Chapter 4 up

||–

Hallo minna kembali lagi dengan author rainkers disini hehe. Ok soal komentar readers yang minta alurnya dicepetin insyaallah udah author lakukan. Dan kalo soal kenapa banyak drama ya mungkin karena sifat Menma yang cerewet heh.

Dan juga kalo ada yang mau tahu kenapa updatenya cepet, karena author lagi mod aja hehe.

Check it out

||–

Genre: action, adventure, crime, fantasy,drama and etc.

Pairing: no pairing/belum ada.

Summary:

Cerita dua bersaudara yang hidup bersama. Dua orang kakak dan adik,masalalu yang kelam telah membuat mereka menjadi penjahat dengan ranking S.

||–

Dont like dont read

||–

Happy reading

X

Chapter sebelumnya:

Naruto,Menma dan tim Kakashi kembali bersiaga. Meraka kembali fokus kepada lawan mereka yang terlihat sudah sembuh dan bangkit dari duduknya.

Menma yang terlihat kesal kini sudah kembali normal, dia kemudian berkata pada Zabuza.

"Baiklah, mari kita mulai lagi Momochi Zabuza."

Dan sekali lagi, dansa kematian akan kembali terjadi.

Chapter 4: The Final Battle

Naruto & Menma berhadapan dengan Zabuza & Haku, jarak mereka hanya sepuluh meter. Belum ada yang memulai pertarungan, semua masih diam,memikirkan strategi masing masing. Hening, itulah yang terjadi sekarang.

"Ayo nii, kau urus Zabuza aku akan mengurus orang bertopeng itu." Ucap Menma memecah keheningan yang ada, kemudian berlari mendekati Haku. Naruto hanya diam memandang datar Zabuza.

"Ada apa bocah? Ayo kita mulai lagi dansa kematian kita!"

Zabuza kemudian berlari dan melompat menerjang Naruto, pedangnya ia angkat bermaksud untuk menebas Naruto dari atas kebawah. Naruto memandang Zabuza sejenak, kemudian melompat mundur menghindari serangan Zabuza.

"Kenapa denganmu bocah? Apa kau takut sehingga tidak membalas seranganku hah?" Zabuza mencoba memancing emosi Naruto dengan mengolok ngoloknya.

"Bukan, aku hanya bingung, partnermu menggunakan es, seingatku tidak ada element es didunia ini." Jawab Naruto datar.

"Hahaha, kukira kau pintar, ternyata tidak sama sekali. Haku adalah pemakan Hie Hie no Mi (ice ice fruit), jadi dia bisa mengendalikan es sesuka hatinya." Jelas Zabuza dengan tawa jahatnya.

"Oo.. "

"Baiklah kita mulai saja bocah! "

Zabuza kemudian kembali melompat menerjang Naruto ,kali ini Naruto tidak menghindar, dia menangkis serangan Zabuza dengan kunainya.

TRANG!

Naruto kemudian mengeluarkan goth knife miliknya dari dalam jubah menggunakan tangan kirinya. Naruto menusukan pisau itu kedada Zabuza, Zabuza yang menyadari hal itu segera melompat mundur menjauh dari Naruto.

"Sekarang siapa yang hanya bisa menghindar?" sindir Naruto pada Zabuza.

"Cih, jangan senang dulu bocah! " Zabuza kemudian membentuk segel ditangannya.

Water element: Giant Waterfall!

Muncul gelombang air besar dari belakang Zabuza, gelombang air itu mengarah pada Naruto. Kakashi yang melihat gelombang besar datang segera menginstruksikan pada muridnya untuk segera menghindar.

"Semuanya cepat naik keatas kopohon! " perintah Kakashi pada timnya.

"Ha'i."

Sasuke,Sakura dan Sai segera melompat keatas pohon, sedangkan Kakashi menarik Tazuna kemudian juga ikut naik keatas pohon. Sedangkan Naruto hanya diam ditempat, dia sama sekali tak bergerak.

"Haha ada apa denganmu bocah? Apa kau takut dan tidak bisa bergerak hah? Hahaha. " hina Zabuza.

Ketika gelombang besar mulai mendekat,dari tubuh Naruto perlahan keluar chakra merah yang melindungi tubuhnya, chakra itu seperti membentuk sosok seekor rubah. Entah karena panas chakra Naruto atau apa, gelombang besar itu hanya melewati Naruto begitu saja dan tidak menerjang Naruto sama sekali.

