Promise To You

Author : Miss. Hunnie ~

Tittle : Promise To You

Genre : Family, Friends, Love, GS (For all Uke), etc.

Rated : T

Main Cast :

Kim Kyungsoo

Kim Jongin

Kim Baekhyun

Wu Chanyeol

Kim Sehun

Wu Luhan

Other Cast :

Kim Minseok

Kim Jongdae

Zhang Yixing

Kim Joonmyeon

Wu Yifan

Lenght : chapter

Promise To You

Part 5

Semenjak ia bangun dari koma nya, Minseok semakin posesif terhadap Kyungsoo. bahkan gadis itu kini di larang bersekolah dan melakukan kegiatan home schooling yg terbilang tidak lah murah.

Kyungsoo tidak ingin membebani orang tuanya, namun Minseok ngotot ingin melindungi Kyungsoo dengan caranya sendiri. Kalau sudah begini, Kyungsoo hanya bisa pasrah menerima nya.

Awal nya Kyungsoo menjalani home schooling dengan semangat, namun lama kelamaan ia jadi rindu dengan teman-teman nya. dan akhirnya ia bosan sendiri, kebosanan itu pun hilang saat Jongin hadir, namja itu akan muncul saat siang hari setelah pulang sekolah dan menghampirinya.

Membawakan nya beberapa cerita dari sekolah, mengajak nya bermain tanpa sepengetahuan Minseok tentu nya, hari-hari Kyungsoo di penuhi dengan warna dan tawa ceria setelah nya, ia bersyukur ada Jongin yg menemaninya.

"jadi kita melakukan batu, gunting, kertas untuk nenentukan siapa yg mengayuh.." Jongin berceloteh dengan tangan yg masih mendribel bola basket, hari ini mereka ada di lapangan basket belakang rumah Jongin.

"biasanya Sehun akan kalah dalam permainan ini, ia akan mengayuh sepeda dengan jarak yg lumayan bisa membuat lutut mu putus…." Shoot, Jongin memasukan bola itu ke ring, Kyungsoo bertepuk tangan untuk itu.

Jongin tersenyum cerah menatap Kyungsoo "si albino itu akan menggerutu di sepanjang jalan, suara nya seperti penyiar berita di radio yg selalu ayah putar" Sambung Jongin sambil menirukan bagaimana mimic Sehun kala menggerutu, Kyungsoo tertawa lebar melihat nya, air mata nya jatuh saking tidak kuat menahan tawa.

"bagaimana rasa nya bersepeda?" tanya Kyungsoo, Jongin yg akan mendribel kembali bola nya pun berhenti dan kembali menatap Kyungsoo.

"aku tidak yakin dengan cuaca sepanas ini untuk melakukan sepeda,," ujar Jongin jujur, namun saat melihat raut Kyungsoo yg memberenggut, Jongin berdehem.

"tapi cukup menyenangkan" sambung Jongin. Kyungsoo tersenyum ceria.

"kau ingin mencoba?" tawar Jongin. Kyungsoo mengangguk antusias di ikuti kata iya berkali-kali membuat Jongin tersenyum geli.

"itu tidak murah nona Kyung, kau harus membayar ku dengan satu cup ice cream ukuran jumbo"

.

.

.

Kyungsoo melirik langit sore yg kini sudah tergantikan dengan hitam nya langit malam, gadis itu mendesah lega karena ia pulang dengan tepat waktu.

"akhir-akhir ini tingkah nya semakin aneh, berbeda sekali dengan pertemuan pertama kita,, ck,ck,ck dia benar-benar pintar membuat ku takut" ucap Baekhyun di sela melipat baju-baju nya. Kyungsoo terkekeh, gadis itu kini tengah ada di atas ranjang kakak nya dengan camilan yg di belikan kakak nya tadi sore.

"mungkin dia menunjukan jika dia bukanlah sosok yg dingin" komentar Kyungsoo. dahi Baekhyun melipat bingung, menatap adik nya sebal.

"tidak, aku yakin ada maksut tersembunyi dari nya, aku tahu itu" kata Baekhyun, gadis itu benar-benar gigih dengan ucapan nya. beberapa hari ini Chanyeol memang terlihat berbeda dari biasanya, namja itu terlalu sering menolong nya mengerjakan tugas-tugas nya.

