Title : My Pretty Boy

Author : DandelionLeon

Main cast : Xi Luhan , Oh Sehun(as Oh Sehyun)

Other cast : Park Chanyeol , Byun Baekhyun, Sungjae(BTOB),do kyungsoo, Kim Jongin(Kai), Kris , Kim Jongdae(Chen), Kim Joonmyeon(Suho) ,kim minseok, huang zi tao, zhang yixing(lay) and other cast akan bertambah seiring berjalannya cerita.

Rate : T

Genre : Romance, Humor garing krenyess , Friendship, School Life, GS(gender switch)

Disclaimer : Terinspirasi dari serial drama Korea judulnya 'Ma Boy' tapi isi cerita beda! Hanya sedikit yang author angkat. Seluruh cast disini milik orang tua masing-masing saya hanya pemilik ide ceritanya aja.

Summary : Karena permainan konyol yang dibuat Chanyeol, Sehun si 'sok manly' harus rela berubah menjadi perempuan untuk menyamar karena kekalahannya. Sehun harus berbagi kamar dengan seorang yeoja banyak tanya bernama Xi Luhan. Bagaimana kisahnya? Apakah mereka akan jatuh cinta satu sama lain? Dan semoga saja penyamaran Sehun sebagai Sehyun tak akan ketahuan.

Warning : Typo nyebar, bahasa belepotan , GS, DLDR! , all uke is yeoja. No bashing and no flame! Yang berani copy cerita songong ini bakal dicium sama om Sooman! ;p

Gak suka? Jangan baca!

And selamat baca ^^/

.

.

Sehun bermain gitarnya dengan semangat full. Semua teman-temannya memandangnya aneh. Ada apa dengan maknae mereka tersebut? Bahkan ketika Kris mengajak istirahat sejenak, anak itu malah diam saja.

"Hun! Ayo istirahat dulu. Ibuku sengaja membuat ayam goreng untuk kita. Dan juga ini ada choco buble tea favoritmu." Teriak Chanyeol dari sofa yang ada di sudut ruangan. Sehun tak mempedulikannya membuat Kai mendengus sebal dengan mulut dipenuhi ayam goreng kesukaannya.

"Hoy, albino! Jika kau tak mau biar ku habiskan semuanya!" Teriaknya dengan kesal. Sehun menatap mereka sejenak, akhirnya ia menghembuskan nafasnya juga, mengalah. Sehun berjalan menuju tempat teman-teman yang memiliki otak dengan pemikiran random disana.

"Ommo! Wajahmu kenapa?" Tanya Suho heboh saat Sehun melepas topi hitamnya.

"Siapa lagi pelakunya jika bukan si rusa Cina itu? Aish! Kenapa aku harus sekamar dengan yeoja mengerikan seperti itu?" Sehun meneguk bubble tea ditangannya setelah berucap seperti orang nge-rapp. Semua teman-temannya hanya melongo menatapnya.

"Eiih….Bukankah kau bilang dadanya besar? Bukankah kau bilang kau suka yeoja dengan dada besar? Kkkk~" Oke, Sehun tak bisa tak emosi ketika Chen berbicara masalah 'dada'.

"Aish! Justru karena itu aku dipukul!" Teriaknya dengan kesal. Kai mendekatinya lalu tersenyum menyeringai.

"Hayooo! Jangan-jangan kau melakukan tindakan gila ya?"

PLETAKKK…. Kris menjitak kepala Kai dengan otak mesum tersebut. Kai meringis kesakitan dibuatnya.

"Yak! Kenapa menjitakku hah?" Tanyanya tak terima. Kris hanya diam lalu kembali menyantap ayam goreng buatan ibu Chanyeol yang katanya 'this is my style' itu. Ayam goreng ibu Chanyeol yang terbaik katanya -_-.

"So? Apa yang terjadi hm?" Tanya Chanyeol mencoba mengembalikan topik seperti semula. Sehun bercerita dengan teman-temannya itu. Sehun tau, pasti mereka akan tertawa terbahak-bahak seperti sekarang ini. Lihatlah wajah creepy Chanyeol saat tertawa, begitu pula dengan yang lainnya.

