Chapter 3 up

Author note:

Halo readers,pertama author mau ucapin terimakasih bagi yang sudah baca, fav, follow and review nih storie. Yang kedua author mau beritahu mungkin update next chap bakal lebih lama, kenapa? Karena authkr sendiri entah kenapa jadi gak mod buat/publish storie dan juga karena author mau ada try out and ujian. Ok langsung saja.

Check it out!

X

X

Tell a Two Brothers

Naruto©Masashi Kisimoto

X

Genre:adventure,crime,fantasy and etc

Pairing:no pairing/belum ada

X

Summary:

Cerita dua bersaudara yang hidup bersama. Dua orang kakak dan adik,masalalu yang kelam telah membuat mereka menjadi penjahat dengan ranking S.

X

Dont like dont read

X

Happy reading

Chapter sebelumnya:

"SUDAHLAH,JANGAN BANYAK BICARA! KITA MULAI PERTARUNGANNYA!" teriak Zabuza dengan aura membunuh yang bertambah kuat.

"Ha." Jawab Naruto dan Menma bersamaan.

Dan pertarungan yang sebenarnya baru akan dimulai.

CHAPTER 3: Demon Brothers vs Momochi Zabuza part 1

Hening. Itulah yang terjadi sekarang. Belum ada yang bergerak,baik itu Demon Brothers,Zabuza, maupun tim Kakashi. Semua masih bergulat dengan pikiran masing masing.

"Ayo Menma! "

"Hm." Menma membalas disertai anggukan, kemudian berlari beriringan bersama Naruto.

Zabuza yang melihat lawannya mulai bergerak tersenyum puas dan mulai memposisikan dirinya kedalam posisi siaga.

Swuz..

Set

Naruto melemparkan kunainya kearah kepala Zabuza, namun Zabuza dengan mudah menghindari serangan Naruto.

"HAHAHA, APA HANYA ITU KEMAMPU-"

DOR DOR DOR DOR DOR

Ocehan Zabuza terhenti karena dia harus menghindari 5 peluru yang melesat ketubuhnya.

"Ck,LAGI LAGI KAU MEMOTONG PERKATAANKU BOCAH! " Zabuza geram, ya karena sedari tadi perkataannya tidak diperdulikan oleh Demon Brothers.

Zabuza berniat meneruskan ocehannya namun Menma tidak membiarkan Zabuza berbicara lebih. Menma mengeluarkan dua pistolnya, Gorudo dan Gin kemudian mulai menembak Zabuza.

DOR DOR DOR DOR DOR

DOR DOR DOR DOR DOR

Kedua pistol itu menembakan 5 peluru secara serentak. Zabuza menahan hujan peluru tersebut menggunakan pedang besarnya.

ZLEB.

SYAT!

"URK!"

Zabuza berhasil menahan sebagian pelurunya. Namun sebuah peluru berhasil menanamkan diri di paha kiri Zabuza dan sebuah peluru berhasil menyayat pipinya. Zabuza mulai kembali ke posisi siaga. Belum sempat Zabuza bernafas lega,sebuah pisau melesat kearah leher Zabuza dari belakang.

SLASH

TRANG!

Zabuza bisa menahan pisau itu dengan pedang besarnya, mata Zabuza terbelakak saat melihat Narutolah yang menyerangnya dari belakang.

'Apa? Sejak kapan dia ada dibelakangku?' tanya Zabuza dalam hati.

"Sepertinya kau terkejut Zabuza, apa kau heran bagaimana aku bisa berada disini hm?" Naruto bertanya dengan nada yang dibuat mengejek agar Zabuza terpancing emosi.

Sementara Zabuza hanya menatap tajam Naruto dengan posisi masih menahan pisau Naruto.

"Baiklah akan kujelaskan, aku sudah mengaliri chakra dikunaiku tadi, jadi aku bisa berteleport kemana saja ditempat kunai itu berada, dan tadi kunai itu ada dibelakangmu. " jelas Naruto dengan nada yang berubah dingin dan serius.

