I WANT YOUR HEART, NOT YOUR BODY

.

YunJae

(Romance, Drama, Thriller)

Warning: BL, Shounen-ai, MaleXmale, Hvmv

Cerita ini mengandung unsur berdarah-darah aka Gore, tapi ga separah cerita pertama.

Buat yang ga suka Gore, lebih baik jangan baca!

Note: cerita ini sama sekali tidak menyajikan adegan gulat di ranjang

.

Dilarang meng-copy, meniru, atau memplagiat FF ini! Cukup saya aja yang sakit jiwa XD

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Lepaskan aku, Jung Yunho. Jangan sentuh aku" ucap laki-laki berwajah cantik dengan kilat mata marah penuh emosi pada laki-laki bermata seperti rubah yang sedang memegang tangannya.

"Tidak akan kulepas. Kau harus dengarkan penjelasanku dulu, Boo. Aku..."

Perkataan Yunho terhenti saat sebuah pukulan melayang tepat di wajahnya, dan darah mengalir dari sela bibirnya. Rasa syok terpancar dari wajahnya saat tahu dirinya mendapat pukulan dari Kim Jaejoong, laki-laki cantik yang selama ini berhubungan dekat dengannya.

"Sudah berakhir, Yun. Kita putus! Jangan dekati aku lagi!" Jaejoong menekan kata-katanya sedikit keras lalu pergi meninggalkan Yunho yang masih syok.

Sementara tidak jauh dari tempat Yunho yang sedang syok, terlihat seseorang menyeringai saat melihat pemandangan yang membuat hatinya senang.

"Akhirnya kalian berpisah juga... sekarang aku bisa memilikimu, Jung Yunho"

Go Ahra, orang yang sebelumnya bersembunyi dan melihat pertengkaran Yunho dan Jaejoong keluar dari tempat persembunyiannya lalu berjalan mendekati Yunho.

"Oppa, apa kau baik-baik saja?" tanya Ahra dengan wajah dibuat-buat cemas.

"Aku baik-baik saja, terima kasih kau sudah mengkhawatirkan aku" Yunho sedikit terkejut, tapi dia memilih tersenyum dengan sangat manis lalu pergi meninggalkan Ahra.

Ahra yang merasa mendapat kesempatan untuk mendekati Yunho, tersenyum-senyum sendiri, sehingga orang-orang yang berpapasan dengannya menatapnya dengan tatapan 'Apa dia sudah gila?'.

Dengan langkah pasti Ahra menuju suatu tempat untuk menemui seseorang yang sudah melancarkan jalannya untuk mendapatkan Yunho, dan dengan penuh percaya diri Ahra memasuki sebuah ruang kelas lalu mendekati seseorang yang sedang duduk di kursi deretan belakang dekat jendela. Orang itu adalah Kim Jaejoong, seseorang yang selama ini dia anggap sebagai saingan untuk mendapatkan Yunho.

"Mau apa lagi?" tanya Jaejoong dingin tanpa mengalihkan matanya menatap ke arah luar jendela kelasnya saat didatangi oleh Ahra.

"Aku senang kau menuruti semua perintahku, sekarang jauhi Yunho dan jangan pernah kau tampakan wajah burukmu di depan Yunho selamanya" geram Ahra.

"Terserah" ucap Jaejoong masa bodoh dan menjatuhkan kepalanya ke atas meja miliknya lalu memejamkan mata, dia memilih berpura-pura tidur daripada berdebat dengan Ahra yang hanya akan menghabiskan energinya sia-sia.

Ahra yang kesal karena tidak direspon, meninggalkan Jaejoong sambil menghentak-hentakan kaki. Sudah menjadi rahasia umum disekolah mereka jika Ahra menyukai Yunho dan sangat membenci Jaejoong, terlebih saat Yunho menjalin hubungan dengan Jaejoong. Harga dirinya seakan terinjak saat dikalahkan oleh seorang laki-laki yang memiliki wajah seperti perempuan, Ahra juga selalu berusaha menarik perhatian Yunho demi memuaskan obsesinya yang ingin menjadi kekasih Yunho walau akhirnya gagal karena Yunho tidak pernah tertarik padanya sama sekali.