"Aish! Sudah puas menjadikan aku objek tertawaan kalian? Kalian yang membuatku seperti ini!"

"Ahahahaha, mianhae? Mianhae? Siapa suruh kau berkata demikian? Kkkk~" Suho menepuk-nepuk pundak Kris karena tak tahan menahan tawanya.

"Geurae! Terserahlah! Aku mau pulang!"

"Yak! Oh Sehun! Oh Sehun!"

BLAMMM…..Sehun berjalan keluar dari kediaman keluarga Park. Ia mencibir dengan wajah jeleknya yang sebenarnya tidak jelek sama sekali itu.

"Dasar! Apa-apaan mereka itu?" Gumamnya kesal sepanjang perjalanan.

Sesampainya didepan gerbang asrama, langkah Sehun terhenti karena melihat seorang yeoja berambut panjang dengan kaus putih di sana. Itu Luhan, Sehun mendecakkan lidahnya sebal.

"Aish! Untuk apa dia berdiri disana? Aku jadi tidak masuk bukan?" Ucapnya pada dirinya sendiri. Akhirnya Sehun memutuskan untuk memakai wig-sialan-nya kembali. Dari pada tak bisa masuk kamar dan kembali bersama teman-temannya yang gila itu, lebih baik menyamar lagi.

Sehun berjalan dengan tenang seolah ia tak melihat Luhan sama sekali. Yeoja cantik itu mengikuti langkah besar kaki jenjang Sehun dengan susah payah.

"Hey! Oh Sehyun! Tunggu aku!" Pekiknya. Sehun membalikkan tubuhnya secara tiba-tiba hingga hampir saja membuat Luhan jatuh dipelukannya. Tapi tenang saja, semua gagal karena Sehun menahan kepala Luhan dengan sebelah tangannya.

"Apa lagi? Mau membuat wajahku memar kembali hah?" Tanyanya tak suka. Luhan menggigit bibir merahnya hingga tambah merah. Matanya terlihat berair, membuat Sehun bingung sendiri melihatnya.

"Kau kenapa? Mau minta maaf ya? Ah~ merasa bersalah kah? Ternyata orang tak punya otak sepertimu tau diri juga ya?" Tebakanmu benar Sehun, tetapi kau salah besar karena membuat yeoja cantik itu menangis karena ucapan tajammu itu.

"Hiks….Huwaaaa…Hiks…Huwaaaaa…Eomma~ "

Sehun yang pada dasarnya tak bisa melihat orang menangis-terutama yeoja-itu gelagapan sendiri dibuatnya. Ia menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

"Yak! Kenapa menangis? Seharusnya kan aku yang menangis! Kau telah memukuliku sebanyak dua kali!" Bela Sehun pada dirinya sendiri. Luhan semakin terisak-isak dibuatnya.

"Hiks…Kau…Hiks…Kau Mengatakanku tak punya dada, kau bilang aku tak punya otak! Bagaimana aku tak menangis eoh? Padahal…hiks…padahal aku ingin sekali berteman denganmu!" Teriak Luhan menjadi-jadi. Sehun meletakkan telunjuknya didepan bibir Luhan, mengisyaratkan untuk diam. Masih terdengar isakan-isakan kecil dari bibir mungil Luhan.

"Ssshhh….. kau mau penjaga asrama menghukum kita karena berkeliaran dimalam hari? Kenapa suaramu itu keras sekali eoh? Berisik!"

Pundak Luhan naik turun akibat menangis. Ia menghapus air matanya dengan lengan bajunya.

"Biar saja! Biar saja dihukum!"

Sehun menggaruk kepalanya frustasi, ternyata yeoja dihadapannya itu sangat amat kekanak-kanakan sekali.

"Grrr! Yayayaya, terserahmu saja! Aku lelah, mau tidur!" Sehun berbalik menuju kamarya, namun seorang namja menghalangi jalannya. Oh man! Itu pengganggu yang ingin Sehun musnahkan. Sungjae tersenyum-senyum sendiri melihat Sehun yang menatapnya datar.

"Aigoo~ Sehyunie, kenapa kau berkeliaran dimalam hari seperti ini?" Tanyanya sok perhatian. Sehun hanya tersenyum masam. Mata Sungjae beralih pada Luhan yang masih terisak-isak tak jauh darinya. Ia segera mendekati Luhan.

