Title : My Pretty Boy

Author : DandelionLeon

Main cast : Xi Luhan , Oh Sehun(as Oh Sehyun)

Other cast : Park Chanyeol , Byun Baekhyun, Sungjae(BTOB),do kyungsoo, Kim Jongin(Kai), Kris , Kim Jongdae(Chen), Kim Joonmyeon(Suho) ,kim minseok, huang zi tao, zhang yixing(lay) and other cast akan bertambah seiring berjalannya cerita.

Cameo : Choi Zelo (BAP) ,Kim Taehyung (BTS) as byun taehyung, cameo disini bisa berarti ada sedikit dialog atau numpang lewat nama, hehe *digaplok*. And tiap cerita cameonya bakal nukar-nukar *no protes*

Rate : T

Genre : Romance, Humor garing krenyess , Friendship, School Life, GS(gender switch)

Disclaimer : Terinspirasi dari serial drama Korea judulnya 'Ma Boy' tapi isi cerita beda! Hanya sedikit yang author angkat. Seluruh cast disini milik orang tua masing-masing saya hanya pemilik ide ceritanya aja.

Summary : Karena permainan konyol yang dibuat Chanyeol, Sehun si 'sok manly' harus rela berubah menjadi perempuan untuk menyamar karena kekalahannya. Sehun harus berbagi kamar dengan seorang yeoja banyak tanya bernama Xi Luhan. Bagaimana kisahnya? Apakah mereka akan jatuh cinta satu sama lain? Dan semoga saja penyamaran Sehun sebagai Sehyun tak akan ketahuan.

Warning : Typo nyebar, bahasa belepotan , GS, DLDR! , all uke is yeoja. No bashing and no flame! Yang berani copy cerita songong ini bakal dicium sama om Sooman! ;p

Gak suka? Jangan baca!

And selamat baca ^^/

Setelah mendapat tinjuan dari Luhan, Sehun hanya terdiam dan duduk di atas ranjangnya dengan wajah kesal. Luhan yang merasa bersalah akhirnya mengobati luka yang ada disudut bibir Sehun. Sepertinya luka itu takkan hilang dalam waktu sehari. Terlihat sedikit memar disana.

"Kau bodoh atau apa? Kenapa melayangkan tinju seperti itu? Tenagamu seperti bison saja!" Oceh Sehun dengan kesal. Tak ia pedulikan dengan suaranya yang sedikit ngebass itu.

"Aku tidak bodoh! Habisnya, aku melakukannya tanpa sadar! Siapa suruh kau memegang dada ku? Dan jangan menyebutku bison! Kau itu yang seperti bison, mana ada perempuan bertubuh tegap?" Luhan terus saja mengusap lebam disudut bibir Sehun dengan pelan, walau sebenarnya ingin sekali ia menekan lebam itu sampai Sehun menjerit.

"Ehhm… itu tidak sengaja. Lagi pula kita sama-sama yeoja 'kan? Dan lagi aku hanya memegang bukan meremas_AAAKKKHH! "

Luhan menekan lebam di sudut bibir Sehun dengan keras. Wajahnya merona karena malu.

"Jangan menyebut hal-hal 'aneh' seperti itu! Aku tak suka." Luhan meletakkan handuk yang tadi digunakannya ke dalam baskom yang berisi air.

Seringai terpampang dibibir Sehun.

"Hal aneh yang bagaimana heum? Ah~ kau tau? Sebenarnya aku ini menyukai perempuan lho."

Mendengar ucapan Sehun mata Luhan membulat lebar. Dengan tiba-tiba ia berdiri untuk menjauhi Sehun.

"Benarkah?" Tanyanya takut-takut.

'Tentu saja! Aku ini laki-laki, pasti aku menyukai perempuan!' Pekik Sehun dalam hati.

"Ck! Ani~ aku hanya bercanda. Lagi pula jika memang benar, aku tak mau dengan gadis sepertimu. Aku lebih memilih bersama Baekhyun, Kyungsoo atau guru kita sekalian. Taeyeon seonsaengnim."

Bohong! Bahkan jantungmu tak berhenti berdisco saat dekat dengannya, Oh Sehun!

Luhan mengerucutkan bibirnya sebal. Ia berjalan menuju kamar mandi untuk meletakkan baskom air dan handuk yang sedari di pegangnya.