"APA? " Zabuza berteriak kaget melihat serangannya gagal.

Tim Kakashi yang berada diatas pohon hanya bisa melongo melihat hal itu terjadi, bahkan Kakashi sendiri juga, ya walaupun itu tidak terlihat karena wajahnya tertutup masker.

Disisi lain Menma sedang bertarung dengan partner Zabuza, Haku.

"Heh sampai kapan kau akan terus diam?" tanya Menma.

"Baiklah kalau begitu aku mulai." Jawab Haku yang teedengar lembut tanpa ada ancaman sama sekali.

'Suaranya seperti wanita?' batin Menma.

Ice Mirror Prison!

KRAK KRAK KRAK

Muncul banyak cermin es yang membentuk sebuah kurungan. Menma terkejut sekaligus bertanya tanya dalam hati, dia bingung, dia belum pernah melihat teknik seperti ini sebelumnya.

'Teknik aneh apa ini? Has, sudahlah, aku fokus saja.'

Haku kemudian masuk kesalah satu cermin, kemudian Haku membuat segel dengan kedua tangannya.

Thousand Fliying Water Needles of Death!

KRAK KRAK KRAK

Tiba tiba muncul ratusan, tidak ribuan jarum es dari cermin cermin Haku. Jarum jarum itu melayang diudara dengan moncong mengarah pada Menma.

Menma langsung berubah posisi menjadi posisi bertahan kemudian dia mengeluarkan pedangnya.

"Mati kau!" teriak Haku.

SWUZ SWUZ SWUZ

Separuh jarum itu melesat kearah Menma dengan kecepatan tinggi. Menma segera mengangkat pedangnya dan memutarnya seperti baling baling helikopter.

TRING TRING TRING TRING

Terjadi benturan antara pedang Menma dengan jarum jarum Haku. Menma berhasil menahan sebagian jarum Haku, tapi beberapa jarum berhasil melukai tubuh Menma.

"Bagus juga pertahananmu, tapi kita lihat sampai kapan kau akan bisa bertahan."

Haku kembali mengarahkan jarum yang tersisa untuk menyerang Menma lagi. Kali ini lebih banyak dan lebih cepat.

SWUZ SWUZ SWUZ SWUZ

Menma berdecak kecil melihat semakin banyak jarum yang menyerangnya, dia kemudian melompat mundur mencoba menghindari kumpulan jarum itu. Tapi sayang tidak ada gunanya, jarum jarum itu tidak menabrak tanah tapi malah mengejar Menma. Menma berlari dengan kencang menghindari kumpulan jarum yang mengejarnya.

'Kuso, apa yang harus aku lakukan?' batin Menma panik sambil terus berlari.

"Kau tidak akan bisa lari, didalam kurungan es ini kau tidak bisa pergi kemana mana." Kata Haku yang masih didalam cermin.

Menma tidak peduli dengan kata kata Haku dan terus berlari tanpa arah, dia mencoba memikirkan cara agar bisa lolos dari situasi ini.

"Baiklah, akan segera aku akhiri saja, lagi pula aku harus segera membantu Zabuza-san." Ucap Haku datar kemudian kembali membentuk segel tangan.

Certain Kill Ice Spears!

Tiba tiba dari dalam tanah muncul tombak tombak es yang cukup besar, tombak es itu menghalangi jalan Menma untuk berlari.

ZLEB ZLEB ZLEB

"Argh..! "

Menma berteriak kesakitan. Ratusan jarum menancap ditubuh Menma,Menma tersungkur ditanah dengan tubuh terluka parah, pakaiannya berlubang disana sini, dan darah yang mulai mengalir dari luka ditubuhnya.

"Hn, masih bisa bertahan rupanya." Kata Haku datar.

"Cu-CUKUP! AKU AKAN SERIUS SEKARANG!" teriak Menma yang terdengar penuh emosi.

Menma mulai berdiri dengan bantuan tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya ia gunakan untuk mencabut jarum jarum Haku dari tubuhnya. Menma kini menatap Haku dengan tatapan sedingin es. Mata biru yang biasanya terlihat cerah dan hangat kini berubah menjadi kelam dan menakutkan, aura membunuh yang kuat keluar dari tubuhnya. Menma kemudian mengangkat tangan kanannya didepan dada.

