Promise To You

Author : Miss. Hunnie ~

Tittle : Promise To You

Genre : Family, Friends, Love, GS (For all Uke), etc.

Rated : T

Main Cast :

- Kim Kyungsoo

- Kim Jongin

- Kim Baekhyun

- Wu Chanyeol

- Kim Sehun

- Wu Luhan

Other Cast :

- Kim Minseok

- Kim Jongdae

- Zhang Yixing

- Kim Joonmyeon

- Wu Yifan

Lenght : chapter

Promise To You

Part 6

Chanyeol akui ia memang lengah akhir-akhir ini, berurusan dengan Baekhyun membuat nya lupa akan adik nya yg sudah semakin dekat dengan laki-laki lain selain dirinya. Seakan mengerti jika pintu penjara yg ia buat terbuka, adik nya memanfaat kan nya dengan baik. Tidak tahu jika perangkap baru nya akan menangkap adik nya kembali, jika bisa ia akan menyeretnya kembali dan mengunci ganda pintu itu.

"tentu saja, ini akan lebih erat dari sebelum nya" gumam Chanyeol dengan tatapan mata yg tertuju pada dua sosok yg tengah berseda gurau di kantin sekolah.

.

.

.

"Luhan sialan! Itu sosis ku bodoh!" omel Sehun marah, sosis yg sengaja ia makan terakhir pun kandas karena dimakan Luhan dengan seenak nya. Luhan yg tengah mengunyah hanya mengendikan bahu nya acuh.

"sudah ku telan, kau mau mengambil nya?" tanya Luhan sambil mengulurkan lidah nya, membuat Sehun bergidik jijik melihat nya "lagi pula hanya sosis kau ini pelit sekali" gerutu Luhan sambil meminum air es nya sampai kandas.

"hanya sosis kau bilang! Aku bertarung dengan diriku sendiri untuk menghabiskan brokoli biadab ini agar bisa memakan sosis kesukaan ku dan kau seenak ny…."

"ya, ya, ya,,, kau ini semakin cerewet saja pabbOH Sehun…"

"ya! Setidak nya dengarkan dulu orang bicara XIalanhan!"

"yare~ Yare,,, bocah ini sudah dewasa rupa nya" ucap Luhan sambil menatap Sehun yg masih mencak-mencak hanya karena sepotong sosis? Gadis itu terkekeh "memanggil ku tanpa embel-embel noona …" sambung nya dengan kedua tangan yg terulur, mencubit dua bongkah pipi milik lawan bicaranya dan menarik nya seperti karet.

"dia memang sudah dewasa" ucap Jongin yg tiba-tiba mundul di antara kedua nya, meletakkan nampan berisi makan siang nya di meja. Sehun dan Luhan sontak menoleh ke sumber suara.

"oh Halo Jonginie~" sapa Luhan ramah tanpa melepaskan cubitan super milik nya di pipi Sehun.

"iynhi,,, sywakit….lwepwaskhwaan…." Sehun terbata dengan pipi yg di jewer.

"apa?" tanya Luhan pura-pura tidak dengar, Sehun masih merintih tanpa ada niatan untuk melepaskan cubitan maut milik Luhan. ia yakin setelah ini pipi nya tidak akan sekencang sebelum nya. memikirkan nya membuat nya bergidik dan semakin meronta minta di lepaskan. Melirik ke samping bermaksut meminta bantuan saudara nya. malah mendapati Jongin yg tengah asik makan sambil sesekali terkikik dengan ponsel nya. Jongin tidak berguna batin Sehun merana.

"lanjutkan saja Noona, ini akan menjadi topic cerita yg bagus" gumam Jongin yg dapat di dengar Sehun dan Luhan.

"ne?" tanya Luhan penasaran, kini cubitan nya sudah terlepas dengan sendiri dan atensi nya beralih pada Jongin yg sudah menatap nya dan Sehun bingung.

"aaah~, tidak apa-apa.. aku, aku hanya…." Dan Luhan bisa merasakan jika Jongin menjadi gugup sendiri. "aku membalas sms teman ku untuk pesentasi besok" jawab Jongin cepat. Luhan masih mengernyitkan dahinya agak aneh dengan tingkah Jongin, menatap Sehun agar di mintai keterangan mengenai Jongin, namun Sehun tidak mengindahkan nya dan malah mengelus pipi nya yg sudah memerah.

