Title : My Pretty Boy

Author : DandelionLeon

Main cast : Xi Luhan , Oh Sehun(as Oh Sehyun)

Other cast : Sungjae(BTOB), Park Chanyeol , Byun Baekhyun, Kim Jongin(Kai), Kris , Kim Jongdae(Chen), Kim Joonmyeon(Suho) , and other cast akan bertambah seiring berjalannya cerita.

Cameo : Jang Wooyoung(2PM) , Kim Taeyeon(SNSD), Choi Minho(Shinee),Lee Taemin (Shinee), Jo twins (Boyfriend) , cameo disini bisa berarti ada sedikit dialog atau numpang lewat nama, hehe *digaplok*. And tiap cerita cameonya bakal nukar-nukar *no protes*

Rate : T

Genre : Romance, Humor garing krenyess , Friendship, School Life, GS(gender switch)

Disclaimer : Terinspirasi dari serial drama Korea judulnya 'Ma Boy' tapi isi cerita beda! Hanya sedikit yang author angkat. Seluruh cast disini milik orang tua masing-masing saya hanya pemilik ide ceritanya aja.

Summary : Karena permainan konyol yang dibuat Chanyeol, Sehun si 'sok manly' harus rela berubah menjadi perempuan untuk menyamar karena kekalahannya. Sehun harus berbagi kamar dengan seorang yeoja banyak tanya bernama Xi Luhan. Bagaimana kisahnya? Apakah mereka akan jatuh cinta satu sama lain? Dan semoga saja penyamaran Sehun sebagai Sehyun tak akan ketahuan.

Warning : Typo nyebar, bahasa belepotan , GS, DLDR! , all uke is yeoja. No bashing and no flame! Yang berani copy cerita songong ini bakal dicium sama om Sooman! ;p

Gak suka? Jangan baca!

And selamat baca ^^/

"Annyeonghasseyo, Oh Sehu_Oh Sehyun imnida, bangapseumnida."

Ucap Sehun dengan suara dilembut-lembutkan seperti perempuan. Untung saja suaranya tidak sebesar suara Chanyeol atau Kris. Bayangkan saja jika suara besar dan dalam seperti itu memakai rok seperti yang Sehun kenakan, bisa-bisa rakyat di kelas itu kabur semua.

"Woaaahhh! Dia orang Korea!"

"Cantiknya! Sehyun-ssi, aku akan menjadi fans mu!"

"Aku benar-benar menyukaimu!" Begitulah teriakan namja-namja disana-minus Sungjae yang saat ini tengah memijit batang hidungnya dengan ekspresi lebay -_-.

Sehun hanya tersenyum canggung.

"Baiklah Sehyun-ssi, kau duduk disebelah Xi Luhan. Xi Luhan angkat tanganmu."

Luhan mengangkat tangannya dengan malas. Wajahnya ia tundukkan dengan lesu.

Sehun berjalan menuju bangku di samping Luhan. Jujur saja ia merutuk dalam hati.

'Kenapa harus yeoja ini? Padahal yang lebih cantik kan banyak!' Protes Sehun dalam hati.

"Baiklah, aku tinggal dulu. Kami akan mengadakan rapat untuk acara persahabatan antar sekolah yang akan di adakan dua minggu lagi. Jangan berisik, arra?"

"Ne!" Seperginya Taeyeon kelas menjadi ramai kembali. Entah itu karena suara berisik yeoja-yeoja yang menatap Sungjae atau namja-namja yang sibuk mengagumi Sehyun. Luhan yang tadinya terdiam kini wajahnya kembali berbinar.

"Annyeong, aku Xi Luhan." Luhan menjulurkan tangannya ke arah Sehun.

"Aku Byun Baekhyun." Ucap Baekhyun yang ikut-ikutan menjulurkan tangannya.

"Aku Do Kyungsoo." Ucap seorang yeoja bermata bulat yang duduk disebelah Baekhyun.

"Emm, tanpa aku jelaskan kalian sudah tau bukan aku siapa?" Tanya Sehun dengan wajah datarnya. Baekhyun dan Kyungsoo menggaruk tengkuk mereka sendiri sambil tersenyum malu. Luhan hanya menatap kesal Sehyun-Sehun-disebelahnya.

"Sombong sekali." Lirih Luhan kesal, ia memasukkan tangannya ke saku rok pendek miliknya.

