Promise To You

.

.

.

WARNING ! : ALUR LAMBAT, CERITA BERLIKA-LIKU TANPA UJUNG YG PASTI, DI HARAP PARA READERS YG MASIH SETIA MEMBACA DAN MENANTI FF ABAL INI BERSEDIA BERSABAR. TERIMAKASIH SEBELUM NYA ^^..

TYPO BERTEBARAN MENGINGAT INI NO EDIT T.T

.

.

.

Promise To You

Part 7

Tidak Baekhyun pikirkan jika sosok yg ada di hadapan nya kini tengah menyatakan cinta untuk nya, pernyataan cinta Sehun tidak membuat nya merasakan apapun yg berkaitan jika ia juga tertarik pada Sehun.

Jika di tanya apakah ia menyukai Sehun atau tidak? Tentu saja ia menyukai laki-laki pecinta bubble tea ini. Ia menyukai bahkan menyayangi Sehun seperti ia menyayangi Kyungsoo. jika ia berada di samping Sehun, Baekhyun merasa ia ingin sekali melindungi sosok pucat ini.

"jadi?" pertanyaan Sehun membuat nya tertarik dari dunia lamunan yg ia buat beberapa menit. Bola mata berhiaskan eyeliner itu menatap dalam Sehun yg sudah menanti sebuah jawaban yg akan ia berikan.

Senyum Baekhyun terlukis dengan indah di wajah elok nya, mata sipit itu menyipit bagai bulan sabit yg cantik. Tangan kurus itu meraih kedua tangan Sehun. Dingin, batin Baekhyun.

"aku juga menyukai mu" jawab Baekhyun yakin. Dengan cepat kepala Sehun yg menunduk itu pun mendongak, menatap Baekhyun dengan sinar wajah bahagia milik nya.

Dahi Baekhyun mengernyit, meringis akan ekpresi yg di tunjukan Sehun padanya. Akan kah ia tega melakukan ini? Baekhyun sudah memutuskan kali ini.

"sebagai adik" lanjut Baekhyun. Seketika ekpresi senang Sehun memudar di gantikan dengan kernyitan dahi dan ekpresi wajah tidak mengerti akan ucapan Baekhyun beberapa detik yg lalu.

"jangan katakan ini adalah alasan Noona untuk menolak ku? aku tidak akan termakan adegan klise dari sinetron yg selalu ibu ku tonton setiap hari" ucap Sehun tenang, namun kebalikan dari bibir yg di tekuk dan kedua tangan yg di sedekapkan di depan dada nya. ingin rasanya Baekhyun mencubit Sehun kali ini, namun tidak bisa, berhubung topic yg mereka perbincangkan sangat serius menurut nya.

"untuk apa aku harus beradegan seperti itu? jika aku menyukai mu layak nya wanita pada pria maka aku tidak akan menolak mu.."

"tap, tapi…"

"kau hanya belum menyadari Sehun…" potong Baekhyun cepat. Dahi Sehun semakin di tekuk dalam, tidak mengerti arah pembicaraan ini.

"bukan aku yg kau sukai…" sambung Baekhyun lagi, gadis itu tersenyum lembut mendapati Sehun yg masih berfikir, mencerna perkataan nya satu per satu agar tidak gagal paham.

"aku tidak mengerti noona?" tanya Sehun hampir putus asa. Baekhyun masih tersenyum lembut, seperti kakak perempuan yg sabar mengajari adik nya untuk belajar hal baru.

"noona tidak bisa menjawab itu Hun,, pertanyaan itu hanya bisa di jawab oleh hati mu sendiri.."

"hey! Hey! Ini jauh dari kata rasional noona!" jerit Sehun tertahan, ia sudah bingung dan semakin bingung dengan perkataan-perkataan Baekhyun yg semakin tidak masuk akal bagi nya. Baekhyun terkikik kecil.

"secara harfiah pengertian cinta memang ada, bahkan bisa di cari di situs internet sekalipun" kata Baekhyun, ia sudah bersiap akan pulang, tapi setelah melihat Sehun yg masih bingung ia urungkan niat nya "tapi secara naluri kau akan sangat bingung akan cinta itu sendiri" sambung nya lagi.