Ahra yang kesal karena respon cuek Jaejoong, melangkahkan kakinya menuju toilet di ujung lorong yang mengarah ke taman sekolah, tempatnya biasa menghabiskan waktu melampiaskan kekesalannya dengan cara menyumpah serapahi Jaejoong, tetapi seketika wajahnya kembali ceria saat tanpa sengaja melihat Yunho sedang duduk sendirian di bawah pohon sakura dan berusaha mendekatinya.

"Oppa, sedang apa di sini?" sapa Ahra dengan senyum manis.

Yunho yang mendengar suara seseorang menyapanya, menolehkan kepalanya dan menyunggingkan senyum. "Aku hanya sedang menikmati angin"

"Apa kau sedang ada masalah, Oppa?" Ahra menunjukan wajah khawatir yang dibuat-buat.

Yunho hanya menghembuskan napas pelan. "Tidak ada"

"Apa ini karena Kim Jaejoong?"

Pertanyaan Ahra langsung membuat Yunho melebarkan mata sipitnya dan menatap Ahra. "Bagaimana..."

"Maafkan aku, Oppa. Tadi aku tidak sengaja melihat kalian bertengkar" ucap Ahra pelan. "Apa itu yang membuatmu gelisah?"

"Kami putus, Jaejoong memutuskan hubungan denganku dan memukulku sangat keras" ekspresi Yunho berubah sendu mengingat kejadian saat pukulan Jaejoong tepat mengenai wajahnya dan meninggalkan rasa sakit bukan hanya di wajahnya, tetapi juga di hatinya.

"Apa? Jaejoong memukulmu? Bagian mana yang sakit?" Ahra berpura-pura terkejut.

"Hatiku yang sakit. Jaejoong sama sekali tidak mendengarkan penjelasanku dan langsung mengatakan putus, rasanya lebih sakit daripada dipukuli preman hingga babak belur"

"Jadi oppa sudah putus dengan Jaejoong?"

Yunho menjawab pertanyaan Ahra dengan anggukan kepala yang langsung membuat Ahra bahagia, tetapi dia berusaha menutupinya.

"Oppa, boleh aku mengatakan sesuatu?" tanya Ahra sedikit takut.

"Katakan saja"

"Sebenarnya sudah lama aku menyukaimu, aku ingin menjadi kekasihmu" ucap Ahra tiba-tiba.

"Apa?" Yunho berusaha menyakinkan pendengarannya.

"Bukankah oppa sudah putus dengan Jaejoong? Jadi apa salahnya jika aku mencoba menjadi kekasihmu dan menggantikannya" Ahra sedikit ketus saat menyebut nama Jaejoong.

"Jaejoong memang bilang putus, tapi..."

Ucapan Yunho terpotong oleh Ahra yang mulai menunjukan rasa kesalnya. "Tapi apa, Oppa? Dia juga sudah memukulmu"

"Kau benar, dia bahkan tidak mendengarkan penjelasanku" gumam Yunho sedikit kecewa.

"Jadi, oppa mau kan jadi kekasihku? Aku tidak akan menyakitimu seperti yang Jaejoong lakukan" Ahra terus berusaha membujuk Yunho.

Yunho berpikir sebentar lalu menghembuskan napasnya berat. "Baiklah. Tapi dengan syarat tidak ada seorang pun yang tahu hubungan kita, aku tidak mau mereka mencap-ku sebagai player karena dengan mudahnya memacari orang lain sementara diriku baru saja putus"

Ahra menatap Yunho tidak percaya kemudian sebuah senyum terukir di bibirnya. Ahra merasa senang saat mendengar ucapan Yunho yang terasa seperti sebuah mimpi yang jadi kenyataan, dirinya menjadi kekasih Jung Yunho, laki-laki yang sudah lama dia incar walau ada sebuah syarat yang harus dia penuhi, tapi itu hanyalah masalah kecil menurutnya.