"Annyeong! Aku Sungjae, kau pasti tau aku siapa kan?" Dengan tiba-tiba Sungjae menghampiri meja Sehun.

'Mana ku tau kau siapa.' Batin Sehun kesal. Sehun hanya menggelengkan kepalanya.

"Ah~ kau dari Kanada, pantas saja tak tau aku. Aku adalah artis muda yang tampan. Kau tau drama 'what happen' yang sedang popular itu kan? Aku adalah pemeran utamanya."

Untuk kesekian kali Sehun menggeleng dengan kaku.

'Memangnya aku peduli? Aku bahkan malas menonton drama membosankan seperti itu.' Batin Sehun berapi-api.

Luhan disebelahnya hanya menatap Sungjae melongo. Ia jadi ingin muntah sendiri. Ternyata idolanya bisa senarsis ini?

'Aigoo~ apa benar dia si cool yang ku idolakan selama ini?' Batin Luhan bertanya.

"Kau cantik, aku menyukaimu. Maukah kau menjadi yeojachingu ku?"

"MWO?" Siswa-siswi di kelas itu berteriak heboh. Termasuk Sehun yang sudah menggeram sedari tadi.

Sehun hanya tersenyum memaksa dan berlari menuju asrama tepatnya kamar barunya. Sumpah! Ia ingin memukul wajah namja itu tadi. Ini sama saja seperti pelecehan baginya. Entah dari segi apa ia mengatakan hal itu sebuah 'pelecehan' -_-

Sungjae menatap kepergian Sehun dengan mata mengerjap berkali-kali.

"Ah~ mungkin dia malu? Aigoo~ aku memang to the point sekali." Sungjae berjalan menuju bangkunya dengan senyum-senyum aneh. Teman-temannya hanya menatapnya kasian. Ya, kasian karena kebodohan atau ke-norak-an-nya. -_-

^^MyPrettyBoy^^

Suasana sore menjelang malam begitu tenang di SA High School. Semua siswa memasuki kamar asrama masing-masing. Sehun dengan langkah gontai memasuki kamar barunya. Benar-benar menguras emosinya hari ini. Mati-matian ia berusaha menulikan telinganya saat Sungjae yang duduk tepat di sampingnya mengoceh tanpa henti. Belum lagi yeoja bernama Xi Luhan yang terus-terusan menanyakan hal-hal aneh padanya.

CKLEKKK … Pintu ruangan itu terbuka. Sehun berjalan menuju ranjangnya yang bersebelahan dengan ranjang seseorang tak jauh dari saja Sehun membuka pakaiannya jika saja suara pintu terbuka itu tak menyadarkannya.

"Hoahhmm….Dasar guru Kim menyebalkan! Aku_eh? Oh Sehyun? Ternyata kita sekamar? Woa! Senangnya~" Yeoja yang baru saja masuk itu tersenyum girang saat melihat seseorang dihadapannya. Berbanding terbalik dengan Sehyun yang menatapnya kesal.

'Ck! Kenapa harus yeoja berisik ini sih? Aisshh!' Sehun memasuki kamar mandi dengan terburu-buru. Tak lupa ia membawa handuk dan segala 'perlengkapannya'.

Luhan menatap Sehun dengan pandangan sebal.

"Ish! Dasar pelit bicara!" Teriak Luhan dengan sebal. Yeoja mungil itu membanting tasnya ke atas ranjangnya.

"Mataku mengantuk, hoahhmmm…." Luhan menutup matanya hendak menuju alam mimpi. Dua puluh lima menit telah berlalu dan Sehun baru keluar dari kamar mandi. Maklum, ia harus dengan repot mengeringkan rambutnya dulu baru memakai wig dan juga sumpalan dada yang membutuhkan waktu lama.

CKLEEKKK…. Sehun sudah lengkap dengan baju kaus biasa dan juga celana panjang. Ia melihat Luhan yang tertidur dengan masih memakai seragam SA High School. Ia mendecakkan lidahnya.

'Ck! Dia ini yeoja apa? Bahkan bisa-bisanya ia tertidur dengan seragam yang pastinya jorok itu.' Sehun berbaring di tempat tidurnya dan meraih ponsel yang ia letakkan di balik bantal. Takut-takut jika Luhan mencari tau tentangnya makanya ia menyembunyikan benda itu disana.

Ia melihat beberapa pesan masuk lalu membacanya dengan wajah kesal.