Mengantar jemput dirinya dari sekolah, bahkan namja itu tidak segan menunggungu saat pulang malam karena ada jam tambahan. Pertemuan mereka memang tidaklah menyenangkan bagi Baekhyun, hanya saja ada yg aneh dengan namja itu..

"jika aku mengetahui ada niat buruk di balik alasan membantuku, tak segan-segan akan kupatahkan leher nya" hanger yg ada di tangan Baekhyun patah. Kyungsoo bergidik ngeri mendengarnya. Apapun itu semua, semoga Chanyeol tidak memiliki niat buruk, batin Kyungsoo.

.

.

.

Minseok membelai lembut surai hitam milik putri bungsu nya yg kini tengah terlelap tidur. Seperti biasa, ia selalu menengok kedua putri nya ketika akan tidur.

Jongdae masuk ke dalam kamar "nyenyak sekali" bisik Jongdae, menatap putri nya yg tidak terganggung dengan belaian Minseok. Wanita itu hanya tersenyum.

"kau tidak tidur?" tanya Minseok. Jongdae menggeleng "segera, tapi dengan mu" jawab Jongdae. Minseok terkekeh.

"jika di perhatikan baik-baik Kyungsoo mirip dengan mu, terlebih mata bulat nya" ujar Jongdae, kali ini pria itu sudah duduk di tepi ranjang putri nya, menyentuh kelopak mata putri nya yg terpejam.

"ia memang putri ku" balas Minseok dingin. Jongdae tersenyum kecil mendengar nya. "bukan itu maksut ku, kata orang anak yg di asuh akan mirip dengan orang yg mengasuhnya walau itu bukan darah daging nya" Jongdae menjelaskan maksut ucapan nya. melirik Minseok yg bergeming tidak menanggapi ucapan nya. Jongdae menghela nafas nya.

"aku akan ke kamar.." kata Jongdae sebelum pria itu keluar dari kamar putri nya.

"kau benar Jongdae…" bisik Minseok, kali ini jari-jari lentik itu menyentuh kelopak mata putri nya. "dia mirip dengan ku" Minseok tersenyum lega.

"akan tetapi,, jika kau benar putri dari Lay dan Kris, mengapa kau tidak memiliki fisik, bahkan darah dari mereka?" bisik batin Minseok. Mengingat fisik Kyungsoo yg mungil dengan golongan darah A berbeda dengan Kris dan Lay, yg bergolongan darah B dan O. dahi Minseok mengernyit, kenapa sebelum nya ia tidak memikirkan hal ini, sebenarnya Kyungsoo itu putri siapa? ia harus menyelidik ini semua.

.

.

.

Kyungsoo duduk dengan canggung di ruang tamu keluarga Kim tetangganya. Setelah bermain sepeda di pekarangan belakang keluarga Jongin, namja itu mengeluh capek dan kehausan. Menarik lengan Kyungsoo tanpa mempedulikan teriakan gadis itu yg tidak mau.

"jadi, kau Kim Kyungsoo itu?" tanya Yixing, ibu Jongin yg kini duduk di hadapan nya, wanita itu berbinar menatap Kyungsoo "ternyata kau manis juga" ucapan ibu Jongin membuat pipi Kyungsoo merona. Yixing terkekeh melihat nya, ia langsung menatap Jongin yg ada di samping Kyungsoo.

"kau pintar mencari kekasih…"

"dia bukan kekasih ku bu!" merah nya pipi Kyungsoo semakin menjadi. Bukan hanya Kyungsoo, Jongin pun merona malu kali ini.

"lalu?" tanya Yixing menaikkan salah satu alisnya, menanyakan pernyataan Jongin.

"kita hanya berteman, iya kan Kyung?" tanya Jongin, namja itu kini tengah menyikut pinggang Kyungsoo, membuat gadis itu mengaduh sakit. Kyungsoo mengangguk membenarkan, mengelus pinggang nya.

