luhan meminum susu nya dengan belepotan.
"Xiaoxi…" panggil Chanyeol.
"hmmm….?" Luhan menoleh dan *cup,,,
Chanyeol mencium kilat bibir Luhan dan langsung berlari menuju kamar nya, terkekeh pelan ketika mendengar gelegar kemarahan kakak nya.
Chanyeol kembali terkekeh "maaf,,, dan aku menyayangi mu Xiaoxi ^^!" teriak nya dari atas anak tangga, Luhan memberengut mendengar nya, namun kemudian ia tersenyum penuh pengertian.
Sedangkan Chanyeol? kini namja itu tengah berjalan santai menuju kamar nya dengan seringai yg tercetak di bibir nya.
"maaf, karena aku tidak bisa melepas mu Lu…." Bisik nya dalam hati.
.
.
.
Jongin memandang bangku kosong yg ada di sebelah nya, sudah satu minggu ini Kyungsoo tidak masuk sekolah entah karena apa. Ia pernah mengira tetangga nya ini sakit dan berinisiatif untuk menjenguk nya, namun saat di depan rumah bernomor 12 itu, Jongin tidak mendapati siapa-siapa di sana.
Ia edarkan pandangan nya ke seluruh penjuru kelas, karena ada rapat para guru keadaan kelas pun sangat ramai, ada yg keluar mencari makan, ada yg bermain kesana kemari, bergosip, ia bahkan bisa melihat Sehun yg tengah berceloteh ria bersama Jungkook.
"ada apa Kai?" tanya Taemin yg sudah duduk di samping nya, di ikuti Soojung dengan anggukan oleh gadis itu. Jongin mendesah, ia menggeleng dan mengatakan kalau ia kurang enak badan.
Mata tajam nya melirik kembali ke samping kirinya, tidak di pungkiri ia sedikit merindukan gadis bermata bulat tetangga nya itu.
"aku harap kau baik-baik saja…." Gumam nya pelan.
.
.
.
Baekhyun menatap bangku-bangku di ruang kelas nya yg sudah sepi, hari ini adalah jadwal piket nya bersama Sojin, tapi gadis itu sudah pergi meninggalkan Baekhyun sendirian di kelas nya.
Baekhyun mendesah, sebenarnya ia tidak ingin masuk sekolah, ia ingin menemani ibu nya yg menjaga adik nya, namun orang tua nya memaksanya masuk sekolah mengingat ia sudah di kelas akhir.
Baekhyun berjalan menuju salah satu bangku yg ada di depan dan menjungkir balikan dengan susah payah sampai suara berat mengintrupsi nya.
"perlu bantuan?" tanya nya sembari ikut mengangkat kursi yg ada di tangan nya tanpa ia suruh. Dahi Baekhyun terlipat antara tidak suka dan juga kaget.
"tidak perlu…." Balas Baekhyun dingin, dengan segera gadis mungil itu mencari kursi yg lain, dan ia kembali bersusah payah, biasanya kursi-kursi ini sudah di balik oleh Seokjin, namun namja itu tidak masuk hari ini.
"tidak perlu sungkan Nona Kim…" Baekhyun merasakan kursi itu kembali ringan, Chanyeol mengangkat nya dengan mudah dan membaringkan kursi itu di atas meja. Baekhyun bersedekap, menatap Chanyeol dengan segala tingkah aneh nya, menurut Baekhyun. Sesekali Baekhyun tertawa saat mendengar jeritan tertahan oleh Wu Chanyeol karena jari-jarinya yg tertindih kursi.
Tidak Baekhyun sangka piket hari ini terasa lebih cepat dan mudah dari biasanya. Kini mereka ada di pekarangan sekolah, dimana Baekhyun dan Chanyeol yg duduk di atas bangku panjang di sana.
"aduuh…. Sakit,,,," rintih Chanyeol saat luka di jari-jari panjang nya di lilitkan handsaplast. Baekhyun mendengkus kesal sekaligus geli mendengarnya.