Spiralling Ring!

Seketika itu, muncul kumpulan particle di telapak tangan Menma, particle itu membentuk sebuah bola kecil yang dikelilingi oleh cincin. Melihat hal itu, Haku kembali keposisi siaga.

"Kita lihat, apa kau bisa menahan seranganku." kata Menma datar.

Menma kemudian melemparkan bola particle ditangannya kearah Haku.

SWUZZ...

Bola particle itu melesat dengan cepat keposisi Haku, Haku tidak diam saja melihat serangan Menma, dia membentuk sebuah segel tangan.

Ice Block!

KRAK KRAK ZRASH

Haku mencoba menghentikan serangan Menma, tapi tak ada gunanya,dinding es yang ia buat meleleh karena panas bola particle Menma.

Bola particle itu semakin dekat, Haku mencoba melompat keluar dari cerminnya, tapi terlambat.

BLARRR!

Bola itu meledak begitu mengenai salah satu cermin Haku dan membuat semua cermin Haku pecah dan hancur berkeping keping. Sementara Haku sendiri terpental dan jatuh didepan Menma.

"Sudah selesai hm?" tanya Menma masih dengan tatapan dinginnya.

Haku tidak menjawab, dia hanya memegangi tubuh bagian kanannya yang terbakar karena ledakan tadi.

xxXxx

Sementara itu, Naruto sedang bertarung dengan Zabuza. Pertarungan tampak berjalan seimbang, keduanya masih bisa berdiri dan belum ada yang terluka parah.

"Kau hebat juga bocah." Puji Zabuza pada Naruto .

"Jangan memuji lawanmu Zabuza, itu menunjukan kalau dirimu lemah." Balas Naruto datar.

"Ck, sombong sekali kau."

Zabuza kemudian berlari kearah Naruto dan melompat menerjang Naruto, dia mencoba menebas Naruto dari kiri kanan. Naruto segera mengeluarkan kunai dan menangkis serangan Zabuza menggunakan tangan kanannya, Naruto yang melihat sebuah kesempatan, membuat sebuah pusaran angin kecil ditangan kirinya, Naruto melesatkan pusaran itu keperut Zabuza.

Rasengan!

Menyadari ada bahaya, Zabuza segera menggunakan kubikiri bocho miliknya untuk menahan serangan Naruto.

DUASH

Zabuza terpental jauh kebelakang, pedangnya tak mampu menahan kuatnya serangan Naruto. Tubuhnya sedikit mengeluarkan darah karena luka lecet yang ia alami.

Kuchiyose no jutsu!

Zabuza yang mendengar suara dari belakang tubuhnya segera berbalik dan melompat, ternyata Kakashi sudah berada dibelakangnya, entah sejak kapan itu terjadi. Disana Kakashi terlihat menempatkan telapak tangannya diatas sebuah gulungan kertas.

"Apa yang sedang kau lakukan Kaka-"

Perkataan Zabuza terhenti karena merasakan sesuatu menggigit tubuhnya, ternyata lima ekor anjing telah menggigit kaki, tangan, dan kepala Zabuza, anjing anjing itu mengunci pergerakan Zabuza dan membuatnya tidak bisa bergerak.

Sementara itu Haku juga tengah terpojok, tubuhnya sudah terluka parah dan hampir tak bisa digerakan. Menma mengangkat Haku kasar dan mencekik leher Haku.

"Ada kata kata terakhir teman? " tanya Menma dengan senyum penuh kemenangan.

"Mungkin aku akan mati, tapi tidak ditanganmu. " jawab Haku yang terdengar sudah sangat lemas.

"Apa maksudmu hah? Sudah jelas kalau ka-"

WUSH

Perkataan Menma terhenti, Haku tiba tiba menghilang dari hadapannya. Menma hanya bisa melongo dibalik topengnya.

Kembali ke Zabuza

"Maaf akuma-san, sepertinya aku yang akan menyelesaikan pertarungan ini. " kata Kakashi datar kemudian memunculkan kumpulan chakra petir ditangan kirinya.

Zabuza hanya berdecih kecil melihat Kakashi mengeluarkan tekniknya.

