+UPDATE SPESIAL LIBUR NASIONAL+

x

Author note:

Yo minna!

Gimana kabarnya? Sehat? Author harap readers pada sehat semua. Pertama author mau berterimakasih pada bapak Jokowi hehe,karena telah menetapkan 15 februari jadi libur Nasional :D sehingga author bisa update chapter 2 kali ini.

Terimakasih buat yang udah fav dan follow nih cerita. Oo ya, juga terimakasih buat yang udah ngasih kritik dan saran,makasih juga buat readers yang udah review atau cuma sekedar baca/mampir.

Mulai dari chapter ini samapi seterusnya nama Konoha Country author ubah jadi Konohagakure. Ya biar enak dibaca hehe. Dan juga, soal penampilan charakter lainnya selain Naruto & Menma sama seperti aslinya. Kecuali kalo author kasih penjelasan tentang penampilannya.

Oo ya terima kasih kepada Sylvathein karena sudah bertanya dan mengingatkan saya :D.

Dibawah ini jawabannya.

Info:

1 .Kriminal ranking SS adalah kriminal dengan harga buronan diatas 1 Billion Exxot.

2. Kriminal ranking S adalah kriminal dengan harga buronan antara 500 Million Exxot – 1 Billion Exxot.

3. Kriminal ranking A adalah kriminal dengan harga buronan 200 Million – 500 Million Exxot.

4. Kriminal ranking B adalah kriminal dengan harga buronan 100 Million – 200 Million Exxot.

5. Kriminal ranking C adalah kriminal dengan harga buronan 50 Million – 100 Million Exxot.

6. Kriminal ranking D adalah kriminal dengan harga buronan 1 Million – 50 Million Exxot.

7. Kriminal ranking E adalah kriminal yang tidak memiliki harga buronan sama sekali.

X

X

Naruto: Tell of Two Brothers

Naruto X One Piece

X

Genre:action,adventure,fantasy,friendship and etc :v

Warning: gaje,typo,berantakan,tidak sempurna,and etc.

Summarry:

Cerita dua bersaudara yang hidup bersama. Dua orang kakak dan adik,masalalu yang kelam telah membuat mereka menjadi penjahat dengan ranking S.

X

Happy reading

Don't like Don't read

X

Chapter sebelumnya:

Naruto kini sudah menghabiskan ramennya. Dia berdiri dan memakai topeng rubahnya.

"Baiklah,cepat pakai topengmu,kita pergi sekarang." Kata Naruto yang dibalas anggukan oleh Menma.

XxxXxxX

Chapter 2: The First Battle

Disebuah hutan terdapat 5 orang tengah melakukan perjalanan,lima orang itu adalah Kakashi,Sasuke,Sai,Sakura dan Tazuna. Mereka tampak berjalan dengan santai dan tenang-tenang saja.

Tiba-tiba saja,suasana menjadi tak mengenakan. Kakashi merasakan keberadaan musuh disekitar mereka,dia langsung menghentikan langkahnya. Sasuke dan yang lain juga menyadari hal itu, mereka bertiga juga ikut menghentikan langkahnya.

Sementara Tazuna yang tidak tahu apa apa malah berkata seenaknnya saat melihat para pengawalnya berhenti berjalan.

"Oi kalian! Apa kalian sudah lelah huh? Dasar anak anak tidak berguna,seharusnya aku minta bantuan orang lain saja."

"Ck diamlah pak tua sialan,ada musuh disekitar sini,jadi diamlah dan jangan banyak mengoceh." Sasuke menghardik Tazuna dengan kata kata kasar.

Beberapa detik setelah itu,muncul kabut tebal secara tiba-tiba. Kakashi merasakan musuh sudah semakin mendekat.

Swuz...

Tiga buah jarum dengan panjang 20 cm melesat kearah Tazuna,Kakashi yang menyadari hal itu segera bergerak.

Tring Tring Tring

Kakashi menangkis tiga jarum tadi dengan sebuah kunai.