"aku masih bingung"

"aku yakin Luhan akan bisa menjelaskan keraguan hati mu" jawaban dari Baekhyun membuat Sehun terdiam seketika. Mata sipit itu agak membulat karena kaget.

"aku rasa kau sudah tahu apa maksut ku Sehun, kalau begitu aku pulang. Aku yakin Kyungsoo sudah menunggu ku di rumah sambil berharap novel keinginan nya aku bawa" setelah mengatakan salam perpisahan pulang, Baekhyun pun pulang juga. Di tengah perlajanan nya Baekhyun sendiri bingung dengan apa yg beberapa menit yg lalu telah ucap kan.

Ia sendiri bingung dengan cinta itu sendiri dan bisa berucap dengan baik di depan Sehun? Mengingat akan hal itu membuat nya ingin tertawa saja.

.

.

.

Apa Chanyeol salah jika ia ingin melindungi kakak nya? (maaf sebelum nya saya menyebut Luhan sebagai adik bukan kakak, kadang saya suka lupa :p), saat ini pemuda dengan tinggi di atas rata-rata tersebut berada di kamar nya, menatap langit-langit kamar nya.

Memikirkan kakak nya Luhan seperti membuka memori lama yg telah ia simpan dengan apik, film itu bahkan tanpa ia putar sudah terputar dengan sendirinya. Dimana saat itu ia masih berumur 10 tahun dan Luhan 11 tahun. Jeda umur mereka cukup dekat, sehingga apapun mereka akan melakukan hal bersama.

Namun saat itu, Luhan bilang jika ia ada lest tambahan dan menyuruh Chanyeol pulang terlebih dahulu.

Chanyeol benar-benar menyesal telah menuruti permintaan kakak nya waktu itu, sampai malam Luhan belum juga pulang, ayah dan ibu nya benar-benar di buat bingung terlebih Chanyeol.

Bahkan sampai tengah malam pun tidak ada kabar, Kris mencoba menghubungi pihak sekolah dan teman-teman Luhan, mereka berkata jika Luhan sudah pulang jam 6 sore tadi.

Perasaan takut dan kawatir pun datang, lalu tepat pukul 3 pagi sebelum Kris akan memutuskan menelpon polisi, mereka sudah di telpon, entah dari siapa.

Pelpon pagi buta ternyata dari orang-orang yg menculik Luhan, Tao sudah menangis saat itu dan Chanyeol bertugas sebagai penenang ibu nya walau hati nya juga dalam keadaan gundah.

Si penculik membutuhkan uang, besok barter akan di lakukan, tepat nya di tempat yg tidak mereka ketahui sama sekali, sehingga membutuhkan waktu lama untuk sampai. Ketika sampai, hati Kris dan Chanyeol mencelos melihat keadaan salah satu perempuan yg mereka cintai di keluarga dalam keadaan mengenaskan.

Gadis itu muncul saat uang sudah berada di tangan muncul, seragam nya compang camping, tatanan rambut nya yg biasanya rapi kini acak-acakan, sudut bibir nya terdapat darah yg sudah mongering, dan kedua laki-laki dalam keluarga Wu hanya bisa menggertakkan giginya saat tahu bagaimana Luhan berjalan.

Tertatih dan terlihat sangat kesakitan, darah pun masih setia mengalir di sela-sela kaki nya. ketika manik rusa nya menatap Chanyeol dan Kris, Luhan menangis. Memeluk tubuh tinggi ayah nya, meraung ingin mati saja.

Setelah kejadian yg menimpa, Luhan menjadi pribadi yg pendiam, sebulan ia tidak masuk sekolah, sebulan penuh ia menghabiskan waktunya di kamar, terdiam dan merenung dengan pandangan kosong, di tengah malam ketika lampu kamar nya di matikan ia akan menjerit histeris.

Tidak tahan, Tao dan Kris memutuskan memanggil dokter psikolog. Awal nya Chanyeol kurang setuju karena Luhan tidak lah gila, namun setelah mendengar jika semua nya demi kebaikan Luhan, Chanyeol pun setuju.