"Eh? Luhan? Kenapa kau menangis?" Tanyanya heran. Luhan yang memang pada dasarnya menyukai Sungjae langsung saja memeluk tubuh tinggi itu. Sekalian mencuri kesempatan,ckckck.

Sehun membulatkan matanya. Ia ingin melerainya, namun hatinya bertanya.

'Memangnya kau siapa?' Tanya batin evilnya.

'Hey, kau ini sudah membuatnya menangis malah membiarkannya memeluk namja lain.' Innernya yang lain berucap demikian.

Sungjae memiringkan kepalanya dengan lucu. Ia mengusap punggung sempit Luhan yang masih terisak itu.

'Ommo! Jantungku! Kenapa berdebar saat dipeluk yeoja ini? Astaga!' Batin Sungjae heran. Matanya beralih pada Sehun yang tengah mengepalkan kedua tangannya.

"Mianhae Sehyun-a. Aku memang berjiwa playboy dan sedikit badboy. Aku melukai perasaanmu?" Ucap Sungjae dengan ekspresi sok dramatis seperti biasanya. Sehun hanya memutar bola matanya jengah. Dengan paksa ia menarik Luhan dari pelukan Sungjae membuat keduanya tersentak.

"Kau ini perempuan macam apa sih? Memeluk namja dengan sembarangan?" Tanyanya dengan suara meninggi.

"Hiks, memangnya kau siapa? Aku bahkan bukan temanmu Oh Sehyun! Wae? Kau menyukai Sungjae?"

Dengan kesal Sehun menarik lengan mungil itu memasuki kamar mereka. Sungjae menatap kepergian dua yeoja-yang satunya yeoja jadi-jadian-itu dengan wajah berseri-seri.

"Astaga! Sehyun cemburu? Oh Tuhan, maafkan aku karena membuat kedua yeoja cantik itu berkelahi karena memperbutkanku. Huhh!" Adakah yang bisa memanggil Rumah Sakit Jiwa sekarang? Sepertinya kadar 'kegilaan' Sungjae mulai bertambah seiring berjalannya waktu -_-.

.

.

Sehun menatap punggung Luhan yang membelakanginya itu. Suara isak tangisnya masih bisa Sehun dengar membuat kepalanya berdenyut sakit.

"Hey! Diamlah." Ucapnya datar. Luhan membalikkan tubuhnya secara tiba-tiba. Mata Sehun membulat saat melihat pemandangan dihadapannya. Kaos Luhan dengan kerah lebar itu secara tak langsung menampakkan belahan dadanya. Sehun meneguk ludahnya dengan kasar.

"Kenapa kau tak mau berteman denganku?" Lirih Luhan pelan. Matanya tampak membengkak karena menangis.

"I-itu..Aish! Tutup dulu tubuhmu dengan selimut!" Ucap Sehun dengan lantang. Luhan hanya mengerucutkan bibirnya imut lalu menutupi tubuhnya sebatas leher.

"Memangnya kenapa? Kau ini aneh sekali sih?"

"Ck! B-b-belahan d-d-dadamu t-terlihat tadi…aish! Sudahlah!"

Luhan mengerjapkan matanya berulang kali.

"Lalu apa yang salah? Bukankah kau juga punya?"

"Bukan begitu! Aku hanya merasa mataku ternodai saja."

Luhan menatap sengit ke arah yeoja jadi-jadian_Sehun.

"Kenapa kau menangis tadi? Dasar cengeng!"

Luhan memainkan selimut merah mudanya. Ia menggelengkan keppalanya berulang kali lalu tersenyum tipis.

"Aku merasa bersalah karena memukulimu. Dan aku kesal saat kau mengejekku, mengatakan aku tak punya otak. Memangnya aku udang?"

Sehun terlihat menahan tawanya saat mendengar penuturan Luhan tersebut. Aigoo~ ternyata Luhan itu polos sekali, fikirnya.

"Hanya itu? Lalu kau menangis? Astaga."