"Sasuke,Sai,Sakura cepat bentuk formasi bertahan!" teriak Kakashi kepada tiga muridnya.

"Ha'i" mereka langsung membentuk formasi bertahan untuk melindungi Tazuna.

"Ada apa ini? Apa ada musuh huh?" Tazuna bertanya dengan raut wajah bingung. Ya betapa tidak,tiba tiba saja kabut tebal muncul kemudian para pengawalnya membentuk posisi bertahan di sekelilingnya tubuhnya.

Dari arah berlawanan samar samar terlihat dua sosok misterius. Salah satu dari dua sosok itu semakin mendekat keposisi Kakashi dan timnya, sementara sosok lainnya menghilang.

"Hehe..Hatake Kakashi,kau selalu sigap seperti biasa."

Perkataan itu datang dari salah satu sosok tadi,semakin dekat semakin terlihat,sosok itu adalah seorang pria besar yang membawa sebuah pedang besar dipunggungnya. Laki-laki itu menggunakan celana hitam, baju sweater tanpa lengan berwarna hijau, dan muka orang tersebut dibalut dengan perban.

"Momochi Zabuza?" Kakashi tampak kaget melihat orang yang berada tak jauh dari tempatnya berdiri.

"Haha,aku tersanjung kau mengenalku Sharingan no Kakashi." Zabuza berkata dengan terus mendekat ke posisi tim Kakashi.

"Sharingan no Kakashi!? Apa maksud perkataanya? Apakah Kakashi juga seorang Uchiha!?' pikir Sasuke mendengar perkataan Zabuza.

"Pertarungan kali ini akan lebih menarik." Lanjut Zabuza yang mengeluarkan keinginan membunuh yang besar.

"URK!"

Seluruh orang di sana terpengaruh oleh keinginan membunuh Zabuza. Badan mereka gemetaran karena ketakutan, mata melebar, rasa dingin menjalar sampai ke sum-sum dan mereka seakan melihat kematian mereka sendiri.

'Sial, baru segini aku sudah ketakutan!? Aku masih belum bisa mengalahkan Itachi kalau begini! Bergeraklah tubuh tidak berguna!' Sasuke memaki dalam hati.

'Seseorang bunuh saja aku, aku tidak bisa menahan ini lebih lama lagi!' jeritan hati Sakura tidak dapat keluar dari tenggorokan karena sesak nafas

'Jika seperti ini terus, kita semua bisa terbunuh, kita harus melakukan sesuatu' pikir Sai di dalam ketakutannya.

Ketika Sakura mulai mencabut pisau dan akan memotong lehernya sendiri, tiba-tiba Kakashi mengeluarkan keinginan membunuh yang besar ke arah Zabuza, menetralisir efek keinginan membunuh Zabuza. Dengan senyuman, Kakashi berkata pada timnya.

"Tenang saja, aku akan melindungi kalian. Tidak satupun dari kalian akan mati hari ini."

"Kau terdengar yakin akan hal itu Hatake. Kita lihat apa kau bisa membuktikannya."

Kemudian kabut kembali menebal. Kakashi menyuruh timnya untuk tidak menyebar dan tetap berdekatan untuk melindungi Tazuna.

Laring, jantung, ulu hati, ginjal, paru-paru, tulang belakang, kepala, kira-kira apa yang kutebas duluan ya?" Zabuza berkata dengan nada yang sangat menyeramkan. Kakashi maju ke depan, berniat menghalangi jalur serang Zabuza.

"Aku sudah memutuskan, akan aku tebas dulu tubuhmu,Hatake Kakashi!" suara Zabuza lalu menghilang.

Kakashi melihat ke sekeliling, mencoba mendeteksi kemana arah serang Zabuza. Tiba-tiba Zabuza sudah ada di samping kanan Kakashi.

TRANG!

Tebasan Zabuza tertahan oleh kunai milik Kakashi.