"Baiklah, selama oppa mau menjadi kekasihku syarat apapun akan kuturuti" ucap Ahra penuh semangat efek dari hatinya yang berbunga-bunga sehingga tidak memikirkan perkataannya yang akan menjadi bumerang.

"Termasuk memberikan hatimu padaku?" tanya Yunho singkat.

"Jangankan hati, tubuhku pun akan kuserahkan jika oppa menginginkannya" ucap Ahra mantap.

Yunho tersenyum mendengar ucapan Ahra, walau ada sedikit rasa sakit dihatinya. Di bawah pohon Sakura inilah pertama kali Yunho menyatakan perasaannya pada Jaejoong dan diterima, lalu mereka menjadi kekasih, tapi sekarang dia menerima pernyataan cinta dari orang lain di bawah pohon yang sama, bedanya saat Yunho menyatakan cinta pada Jaejoong di musim semi sehingga terkesan romantis karena kelopak Sakura yang berterbangan.

"Aku hanya menginginkan hatimu, bukan tubuhmu" ucap Yunho lembut membuat Ahra merona.

"Kau sudah mendapatkan hatiku oppa, bahkan sudah sejak lama. Tapi jika suatu saat kau menginginkan tubuhku, aku siap memberikannya padamu" ucap Ahra lalu memeluk tubuh Yunho.

Yunho sedikit terkejut dan panik saat tubuhnya dipeluk Ahra tiba-tiba. "Ahra, lepaskan. Nanti ada yang melihat kita"

"Biarkan oppa, biarkan mereka tahu jika Jung Yunho milik Go Ahra" Ahra bersikukuh di dada Yunho.

Yunho menatap Ahra lembut dan tersenyum manis. "Apa kau melupakan syarat yang kuajukan? Syarat agar hubungan kita tetap dirahasiakan"

Ahra yang terpesona pada senyum Yunho melepas pelukannya -walau sedikit tidak rela- dengan wajah memerah dan hatinya berbunga-bunga karena akhirnya menjadi kekasih seorang Jung Yunho. "Aku ingat, oppa"

"Ayo kita pergi" ajak Yunho lalu menggenggam tangan Ahra lembut, namun saat Yunho melihat seseorang yang berpapasan dengan mereka, dan orang itu tidak lain adalah Jaejoong.

Jaejoong melihat kedua saling berpegangan tangan, tetapi dengan santainya dia berjalan ke arah Yunho dan memasang tatapan datar.

"Kau memang brengsek, Yunho" umpat Jaejoong saat melewati Yunho dengan sebuah senyum dan tatapan berubah menjadi tajam menusuk.

Yunho yang mendengar umpatan Jaejoong sedikit terkejut, tidak biasanya Jaejoong mengeluarkan kata-kata kasar seperti itu. Jika Jaejoong sampai melakukan hal tersebut, itu artinya Jaejoong benar-benar marah. Sedangkan Ahra yang juga mendengar umpatan Jaejoong merasa senang, itu artinya mereka benar-benar putus dan dirinya sudah berhasil membuat Jaejoong kesal.

Tapi kesenangan Ahra tidak belangsung lama, karena saat mereka kembali berpapasan dengan seseorang, Yunho langsung melepaskan genggamannya. Poor Ahra.

Sudah seminggu berlalu, berita tentang putusnya hubungan YunJae sudah tersebar luas dan mendapatkan berbagai reaksi, banyak yang menyayangkan karena YunJae adalah couple fenomal, tapi tidak sedikit juga yang bersyukur. Yunho merupakan laki-laki populer yang memiliki banyak penggemar. Selain memiliki kesempurnaan fisik, Yunho juga berasal dari keluarga yang memiliki pengaruh di Korea Selatan, sehingga saat hubungan keduanya putus banyak yang merasa senang, terlebih para perempuan yang memuja Yunho, yang artinya mereka mendapatkan kesempatan untuk bisa mendekati Yunho.

