®CHAPTER 5 UP!®

N/A: hallo guys, kembali lagi dengan author yang gaje ini hehe :D. Chapter 5 udah up nih dan thanks buat yang udah baca and review chap kemarin. Dichap ini bakal menceritakan hari pertama NaruMenma di HLA.

||–

Naruto: Tell a Two Brothers

Genre: action, adventure, crime, fantasy,drama,romance and etc.

Pairing: ?

Summary:

Cerita dua bersaudara yang hidup bersama. Dua orang kakak dan adik,masalalu yang kelam telah membuat mereka menjadi penjahat dengan ranking S.

||–

Dont like dont read

||–

Happy reading

X

Naruto: the Tell of Two Brothers

By Rainkerz®

||–

Chapter sebelumnya:

"Ya,kalau begitu aku pergi dulu." Kata Naruto kemudian melangkahkan kaki keluar dari ruangan itu.

"Ya,dan hati hati Naruto." Balas Yahiko saat Naruto akan membuka pintu keluar.

"Ha." Jawab Naruto singkat sebelum akhirnya benar benar menghilang dibalik pintu itu.

Dan petualangan baru Naruto kembali dimulai.

Chapter 5: the First Day

Konohagakure, siapa yang tidak kenal negara ini, negara yang sangat populer karena meghasilkan para Elite Mercenery,dan hal ini tidak lepas dari peran penting Hidden Leaf Academy yang menjadi tempat mendidik para Mercenery tersebut. Yang mana juga merupakan Academy terbesar didunia.

Didepan Hidden Leaf Academy, tepatnya didepan gerbang sekolah, terdapat dua orang remaja sedang berdiri disana. Dua orang itu adalah Naruto dan Menma.

Mereka tampak tampil beda, Naruto dan Menma kini mengenakan sepasang sepatu hitam, celana hitam panjang, baju putih pendek yang dibiarkan keluar dengan lambang konoha dibagian lengan kirinya, dan jangan lupa, sebuah dasi hitam panjang juga mereka kenakan.

"Nii, jadi ini tempatnya? Besar sekali." tanya Menma yang takjub akan kemegahan Hidden Leaf Academy.

"Ya, sepertinya begitu." Jawab Naruto singkat, kemudian melangkahkan kaki meninggalkan Menma didepan gerbang.

"Oi nii tunggu." Teriak Menma berlari mengejar Naruto yang sudah cukup jauh.

...xxXxx...

Naruto dan Menma kini berada didalam asrama, tepatnya didalam sebuah kamar diasrama itu.

Disekolah ini terdapat 3 asrama untuk masing masing kelas, yakni satu adalah Rookie Dorm yang digunakan oleh kelas satu atau kelas pertama, asrama ini dibagi lagi menjadi dua yaitu satu asrama untuk laki laki dan satu lagi untuk perempuan.

Yang kedua adalah Middle Dorm, asrama ini dipakai oleh murid murid kelas dua, disini juga terbagi menjadi asrama laki laki dan perempuan.

Yang terakhir adalah The Higgest Dorm yang merupakan tempat tinggal bagi kelas tiga atau kelas terakhir, seperti yang lainnya asrama ini juga terbagi menjadi asrama pria dan asrama wanita.

Dan sekarang, Naruto dan Menma berada di Rookie Dorm, mereka saat ini tengah memikirkan bagaimana melaksanakan rencana mereka.

"Jadi nii bagaimana sekarang? Apa yang harus kita lakukan?" tanya Menma yang berbaring diranjang diatas Naruto.

"Kita harus tahu dulu dimana kelas kita dan kemudian beradaptasi dan bersikap seperti murid pada umumnya. " jawab Naruto yang juga tengah berbaring diranjangnya sendiri.

"Oo aku megerti." Menma kemudian melompat dari ranjangnya dan mulai berjalan kepintu kamar.

"Menma jangan terburu buru." Kata Naruto yang membuka sebelah matanya dan menatap datar Menma.

"Ayolah nii..., kita harus segera memulai supaya cepat selesai."