Zabuza kembali muncul secara tiba tiba dibelakang Tazuna, Zabuza berniat untuk menebas Tazuna namun Kakashi sudah di belakang Zabuza dan menusuk belakang kepalanya.

ZRASH

"Water Cloning!"

Zabuza berubah menjadi air.

Zabuza kemudian muncul di depan Tazuna dan mulai menebas Tazuna dari kiri ke kanan. Sasuke memegang kepala Tazuna dan membuat dia merunduk sambil memutarkan badan dan menendang ke arah Zabuza. Zabuza hanya mundur dua langkah ketika Sai mulai menyerang Zabuza dengan serangan katananya. Serangan samping kanan, kiri, tendangan, tidak ada yang mengenai Zabuza. Zabuza tersenyum liar dan memukul rusuk Sai menggunakan gagang pedang besarnya.

BRAK!

"GUAH!" Sai mengerang kesakitan.

Zabuza melompat mundur ketika dia mendengar suara Sasuke mengeluarkan jurus.

"Fire element: Fire Ball!"

Sasuke mengeluarkan bola api yang besar menuju ke arah Zabuza, berniat membakar Zabuza agar terluka parah. Zabuza juga membentuk sebuah segel.

"Water element: Water Wall!"

Dengan memanfaatkan air di sungaj yang beradabtak jauh dari tempatnya berdiri, Zabuza membuat dinding air untuk menahan bola api Sasuke.

SSSSHHH...

Muncul uap akibat benturan antaran api dan air.

Kakashi kembali membentuk formasi untuk melindungi Tazuna.

"HEHEHE! BERTARUNG DENGAN KALIAN MEMANG MENYENANGKAN! KITA LIHAT APAKAH KALIAN BISA MENAHAN YANG SATU INI!" Zabuza kembali menghilang dalam kabut.

Sekali lagi tim Kakashi kembali masuk dalam ketegangan.

Sementara itu dibalik sebuah pohon besar,terlihat Naruto dan Menma sedang mengamati pertarungan tim Kakashi dengan Zabuza.

"Nii bukankah itu Momochi Zabuza,harga kepalanya 200.000.000 exxot,kita benar-benarbsedang beruntung." Menma berkata pada Naruto dengan wajah kegirangan.

Naruto hanya diam tak merespon perkataan adiknya,dia lebih memilih menyaksikan pertarungan tim Kakashi dengan Zabuza.

DUASH!

Zabuza muncul di samping Sakura dengan sangat cepat dan mulai menebas Kakashi dari atas sampai ke bawah.

Waktu terasa berhenti, Kakashi dan semua orang disana hanya bisa menatap dengan tatapan horror melihat Sakura yang akan segera terbelah menjadi dua.

"SAKURAA!" teriak semua orang.

'Jadi inikah akhirku...sudah berjuang keras namun akan mati disini..."

Sakura melihat pedang Zabuza semakin dekat dengan wajahnya.

'Aku...tidak sempat mengatakan pada kalian teman teman,ayah,ibu...'

Tinggal beberapa senti lagi, Sakura akan mati.

'Kalau aku menyayangi kalian semua.'

Sakura hanya memejamkan mata, menunggu sensasi dingin dari pedang Zabuza membelah dirinya.

TRANG!

Tiba-tiba pedang Zabuza berhenti. Sakura yang kaget, dia membuka matanya dan melihat sesosok pria berambut kuning dengan menggunakanj jubah putih berlambang klan Uzumaki dipunggungnya, pria itu tengah menahan pedang Zabuza dengan sebuah kunai di tangan kanannya.

Kakashi kaget melihat orang yang menyelamatkan muridnya,matanya terbelakak tidak percaya.

"K-kau..."

"K-kau... Akuma no Kyubi."

Seluruh orang disana minus Tazuna rekejut,mereka mematung ditempat masing masing. Bagaimana tidak,seorang kriminal ranking S muncul secara tiba-tiba dihadapan tim Kakashi, terlebih lagi dia menyelamatkan Sakura.