"hanya teman? Sebentar lagi juga akan menjadi pacar, dan ibu akan segera memiliki menantu cantik seperti Kyungsoo" mulut Jongin terbuka tertutup, ia tidak bisa membalas ucapan ibu nya. Jongin langsung menenggak hingga habis jus jeruk nya, setelah itu megajak Kyungsoo keluar dari rumah nya sebelum ibu nya bertanya yg tidak-tidak.

Senyuman Yixing mengikis setelah punggung putra sulung nya dan Kyungsoo menghilang di balik pintu, "Kim Kyungsoo ya" gumam Yixing. Nama itu mengingatkan nya akan sosok mungil yg pernah singgah di hidup nya untuk beberapa jam saja.

.

.

.

Sungguh dunia ini sangat lah sempit, pikir Yixing. Tadi siang ia di kejutkan dengan sosok Tao yg tengah membuang sampah, kali ini ia di kejutkan dengan Jongdae yg baru saja pulang dari kantor nya.

Jika Jongdae ada disini maka pria itu tahu keberadaan putri nya. ia pun bertanya, namun pria itu memilih bungkam dan masuk ke rumah dengan alasan Minseok menunggu nya.

Setelah sekian lama tidak bertemu, Yixing merasakan perubahan yg sangat besar pada sahabat nya, Jongdae memang lah sosok yg pendiam dan penuh rahasia namun kali ini pria itu lebih jauh misterius.

Yixing mendesah, wanita itu kini ada di bilik pribadi milik nya, meraih foto berbingkai yg ada di atas meja, dimana terdapat foto sosok mungil tengah terbaring di atas ranjang.

"Kyungsoo ya.." gumam nya lirih. Menatap

dengan nafas terengah, Yixing menatap sendu buah hati yg baru saja ia lahirkan, bayi merah berjenis kelamin perempuan itu saat ini tenang di dekapan nya setelah menangis cukup keras.

"Kyungsoo,,," Yixing terisak, wanita itu semakin mendekap buah hati nya, seperti mengerti perasaan ibu nya, bayi merah itu pun menangis kencang sekali. Rasa sakit yg menjalar di seluruh tubuh nya tidak Yixing hiraukan. Bahkan suster dan dokter yg merawatpun tidak ia pedulikan, yg terpenting adalah putri nya.

"maafkan ibu,, tolong jangan benci ibu.. jangan berfikir kau tidak di inginkan, ingat lah Kyung kau hadir karena cinta ibu, meskipun ibu tidak yakin ayah mu menyayangimu. Tumbuhlah dengan baik dan sehat di keluarga baru mu, maaf ibu tidak bisa menemani mu tumbuh sampai dewasa, ibu menyayangi mu Kyung" dengan kesadaran di ambang batas, Yixing menyerahkan putri nya pada salah satu perawat. Setelah bayi itu sampai pada orang yg tepat, kegelapan mengendalikan Yixin.

Dan saat ia terbangun, Joonmyeon ada di sana, menemani nya dalam keadaan paling tersulit.

.

.

.

Malam sudah menyapa, Tao bukan nya masuk ke dalam kamar nya, ia malah sibuk duduk di atas toilet kamar nya. jantung nya berdebar dengan sangat cepat, pertemuan nya dengan Yixing mampu membuat dunia nya terhenti begitu saja.

Wajah Yixing memang masih lah sama walaupun sudah bertahun-tahun lama nya mereka tidak bertemu, hanya saja sifat Yixing sudah berubah, wanita itu lebih pendiam dari terakhir mereka bertemu.

Mengingat pertemuan nya dengan Yixing kembali membuka memori lama di hidup nya, memori yg sudah lama ia lupakan kita mengapung dengan sendiri nya.

"Jiejie!" Tao berteriak dari arah ruang K, dimana ia baru saja melaksanakan pelajaran kuliah nya. Yixing yg merasa di panggil pun melambaikan tangan nya untuk Tao.

"ada apa heumm?" tanya Yixing penasaran. Tao kini sudah memeluk Yixing erat sekali. "kau akan pindah ya?" tanya Tao mengerucutkan bibir nya. Yixing terkekeh melihat gadis yg ada di pelukan nya.