Memang berat jika langsung sembuh dari rasa trauma, tapi Luhan sudah berusaha dan disinilah dia, menjadi pribadi yg hangat, bersemangat dan ceria seperti biasa.

Dan usut punya usut, ternyata tersangka pelecehan Luhan adalah mantan pacar nya sendiri, dari sanalah Chanyeol paling benci jika Luhan berdekatan denan pemuda lain selain dirinya atau ayah nya. terlebih saat ini ia benci sekali dengan Sehun. Berani-berani nya ia mempermainkan kakak nya.

.

.

.

Seorang pria tengah menandang lembar foto yg ada di tangan nya, foto wanita dengan dimple manis nya tengah menatap kamera dengan senyum cantik nya. senyum itu pun menular pada pria tersebut.

"aku merindukan mu" bisik nya lirih.

"mungkin besok aku akan menemui putri kita"

.

.

.

"aduh!"

"ada apa bu?" tanya Sehun yg tidak sengaja mendengar suara rintihan ibu nya, pemuda kulit pucat itu baru saja akan membuka kulkas dekat dapur, dimana ibu nya berada.

"tidak apa, hanya tergores…"

"astaga! Ibu lain kali hati-hati!" Sehun memang pendiam, tapi kalau mengenai ibu nya, ia langsung menjerit seperti wanita. Ia akan histeris. Dengan cekatakan putra kedua nya langsung membasuh luka ibu nya dengan cairan alcohol, dan membebat nya dengan handsaplas.

"astaga, ibu baik-baik saja Sehun"

"tetap saja, itu darah dan mengerikan sekali melihat ibu berdarah"

"aduh yg perhatian~"

"ibu~~"

.

.

.

Jongin kembali disibukan dengan sekolah nya, pemuda itu pun sekarang jarang bertemu dengan nya, Kyungsoo jadi merasa kesepian. Kini ia tengah berada di pekarangan belakang rumah nya, tertidur di atas karpet yg sengaja ia gelar di atas rumput, menatap gumpalan permen kapas berwana putih bernama awan.

Mereka melayang-layang tertiup angin, tidak Kyungsoo sangka jika menatap langit akan begitu menyenangkan, akan semakin menyenangkan jika Jongin ada disini.

"haaah~" ia kembali menghela nafas, andai saja ia tidak mempunyai penyakit merepotkan seperti ini, bukan, andai saja ibu nya tidak terlalu proktektif! Tapi itu juga tidak di benarkan, ibu nya melakukan hal ini karena ia sangat sayang padanya bukan? Jika ibu nya tidak menyayangi nya ia sudah di biarkan begitu saja.

Tapi sama saja, ia ingin sekali bersekolah bukan di home schooling yg membosan kan. kedua bola mata nya menggelinding ke arah ibu nya yg masih berkutat dengan masakan nya di dapur, terlihat sekali jika ia tengah focus.

Bisakah ia mengutarakan apa isi hati nya kali ini? lagipula ibu nya dalam mode serius bukan? Jadi kemungkinan besar jika ibu nya tidak mendengar apa yg akan ia ucapkan.

Tarik nafas lalu hembuskann, tarik nafas lalu….

"IBUU! BIARKAN AKU SEKOLAAAAAH! AKU BOSAN DI RUMAAAAAH HUAAAAAAA!"

Dalam hitungan

1

2

3

"Kyungsooo! Kenapa kau berteriak seperti itu hah!"

Benarkan? Ibu nya memang tidak mendengar nya.

.

.

.

Berkali-kali Luhan membuang nafas nya, lelah katanya. Baekhyun pun tidak kalah mengenaskan dari Luhan, sedari tadi gadis itu hanya menusuk-nusuk makanan nya tanpa ada niatan untuk memakan nya.

"ada apa?" balas Luhan penasaran. Baekhyun hanya melirik, kemdian kembali pada mode sebelum nya, melamun. Luhan berdecih, meminum jus jeruk nya dengan rakus sampai tersedak.

"sialaan! Hidup ini benar-benar sialan!"

"benar sekali" sambung Baekhyun membenarkan.