Akuma no Kyubi atau Naruto hanya diam tak menanggapi perkataan Kakashi. Dia lebih memilih fokus terhadap musuhnya. Naruto menoleh pada Sakura.

"Kau tak papa?" tanya Naruto pelan.

Sementara Sakura hanya bisa membalas dengan anggukan,dia tak mampu berkata-kata. Dia masih shock akan hal yang baru saja terjadi.

Zabuza yang geram karena serangannya digagalkan oleh Naruto,membentak dan memaki Naruto dengan kata kata kasar.

"Cih,sial. Apa yang kau lakukan bocah sialan? Kau menghalangiku."

Naruto masih tidak bergeming. Dia masih menatap Zabuza dengan tatapan datar,meski hal itu tidak terlihat,karena wajahnya tertutup oleh topeng.

"Akuma no Kyubi,apa yang kau lakukan disini? Kau sama sekali tidak ada hubungannya dalam masalah ini."

Kakashi angkat bicara setelah tersadar dari masih menunjukan raut wajah shock.

Tap.. Tap.. Tap..

Terdengar suara langkah kaki mendekat. Suara itu datang dari seseorang berpakaian serba hitam dan mengenakan topeng putih. Orang itu adalah Menma yang berjalan mendekat keposisi tim Kakashi.

'Ck apa lagi sekarang? Apa hari ini aku akan mati? Tidak,tidak aku tak boleh mati disini. Tidak sebelum aku membunuh Itachi.' Umpat Sasuke dalam ketakutannya.

'Itu.. Kibishi no Shinigami dan Akuma no Kyubi. Keadaan semakin bertambah buruk,kalau seperti ini terus kami bisa terbunuh. Tidak tidak,aku harus memikirkan cara agar kami bisa menang.' Sai mencoba berfikir dengan tenang,walaupun dia sendiri juga ketakutan.

"Wah wah nii,kau tepat waktu." Menma berkata sambil terus berjalan keposisi tim Kakashi.

Sasuke yang melihat Menma mendekat mengambil kunai dari kantung senjata di celananya. Sasuke mencoba menyerang Menma. Kiri,kanan,atas semua serangan Sasuke meleset,tidak ada yang mengenai Menma sama sekali.

Menma dengan cepat melompat kebelakang Sasuke. Ia mengambil pistol Gold miliknya kemudian mengarahkannya ke kepala Sasuke.

"Kau ingin mati bocah?" tanya Menma dengan senyuman kemenangan menghiasi wajahnya yang tertutup oleh topeng.

'Ck kenapa aku begitu lamban? Dasar tidak berguna,dasar tubuh tidak berguna!' Sasuke kembali mengumpat dalam hati.

'Cepat sekali.' ucap Sai dalam hati.

"Sasuke!"

Kakashi berteriak pada Sasuke dengan wajah khawatir.

"Akuma no Kyubi,Kibishi no Shinigami,apa yang kalian lakukan disini? Apa kalian juga ingin bertarung dengan kami? tanya Kakashi pada Naruto dan Menma dengan wajah khawatir. Ya walaupun hal itu tidak terlihat karena wajahnya tertutup oleh masker.

"Wow wow wow tenang dulu Sharingan no Kakashi,kami kesini tidak ingin mencari masalah dengan kalian,tapi kami kesini untuk..." Menma sengaja menahan kata-katanya.

"Dia" Menma melanjutkan kata katanya,dengan mengacungkan Dead Sword miliknya kearah Zabuza.

Death Sword adalah nama pedang yang dimiliki oleh Menma.

Zabuza kini mengerti maksud kedatangan Naruto dan Menma. Ia menancapkan pedang besarnya di tanah. Lalu beralih menatap Naruto dan Menma bergantian.

"Jadi tujuan kalian adalah harga kepalaku? Ha..ha..ha benar benar mengejutkan. Aku tersanjung Demon Brothers menjadikanku sebagai target."