Dan sudah seminggu pula hubungan Yunho-Ahra terjalin secara sembunyi-sembunyi, membuat Ahra seperti melayang-layang di udara. Sedangkan Jaejoong terus menghindari Yunho setiap mereka berpapasan bahkan tidak jarang Jaejoong menunjukan tatapan benci pada Yunho, itu membuat Ahra semakin bahagia. Efeknya Ahra tidak perduli dengan Jaejoong, berbeda sekali dengan sebelumnya yang selalu mencoba mencelakai Jaejoong. Mulai dari menyiramnya dengan air bekas mengepel lantai, menjegal kakinya saat berjalan, menjatuhkan vas bunga dari lantai dua ke kepala Jaejoong, hingga mendorongnya dari tangga. Ahra juga pernah menyuruh beberapa preman memukuli Jaejoong hingga babak belur. Bukan hanya itu, Ahra juga sering mengancam Jaejoong untuk menjauhi Yunho dengan cara mengirimkan berbagai ancaman. Mulai dari surat ancaman hingga sebuah kotak yang di dalamnya terdapat kelinci mati yang berlumuran darah. Ahra melakukan itu semua untuk menjatuhkan mental Jaejoong.

(***)

Ahra tidak pernah membayangkan sebelumnya, Yunho memintanya bertemu di gudang sekolah setelah pulang untuk membicarakan suatu hal yang penting. Ahra sempat berfikir jika Yunho akan mengajaknya berkencan, karena selama ini mereka belum pernah berkencan secara terbuka seperti pasangan kekasih lainnya. Ahra juga berharap jika Yunho segera mempublikasikan hubungan mereka agar semua orang tahu jika Yunho adalah miliknya, dan bermaksud menyombongkannya di depan Jaejoong yang merupakan mantan kekasih Yunho.

Tepat setelah bel tanda pelajaran usai berdering, Ahra langsung meninggalkan kelasnya dan melangkahkan kakinya ke arah gudang belakang untuk bertemu dengan Yunho, itu pun tanpa sepengetahuan siapapun, sesuai syarat yang diajukan Yunho tanpa curiga sedikitpun. Gudang belakang yang posisinya terpencil dan jauh dari aktivitas membuatnya sedikit menyeramkan, hanya berisi barang-barang yang sudah tidak digunakan dan penuh debu.

"Yunho oppa, apa kau di dalam?" ucap Ahra saat membuka pintu gudang yang biasanya terkunci.

Ahra melihat gudang dalam keadaan gelap, bahkan seperti tidak ada kehidupan di dalamnya. Saat Ahra mulai melangkah masuk kedalam, tiba-tiba seseorang memeluknya dari belakang.

"Kau sudah datang, kenapa lama sekali?" suara lembut khas laki-laki terdengar di telinga Ahra membuatnya terkejut.

Hampir saja Ahra berteriak saat merasakan seseorang memeluknya tiba-tiba, namun hal tersebut urung dilakukan saat matanya melihat laki-laki yang sedang memeluknya.

"Yun-yunho oppa, ka-kau mengagetkanku" Ahra sedikit terbata saat melihat laki-laki yang memeluknya ternyata adalah Yunho.

Tiba-tiba Yunho melepaskan pelukannya dan berjalan menjauhi Ahra, sedetik kemudian ruangan tersebut terang walau dengan pencahayaan seadanya. Ahra dapat melihat Yunho sedang berdiri di pintu menatapnya dengan senyum menawan.

Ahra sedikit bingung dengan sikap Yunho yang sedikit aneh menurutnya. "Oppa? Ada apa?"

"Aku hanya memastikan tidak ada orang di luar, aku tidak ingin ada orang yang mengganggu kita" ucap Yunho masih dengan senyum terpasang di bibirnya.

Yunho menatap Ahra dan melipat tangan di dadanya. "Bukankah kau pernah bilang akan memberikan hatimu padaku?"

Ahra terus menatap Yunho seakan terhipnotis. "Iya, oppa"

Yunho berjalan mendekati Ahra. "Juga tubuhmu?"