.

.

.

Baekhyun menghentikan gerakan tangan nya pada lembar-lembar buku yg ia baca di perpustakaan sekolah, menarik nafas jengah dan menutup buku nya dengan kasar. Menatap tajam sosok yg sedari tadi duduk di depan nya dengan wajah innoncent milik nya.

"apa mau mu?!" desis Baekhyun.

"melihat mu" jawab sosok yg ada di hadapan nya santai, Wu Chanyeol.

"bukan itu! sebenarnya apa motif mu mendekatiku!?" tanya Baekhyun dengan nada rendah dan aksen penekanan di setiap kata nya. Chanyeol menyeringai.

"besar kepala juga kau?" ucap Chanyeol dengan kekehan halus milik nya. wajah Baekhyun sudah memerah karena malu dengan apa yg ia ucapkan tadi. Tanpa ada niatan membalas ucapan Chanyeol, Baekhyun kembali membaca buku yg ia pinjam, mengabaikan sosok yg ada di depan nya yg semakin menyeringai.

"aigoo~ kau manis sekali" celetuk Chanyeol, membuat gadis yg ada di depan nya bergeming dari duduk nya.

"mati sana!" teriak Baekhyun melempar buku yg ada di tangan nya tepat pada wajah Chanyeol.

"sssssst!" teguran dari penjaga dan pengunjung perpustakaan menyadarkan Baekhyun dari rasa sebal nya. melihat sekitar, dimana teman-teman nya tengah menatap nya kesal. Baekhyun jadi malu sendiri, ia sampai lupa dimana ia berada.

"aduh ini sakit Baek…" keluh Chanyeol. Baekhyun hanya mendengus, mengabaikan Chanyeol dengan pikiran dimana ia akan membalas perbuatan Chanyeol yg sudah membuat nya malu.

.

.

.

Troli yg berisi belanjaan nya di dorong setelah memasukan salah satu daftar yg akan ia beli. "jadi Kyungsoo mau apa nanti malam?" tanya Minseok dengan tangan kanan yg memegang ponsel sedangkan tangan kiri nya yg tengah mendorong troli milik nya.

"aah~ Kyungsoo mau kimchi spaghetti? Apa eomma salah dengar?" langkah nya berhenti di persimpangan, mata bundar nya melirik ke samping dimana sawi putih berjajar dengan manis. Ia langkah kan kaki nya ke sana dan memilih salah satu di antara mereka dengan cermat.

"kata siapa eommma tidak bisa membuat?" tanya nya, kini ponsel nya ia apit di antara telinga dan pundak nya, sedangkan kedua tangan nya tengah memilih sawi putih mana yg lebih baik.

"tentu saja sayang, eomma akan membuat kan emm,,? Apa tadi?" dahi nya mengernyit menatap kedua bongkahan sawi putih, mata jeli seorang ibu memutuskan memilih sawi yg ada di tangan kiri nya dan memasuk kan ke troli, menarik ponsel nya kembali ke tangan kanan dan kembali mendorong troli dengan tangan kiri.

"hahahaha,, iya kimchi spaghetti.. eomma hanya bercanda sayang,, terus Kyungsoo pesan apa lagi?"

"tidak ada ice cream, kau akan flu setelah nya" langkah nya terhenti di depan freezer, mata bundar nya menelusuri jejeran ice cream dengan teliti.

"huh!? Janji lagi? Kemarin Kyungsoo juga berjanji tidak akan sakit, tapi nyatanya apa? Demam tinggi yg membuat eomma tidak bisa tidur" balas Minseok, ponsel nya beralih ke tangan kiri. Tangan kanan nya mendorong penutup freezer, memilih kotak-kotak ice cream dengan cermat.

"oke,, eomma pegang janji Kyungsoo. tidak akan sakit lagi…" Minseok terkekeh sendiri menatap ice cream rasa stobery dan vanilla yg ada di troli.