Naruto kemudian menendang pelan kunai miliknya yang tergeletak ditanah kebelakang Zabuza.

WUSH

Zabuza kaget saat melihat Naruto menghilang dari hadapanya,Zabuza kembali mengingat apa yang dikatakan Naruto barusan. Zabuza segera berbalik dan melompat mundur menjauhi Naruto yang kinj sudah berada dibelakangnya.

"Kau belajar Zabuza." Ucap Naruto pelan pada Zabuza.

"Ck, kau tidak perlu mengajariku bocah!" Zabuza membalas dengan sebuah bentakan karena merasa diremehkan Naruto.

Naruto hanya tersenyum puas dibalik topengnya karena melihat Zabuza yang mulai emosi.

TEP TEP TEP TEP TEP

"Oi Zabuza! Jangan pernah mempunggungi lawanmu,karena kau bisa terbunuh! "

Ucap Menma sambil terus berlari kearah Zabuza. Menma mengeluarkan pedangnya dari sarungnya, dan mengarahkannya kedada Zabuza.

TRANG

TRING

TRANG

TRANG

Terjadi adu pedang antara Menma dan Zabuza. Jantung, leher, hati semua serangan mereka mengarah ke organ vital. Tim Kakashi yang melihat adu pedang itu hanya tertegun tak percaya.

'Mereka benar benar seperti pembunuh.' Batin Sasuke.

SLASH

Zabuza mencoba menebas Menma dari atas ke bawah. Menma menahan pedang besar itu dengan kedua pistolnya. Ketika merasakan beban berat pedang tersebut, Menma membuat gerakan menyamping untuk membiarkan pedang tersebut mendarat ke tanah. Menma memutarkan badannya kemudian langsung mengayunkan pistol di tangan kanannya ke arah tulang belikat Zabuza. Zabuza mundur sedikit, menggerakkan lehernya ke kiri begitu melihat pistol yang dipegang dengan tangan kiri Arashi mulai mengarah ke kepalanya.

DOR!

Zabuza terhindar dari maut. Namun Menma belum selesai.

Menma dengan cepat mengangkat kedua lengannya ke atas dan meluncurkannya ke bawah membentuk gerakan X ke arah Zabuza.

TRANG!

Zabuza yang berhasil menahan kedua pistol Menma dengan pedang besarnya tidak sempat melihat Menma melancarkan tendangan memutar ke arah perut.

BUAK!

"GAH!"

Zabuza terhempas jauh. Dirinya meringis kesakitan. Astaga tendangan bocah itu berat sekali. Perutnya serasa dihantam dengan palu godam. Belum sempat Zabuza melupakan rasa sakit di perutnya, dia melihat Menma kembali mengarahkan kedua pistolnya ke arah dirinya. Tatapan sepasang mata biru es tersebut sempat membuat Zabuza tertegun sebelum akhirnya sadar dia masih dalam keadaan yang berbahaya.

DOR DOR DOR!

DOR DOR DOR!

Zabuza yang sudah muak mengayunkan pedangnya ke samping kanan dan kiri dengan sangat cepat, menepis peluru yang datang ke arahnya.

KLANG KLANG KLANG.

KLANG KLANG KLANG.

Peluru yang ditembakkan Menma jatuh ke tanah. Menma dengan santainya mengosongkan pistolnya dan mulai mengisi peluru kedua pistolnya.

'Kesempatan! Bocah ini terlalu berbahaya, aku harus segera membunuhnya.'

Zabuza membentuk segel tangan dan mengeluarkan sebuah jurus.

"Water element:Dragon Water Bullet!"

Sebuah naga air besar melesat kearah Menma. Menma dengan santainya mengisi peluru pistolnya dan tidak menghiraukan naga air yang semakin dekat kearahnya. Menma yakin kalau Naruto akan mengatasi naga air itu, ya itulah setidaknya yang ada dipikiran Menma.

'Menma! Ck,dasar baka!' teriak Naruto dalam hati.