"iya, ayah meminta ku pulang, karena ada masalah keluarga" Yixing menjelaskan. Tao melepaskan pelukan Yixing dan menyeretnya di bangku terdekat mereka.

"aku akan menikah…" ucap Tao. Yixing melotot tidak percaya, selama ini Tao selalu bercerita tentang dia yg di jodohkan dengan laki-laki kenalan ayah nya, kemudian bertunangan dengan laki-laki itu, dan yg mengesankan Tao menyukai lelaki pilihan ayah nya.

"benarkah?!" tanya Yixing girang, gadis itu ikut senang mendengarnya. Tao mengangguk memperlihat kan cincin emas yg tersemat di jari manis nya. "iya,, 1 bulan lagi kami akan melaksanakan pernikahan…"

Yixing memberengut kesal. "aku tidak bisa melihat pernikahan mu TaoZi…." Ucap Yixing sedih. Pasal nya gadis ia akan pulang ke korea 2 minggu lagi. Tao mengelus pundak nya.

"benar juga, tapi jiejie bisa membantuku mempersiapkan pernikahan ku bagaimana?" Yixing mengerutkan dahinya. Mengingat ia apa bisa atau tidak. Tapi kelihatan nya jawaban nya sudah ada.

"aku tidak yakin…" kini giliran Tao yg merengut tidak suka. "jijie pindah ke korea tapi bagaimana nasib pacar jijie?" tanya Tao. Yixing mendesah "kami sudah putus Zi…."

"apa! Tapi kenapa?!" tanya Tao kaget juga sedih mendengar nya, menatap Yixing lekat sekali, gadis itu memang tidak menangis hanya saja terlihat jika Yixing sangatlah terpukul.

"entahlah aku tidak tahu alasan nya…" Tao langsung memeluk Yixing. Mengelus punggung itu agar sabar menghadapi nya.

"Zi?" Tao terlonjak kaget ketika mendengar suara bass milik suami nya, pria itu tengah menatap nya heran. "kau sedang apa sayang…?" tanya Yifan yg masih ada di ambang pintu kamar mandi.

"tidak, aku hanya,,," Tao menatap suami nya "kelelahan" lanjut nya. Yifan mengangguk mengerti. "kalau lelah tidur, kenapa melamun di atas toilet? Apa dengan cara melamun lelah mu hilang huh?!" oceh Yifan menyeret istri nya ke kamar. Dari belakang Tao tersenyum kecil mendengar nya.

"Yifan…." Panggil Tao. Yifan menolehkan kepala nya "apa?" tanya suami nya yg kini sudah duduk di atas ranjang. Tao membuang nafas nya. apa ia harus jujur mengenai pertemuan nya dengan Yixing? Apa yg akan di katakan suami nya nanti, apakah Yifan akan kembali pada pelukan Yixing dan meninggalkan nya?

"Zi?" panggilan Yifan memanggil nya dari lamunan "ada apa?" tanya Yifan, pria itu kini menatap nya kawatir. "aku hanya…."Tao bergumam.

"kau kelelahan sayang, ayo tidur" kini tangan nya tertarik ke atas ranjang dengan suami nya yg sudah memeluk nya erat sekali. "Yifan…" panggil Tao. Yifan menjawab dengan gumaman, pria itu sudah menutup matanya.

"kalau, ka kalau…." Sungguh Tao tidak sanggup. "sudahlah sayang, jangan dipaksakan" Tao hampir akan menangis, suami nya kini memeluk nya erat sekali, hingga membuat nya nyaman dan tidak ingin melepaskan nya.

"aa apapun…." Tao mulai terisak, dan mata yg awal nya terpejam itu kini terbuka "apapun yg terjadi, aku mohon jangan tinggalkan aku hiks…" Yifan semakin mengeratkan pelukan nya, terlebih saat ini istrinya tengah menangis. Yifan juga sendiri bingung dengan istrinya saat ini, namun yg pasti ia tidak akan meninggalkan istrinya apapun yg terjadi.

.

.

.

Tidak hal nya dengan Tao yg lebih memilih bungkam ketika ia bertemu dengan Yixing, Jongdae pun sama. Ia tidak ingin menyulut api kemarahan istrinya nanti.