"Sepertinya aku akan mati hari ini." Ucap Zabuza yang terdengar tak ada rasa takut sedikitpun menghadapi kematian.

Kakashi hanya memandang datar Zabuza kemudian berlari kearahnya.

Raikiri!

Terdengar suara lompatan bersamaan dengan kata kata Kakashi.

SET

ZLEBB

Tangan kiri Kakashi menembus dada kiri dan menghancurkan jantung, tapi bukan jantung Zabuza, melainkan sosok Haku yang melindungi Zabuza dengan mengorbankan tubuhnya. Mata Kakashi terbelakak lebar, begitu juga dengan Naruto, Zabuza dan tim Kakashi yang melihat hal itu.

Topeng Haku terjatuh memperlihatkan wajah cantik yang dinodai oleh darah yang keluar dari mulutnya.

'Seorang wanita? Bagaimana mungkin?' batin Kakashi.

'Apa? jadi dia seorang wanita.' batin Naruto.

"Haku, apa yang kau lakukan? Kenapa kau menyelamatkan aku? " tanya Zabuza masih dengan wajah kaget.

"Bagiku, Zabuza-san adalah alasanku hidup, dan melindungi Zabuza-san adalah tugas dan tanggungjawab bagiku-"

Ahog..

Perkataan Haku terhenti karena mulutnya muntah darah, dia kemudian melanjutkan ucapannya.

"Dan maafkan aku,karena selalu merepotkanmu Zabuza-san dan terimakasih karena telah memberiku semangat hidup, selamat tinggal Zabuza-san, kita tidak akan pernah bertemu lagi."

Selesai berkata, Haku menutup mata dan tubuhnya jatuh ketanah. Zabuza masih terbelakak tak percaya melihat partnernya mati melindungi dirinya.

Kakashi melompat mundur sedangkan Naruto hanya diam menatap tubuh Haku datar.

Dari seberang sungai terlihat segerombolan orang membawa senjata berlari menuju posisi Naruto, orang orang itu berhenti tak jauh dari posisi Naruto.

"Hoi lihat itu orang yang membunuh Gato-sama, dan lihat itu Zabuza, dia tak mampu menyelesaikan tugasnya! " teriak salah seorang digerombolan itu.

"Haha, ya benar dan lihat wanita bodoh itu sudah mati, Hahaha." Salah satu orang lagi kembali berteriak menghina Zabuza.

Zabuza yang mendengar Haku dihina langsung naik darah, matanya berubah menjadi penuh amarah. Dia menatap gerombolan orang itu dengan tatapan membunuh.

"Oi bocah,pinjamkan kunaimu. " kata Zabuza datar.

Naruto tak menjawab, dia hanya melemparkan kunainya kepada Zabuza. Zabuza menangkap kunai itu dengan mulutnya, karena tangannya tak bisa digerakan karena gigitan anjing anjing Kakashi tadi.

WUSH

Zabuza melesat kegerombolan orang itu dengan kecepatan tinggi, Zabuza membunuh satu persatu orang orang itu dengan kunai dimulutnya.

"Oi apa yang kalian lakukan? Cepat bunuh dia, diakan hanya satu orang!" teriak salah satu orang disana.

Zabuza terus maju kedepan,meskipun tubuhnya sudah penuh dengan senjata yang menancap dipunggungnya.

'Tinggal satu orang lagi.' Batin Zabuza.

ZRASH..

Orang itu mati karena tebasan Zabuza. Zabuza yang merasa tugasnya sudah selesai menjatuhkan tubuhnya ketanah. Dia melirik Haku sesaat.

"Bocah, bisa kau dekatkan aku dengan Haku." Kata Zabuza pada Naruto.

Naruto kemudian berjalan santai keposisi Zabuza, dia mengambil kunai miliknya yang terjatuh kemudian mengangkat tubuh Zabuza dengan kedua tangan dan membawanya mendekati Haku, Naruto meletakan tubuh Zabuza disamping Haku.

Zabuza sedikit tersenyum saat memandang wajah Haku, walaupun Haku sudah tak bernyawa lagi. Zabuza kemudian memejamkan mata dan menghembuskan nafas terakhirnya.

'Selamat jalan, Zabuza.' Batin Naruto.

Menma berjalan santai mendekati Naruto dengan sedikit bersiul, ya meskipun itu tak terdengar.

