Balas Review! :D

RosyMiranto18: Wkwkwk, kalau ada mah bakalan ngakak itu! :V a *dilempar kapak.* Okay, aku nggak tau harus balas apalagi, so Thanks for Review! :D

AriFuKi 28423: Yap, kalau nggak percaya cobalah tanya orangnya... ^^/

Vience: "Anggap aja keduanya yang hancur..." *mijit kening.*

Kemungkinan HP mereka memiliki persamaan merek... :V a *plak!*

Emagiri: "Setauku Ovaron itu Mephisto, bukan Strider..." -.-a

Yah, terima kasih telah me-Review! :D

Happy Reading! :D


Day Three


Hari ketiga dan terakhir pelajaran tambahan bagi para OSIS. Hmm, sebaiknya kita cek ruang guru dulu kali ya?

"Sumpah, pelajaran tambahan kali ini benar-benar kacau!" celetuk Giro sambil memainkan biolanya dengan tampang merenggut dan sedikit menggerutu. "Pertama Teiron-pyon pingsan karena belum makan, kedua Vience-pyon ketauan MKKB, sekarang apalagi kejadian aneh yang akan terjadi hari ini?"

"Entah..." balas Fiorel seadanya. "Lagipula, bisakah kau tidak menggesek biolamu sambil menggerutu? Bisa-bisa nanti bikin ngilu..."

Ngik! Ngik!

"Ngiiiluuuu..." Fiorel bergidik ngeri setelah mendengar gesekan kasar barusan.

Giro hanya bisa menghela nafas dan menyimpan kembali biolanya. "Aku berharap orang terakhir yang mengajar hari ini tidak akan mengalami kejadian aneh kali ini!"


Di ruang OSIS...

Perasaanku saja, atau kegiatan mereka kali ini normal banget?

Bayangin aja! Thundy dan Rendy main catur, Quartet Senior main monopoli, Trio Kacamata (Teiron, Maurice, dan Zeptrun) main tepuk nyamuk, Alpha main game di PSP, Daren main Spider Solitaire pake kartu remi di atas meja, Flamy dan Alexia baca buku (khusus Alexia, dia baca doujin Yuri ya? *plak!*), Saphire menyantap bekalnya, dan Musket dengerin lagu pake loudspeaker ruang OSIS (hah?!).

Pokoknya yang mereka lakukan 'serba normal' (harap tekankan ini)!


Sementara itu...

"Itu yang nyetel lagu siapa ya?" tanya si robot heran.

"Entahlah, tapi semoga beruntung!" Ovaron menepuk pundak si robot dan berjalan pergi.

Si robot hanya menghela nafas, kemudian membuka pintu untuk menyapa murid-muridnya. "Selamat pagi..."

Webek, webek...

"Kok aku dikacangin ya?" Si robot langsung sweatdrop melihat pemandangan tidak elit itu.

Musket yang melihat kedatangan sang guru langsung memasang seringai licik. Dia pun mengeluarkan HP-nya dan mulai mengutak-atik sesuatu, sampai akhirnya...

Bukalapak udah gila

Aje gila, aje gila, aje gila, aje gila

Harga gila, nego gila, sakit jiwa, sakit jiwa

Banyak orang jadi gila, jadi gila, jadi gila

Harbolnasnya Bukalapak bikin gila, bikin gila

Suit suit suit suit suit suit suit suit~

Saakiiiiiiiit jiwaaaaaaa! Saaakiiiiiiit jiwaaaaaaa!

BYUUUUUR! KRAAAK! SYUUUNG! PRAAANG! SREEEEEK! GUBRAK! BRAAAAK!

"Eh sakit jiwa, eh sakit jiwa!" latah si robot kaget.

Reaksi anggota OSIS lainnya?

Saphire melempar bekalnya keluar jendela, Alpha nyaris menjatuhkan PSP-nya, Flamy pingsan, Teiron langsung memukuli meja sampai patah, Icy yang sedang minum teh kotak langsung menyemburkan minumannya ke wajah Ikyo, Alexia langsung merobek buku (terduga doujin) yang dibacanya, Daren menerbangkan semua kartu reminya, Thundy merubuhkan meja tempat dia dan Rendy main catur, sementara sisanya hanya bisa shock (entah karena lagunya atau apa yang terjadi di depan mereka). Musket sendiri malah terkekeh ria.

"Ya ampun..." Si robot kembali sweatdrop melihat pemandangan nista itu.

Alexia yang udah emosi duluan langsung berdiri dan menggebrak meja dengan aura mengerikan di tubuhnya. "DEMI PAIRING ICE SKATER VICTUURI, SIAPA YANG TADI NYETEL LAGU SIALAN ITU?!"

Musket pun segera mematikan lagu barusan.