"Iya"

"Bagaimana jika itu semua kuminta sekarang? Jiwa dan ragamu, padaku" ucap Yunho seduktif di telinga Ahra.

Ahra merasakan sensasi aneh saat napas Yunho nengembus telinga dan lehernya, hampir saja dia mendesah, tapi ditahannya kuat-kuat. "Aku akan memberikannya jika oppa menginginkannya"

Yunho menjauhkan tubuhnya dan memasang senyuman yang membuat tubuh Ahra terasa meleleh. "Baiklah"

Yunho menjulurkan tangan kanannya lalu menarik tengkuk Ara dan mencium bibirnya lembut, sementara tangan kirinya memeluk pinggang Ahra. Tanpa melepaskan ciumannya, Yunho mendorong tubuh Ahra ke dinding, Ahra sendiri hanya melebarkan matanya akibat terlalu shock dengan ciuman Yunho yang tiba-tiba.

Ahra merasa bagaikan berada dalam mimpi, dan berharap dirinya tidak bangun karena semua ini hal yang selalu dia mimpikan. Menjadi kekasih Yunho dan merasakan bibir Yunho yang selama ini hanya bisa dia rasakan dalam mimpi, semua itu benar-benar terwujud saat ini.

Ahra yang terlalu senang, tanpa sengaja menarik baju Yunho dan membuat kancingnya terbuka sehingga memperlihatkan dada bidang Yunho yang sempurna. Mata Ahra membesar saat melihat ada sebuah tanda merah keunguan di dada kiri Yunho, Ahra tahu sekali jika itu sebuah 'tanda cinta' dan sepertinya masih baru.

Ahra sedikit kesal sambil menunjuk 'tanda cinta' di dada Yunho. "Oppa, ini... siapa yang membuatnya?"

Kesal? Tentu saja, seharusnya dia yang membuat tanda itu di sana, bukan orang lain.

"Jaejoong" ucap Yunho singkat.

Ahra geram saat mendengar nama Jaejoong disebut oleh Yunho. "Kim Jaejoong? Bukankah kalian sudah putus?"

"Dia datang padaku dan memohon padaku untuk kembali padanya" Yunho hanya menjawab dengan ekspresi datar.

"Lalu kau menerimanya kembali?" terdengar nada kesal pada pertanyaan Ahra.

"Tidak, tapi dia memaksa dan menggodaku, dia menyodorkan tubuhnya padaku. Dia juga meninggalkan tanda ini" ucap Yunho singkat membuat Ahra melebarkan matanya.

"Bitch! Dia benar-benar slut! Dasar pelacur!" umpat Ahra geram, dia terus mengumpati Jaejoong dengan bahasa kasar.

Yunho hanya tersenyum mendengar umpatan Ahra. "Lupakan dia, dan sekarang waktunya kita bersenang-senang. Jadi maukah kau memberikan hatimu padaku?"

Pertanyaan Yunho sukses membuat Ahra berhenti mengumpati Jaejoong langsung tersipu malu dan menjawab pertanyaan Yunho dengan wajah memerah. "Iya, oppa. Aku mau memberikan hatiku untukmu"

"Terima kasih, kau memang yang terbaik" Yunho lalu kembali mencium bibir Ahra hingga membuat Ahra hampir pingsan karena bahagia.

Ahra yang melayang akibat ciuman Yunho, tiba-tiba merasakan sebuah benda runcing menyentuh dada kirinya. Bersamaan dengan ciuman Yunho yang membuatnya meleleh, Ahra merasakan perih di dada kirinya, dan rasa perih kemudian berubah menjadi rasa sakit. Yunho menghentikan ciumannya dan menjauhkan tubuhnya sambil tersenyum, sebuah pemandangan mengerikan tersaji di depan matanya. Ahra melihat sebuah pisau menancap tepat di dada kirinya, lalu senyuman Yunho berubah menjadi seringai yang sangat mengerikan.