Ck,sialnya aku. Naruto mengutuk dirinya sendiri karena mempunyai adik yang bodoh dan ceroboh. Naruto kemudian segera berlari kearah Menma dan mengangkat satu tangannya keatas.

"Rasenshuriken!"

Seketika itu ditangan Naruto muncul sebuah pusaran angin yang membentuk sebuah shuriken yang cukup besar. Naruto melemparkan rasengan miliknya ke naga air Zabuza.

BLARR!

Terjadi ledakan besar karena benturan angin dan air. Naga air Zabuza menghilang terlebih dahulu sebelum mengenai Menma.

"APA? "

Zabuza tak percaya dengan apa yang ia lihat. Dia tidak pernah melihat element angin sekuat itu. Selama ini tak ada element angin yang mampu menghentikan naga air miliknya.

Sementara tim Kakashi minus Kakashi sendiri menganga dengan tidak elitenya. Mereka terkagum melihat jurus Naruto barusan.

"Bagus nii! Aku tahu aku tak perlu menghindar. Hehe." Menma berkata tanpa ada rasa bersalah sedikitpun. Sementara Naruto hanya membalas dengan tatapan tajam, tatapan Naruto membuat Menma merasa kikuk.

"Ee.. Baiklah ayo segera kita selesaikan Ni."

Setelah mengatakan itu, Menma langsung memalingkan muka karena merasa tak nyaman dengan tatapan sang kakak.

"Sebenarnya siapa yang membuat ini menjadi lama? " ucap Naruto dengan datar lalu kembali memfokuskan pandangannya kearah Zabuza. Sedangkan Menma hanya menanggapi dengan tawa kikuk.

"Hehe, maaf maaf."

Zabuza terlihat sedang berfikir,dia menatap Naruto dan Menma.

'Terlalu berbahaya menghadapi mereka bersamaan,aku harus menghabisi salah satu dulu." Pikir Zabuza.

DUASH!

Zabuza melompat memotong jarak dirinya dengan Naruto dan mulai menebas Naruto dari kiri ke kanan. Naruto melompat ke atas melewati Zabuza dari depan, mendarat di belakang punggung Zabuza, mengeluarkan kunai dengan tangan kirinya dan menebas Zabuza.

TRANG!

Sekali lagi Zabuza berhasil menahan serangan Naruto.

Naruto menjatuhkan kunainya dan ketika hampir jatuh ke tanah, Naruto mengambilnya kembali, merunduk dan menebas badan Zabuza dari bawah ke atas. Zabuza mundur dua langkah, serangan Naruto membuat luka di badan Zabuza, meninggalkan sedikit noda darah. Zabuza menancapkan pedang besarnya ke tanah dan mengeluarkan 2 pisau yang cukup panjang dan mulai menyerang Naruto.

KLANG KLANG KLANG!

Naruto dan Zabuza sudah beberapa kali menghantamkan kunainya. Zabuza semakin mempercepat gerakannya. Zabuza mengayunkan kedua pisaunya ke arah leher dan dada. Naruto menahan pisau pertama yang mengincar leher dengan pisau miliknya sendiri. Sedangkan pisau kedua berhasil dihindar dengan memundurkan badannya. Naruto kemudian merunduk dan menebas salah satu kaki Zabuza. Zabuza hanya mengangkat sebelah kakinya dan memundurkan kakinya satu langkah. Melihat posisi Naruto yang kurang menguntungkan, Zabuza mengayunkan dua pisaunya ke bawah sebelum akhirnya Naruto melakukan gerakan menyamping dan kembali menyerang.

KLANG KLANG KLANG!

Dansa kematian yang dipenuhi dengan suara kunai dan bunga api semakin menjadi-jadi. Tim Kakashi hanya bisa melihat Naruto dan Zabuza bertarung dengan hebatnya. Mereka ingin membantu, namun takut melukai Naruto yang sudah sempat menolong mereka. Sakura, Sasuke dan Sai hanya bisa tertegun melihat pemandangan di depan mereka. Walau sedikit terhalang oleh kabut, mereka bisa melihat persis pertarungan kedua buronan tersebut. Berbeda dengan sparring yang biasa mereka lakukan, pertarungan dua buronan itu sangat berbeda dengan pertarungan yang biasa mereka kenal.