"rasa vanilla untuk Kyungsoo dan Stoberi untuk Baekhyun eonnie kan? tentu saja eomma ingat…" mata bundar nya ia edarkan lagi. Kini tatapan nya jatuh pada bagian daging. Setelah sampai pada bagian daging, wanita itu kembali memilih daging sapi pilihan yg akan ia olah nanti malam.

Ketika akan mengambil satu kotak daging segar, Minseok di kejutkan dengan tangan lain yg akan mengambil daging pilihan nya. mereka saling memandang. Hingga ke empat bola mata itu melebar. Hampir saja ponsel Minseok terjatuh akibat keterkejutan nya, hingga suara panggilan di sebrang sana menyadarkan nya.

Dengan tangan bergetar Minseok menempelkan ponsel nya ke telinga, masih dengan tatapan yg masih tertuju di depan nya. sosok wanita yg lebih tinggi dari nya.

"I iya sayang, eomma disini" jawab nya agak gugup.

"sudah ya sayang, eomma harus membayar belanjaan eomma,," tatapan masih tertuju di depan, sambungan telfon di matikan dan ponsel nya ia selipkan di saku celana jeans yg ia pakai.

"Huang,, tidak Wu Zitao...?" bisik nya penuh tanya. Wanita dengan riasan alami berwarna hitam di kantung mata nya masih berdiri menatap Minseok kaku.

.

.

.

Mereka saling terdiam, sudah 10 menit keadaan di lingkupi keheningan.

"jadi ada apa?" si gadis membuka pembicaraan terlebih dahulu, hari mulai sore dan ia harus pulang atau ibu nya akan mencekik nya jika ia pulang terlambat.

"anu…. Noona…" lelaki itu tergagap, bingung ingin mengatakan apa padahal dia sendiri yg mengajak si gadis berbicara di sini.

"iya? Oh ayolah Sehun, aku bisa mati di gantung eomma jika tidak segera pulang" Baekhyun mulai merengek, menggesek-gesek kan salah satu sepatu nya di atas rerumputan taman samping sekolah nya. ia bingung dengan Sehun yg meminta nya kesini, kata pemuda yg lebih muda dari nya itu ingin mengatakan sesuatu. Ia sudah menunggu 10 menit dan pemuda itu masih terdiam.

Sehun si pembuat janji pertemuan menatap gadis di depan nya merasa bersalah, ia berdehem "aku, aku…." Menyukai Noona lanjut Sehun dalam hati. Dahi pemuda itu mengernyit, apakah ini tidak terlalu terburu-buru? Apakah Baekhyun adalah tipe yg suka memakai puisi ketika ia mendapat pernyataan cinta? Atau bahkan tipe yg suka makan malam romantic dengan lilin dan bunga?

"sehun, sehun!?" lama berkutat dengan pikiran nya sendiri, ia sampai lupa dengan Baekhyun yg ada di depan nya. menatap nya kawatir dan juga bingung.

Gadis itu menghela nafas "oke" Baekhyun menatap jam alroji nya sudah pukul 5 sore, kemudian ia menatap Sehun "jangan bertele-tele, atau aku tinggalkan" ancam nya. Sehun menelan ludah nya kasar.

"aku, ak,, aku…."

"yaaa..?" tanya Baekhyun tidak sabaran. Merasa terintimidasi dengan tatapan Baekhyun, membuat Sehun gugup dan lepas kendali.

"aku menyukai mu noona!" ucap nya dengan cepat namun jelas di telinga Baekhyun.

"eh!?" dahi Baekhyun mengernyit bingung, kemudian "apaa!?" lanjut nya kaget.

"aku sudah menyukai Baekhyun noona sejak pandangan pertama, ma maukah noona menjadi kekasih ku?" lagu klasik, pikir Baekhyun. Mata sipit itu menatap dalam sosok yg ada di depan nya. warna kulit Sehun yg pucat memerah terlebih di bagian wajah sampai telinga. Baekhyun masih terdiam dengan fikiran yg terbang beberapa waktu silam.

"jadi…?" pertanyaan Sehun membuyarkan lamunan nya. pemuda itu masih menunduk malu. Baekhyun tersenyum, menarik kedua tangan milik Sehun dan menggenggam nya.