Belum sempat Ahra menyadari apa yang sedang terjadi pada dirinya, Yunho sudah lebih dahulu menekan pisau sedikit lebih dalam hingga menusuk paru-paru Ahra, sedangkan tangan kirinya membekap mulut Ahra yang penuh dengan darah dan berbisik di telinganya dengan parau. "I want your heart not your body, Go Ahra. Jadi berikan jantung dan juga jiwamu padaku"

Ahra yang merasakan sakit luar biasa di dada kirinya berusaha meronta namun gagal, tubuhnya berada di posisi kurang beruntung. Posisi Yunho yang menghimpitnya ke dinding dan juga tenaga Yunho yang lebih besar dari membuatnya tidak bisa melepaskan diri.

Yunho meneruskan tusukannya menjadi merobek kulit Ahra hingga sebuah luka lebar tepat berada di bawah tulang rusuk Ahra dan cairan pekat berwarna merah mengalir keluar dari luka yang dibuat Yunho dan membasahi bajunya. Ahra sendiri hanya bisa menangis saat merasakan sakit luar biasa di dadanya dan tidak pernah menyangka jika laki-laki yang selama ini dia sukai begitu tega menyakitinya sesadis ini.

Merasa cukup membuat luka di tubuh Ahra, Yunho mencabut dan menusukan pisau lipat miliknya yang berukuran tidak terlalu besar namun sangat tajam ke sebuah kayu yang berada tepat di sebelah tubuh Ahra lalu dengan kasar Yunho memasukan tangannya ke dalam luka di dada Ahra hingga membuat kedua bola mata Ahra membelak seakan ingin melompat keluar akibat rasa sakit luar biasa yang dia rasakan, dan dengan mudahnya Yunho menarik keluar organ penting di tubuh Ahra, jantung. Saat jantungnya tercabut paksa, nyawa Ahra lepas dari raganya dengan pendangan mata kosong dan wajahnya dipenuhi ekspresi kesakitan dan kemudian tubuhnya langsung terjatuh ke lantai dengan posisi terkelungkup dan cairan pekat berbau anyir menggenangi tubuhnya yang hanya tinggal raga tanpa nyawa.

"Bear, yang kau cabut itu jantung bukan hati. Apa kau bodoh sampai tidak bisa membedakannya? Atau jangan-jangan kau sering tidur saat pelajaran Biologi dan menjadi bodoh"

Sebuah suara terdengar dari arah belakang Yunho, tepat dari arah pintu.

Yunho yang mengetahui siapa pemilik suara tersebut tersenyum lalu membalikan tubuhnya dan melihat seseorang yang selama seminggu ini berusaha menjauh darinya, 'mantan kekasihnya' Kim Jaejoong.

"Boo... bukankah dalam bahasa Inggris, orang-orang sering menyebut Jantung itu HEART dan Hati juga berarti sama, bukan? Jadi aku tidak salah, dia saja yang salah mengartikannya. Aku memang sering tertidur saat pelajaran Biologi, tapi kau juga sering tertidur lebih dulu saat kita mempraktekan pelajaran Biologi bab reproduksi dan perkembangbiakan" ucap Yunho dengan seringai mesum, Jaejoong sendiri hanya menatapnya datar.

Merasa Jaejoong tidak dalam mood bagus, Yunho menjulurkan tangannya yang terdapat jantung Ahra yang masih berdenyut dan berlumuran cairan berbau anyir berwarna merah lekat. "Kau mau bermain dengannya juga?"

Jaejoong mendekati Yunho dan hanya menatap jantung di tangan Yunho lalu meraih pisau yang Yunho gunakan untuk merobek dada Ahra kemudian menendang kasar tubuh yang sudah tidak bernyawa itu hingga menjadi terlentang lalu berlutut dan menatapnya tajam dengan sebuah seringai terpasang di sudut bibirnya.

Tanpa ragu, Jaejoong menggoreskan pisau milik Yunho ke wajah Ahra yang menatapnya dengan mata terbelak lebar dan sebuah ekpresi terkejut namun kosong.