Tidak ada guru yang akan menolong, tidak ada peraturan, tidak ada rasa sportivitas, tidak ada tim medis, yang ada dalam pertarungan kedua orang itu hanyalah keinginan saling membunuh dan penyerangan tanpa ampun. Ini pertama kalinya mereka melihat pertarungan seperti ini dan mereka tidak tahu apa yang harus mereka lakukan.

Di sisi lain Naruto sedang memikirkan bagaimana cara untuk melepaskan diri dari serangan beruntun milik Zabuza. Setiap serangan mengarah ke titik vital dan jika dia lengah, maka akibatnya akan fatal.

'Serangan Zabuza terdiri dari serangkaian tebasan dan tusukan yang mengarah ke titik vital, kecepatan serangannya lebih cepat ketika tidak menggunakan pedang besarnya itu, jika aku mencoba melompat mundur tanpa mengalihkan perhatian Zabuza, akan muncul jeda dan Zabuza akan memanfaatkan jeda tersebut untuk menebas atau menusukku. Apa yang harus kulakukan?'

Pikir Naruto matang-matang,ketika Naruto melihat Zabuza mulai mencoba menusuk perutnya. Naruro bergerak ke samping untuk menghindari tusukan dan merunduk ketika melihat tangan milik Zabuza yang satunya akan menebas kepalanya. Naruto menyadari kalau Zabuza tidak sedikitpun menjauh dari pedang besarnya. Hal itu membuat Naruto mendapatkan ide.

KLANG KLANG KLANG KLANG!

Serangan Naruto semakin menjadi-jadi, Zabuza yang mulai kesulitan mulai mundur untuk mendekati pedang besarnya. Ketika sudah semakin dekat dengan kubikiri bocho miliknya, Zabuza melihat celah kosong di Naruto walau hanya 2 detik. Namun jeda 2 detik itu cukup bagi Zabuza untuk menyerang.

ZRASH!

"URK!"

Zabuza ternyata melepas salah satu pisau yang ada di tangan kanannya dan memegang gagang pedang besar miliknya dan menebas Naruto secara diagonal dari bawah ke atas. Serangan itu sedikit mengenai Naruto karena Naruto sempat melompat mundur. Walau tidak terlihat, Zabuza dapat merasakan kalau Naruto sedang meringis kesakitan. Ketika Naruto selesai melompat, Zabuza langsung mengejar Naruto sambil membawa pedangnya.

WUSH!

Melihat Zabuza mengejar, Naruto langsung melompat mundur namun Zabuza berhasil memotong jarak.

"MATILAH KAU BOCAH!" Zabuza mulai menebas Naruto sebelum akhirnya berhenti sejenak karena instingnya mengatakan kalau dia dalam keadaan bahaya.

SYAT!

Menma yang melihat kakaknya dalam keadaan bahaya, mengeluarkan sesuatu dari balik jubahnya dan melempar benda kecil itu kearah Zabuza .

Disisi lain,dengan cepat Naruto sekali lagi melompat mundur kali ini lompatannya semakin jauh karena kedua kaki dialiri chakra

Waktu seakan berhenti bagi Zabuza. Barang yang dilempar Menma terlihat sekarang di depan mata Zabuza. Barang tersebut adalah granat yang sudah diaktifkan dan siap meledak.

"SI-"

BLLAAARR!