"aku menyukai juga mu" balas Baekhyun. Kepala yg tertunduk itu menatap lurus Baekhyun yg masih tersenyum.

.

.

.

teropong yg ia gunakan di tarik, di genggam oleh tangan kiri di sisi tubuh nya yg masih mendatap sosok yg ia cari.

"kau yakin itu dia?" tanya rekan nya yg ada di samping nya, di belakang kemudi sebuah mobil yg ia kendarai.

Teropong yg ada di tangan kiri nya ia letakan di jok belakang "tidak salah lagi" balas nya yg dapat di mengerti si pengemudi.

"kita harus segera melapor" saran si pengemudi yg sudah menyalakan mesin mobil.

"aku sudah melakukan nya sebelum kau berbicara" ucap nya datar.

.

.

.

Baekhyun tersenyum ketika menatap benda yg ada di genggaman nya, novel terbaru dari pengarang yg di sukai adik nya telah rilis. Hari sudah mulai gelap, meskipun ia tahu akan di marahi ketika sampai rumah, tapi demi senyuman adik nya, apapaun akan di lakukan Baekhyun.

Namun baru beberapa langkah dari toko buku, tepat sebelum 10 langkah menuju halte, ia di hadang sosok berbaju hitam. Dahi nya mengernyit bingung lantaran wajah sosok yg ada di hadapan nya tidak terlihat karena gelap nya jalanan.

"ikut aku…" suara itu…

Belum benar mencerna apa yg terjadi, ia sudah merasakan pergelangan tangan nya di cengkram kuat dan tubuh nya tertarik paksa.

.

.

.

#braaak!

Chanyeol membanting keras pintu ruang tamu nya, ibu nya yg ada di ruang tengah terlonjak kaget mendapati putra nya dengan wajah merah padam, seperti nya ada yg salah di sekolah nya, pikir Tao.

"gege!" jantung Tao berdetak tak karuan melihat putra nya yg tengah menarik putri nya seperti seekor kerbau yg akan di sembelih. Bermaksut hati ingin menolong sang putri, Chanyeol dengan tanpa berperasaan membentak nya telak. Saking shock nya, Tao masih berdiri di sana. Menatap putri nya yg memberontak dari cekalan Chanyeol, meminta bantuan nya.

"mama!" teriakan Luhan menyadarkan nyadari rasa terkejut. Tao segera berlari menuju lantai atas dimana kamar putra dan putri nya dan benar saja, Chanyeol langsung mengunci pintu kamar adik nya, dimana Luhan yg ada di dalam menggedor-nggedor pintu dengan brutal. Suara teriakan dan dobrakan menjadi satu. Tao jadi panic sendiri.

"Chan apa yg…."

"mama jangan pernah ikut campur!" entah sudah keberapa kali Tao di bentak. Tidak menyerah Tao masih ingin membujuk putra nya. Tao tahu putra nya bukan lah anak yg tega seperti ini, Chanyeol hanya terlalu baik untuk seorang kakak. Chanyeol hanya ingin melindungi adik kecil nya, namun sayang nya cara Chanyeol salah.

"Chan, adik mu…" belum sempat ia melanjutkan ucapan nya, ia sudah merasakan kepala nya pening akibat sikutan dari Chanyeol tepat mengenai kepala nya hingga ia terjatuh terkantuk lantai.

Tao menatap putra sulung nya kaget, sedangkan Chanyeol? ia sendiri juga kaget dengan apa yg terjadi. Tao yakin putra nya tidak sengaja melakukan ini. Putra nya menundukan kepala nya, ingin sekali Tao menyentuh dan memeluk putra nya dan mengatakan semua baik-baik saja. Namun belum ia melaksanakan niat nya, suami nya sudah pulang dengan nada di atas rata-rata milik nya.

Berlari ke arah nya, memeluk nya dan meneriaki Chanyeol. setelah itu ia melihat putra nya berlari keluar rumah. lagi. Seharus nya ia bicara saat ini, seharus nya ia mencegah Chanyeol agar tidak lari dari rumah, seharus nya ia jujur dengan apa yg terjadi saat ini. Terlebih pada suami nya.