"makanya jangan sok kuat…" tutur Baekhyun. Chanyeol terdiam, dan Hening menyelimuti. Namja dengan surai keriting yg sudah memanjang itu pun berdehem.
"bagaimana keadaan adik mu? Aku dengar ia mengalami tabrak lari?" tanya Chanyeol, gadis itu langsung menoleh dengan pandangan bertanya.
"darimana kau tahu? Padahal kejadian itu sudah lama?" tanya Baekhyun. Chanyeol berdehem, terlihat sekali jika ia gugup, mata bulat itu melirik ke kanan ke kiri. Kemudian menatap Baekhyun kikuk.
"aku saat itu keluar dengan teman ku, dan mendengar ada kecelakaan ya begitulah maaf tidak menjenguk…." Jawab Chanyeol sedih. Baekhyun menatap dalam Chanyeol. dan namja itu makin salah tingkah, "memang nya kenapa?" tanya Chanyeol takut, ia mulai kawatir dengan pandangan Baekhyun, bisa saja gadis ini menyimpan rasa curiga untuk nya.
"aku melihat pelaku nya…." ucap Baekhyun yakin, Chanyeol menelan ludah nya susah payah, keringat dingin sudah membanjiri punggung nya saat ini dan melihat Baekhyun yg menatap nya tajam seakan ia akan di kuliti hidup-hidup saat ini.
"be benarkah?" tanya Chanyeol. Baekhyun tidak menjawab, ia masih terdiam hingga….
"tidak,,,," jawab nya dengan tawa jenaka. Dahi Chanyeol berlipat kesal dan bingung.
"maaf, aku bercanda, aku tidak melihat pelakunya sama sekali, bahkan mobil nya karena aku terlalu focus dengan adik ku saat itu" sambung Baekhyun tertawa ketika menatap wajah Chanyeol yg akan memakan nya utuh.
"tidak lucu Baek!"
"hahahahaha, kau seharus nya melihat wajah mu saat itu"
"sudah hentikan!"
"hahahahahahaha"
"Baek!"
"aduh, duh perut ku sakit…."
"rasakan…" gerutu Chanyeol sebal, ia sudah susah payah menekan rasa takut nya, gadis itu malah mempermainkan nya.
"Kyungsoo mengalami Koma…" Baekhyun berkata lirih, air matanya tidak terasa menetes, Chanyeol mengeram dalam hati, menatap Baekhyun bersalah.
"kau terlihat sangat menyayangi adik mu" komentar Chanyeol, Baekhyun mengusap lelehan air matanya, terkekeh mendengar koementar Chanyeol. gadis itu mengangguk membenarkan.
"sangat" ucap Baekhyun, menatap langit biru yg terik. Membicarakan sebesar apa rasa sayang nya pada sang adik mengingatkan nya akan pertemuan pertama mereka.
"lalu…" Chanyeol meneguk ludah nya kasar. "bagaimana dengan pelaku itu?" tanya Chanyeol dengan susah payah. Baekhyun mendesah, gadis berhelai mahkota sebahu itu pun menggelengkan kepala nya.
"bahkan kepolisian saja sudah menyerah, mereka juga tidak menemukan mobil itu,,"
"apa!?" jerit Chanyeol tak percya, Baekhyun langsung menatap Chanyeol bingung, namja bertubuh tinggi itu terlihat kalut.
"maksut ku, kenapa bisa?" tanya Chanyeol lagi dengan raut jengkel. Baekhyun mengendikan bahu nya. "entahlah,, lagipula, kami sudah melupakan nya, yg terpenting adalah Kyungsoo kami…" kata Baekhyun sedih.
"kau tidak kerumah sakit?" tanya Chanyeol. Baekhyun terlonjak dari duduk nya, membuat Chanyeol kaget.
"aku lupa….!" Jerit Baekhyun panik.
"ayo aku antar…." Tawar Chanyeol. Baekhyun menggeleng. Tidak enak, tadi piket sudah di bantu, apa sekarang ia akan membuat namja ini kerepotan? Tidak akan.
"lagipula aku akan ke rumah, memasak untuk eomma..."