"Has.. Baiklah, tapi jangan tunjukan kekuatanmu dan jangan bertindak bodoh, itu bisa membahayakan identitas kita dan misi ini, kau mengerti."

"Ya ya jangan khawatir, aku mengerti. " jawab Menma asal asalan, kemudian berjalan pergi.

Naruto hanya menghela nafas pasrah melihat tingkah adiknya, kemudian berjalan mengekor Menma.

'Kuharap kau serius dengan kata katamu.' Batin Naruto sebelum mengikuti Menma.

Lingkungan sekolah itu terlihat masih cukup ramai, ya karena jam pelajaran belum dimulai dan para murid masih asik dengan kegiatan mereka masing masing.

Dihalaman depan Hidden Leaf Academy terlihat Naruto dan Menma sedang berjalan bersama, mereka bak pinang dibelah dua karena memang wajah mereka sama, hanya warna rambutlah yang membedakan mereka.

Para murid yang melihat mereka berdua bingung karena belum pernah melihat mereka sebelumnya sekaligus kagum, yaa karena harus diakui mereka memang terlihat tampan mengenakan seragam sekolah Hidden Leaf Academy.

"Lihat lihat siapa itu?"

"Entahlah, mungkin mereka murid baru."

"Tapi mereka kembar dan tampan lagi."

"Ya kau benar mereka memang tampan."

Itulah bisikan para gadis yang melihat Naruto dan Menma, Naruto sendiri tidak peduli dengan semua itu dan terus fokus kejalanan yang sedang ia lalui, sedangakan Menma? Tahu sendirilah sifat Menma, dia dengan percaya dirinya membalas perkataan gadis gadis itu dengan senyuman dan cengiran, dan tentu saja hal itu membuat beberapa gadis terpesona dan blushing sendiri, bahkan ada juga yang sampai pingsan :v.

"Menma berhentilah tersenyum pada gadis gadis itu,fokuslah,tujuan kita disini adalah melaksanakan misi bukan menjadi playboy." Kata Naruto yang sudah mulai muak dengan tingkah adiknya.

"Kau iri ya nii... Bukankah kau juga mendengar bisikan mereka, mereka memuji kita tampan nii. Dan bukankah kau juga bisa melakukannya juga eh?" Jawab Menma masih dengan melempar senyum para gadis disana.

"Aku tidak akan pernah melakukan hal semacam itu." Jawab Naruto datar.

"Terserah kau saja nii, itu urusanmu sendiri, dan juga kemana sebenarnya kita akan pergi? Dari tadi kita terus memutari halaman ini."

"Kenapa kau tidak tanyakan saja kepada Kakashi yang ada disana. " telunjuk Naruto menunjuk Kakashi yang berada 15 meter didepan mereka. Kakashi tampak tengah berbicara dengan salah satu murid.

Menma langsung menengok kearah yang ditunjuk Naruto dan berteriak kepada Kakashi yang ada disana.

"Oi Hata- e.. KAKASHI!"

Kakashi yang mendengar namanya dipanggil menoleh keasal suara, dan mendapati seorang murid yang tampak asing baginya tengah melambaikan tangan kearahnya. Kakashi pun balas melambaikan tangan dan kembali berbicara dengan murid yang ada didekatnya.

Menma berdecak kesal karena merasa diabaikan.

"Ck dasar, kenapa dia malah bicara lagi bukannya meghampiri kita."

"Dimana mana orang yang butuh yang berusaha." Jelas Naruto dengan wajah super bosan karena mendengar ocehan tidak jelas Menma.

"Ya baiklah baiklah."

Balas Menma dengan sedikit kesal kemudian berjalan mendekati Kakashi diikuti Naruto dibelakangnya.

"Oi Kakashi kau dengar tidak dipanggil?" kata Menma seenaknya saat sudah cukup dekat dengan Kakashi.

"A.. wari.. wari.. Aku tidak dengar dan siapa kalian dan ada perlu apa memanggilku?" jawab Kakashi dengan tangan kanan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

"Ano.. Dima-"

Perkataan Menma terhenti karena Naruto memotong perkataannya.