"Nii, kau sudah selesai ya? Aku juga su-" perkataan Menma terhenti karena kaget saat melihat Haku sudah terbaring tak bernyawa dihadapannya.

"Nii, apa yang terjadi? Kenapa dia bisa ada disini? " lanjut Menma.

"Sudahlah Menma, ayo kita segera pergi. " balas Naruto datar.

"Hm..baiklah, lalu mereka? " kata Menma dengan menatap tim Kakashi.

"Biarkan saja, o ya kita tidak akan menjual Zabuza dan partnernya, kita akan mengubur mereka. " kata Naruto pelan.

"Apa? Lalu bagaimana dengan uang kita? " protes Menma.

"Apa mata hatimu sudah dubutakan oleh uang heh? " bukan menjawab Naruto malah balik bertanya.

Menma yang tidak tahu maksud kakaknya hanya diam dan menurut, dia sudah lelah dan tidak mau berdebat lagi dengan kakaknya.

"Ayo! "

Menma mengangguk menanggapi perkataan Naruto.

WUSH

Mereka menghilang menggunakan shunsin no jutsu dengan membawa jasad Zabuza dan Haku untuk dimakamkan. Kakashi yang melihat musuh musuhnya sudah pergi, menyuruh muridnya untuk turun dari atas pohon.

"Yosh sepertinya sudah selesai, kalian semua cepat turun dan kita lanjutkan perjalanan kita." Kata Kakashi dengan nafas lega.

"Ha'i."

Mereka turun dan melanjutkan perjalanan ke Nami no Kuni.

–||–

Sudah seminggu sejak pertarungan Demon Brothers dengan Zabuza. Naruto dan Menma terlihat sedang berjalan menuju suatu tempat. Mereka berhenti disebuah gerbang besar yang merupakan pintu masuk utama Amegakure.

Amegakure adalah sebuah kota kecil disebuah pulau, kota ini merupakan wilayah kekuasaan seorang kriminal SS Class, yaitu Sanshuo no Hanzo,karena itu kota ini penuh dengan penjahat B Class keatas. Kota ini juga merupakan markas tersembunyi organisasi kriminal paling berbahaya didunia, Akatsuki. Dikota ini hanya ada dua peraturan,yaitu satu, dilarang saling membunuh didalam kota dan yang kedua jika ada penyerangan dikota, semua orang disana harus bersedia membantu mempertahankan Amegakure.

Menma dan Naruto sudah memasuki kota, mereka kini sedang berada disebuah toko, toko itu bernama Kakuzu Black Market. Seperti namanya, tempat ini adalah sebuah pasar gelap kecil yang dimiliki oleh salah satu anggota Akatsuki, Kakuzu.

"Selamat datang Naruto, Menma." Sapa seseorang yang berada di belakang sebuah meja panjang, orang itu memakai jubah hitam dengan motif awan merah dan penutup wajah, ya siapa lagi kalau bukan Kakuzu sendiri.

"Yo Kakuzu." Jawab Menma dengan melambaikan tangan. Sedangkan Naruto hanya diam dan terus berjalan menghampiri Kakuzu.

"Kali ini siapa yang kalian bawa? " tanya Kakuzu saat Menma dan Naruto sudah duduk dikursi didepannya.

"Ini kau lihat saja sendiri." Menma kemudian menyerahkan sebuah kantung jenazah pada Kakuzu.

Kakuzu segera membuka kantung jenazah itu, ia mengerutkan alisnya saat melihat isi didalamnya.

"Hanya ini yang kalian bawa? " tanya Kakuzu bingung.

"Ya hanya itu,sekarang cepat berikan uangnya. " kata Menma yang terlihat tidak sabar.

"Ya baiklah." Kakuzu kemudian memasukan kantung jenazah itu kedalam sebuah loker dan ia mengambil kantung berisi uang untuk Menma.

"Ini dua juta exxot. "

"Ya terimakasih. " jawab Menma datar kemudian mulai menghitung uang itu.

"Hoi Menma kau tidak lupakan, komisiku? "tanya Kakuzu pelan.

"Ck, dasar rentenir laknat, kau tidak lihat ini hanya dua juta, kalai kau meminta komisimu kami tidak akan kebagian baka!" Menma menjawab dengan kesal.

