Balas Review! :D
RosyMiranto18: Gadis itu bukan Enara, jadi lihat saja nanti... ^^/
Teiron: *mencoba cupcake tadi.* "Hmm, rasanya sedikit aneh..."
Well yeah, sebenarnya nama marga Ovaron itu artinya 'iblis tampan' dan ide itu kepikiran dari sebutan yang diberikan temen gue si Bigfoot ke Hero Mephisto... ^^a Well, Thanks for Review! :D
AriFuKi24823: Yeah, rumus yang absurd sekali... ^^'a Aku tidak tau harus balas apa, jadi terima kasih telah me-Review! :D
Happy Reading! :D
Day Two
Hari kedua pelajaran tambahan para OSIS diawali dengan percakapan yang sangat tidak elit.
"Lex..." panggil Saphire.
"Apa?" sahut Alexia.
"Lu bisa pythagoras, nggak?" tanya Saphire.
"Jangankan pythagoras, rumus luas segitiga aja gue nggak hafal..." jawab Alexia yang sukses membuat Saphire sweatdrop.
"Ren, menurutmu si entuh gimana kabarnya ya?"
"Maksud lu si Tanah-tan, Rice? Mungkin keadaannya akan baik-baik saja, entah sampai kapan..."
"Lu berdua ngeledek pacar gue?"
Webek, webek...
"Siapa yang ngomongin pacar lu, Zep?" tanya Maurice sweatdrop. "Kita tuh lagi ngomongin kucingnya Teiron!"
"Kucing?" tanya Zeptrun bengong.
"Tsuchi-tan lagi dititipin sama bibinya Teiron..." jelas Rendy datar.
"Bibi?" Zeptrun malah tambah bengong.
'Nih orang kudet kali ya?' batin kedua orang itu sweatdrop.
Oh, bagi yang gagal paham dengan maksud mereka:
Tsuchi = Tanah
Tanah + suffix '-tan' = Tanah-tan
Thanata + suffix '-tan' = Thanatan (Thana(ta)-tan)
Bandingkan cara pengucapan kedua kata itu, hampir mirip kan?
Masih galham juga? Ya R*** Jelolo! *plak!*
Di ruang guru...
"Sekarang giliranmu, Ema-chan!"
Si wanita pun menyahuti si robot dengan anggukan kecil dan berjalan menuju ke ruang OSIS.
Back to OSIS...
"Mau sampai kapanpun, Ali-chan milik gue! Nggak ada yang boleh klaim, termasuk si serigala!"
"Woy, apa maksud lu barusan?!"
"Mau ribut?! Bewan aja kuy!"
"Ayo, siapa takut?!"
Alpha dan Maurice nyaris saling baku hantam kalau saja tidak segera dihentikan oleh Ikyo dan Thundy.
"Jangan berantem di sini!"
"Ruangan ini bukan buat gelut woy!"
Tapi sayangnya para pencegah amukan kedua makhluk itu pun langsung didorong dan mereka kembali baku hantam, sampai...
"GOLEM PUNCH!"
KRAAAAAAAAAK!
Satu pukulan maut dari Teiron sukses memisahkan kembali kedua makhluk pembuat keributan tersebut serta menghancurkan meja di antara mereka.
Tapi masalahnya...
MEJA TEMPAT MEREKA BERANTEM ITU MEJANYA VIENCE!
Vience yang baru datang langsung mangap melihat kehancuran mejanya. "What the?"
Saphire yang mengintip dari balik pintu langsung berseru, "Woy, ada guru dateng!"
Mereka semua pun langsung duduk di tempat masing-masing (kecuali Vience yang kursinya hancur).
Seorang wanita berambut pirang memasuki ruangan dan memperkenalkan diri. "Baik, namaku Emagiri Jeonsazhànshì! Kalian bisa memanggilku Ema-sensei!"
"Jeonsazha- Arrrrgh, susah banget nyebutnya!" keluh Icy sedikit menggerutu.
"Itu masih mendingan, daripada nama panjang si Ossas, entar bisa keseleo lidah lu!" timpal Alexia.
"Baik, sebelum kita mulai, mari kita-" Emagiri melihat Vience yang masih berdiri. "Kamu kenapa tidak duduk? Memangnya ada apa dengan mejamu?"
Entah kenapa, Vience malah nyanyi dengan tampang memelas. "Tidak bisa duduk, tidak bisa duduk... Tidak bisa, tidak bisa, tidak bisa duduk..."
Emagiri beserta teman-teman Vience langsung sweatdrop berjamaah mendengar nyanyian gaje barusan.
"Maklumi saja sensei, dia MKKB! Kemaren abis nonton Teletubbies!" jelas Daren datar dan sukses membuat seisi ruangan tambah sweatdrop.
"Tadi meja saya dihancurin, sensei!" ujar Vience.
"Sama siapa?" tanya Emagiri.
Ketika mereka semua berniat menunjuk Teiron, yang bersangkutan udah ngumpet di bawah meja.
"Udahlah, Ron, bangun aja!" nasihat Ikyo.
Anak itu pun keluar dari bawah meja.
"Sensei, boleh izin ke toilet?" tanya Teiron yang langsung melesat pergi dari kursinya.
"Terserah kamu!" Tiba-tiba Emagiri teringat sesuatu. "Tunggu sebentar!"
Anak itu langsung berhenti. "Kenapa sensei?"
"Bukannya kamu anak yang kemarin pingsan karena belum makan itu ya?"
Webek, webek...
"Sensei tau dari mana?" tanya Teiron sambil memiringkan kepala.