Zabuza berkata dengan pandangan kearah Naruto. Dari tatapan matanya,Zabuza terlihat meremehkan Naruto.

"Kau sudah tahu bukan? Jadi mulai sekarang akulah lawanmu." Naruto membalas dengan nada dingin dan kemudian mengeluarkan keinginan membunuh yang besar.

"Baiklah,kita lihat apa yang bisa kau lakukan bocah?"

Setelah selesai berucap Zabuza langsung menghilang.

Sementara Naruto yang melihat Zabuza menghilang,hanya diam ditempatnya berdiri. Naruto terlihat tenang tenang saja tanpa ada rasa takut sedikitpun. Meskipun begitu dia tetap bersiaga.

"Ini pertarunganku,jangan ada yang mengganggu."

Ucap Naruto pada Kakashi dan timnya. Tanpa menunggu respon, Naruto kembali siaga.

"Oi..oi...oi,tunggu dulu Nii, kau tidak mengajakku bertarung?"

Menma dengan bodohnya berkata dan berjalan mendekati Naruto. Sasuke yang melihat Menma lengah,memanfaatkan hal itu untuk menyerang Menma dari belakang. Sasuke mencoba menyerang Menma dengan katana miliknya.

Menma yang menyadari gerakan Sasuke berbalik dan...

DOR!

Menma menembak kaki kanan Sasuke,tembakan Menma tepat mengenai betis Sasuke. Hal itu membuat Sasuke tersungkur ketanah dengan kaki berlumuran darah.

"Arghh..."

Sasuke menggeram kesakitan.

"SASUKE!" Teriak Kakashi dan Sai bersamaan,keduanya segera berlari mendekati Sasuke.

"SASUKE-KUN!" Sakura segera berlari ke arah Sasuke,Sakura segera membuka tas miliknya dan mengambil sejumlah peralatan medis.

Sakura mengeluarkan kain dan membasahi kain itu dengan air,kemudian perlahan lahan membersihkan darah di bestis Sasuke.

"Argh.." Sasuke meringis kesakitan saat kain itu mengenai luka dikakinya.

"Tahanlah Sasuke-kun,ini mungkin sedikit sakit."

Sakura kemudian mengambil pisau bedah dan menggunakannya untuk sedikit membuka luka tembak Sasuke.

"Argh.." Sasuke kembali meringis kesakitan,saat Sakura mengambil peluru yang bersarang dikaki Sasuke dengan sebuah alat penjepit. Selesai mengeluarkan peluru,Sakura mengambil perban dan membalut luka Sasuke.

"Aku akan menggunakan Healing Energy untuk mengurangi rasa sakit." Ucap Sakura pelan,kemudian muncul sebuah cakra berwarna hijau kebiruan ditelapak tangan Sakura. Sakura mengarahkan telapak tangannya keluka Sasuke.

"Ck sudah kubilang,kami tidak ingin bertarung dengan kalian." Menma berkata sambil melirik kearah Sasuke yang sedang diobati Sakura.

Beralih ke Naruto...

Zabuza muncul secara tiba tiba di atas Naruto,dia mengayunkan pedang besarnya ke kepala Naruto.

SLASH

TRANG!

Naruto dengan cepat mengeluarkan kembali kunainya, Naruto menahan serangan Kubikiri Bocho yang muncul dari atas yang dilancarkan Zabuza.

"HEBAT JUGA KAU BISA MENAHAN SERANGANKU BOCAH! TAPI ITU BELUM-"

Perkataan Zabuza terpotong karena dia harus melompat mundur untuk menghindari tebasan pisau Naruto yang yang mengincar lehernya. Ternyata Naruto setelah menahan pedang Zabuza langsung merunduk, mengeluarkan Goth Knife miliknya dan melancarkan tebasan pisau horizontal yang sangat cepat, menggunakan tangan kiri yang kosong sebelumnya. Zabuza kini berada jauh dari posisi Naruto.

"BERANINYA KAU MEMOTONG PERKATAANKU BOCAH!"