Happy virus pabo

'Sehyun-a, bagaimana hari pertamamu di SA high school? Oppa merindukanmu kkk~ .'

"Sialan kau Chanyeol! Aku pasti akan membuatmu menjadi pembantuku nanti" Sehun menyeringai setan.

Kkamjong sialan

'Sehyunnie, apa teman sekamarmu cantik? Bogochippo :*' Sehun hanya memutar bola matanya kesal mendapat pesan dari Kai .

Kris naga

'Sehunnie, aku hanya berkata berhati-hatilah, dan semoga kau tak bertahan sampai 3 bulan. Aku tak mau mencuri gitar Slash ayahku hanya untukmu! '

"Ini lagi! Akan kupastikan gitar itu menjadi milikku! Rasakan nanti."

Suho hyung

'Hey nak, jika ada gadis kaya disana tolong kenalkan padaku, arrachi? '

"Nak? Memangnya aku anaknya apa?" Gumam Sehun kesal.

Chen kim

Hanya memastikan kau tidur nyenyak atau tidak. Kau tau? Krystal terus bertanya dimana kau dan aku hanya menjawabnya dengan 'Sehun harus ke luar negeri untuk beberapa bulan karena kakeknya sakit parah' . Ia langsung menangis seperti orang gila! Hahahaha…

Sepertinya hanya pesan dari Chen yang paling normal diantara teman-temannya. Sehun hendak menutup matanya namun tiba-tiba pandangannya tertuju pada Luhan di depan matanya. Dengan santainya Luhan membuka pakaiannya. Mata Sehun melotot sempurna.

"Hey! Ganti di kamar mandi!" Pekik Sehun dengan suara dibuat-buat seperti yeoja berteriak.

"Memangnya kenapa? Kita ini sama-sama yeoja. Wae? Kau mempunyai kelainan menyukai sesama jenis?" Luhan masih tetap membuka kancing bajunya dan kini terlepas sempurna. Sehun menatapnya tak berkedip.

GLEKKK… Terdengar suara Sehun menelan ludahnya kasar. Pemandangan dihadapannya membuatnya sesak nafas. Bayangkan, Luhan hanya mengenakan bra berwarna pink dan rok pendek yang belum terlepas. Walau Sehun kurang suka dengan Luhan, tetapi bagaimana pun dia itu tetap laki-laki yang akan tergoda melihat pemandangan didepannya.

'Aiisshh! Sialan! Yeoja ini bodoh atau bagaimana? Tahan Sehun…tahan… Ini masih hari pertama dan kau tak boleh ketahuan.' Ucap Sehun dalam hati.

Saat Luhan hendak membuka rok yang ia kenakan dengan cepat Sehun berbalik memunggunginya dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.

"Kau ini kenapa? Dasar aneh! Jika tak suka sekamar denganku kau boleh bilang!" Dengan kesal Luhan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.

Sementara itu Sehun yang ada didalam selimut tubuhnya bergetar hebat dan wajahnya memanas.

'Jika bisa aku tak sekamar denganmu sudah ku lakukan, bodoh!' Pekiknya dalam hati.

^^MyPrettyBoy^^

Pagi yang indah dengan cuaca yang cerah. Sehun keluar dari kamar mandi lengkap dengan pakaian seragamnya dan tak lupa wig panjangnya. Ia mengambil tas sekolahnya dan memasukkan buku-buku ke dalam tas. Mulutnya tak berhenti berkomat-kamit layaknya membaca mantra.

"Sehyun-a, kita ke kelas bersama ya?"

'Aish! Pengganggu ini!' Batin Sehun kesal. Luhan berjalan mendekati Sehun dan menggenggam tangannya. Dengan kasar Sehun menghempaskan tangan mungil itu membuat si pemilik tangan mengerutkan dahinya bingung.

"Aku sendiri saja." Ucap Sehun dengan pelan, sangat pelan. Ia berjalan meninggalkan Luhan yang terdiam dengan wajah seperti orang bodoh.

"Dia kenapa? Dasar sombong!" Luhan berjalan keluar kamar dengan wajah kesal. Ingin rasanya ia menendang bokong Sehyun saat itu juga.

Bel tanda masuk telah berbunyi. Para siswa-siswi berjalan menuju kelas masing-masing dengan wajah kesal. Malas untuk belajar tepatnya.