"Lu" panggil Baekhyun yg masih menatap makanan nya tanpa nafsu. Luhan langsung menaruh atensi nya.

"ya?" jawab nya, suara seruputan dari Luhan mengganggu Baekhyun. Gadis bermanik bulan sabit mengernyit jijik, menatap Luhan yg masih setia mengais-ngais air jeruk yg sudah habis.

"belilah lagi Lu, aku bayar"

"ah yg benar~" mata Luhan sudah berkaca-kaca karena terharu dan tentu saja senang sekali. Baekhyun mendengus melihat nya.

"tidak, aku telan kembali kata-kata ku"

"pelit sekali"

"terimakasih"

"jadi ada apa?" tanya Luhan memastikan jika Baekhyun tadi memanggil nama nya.

"ermmmmm… tidak jadi"

"hah?"

.

.

.

"hey, hey, lihat penemuan ku yg baru"

"apa itu?, waaaah hebat,, bisa kita gunakan setelah ini"

Sehun mengernyit, hari ini ia tidak ke kantin, ibu nya sudah membawakan nya bekal, setelah makan ia memutuskan untuk membaca, tipikal anak rajin sekali. Namun kegiatan nya terintrupsi oleh teman-teman sekelas nya, entah apa yg mereka rebut kan. dengan rasa penasaran Sehun menutup buku nya, menatap mereka dari jarak beberapa meter.

Ternyata, pecahan kaca yg di selipkan di sepatu, bagian depan kaca di arakan ke atas, dasar sinting, batin Sehun, mereka seperti anak yg masih duduk di sekolah dasar saja.

Ia dulu suka melakukan itu, tentu saja mengintip dalaman anak perempuan dan mereka akan berteriak nyaring sekali, mengatai anak laki-laki mesum.

"menurut mu siapa yg lebih cocok?" oh mereka sedang menarget sasaran.

"bagaimana dengan Luhan?" dan untuk pertama kali ia akan berkelahi setelah pulang sekolah, mereka akan mati di tanggan ku, batin Sehun emosi.

.

.

.

Bel pulang sekolah sudah bernyanyi, siwa dan siswi pun tengah menyanyikan 'pulang telah tiba! Horey, horey!'. Setelah sampai rumah Jongin akan melemaskan otot-otot nya, pelajaran sekolah lama-lama semakin meningkat dan ia tidak bisa menemui Kyungsoo. jujur ia sangat merindukan gadis bermata bulat tersebut.

Andai saja Kyungsoo bsesekolah, kemudian sekolah yg sama dengan nya, jadi ia tidak perlu repot-repot naik pagar untuk menemui nya. Jongin menghela nafas nya lelah.

Langkahnya terhenti saat melihat adik nya tengah menyeret seseorang ke arah pekarangan belakang sekolah, di sana terkenal sepi dan pertanyaan nya Sehun mau apa? terlebih siswa tersebut bukan berjalan dengan baik melainkan di seret layak nya karung beras.

Karena rasa penasaran, Jongin pun mengikuti Sehun yg sudah di telan tikungan lorong sekolah.

Jongin sempat kehilangan jejak, tapi pada akhirnya ia menemukan Sehun dan siswa tersebut, mata sipit milik Jongin membola, belum sempat berteriak, ia langsung melesat dan menghentikan Sehun yg tengah menggila.

Memang gila adik nya, Sehun memukul siwa tersebut habis-habisan tanpa ampun sampai babak belur seperti itu belum juga di lepaskan, apa ia salah satu titisan psikopat?

"hentikan idiot!" bentak Jongin murka, ia mencoba menahan Sehun, tapi sial sekali, Sehun ini sudah semakin hari semakin besar, tenaga nya juga seperti banteng mengamuk.

"aku akan membunuh mu jika kau sampai menyentuh Luhan ku! aku tekan kan! aku akan mengejarmu sampai ke neraka sekalipuuun!"

Dan Jongin tahu alasan nya, cinta akan membuat orang jadi gila, pikiran rasional yg selalu Sehun anut seakan menguap entah kemana.