Emagiri memasang tampang datar. "Menurutmu?"
"Errr, nggak jadi deh!" Teiron langsung keluar dan teman-temannya hanya bisa sweatdrop berjamaah.
"Yah, abaikan saja dia! Mari kita mulai pelajaran hari ini!" perintah Emagiri.
"Tapi kursi saya gimana?" tanya Vience.
"Duduk saja di bangku teman kamu!" saran Emagiri ketus.
Vience pun mau tidak mau merelakan dirinya duduk di kursi Teiron.
Awalnya berjalan lancar, sampai tiba-tiba...
Ring ding dig dig ding ding~ Ring ding dig dig bem bem bem~ Ring ding dig dig ding ding~ Ring ding dig dig boah boah~ Ring ding dig dig ding ding~ Ring ding dig dig bem bem bem~ Ring ding dig dig ding dring~ This is the crazy frog!
"Suara apa itu?" tanya Emagiri sambil mengerutkan kening.
Alpha yang merasakan sesuatu berbunyi darinya segera memeriksa tasnya dan mendapati suara itu berasal dari HP-nya.
'Anjir, perasaan gue nggak pernah pake Ringtone ini!' batin Alpha cengo.
BRAAAAAAAAK!
Tiba-tiba pintu dibanting dengan kejamnya dan memperlihatkan seorang pria jabrik di sana.
"Tumben Thias-sensei ke sini!" celetuk Exoray watados.
"Mana yang namanya Alpha?" tanya Mathias dan mereka semua segera menunjuk yang bersangkutan.
"Iya, sensei?" tanya Alpha sedikit was-was.
Sementara teman-temannya menunggu apa yang akan dikatakan Mathias.
"HP kamu ketuker nih!"
GUBRAK!
Alhasil seisi ruangan (kecuali Alpha, Flamy, dan Emagiri) langsung tumbang mendengar perkataan Mathias barusan.
'Jadi selera Thias-sensei 'Crazy Frog' toh?' batin Alpha sweatdrop.
Teiron yang baru kembali dari toilet hanya bisa mangap melihat pemandangan nista tersebut.
"Mereka semua kenapa ya?" tanya Teiron bingung.
"Entahlah!" jawab Emagiri sambil angkat bahu.
Sementara Mathias yang mengambil kembali HP-nya hanya bisa nyengir.
Beberapa menit kemudian, mereka yang ber-gubrak ria barusan langsung dibangunkan dengan cara dipukul wajahnya pakai ijuk sapu.
"Jeg går først, og tak for din tid (Aku pergi dulu, dan terima kasih atas waktunya)!" Sang Danish pun langsung minggat dari ruangan itu.
"Nah, mari kita mulai saja!"
"Tapi-"
"Apalagi?" Emagiri langsung melirik Teiron yang masih berdiri.
"Masa saya harus duduk di lantai?" tanya Teiron yang langsung pundung mengingat Vience duduk di kursinya karena ulahnya sendiri.
Teman-temannya pun kembali sweatdrop berjamaah melihat kelakuan anak itu.
Telolelolet~
"Suara apa itu?" tanya Emagiri bingung.
Seisi ruangan pun langsung keluar, bahkan Teiron segera berdiri dan kabur menyusul teman-temannya meninggalkan sang guru yang kicep melihat kejadian itu.
Di lapangan sekolah, terlihat sebuah bus yang parkir di sana dan rupanya supir bis itu adalah Klaus si pemimpin Libra.
"Klaus, telolet-nya dong!"
Telolelolet~
"Lagi, lagi!"
Telolelolet~
"Yeay~ Lagi, lagi!"
"Astaganaga..." Emagiri hanya bisa tepuk jidat sambil geleng-geleng kepala melihat kegiatan anak-anak sarap itu.
Setengah jam kemudian...
"Udahan 'telolet'-nya?" tanya Emagiri.
"Iya sensei..." Mereka semua malah cengar-cengir di tempat duduk masing-masing.
Oh iya, tadi Teiron sempat membawa meja dari gudang sebagai pengganti meja Vience yang dihancurkannya.
"Bagus! Mari kita mulai pelajaran yang tak sempat kita mulai dari tadi!"
Setelah itu...
"Ada kejadian apa?" tanya Tino penasaran.
"Kacau banget! Tadi anak MKKB di kelas!" jelas Emagiri sedikit menggerutu.
"Yang mana?"
"Rambut pirang mata hijau..."
'Baru tau gue kalau Vience tuh MKKB...' batin Luthfi sweatdrop begitu menyadari siapa yang dimaksud Emagiri.
"Selain itu, ada juga yang bawa HP Ringtone-nya lagu 'Crazy Frog', eh tak taunya tuh anak HP-nya ketuker sama Mathias!"
'Bukannya lagu itu udah lama banget ya? Lagian, sepikun apa Mathias sampe HP-nya ketuker?' batin Luthfi sweatdrop kuadrat.
"Yang lebih parah lagi, ada bis parkir di lapangan dan anak-anak itu langsung minta 'telolet'!"
'Buset, apaan lagi tuh?' Luthfi hanya bisa triple sweatdrop.
Si robot langsung berdoa dengan tampang was-was agar tidak ada kejadian aneh yang akan menimpanya saat mengajar besok.
To Be Continue...
Wkwkwkwk, gara-gara keponakan sering minta setelin Teletubbies saat datang ke rumah, gue jadi kepikiran bikin bagian Vience nyanyi gaje itu... :V a
Selain itu, kasus 'telolet' juga terlalu greget untuk dibahas di sini... :V /
Review! :D