"Luhannie, kau tau hari ini ada tes menyanyi dan juga dance?" Baekhyun menatap Luhan yang duduk dibelakangnya.

"Ne, aku tau!" Luhan menidurkan kepalanya dan menatap ke arah Sungjae yang tengah menggoda si Sehyun.

"Aish! Kau kenapa? Karena anak baru itu ya? Bagaimana sekamar dengannya?" Tanya Kyungsoo yang ikut-ikutan menghadap ke arah Luhan.

"Dia benar-benar menyebalkan dan juga sombong! Dan satu lagi, hanya karena aku membuka pakaianku di depannya ia jadi marah denganku. Padahal kita sama-sama yeoja kan? Aku menebak, mungkin saja ia memiliki kelainan seksual!" Ucap Luhan dengan ekspresi yang berubah-ubah. Kyungsoo dan Baekhyun hanya memasang tampang datar mereka.

"Dasar Luhan!" Kedua anak itu kembali berbalik untuk menghadap papan tulis. Lebih baik melihat papan tulis dari pada mendengar ocehan aneh si Luhan, fikir mereka.

"Sehyunnie, aku membawakanmu ini. Ini adalah coklat yang ku pesan langsung dari Swiss. Terimalah!" Sungjae memberi coklat itu ke tangan Sehun. Lelaki berkulit putih itu hanya tersenyum paksa dan menaruh coklat itu di laci mejanya.

"Yes!" Sungjae berbalik dan duduk kembali dibangkunya.

'Swiss apanya? Ini coklat tiruan! Aku bahkan bisa membeli langsung ke Swiss atau Belgia langsung.' Cibir Sehun dalam hati.

Keadaan kelas yang tadinya ricuh layaknya sedang ada tawuran kini berubah senyap saat Taeyeon memasuki kelas tersebut.

"Pagi semua?"

"Pagi saem~"

"Kalian tau bukan bahwa hari ini ada kelas bernyanyi?" Tanya Taeyeon dengan senyum tipis.

"Ne~." Ucap mereka serempak terkecuali Sehun. Ia merutuk dalam hati.

'Bagaimana ini? Bodoh! Aku lupa bahwa ini sekolah seni! Mampus aku!'

"Sekarang kita menuju ruang musik. Ah~ bagi yang mengambil kelas dance kalian bisa pergi menuju ruang dance, disana Jang Wooyoung seonsaengnim telah menunggu. Sehyun-nie, kau ikut kelas dance kan?"

Sehun membulatkan matanya. Untung saja hyung-hyungnya yang gila itu telah menyiapkan semua. Jika tidak, bagaimana bisa dia bernyanyi dengan suara yang dibuat-buat seperti itu? Bicara saja susah! Dengan paksa ia mengangguk-anggukkan kepalanya.

"Sayang sekali aku ini kelas menyanyi." Gumam Sungjae lirih.

"Dan bagi yang mengambil kelas menyanyi dan dance, kalian bisa pilih salah satunya."

Semua yang ada disana berjalan menuju kelas yang dituju masing-masing. Luhan memiringkan kepalanya bingung. Anak itu mengambil kelas menyanyi dan dance. Kebetulan karena ia pintar keduanya.

"Huhh… Aku pilih yang mana?" Gumamnya pelan.

"Hish! Aku sedang malas bernyanyi. Baiklah…. Sehyun-a, pergi bersama ya?"

Sehun yang tengah berjalan dengan wajah datar tiba-tiba menedelik kesal ke arah Luhan. Luhan bergelayut manja di lengan kurus Sehun.

"Jangan menolak!" Ucap yeoja itu dengan tatapan tajam. Sehun memutar bola matanya malas. Mau di larang pun, pasti gadis ini akan mengikutinya.

Dance class

Seorang guru muda dengan rambut blonde tengah menanti murid-muridnya dikelas dance. Jang Wooyoung, guru muda itu meneguk air mineral yang sedari tadi dipegangnya.

"Annyeong saem~"

"Ah! Masuk dan duduklah."

Semua murid disana duduk di lantai dengan pakaian yang telah diganti sebelumnya. Mereka memakai training agar mudah bergerak nantinya. Sehun hanya menatap malas orang dihadapannya. Namun sejurus kemudian ia terkejut bukan main. Itu adalah Jang Wooyoung, sunbae nya dulu saat berada di les dance. Sehun bersembunyi dipunggung kecil Luhan walau itu sama sekali tak membantu.