Keheningan mulai menyapa mereka. Tak ada yang mau membuka suara masing-masing. Sampai akhirnya Luhan mulai bertanya.

"Sehyun, apa kau benar berpacaran dengan Park Chanyeol itu?"

Sehun menoleh sejenak ke arah yeoja mungil itu. Ia mengedikkan bahunya dengan asal. Karena Sehun malas membahas tentang hal tersebut. Terang saja tidak! Dia masih normal okay?

"Menurutmu bagaimana?" Tanyanya balik.

"Entahlah, aku tak tau karena kau tak memberitahukanku."

"Memangnya kenapa kau ingin tau? Jangan bilang si Sungjae itu yang menyuruhmu ya?"

Luhan mendecakkan lidahnya lalu berbalik membelakangi Sehun yang bingung sendiri.

"Fikirkan saja sendiri." Gumamnya sebelum masuk kedalam alam mimpinya.

.

.

Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Acara lomba persahabatan antara sekolah S.M High School dan SA High School. Terlihat banyak murid yang berlalu lalang disekitar sekolah SA High School. Acaranya memang diadakan disekolah anak dari sekolah tetangga terlihat disini. Entah itu untuk sekedar bersenang-senang, menikmati makanan-makanan yang disediakan, mencari jodoh ataupun menonton pementasan.

Luhan melirik kesana kemari. Ia mencari keberadaan Sehyun yang terlihat menghilang secara tiba-tiba tadi. Rencana hari ini Luhan akan menari berduet dengan Minho, dan Luhan ingin menunjukkannya pada Sehyun. Tetapi yang ditunggu malah tak muncul-muncul.

Seorang namja berkulit tan dan juga seorang namja tinggi dengan cengiran khasnya datang mendekati Luhan. Luhan sedikit terkejut saat kedatangan namja asing tersebut.

"Hai, aku Park Chanyeol." Ucap Chanyeol to the point. Mau tak mau Luhan menerima jabatan tangan namja itu jika tak ingin dipanggil sombong.

"Aku Kim Jongin, tetapi panggil Kai saja." Ucap Kai tak mau kalah.

"Xi Luhan-imnida." Ucapnya dengan sopan.

"Em, Luhan-ssi. Apa kau tau dimana Sehyun?" Tanya Chanyeol. Luhan melirik Chanyeol dari atas hingga bawah membuat si namja jangkung tersenyum kikuk.

"Kau….pacarnya Sehyun itu ya?"

"Mwo? Aku?"

"Buahahahahaha…." Kai tertawa terpingkal-pingkal saat mendengar ucapan Luhan. Oh, tak bisa dibayangkannya jika Chanyeol dan Sehun-upss…Sehyun berpacaran.

"Diam kau hitam!" Ucap seorang namja bermasker hitam secara tiba-tiba. Luhan mengernyitkan dahinya melihat orang itu. Sejenak tatapan mereka bertemu. Tatapan tajam itu….mirip Sehyun!

Tentu saja mirip! Namja bermasker itu memang Sehun, dan Sehun itu adalah Sehyun. Belum sempat Luhan berteriak, Baekhyun dan Kyungsoo berjalan menghampirinya.

"Hoshh…Luhan! Kau dicari Minho! Ayo cepat!" Ucap Kyungsoo dengan nafas terengah-engah. Kai menatap yeoja manis bermata bulat itu dengan ekspresi yang sulit dijelaskan, begitupula sebaliknya. Mereka hanya saling bertukar senyum. Bukan senyuman menyebalkan yang Kai tunjukkan, melainkan senyuman tipis yang menawan, seperti orang yang sudah lama kenal.

"Hai Kyungsoo?" Ucapnya dengan wajah berseri-seri.

"Oh-um…hai Jongin?"

Chanyeol dan si namja bermasker-Sehun-menaikkan sebelah alis mereka bingung. Setau mereka hanya orang-orang tertentu yang memanggil Kai dengan 'Jongin', biasanya ia akan memberikan deathglare. Karena Kai kurang suka dipanggil Jongin. Ia merasa seperti bersaudara dengan Jongdae. Kim Jong-In, Kim Jong-Dae. Alasan aneh.

"Kau ikut bernyanyi ya hari ini?" Tanya Kai tersenyum malu-malu.