Sebuah ledakan yang cukup besar terjadi. Naruto berhasil menghindari ledakan dan kembali ke posisi yang tidak jauh dari Kakashi. Karena ledakan tersebut menghasilkan angin yang cukup kuat, kabut menjadi hilang membuat Tazuna dan tim Kakashi bisa melihat dengan jelas sekarang. Ketika asap sudah menghilang, terlihat Zabuza yang melindungi dirinya dari ledakan di saat terakhir dengan melompat mundur sambil melindungi tubuhnya dengan pedang. Sebagian badan Zabuza luka-luka dan bagian kiri badan Zabuza terbakar cukup parah. Zabuza menatap Naruto kemarahan yang besar.

"KAU!"

Zabuza berteriak dengan keras kepada Naruto disertai dengan gertakan gigi.

Jubah Naruto sedikit hangus dan ada sedikit luka sayat di tubuhnya namun itu hanyalah harga yang sedikit untuk membuat dirinya lolos dari maut.

"Terimakasih Menma." Naruto berterimakasih pada Menma dengan suara yang dibuat sedikit lebih keras.

Menma yang mendengar perkataan Naruto langsung tersenyum senang.

'Wua...ini pertama kalinya Nii-san berterimakasih kepadaku. Aku benar benar beruntung hari ini. Haa..." Menma menangis terharu dalam hati.

Menma kemudian berteriak dengan lantang dan percaya diri pada Naruto.

"TENANG SAJA NII, TIDAK AKAN KUBIARKAN SATU ORANG PUN MELUKAIMU! HEHE. "

Naruto hanya menatap Menma tak percaya, bagaimana mungkin adiknya ini begitu senang hanya karena ucapan terimakasih darinya.

Naruto berhenti menatap Menma dan kembali menatap tajam Zabuza.

Inilah akhir Zabuza, badannya luka-luka, badan bagian kirinya terbakar, mengurangi ruang gerak Zabuza. Dengan kunai masih dipegang di tangan kiri, Naruto menggunakan tangan kanannya untuk meminjam pistol Menma.

"Menma,pistol mu."

Menma menyerahkan salah satu pistol miliknya ketangan kanan Naruto.

Naruto berjalan santai keposisi Zabuza dengan tangan kiri membawa kunai dan tangan kanan membawa pistol gold Menma, gorudo.

"Menyerahlah Zabuza, kau sudah tidak bisa bergerak lagi. Kalau kau terus memperpanjang pertarungan ini,kau akan mati."

Naruto berucap santai dan mulai mulai mendekati Zabuza yang duduk tak berdaya. Naruto mulai mengisi pistol ditangan kanannya dengan peluru menggunakan tangan kirinya, sedangkan kunai yang tadi berada ditangan kiri Naruto,kini sudah ia masukan kedalam kantung senjata di celananya.

"Hah...hah...,kau menghinaku bocah! Harga diriku akan terinjak injak jika aku menyerah kepadamu, hah... Hah... terlebih lagi aku akan tetap mati walaupun aku menyerah kepada kalian,lagi pula aku lebih memilih mati ditanganmu dari pada harus lari dari pertarungan Ini."

Zabuza membalas dengan nafas terengah engah, tangan kanan Zabuza memegangi bahu kirinya yang terbakar karena ledakan granat Menma.

Naruto melihat sejenak ke mata Zabuza. Walaupun kedua mata itu terlihat penuh dengan amarah, Naruto juga melihat kedua mata itu dipenuhi rasa hormat kepadanya. Zabuza masih memegang pedang miliknya dengan erat di tangan kanannya, seakan tidak ingin berpisah. Seandainya dia melepas pedangnya dan kabur usai ledakan terjadi, dia bisa saja selamat walaupun kemungkinannya kecil.

'Harga diri seorang pendekar pedang ya...tidak kusangka aku akan menemukan itu di dalam buronan seperti dia.' Lalu Naruto mulai menarik pelatuk.

'"Tunggu sebentar!" Sakura menghentikan Naruto menekan pelatuknya.

"Apa?"

"Jangan bunuh dia, kau dilarang untuk membunuh buronan, kau seharusnya menangkap dia dan menyerahkannya ke kepolisian!" Sakura memprotes.