"Kau kenapa? Jangan takut." Bisik Luhan dan menggenggam tangan Sehun. Sehun hanya terdiam sejenak lalu melepaskan tangan Luhan yang menggenggam tangannya tadi.

"Aish! Kau kenapa?" Ucap Luhan kesal masih dengan nada berbisik.

'Dasar cari kesempatan!' Batin Sehun kesal. Hey! Bahkan dia tak tau Sehun itu namja atau yeoja -_-.

"Hari ini kita akan melakukan dance berpasangan. Kalian boleh memilih pasangan masing-masing. Kalau bisa perempuan dan laki-laki, tetapi mengingat jumlahnya yang tak seimbang, sesama jenis juga tak apa."

Seluruh murid-murid disana berkasak-kusuk mencari pasangan. Luhan? Ia hanya berharap ada yang mendatanginya. Namun tak ada seorang pun yang mau mengajaknya. Sehun hanya terdiam mematung melihat kehebohan teman-temannya dalam memilih pasangan menari.

"Oke, semua sudah memiliki pasangan? Xi Luhan, bagaimana denganmu? Dan kau? Anak baru?"

Wooyoung mendekati Sehun dengan tatapan mengintimidasi. Ia seperti melihat wajah itu, namun ia lupa dimana.

"Kalian berdua saja." Ucap Wooyoung dengan santainya dan meninggalkan kedua anak itu. Luhan tentu saja senang, tetapi Sehun berbanding terbalik. Ia mengepalkan tangannya dengan erat.

'Aisshh! Kenapa selalu dengan dia? ' Teriaknya dalam hati.

'Aku ingin melihat bagaimana kemampuannya. Si sombong ini pasti tak bisa menari, kkkk~' Batin Luhan tertawa.

"Oke, dimulai dari pasangan bernomor urut satu."

Seorang yeoja manis berambut hitam sebahu dan seorang namja tinggi berjalan menuju tempat pengundian di depan. Mereka mengambil kertas-kertas yang ada di dalam tempat kaca. Kertas-kertas itu berisi tulisan untuk jenis musik yang akan mereka pilih untuk menari.

"Baiklah, Taemin dan Minho kalian mendapat musik dan tarian yang bagaimana?"

"music ballad" Ucap Minho dengan wajah stoicnya seperti biasa.

"Dan juga tarian yang manis dan lembut." Sambung Taemin dengan senyum manis. Wooyoung menganggukkan kepalanya dan tersenyum.

Musik mulai mengalun, kedua orang itu memulai gerakan-gerakannya. Awalnya sehun hanya menatap malas ke arah orang itu. Namun semakin lama gerakan mereka semakin menarik. Ia sampai tak berkedip melihatnya. Sampai suara musik berhenti, seluruh siswa dan siswi menepuk tangan mereka.

"Kalian yang terbaik." Bisik Wooyoung dan tersenyum.

"Selanjutnya nomor urut 2. Ah~ Kwangmin dan Youngmin."

Wooyoung menunjuk dua orang anak kembar yang mengangkat tangan mereka. Kedua namja kurus itu mengambil undian seperti Minho dan Taemin tadi.

"Hip hop" Ucap Kwangmin dengan wajah berbinar.

"Gerakan enerjik. Sempurna" Youngmin menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.

"Oke, let's dance!" Kedua anak kembar itu menari dengan sangat keren. Bisa dikatakan mereka adalah anak kesayangan Wooyoung-selain Minho dan Taemin. Luhan ingin sekali menari dengan salah satu dari mereka. Tetapi sepertinya kedua anak kembar itu tak dapat dipisahkan. Sehun menatap kagum pemandangan didepannya.

Hingga sampai pada urutan ke delapan. Luhan dan Sehun maju kedepan dengan wajah gugup. Tinggi tubuh yang tak setara membuat Luhan diejek 'pendek' terus dengan teman-temannya.

"Xi Luhan dan Oh Sehyun. Wow! Kalian seperti pasangan lelaki dan perempuan. Baiklah silahkan dipilih." Wooyoung tersenyum kecil ke arah Sehun. Ia baru mengingat anak yang satu itu mirip dengan Oh Sehun, adik kelasnya saat les dance dulu.

"Musik RnB" Ucap Sehun dengan wajah tenang.