Chanyeol masih diam dalam persembunyian nya, ia sudah melihat semua nya dari awal sampai akhir, ada rasa lega menyusup dalam hati nya, mungkin untuk Sehun ia akan menyerahkan kakak nya. tapi itu tidak mudah, mengingat Baekhyun juga menyukai Sehun.

Jadi untuk Baekhyun ia akan mengurusnya nanti, setelah berandalan yg berani akan mengintip dalaman kakak nya. berandal ini harus tahu dimana posisi nya, ia harus merasakan neraka seperti apa.

.

.

.

Mereka saling menatap satu sama lain, tidak ada yg berbicara, bahkan mengucapkan kalimat 'apa kabar' begitu berat rasanya.

Berbulan-bulan, akhirnya mereka dapat mengetahui satu sama lain siapa tetangga mereka, tetangga baru dimana mereka juga pindah, seakan takdir yg menginginkan mereka kembali bersama seperti dulu.

Musik jazz mengalun dengan indah nya, beberapa pelayan Nampak sibuk dengan pekerjaan masing-masing, para pelanggan silih berganti berdatangan, dan waktu tidak bisa di putar kembali, waktu hanya bisa berjalan kedepan.

"jadi bagaimana kabar kalian?" Minseok memecahkan keheningan, sebagai yg tertua di antara mereka, ia harus punya inisiatif sendiri, tidak mungkin ia akan menunggu suasana akward ini meleleh begitu saja.

Yixing berdehem, meraih cangkir teh nya dengan tangan gemetar, bahkan gesekan antar cangkir dan alas nya pun sampai terdengar.

"tenangkan dirimu Yixing, aku tidak mungkin memakan mu" Minseok lagi-lagi mencairkan suasana, Tao tertawa canggung sedangkan yixing sama sekali tidak bisa tersenyum. Ia mencoba tersenyum tapi kaku sekali.

"kenapa kita menjadi kaku seperti ini?" tanya Tao, yg termuda mengangkat topic yg mungkin akan sangat sensitive untuk di bahas. Minseok menghela nafas nya, Yixing malah menundukan kepala nya.

"apa karena aku sudah merebut Kris dari Yixing jijie?"

"Tao jangan bahas ini lagi?" sungguh, jika ingin jujur Minseok tidak ingin membahas masa lalu, ini memang tidak ada sangkut paut nya dengan nya, namun karena adanya 'seseorang' ia jadi terseret kedalam masalah mereka.

"tidak eonnie, ini memang harus di tuntaskan" Yixing akhirnya membuka suara nya. kini giliran Tao yg menunduk, kawatir tentu saja.

Minseok mengenyitkan dahinya, mencoba menebak dan ini yg terlontar dari bibir nya "jangan katakan kau masih menyukai Kris?" tanya nya penuh penekanan, bagaimanapun itu semua masa lalu, mereka kini sudah mendapatkan kebahagiaan dari keluarga baru mereka. Ia tidak ingin itu semua hancur karena ada keegoisan disini.

Yixing menggeleng, kemudian tersenyum lembut "ya Tuhan eonnie, untuk apa? aku bahkan lebih dan mungkin sangat, sangat mencintai Joomyeon" Yixing kembali menunduk manatap cangkir teh nya. jari-jari nya memutari bibir cangkir.

"lalu?" tanya Minseok memastikan.

"aku hanya mengklarifikasikan saja, jika semua memang benar-benar sudah selesai, tapi mungkin salah satu di antara kita merasa bersalah karena permasalahan ini" jelas Yixing, kemudian tatapan nya jatuh pada Tao yg kini tubuh nya menegang, tubuh tinggi itu seperti di ikan di bekukan.

"bagus, aku juga ingin mengklarifikasikan sesuatu" sahut Minseok mantab dan penuh penekanan.

.

.

.

"sebenarnya aku tidak masalah akan status kalian yg dulu nya berpacaran" Joonmyeon berbicara dengan nada tenang seperti biasa, bukan hanya dia saja yg kini menatap denan sorot serius, Jongdae dan Kris juga.