"itu juga boleh, lagipula rumah kita searah kan?" Chanyeol menarik Baekhyun menuju parkiran.
"aku juga akan membantu mu memasak, yeaah walau masakan ku terbilang lumayan, tapi aku dapat membantu mu." Di sepanjang perjalan, tidak henti-henti nya Baekhyun tersenyum karena celotahan Chanyeol. tidak Baekhyun sangka Chanyeol yg pertama kali ia kira namja dingin akan sehangat ini.
.
.
.
"aku membenci mu! Aku membencimu!"
Yixing menangis sesenggukan di salah satu bilik rumah nya. Jongin pernah bertanya mengenai kamar ini dan ia terpaksa membohongi putra sulung nya. isakan itu semakin mengencang dengan seiring nya eratan pelukan Yixing pada boneka beruang yg ada di dekapan nya.
"maafkan aku, maafkan ibu…." Gumam Yixing.
"aku membenci mu!" kata-kata bocah perempuan yg ada dalam mimpi nya selalu terngiang, membuat nya ingin mati saja. Yixing masih terisak, sesekali wanita dengan helai yg tidak di ikat seperti biasanya itu bergumam meminta maaf. Dengan isakan pilu milik nya, dan lagi-lagi Joonmyeon, suami nya tahu mengenai ini.
Di depan pintu, Kim Joonmyeon menitikan air matanya, menangis sedih untuk istrinya.
.
.
.
Yifan menggenggam erat kemudi mobil yg ada di bagasi belakang nya, menyembunyikan kepala nya di sela-sela lengan nya. jam sudah menunjukan tengah malam dan ia tidak bisa untuk sekedar menutup matanya.
Masih terasa segar di ingatan nya, ketika ia ada di balkon rumah nya, menatap Chanyeol putra bungsunya yg tengah meraung meminta maaf di pelukan istrinya,. hati nya ikut teriris mendengar isakan putra nya, awal nya ia akan memarahi habis-habisan karena ulah putra nya, namun ia urungkan, ia tidak tega.
"maafkan aku Min,, aku tidak bisa…." Bisik nya parau.
"aku sangat menyayangi putra ku,, aku ingin kau mengerti"
.
.
.
"hey ~ bangun tukang tidur ~" Kyungsoo mengernyitkan dahinya lantaran ada yg mencolek hidung nya berkali-kali. Matanya terbuka, pandangan awal nya kabur menatap sosok wanita yg ada di samping nya. wanita itu tersenyum lembut.
"bangunlah,, sudah saat nya kau bangun" tutur wanita itu lagi. Kyungsoo mengangguk menurut, menutup kelopak nya untuk mendapatkan pandangan segar nanti nya jika ia membuka mata hingga…..
"Kyungsoo! Kyungsoo!" dahi nya mengernyit, pusing melanda nya, kelopak matanya sangat berat, ia melirik sekitar nya, disana ada ibu nya yg tengah menjerit, tapi karena apa? Baekhyun yg menangis, ayah nya yg tengah memeluk ibu nya, dan seorang namja tinggi yg tengah menatap nya.
"Dr Choi…?" tanya suster yg menangani Kyungsoo tidak percaya.
"aku tahu,,,," balas Dr Choi tersenyum. "keajaiban selalu bersamamu nak…" kata Dr Choi, pria itu menatap salah satu suster yg ada di ruang rawat Kyungsoo dan mengangguk. Menyuruh semua keluarga Kyungsoo agar keluar dan mereka akan menjalani pemeriksaan untuk Kyungsoo.
"selamat datang kembali di dunia Kyungsoo" sambut Dr Choi. Dan semua nya menjadi gelap lagi bagi Kyungsoo.
TBC
Yeheeeet! Akhirnya dapat update lagi saya nyaaa ^^… entah mengapa saya merasa di chapter ini agak aneh.. ada ganjelan di hati saat mau di publish,, entah lah, aku merasa yaaaah…. -_- #gue ngomong apa siiih?