Tidak hanya Tao yg merasa tercancam dengan kehadiran Yixing yg memang sangat lah dekat dengan mereka, Jongdae juga merasakan nya. sudah 15 tahun lama nya dan ia tidak bisa merasakan kegundahan yg teramat seperti saat ini.

"eonnie! Dimana pororo ku!" dari lantai satu ia dapat mendengar putri bungsunya berteriak. Jongdae melirik Minseok yg kini tengah menonton tv, wanita itu masih sibuk dengan dunia nya.

"pororo mu masih basah sayang, jadi mala mini bersabarlah untuk tidak menidurinya!" Jongdae dapat melihat Minseok terkekeh, sebenarnya Minseok diam-diam mendengar kan obrolan mereka, termasuk anak tetangga yg sering di bicarakan oleh Baekhyun.

"yaaa!" jerit Kyungsoo. Minseok tertawa geli "dasar mereka" gumam nya.

Jongdae bertekad dalam hati, apapun yg terjadi ia akan mempertahankan keluar nya, ia tidak ingin keceriaan Baekhyun terengut, senyum indah Minseok pudar hanya karena kehadiran sosok dengan kemungkinan besar akan mengambil sumber kebahagiaan mereka.

.

.

.

Pagi menyapa, keluarga Kim saat ini tengah berkumupul di ruang makan untuk rutinitas pagi mereka. Di tengah perbincangan keluarga nya Kyungsoo lebih memilih diam. Minseok yg mengerti langsung menyenggol kaki Baekhyun dengan kaki nya.

"apa?" tanya Baekhyun menelan roti nya perlahan, menyambar susu nya dan meminum nya setengah. Minseok melirik Kyungsoo, putri bungsu nya itu kini teenggelam dalam lamunan nya.

Baekhyun mendesah "Kyung…" Baekhyun menyengol lengan kanan Kyungsoo, adik nya itu menatap nya bingung dengan mata bulat nya.

"kau kenapa?" tanya Baekhyun. Kyungsoo mengerjap, menatap orang tua nya yg kini menaruh atensi mereka pada dirinya. Gadis bermata bulat itu melarikan tatapan nya pada roti selai kacang yg ada di tangan nya.

"tidak apa-apa, hanya,,," Kyungsoo melatakan roti nya di atas piring, ia sudah tidak berselera lagi "hanya, aku belum mengerjakan PR ku"

"oooh,," Baekhyun mengerjapkan matanya, kembali memakan sarapan nya "jangan lah di pikirkan, kau bisa mengerjakan nya nanti" ucap Baekhyun, melirik jam dinding yg ada di ruang makan. "seperti nya aku harus berangkat, ada jam pagi" Baekhyun langsung menyambar tas nya, setelah berpamitan Baekhyun pun berangkat.

Setiap pergerakan dari kakak nya, manik bulat Kyungsoo selalu menginguti, bahkan sampai punggung itu benar-benar tertelan pintu rumah nya, sejujurnya ia sangat merindukan aktifitas di sekolah nya, hanya saja… Kyungsoo mendesah kecewa. "aku juga harus segera berangkat, di kantor tugas ku benar-benar membengkak" keluh Jongdae.

"iya, hati-hati" ucap Minseok.

.

.

.

Hari ini Kyungsoo hampir gila karena kebosanan, guru privat nya tidak datang karena urusan nya yg tidak bisa di undur. Gadis itu hampir akan berteriak frustasi karena tidak melakukan apapun.

Untung saja, Jongin datang saat jam 10, kata namja itu, guru di sekolah tengah mengadakan rapat untuk bazar yg akan di adakan sekolah, jadi para murid pulang lebih awal dari pada menganggur di sekolah.

Kyungsoo kembali tertatawa terpingkal melihat kelucuan Jongin, sudah menjadi keseharian nya berkunjung ke belakang rumah Jongin untuk bermain bersama namja tan tersebut. saking sering nya, Jongin bahkan membangun rumah pohon disana, agar Kyungsoo dapat beristirahat.