Sehun mengacak-acak isi tasnya. Ia mencari headset birunya. Tiba-tiba ia memegang sesuatu. Sebuah kotak kecil dengan pita pink diatasnya.

'Ini coklat dari si namja gila tadi? Hish! Menjijikkan!' Dengan tubuh digerak-gerakkan seperti cacing kepanasan Sehun melempar kotak yang berisi coklat itu ke belakang.

Luhan yang baru saja keluar dari kamar mandi langsung mengambil coklat itu.

"Kenapa kau membuang ini? Bukankah ini dari Sungjae?" Tanya Luhan bingung.

Sehun masuk ke dalam selimutnya-tanpa melepas seragamnya- dan mengibaskan tangannya ke arah Luhan.

"Untukku ya?" Bujuk Luhan dengan wajah imut.

"Ambil saja." Ucap Sehun pelan.

"Yey! Assa! Gomawo Sehyunnie." Luhan duduk diatas ranjangnya dengan memeluk coklat itu.

'Kenapa dia tidak tidur juga?' Sehun menggerutu dalam hatinya.

Akhirnya setelah menunggu selama lima belas menit, anak itu tertidur juga. Sehun keluar dari selimutnya. Dengan cepat ia mengganti pakaiannya dengan kaus hitam longgar dan celana skinny biru dongker. Ia meraih topi hitam didalam lemarinya. Tas punggungnya yang berwarna hitam ia kenakan agar bisa menaruh wig-sialan-didalamnya. Mana mau dia berlatih band dengan memakai wig, bisa-bisa temannya bukannya berlatih malah menertawakannya.

Sehun melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Luhan yang tertidur. Ia tersenyum karena anak itu benar-benar sudah terlelap.

'Ckck! Tidurnya seperti kerbau!' Luhan tidur dengan suara-suara aneh dari mulutnya, makanya Sehun mengatakannya tidur seperti kerbau.

Sebelum pergi Sehun sempat menjulurkan lidahnya mengejek Luhan. Ia meloncat dari jendela kamarnya. Untung saja kamar Sehun ada di lantai satu.

Sehun berjalan menuju tempat teman-temannya berlatih. Rumah Chanyeol tepatnya.

^^MyPrettyBoy^^

"Yo! Oh Sehun, kau terlambat lima belas menit." Teriak Chanyeol sambil melihat jam yang melingkar dipergelangan tangannya.

"Berisik! Kalian tak tau? Aku harus menunggu si yeoja aneh itu tertidur dulu!"

"Wohoo~ kau menunggunya tertidur? Apa gadis yang sekamar denganmu cantik? Dadanya besar?" Goda Kai dengan wajah mesum.

"Hish! Dasar kau yadong akut! Ani, dia biasa saja. Tetapi dadanya besar ." Entah sadar atau tidak Sehun mengucapkan itu. Sambil meraih gitarnya dan mengecek senar gitarnya ia tetap fokus tak tau bahwa hyung-hyungnya menatapnya dengan seringai mengerikan -_-.

"Ah~ benarkah? Kau memperhatikannya ya?" Kini giliran Kris bertanya. Sehun masih dengan kesibukannya.

"Ck! Jika dilihat saja semua juga tau. Aku bahkan memegangnya_uppps…" Sehun tersenyum kikuk menatap teman-temannya.

"K-kau memegangnya?" Tanya Chen penuh penasaran.

"Woah! Daebakk! Kenapa bisa?" Chanyeol menepuk pundak Sehun keras, namja albino itu mengernyit kesakitan.

"Apa kau tidak dihajar?" Tanya Suho khawatir.

"Kalian lihat? Bibirku ditinju! Kekuatannya bagai bison! Aish! Padahal aku tak sengaja tadi."

Teman-temannya hanya tersenyum-senyum sendiri.

"Hey! Kenalkan aku dengan salah satu temannya. Ayolah Sehyunnie~ " Rayu Chanyeol, Sehun mendelik tajam padanya.

"Malas! Teman-temannya benar-benar polos, aku takkan mau mengenalkan playboy cap ayam jago sepertimu pada mereka!"

Chanyeol mempoutkan bibirnya kesal membuat teman-temannya ingin muntah segera.

"Hoy! Kapan latihannya?" Tanya Sehun tak sabar.

Akhirnya setelah menyengir ala kuda, mereka mengambil alat musik masing-masing. Chen menuju keyboardnya begitupula dengan kris yang duduk didepan drumnya.