"Gerakan dance yang…Mwo?" Luhan mengerjapkan matanya sejenak.

"Kenapa Xi Luhan? Lanjutkan sebelum aku menyuruh kalian bergoyang dangdut." Ancam Wooyoung. Semua anak disana tertawa saat mendengar kata 'dangdut'. Entah dari mana Wooyoung mengetahui tarian dari Indonesia itu. -_-

"G-gerakan yang romantis dan….sensual."

"MWO?" Teriak seiisi kelas-minus Wooyoung- mereka tak menyangka hal itu akan terjadi. Masalahnya jika Sehun mengenakan pakaian pria saat ini mungkin saja masuk akal. Namun, dihadapan mereka adalah Oh Sehyun dan Xi Luhan yang sesama yeoja. Bagaimana bisa dengan gerakan sensual? Bisa-bisa mereka seperti pasangan lesbian nantinya.

Kedua orang itu terus mematung.

"Baiklah, jika tak mau bisa ku ganti sa_"

"Kami terima saem." Ucap Sehun tersenyum. Luhan menatapnya tajam.

"Oke, aku akan menyalakan musiknya." Guru muda itu menyalakan musik dari sebuah tape yang ada di sebelahnya.

Musik mulai mengalun memasuki indera pendengaran Sehun dan Luhan. Luhan terus merutuk dalam hati. Lain halnya dengan Sehun, ia tetap fokus.

Dimulai dari gerakan-gerakan kecil. Kedua orang itu mulai serius. Mereka berjalan mendekat dan melakukan kontak-kontak fisik *bayangkan aja dance trouble maker*. Semua yang ada disana menatap takjub. Bagaimana bisa dua orang yeoja menari mendapat kemistri seperti yeoja dan namja? Fikir mereka masing-masing.

Sampai musik terakhir mengalun. Luhan dan Sehun saling berpelukan dengan peluh dan nafas tersenggal-senggal karena capek. Tangan Luhan berada di leher Sehun, dan tangan Sehun melingkar dipinggang Luhan. Wajah mereka hanya berjarak beberapa centi.

DEG! 'Kenapa jantungku berdetak tak karuan begini?' Batin Sehun bertanya.

Entah sadar atau tidak, ia mendekatkan wajahnya ke wajah Luhan. Untung saja tepuk tangan riuh dari teman-temannya menyadarkannya kembali kedunia nyata. Refleks Sehun mendorong tubuh Luhan hingga terjembab ke lantai. Suara yang tadinya riuh kini berubah senyap.

"Yak! Kenapa mendorongku hah?!" Teriak Luhan dengan wajah kesal.

"Kau terlalu lama memelukku." Jawab Sehun dengan santai. Padahal jantungnya berdegup dengan cepat.

"Sudah-sudah, kalian benar-benar keren! Aku terpukau sendiri melihatnya. Baiklah anak-anak, pasangan terakhir telah tampil. Kalian boleh beristirahat. Annyeong~"

"Annyeong ssaem~"

Luhan menatap Sehun dengan tajam. Ingin sekali ia menendang kaki jenjang Sehun. Namja berwajah datar itu berjalan menuju ruang ganti. Wajahnya merona dan jantungnya berdegup.

'Huh! Aku ini kenapa?' Tanyanya lagi dalam hati. Sehun memukul-mukul dada sebelah kirinya. Sampai pemandangan didepannya membuat Sehun terkejut bukan main.

"Ah! Kau mengejutkanku!" Pekiknya tanpa sadar dengan suara aslinya.

Luhan menatap Sehun dengan kesal. Ia menginjak kaki Sehun dengan kuat.

"AAAA~!" Pekik Sehun kesakitan.

"Rasakan!" Luhan berlari meninggalkan Sehun yang mengumpat dalam hati.

'Dasar yeoja gila! Aiisssh!'

^^MyPrettyBoy^^

Suasana siang itu begitu terik. Sehun berjalan keluar area sekolah mengingat jam pulang sekolah telah datang. Ia berjalan menuju sekolah aslinya.

Sekumpulan siswa disana menatap Sehun bingung.

'Kenapa anak sekolah sebelah kemari?'

'Ternyata siswi disekolah sebelah cantik-cantik ya?'

Begitulah bisik-bisik anak disana. Ingin rasanya Sehun meninju wajah mereka semua.