"aku tidak tahu jika mereka akan bertengkar hanya merebutkan sebuah sumpit, tarik menarik antara Sehun dan Luhan jijie tidak terelakan, mereka saling menarik satu sama lain, tanpa peduli sekitar yg memperhatikan mereka. Aku hampir mati malu di sana…" Jongin masih bercerita mengenai sekolah nya hari ini pada Kyungsoo.

"tidak ada yg mengalah atau mungkin meminta sumpit lagi disini?" tanya Kyungsoo. Jongin mendesah, namja itu menggeleng.

"tidak ada, sampai murid yg awal nya bersorak terdiam ketika sumpit itu menentukan pilihan nya…."

"pilihan?" tanya Kyungsoo heran "siapa? Yg mendapatkan nya, Luhan jijie atau Sehun?"

"yeaaah, pilihan yg tidak tepat dengan bersarang di hidung Sehun.." Kyungsoo hampir tersedak ludah nya sendiri, gadis itu tertawa terpingkal. "kenapa bisa" tanya Kyungsoo di sela tawa nya yg meledak.

"dalam film harry potter, tongkat sihir menentukan pengguna nya, mungkin itu lah yg aku devinisikan untuk Sehun.. dia benar-benar beruntung"

"Jongin kau gila!"

.

.

.

"kau apa?!" tanya Minseok, gadis itu tidak yakin akan pendengaran nya tadi. Yixing menghela nafas nya "kau cukup bisa mengerti apa maksut ku Min"

Minseok membulatkan mata bundar nya "jadi kau hamil?" tanya Minseok kembali memastikan. Yixing mengangguk. "siapa?" tanya Minseok. Yixing menundukan kepala nya, kemudian gadis itu menggeleng. Minseok yg schok langsung membekap mulut nya dengan telapak tangan nya.

"astaga, sayang… betapa malang nya dirimu" kini Minseok sudah berada di samping gadis dengan dimple di pipi nya, memeluk nya dari samping ketika Yixing menangis pilu. Tidak ia hiraukan beberapa orang yg menatap mereka di area taman.

"apa kau tahu kapan kejadian itu?" tanya Minseok lagi dengan sabar. Yixing termenung "entahlah Min, aku tidak tahu pasti,," gumam Yixing. Minseok melepaskan pelukan nya, menatap Yixing dengan seksama, mata sipit itu sudah di hiasi dengan lingkaran panda di sekitar nya, Yixing terlihat capek dan tertekan.

"lalu, bagaimana kalian kedepan nya? dan Joonmyeon, apa Joonmyeon tahu?"

"ada Joonmyeon atau tidak, aku akan mempertahankan bayi ini…" tegas Yixing. Minseok tertegun, ia kembali memeluk Yixing erat sekali.

"apa kau yakin?" tanya Minseok memastikan. "apa kau pernah melihat ku seyakin ini?" tanya Yixing kembali. Minseok kembali tertegun, ada pancaran keyakinan dalam manik Yixing yg mampu membuat Minseok percaya.

Minseok meraba perut rata Yixing "hey sayang,, jadilah kuat dan jangan membuat ibu mu menangis, cukup dengan laki-laki tak bertanggung jawab itu saja"

"hey, jangan bicara yg jelek-jelek pada bayi ku" ucap Yixing ketus sembari mengelus perut nya. Minseok mendengus geli "terserahlah, ibu mu memang cerewet"

Minseok mengerjapkan mata bundar nya, melirik ke arah jendela kamar mandi nya. terik matahari masih bersemangat menyinari. Setelah beraktifitas dengan keseharian nya, Minseok pun memutuskan berendam, namun wanita itu tidak menyangka jika ia bisa menghabiskan waktu selama 2 jam untuk berendam?

.

.

.

"penanaman bunga mawar tidaklah sembarangan sayang…" ucap Yixing mengatur beberapa bunga mawar yg ia tanam, Kyungsoo yg ada di samping nya tengah sibuk menghirup aroma kelopak mawar yg tengah mekar.

"aku tidak mengerti…" kata Kyungsoo, kali ini gadis itu sibuk memperhatikan Yixing yg sibuk dengan air yg ada di tangan nya.