.

.

.

Ia masih terdiam di tempat duduk nya, keringat sudah membanjiri tubuh nya di cuaca yg terbilang lumayan dingin dengan ac yg menyala di sebuah kaffe yg ia kunjungi saat ini bersama Kim Minseok.

Wanita itu dengan anggun nya meminum kopi pesanan nya, dan dengan terburu-buru Tao menjulurkan tangan nya pada kopi yg juga ia pesan. Ia melirik Minseok yg masih tenang. 'ayolah Tao, apa yg kau takut kan' batin nya menyemangati. Dengan tangan bergetar di angkat nya gelas kopi tersebut 'sial' bati Tao berteriak histeris.

Minseok tersenyum lembut padanya "bagaimana kabar mu?" tanya Minseok dengan tangan yg sudah menurunkan cangkirnya.

Tao hampir tersedak kopi nya sendiri, ia menjulurkan lidah nya "panas" gumam nya pelan. Kemudian menatap cairan hitam yg ada di cangkir genggaman nya, terasa panas tapi jauh di hati nya lebih panas dari ini. Dan juga "rasa nya pahit" sambung Tao dengan nada yg lemah.

Minseok terkekeh kecil "kopi bukan lah kesukaan mu Tao, seharusnya kau memesan bubble tea kesukaan mu" ucap Minseok yg kini menatap cairan hitam di cangkir nya. Tao mendongkak menatap wajah Minseok.

"kau selalu tahu apapun jijie…" balas nya lemah masih menggenggam erat cangkir nya. hening beberapa saat, kemudian ia alihkan tatapan nya pada Minseok "kami baik-baik saja, setidak nya itu yg orang-orang pikirkan dan juga Yifan"

Minseok terdiam, kemudian tersenyum "aku harap semua kegundahan hati mu hilang" manik hitam milik Minseok menatap lekat manik milik Tao.

"aku harap…." Bisik Tao pelan. "jadi bagaimana kabar Baekhyunie?" tanya Tao membahas topic lain nya. Minseok yg baru akan menyesap kopi nya terhenti, dahi nya berkerut dalam seperti berfikir.

"dia semakin cerewet dari terakhir kali kau bertemu dengan nya" jawab nya kemudian menyesap kopi nya pelan. Tao manggut-manggut.

"apakah Baekhyun masih seceria dulu? Maksut ku….. dia adalah anak perempuan yg periang dan hyper sekali seperti Jongdae gege…" Minseok terkekeh mendengar nya.

"bahkan lebih dari itu Tao, bahkan setelah kehadiran malaikat kecil kami, kebahagiaan nya bertambah kali lipat…"

"eeeh! Kalian memiliki bayi baru? Kenapa aku tidak di beri tahu?" tanya Tao cemberut. Minseok terkekeh, namun kekehan nya hilang dan berubah menjadi senyum lembut setelah nya.

.

.

.

Minseok menggelengkan kepala nya tidak percaya dengan apa yg di lakukan si bungsu di ruang tengah, berguling kesana kemari dan bergumam jika ia bosan. Sungguh lucu dan kekanakan sekali putri nya ini.

"Mou~ Baekkie eonie lama sekali~" Minseok yg tengah menjahit celana panjang milik suami nya yg sobek pun melirik putri nya yg tengah tengkurap sambil menatap pintu ruang tamu. Berharap kehadiran Baekhyun yg akan segera pulang.

"memang apa yg kau harapkan dari eonnie mu itu eh?!" tanya Minseok penasaran. Kyungsoo semakin cemberut.

"ayolah eomma, apakah aku terlihat mengharapkan sesuatu?" tanya Kyungsoo yg kini sudah duduk menghadap nya. Minseok menghentikan jahitan nya dan menatap putri nya, lalu mengangguk dengan kekehan.

"tidak benar! Kyungsoo memang sedang menunggu Baekkie eonnie pulang kok.." elak Kyungsoo dengan wajah yg memerah. Minseok kembali terkikik dan melanjutkan jahit menjahit nya. hening beberapa saat, tv yg mereka nyalakan mengisi keheningan tersebut.