"Oke, ayo kita mulai!"

Alunan-alunan gitar khas gitar listrik dan gebukan drum begitu menggema, untung saja ruangan itu di desain kedap suara. Jika tidak, mungkin mereka akan dilempari tetangga dan orang tua Chanyeol dengan botol minuman bekas, atau mungkin tomat busuk? Ckck. Mereka terus berlatih hingga jam 3 pagi. Terlalu asyik hingga tak ingat waktu.

^^MyPrettyBoy^^

Sudah hampir seminggu Sehun menyamar menjadi Oh Sehyun di SA High School. Dan sampai detik ini juga belum ada yang menyadari siapa dia. Hubungan Sehun dan Luhan masih seperti biasa. Berkelahi, saling adu ocehan-ocehan tak berguna yang membuat masing-masing dari mereka kesal. Dan setiap malamnya Sehun masih tetap keluar untuk berlatih bersama teman-temannya. Mengingat pertandingan persahabatan yang akan diadakan beberapa hari lagi.

Saat ini Sehun tengah berjalan menuju kelasnya. Namun pandangannya terhenti saat melihat dua orang namja yang menatapnya dengan pandangan berbunga-bunga.

"Sehyuniie, kau benar-benar cantik." Ucap salah satu dari mereka bername tag 'Byun Taehyung'. Sehun tersenyum masam dan menutupi jakunnya dengan rambut wig panjangnya.

"Aku ke kelas dulu." Ucap Sehun dengan suara sok lembutnya. Kedua namja itu tersenyum dengan wajah bodoh.

"Ah~ dia berbicara kepada kita." Ucap namja bername tag Choi Zelo. Sehun yang mendengar itu ingin sekali menghajar mereka habis-habisan.

Dilain tempat, Chanyeol tengah menunggu Sehun didepan gerbang SA High School. Para siswi disana berteriak senang, namun para namja menatap Chanyeol dengan sinis. Maklum, namja dari sekolah Chanyeol dan sekolah ini saling bermusuhan.

"Dimana dia? Aku harus menyerahkan ini!" Chanyeol memegang sebuah kertas berisi lagu yang akan mereka nyanyikan nanti.

"Ini semua gara-gara Suho! Tidak bisakah nanti malam saja memberinya? Dasar orang kaya gila!" Umpatnya dengan kesal.

Seorang yeoja manis berambut coklat tua sepinggang berjalan dihadapan Chanyeol. Dengan refleks Chanyeol meraih lengan mungil anak itu.

"Chogi, kau tau dimana Oh Sehu_Oh Sehyun berada?" Yeoja itu mengerucutkan bibirnya imut.

Chanyeol sempat terpesona sejenak.

"Ah, tadi aku melihatnya berjalan menuju kelas. Kebetulan aku teman sekelasnya. Kau ada perlu apa?" Yeoja itu tersenyum sangat manis.

Matanya yang terhias eyeliner itu melengkung ketika ia tersenyum. Hidungnya yang mungil. Poninya yang sedari tadi tertiup oleh angin yang berhembus pelan. Pipinya yang sedikit gembul dengan dagu v-line. Dan juga bibir merahnya yang tipis itu sangat menggoda. Ingin rasanya Chanyeol mengecup bibir itu. Hey! Park Chanyeol! Sadarlah, kau bahkan belum mengetahui namanya! Dasar playboy cap ayam jago!

"Eh, i-ini ada yang ingin ku serahkan. Tetapi aku harus bertemu dengannya dulu."

Yeoja itu menganggukkan kepalanya paham.

"Arraseo! Kalau begitu kau tunggu disini saja. Aku akan memanggilnya_"

"Tunggu!" Yeoja itu hendak berbalik namun tangan besar Chanyeol menahannya.

"Namamu siapa?" Tanya Chanyeol to the point.

"Aku? Byun Baekhyun." Yeoja yang ternyata Baekhyun itu tersenyum manis.

"Aku Park Chanyeol." Ucap Chanyeol dengan senyum menawannya. Jantungnya berdentum-dentum seperti ingin keluar.

"Emm, baiklah Chanyeol-ssi. Ah~ bukannya kau punya handphone? Kenapa tak kau hubungi saja Sehyun?"

Jleb! to the max Park Chanyeol! Dimana otakmu? Kau punya handphone bukan? Memalukan!