"Begini sensei, kami adalah murid baru dan kamj tidak tahu dimana kelas kami." Jelas Naruto dengan sangat rinci.

'Sensei? Siapa yang mau memanggil orang ini sensei." Batin Menma yang sedang kesal.

"A.. Souka... jadi kalian murid baru itu." Jawab Kakashi yang kini mengerti siapa dan apa tujuan Naruto dan Menma.

"Ya sekar-"

KRINGG... KRINGG...

Perkataan Menma kembali terhenti, kali ini karena bel sekolah yang berbunyi memberitahu bahwa jam pelajaran telah dimulai.

'ck, sialan.' Menma kembali berdecak kesal, kali ini dalam hati.

"Ya baiklah, karena jam pelajaran sudah mulai,ikuti aku akan kutunjukan kelas kalian."

Kakashi kemudian berjalan pergi diikuti Naruto,dan Menma yang masih terlihat kesal.

...xxXxx...

"Ya baiklah ini kelas kalian, aku akam bicara sebentar dengan guru yang mengajar, kalian tunggu dulu disini." Perintah Kakashi yang hanya dibalas anggukan oleh Naruto dan Menma.

Oo ya Naruto dan Menma kini berada didepan kelas yang terletak dilantai satu atau teoatnya kelas paling bawah karena memang mereka baru kelas pertama, dan juga sekolah ini terdiri dari tiga tingkat untuk kelasnya, dimana semakin keatas makin tinggi pula tingkatan kelas dan muridnya.

Kakashi yang sudah selesai bicara dengan guru yang mengajar berjalan keluar kelas, dia menghampiri Naruto dan Menma dan berkata pada mereka.

"Yosh.. Kalian tinggal menunggu nama kalian dipanggil saja."

Naruto dan Menma hanya mengangguk, Kakashi yang tugasnya disini sudah selesai, melangkahkan kaki meninggalkan Naruto dan Menma.

Didalam kelas...

Seorang pria paruh baya dengan ciri rambut coklat yang dikuncir dibagian belakangnya dan sebuah luka diwajah, kini tengah berdiri didepan kelas. Ya dialah wali kelas 1C, Umino Iruka

"Ya baiklah anak anak, aku punya pengumuman penting untuk kalian semua."

"Pengumuman apa sensei, seingatku tidak ada pengumuman pagi ini." Tanya seorang siswi yang diketahui bernama Ino.

"Ya kalian akan punya teman baru."

Kini giliran seorang siswa beralis tebal bertanya dengan penuh semangat, siapa lagi kalo bukan Lee.

"Sensei, dimana teman baru kita sensei? Akan kutunjukan semangatku pada mereka sensei!" Lee berkata dengan pose tangan mengepal dan muncul kobaran api dimatanya.

"Ya ya kalian akan segera tahu, baiklah kalian berdua silakan masuk."

SRET..

Pintu kelas 1C tergeser,semua mata mengarah pada dua sosok yang berdiri disana,kedua sosok yang tak lain adalah Naruto dan Menma berjalan menghampiri Iruka yang tengah berdiri didepan kelas. Semua murid diam terutama para siswi dikelas itu, mereka kembali membuat para gadis disini terpesona.

'kyaa... tampannya.' teriak Ino dalam hati.

'Wah,mereka setampan Sasuke-kun.' Batin seorang siswi bermahkota pink.

Sedangkan para pria dikelas itu memandang dengan tatapan berbeda beda, ada yang meremehkan dan ada juga yang tidak peduli.

'kita lihat nanti apa mereka lebih kuat dariku.' Sasuke membatin.

'Ck mendokusei'na.' Batin seorang siswa yang terlihat sedang tidur dengan kepala diletakan diatas meja.

"Baiklah, silakan perkenalkan diri kalian." perintah Iruka yang sudah duduk dikursinya.

"Baiklah... Namaku Uzumaki Menma...usiaku 17 tahun... Dan hal yang kusukai adalah uang...salam kenal!" Menma memperkenalkan diri dengan suara keras dan sangat percaya diri. Ditmabah dengan sebuah cengiran diakhir kalimatnya.