"oh kau tidak akan mau mendengar nya karena mereka tidak bisa mengalihkan mu" Yixing berujar dengan menunjuk beberapa rangkaian mawar lain nya di sebrang sana, tak jauh dari mereka. Kyungsoo berdiri, gadis itu memekik senang dan langsung berlari kesana.

"astaga!" pekik Kyungsoo tertahan.

"bagaimana, indah bukan?" tanya Yixing, wanita itu kembali melakukan aktifitas nya memberi air untuk anak-anak nya. Kyungsoo mengangguk, jari-jari nya menyentuh bunga-bunga cantik yg tersusun dengan rapi berdasarkan warna nya seperti membentuk sebuah pelangi "luar biasa" jawab Kyungsoo.

"aku senang mendengar nya…" kata Yixing yg sudah menyelesaikan tugas nya, wanita itu kini menatap hamparan langit yg sudah di bubuhi warna senja, kemudian menatap Kyungsoo "sudah sore, mau mampir untuk sekedar mencicipi kimchi spaghetti yg baru saja aku buat?"

"kimchi spaghetti?" tanya Kyungsoo mengeja. Yixing mengangguk "spaghetti dengan campuran kimchi, apa itu terdengar aneh?" tanya Yixing agak ragu.

Kyungsoo tersenyum kecil "itu memang aneh…tapi kelihatannya menyenangkan" Yixing mengangguk "bagus..ayo, kimchi spaghetti menunggu kita" ujar nya lalu berjalan menuju dapur nya di ikuti Kyungsoo di belakang nya.

TBC

Akhirnya bisa lanjutkan ini ff,, aku sempet mikir, ini ff terlalu beribet gk ya? Jadi aku mulai belajar ngeringkes, eeeh jadi nya ini.. gk tahu bagus atau enggak. Tolong di koreksi yaaa,,,

Big Thank yg udah review,,, aaah terharu T,T makasih yaaa, ugh makasih #kecup satu2 :p

farydahb : iya,,, ini udah di next kok… terimakasih udah sempetin review… :D :*

9493 : iya ini udah di lanjut kok,,, saya juga penasaran bapak nya kyung siapa ya ? :p #plak.. terimakasih udah sempetin review.. :D :*

.16 : iyaaaa,, gk papa kok :D,, iya aku juga kasian sama Yixing, diya merasa bersalah terus,, bisa di bilang Chanyeol itu kena brother complex atau sister complex,, hunhan ada perkembangan, tapi di status temen aja,,, :p gk yakin yipan punya anak nama nya Kyung :p,, hahahaha iya,, tapi chap ini agak ngaret hehehe, banyak pikiran #elaaah curhat,,, iya ini udah di lanjut kok, terimakasih udah sempetin review :D :*

DKSlovePCY : waaaaaah,, kita sehati dong,, aku juga suka panjang (?), tapi belum tentu ada yg suka panjang2 kaya kita, gimana ini dong,, kekekeke :p.. eummm? Bakalan susah ini KaiSoo nya,, mudah2 han jodoh aja lah,,, iya ini udah di lanjut kok,,, terimakasih udah sempetin review :D :*

Kim Hyomi : reaksi nya pasti mereka bakal demo, Baek bakal mutilasi yeol, Minseok bakal menggal yeol #eeeeh,,? Km menerima ending cerita ini apa adanya? Baik sad maupun happy? T.T seneng bacanya,, soal nya aku belum mikir ending #gubrak,,iya makasih udah di kasih semangat,, terimakasih udah sempetin review yaaa… :D :* ini udah di lanjut kok..

kaisoomin : iya cingu yaaa,,, ini udah di lanjut kok :D terimakasih udah sempetin review :D :*

antnia8 : pingsan karena masih lemes mungkin,, gak berat kok,,, bikin nya juga entar berat kekek :p,, ini udah lanjut kok, terimakasih udah sempetin review :D :*

DaMa31 : iya ini udah di lanjut,, tengkyu udah suka sama cerita saya :D,, terimakasih juga udah sempetin review :D :*