"di ketahui siswi dengan inisial KBH, di temukan tak bernyawa di sebuah kawasan gedung kontruksi dengan kondisi mengenaskan. Di duga siswi ini sebelum nya di culik. sebelum di bunuh di duga siswi tersebut mengalami pelecehan sexual…."

"KBH? Kim Baek Hyun?" gumam Kyungsoo tanpa sadar, membuat gerakan Minseok terhenti.

"jangan berfikir macam-macam Kyungsoo…"

"tidak hanya saja…." Ia sendiri tidak yakin dengan ini, tapi pemberitaan yg ada di tv membuat nya takut, apalagi sang kakak belum menampakkan batang hidung nya. dengan gerakan terburu-buru, Kyungsoo langsung mengeluarkan ponsel nya, menghubungi Baekhyun adalah salah satu cara membunuh rasa takut nya.

Hingga sambungan operator membuat jantung nya seakan di remas. Ia melirik ibu nya yg ada di sebelah nya, Minseok sudah hampir menjerit tertahan sebelum..

"aku pulang~!" suara lantang yg ceria menghancurkan suasana hening yg mencekam. Kim Baekhyun terhenti di ruang tamu yg menghubungkan ke ruang tengah milik keluarga nya. "ada apa?" tanya nya penasaran.

Kyungsoo sudah berlari dan menerjang tubuh mungil milik kakak nya dengan deraian air mata, dan tak lupa dengan jitakan yg mendarat di kepala yg di lakukan oleh ibu nya yg sudan memeluk nya erat sekali.

"hey, hey ada apa?" tanya Baekhyun bingung namun ikut membalas pelukan adik dan ibu nya. menepuk punggung mereka masing-masing dengan tangan gemetar.

.

.

.

Sudah 4 jam ia menunggu di sini, di depan sekolah nya, menunggu sosok yg sedari tadi belum juga menampakkan dirinya, jikalau ia pulang kenapa ia tidak mengirimi satu pesan pun padanya?

Kim Sehun menatap alrojinya yg sudah menunjukan pukul 9 malam, udara dingin berhembus menembus seragam yg tengah ia pakai. Menatap sekeliling malah membuat nya takut karena sepi nya daerah ini.

"dimana kau? Setidak nya kirimi aku pesan agar aku bisa pulang dengan tenang" bisik nya pelan, ia tengok kan kepala nya ke dalam sekolah, sudah gelap sedari tadi. Dengan perasaan campur aduk Sehun pun beranjak dari tempat nya dan pulang.

.

.

.

Tubuh Baekhyun merosot di depan pintu kamar nya, setelah merasa sudah mengunci pintu kamar nya. bahu gadis itu bergetar hebat, air mata yg ia tahan sedari tadi akhirnya keluar juga. Ternyata berpura-pura bahagia sakit juga.

Dengan cepat ia berdiri menuju cermin besar yg tepat berada di samping meja rias nya, mata sipit itu menatap pantulan dirinya. Di angkat nya tangan kanan, membuka satu persatu kancing seragam nya hingga akhir. Ada bercak-bercak merah darah yg terlukis indah di kaus dalam nya yg putih.

Dengan tangan bergetar hebat, Baekhyun menarik kaus dalam nya hingga menampilkan bahu nya yg sempit. Di sana ada bekas kebiruan seperti cengkraman kuat. Baekhyun meringis kala luka itu ia sentuh. Hingga mata sipit nya menatap bercak merah keunguan yg membuat memorinya memutar kejadian, dimana mimpi buruk baru saja ia mulai.

Tubuh itu kembali merosot menyentuh lantai, air mata kembali turun tanpa permisi. "kenapa…? Ini terjadi padaku?"

.

.

.

"aku menyukai mu noona!" langkah Chanyeol terhenti ketika ia mendengar suara yg familiar beberapa hari ini. Perasaan nya tidak menentu setelah mendengar suara tersebut, pikiran nya melayang. Hingga kaki panjang nya mengantarkan nya pada taman samping sekolah yg tidak jauh dari lokasi nya tadi.