Zabuza mengoceh pada pada Naruto,kemudian dia langsung berlari dengan cepat kearah Naruto. Zabuza kembali mengayunkan pedangnya kearah Naruto,kali ini serangan Zabuza mengarah pada leher Naruto.

Slash!

SET!

Naruto merunduk menghindari serangan Zabuza,Naruto langsung meloncat mundur menjaga jarak dengan Zabuza.

"Ck SAMPAI KAPAN KAU AKAN MENGHINDAR TERUS BOCAH! APA KAU TERLALU TAKUT UNTUK MEMBALAS SERANGANKU HAH!" Zabuza lagi lagi mengoceh tidak jelas pada Naruto.

Naruto yang sudah tidak tahan akan ocehan Zabuza memutuskan untuk angkat bicara.

"Zabuza, aku tidak berniat mendengarkan ocehanmu. Jika kau terus berbicara, kau akan terbunuh olehku." Naruto berkata dengan datar. Bibalik topengnya wajah Naruto terlihat kesal, Ck kesialannya karena memilih lawan yang salah.

'Cih seharusnya kuserahkan pada Menma saja jika tahu orang ini banyak bicara. Ck,benar benar sialan.' Batin Naruto menyesal karena memilih Zabuza sebagai lawannya.

"Nii,kau terlalu lama menyelesaikan ini,bagaimana kalau kita bekerja sama? Pasti lebih cepat selesai kan Nii?" tanya Menma yang secara tiba tiba berada dibelakang Naruto.

Naruto tampak berfikir sebentar sebelum akhirnya menjawab.

"Terserah." Naruto menjawab dengan malas.

Naruto menerima bantuan Menma bukan karena takut,tapi karena dia ingin segera menyelesaikan semua ini,Naruto sudah tidak tahan lagi dengan mendengar ocehan Zabuza.

Zabuza yang mendengar pembicaraan Naruto dan Menma mulai waspada. Zabuza membuat posisi siaga.

"Jadi kalian akan bekerja sama? Tidak masalah,BERAPA PUN JUMLAHNYA KALIAN TIDAK AKAN MENANG!" Zabuza sekali lagi mengoceh dan ocehan Zabuza kali ini sukses membuat perempatan muncul didahi Menma.

"Ck diamlah mummi,dari tadi kau terus mengoceh tidak jelas,aku muak mendengarkan ocehan tidak bergunamu!" Menma membalas dengan sebuah hinaan kepada Zabuza. Menma kini benar benar marah,sampai sampai wajahnya memerah karena menahan emosi.

"MUMMI? SIAPA YANG KAU BILANG MUMMI BOCAH SIALAN!"

Zabuza balik membentak Menma,kini giliran Zabuza yang marah karena tidak terima dihina oleh Menma.

"TENTU SAJA KAU BODOH! KAU TIDAK LIHAT WAJAHMU ITU? WAJAHMU PENUH DENGAN PERBAN,WAJAHMU ITU SEPERTI MUMMI!"

Menma yang masih dalam keadaan marah,kembali membalas perkataan Zabuza dengan sebuah hinaan.

"APA KATAMU BOCAH!"

Wajah Zabuza semakin memerah karena menahan emosi.

Tim Kakashi yang mendengar pertengkaran Zabuza dan Menma hanya bisa menggeleng,mereka tidak mengira dua kriminal yang sama sama berbahaya bisa bertengkar seperti anak kecil.

'Apa benar dia kriminal ranking S?' batin Sasuke sambil menatap Menma tidak percaya.

'Kelakuan mereka seperti anak kecil saja.' Kata Kakashi dalam hati.

'Ya ampun Kami-sama,apa ini mimpi? Orang yang hampir membunuhku bisa bertingkah konyol seperti itu?' Sakura membatin tak percaya saat melihat tingkah laku Zabuza.

'Astaga,mereka benar benar seperti orang bodoh.' Kata Sai dalam hati yang diikuti gelengan kepala.