Chanyeol terlihat memakan sebuah sosis sambil bersandar di bawah pohon. Kris dan Suho yang biasa tak akur kini terlihat saling berdekatan dengan laptop dihadapan mereka. Entah apa yang mereka lihat sampai mereka tertawa seperti orang gila. Chen dan Kai tertidur disebelah Chanyeol.

"Yak!" Teriak Sehun tiba-tiba membuat aktivitas mereka berhenti. Kai dan Chen yang baru saja terbangun kini gelagapan seperti orang bodoh.

"Kebakaran! Kebakaran!" Teriak Chen heboh.

"Memang iya kebakaran! Disini tepatnya!" Sehun menunjuk dada sebelah kirinya dengan wajah kesal.

"Kau kenapa Sehunnie? Dan kenapa kau keluar dari sekolah?" Tanya Suho dengan wajah malas.

"Aku sudah pulang sekolah! Aish! Aku kesal kalian tau? Ada yeoja yang membuat kepalaku hampir pecah! Belum lagi ada seorang namja gila yang selalu menyatakan cintanya padaku."

Satu detik….dua detik… dan_

"HUAHAHAHAHAHAHAHA…" Kelima temannya tertawa seperti orang gila. Chanyeol menepuk-nepuk paha Chen dengan keras , begitu pula sebaliknya. Kai tertawa guling-guling dengan wajah geli. Kris dan Suho saling menggelengkan kepala mereka. Oow! Mereka tak tau bahwa mata Sehun telah berkaca-kaca sekarang.

"Kenapa menertawakanku? Hiks…"Ucapnya parau membuat kelima orang yang sedari tadi tertawa nista mendadak panik.

"A-aigoo~ kami tak sengaja. Ulljima Sehun-a" Dengan gelagapan Kris menyerahkan tissue bekas dari tangan Chanyeol. Tanpa sadar Sehun mengelap air matanya dan juga hidungnya yang berair dengan tissue bekas itu. Tak taukah ia bahwa ada cairan lendir disana? Maklum, Chanyeol sedang flu.

"I-itu…." Ucap Chanyeol terbata-bata.

Sehun melihat tissue ditangannya dan…..

"Wuaaa! Apa ini? Inguth! Inguth!" Teriaknya dengan cadel kumat.

"Jangan salahkan aku! Salahkan Kris yang memberi tissue sembarangan!" Bela Chanyeol pada dirinya sendiri.

"Kalian menyebalkan! Huweee! Eomma!" Si manly Oh Sehun menangis teman-teman. Kelima temannya hanya bisa pasrah mendengar tangisan Sehun.

Setelah selesai dengan acara menangisnya. Akhirnya Sehun terdiam juga. Hari sudah mulai petang, dan Sehun baru selesai menangis seperti anak kecil tersesat.

"Aigoo~ kau harus tahan. Ini baru dua hari Sehun-a."Chen berkata dengan santainya.

"Tahan wajahmu petak hyung! Jika kalian menjadi aku kalian pasti akan kabur!"

"Aisshh! Ingatlah apa yang akan kau dapatkan! Hadiah bro, hadiah!" Kini giliran Kai yang memprovokasi.

"Sudahlah, nanti malam kau harus datang latihan Sehunnie. Dua minggu lagi akan ada pertandingan persahabatan dengan…" Suho terlihat menggantung ucapannya.

"Dengan?" Tanya Sehun penasaran.

"Dengan sekolah…Huhhh… Sekolah sebelah, sekolahmu sekarang."

"APA? Bagaimana bisa? Kau bilang dengan pihak sekolah ini bahwa aku sedang keluar negeri? Aku menolak!" Protes Sehun.

"Kau akan memakai topeng ketika kita bernyanyi nanti. Kami akan mengatakan bahwa itu adalah gitariss cadangan." Terang Kris dengan wajah tenang.

"Aaaakh! Kalian membuatku sakit kepala! Arra! Aku akan datang!" Sehun berjalan dengan kaki yang dihentak-hentakkan meninggalkan kelima 'teman ajaib'nya.

"Hyung, apa tidak apa-apa?" Tanya Chanyeol khawatir.

"Tenang saja Yeol, kau meragukan kami?" Suho mengeluarkan dompetnya yang berisi kartu kredit yang berderet.

"Kau mau apa hyung? Memberi kami uang?" Tanya Kai antusias.