"Em, ne~ aku akan berduet dengan Baekhyun." Jawab Kyungsoo tersenyum manis. Chanyeol baru menyadari ada seorang lagi yang menunduk disebelah Kyungsoo.

"Eh? Baekhyun? Kau bisa bernyanyi?" Tanyanya sambil memegang pundak yeoja itu secara tiba-tiba.

"Ah-eh..i-itu, a-aku bisa. Tetapi suara Kyungsoo lebih bagus kok! Hehehehe."

Luhan menatap temannya itu dengan mata memicing. Ia mencium sesuatu yang aneh disini. Kenapa wajah Baekhyun merona begitu? Fikirnya polos. Sehun menatap Luhan berulang kali. Ia tersenyum sinis dari balik maskernya.

"Hey, apa yang kau lihat?" Ucapnya menyentak lamunan Luhan. Yeoja mungil itu terkaget lalu menatap Sehun dengan senyum canggung.

"Eh? Ahahaha, aniyo~ bukan apa-apa." Jawabnya asal.

"Ah! Aku harus pergi! Kajja Baekhyun-a, Kyungie-a." Dengan paksa Luhan menarik Kyungsoo yang asyik berbincang dengan Kai dan juga Baekhyun yang tadinya asyik digoda dengan playboy cap ayam jago, Chanyeol.

"Hey! Kita juga harus bersiap!" Pekik seorang namja berkulit putih dengan kantung penuh dollar, Suho.

"Ah~ ne hyung!" Ucap Sehun, Chanyeol dan Kai secara bersamaan.

.

.

Suasana yang sangat amat meriah. Pembukaan awal diiringi dengan nyanyian klasik yang dimainkan oleh beberapa anak yang bergabung dalam kelompok 'musik klasik' dari SA High School. Dilanjutkan dengan pidato dari kedua kepala sekolah tersebut. Disisi lain juga banyak pertandingan lainnya. Seperti volley ball, tenis meja, badminton, sepak bola, basket, anggar dan lainnya. Jangan tanyakan dimana mereka melakukannya. Halaman sekolah SA High School itu sangat luas dengan kelengkapan sarana musik dan juga olahraga.

Kali ini giliran Kyungsoo dan Baekhyun bernyanyi. Suara halus mereka sangat membuat bulu kuduk berdiri. Bukan karena mengerikan, tetapi karena suara mereka yang sangat indah itu. Kai menatap Kyungsoo tak berkedip, begitu pula dengan Chanyeol yang sedari tadi mencuri pandang pada yeoja bertubuh mungil dengan mata sipit diatas sana.

"Wow! Angel!" Gumam Kris sambil mengacungkan kedua jempolnya. Matanya tak lepas dari Baekhyun.

"Hey hyung! Dia incaranku! Jika mau cari lain saja!" Ucap Chanyeol dengan wajah tak suka. Kris menatapnya tajam.

"Enak saja kau! Dia itu manis, tak cocok denganmu. Kau sudah banyak pacar, bagi aku satu saja kenapa?"

Chanyeol menatap tajam ke arah Kris, membuat Kris membuang mukanya ke arah lain.

"Baiklah, untuk dongsaeng apa sih yang tak dituruti!" Kesal Kris. Akhirnya Chanyeol bisa tersenyum puas juga.

Selesai kedua yeoja manis itu bernyanyi. Dilanjutkan dengan beberapa siswa lainnya. Hingga tiba giliran Luhan melakukan dance dengan Minho. Sehun menatap Luhan dari kejauhan. Chen menyenggol pundaknya pelan.

"Hey, cantik sekali dia?"

"Cih! Apanya yang cantik? Dia itu yeoja bertenaga bison yang selalu memukulku hyung!"

Chen menatap tak percaya. Ia kembali bungkam saat melihat mood Sehun sepertinya buruk.

Luhan meliuk-liukkan tubuhnya sesuai dengan irama. Sebenarnya yang melakukan dance ini adalah Minho dan Taemin. Berhubung Taemin mengalami cidera beberapa hari lalu, akhirnya Luhan yang menggantikannya.