"hanya saja, aku lebih tidak bisa menerima jika kau sampai menghamili nya dan memilih wanita lain di saat itu" sambung nya terlihat santai, tapi hati nya kini tengah bergejolak, mengingat masa lalu nya, dimana Yixing menangis tiada henti karena kehamilan nya.

Kris tersentak kaget, ia baru sadar jika Yixing hamil, tapi kenapa Joonmyeon menuduhnya? "Joonmyeon, aku perlu meluruskan sesuatu disini" ujar Kris sangat-sangat serius, Joonmyeon mendengus meremehkan, sedangkan Jongdae masih setia mendengarkan. Ia mengerti arah cerita ini. jadi ia memillih mendengarkan saja, jika ending nya dapat ia ketahui, tapi jika respon Kris seperti ini, maka akhir yg ia ketahui kembali menjadi abu-abu.

"aku memang menikahi Tao, sejak dulu kami di jodohkan, dan aku minta maaf karena mempermainkan hati Yixing ketika itu, tapi perlu di ketahui ketika aku menjalin hubungan dengan Yixing, perasaan itu benar adanya, aku tidak main-main. Tapi ketika kau mengatakan aku menghamili Yixing itu benar-benar tidak mungkin" jelas Kris, bahkan pria tinggi ini tidak sempat untuk berfikir dan ucapan nya mengalir begitu saja, seperti sudah ada di luar kepala, kejujuran milik Kris, dan satu hal yg pasti Kris tidak akan bicara panjang lebar kecuali jika itu benar-benar penting.

"lalu siapa yg menghamili nya kecuali kau Kris?!" nada suara Joonmyoen naik satu oktaf, ia benar-benar tidak mengerti sama sekali. Jika bukan Kris lalu siapa?

"Joonmyeon, aku tahu kau begitu menyukai Yixing. Tapi apa kau pernah mendengar jawaban nya siapa yg menghamili nya saat itu?"

"kau bersama nya kan ketika ia mengandung sampai melahirkan? Kenapa tidak kau hitung, kau pintar pasti mengerti" jika Joonmyeon selalu terlihat tenang dan Kris selalu terlihat emosi setiap waktu, tapi ketika menghadapi masalah kecepatan emosi Joonmyeon lah yg mudah naik dari pada Kris. Pria tinggi itu malah lebih kalem jika menghadapi masalah, lebih dingin dan lebih bisa membaca situasi.

"Yixing melahirkan tgl 14 januari 95, mengandung bulan juni 94"

"dan aku menikah pada bulan agustus 91, setelah menikah seminggu kemudian aku terbang ke Hawai bersama Tao, kemudian menetap di China" itu mustahil pikir Joonmyeon, bisa saja kan Kris berselingkuh?

"kau menuduhku berselingkuh dari Tao, astaga Joonmyeon.. Tao mengandung Chanyeol saat itu, 29 desember 94 Chanyeol lahir, saat itu Tao begitu manja padaku, tidak menginginkan ku kemana-kemana, jadi selama 9 bulan aku ikut cuti di kantor. Bahkan untuk kencing saja aku tidak bisa, apalagi menghamili Yixing!" Joonmyeon termenung, begitu pula dengan Jondae, jika bukan Kris ayah Kyungsoo lalu siapa? Pikir kedua pria yg kini tengah asik melamun.

"astaga, apa yg sudah aku perbuat!" Joonmyeon menepuk wajah nya dengan keras, air mata nya merembes dari pelupuk mata nya. dahi Kris dan Jongdae mengeryit.

"ada apa?" tanya Kris penasaran.

"aku sudah melakukan kesalahan besar"

.

.

.

Air mata Tao sudah menetes dari tadi, ia semakin merasa bersalah dan Yixing tidak memperbolehkan itu terjadi. Seperti yg sudah di bicarakan terlebih dahulu, ini semua adalah masa lalu.

"maafkan aku Jijie, aku tidak tahu jika orang yg selalu kau ceritakan ternyata Kris gege"

"tidak masalah Tao, semua sudah terjadi. Aku juga tidak menyesal dengan apa yg terjadi, jika sudah garis kita masing-masing, kita bisa apa?"