Sementara Naruto semakin muak mendengar adu mulut yang tidak penting itu. Naruto yang benar benar sudah tidak tahan memutuskan untuk angkat bicara,Naruto mencoba melerai adu mulut Menma dengan Zabuza.

"Hass...Menma sampai kapan kau akan memgoceh tidak penting seperti itu? Kau membuang buang waktu berharga kita." Ucap Naruto dengan disertai helaan nafas.

"Dia yang mulai duluan Nii!" Menma yang merasa disalahkan kakaknya membalas dengan sedikit berteriak,dengan tangan kanan menunjuk Zabuza.

"APA! DASAR BOCAH SIALAN,JELAS KAU YANG MEMULAINYA BOCAH!" balas Zabuza yang tidak terima disalahkan Menma.

Naruto yang melihat adiknya semakin menjadi ingin menyerah,tapi tiba-tiba muncul sebuah ide cemerlang di otaknya.

'Kurasa patut dicoba.' Batin Naruto

"Hass...sudahlah Menma,kalau kau terus bicara,kita bisa bisa tidak dapat uang."

Perkataan Naruto barusan langsung membuat Menma berhenti bicara,Menma nampak masih mencoba mencerna apa yang dikatakan kakanya barusan.

'Sepertinya berhasil.' Naruto kembali membatin.

Menma yang baru saja sadar maksud perkataan kakaknya langsung berteriak histeris dengan ekspresi wajah konyolnya.

"Huwaa...jangan begitu Nii,kalau itu terjadi kita tidak akan bisa makan,kemudian kita akan kelaparan dan mati dijalan Nii!"

Tim Kakashi yang melihat kelakuan Menma barusan,langsung melongo dengan wajah super swetdrop. Bagaimana tidak,seorang kriminal ranking S berteriak histeris dengan wajah yang super konyol.

"Dasar mata duitan." Ucap tim Kakashi bersamaan dengan nada pelan.

"Kalau begitu diam dan fokuslah ketarget kita." kata Naruto pada Menma disertai dengan perasaan lega karena rencananya berhasil.

"Baiklah baiklah,aku akan fokus." Menma menjawab dengan wajah yang berubah serius,kemudian tangan kanan Menma kembali mencabut pedangnya.

Zabuza yang melihat lawannya mulai serius kembali memposisikan dirinya dalam posisi siaga. Zabuza kemudian memegang gagang Kubikiri Bocho dan mengangkat pedang besar itu keatas pundak kirinya.

"Jadi kau sudah bisa serius bocah?" Zabuza bertanya dengan pandangan tertuju pada Menma.

"Ya...dan kau pasti akan segera ber-a-khir,Momochi Zabuza." Menma menjawab dengan penekanan pada kata 'berakhir'.

"Ck,sombong sekali kau bocah. Baiklah kalau begitu kita mulai saja."

Setelah selesai dengan mengucapkan kalimatnya,Zabuza terlihat ingin berlari menerjang Menma,tapi perkataan Naruto menghentikan langkahnya.

"Tunggu."

"Ada apa bocah? Apa kau ingin memohon ampun hem...Akuma no Kyubi?" tanya Zabuza dengan seringaian mengejek diwajahnya.

Menma yang tidak terima kakaknya dihina,mengepalkan tangan dan maju kearah Zabuza. Tapi langkah Menma terhenti karena tangan Naruto memegang bahu kanan Menma.

"Lepaskan Nii!" Menma mencoba memberontak tapi pegangan Naruto lebih kuat,Naruto kemudian menggeleng pada Menma. Menma yang mengerti maksud sang kakak hanya berdecih kecil.

"Momochi Zabuza,siapa yang menyuruhmu untuk menyerang mercenery Konoha? Dan kuharap bukan Gato yang menyuruhmu untuk melakukan semua ini" Naruto berkata dengan datar.

Kakashi yang mendengar nama Gato terkejut.