"Ehem!" Si robot berdehem ria dan semua orang langsung menengok ke arahnya. "Bisa kita lanjutkan?"

"Tentu saja sensei~ Silakan dayo!" balas Musket watados.

"Tapi sebelum kita kenalan, kalian bereskan kekacauan ini dulu!" perintah robot itu.


Setelah beberapa menit kemudian...

"Namaku Liquros Vélmenni Taivaallinen, ada pertanyaan?" ujar si robot sambil tersenyum.

Maurice mengangkat tangannya. "Sensei ini, robot khayangan ya? Seharusnya robot nggak berekspresi lho..."

Teman-temannya langsung ngakak di tempat, sementara Liquros hanya bisa sweatdrop.

"Apa itu 'robot khayangan'?" tanya Liquros.

"Makhluk yang terlihat seperti robot tapi sebenarnya bukan robot, sensei!" jelas Alpha watados.

Satu ruangan pun kembali ngakak mendengar penjelasan tadi.

"Oke, oke... Mari kita mulai pelajaran hari ini!" ujar Liquros.

Mereka semua segera menyiapkan buku masing-masing, tapi...

"Aura seram dari mana ini?" tanya Liquros agak merinding begitu merasakan aura hitam pekat entah dari mana asalnya.

Seisi ruangan langsung melirik ke arah...

"Siapapun yang nyetel lagu sialan tadi, dia harus bayar ganti rugi gara-gara bikin gue robekin buku Animorphs pinjaman Luthias-sensei..."

'Ebuset, Alexia ngamuk!' batin Exoray ketakutan.

Musket diam-diam keluar kelas demi menghindari bahaya, tapi Liquros melihat anak itu. "Kamu ngapain keluar?"

"Eh?"

Tiba-tiba anak pirang itu langsung menerjang Musket dan...

PLAK! DUAK! BRAK! GEDEBUK! SRIIIIIING! DUAAAAAR! TOWEWEWEW!

Kejadian selanjutnya sangatlah tidak lulus sensor!


Setelah pembantaian kemudian...

"Bisa jelaskan alasan kamu melakukannya?"

Musket yang udah sekarat dihajar Alexia hanya bisa pasrah diinjak dengan kejamnya.

Sementara yang lainnya, mereka hanya bisa masang tampang 'ngenes amat lu!' ketika anak itu sedang 'diintrogasi' Liquros.

"Ka-lau ti-dak di-gi-tu-in, en-tar sen-sei di-ka-cangin te-rus, da-yo..." jelas Musket terbata-bata saking sekaratnya.

Webek, webek...

"Ya benar juga sih, tapi nggak usah sampai segitunya juga..." balas Liquros sweatdrop.

"Ta-pi, ka-lau sen-sei di-ka-cangin te-rus, en-tar ba-per ka-yak si Ke-tos..."

Alexia yang mendengar itu langsung menginjak kepala Musket lebih keras.

"Aduh duh duh!"

"Udah udah, cukup!" lerai Liquros.

Anak pirang itu pun segera menjauhi korban injakannya.

Si robot pun membantu Musket berdiri. "Kamu perhatian sekali!"

"Soalnya kan, yang sensei alami nggak separah yang teman sensei alami dayo..." Musket nyengir watados.

Liquros hanya memasang senyum maklum. "Terima kasih!"


Setelah satu setengah jam kemudian...

"Jadi, kalian tinggal gunakan rumus yang ini, kemudian sesuaikan angkanya!"

Hakaba no nushi wa shi o motarasu subete no mono wa nushi no ibukuro ni, Houtei no nushi wa shinpan o motarasu subete no mono wa sabaki o ukeru, Meikai no nushi wa jigoku o motarasu subete no mono wa towa ni yurusarenai, Tenkai no nushi wa shokuzai o motarashi YUUTOPIA kedo michibiku darou~

"Wah, tak terasa pelajaran hari ini sudah selesai..." gumam Liquros yang melenggang pergi keluar kelas. "Oke, semoga bertemu lagi di lain waktu!"

Alhasil, semua orang langsung menghela nafas lega.

"Akhirnya bebas juga~" ujar Alexia sambil bersandar di kursinya.

"Yosh, nanti malem gue bakalan main game sampe pagi!" seru Alpha bersemangat.

"Gue mau karaokean ah!" timpal Icy.

"Gue mau marathon nonton bo-" Perkataan Ikyo langsung dipotong oleh tatapan tajam dari Teiron. "Bercanda! Orang mau nonton KonoSuba kok!"

Tapi tiba-tiba Liquros nongol lagi di ruangan itu. "Ah iya, hampir lupa! Nanti kalian ujian lho!"

Webek, webek...

"HUAPAAAAAAAAAAAAAAAAA?!"


To Be Continue...


Ahaha, tunggu saja ujiannya Chapter depan! ^^/

Review! :D