"Bibir ini sudah merasakan sesuatu yang seharusnya menjadi milikku, dan aku tidak suka berbagi dengan orang lain" ucap Jaejoong saat menggores pisau lipat Yunho di bibir Ahra hingga membuatnya terbelah hingga ke telinga.

Lalu dengan santainya Jaejoong menusuk kedua mata Ahra lalu memutar pisaunya dan membuat cairan merah mengalir dan meningalkan sebuah lubang kosong, dia juga menyayat hidung Ahra hingga bagian tulangnya terlihat mencuat. Yunho sendiri hanya menatap Jaejoong yang sedang menghias wajah Ahra dengan senyum di bibirnya dan terus menggenggam jantung Ahra di tangannya.

Tidak lama Jaejoong merasa bosan dengan tubuh mati Ahra lalu mendekati Yunho dan kemudian menusuk jantung Ahra.

"Benar-benar busuk" ucap Jaejoong saat menatap jantung Ahra yang dia tusuk pisau lalu disodorkan kembali pada Yunho.

Yunho mengambil jantung Ahra yang disodorkan padanya lalu mencabut pisau miliknya dan memasukan kembali ke dalam dada Ahra. Yunho membersihkan pisau dan tangannya yang berlumuran darah dengan baju Ahra, lalu melipat dan memasukannya ke saku celana, kemudian memasang senyum manis yang dibalas tatapan dingin oleh Jaejoong.

"Aku tidak suka jika miliku disentuh oleh orang lain" Jaejoong mengusap bibir Yunho lalu menciumnya lembut. "Kau adalah milikku, dan aku tidak mengijinkan siapapun menyentuhmu seenaknya"

Yunho yang mendapat ciuman dari Jaejoong hanya menyunggingkan senyum yang lebih tepat disebut seringai.

"Singkirkan mayat ini, aku muak melihat wajahnya. Bahkan sudah jadi mayat pun tidak ada bedanya" ucap Jaejoong dingin, lalu beranjak menuju pintu.

Yunho terkekeh. "Kau tahu? Dia cemburu saat melihat tanda yang kau buat kemarin. Dia marah dan kesal, kekekekeke"

Jaejoong menghentikan langkahnya tepat di pintu, lalu menoleh ke arah Yunho dan menatapnya datar. "Hanya satu tanda saja dia cemburu? Memangnya dia itu siapa? Jika dia lihat semua tanda yang kau buat di tubuhku, aku yakin pasti dia akan mencabut jantungnya sendiri. Lagipula aku kan hanya menandai milikku"

Seketika Yunho tampak tersenyum senang. "Ahhh... aku ingin sekali melihatnya mencabut jantungnya sendiri, tapi sayang jantungnya sudah kucabut lebih dulu"

"Bear... seperti yang kujanjikan sebelumnya, hadiahmu kusimpan di kamarmu. Cepat bereskan mayat itu sebelum aku berubah pikiran dan membatalkan niat memberimu hadiah" ucap Jaejoong sedikit mengancam dengan seringai terpasang di sudut bibirnya.

"Berikan aku yang polos, aku suka yang polos" pinta Yunho semangat mendengar hadiah dari Jaejoong.

"Terserah" ucap Jaejoong lalu pergi dengan seringai di wajah dan meninggalkan Yunho yang sedang tersenyum mesum.

(***)

Keesokan harinya Ahra dinyatakan hilang bagai ditelan bumi, siapa pun tidak melihat Ahra setelah pulang sekolah, bahkan dirinya dikabarkan tidak pulang ke rumah. Sedangkan Yunho dan Jaejoong sendiri terlihat mesra kembali, setiap orang yang melihat kemesraan mereka, akan berpikir jika mereka kembali berpacaran tanpa pernah tahu jika Ahra sempat berada di antara keduanya.

Keduanya bahkan terlihat sedang duduk berdua di bawah pohon Sakura -tempat dimana Yunho dulu pernah menyatakan cinta pada Jaejoong-, mereka terlihat sangat mesra karena Jaejoong duduk di pangkuan Yunho yang memeluknya dari belakang dengan erat, membuat perempuan-perempuan yang menyukai Yunho merasa kecewa karena tidak ada lagi kesempatan untuk menjadi kekasih Yunho.