Oke terimakasih yg udah revieeewww,,, :*
namefake : terimakasih udah sabar nunggu ^^, Yixing bakal ketemu Kyungsoo kok, tenang aja, tapi belom sekarang, mungkin Chap depan,, terimakasih udah sempetin review nya ^^ :D :*
kyung1225 : kecelakaan? Aaah baru juga ketabrak #jiaaaah,,, kejiwaan? Kekekeke,, nyerempet sedikit lah ama incest,, ini udah update kok.. terimakasih udah sempetin review ^^ :D :*
Kim Hyomi : waaaah terimakasih tersanjung kan saya nya :D,, kalau enggak TBC, mabok entar bacanya :p, bicara soal ending? Eummm aku belum mikirin nih,, enak nya sad atau happy yaa? #smirk,, terimakasih atas dukungan nya dan juga review nya.. ^^ :D :*
Chanbaek00 : iya ini Sulay kok, bakalan aku usahain otp kok sayang ^^,, aku juga rasa gk rela Chanlu apalagi Chanhun #whaaat!,, terimakasih atas dukungan nya dan juga review nya, ^^ :D :*
Baby Crong : aduh kedua mata ku berputar,, tidak ini biologi ! saya dari ips jadi rada gk ngeh :p pembawa itu maksut nya apa yaah? #eh kok saya yg nanya? Gak masalah kan? kekekeke :p Yifan ama Minseok just friend kok ^^,, seharus nya sih tanggung jawab, tapi ya gitu, siapa yg mau masuk bui coba? :p, oke terimakasih udah ngingetin ama review nya yaaa.. ^^ :D :*
ChaKaJja13 : iyaaa,, ini udah di lanjut kok ^^.. terimakasih udah sempetin review ^^ :D :*
Rilah safitri : iya ini di lanjut kok ^^,, gak bakal di gantung kalau udah di update :p ,, terimakasih udah sempetin review ^^ :D :*
Lovesoo : waaaah jeongmal ^^,, jadi seneng baca nya.. iya si Chan kan emosi saat itu, jadi gk sengaja nabrak Kyung gitu… iyaaa entar bakalan KaiSoo moment kok.. terimakasih udah sempetin review ^^ :D :*
Kaisoomin : iyaaaa ini udah di lanjut kok, terimakasih udah sempetin review ^^ :D :*
kaisoomin : hehehehehe ini udah di lanjut kok ^^, terimakasih udah sempetin review ^^ :D :*
Sofia Magdalena : penasaran yg beralasan, Kyungs sakit apa? Hayoooo sakit apaaa,,, km bisa nebak gak? Terimakasih udah cempetin review ^^ :D :*
Kim YeHyun : iyaaa ini udah lanjut kok, terimakasih udah sempetin review ^^ :D :*
DKSlovePCY : iya bakalan banyak kok chapter nya, jangan sampe bosen ya bacanya :p. ah gk juga, konflik nya gk serumit itu kok, mungkin sih :/ :/. Dug dugaan km !? kyaaaaa! Km hebaaaat,, aaaaah, jadi gk seru :p,, Kaisoo bersatu? Aku lagi mikirin itu saat ini, gimana nyatuin mereka… ini udah di update kok .. terimakasih udah sempetin review ^^ :D :*
Rilah safitri : udah di next kok,, ini lanjutan nya. terimakasih udah sempetin review ^^ :D :*
Kaisoomin : iya ini udah di lanjut kok,,, terimakasih udah sempetin review ^^ :D :*
Kaisoomin : looooooh kok!? Heuuuum,,, kenapa bisa? ID kaisoomin banyak sekali,, :/ :/… #abaikan,,, iya iya ini udah dilanjut kok,,, doain aja semoga sampai tamat, kalau gk punya hutang dong saya,, terimakasih atas pujian nya dan terimakasih udah sempetin review ^^ :D :*
Minaaaaa saaaaan! Ini udah di lanjut kok FF nya,,,, terimakasih atas dukungan dan review nya… menerima kritik dan saran bersama KaiSoo sebagai bonus nya #dihajar masa