"E-eh, aku punya. Hanya saja aku malas menelpon anak itu. Dia akan marah-marah jika tau aku disini." Sanggah Chanyeol cepat.

"Coba saja dulu." Usul Baekhyun sambil tersenyum.

"Baiklah." Chanyeol menelpon Sehun. Sambungan pertama namun tak diangkat. Dan_

'Yeoboseyo. Apa anak bodoh?'

"Sehyunnie, kau bisa datang ke pintu gerbang? Oppa ingin memberimu sesuatu."

'Ck! Dasar menjijikkan! Apa yang ingin kau berikan?'

"Puisi cinta sayang~ hahaha. Cepatlah, jika tidak kita putus! Kkk~. " Canda Chanyeol.

'Bitch! Sialan kau. Baiklah, tunggu aku.' PIIPP_

Baekhyun terlihat gusar. Entahlah, rasanya ia jadi tak enak hati saat mendengar percakapan 'mesra' antara Sehun dan Chanyeol. Padahal Chanyeol hanya bercanda.

"Emm, Chanyeol-ssi, aku ke kelas dulu ne? Permisi."

"Hey, kenapa terburu-buru? Temani aku disini ya? Jebal… Aku malas dilihat terus dengan anak-anak disini." Pinta Chanyeol dengan menangkupkan kedua tangannya.

"Emm, baiklah." Desah Baekhyun pasrah.

'Hey, itu pacar Baekhyun?'

'Wah, beruntung sekali dia!'

'Bukankah itu gitariss EXO? Woah, Baekhyun benar-benar beruntung.'

Begitulah bisikan-bisikan yang terdengar ditelinga Baekhyun dan Chanyeol. Kedua orang itu tersenyum salah tingkah.

"Yak Park Chan_eh, Byun Baekhyun? Ekhemm! Ada apa Chanyeol?" Nada suara Sehun yang semula keras kini berubah melembut saat melihat ada Baekhyun disana.

"Aku hanya ingin menyerahkan ini Sehyunnie. Puisi cinta dan kau harus menerima ini, arrasseo jagi?"

Sehun mengerutkan alisnya bingung. Masih tak mengerti dengan situasinya. Chanyeol mendelik kesal ke arahnya.

"Em, itu… Aku permisi dulu. Temanku sudah menunggu. Annyeong~. " Baekhyun berlalu meninggalkan dua orang itu. Sehun hanya menganggukkan kepalanya pelan. Chanyeol? Ia ingin mencegah kepergian gadis manis itu namun Sehun melarangnya.

"Hey! Kau ingin bertemu dengannya atau denganku?" Ucap Sehun dengan wajah sebal. Ia paling malas dengan Chanyeol yang suka bertele-tele.

"Hish! Aku harus berkumur-kumur karena mengatakan hal-hal menjijikkan tadi! Ini, kau pelajari baik-baik kunci gitar ini. Lagu ini yang akan kita bawakan. "

"Aish! Seperti tak ada waktu lain saja untuk menyerahkannya. Nanti malam kita juga bertemu kan?"

"Suho yang memaksaku! Hey, kau punya teman semanis itu, kenapa tak mengenalkannya padaku eoh? Pelit sekali!"

"Karena kau playboy! Dan karena…" Sehun menggantung ucapannya, ingin menggoda Chanyeol sepertinya.

"Karena?" Tanya Chanyeol dengan alis bertaut.

"Karena aku menyukainya." Jawab Sehun dengan senyum manis.

JDEERRR! Seperti ada petir yang terdengar ditelinga Chanyeol ia menatap Sehun tajam.

"Huahahahahaha…. Hey dude, dia bukan tipe ku! Aku hanya bercanda bodoh!"

Chanyeol menatap Sehun dengan wajah melongo.

"Sudahlah, jangan mangap disini. Cepat kembali ke sekolah. Aku juga mau masuk! Annyeong!" Sehun berlalu meninggalkan Chanyeol yang mematung.

"Oh Sehun sialan! Kau mengerjaiku? Ish!" Chanyeol menendang-nendang batu dihadapannya dengan kesal membuatnya terlihat mirip seorang maniak. Sehun hanya menghembuskan nafasnya kasar.

"Punya teman sakit jiwa, makanya aku ikut terkontaminasi. Ckckck"

^^MyPrettyBoy^^

Jam makan siang. Seluruh murid SA High School begitu ramai terlihat di kantin sekolah. Sehun duduk di bangku paling ujung yang langsung bersebelahan dengan jendela kaca yang besar. Baru saja ia ingin menyuapkan makanannya. Seseorang datang dan mengganggunya, ani tepatnya enam orang.