"Hal itu hanya berlaku untuk aparat keamanan dan mercenary yang terikat dengan pemerintah. Aku berbeda dengan kalian. Lagipula, mengingat reputasinya, dia bisa kabur dari penjara atau membunuhmu ketika kau lengah. Dan juga yang terpenting aku melakukan ini untuk harga kepalanya." Naruto menjelaskan pada Sakura.

"Akuma-san, kami berhutang budi pada anda, tapi aku sarankan turunkan senjatamu dan biarkan kami menangkapnya." Kakashi mencoba berkompromi dengan Naruto.

Naruto tampak memikirkan perkataan Kakashi, disisi lain Menma yang melihat kakaknya mulai bingung dan terpengaruh perkataan tim Kakashi angkat bicara.

"Oi oi, jangan mencoba mempengaruhi kakakku, lagi pula Zabuza adalah target kami!" Menma memprotes omongan Kakashi karena merasa uangnya akan hilang.

"Tapi kalian tidak boleh membunuh penjahat, kalian harusnya menyerahkan penjahat itu kepada kami! " balas Sasuke menanggapi perkataan Menma.

Menma tak mau kalah dengan Sasuke, dia kembali membalas perkataan Sasuke dengan nada yang naik satu oktav. Kali ini perkataan Menma disertai dengan pedang yang diacungkan kearah Sasuke.

"Jadi, siapa yang akan kami jual kepasar gelap huh? Apa kepalamu saja Uchiha?" tanya Menma dengan tatapan tajam kearah Sasuke.

Perkataan Menma sukses membuat Sasuke bungkam, dia tak berani menjawab pertanyaan Menma. Wajah Sasuke terlihat pucat dengan raut wajah kebingungan. Sasuke yang merasa sudah diskack mat, memilih memalingkan muka dan tidak menjawab pertanyaan Menma.

Sai yang sedari tadi diam hanya menggeleng melihat Sasuke.

'Seharusnya jangan kau halangi dia Sasuke, kau bisa saja mati nanti.' Batin Sai yang merasa prihatin dengan keadaan Sasuke saat ini.

"Ck sudahlah nii, biar aku yang menyelasaikan semua ini." Kata Menma pada Naruto.

Naruto hanya diam tak menjawab, dia tahu kalau sudah seperti ini adiknya tidak akan bisa dihentikan.

Menma berjalan mendekati Zabuza, ditangan kanan Menma terlihat sebuah pistol berwarna silver digenggamannya. Menma mengangkat pistol miliknya setinggi dada dan mulai mengisi pistol silver itu dengan peluru menggunakan tangan kirinya.

Setelah jarak dirinya dan Zabuza tinggal 5 meter Menma berhenti berjalan dan megarahkan moncong pistolnya kejantung Zabuza.

"Ada kata kata terakhir Momochi Zabuza?" tanya Menma dengan nada datar.

"Heh, kau tidak akan bisa membunuhku bocah!" Ucap Zabuza dengan santai seakan tidak ada rasa takut akan kematian yang sebentar lagi ia rasakan.

Kata kata Zabuza membuat Menma semakin marah. Menma menggertakan giginya dibalik topeng yang ia kenakan.

"Cih SELAMAT TINGGAL ZABUZA." Kata Menma kemudian menarik pelatuk pistolnya.

DOR!

Ketika peluru ditembakan,terdengar suara bersamaan dengan lepasnya peluru.

Ice Block!

Sebuah dinding es muncul secara tiba tiba didepan Zabuza, dinding itu membuat peluru yang ditembakan Menma terpental dan jatuh ketanah. Zabuza memanfaatkan kesempatan itu untuk meraih pedang besarnya dan meloncat mundur mengambil jarak yang cukup jauh dari Menma.

"CK, SIAPA LAGI?! "

Menma berteriak dengan keras entah kepada siapa. Menma memperhatikan sekitar mencoba mencari orang yang sudah menghalanginya. Pandangan Menma terhenti pada sosok yang berdirii diatas dahan sebuah pohon besar yang tak jauh dari posisinya berdiri.