"SALAM KENAL MENMA-KUN!" jawab seluruh siswi disana secara bersamaan.

"Hm..kemudian yang satunya."

Naruto menghela nafas sebentar sebelum memulai acara perkenalannya.

"Namaku Uzumaki Naruto...umurku kalian tidak perlu tahu...dan tidak ada yang kusuka tapi banyak yang kubenci...salam kenal."

Berbeda dengan Menma yang berbicara dengan lantang dan keras,Naruto berbicara dengan datar dan tenang,ditambah dengan kedua tangan dimasukan kedalam saku, semakin menambah kesan tampan dan cool pada dirinya.

"SALAM KENAL NARUTO-KUN!" seluruh siswi kembali menjawab dengan kompak.

'wah.. dia cool seperti Sasuke-kun." gadis bermahkota pink kembali membatin.

"Baiklah kalian boleh dudu-"

"TUNGGU SENSEI!"

Perkataan Iruka terhenti karena Lee yang berteriak dan maju kedepan menghampiri Naruto dan Menma disana.

"SALAM KENAL NARUTO-KUN,MENMA-KUN...NAMAKU ROCK LEE...MARI KITA BELAJAR DENGAN SEMANGAT MASA MUDA!" Lee kembali berteriak, kali ini pada Naruto dan Menma,walupun sebenarnya jaraknya hanya terpaut dua meter dari mereka.

Semua yang disana swetdrop melihat tingkah Lee,bahkan Naruto juga,tapi tidak ia perlihatkan agar kesan coolnya tidak hilang dihadapan teman temannya.

'Ck, satu lagi yang merepotkan.' Naruto membatin.

"Sudah... Sudah Lee,kembali ketempat dudukmu dan kalian berdua bisa duduk sekarang."

"Ha'i sensei." Jawab Naruto kemudian berjalan menuju kursinya diikuti Menma yang mengekor dibelakang. Samar samar terdengar perkataan gadis gadis pada Naruto dan Menma.

'Duduk disini Naruto-kun.'

'Jangan jangan disini saja Naruto-kun,Menma-kun.'

Seperti biasa Naruto hanya diam dan tidak peduli dengan semua itu,dan Menma? Entah apa yang terjadi padanya,dia tidak seperti biasanya,dia hanya diam dan tidak peduli seperti Naruto. Mungkin masih swetdrop melihat tingkah laku Lee tadi :v .

Iruka yang melihat murid muridnya sudah tenang ,kembali memulai pelajaran seperti biasa.

"Baiklah anak anak,seperti biasa kita lakukan sparring terlebih dahulu, kita akan pergi ke Training Ground 8."

"Ha'i." Jawab semua murid serempak,oo maaf kita ralat semua murid kecuali Naruto,Sasuke dan murid yang sedang tertidur dimejanya.

Training Ground adalah tempat yang disediakan pihak sekolah untuk tempat berlatih dan menguji teknik dan jurus jurus para murid,disini ada banyak sekali Training Ground,mungkin sekitar 60 training ground. Setiap 20 training ground diperuntukan satu tingkatan kelas.

Training Ground 8

Disana berkumpul murid murid yang sedang berlatih,tepatnya murid kelas 1C.

"Baiklah karena sensei ingin melihat kemampuan murid baru maka, pertandingan pertama adalah Uzumaki Naruto vs Akimichi Choji." Kata Iruka mengawali latihan hari ini.

Seorang laki laki bertubuh besar dan gemuk berdiri dan maju ketengah training ground. Dikedua pipinya terlihat garis melingkar yang membentuk sebuah obat nyamuk. Rambutnya coklat panjang dan dia mengenkan headbane konoha didahinya. Dia adalah lawan Naruto,Akimichi Choji.

"Ha.. Ha.. Ayo Naruto akulah lawanmu." Kata Choji dengan melemaskan otot otot tangannya. Naruto hanya diam tak menanggapi,di lebih memilih berdiri dari tempat duduknya dan berjalan santai menuju posisi Choji.