"Annyeong Sehyunnie, kami boleh bergabung?" Luhan langsung duduk dimeja itu tanpa persetujuan dari Sehun terlebih dulu.

"Baiklah." Ucap Sehun pelan.

Mereka semua duduk berhadap-hadapan. Luhan berhadapan tepat dengan Sehun. Baekhyun duduk disamping Sehun.

"Perkenalkan dulu, ini teman-teman kami. Tetapi mereka berada di kelas XB." Titah Kyungsoo pada Sehun.

"Annyeong, aku Zhang Yixing tetapi panggil saja Lay. Kau jangan sombong denganku ya? Apa lagi pamer harta, aku paling benci. Hehehe, salam kenal." Sehun tersenyum menatap Lay.

'Jika Lay dan Suho digabungkan pasti seru,kkkk~' Kekehnya dalam hati.

"Hai, namaku Huang Zi Tao. Panggil saja Tao. Aku pintar berkelahi, jika ada yang macam-macam denganmu katakan saja, aku akan mematahkan lehernya! Hehe, salam kenal." Yeoja berambut hitam dan bermata yang mirip panda disebelah Lay itu tersenyum manis.

'Kalau ini sih cocok dengan Kris, biar dihajar habis-habisan dia dengan yeoja ini.' Batin Sehun lagi, seenaknya saja ia menjodohkan orang.-_-

"Annyeong, aku Kim Minseok. Panggil aku Minseok eonnie, arra? Sehyunnie neomu yeppo~ " Dengan gemas Minseok mencubit pipi Sehun. Sehun hanya pasrah, setidaknya ia dicubit dengan yeoja cantik.

'Ah, sepertinya dia bisa menghilangkan kikuk si Chen bodoh itu, kkkk~ ' Sehun tersenyum-senyum sendiri. Luhan menatapnya jengah.

"Yak! Jangan tersenyum-senyum saja! Perkenalkan dirimu!" Teriak Luhan, mulutnya penuh dengan makanan. Sehun menatapnya tajam.

"Aku Oh Sehyun, salam kenal."

Mereka hanya balas tersenyum dan lanjut memakan makan siang mereka.

"Hey, Sehyun-a. Yang tadi pacarmu ya?" Tanya Baekhyun mendadak. Sehun yang terkejut dengan tak elitnya menyemburkan minumnya ke wajah Luhan.

"Uhhukk! Mwo? Lelaki tadi? Entahlah, mungkin…" Ucap Sehun pelan, dia ingin menggoda Baekhyun. Wajah Baekhyun tiba-tiba berubah masam.

"Ah, jadi itu alasanmu menolak Sungjae?" Tanya Luhan dengan pandangan kesal. Wajahnya basah dengan air minum beserta liur Sehun di dalamnya.

'Ah~ benar juga! Jika aku mengatakan aku berpacaran dengan si gila Chanyeol, pasti si namja freak bernama Sungjae itu akan menjauhiku ! Hahaha' Sehun tertawa dalam hati karena mendapat ide bodoh.

"Iya benar. Namun kami tengah bertengkar saat ini. Hehehe."

Baekhyun menundukkan wajahnya dalam. Ia memakan makanananya dalam diam. Luhan yang melihat perubahan sifat Baekhyun mengerutkan alisnya bingung.

"Oh begitu? Bisakah kau bersihkan wajahku? Liur mu menjijikkan!" Sinis Luhan.

Sehun menatap Luhan malas-malasan. Ia mengambil beberapa lembar tissue dan mengelap wajah Luhan dengan asal-asalan.

"Piuh! Puhh! Yak! Tissue nya masuk kedalam mulutku!" Protes Luhan dengan kesal.

"Jangan banyak protes. Jika tak ingin masuk ke dalam mulutmu, bersihkan saja sendiri." Sehun kembali ke tempat duduknya dan melanjutkan makannya dengan wajah datar. Luhan menggeram kesal, sejujurnya ia ingin menangis saja.

"Hey, kalian seperti sepasang kekasih saja, hey! Luhan, mau kemana?" Minseok yang menatap kepergian Luhan secara tiba-tiba itu menyenggol perut Tao karena bingung.