"Aniyo~ hanya ingin melihat jumlah uangku saja. Ternyata uangnya masih banyak. Haaah… bisa-bisa nanti eomma marah karena aku tak menghabiskan uang ini."

Kelima temannya mengepalkan tangannya seperti ingin memukul Suho.

^^MyPrettyBoy^^

Luhan keluar dari kamar mandi dengan menggunakan tanktop putih dan celana panjang bermotif rilakuma. Ia mengusap rambutnya yang basah dengan handuk kecil ditangannya.

"Kemana Sehyun? Padahal sudah jam setengah delapan." Luhan masih saja mengkhawatirkan anak itu. Maklum, hatinya itu sangat baik dan polos. Walau ia suka kesal dengan sifat Sehun, namun ia menghargai Sehyun atau Sehun sebagai teman.

CKLEKKK…. Pintu ruangan itu terbuka. Sehun memasuki kamar itu dengan wajah ditekuk. Sehabis pulang menemui teman 'ajaib'nya, Sehun bermain ke game center dan pergi ke kedai ramen dengan makan sepuas-puasnya. Ia malas makan di asrama, katanya makanannya tak sesuai seleranya, dasar! Belum lagi ada seorang ahjussi mesum yang menarik-narik tangannya. Dengan kekuatan super ia membogem wajah si tua mesum itu membabi buta. Sampai-sampai si ahjussi tepar ditempat.

"Ah~ Sehyun-a, kau dari mana saja? Kau tak makan malam?" Tanya Luhan dengan masih melakukan aktivitas mengeringkan rambutnya.

'Ck! Dasar sok peduli!' Batin Sehun. Sehun masih menundukkan wajahnya.

"Sudah." Jawabnya singkat dan datar.

"Hey! Kau ini pelit sekali berbicara? Kau tak senang denganku ya? Bilang saja!" Luhan berjalan mendekati Sehun. Sehun masih tetap menunduk.

"Aku harus jawab apa lagi hah? Kau ini banyak tanya seka_"

Sehun menatap Luhan dengan ekspresi tak terbaca.

"_li" Sambungnya dengan suara lebih pelan.

DEG…DEG…DEG… Jantungnya berdetak dengan tak karuan lagi. Luhan masih menatapnya tajam.

"A-aissh! Minggir!" Sehun mendorong tubuh mungil Luhan agar menyingkir, namun Luhan tetap berdiri ditempatnya. Sepertinya Oh Sehun kekurangan tenaga karena habis-habisan menghajar ahjussi mesum tadi -_-.

"Tidak mau! Jawab dulu aku!" Teriak Luhan dengan suara cemprengnya.

"Minggir! "

"Tidak!"

"Aish! Kau keras kepala sekali! Minggir!"

"Aniyo! Shirreo!"

Dan terjadilah aksi dorong-dorongan antara Sehun dan Luhan. Sehun terus mendorong bahu Luhan agar menjauh. Luhan tetap setia pada posisinya. Dan….

BUUKKKK…

Siapa saja, tolong abadikan moment itu!

Sehun mengerjapkan matanya begtu pula Luhan. Wajah mereka hanya berjarak 3 centi saja. Posisi Luhan berada dibawah dan Sehun diatas. Luhan melirik kebawah dan apa yang dia lihat? Tangan Sehun berada tepat di dadanya. Mereka masih mematung dengan wajah bodoh.

'T-ternyata dadanya besar juga, hihihi.' Batin Sehun menyeringai.

"Dimana tanganmu Oh Sehyuuuun! Dasar bodoh!"

=TBC=

Woahahahaha *tawa nista*. Author ngakak sendiri pas ngetik ini. semua terjadi begitu aja. Disini author jelasin ne? Kris sama Suho itu se-angkatan sama Chanyeol, Chen, Kai sama Sehun. Mereka manggil hyung karena perbedaan bulan lahir aja. Sementar si uke line itu masih kelas satu. Dan Sehun nyamar ke sekolahnya Luhan dia nyamar jadi kelas satu. Entah apa alasannya author juga gak tau *plakkk* . Oke, moment Hunhannya mulai banyak kan? Kkkk~ buat pairing-pairing lain mungkin chapter selanjutnya bakal muncul. Oke, sekian dan terima jadi.

Review banyak, update nya bakal cepat…

Makasih buat yang udah baca dan review fanfic ini. *bow*

Annyeong~ ^^/