Sungguh, mata Sehun entah kenapa tak bisa lepas dari yeoja itu. Rambut coklat caramel panjangnya digelung ke atas, menampakkan leher jenjangnya yang sedikit berkeringat itu. Bajunya berwarna hitam yang menampakkan sedikit dadanya. Dan juga rok satu jengkal diatas lututnya yang menari-nari, menampakkan sedikit paha mulusnya. Mungkin Sehun sudah gila, tetapi kutekankan bahwa dia itu 'me-sum'!

GLEKKK…. Sehun menelan ludahnya.

'Kenapa dia tampak bersinar? Astaga! D-dadanya? Pahanya? Aish! Oh Sehun! Kau gila! Dasar bodoh!" Umpatnya dalam hati. Suho hanya menatap datar ke arah Sehun yang wajahnya telah memerah sempurna.

"Hey Hun! Jangan bilang kau suka dengan yeoja yang sekamar denganmu itu."

Sehun menatap balik pada hyungnya itu.

"Hehehe, aniya! Memangnya aku gila apa? Aku benci padanya!"

Semua bersorak saat penampilan Luhan dan Minho telah selesai. Oke, it's showtime~ saatnya anak EXO beraksi dengan skill masing-masing.

Semua siswi disana berteriak histeris. Apalagi saat melihat Sehun dengan maskernya itu naik ke atas panggung. Penasaran dengan siapa yang ada dibalik masker tersebut. Luhan melihat penampilan EXO yang kata teman-temannya sangat keren itu. Tatapannya fokus pada seorang namja dengan masker disana. Rambut pirang platina yang menyilaukan itu. Tatapan matanya yang tajam. Luhan akui bahwa dia terpesona. Walau tak tau bentuk apa yang ada di balik masker hitam itu. Apakah bibirnya sangat tebal? Atau giginya maju ke depan? Oke, itu tak mungkin sekali. Karena bibir Sehun itu sangat imut dan juga giginya tidak maju ke depan! -_-

Sungguh, ini kali pertama buat Luhan terpesona dengan namja lain-selain Sungjae. Omong-omong Sungjae tak bisa hadir karena harus syuting mini drama, dan itu membuat Luhan sedikit kesal saja.

Luhan berjalan menjauhi tempat itu untuk mengganti pakaiannya. Risih juga dilihat terus menerus dengan siswa dari sekolah sebelah. Mungkin pakaiannya terlalu seksi? Entahlah.

Luhan mengganti kostumnya tadi dengan seragam khas sekolah mereka kembali. Rambutnya ia biarkan tergerai. Tubuhnya hampir saja limbung jika sepasang tangan itu tak menahan tubuhnya.

"Kau tak apa?" Tanya seseorang itu-Sehun. Luhan mengerjap berulang kali.

"Aish! Ditanya itu dijawab bodoh!"

Luhan seakan merasakan sebuah déjà vu. Bentakan seperti itu mirip dengan…Sehyun?

"A-ah~ maafkan aku." Ucap Luhan sopan.

"Yayaya. Omong-omong penampilanmu sangat keren dan juga_"

Sehun mendekati wajah Luhan, membuat yeoja cantik itu menelan ludahnya gugup. Sehun mengarahkan mulutnya-yang masih bertutup makser-ke telinga Luhan.

"_kau sangat seksi dengan baju seperti tadi. Ah~ dadamu besar, kkkk~"

Luhan mematung ditempatnya. What the asdfghjkl? Mereka bahkan baru mengenal dan…

"Yak! Berhenti disana!"

Sehun menghentikan langkahnya sejenak. Ia berdecak kesal, padahal ia ingin segera berganti pakaian.

"Mwo?_yak!"

Dengan paksa Luhan menarik masker Sehun membuat wajah tampannya terekspos sempurna.

"O-Oh S-Sehyun?"

=TBC=

Sumpah! Ide buat cerita ini ngambang gitu aja, makanya lama banget update -_- . humornya garing ya? hehehehe, maklum… lagi nyumbat otaknya. Au ah gelap! Mohon di baca aja ne? buat yang review, makaaasih *tebar won suho* .

Tetap stay di ff ini ya? saranghae~~

Review please? *aegyo unyu* :3