"Hey, kau kejar dia sana." Perintaah Kyungsoo pada Sehun. Dengan bodohnya Sehun mengejar kepergian Luhan.

Luhan duduk di taman sekolah. Ia memukul-mukul batang pohon dihadapannya.

"Dasar yeoja jelek! Aku membencimu Oh Sehyun!" Gumanya berulang-ulang.

"Hei, kenapa kau mengejek Sehyun seperti itu?"

DEG_itu suara Sungjae. Luhan menoleh ke belakang dan mendapati Sungjae menatapnya horror.

"Memangnya kenapa? Dia memang jelek!" Karen emosi Luhan membentak Sungjae. Namja itu terlihat terkejut, pasalnya selama ini Luhan selalu memujinya.

"Hey! Kau kenapa? Kau iri dengannya?"

"Untuk apa iri? Aku lebih cantik darinya! Dan satu lagi Sungjae-a. Jangan pernah mengejarnya lagi karena dia telah memiliki kekasih dari sekolah tetangga!"

CTAARRR…JDERRR! Sungjae dengan lebay nya menatap Luhan tak percaya.

"B-benarkah?"

"Tentu saja! Kalau tak percaya tanya saja langsung!" Ucap Luhan tak mau kalah.

Sehun yang sedari tadi bersembunyi dibalik pohon secara tak langsung tersenyum dan berterima kasih karena Luhan telah membantunya.

"Aaaakh! Kenapa kau melakukan ini Sehyun-a? Wae? Wae?" Teriak Sungjae menjadi-jadi. Luhan menatap sungjae datar.

'Aku salah mengidolakan seseorang' Batinnya merana(?)

"Aku takkan menyerah!"

Sehun membulatkan matanya.

'Aish! Dasar freak!' Batinnya kesal. Sehun berlari meninggalkan dua orang bodoh-menurutnya- itu.

"Luhan-a!" Tiba-tiba Sungjae menarik tangan Luhan dan menggenggamnya. Yeoja bermata rusa itu tentu saja senang.

"Mau kah kau membantuku?"

"Membantu apa?"

"Kau lihat isi handphonenya. Aku ingin tau apakah dia benar berpacaran atau tidak. Aku mohon!" Sungjae mengecup tangan Luhan berulang kali. Entah seperti terhipnotis, Luhan menganggukkan kepalanya.

"Yey! Terimakasih Luhannie!" Sungjae berlari meninggalkan Luhan seorang diri.

"D-dia mengecup tanganku? Dan dia memanggilku, Luhannie? Kyaaaaaaaaaaaaaa!" Luhan berteriak dan berloncat kegirangan. Jiwa fangirlingnya mulai kumat lagi sepertinya.

^^MyPrettyBoy^^

Sehun memasuki kamarnya dengan wajah malas. Benar-benar ingin rasanya ia meninju wajah Sungjae. Berkali-kali ia menendang apa saja yang ada di depan matanya. Termasuk kaki seseorang yang dilihatnya.

DUGGHH….

"aaaww! Yak! Kenapa kau menendang kakiku eoh?"

Sehun menatap yeoja dihadapannya yang tengah meringis memegangi lututnya sendiri.

"Ow, mian." Ucapnya singkat dan berlalu menuju kamar mandi.

"Dasar sialan! Ish! Aku semakin membencimu Oh Sehyun!" Pekik yeoja yang ternyata Xi Luhan. Sehun melempari tasnya tepat ke arah Luhan. Lagi-lagi tas tersebut mengenai kepala Luhan.

"Yak! Kenapa kau lempari aku hah? "

"Upps…mian, tolong letakkan tas itu diatas tempat tidurku. Aku ingin buang air, kkk~"

BLAMMM…..Pintu kamar mandi itu tertutup. Mulut mungil Luhan tak henti-hentinya mencibir. Dengan kesal ia membanting tas tersebut ke atas ranjang milik Oh Sehyun.

"Enak saja memperintahkan aku. Memangnya aku ini budakmu apa? Andai saja ada benda berharga di dalam tasmu, akan ku curi!" Teriak Luhan dengan wajah memerah padam.

'Aku bisa mendengarmu! Jangan berani-beraninya kau menggeledah tas ku!'

Entah telinga Sehun itu adalah telinga kelinci, ia bisa mendengar ocehan-ocehan Luhan dengan jelas walaupun ia tengah berkosentrasi di dalam sana -_-.