Disana terlihat sosok menggunakan pakaian hijau lumut, bergaris leher penyu sweater dan rok terpisah dalam pencocokan warna yang membungkuk berlutut,ia mengenakan kimono pendek hijau kebiruan dengan tepi putih, dan di pinggang ada obi warna coklat kehijauan, dalam kain yang sama sebagai sweater, dengan jejak berpohon. Dan jangan lupa sebuah topeng putih yang menutupi wajah sosok misterius itu.

"KAU, BERANINYA KAU MENGHALANGIKU HAH! APA KAU TIDAK TAHU SIAPA AKU HAH! " Menma berteriak dengan suara yang sangat keras.

"Aku tidak peduli siapapun kau, yang jelas aku tidak akan membiarkanmu membunuh Zabuza-san!" sosok misterius itu berkata pada Menma dengan suara yang terdengar naik satu oktav. Dari suaranya terdengar kalau sosok itu seorang wanita.

"CK DASAR PENGGANGGU!" Menma berteriak kepada sosok itu kemudian menembakinya dengan pistol miliknya secara membabi buta.

DOR DOR DOR DOR DOR

DOR DOR DOR

Delapan peluru melesat kearah sosok yang berada diatas pohon itu. Saat peluru peluru Menma semakin dekat, tiba tiba saja sebuah dinding es kembali muncul menghalangi serangan Menma. Semua peluru yang ditembakan Menma terpental dan jatuh berhamburan ketanah.

"Apa hanya itu yang bisa kau lakukan? Kalau hanya seperti itu kau tidak akan bisa membunuhku."

Bagi Menma kata kata orang misterius itu terdengar sebuah hinaan ditelinganya.

Menma menggertakan giginya dengan keras karena merasa dihina.

"KAU!"

Orang itu tidak perduli dengan perkataan Menma dan langsung melompat keposisi Zabuza.

"Haku, terimakasih." Ucap Zabuza pelan saat sosok bernama Haku itu sudah berada disampingnya.

"Sudahlah Zabuza-san, itu tidak seberapa, ini makanlah." Balas Haku dengan lembut kemudian menyerahakan sebuah pil kepada Zabuza.

Zabuza menerima pil itu kemudian menelan pil itu. Beberapa detik setelah pil itu masuk keperut Zabuza, semua luka Zabuza perlahan menghilang, bahkan tubuh bagian kirinya yang tadi terbakar kini mulai menjadi normal kembali.

Semua orang yang melihat hal itu terkejut bukan main, mereka menatap Zabuza tak percaya.

'Jadi itu pil regenerasi yang dibuat dengan Healing Energy ya? Benar benar merepotkan.' batin Naruto.

'Apa? Sialan,semua seranganku dan Naruto-ni tidak ada gunanya kalau begini.' Umpat Menma dalam hati.

Setelah merasa tubuhnya sudah sembuh, Zabuza mengangkat pedangnya dan berkata pada Haku.

"Baiklah Haku,mari kita tunjukan kemampuan kita pada mereka."

"Ha'i" jawab Haku kemudian mengeluakan beberapa jarum dari kantung senjatanya.

Naruto,Menma dan tim Kakashi kembali bersiaga. Meraka kembali fokus kepada lawan mereka yang terlihat sudah sembuh dan bangkit dari duduknya.

Menma yang terlihat kesal kini sudah kembali normal, dia kemudian berkata pada Zabuza.

"Baiklah, mari kita mulai lagi Momochi Zabuza."

Dan sekali lagi, dansa kematian akan kembali terjadi.

X

X

To be Continue

X

X

Selesai juga nih chapter, author mau ucapin terimakasih bagi yang sudah baca fict ini. Oo ya untuk chapter berikutnya author usahakan agar segera update.

Bagi yang ingin tanya tanya atau kasih tahu typo dan kritik/saran bisa review atau pm author.

Ok bagi yang mau fict ini tetap lanjut bisa memberikan semangat pada author melalui review.

Sekian terimakasih.