Jarak keduanya sekarang hanya 5 meter.

Iruka yang melihat kedua muridnya sudah siap memberikan aba aba untuk memulai pertandingan.

'Orang gendut itu pasti hancur kalau berhadapan dengan Naruto-ni." Batin Menma menatap tajam Choji.

"Kelihatannya menarik,kita lihat seberapa kuat dia.' Sasuke membatin dengan tatapan tertuju pada Naruto.

"Baiklah...mulai!"

"Yosh... "

Choji kemudian melompat kearah Naruto dan berusaha menendang kepala Naruto.

SET

Naruto mengelak dengan mudah,menyadari serangannya meleset Choji menambahkan satu pukulan kearah Naruto. Tapi lagi lagi Naruto mnghindar dan melompat mundur.

"Kita lihat apa kau bisa menghindari yang satu ini." Kata Chouji dengan sebuah lompatan yang cukup tinggi.

A Large Hand!

Naruto mendengar sebuah suara dari atas segera mendongak untuk melihat, dia terkejut mendapati tangan kanan Choji yang membesar menjadi seukuran mobil dan tangan itu melayangkan sebuah pukulan kearahnya.

SET

BLAM!

Naruto berhasil menghindari pukulan Choji dengan melompat mundur,matanya menatap tanah yang dia pijak beberapa detik yang lalu,disana tercipta lubang yang cukup besar dengan diameter kira kira 1,5 meter.

'Jadi dia tipe body system ya, bahaya jika aku terkena pukulan sekuat itu secara langsung, tulang rusukku bisa patah kalo hal itu terjadi.' Pikir Naruto.

Naruto bersiap untuk melompat dan memberi Choji serangan balasan,namun sebuah pemikiran muncul diotaknya.

'Kalau aku mengalahkan orang ini dan menunjukan kekuatanku,itu akan membuatku dikenal dan itu akan membuat perhatian para guru tertuju padaku, dan bisa bisa identitas kami dalam bahaya. Lebih baik aku mengalah saja.'

Naruto kemudian mengurungkan niatnya untuk membalas serangan Choji setelah berfikir matang matang,namun karena masih berfikir,Naruto terkena pukulan tangan besar Choji, meskipun dia menahan pukulan itu dengan kedua tangannya, dia masih terpental dan menabrak pohon dibelakangnya.

BRAKK!

Naruto sedikit kesulitan berdiri karena benturan yang begitu keras antara tubuhnya dengan pohon, dia mengusap sedikit darah yang keluar dari bibirnya. Dia sedikit merasa sakit dikedua tangannya karena kuatnya pukulan Choji, meskipun itu disengaja tetap saja sakit.

'Pukulannya memang sangat kuat.' Batin Naruto.

Iruka yang melihat kedua muridnya sudah mulai kelelahan memutuskan untuk menyudahi pertandingan kali ini.

"Yosh baiklah pertandingan pertama selesai,kalian boleh istirahat."

Naruto dan Choji pun mengangguk kemudian saling berjabat tangan sebelum kembali ketempat duduk masing masing.

"Wah sayang dia lemah, padahal dia tampan."

"Ya benar,sayang sekali."

"Hmm...tapi tak apalah,yang penting dia tampan."

Bisik bisik para siswi itu membuat kepala Menma panas,dia tidak terima jika kakaknya dijelekan seperti itu, meskipun Naruto orang yang dingin dan selalu menceramahinya tentang uang,tetap saja Naruto itu kakaknya.

"Ck,kukira dia kuat,ternyata...sama seperti yang lain...lemah."

Menma semakin bertambah marah saat mendengar hinaan dari Uchiha Sasuke. Dia mengepalkan tangannya kuat, dia berani bersumpah akan membuat mulut sombong Uchiha ini diam dan tak bisa berkata lagi.

'Akan aku balas kau Uchiha sialan!' teriak Menma dalam hati.

"Baiklah,untuk pertandingan kedua adalah Uzumaki Menma vs Uchiha Sasuke."

Perkataan Iruka membuat wajah Menma langsung tersenyum puas, dia benar benar senang mendengar apa yang dikatakan senseinya barusan.