"Boo, kau masih marah padaku?" tanya Yunho dengan nada dibuat seimut mungkin yang malah mendapat reaksi jijik dari Jaejoong.

"Aku masih kesal padamu Yun, kau mematahkan jepitan rambut Hello Kitty hadiah ulangtahunku dan malah bertingkah tidak berdosa" ucap Jaejoong kesal dengan bibir dipoutkan sehingga membuat Yunho menahan diri untuk tidak menerkamnya saat itu juga.

"Kau juga membuat buttku sakit, Jung bear bodoh" lanjutnya kesal dengan tatapan tajam. "Kau membuatku hampir tidak bisa berjalan dengan benar, bahkan untuk ke toilet saja aku kesulitan"

Yunho hanya tersenyum sangat manis. "Tapi itu kan hadiahku"

Seketika senyum manis terpasang di bibir Jaejoong. "Iya, aku tahu. Itu hadiah karena kau berhasil menyingkirkan tikus yang menyebalkan sepertinya"

"Itu balasan karena sudah membuat Boojae tercintaku terluka" Yunho mengusap pelipis Jaejoong yang terdapat bekas luka.

Jaejoong menyandarkan punggungnya ke dada Yunho dan memejamkan mata menikmatai usapan lembut di pelipisnya. "Kau masih dendam padanya, Bear?"

"Tentu saja, aku tidak akan pernah melupakan perbuatannya yang sudah membuatmu terluka. Siapapun yang melukaimu akan mendapatkan balasan, dan nyawa adalah bayarannya" ucap Yunho pelan dan sedikit menekan.

Jaejoong hanya tersenyum mendengar ucapan Yunho yang mau melakukan apa saja untuknya, Jaejoong sangat mengetahui dengan pasti jika Yunho sangat mencintainya. Buktinya Yunho dengan senang hati menghabisi nyawa Ahra yang sudah membuatnya terluka dengan mendorongnya jatuh dari tangga hingga membuatnya mengalami gegar otak ringan.

Jaejoong masih ingat dengan jelas saat Ahra tiba-tiba menghadang jalannya dan mengancamnya untuk menjauhi Yunho yang berstatus sebagai kekasihnya, namun Jaejoong mengabaikan ancaman Ahra seperti biasanya. Jaejoong yang saat itu hendak menuruni tangga merasakan tubuhnya didorong dari belakang dan akhirnya jatuh terguling hingga lantai bawah dengan kepala membentur sudut tangga dan Jaejoong tidak sadarkan diri setelahnya. Saat Jaejong dibawa ke rumah sakit, dokter mengatakan jika Jaejoong mengalami gegar otak ringan akibat benturan, dan hal tersebut membuat Yunho geram.

Yunho yang tahu jika Ahra menyukainya dan sudah melukai kekasihnya dengan berbagai cara bermaksud memberikan pelajaran padanya, dan ternyata berhasil. Yunho berhasil menyingkirkan Ahra selamanya dan membuat kekasihnya senang.

"Lalu kau buang kemana bangkai tikus yang mengganggu itu?"

"Ra-ha-si-a" ucap Yunho lalu mencium pipi Jaejoong, membuat laki-laki cantik itu menatapnya kesal.

Semua yang melihat kemesraan Yunho dan Jaejoong, merasa iri tanpa mereka ketahui siapa mereka sebenarnya, bahkan mereka tidak pernah mengetahui apa yang terjadi dengan Ahra dan mayatnya. Hanya Yunho dan Tuhan yang tahu, dan juga akting sempurna mereka yang setingkat dengan aktor profesional. Dan tentang putusnya hubungan mereka, itu merupakan rencana untuk menyingkirkan Go Ahra. Mana mungkin mereka putus semudah itu, karena mereka sudah terikat satu sama lain.

.

.

.

.

.

- KELAS -