"Haha, jangan marah begitu Menma, o ya Naruto, kau dicari oleh Yahiko, kudengar dia ingin bicara penting denganmu." Ucap Kakuzu pada Naruto.

"Oo dimana dia sekarang? " tanya Naruto datar.

"Ditempat biasa, menara tertinggi. " jawab Kakuzu yang mengambil uang dari kantung dan mulai menghitungnya.

"Aku mengerti, Menma kau ikut tidak?" tanya Naruto melirik Menma yang masih sibuk menghitung uang.

"Ya baiklah, aku pergi dulu." Naruto kemudian berjalan keluar menuju menara tertinggi.

xxXxx

Naruto kini sudah sampai dipuncak menara, tepatnya didepan sebuah pintu dipuncak menara.

KRIETT...

Naruto membuka pintu dan memasuki sebuah ruangan, disana terdapat satu orang dengan rambut orange sedang duduk diatas kursi.

"Naruto." Sapa orang itu.

"Yahiko, dimana yang lain? " tanya Naruto pada orang bernama Yahiko itu. Kemudian mulai berjalan menghampiri Yahiko.

"Mereka sedang dalam misi." Jawab Yahiko singkat.

"Lalu apa yang ingin kau bicarakan denganku? " Naruto langsung to the point tanpa basa basi.

"Duduklah dulu Naruto."

Naruto duduk dikursi didepan Yahiko.

"Jadi?" tanya Naruto.

"Hah... Lepaskan topengmu dulu, kau tahu disini tidak ada orang selain kita." Jawab Yahiko tenang.

Naruto melepas topeng rubahnya dan meletakan topeng itu dimeja didepannya.

"Jadi?" Naruto mengulang pertanyaannya.

"Aku ingin meminta bantuanmu dan Menma, Naruto. " jawab Yahiko.

"Bantuan? Bantuan apa? " Naruto kembali bertanya pada Yahiko.

"Kau tahu, kudengar pemerintah sedang membuat rencana penyerangan besar besaran ke Amegakure, dan tempat pembuatan rencana itu bukan di White House, tapi di Hidden Leaf Academy, jadi aku ingin kau dan Menma menyusup kesana dan menyelidiki benar atau tidak informasi itu." Jelas Yahiko panjang lebar.

"Hm." Naruto hanya mengangguk ngangguk mendengar penjelasan Yahiko.

"Lalu bagaimana kami masuk kesana? Dan berapa lama kamk harus melakukan itu?" lanjut Naruto.

"Soal itu, kalian akan menyamar menjadi siswa disana dan untuk waktunya mungkim sekitar lima atau enam bulan." Jawab Yahiko.

"Bagaimana cara kita berkomunikasi?" tanya Naruto lagi.

"Gunakan cincin ini,cincin ini dipakai oleh semua anggota Akatsuki,jadi kau bisa berkomunikasi dengan kami semua atau meminta bantuan jika kau perlu." Jelas Yahiko kemudian memberikan sebuah cincin berwarna kuning orange kepada Naruto.

"Ya aku mengerti, tapi identitas kami? " lagi lagi Naruto bertanya.

"Tenang saja,menurut informasi dari Zetsu,hanya Akatsuki yang mengetahui identitas dan wajah asli kalian,jadi kalian aman." Yahiko kembali menjelaskan pada Naruto.

"Ya,kalau begitu aku pergi dulu." Kata Naruto kemudian melangkahkan kaki keluar dari ruangan itu.

"Ya,dan hati hati Naruto." Balas Yahiko saat Naruto akan membuka pintu keluar.

"Ha." Jawab Naruto singkat sebelum akhirnya benar benar menghilang dibalik pintu itu.

Dan petualangan baru Naruto kembali dimulai.

||–

To be Continue

||–

Halo readers, gimana? Bagus gak?

Oo ya author mau minta maaf jika pertarungan Zabuza dan Naruto terlalu lama dan membosankan, ya soalnya author sendiri juga bingung hehe.

Dan lagi seperti biasa author minta kritik dan saran untuk chapter ini dan saran untuk chapter selanjutnya. Dan lagi, jika ada typo dichapter diatas harap lapor pada author ya, soalnya nih chap Cuma author baca sekilas terus author publish.

OK JANGAN LUPA REVIEW

Thanks for Reading my Story