Tao tersenyum, kemudian mengangguk. Mengusap air mata nya, sesuatu yg menggelantung di hati nya kini ia jatuhkan, ia bebas dan tanpa beban sama sekali.

"kalau begitu kini aku…." Tao dan Yixing langsung menatap Minseok yg sudah menandaskan kopi nya. wanita itu kini menatap serius ke arah Yixing.

"Yixing, kau masih ingat ketika kau dulu pernah mengatakan jika saat itu kau hamil?" tubuh Yixing menegang dan Tao membulatkan kedua mata nya tidak percaya akan apa yg di kataka Minseok saat ini.

"ingat bukan? Jadi siapa ayah nya? itu bukan Kris kan?" dahi Tao semakin berlioat saat nama suami nya terseret kembali. Ia kini menaruh atensi nya pada Yixing yg sudah memucat di tempat.

"are~? Mungkin sudah saat nya, tidak mungkin kan aku akan merahasiakan ini…" teh yg masih setengah Yixing tenggak semua hingga tandas, tangan nya mengangkat memesan satu cangkir teh lagi. Kali ini tanpa gula.

"aku memang sakit hati ketika kau menikah dengan Kris, tapi aku juga tidak mungkin kan meminta Kris membatalkan pernikahan kalian? Aku memutuskan ke korea, tinggal di sana untuk sementara. Tapi rasa rinduku pada Kris tidak bisa ku bending meskipun aku selalu berkata aku tulus menerima ini semua, aku ingat saat itu…." Yixing menatap keluar jendela seakan menatap jauh dimasa lalu.

"bulan maret awal musim semi, aku memutuskan untuk kembali ke China, mungkin sekedar melepas rindu, tapi niat ku batal karena melihat kalian bersama" tatapan Yixing menyendu melihat Tao yg hampir tergagap tanpa suara.

"aku melihat mu keluar dari rumah sakit, dengan Kris yg menggendong anak kecil yg kira-kira berumur satu tahunan, Aku benar-benar begitu bodoh jika masih mengharapkan Kris kembali, aku benar-benar seperti wanita jahat saat itu"

"jika jijie berkata ingin merebut Kris dari ku maka iya, jijie adalah wanita jahat" Yixing tersenyum hambar mendengar nya.

"saking frustasi nya aku ingin cepat-cepat pergi dari sana, hingga kejadian itu terjadi" kini tatapan Yixing menuju pada manik lebar milik Minseok.

"aku di seret paksa, di setubuhi di gang sempit bau, aku merasa terhina, mungkin ini hukuman dari Tuhan untukku" Tao kembali menutup mulut nya, sedangkan Minseok sudah tidak bisa bernafas.

"tidak hanya sekali saja, ia bahkan membawa ku ke hotel terdekat , membawa ku dalam keadaan tidak sadarkan diri. Sial!" Yixing mengumpat, air mata nya tiba-tiba terjatuh, dan ia terlihat sangat rapuh di depan sahabat-sahabat nya. ia harus melakukan ini atau beban hidup nya masih menggelantung dan membebani nya.

"aku memutuskan kembali dan saat itu bertemu dengan mu Minseok eonnie" iya, Minseok masih ingat benar akan cerita selanjut nya, tapi mereka hanya bertemu setelah itu tidak.

"aku melahirkan saat musim dingin di bulan januari bahkan aku masih ingat tanggal nya, 14 januari 95. Tapi setelah aku melahirkan dan memberi nama putri ku, aku malah membuang ny….."

Plak!

Tao menganga, ia masih belum mengerti akan keadaan, tiba-tiba saja Minseok langsung melayangkan tamparan ke arah Yixing. Wanita dengan fisik mungil sendiri itu kini tengah terengah-engah.

Yixing tersenyum samar, ia mendongkak menatap berani pada manik Minseok yg kini tengah memerah menahan amarah. Perlahan Yixing mengusap darah yg merembes dari sudut bibir nya, ia juga bisa melihat betapa panic nya Tao saat ini.

"ingin tahu, nama nya siapa?"

"nama nya Kyung…."

Plak!

Untuk kedua kali nya Minseok menampar Yixing. Wanita berdimple itu menunduk, terkekeh "dia ada bersama mu ternyata" gumam nya pelan namun dapat di dengar Minseok dan Tao.