'Binggo, aku benar benar sedang beruntung, kau lihat saja pembalasanku Uchiha.' Batin Menma.

Sasuke berjalan angkuh menuju lapangan pertandingan, lubang yang dibuat Choji tadi sudah menghilang dan tertutup kembali.

Hal ini karena, training ground ini,tidak semua training ground sudah dilapisi dengan Healing Energy milik sang kepala sekolah yang terkenal sangat hebat, sehingga apapun yang rusak atau terluka bisa pulih kembali selama masih berada didalam training ground.

Menma yang melihat lawannya sudah siap dilapangan pertandingan,segera berdiri dan menyusul Sasuke.

"Hei lihat,apa dia bisa mengalahkan Sasuke?"

"Bagaimana mungkin,Sasuke adalah murid terkuat dikelas kita...murid amatir seperti dia mana bisa mengalahkannya."

"Ya benar,dia pasti juga lemah seperti kembarannya."

Bisikan para siswa membuat Menma sangat marah, dia tidak marah karena dirinya dihina,tapi... Naruto...ya itulah penyebabnya, dia bersumpah akan membunuh siapa saja yang berani menghina kakaknya itu, tapi untuk saat ini dia tidak bisa.

Sasuke dan Menma sudah siap,mereka saling berhadap hadapan dan saling melempar tatapan tajam.

"Baik...kita mulai!"

Menma langsung menyerang Sasuke begitu pertandingan dimulai, memberinya pukulan dan tendangan secara bertubi tubi, tidak memberi kesempatan pada Sasuke untuk membalas.

Semua murid disana melongo tidak percaya, baru pertama kali ini mereka melihat Uchiha Sasuke terpojok, tak bisa menghindar apalagi membalas serangan.

Sementara Naruto hanya menepuk pelan jidatnya.

'Dasar, apa dia tidak bisa sedikit berfikir tentang misi ini huh?' batin Naruto yang pusing memikirkan kelakuuan adiknya

Serangan Menma semakin menjadi,Sasuke sama sekali tidak bisa membalas serangan Menma, sebuah pukulan yang sangat cepat melesat kakepalanya, Sasuke reflek memghindar dan melompat mundur.

'Bagus , sekarang kese-'.

DUAKH

BRUKK

Belum sempat selsesai berfikir, sebuah tendangan yang sangat keras dan cepat sudah berhasil menyerang kaki kiri Sasuke, membuatnya jatuh tersungkur ditanah.

"Ukh.."

Sasuke sedikit meringis kesakitan saat mencoba berdiri, dia merasa tulang kakinya serasa retak dan ingin patah.

'Ck kecepatan macam apa itu? Dan lagi, bagaimana mungkin tendangannya bisa sekuat ini?' batin Sasuke yang menatap tajam Menma.

Iruka yang sudah puas dengan pertandingan Menma dan Sasuke memutuskan untuk menyudahi pertandingan.

"Baiklah cukup,latihan hari ini cukup sampai disini,kita kembali kekelas."

"Tunggu sensei, aku masih bisa." Protes Sasuke yang tidak terima, ya tentu saja, imagenya bisa hancur kalau dia kalah melawan murid baru, meskipun itu dalam latihan.

"Sudahlah Sasuke, lihatlah kakimu sudah pincang, lebih baik kau istirahat." Jawab Iruka kemudian berjalan pergi diikuti para muridnya. Sasuke hanya diam ditempat, dia mengepalkan tangan dan menggertakan giginya.

"Sial!" ucapnya pelan.

–||–

To be Continue

–||–

Wah akhirnya bisa update juga hehe, o ya author mau ucapin terimakasih yang udah baca dan mau review story ini, sebenarnya author gak mod buat chapter kali ini, tapi ya... Author buat aja untuk ngisi hari minggu hehe :D

O ya dan juga author minta maaf kalau chap kali ini gak sesuai sama bayangan dan harapan para readers, sekali lagi author minta maaf. Sekian saja.

Mind To Review?

•••••Thanks to Reading my Story•••••