3 meter dari lokasi nya, ia dapat melihat Baekhyun dan Sehun yg tengah menatap satu sama lain, mereka seperti tengah membicarakan hal penting yg membuat Chanyeol ingin lokasi, karena ia tidak di tuduh menguping pembicaraan orang.

Namun langkah nya yg akan menjauh ia urungkan ketika melihat Baekhyun menggenggam erat tangan Sehun dan mengucapkan beberapa buah kata yg sempat ia dengar dari gadis tersebut.

"aku menyukai juga mu" ucap Baekhyun. Gadis itu terlihat menunduk karena malu.

Chanyeol berdecih, meninggalkan dua sejoli yg ada di taman samping sekolah tanpa melanjutkan aksi menguping nya.

"mereka membuat Luhan ku sakit,, tidak akan ku biarkan walaupun ke neraka sekalipun" bisik nya tajam dengan seringai mengerikan milik nya.

.

.

.

TBC

.

.

Hallo semuaa~ maaf ya baru update,, hahahaha saya gk update bukan krn tugas ya, emang saya lagi males aja #di hajar

Jujur,, titik jenuh saya kumat kemarin… kkkkk ide ada siiih, tapi gitu males nya gk ketulungan,,, mohon maapin saya yaaa readersnim~ _

Bukan juga males, antara mau ngelanjutin atau tidak ini…. Huuuh, saya tidak yakin dengan ff abal saya ini #minder

Soal nya gk nyambung di kaitin sama dunia nyata, masa cewek punya hemophilia? Jadi,,, gimana ini readers nim? Minta di lanjut apa tidak? Satu, dua buah review udah saya anggap lanjut looo… :v

Oh yaaa,,, terimakasih yg masih nyempetin review buat ff abal saya ini,, review anda semua membuat males saya sedikit terbunuh :V

Balesan ripiu, maaf kalau enggak di PM. Soal nya agak rebet harus satu-satu, gini kan enak… langsung di ketik… oke hentikan basa-basi ini.

antnia8 anak siapa? Anak siapa yaaaaa….. rahasia soal nya ini juga masih di pikirin wkwkwkwkwk,,, terimakasih buat review nya :D

DKSlovePCY hahahahahaha emang, apapun yg panjang itu menyenangkan ya wkwkwkwkwkwk :D,, heeeemmmm Chansoo yaaa? Bakalan susah niiih,, mungkin hahahaha soal nya si Chan udah rakus siih, antara Baek atau Lu jadi gk mungkin kan ke tambahan lagi,, habis entar si Chan xD,, kalau bahagiain Kyung maah gampang :D,, jadi terimakasih buat review nya :D,, jangan sungkan(?) buat repiu lagi…

DaMa31 hahahahahah ini updetan nya agak telat, gk masalah kan? yg penting update #maksa xD masa siiiih? Suka bgt kalau ada yg suka nebak terus bener wkwkwkwkw :D kalau sama Han entar incest,, tapi agak semi incest deng,,,, hhhh jadi terimakasih buat review nya :D

Kim Hyomi iya ini di lanjut lagi, tapi telaaat T,T…. iyaa,, mereka temenan awal nya terus gitu deeeh,, xD aku juga penasaran bapak nya Kyung siapa yah? Aku sendiri belum nentuin tuh #plak! xD terimakasih buat review nya :D

9493 belbi pusing, ini princes juga lagi pusing juga wkwkwk xD Kyung anak nya siapa yaaaa? Ini aku sendiri bingung nentuin siapa #di hajar,,, tua an Kyung mungkin xD… terimakasih buat review nya :D

kyung1225 hahahahahaha semua pada heboh Kyung anak nya siapa,, ini aku sendiri bingung nentuin cast buat bapak nya Kyung #di bakar xD,, jujudl nya jadi 'Kyung yg tertukar' xD okeee ini udah di lanjut, tapi mian yaaa agak telat, atau telat bgt malah? terimakasih buat review nya :D

Ls97 itu dia,,,,, satu ibu kan…..? ya taulah,, mungkin para KaiSoo shipper bakalan gigit jempol masing-masing deeeh T.T iya makasih semangat nya,,, chapter depan malah telat bgt kan? ini buktinya… xD terimakasih buat review nya :D