"dia putri ku dan akan tetap menjadi putriku!" Minseok melenggang pergi begitu saja, tanpa ada yg tahu jika air mata nya sudah menetes saat ini. dan Yixing sendiri? kekehan itu hilang di gantikan dengan tawa menyedihkan milik nya, kini giliran Yixing yg menangis, wanita dengan dimple nya itu kini malah sesenggukan. Sedangkan Tao? Ia sibuk menenangkan Yixing dan mencoba berfikir apa yg tengah terjadi.

.

.

.

Kyungsoo benar-benar bosan di rumah sendirian, Ibu dan Ayah nya sedang ada urusan penting yg katanya tidak bisa di pending, sedangkan Baekhyun? Kakak nya kini tengah sibuk dengan cara belajar nya yg gila-gilaan, bahkan ia belum pulang dari lest nya?

Daripada menunggu dan mati bosan di rumah, Kyungsoo memutuskan untuk jalan-jalan. Mungkin makan ice cream akan sangat menyenangkan. Ia meraih hodie nya, mengenakan nya kemudian berjalan santai keluar.

Udara dingin menerpa tubuh ringkih nya, jalanan terlihat sangat ramai, hingga di depan minimarket ia tidak sangaja melihat seroang pria yg tengah kesusahan mengangkat barang belanjaan nya, tidak tega Kyungsoo pun kesana, berniat menolong.

Awal nya pria itu tertegun sebentar, kemudian tersenyum hangat dan menerima bantuan dari Kyungsoo.

"kau tidak takut padaku?" tanya pria asing tersebut sambil sesekali membenarkan letak belanjaan nya yg akan terjatuh. Bola mata Kyungsoo mengerjap pelan.

"untuk apa?" tanya Kyungsoo polos. Pria itu terkekeh mendenggar jawaban Kyungsoo yg terdengar naïf dan polos, Kyungsoo seperti bocah yg tidak tahu apa-apa tentang dunia luar. dan ia suka dengan gadis seperti ini.

"ya, mungkin saja aku akan menculik mu dan menjual mu"

"itu tidak mungkin"

"eh kenapa?"

"karena paman tampan dan baik"

"hahahahaha kau kira aku tampan?"

Kyungsoo mengangguk "tentu saja, maka nya setelah membantu mu kau harus memberiku ice cream!"

Pria dewasa di samping nya terkekeh lagi "dasar kau, tapi tak apalah, ini untuk imbalan mu karena telah menolong ku, tapi jangan banyak-banyak"

"paman mirip sekali dengan ibu~ huuuu tidak seru" Kyungsoo merajuk dan pria dengan senyum tampan nya lagi-lagi terkekeh.

"karena kau….."

"ya iya, aku tahu aku memang mudah terserang flu, jadi dimana apartemen paman?"

"sebentar lagi sampai, jadi siapa namamu gadis manis?"

"namaku Kyungsoo, Kim Kyungsoo"

"jadi Kyungsoo, bagaimana jika kau panggil aku daddy, aku tidak terlalu suka di panggil paman, itu seperti panggilan orang tua"

"never mind,, daddy!"

.

.

.

TBC

.

.

Maaf baru bisa apdet :v author gk sibuk sih, Cuma males nya aja yg segede gaban.

Maaf jika lupa akan cerita-cerita sebelum nya, maaf lagi jika para reader membaca ulang lagi :v :p ..

Dan nomor satu terimakasih atas review kalian, maaaf bgt gak bisa bales satu-satu seperti biasa, dan terimakasih yg sudah mengobrak-ngobrak (?) diriku untuk selalu apdet, tolong jangan bosan untuk mengingatkan adinda buat apdet yaaa,,, karena adinda ini adalah sosok pemalaaaaas,,, wkwkwkwkwk ini saja mau aku ubah jalan cerita nya, tapi gak jadi, di rombak berarti nulis lagi,,, ah malaaaaas~~~

Jadi,,, siapa yg mau Review, Favorite sama Follow?

Monggo dan jangan sungkan~~