'Gato? Bukankah dia pengedar senjata ilegal yang Kirigakure cari selama ini?' tanya Kakashi entah pada siapa dalam hatinya.

Sai yang menyadari keanehan Kakashi kemudian bertanya.

"Ada apa sensei?"

"Aa...tidak apa apa,aku baik baik saja." Jawab Kakashi yang tersadar dari lamunanya.

'Gato? Jadi dia yang merencanakan semua ini? Ck lihat saja setelah ini,aku akan membalasmu.' Batin Tazuna.

Zabuza yang mendengar pertanyaan Naruto mengangkat sebelas alisnya pertanda bingung.

"HA..HA..HA,apa urusanmu Akuma no Kyubi? Hal itu tak ada sangkut pautnya denganmu." Zabuza menjawab pertanyaan Naruto tawa tanpa arti diwajahnya.

Menma yang mengerti maksud pertanyaan Naruto,ikut angkat bicara.

"Oo,jadi Gato ya? Kalau dia aku sudah memenggal kepalanya tadi." Ucap Menma dengan senyum bak iblis pembunuh diwajahnya.

"A-apa?" Zabuza menganga dengan tidak elitnya begitu mendengar kata kata Menma barusan.

Sementara Sasuke,Sakura dan Sai yang mendengar ucapan Menma langsung swetdrop disertai dengan wajah memucat. Mereka menarik kembali kata kata buruk yang mereka lontarkan dalam hati beberapa menit yang lalu.

Sedangkan Kakashi hanya sedikit kaget mendengar ucapan Menma.

'Ck,jadi Gato sudah mati ya? Sayang sekali,aku tidak bisa membalas perbuatannya. Hm..tapi tidak papalah,itu akan menjadi keuntungan bagiku.' Tazuna kembali membatin,tapi kali ini disertai senyum simpul diwajahnya.

"Ya kau tidak percaya? Ini kutunjukan buktinya padamu!"

Menma kemudian memberikan kantung jenazah yang berisi mayat Gato didalamnya,entah dari mana datangnya itu,tidak ada yang tahu.

Sasuke dan kawan kawan yang melihat mayat Gato dengan kepala terpisah semakin swetdrop dengan wajah semakin memucat pula.

'Sungguh kejam...kejam...!' batin Sakura.

'Mereka benar benar orang yang berbahaya.' Kata Sai dalam hati.

'Orang ini pasti sudah gilaaa.' teriak Sasuke dalam hati.

Kakashi dan Tazuna hanya sedikit terlonjak kaget saat melihat mayat Gato dalam kondisi mengenaskan.

Zabuza memandang tak percaya mayat didepannya,orang yang menyewanya untuk melakukan ini sekarang sudah mati,lalu siapa yang akan membayarnya nanti?.

Ya kira kira itulah pertanyaan di benak Zabuza.

Zabuza kemudian melirik kearah Naruto dan Menma bergantian. Sebuah senyum muncul diwajah Zabuza setelah itu.

"Tak apa,aku tetap akan mendapatkan uang dari kepala kalian berdua." Kata Zabuza dengan nada mengancam disertai munculnya aura membunuh yang kuat.

"Ck,kita lihat siapa yang akan menjadi mayat nanti." Balas Menma dengan seringaian dibalik topeng.

"SUDAHLAH,JANGAN BANYAK BICARA! KITA MULAI PERTARUNGANNYA!" teriak Zabuza dengan aura membunuh yang bertambah kuat.

"Ha." Jawab Naruto dan Menma bersamaan.

Dan pertarungan yang sebenarnya baru akan dimulai.

X

X

X

To be Continue

X

Huwa akhirnya selesai juga nih chapter. Oo ya author ucapin terimakasih kepada readers yang udah sempatin waktunya buat review chap sebelumnya. Terima kasih juga buat yang udah fav,follow atau yang cuma sekedar mampir dan ngebaca doang.

Seperti biasa author minta kritik dan sarannya untuk chap kali ini.

OK ARIGATOU

SEE YOU NEXT CHAP...