Rilah safitri ini lagi nyariin bapak nya si Kyung aku nya wkwkwkwk xD,, Kyung ngidap hemophilia,, aneh ya? Jangan ketawa kalau udah tahu, malu aku T.T,,, ini chap udah lanjut waalau yeaah gk cepat siiih… terimakasih buat review nya :D

Erryh200897 hai jugaaa pendatang baru #di gampar xD bapak nya Kyung lagi di cari di gugel,, belum nemu sampai saat ini.. hunhan tetep utuh kok, tenang aja hehehe :D ripiuw nya sampai dengan selamat sentosa kok wehehehehe xD iyaaa ini udah lanjuut kok,,, terimakasih buat review nya :D jangan kapok ripiu lagi yaaa pendatang baru xD.

ABC emang, baru tahu elu malu2in hahahahaha xD , komenan penuh nama ABC,, nyepetin mata tapi bikin seneng #di golok xD maaf, gue gak kenal ama reader kaya elu xD :P,,, hahahahaha somplak gue kudet bgt meeen xD *leh ugha*,, eeeeeeeh elu baru ospek lhaaa gue yg udah semester 6 ini apa kabar…? Iyaaa,, soal nya pada ada yg nanya masa lalu mereka, jadi gue dengan kebaikan hati malaikat (?) ini membuka masa lalu mereka,, banyak KaiSoo, ya iya lah kan pairing nya xD tapi aku usahain buat Chanbaek juga kok,, hahahahaha emang elu emang ada mau nya niiih bikin gue seneng,, WOOI UDAH LANJUT NIIH! Gak nyampah lagi atau ChanBaek gue yadongin… Kabooooor…. xD thanks bgt buat ripiu nya ABC baterai xD

Kaisoomin iyaaa ini di lanjuut koook, maaf telat yaaa,,, ini gk tau udah panjang atau belum xD,, terimakasih buat review nya :D dan makasih buat semangat nya… :D

Kaisoo gak laaah, nanti kalau Minseok ngamuk ke aku gimana? Kan bahaya… xD okeeeeee,, ini di lanjut maaf telaaat,,, eeeeh pendatang baru,, heheheheh iya terimakasih buat review nya :D jangan sungkan (?) buat ripiu yaaaaa,,, xD

Lovesoo bukan,,, aku juga penasaran anak siapa Kyungsoo ini xD… iya terimakasih buat review nya :D

kim fany iyaaaa ini di lanjuuut koook,,, *.*,,, aaaah senang nya kalau bikin penasaran,, udah ada tebakan gk ini ceritanya kemana? #seketika kepo xD terimakasih buat review nya :D

Nadhefuji iyaaa umur nya bedaaaa,,,, Kyungsoo lebih tua dari HunKai dan HunKai akselerasi :D,, akhirnya ada yg nanya umur kkkkk xD HunKaiSoo itu seibu sayaaang,,, tapi Minseok masih bingung dengan status nya Kyungsoo,, :D iya di lanjuuut kok, tapi maaf yaa telat,, terimakasih buat review nya :D

Mocca ini udah lanjuuut,, tapi telat siih,, maaf yaaa…. Akku berusaha menyatukan KaiSoo,, semoga bisa…. terimakasih buat review nya :D

NopwillineKaiSoo aku juga bingung nyariin bapak nya :V,,, aku memang buat karakter Baekhyun itu tenang, sabar dan pengertian, macam kakak idaman xD padahal asli nya somplak #di golok Baek… hmmmm gk yakin sama lovelin kali ini,,, :v iyaaa,, terimakasih buat review nya :D

Cherry season iya ini udah di lanjuuut,,, maaaf telaaat,,,, dan terimakasih buat review nya :D

Ara iyaaaa ini udah di lanjuuut koook,,, terimakasih buat review nya :D

Akhir nya udah lanjuuut,, gk tau ini chapter kaya apa,,, aku serahin pada reader sekalian,,, tolong di koreksi jika ada yg salah yaaa,, jangan sungkan nyalahin jika itu memang salah. Oke bye-bye miaaaw ~