"Huhhh…. Kenapa kau begitu menyebalkan? Dan kenapa aku harus sekamar dengan yeoja sepertimu? Kenapa teman sekamarku tak pernah ada yang beres?" Luhan berbicara pada tas Sehun dengan menunjuk-nujuk tas tersebut, seolah tas itu adalah wujudnya Sehyun,bukan Sehun karena ia tak kenal sama sekali dengan sosok 'Sehun'.

Well, teman sekamar Luhan memang tak pernah ada yang beres. Sebelumnya ia satu kamar dengan yeoja jadi-jadian bernama 'Amber Liu' . Penampilan Amber yang mirip dengan laki-laki membuat Luhan takut untuk pulang ke asrama. Oh, Amber itu kelainan seksual. Bahkan seringkali ketika Luhan tidur, Amber mengigau lalu berjalan ke tempat tidurnya dan berkata 'aku mencintaimu sayang, jadilah milikku'. Makanya, Luhan meminta tukar teman sekamar. Nyatanya Sehyun jauh lebih menyebalkan dari pada Amber.

Luhan membaringkan tubuh mungilnya di ranjangnya sendiri tentu saja. Ia menatap Sehun yang tengah asyik senyum-senyum sendiri. Difikiran Luhan, jangan-jangan anak itu mengeluarkan emas ya? -_-

"Hey, orang gila! Kenapa kau senyum-senyum sendiri?" Tanya Luhan dengan sinisnya. Sehun yang semulanya tersenyum kini kembali memasang wajah datarnya kembali. Ia duduk diatas ranjangnya yang berhadapan langsung dengan ranjang Luhan.

"Suka-suka ku. Memangnya ada larangan disini untuk tidak boleh tersenyum? Dasar jelek, rusa Cina, dada rata!"

Upss….Sehun, kau membangkitkan monster di tubuh Luhan. Astaga, mulutmu tak bisa diajak kompromi Oh Sehun? Mana image 'lemah gemulai'mu saat menjadi Oh Sehyun?

Luhan menatap Sehun dengan sengit. Ingin sekali dia menjambak rambut Sehun, atau menendang bokongnya sekalian. Wajahnya merah padam antara kesal bercampur malu tentu saja. Catat lagi, dada Luhan itu besar okey? Bahkan Sehun sempat memegangnya-walau tak sengaja. Baiklah, lupakan soal dada. Kita lihat kembali kedua anak manusia disana. Sehun meraih ponselnya lalu tersenyum-senyum sendiri. Luhan berjalan mendekatinya.

"Aku paling benci dikatakan rusa Cina! Dan dadaku itu besar! Kau itu iya! Dadamu bahkan tak ada sama sekali!"

Sehun mengalihkan pandangannya dari layar ponselnya ke arah Luhan. Ia mendesah malas, malas meladeni Luhan yang kadar cerewetnya sudah dalam level akut itu.

"Jinjja? Bukankah kau itu orang Cina? Kau juga mirip rusa, jadi julukanmu itu cocok dengan nama 'rusa Cina'. Dan_"

Sehun mendekatkan wajahnya ke telinga Luhan. Si yeoja cantik itu sedikit bergidik ngeri. Bayangan bahwa Sehun itu abnormal bersarang kembali di otaknya.

"Dadaku memang rata. Aku tak percaya jika dadamu itu besar. Boleh ku pegang?" Bisik Sehun sambil menyeringai.

"DASAR BYUNTAE! ABNORMAL!" Dan wajah Sehun kembali lagi mendapat memar akibat pukulan dari Luhan. Mungkin jika Sehun berdiam lebih lama lagi disini, wajah tampannya akan sekarat. Oh, malang sekali. Ckckck.

=to be continued=

Lalalala….. gimana? Gimana? Hihihihi *ketawa bareng chen* . udah ada moment chanbaek kan? Ntar buat pairing lain author juga bakal buat kok, tenang aja! .

mian buat yang biasnya sungjae. Author buat dia lebay, hehehehe *dikejar pake golok*

maaf juga yang nungguin ini ff, author kelamaan nyambung ceritanya. Soalnya ide buat cerita yang lain lagi numpuk, malah ini ide buat cerita ini ngilang ditiup anginnya sehun -_-.

Author butuh kritik dan saran kalian semua. Wokeh , author pamit undur diri.

Review ne? * kebo eyes*