DaMa31 : tebak-tebak kan,, (?) banyak yg suka tebak-tebakan gk ya? Aku jadi galau,,, chanbaek ya? Aku gk yakin Chanbaek eksistensi nya gk sebanyak sebelum nya, maaf yaaaa ~,, terimakasih udah sempetin review :D :*

kyung1225 : karena saya bukan ahli medis atau ipa, jadi saya buat cerita ini seringan mungkin, jadi gk ada efek yg gk-gk kok,,, kekekeke :D ini udah update kok,, mungkin agak sedikit ngaret , yeaah menurut saya,, terimakasih udah sempetin review :D :*

ABC : ciyeeeeee yg ospek,,, jenjang SMA atau SMP niiih,, adik gue juga baru aja ospek #eeeh balik curhat,, trend meme ? masalah nya gue gk ngerti :p,,, iya memang aku sengaja buat 3+ word,, atau aku nya aja yg terlalu bernapsu menulis, kalau enggak inget reader yg bakalan mabok ama tulisan ku, aku gk akan berhenti ngetik :D,, dan inti nya saya suka panjang (?),, ini udah di lanjut,, terimakasih udah sempeti review,,, :D :*

Guest : iyaaaa,,, ini masih SMP,, masih bocah (?),, masih imut2 nya, masih mencari jati diri,,, iya ini udah di tambahin chapter nya, terimakasih udah sempetin review :D :*

Rilah safitri : anak nya siapa? Suruh nyeritain siapa ortu nya? ehhhmmm? Boleh, boleh, iya bakalan di ceritain kok entah :D sabar yaaa,,, ini udah di lanjut, terimakasih udah sempetin review :D :*

Kaisooranghae : heeeeemmm,, aku juga berfikiran sama km, hanya saja. Mungkin ada yg bakal gk ngerti, karena kebanyakan adegan yg kurang bersangkutan dengan cerita, hanya saja jika langsung konflik menurut ku juga kurang greget, aku kepengan nya menyatukan putra-putri nya dulu, terus ortunya. Yixing nangis soal nya merasa bersalah dengan masa lalu nya, mau cerita juga terlalu malu. Kyungsoo jatuh-jatuh mulu? Aaaahh maaf itu masih hint,, hehehehe :p,, flashback ya? Aku baca saran km,, ehmm boleh juga, flashback udah di mulai niiih,, bagaimana menurut km? hahahahaha iya, iya,, main tebak-tebakan bikin gemes,,, terimakasih udah sempetin review :D :*

Ls97 : anak nya yixing iya, kalau yifan agak ragu saya nya ngehehehehehehe :p,, chanbaek saya ramalkan bersatu kok, jadi chanbaek shiper tenang-tenang aja yaaa,, duduk anteng sambil baca ff :p :D,, terimakasih udah sempetin review :D :*

Kaisoomin : iya ini udah di lanjutin, terimakasih udah sempetin review :* sama semangat nya, jadi semangat kan,,, :D

Chanbaek00 : yg km bingungin apa dari kyung? Tanyain aja,, aku gk kaya guru yg lagi ujian kok :p… iya sama-sama, otp emang t.o.p daaah :D,,, aaaaaha jeongmal! Jinjja! Aaaaaah aku jadi seneng,, terimakasih atas pujian nya sama terimakasih udah sempetin review :D :*

ABC : iyaaaaa,,, km udah review kok di kolom chap 3 ^^,, banyak ngomong juga gk masalah, lagian yg ngetik km hehehehe :p,,, heeeeeemmm,, ngemeng meme yg gk aku ngerti tak lempar pake sempvak jongin yaaah :p,, udah buat akun sana naaaaak hehehehehe jadi gk akan galau kalau mau ripiu :p :D,, yaaaaah ngomongin panjang-panjang (?) lagi kan,,, :D,, udah di lanjut nih,, terimakasih udah sempetin review :D :*

ABC : eeeeeeeeh! Ripiu km punya jurus seribu bayangan! #plak,,,

Seneng bisa update,, :D,, minaaa saaaan,, terimakasih udah sempetin review, gak masalah hanya Cuma next, lanjut, dan semangat, itu sudah menghibur saya,,, :D.. menerima kritik dan saran dengan tangan terbuka :D,, kalau bisa pleaseeee bawaain kaisoo #kabuuur….